cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora
ISSN : 24604208     EISSN : 25497685     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Strategi Sosialisasi e-LMS Platform Smarteschool.id untuk Sekolah di Indonesia ahmad kasogi
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i1.3606

Abstract

Perkembangan industri teknologi informasi dan komunikasi 4.0 memberikan dampak pada lembaga pendidikan sekolah, termasuk penerapan teknologi electronic learning management system pada sekolah di Indonesia, namun dari sisi dinamika implementasi masih terdapat kendala yaitu masih banyak sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran tradisional konvensional tatap muka saja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sosialisasi elektronik sistem manajemen pembelajaran online pada platform smarteschool.id. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis deskriptif observasional dengan jenis penelitian studi kasus, pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam terhadap key informan kunci perusahaan, diskusi, dokumentasi dan studi dokumen kajian pustaka yang berkaitan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sosialisasi yang digunakan dalam proses sosialisasi E-LMS smartschool.id di Indonesia menggunakan dua bentuk metode yaitu komunal dan personal. Implementasi program strategi sosialisasi dilakukan dalam 3 format yaitu online, offline dan hybrid. Implikasi penelitian secara teoritis menambah khazanah pengetahuan keilmuan sosiologi sosialisasi organisasi, masukan untuk pemerintah, dinas pendidikan, dan perusahaan startup edutech serta segenap praktisi pendidikan.
Dinamika Konflik dan Identitas Hibrida dalam Film Cahaya dari Timur: Beta Maluku Karya Angga Dwimas Sasongko Melalui Pendekatan Poskolonialisme Sartre, Zen Wisa; Aviandy, Mochamad
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i1.3623

Abstract

This study examines the dynamics of conflict and hybrid identity in the film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014) by Angga Dwimas Sasongko. The conflict arises from two elements, namely religion and identity. The method used is textual analysis with a postcolonial approach. The results and conclusions are that the conflict between Islam and Christianity is related to the integration of Maluku and Indonesia and the colonial legacy that has created unequal power relations. Furthermore, to resolve the conflict, the Indonesian government deployed the military, but the result was tension in society. The character Sani Tawainella in this film is present as an agent and can resolve conflicts. He uses football as an instrument for conflict resolution, and creates a hybrid identity.   Abstrak Penelitian ini membahas dinamika konflik dan identitas hibrida dalam film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014) karya Angga Dwimas Sasongko. Konflik bersumber pada dua elemen, yaitu agama dan identitas. Metode yang digunakan adalah analisis teks dengan pendekatan poskolonialisme. Hasil dan simpulan adalah konflik antara agama Islam dan Kristen berkaitan dengan penggabungan Maluku dan Indonesia dan warisan kolonial yang telah menciptakan ketidaksetaraan relasi kuasa. Selanjutnya, untuk menyelesaikan konflik tersebut, pemerintah Indonesia mengerahkan militer, tetapi hasilnya adalah ketegangan di masyarakat. Tokoh Sani Tawainella di dalam film ini, hadir sebagai agensi dan dapat menyelesaikan konflik. Ia menggunakan sepak bola sebagai instrumen penyelesaian konflik, dan menciptakan identitas hibrida.
DIPLOMASI ENERGI DALAM EKSPOR BATUBARA INDONESIA DAN CHINA SERTA TRANSISI ENERGI DI INDONESIA Indrayani, Irma; Firdaus , Najmi
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i1.3655

Abstract

This research aims to analyze securitization in energy diplomacy between Indonesia and Tiongkok which imports coal from Indonesia, which has not yet reached its maximum potential. Tiongkok is considering increasing coal imports from other countries, including from Indonesia, which is one of the main sources and one of the largest coal exporting countries in the world. Tiongkok need coal from Indonesia to meet its coal import needs. On the other hand, Indonesia is trying to carry out an energy transition which causes a conflict of economic interests. The main issue raised in this research is how the energy diplomacy carried out by Indonesia in coal exports to Tiongkok is examined based on the theory of securitization and energy security. This research uses a qualitative approach by applying the literature study/document study method. Research findings show that in relation to Indonesia's energy diplomacy with Tiongkok through coal exports, Indonesia has not been completely able to let go of dependence on coal use. At the same time, Indonesia is also required to be able to balance energy security and environmental security.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sekuritisasi dalam diplomasi energi antara Indonesia dan Tiongkok yang melakukan impor batu bara dari Indonesia, yang belum mencapai potensi maksimalnya. Tiongkok mempertimbangkan untuk meningkatkan impor batu bara dari negara lain, termasuk dari Indonesia yang menjadi salah satu sumber utama sekaligus salah satu negara pengekspor batu bara terbesar di dunia. Tiongkok membutuhkan batu bara dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan impor batu baranya. Di sisi lain, Indonesia sedang berupaya melakukan transisi energi yang menyebabkan benturan kepentingan ekonomi. Isu utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana diplomasi energi yang dilakukan Indonesia dalam ekspor batu bara ke Tiongkok, dikaji berdasarkan teori sekuritisasi dan ketahanan energi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode studi literatur/studi dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam kaitan dengan diplomasi energi Indonesia dengan Tiongkok melalui ekspor batu bara, Indonesia belum sepenuhnya mampu melepaskan ketergantungan terhadap penggunaan batu bara. Pada saat yang sama, Indonesia juga dituntut untuk mampu menyeimbangkan ketahanan energi dan keamanan lingkungan.
The Implementasi Fungsi Komunikasi Pemerintah Desa dalam Memahamkan Kesadaran Hukum pada Warga Desa Lebak Sari, Desa Sukamaju, dan Desa Sukaraja di Kabupaten Sukabumi Tahun 2021 Sriwartini, Yayu
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i1.3656

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi komunikasi aparatur pemerintah Desa Lebaksari Kecamatan Parakansalak, Desa Sukaraja Kecamatan Sukaraja dan Desa Sukamaju Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi dalam memahamkan sadar hukum kepada warga. Fenomena ini menarik diteliti karena ketiga desa tersebut berhasil meraih prestasi Anubhawa Sasana, yaitu penghargaan pemerintah yang diberikan kepada suatu desa yang warganya telah memiliki kesadaran hukum tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah aparatur pemerintah Desa Lebaksari, Desa Sukaraja dan Desa Sukamaju. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dengan kepala desa, dan perwakilan lembaga kemasyarakatan; penelusuran dokumentasi secara manual dan digital. Dalam mengolah dan menganalisa data, peneliti melakukan beberapa tahapan reduksi terhadap data yang diperoleh di lapangan, kategorisasi dan pengodean terhadap data yang dianggap sama. Lalu penyajian data dalam  bentuk narasi dan menganalisanya. Analisis dilakukan dengan menggunakan konsep komunikasi pemerintahan, fungsi komunikasi organisasi, teori sistem serta teori sistem sosial. Hasil penelitian di pemerintah Desa Sukaraja, Desa Sukamaju dan Desa Lebaksari menunjukkan bahwa: (1) komunikator dalam penyadaran hukum kepada warga dilakukan tidak hanya dilakukan oleh kepala dan perangkat desa saja tetapi juga melibatkan peran dari pengelola lembaga kemasyarakatan, tokok agama serta tokoh masyarakat setempat; (2) pesan dilakukan secara lisan dan tertulis baik formal maupun informal; (3) saluran-saluran yang digunakan adalah komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok (bimbingan teknis, lokakarya, seminar, diskusi), media luar ruang, media  sosial; dan (4) kegiatan penyadaran hukum merepresentasikan fungsi informatif, regulatif, persuasif dan integratif.
PERAN PENDAMPINGAN DALAM PROSES ADOPSI TEKNOLOGI PERTANIAN PADI ORGANIK DI DESA RAHAYU KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR Saribanon, Nonon; Ilmi, Fauziah; Rafsanzani, Muhammad Firdaus; Amarullah; Siregar, Zuhriansyah
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i1.3662

Abstract

Tujuan dari adopsi teknologi pertanian organik adalah melihat adanya perubahan perilaku dan transformasi pengetahuan masyarakat terhadap kepedulian akan kualitas lingkungan di 2 kelompok tani Desa Rahayu, Kabupaten Tuban Jawa Timur. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi secara partisipatif dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan petani tidak lagi bergantung pada pupuk dan pestisida kimiawi, peningkatan kualitas kesuburan tanah dan keanekaragaman hayati lahan sawah. Dari sisi ekonomi berhasil melakukan peningkatan pendapatan petani pemilik lahan dan buruh tani, Dampak sosial berupa perubahan perilaku individu dan/ kelompok tani mengenai kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dengan pencegahan pencemaran, sistem sinergitas kelembagaan yang kuat antara kelompok tani, serta meningkatnya kohesivitas sosial yang lebih intensif. Sehingga terbentuk kesejahteraan warga melalui terbukanya lapangan kerja kepada petani gurem/buruh tani setempat.
Studi Kritis atas Pemikiran Notonagoro tentang Pancasila sebagai Dasar Negara Razuni, Ganjar
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i1.3663

Abstract

Notonagoro merupakan pemikir Pancasila yang telah mengawali pendekatan ilmiah dalam mempelajari Pancasila. Pendekatan ilmiah yang dimaksud adalah perumusan filsafat hukum Pancasila dan filsafat manusia Pancasila. Filsafat hukum Pancasila mengacu pada gagasan tentang Pembukaan UUD 1945 sebagai Pokok Kaidah Fundamental Negara (Staatfundamentalnorm) yang tidak bisa diubah oleh prosedur hukum. Sedangkan filsafat manusia Pancasila mengacu pada perumusan hakikat (inti-isi-mutlak) Pancasila, yakni monodualisme manusia sebagai sumber bagi kesatuan sila-sila Pancasila (Eka-Pancasila). Studi kritis ini bertujuan untuk mengkritik terhadap beberapa kelemahan dan inkonsistensi atas pemikiran Notonagoro dengan tujuan menjernihkan hal-hal yang dirumuskan secara kurang tepat, dengan menggunakan metode perbandingan pemikiran tokoh yang dilakukan dari studi pustaka, studi dokumen, dan arsip yang diperlukan untuk mengkritisi konstruksi pemikiran dan cara berpikir Notonagoro tentang Pancasila dan sekaligus melihat relevansinya pada era kini. Teori yang digunakan dalam penulisan ini sebagaimana dinyatakan oleh David Bourchier (2007) dalam Pancasila versi Orde Baru, mengenai purifikasi terhadap Pancasila, bahwa dikembangkannya konsep Pancasila era Orde baru dengan klaim lebih murni dibandingkan dengan konsep Pancasila era Orde Lama. Hasil studi pustaka ini memperlihatkan, bahwa pemikirann Notonagoro tentang sejarah kelahiran Pancasila, memiliki inkonsistensi. Di era sebelum Orde Baru (yakni era Demokrasi Parlementer ala Barat 3 November 1959 – 5 Juli 1959/Dekrit Presiden dan era Demokrasi Terpimpin (5 Juli 1959-12 Maret 1967) Notonagoro mendaulat Soekarno sebagai pencipta (dimensi-material) Pancasila. Sedangkan di era Orde Baru, Notonagoro menghapus Soekarno dari semua penjelasannya mengenai sejarah pembentukan Pancasila. Dengan demikian, diperlukan pendekatan kritis terhadap pemikiran dan cara berpikir Notonagoro yang menjadi legitimasi bagi pengembangan wacana Pancasila di era Orde Baru dan relevansinya saat ini dengan kondisi ideologis dan politik bangsa serta kenegaraan Indonesia berupa liberalisasi pemahaman dan pengamalan ideologi Pancasila pasca Reformasi 1998.
Politik Pemerintahan Thailand Era Thaksin Shinawatra & Malaysia Era Anwar Ibrahim dalam Perspektif Illiberal Democracy serta Relevansinya dengan Indonesia Lubis, Sahruddin; Zamharir, Hari
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.2993

Abstract

This research explores the practice of democratic politics in two countries that place constitutional monarchies in the life of the nation and state, namely Thailand and Malaysia during the Thaksin Sinawatra administration and Malaysia during the Dato Anwar Ibrahim era. The study was conducted using the perspective of Fareed Zakaria's illiberal democracy theory. This study applies a culture-context approach with content analysis methods and meta-analyses procedures. Data were collected from a number of scientific articles accessed through Google Scholar and books. The results of the study show the existence of the King of Thailand who still plays a minimal role, amidst changing values that indicate very liberal, thus potentially strengthening liberal democracy and further weakening the constitutional monarchy. Likewise, the King of the Malaysian still plays a minimal role, but in recent times—with the declining role of UMNO party, the King's role is very significant in the latest political crisis.  The finding of this study is that in the amidst of a wave of changing values that have the potential to further marginalize illiberal democracy in each country, the role of the king, especially in the case of Malaysia, is quite significant in overcoming the political crisis of power, especially as a mediating authority or authorized intermediary agency. Abstrak Penelitian ini mengkaji praktik politik demokrasi di dua negara yang menempatkan monarki konstitusional dalam kehidupan berbagsa dan bernegara di Asia, yakni Thailand pada era pemerintahan Thaksin Sinawatra dan Malaysia pada era Dato Anwar Ibrahim. Kajian dilakukan dengan menggunakan perspektif teori illiberal demokrasi dari Fareed Zakaria. Penelitian ini menerapkan pendekatan culture-context dengan metode analisis konten dan prosedur meta-analyses. Data dikumpulkan dari sejumlah artikel ilmiah yang diakses melalui Google Scholar dan buku-buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekistensi Raja Thailand masih berperan secara minimal, di tengah perubahan nilai-nilai yang mengindikasi amat liberal, sehingga potensial menguatkan demokrasi liberal dan makin memperlemah monarki konstitusional. Demikian pula dengan Raja Malaysia, masih berperan secara minimal, namun di masa belakangan—dengan jatuhnya The United Malays National Organization, peranan raja amat signifikan dalam kemelut politik mutakhir. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa di tengah gelombang perubahan nilai-nilai yang berpotensi makin meminggirkan illiberal democracy di masing-masing negara, peran raja, teristimewa dalam kasus Malaysia, cukup signifikan dalam mengatasi krisis politik kekuasaan, terutama sebagai mediating authority atau authorized intermediary agency.
EFEKTIVITAS PROGRAM PPM DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA OLEH PT NUSA HALMAHERA MINERALS MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020-2021 Ferdhi, Gamal
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3524

Abstract

Pemerintah mewajibkan setiap perusahaan pertambangan sektor mineral dan batu bara melaksanakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (Program PPM) bagi masyarakat yang terdampak operasi pertambangan. PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) perusahaan penambang emas di Halmahera Utara merancang Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat periode 2020-2024. Pelaksanaan program PPM mendapat kendala ketika pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas program PPM di Halmahera Utara oleh PT NHM ketika pandemi Covid-19, tahun 2020-2021. Kemudian mendeskripsikan output program PPM serta faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas program tersebut. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas dari Robert B. Duncan dengan metode kualitatif deskriptif, purposive sampling sebagai cara memilih informan, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data menggunakan strategi tipe ideal dari Max Weber. Peneliti menemukan kendala pelaksanaan program PPM oleh PT NHM saat pandemi Covid-19 akibat kebijakan pemerintah yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau lockdown. Selanjutnya pemerintah meminta sektor swasta terutama perusahaan pertambangan untuk berpartisipasi dalam upaya mempercepat penanganan pandemi Covid-19. PT NHM merespons permintaan itu dengan melakukan beberapa penyesuaian dalam implementasi program PPM. Hasilnya output program PPM memberi kontribusi pada penanganan Covid-19 di lingkup lokal, regional, dan nasional. Dengan teori efektivitas dari Duncan, program PPM oleh PT NHM ketika menghadapi pandemi Covid-19 dinilai efektif. Meskipun terdapat indikator yang tidak efektif disebabkan besarnya intervensi pemimpin perusahaan dalam pelaksanaan program.
FATHERHOOD DALAM FILM CAHAYA DARI TIMUR: BETA MALUKU Islami, Muhammad Al Anhar Al; Aviandy, Mochamad
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3631

Abstract

Beriringan dengan pesan perdamaian, film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku juga menampilkan beberapa aspek lain yang dapat dilihat dari jalinan hubungan antar tokoh, salah satunya beberapa tokoh yang berperan sebagai ayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi peran ayah (fatherhood) dalam film ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ialah teori representasi Stuart Hall yang didukung dengan konsep fatherhood Nicholas Townsend. Pengaplikasian metode analisis semiotika John Fiske dalam penelitian dilakukan dengan tiga level, yakni level realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini mengeksplorasi peran tokoh ayah yang memiliki aspek persamaan dan perbedaan sifat kebapakan yang syarat akan representasi pola peran ayah di Indonesia, khususnya di wilayah timur. Mengacu pada seluruh elemen fatherhood ideal Nicholas Townsend, yakni: (1) emotional closeness yang ditunjukkan pada sesi emotional sharing antara ayah dan anak; (2) elemen provision yang ditampilkan pada penetapan standar materi dalam kehidupan anak; (3) elemen endowment yang ditunjukkan pada sosok ayah yang mengajarkan kedisiplinan melalui bola dan pengajaran nilai moral; serta (4) elemen protection yang ditunjukkan pada usaha perlindungan pada anak dari ancaman fisik dan konflik. Kata Kunci: Representasi; Fatherhood; Semiotika; Ideologi; Budaya timur
Critical Animal Studies: Eksploitasi Penyiksaan Hewan untuk Konten Media Sosial sebagai Ancaman Kesejahteraan Hewan di Indonesia Hak, Muhammad Fernanda Dhiyaul; Alifan, Fatiya Hasna; Hilda, Nurul; Tristanti, Laras; Prihantoro, Fahmi
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3796

Abstract

Indonesia berdasarkan data Social Media Animal Cruelty Coalition (2021) disebut sebagai negara dengan unggahan konten kekerasan hewan paling banyak di media sosial. Situasi ini bisa menjadi penyebab terancamnya kesejahteraan hewan. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan analisis terhadap eksploitasi hewan dengan menggunakan perspektif Critical Animal Studies (CAS), dengan dua tema kajian dan satu rancangan strategi yang didalami: Pertama, tema tentang eksploitasi hewan berdasarkan periodisasi sejarah di Indonesia; kedua, identifikasi dan analisis eksploitasi hewan pada masa kini melalui media sosial, dan ketiga adalah strategi yang diajukan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi, yaitu mengumpulkan dan menganalisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksploitasi hewan di Indonesia sudah terjadi pada masa lalu, yang dapat diketahui dari tinggalan arkeologi dan catatan sejarah yang ada. Pada masa kini, eksploitasi hewan masih dilakukan dan bahkan dalam bentuk penyiksaan hewan untuk konten di media sosial. Salah satu strategi untuk mencegah terjadinya eksploitasi hewan di media sosial adalah kesadaran masyarakat untuk tidak menonton, tidak follow, tidak like, comment, subscribe, dan share konten eksploitasi hewan di media sosial.