cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SEGI EMPAT SMP MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRY Rahmatia Rahmatia; Ipung Yuwono; Swasono Rahardjo
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.726 KB)

Abstract

This study aimed at describing students’ comprehension toward four square concepts through inquiry learning. This study engaged descriptive-qualitative method which involve seven gradrers of SMPN 3 Satu Atap Dulupi as the participants.This study acknowledged students’ concept comprehension competence consists of: (1) re-stating the concept, (2) using, utilizing, and choosing the prcedures, and (3) apllying the concept in problem solving. The findings of the study showed that the students were able to comprehend the concepts of four square through inquiry learning.Therefore, the inquiry learning can be used as an alternative in the mathematics learning process in Junior High Schools.
PENALARAN ANALOGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KELILING DAN LUAS SEGIEMPAT Siti Nurul Azimi; Purwanto Purwanto; Abadyo Abadyo
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.242 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penalarananalogi siswa SMP dalam menyelesaikan masalah keliling dan luas segiempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa kelas VII SMPN 2 Malang. Pemilihan subjek berdasarkan kemampuan matematika siswa yang terdiri dari siswa kategori tinggi, rendah dan sedang. Kemampuan matematika siswa dilihat dari nilai raport matematika semester sebelumnya dan berdasarkan rekomendasi dari guru kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes penalarananalogi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menggambarkan bahwa siswa kategori tinggi mampu melakukan semua komponen penalaran analogi baik pada pengodean  (encoding),penyimpulan (inferring), pemetaan (mapping) maupun penerapan (applying) dengan baik. Siswa kategori sedang cendrung mengalami hambatan penalaran analogi pada komponen pemetaan (mapping) dan penerapan (applying). Siswa kategori rendah mengalami hambatan pada semua komponen penalaran analogi baik pada pengodean  (encoding),penyimpulan (inferring), pemetaan (mapping) maupun penerapan (applying).
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERCIRIKAN PENEMUAN TERBIMBING DAN BERBANTUAN APLIKASI PADA MATERI UNTUK KELAS X SMK Zukhrufurrohmah Zukhrufurrohmah; Cholis Sadijah; Makbul Muksar
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.892 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) bercirikan guided discovery dan berbantuan aplikasi grapher pada materi fungsi kuadrat untuk kelas X SMK yang valid, praktis dan efektif. Pengembangan bahan ajar bercirikan guided discovery dipilih karena berdasarkan hasil obsevasi peneliti, kegiatan pembelajaran perlu didukung dengan adanya bahan ajar sehingga siswa dapat aktif dalam pembelajaran. Sedangkan penggunaan aplikasi grapher diharapkan dapat membantu siswa menemukan konsep karakteristik grafik fungsi kuadrat dan mengarahkan hasil kecanggihan teknologi pada pembelajaran. Langkah pengembangan mengacu pada model pengembangan Plomp (2010:15). Langkah pertama, preliminary reseach, dilakukan peneliti dengan melakukan pengamatan kelas hingga diperoleh simpulan perlu adanya bahan ajar becirikan guided discovery dan berbantuan aplikasi grapher pada pembelajaran materi fungsi kuadrat. Langkah kedua, prototyping phase, dilakukan dengan merancang, membuat kemudian memvalidasi LKS, RPP dan instrumen penelitian. Langkah ketiga, assessment phase, dilakukan dengan menguji coba kepraktisan dan keefektifan bahan ajar pada pembelajaran. Berdasarkan hasil pengembangan diperoleh bahan ajar berupa LKS bercirikan guided discovery dan berbantuan aplikasi grapher pada materi fungsi kuadrat untuk kelas X SMK yang valid, memiliki nilai kepraktisan tinggi dan tingkat keefektifan yang baik
STUDI KASUS : KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA HOMESCHOOLING MELALUI GESTURE PADA MATERI IRISAN DUA HIMPUNAN Fitri Umardiyah; Subanji Subanjo; Dwiyana Dwiyana
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.318 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunikasi matematis melalui gesture pada materi operasi irisan dua himpunan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif  dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah seorang siswa  Homeschooling kelas VII.  Peneliti melakukan pengambilan data melalui wawancara dan observasi selama pembelajaran . Untuk memperkuat data dalam penelitian ini, peneliti merekam kegiatan pembelajaran dan wawancara secara audio visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa mengomunikasikan ide matematis dengan singkat melalui deictic gesture berupa gesture menunjuk tulisan yang ia buat, (2) siswa mengomunikasikan ide matematis  dengan bebas (freedom) melalui iconic gesture yang berupa gesture menggambar diagram Venn, (3) siswa mengomunikasikan ide matematis melalui methaporic gesture yang berupa gesture yang menjelaskan konten abstrak yaitu notasi pembentuk himpunan
ANALISIS METAKOGNISI SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN HIPOCRATES Dian Mayasari
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.166 KB) | DOI: 10.17977/um076v3i12019p34-39

Abstract

Salah satu aspek yang harus dikuasai siswa agar bisa menyelesaikan suatu masalah matematika adalah metakognisi. Metakognisi adalah pengetahuan dan kesadaran seseorang tentang proses berpikir serta kemampuannya dalam mengontrol proses berpikirnya tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan tipe kepribadian yang berbeda maka menunjukkan kesulitan metakognisi yang berbeda. Hipocrates mengelompokkan kepribadian manusia menjadi empat golongan, yaitu koleris, sanguinis, plegmatis, dan melankolis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis metakognisi siswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian koleri, sanguinis, plegmatis, dan melankolis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Adapun instrumen yang digunakan yaitu tes penggolongan tipe kepribadian, tes tertulis, dan wawancara. Hasil analisis data tes tertulis dan analisis data hasil wawancara dibandingkan atau ditriangulasi untuk mendapatkan data yang valid. Prosedur penelitian di awali dengan tes penggolongan tipe kepribadian untuk mendapatkan masing-masing dua siswa yang bertipe koleris dominan, sanguinis dominan, plegmatis dominan, dan melankolis dominan. Setelah itu siswa mengerjakan soal yang diberikan dan siswa diwawancara agar didapatkan data yang sesuai. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu siswa bertipe koleris melakukan metakognisi pada ketiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Namun sifat siswa yang merasa selalu benar ditemukan siswa yang salah dalam menjawab soal yang diberikan. Siswa bertipe sangunis melakukan metakognisi pada tahap perencanaan saja. Siswa tidak mengetahui langkah apa yang harus diambil dan siswa tidak bisa mengontrol sifatnya yang tidak cermat dengan tidak meneliti kembali setiap langkah penyelesaian dan jawaban yang diperoleh. Siswa bertipe plegmatis dapat menyelesaikan masalah yang diberikan dengan selesaian yang singkat. Siswa melakukan metakognisi pada tahap perencanaan namun kurang baik pada tahap pelaksaanan dan evaluasi. Siswa menyelesaikan soal dengan waktu yang lama dan malas untuk memeriksa kembali jawaban. Siswa bertipe melankolis melakukan metakognisi baik pada tahap perencanaa, pelaksanaan, dan evaluasi karena sifatnya yang cermat, teliti, dan perfeksionis. Kata Kunci: Metakognisi, Pemecahan Masalah, Tipe Kepribadian
REPRESENTASI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BARISAN BERDASARKAN TINGKAT KEMAMPUAN SISWA Prasanti, Devinta Reza; Susiswo, Susiswo
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.887 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi dalam menyelesaikan masalah barisan berdasarkan tingkat kemampuan siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan hasil tes pengetahuan prasyarat, sedangkan data diperoleh dari hasil tes kemampuan representasi matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam menyelesaikan masalah barisan, siswa berkemampuan tinggi menggunakan representasi verbal, visual, dan simbolik. Siswa berkemampuan tinggi melakukan keempat tahap penyelesaian masalah sehingga memperoleh jawaban yang benar. Sedangkan siswa berkemampuan sedang hanya menggunakan representasi verbal dan simbolik. Siswa berkemampuan sedang tidak melakukan tahap memeriksa kembali pada salah satu masalah, tetapi jawaban yang diperoleh benar. Sementara siswa berkemampuan rendah menggunakan representasi verbal, visual, dan simbolik. Pada saat menyelesaian masalah, siswa berkemampuan rendah tidak melakukan tahap memeriksa kembali pada kedua masalah, dan jawaban yang diperoleh salah.
REPRESENTASI PENGETAHUAN SECARA VISUAL: KAJIAN TERHADAP ORANG TUNANETRA DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SOAL CERITA Hendra Kartika; Siti Mutmainah
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.528 KB)

Abstract

Examining visual representations of knowledge, generally speaking of imagery or mental imagery. In recent years, mental imagery through visual representation in mathematical problem solving is still an interesting study to be explored. However, studies on the implications of visual representation of blind people have received much less investigative attention. In this paper, we will investigate three factors that address the goal of this review and to present some of the prominent questions for future research: 1) format of visual representation; 2) mental imagery on the congenital blindness; and 3) visualization on mathematical word problem-solving. Results indicate that the visual representation of knowledge is very substantially used to communicate various types of knowledge that describe relationships or patterns. Mental visualization between congenitally blind and sighted people qualitatively similar, but this results only on visuospatial skills. The results also indicate that visual representation can be used as a tool to solve mathematical word problems. For further study, this result proposes how the mental imagery of blind people can solve the mathematical problems (e.g. geometry, statistics) through visualization.
PENGGUNAAN BAHAN MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA Rifaatul Mahmudah; Abdur Rahman Asari; Sisworo Sisworo
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.559 KB)

Abstract

Setiap siswa harus belajar matematika dengan pemahaman (Ghazali, 2011). Salah satu cara meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar matematika adalah dengan menerapkan pembelajaran menggunakan bahan manipulatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahan manipulatif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis penelitian tindakan. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 16 siswa kelas VII E di SMP IT Asy-syadzili Pakis. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan bahan manipulatif dalam pembelajaran matematika dapat meningkatka pemahaman siswa. Pada siklus I hasil tes akhir siswa menunjukkan 64,29 siswa memperoleh nilai lebih dari 70 meningkat pada siklus II 73,80% siswa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 70.
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VII DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI GEOMETRI DENGAN MENGGUNAKAN NEWMAN’S PROCEDURE Fahrur Rozi Hadiyanto
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.269 KB)

Abstract

Pada tingkat SMP ada beberapa materi geometri yang diajarkan antara lain segitiga dan segiempat. Namun dilapangan ditemukan bahwa banyak sekali siswa yang masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita geometri. Kesalahan merupakan penyimpangan dari solusi yang tepat dari suatu masalah, baik secara konsep maupun prosedur penyelesaiannya. Salah satu upaya dalam membantu siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan soal geometri, yaitu dengan menganalisis hasil penyelesaian siswa terhadap soal yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan instrumen soal tes. Subjek penelitian ini ada 3 dari 29 siswa kelas VII  SMP Negeri 8 Kediri. Dari hasil analisis jawaban siswa serta wawancara yang dilakukan diperoleh data bahwa jenis kesalahan yang dikaukan siswa meliputi menurut Newman’s Procedure: kesalahan dalam membaca soal, kesalahan dalam mentransformasikan kata kata kedalam bentuk penyelesaian, kesalahan dalam mengaplikasikan strategiyang telah dipilih, kesalahan dalam menuliskan jawaban akhir. Sedangkan penyebab terjadinya kesalahan tersebut antaralain siswa kurang teliti dalam menyelesaikan soal dan mengoperasikan bilangan pada soal, kurangnya variasi soal yang diberikan guru serta kurang memahami konsep tentang gabungan bangun datar dan tinggi segiempat.
METAKOGNISI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH TRIGONOMETRI Dimas Femy Sasongko; Subanji Subanji; I Made Sulandra
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.246 KB)

Abstract

Metacognition is an influencing factor in mathematical problem solving. The aim of this qualitative research is to comprehend metacognition from one student of High Problem Solving Achiever (HPSA) and one student of Low Problem Solving Achiever (LPSA) when solving trigonometry problems that focused on metacognitive awareness, metacognitive regulation, and metacognitive evaluation aspects. The finding indicates that in metacognitive awareness, LPSA has difficulty to model the problem. In metacognitive regulation, the global plan, local plan, and actions which composed by LPSA didn’t tend to the solution. In metacognitive evaluation, eventhough LPSA did lots of metacognition activities but it didn’t guarantee achieving correct solution

Page 4 of 12 | Total Record : 120