cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6285223361182
Journal Mail Official
mimbaragribisnis@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis
Published by Universitas Galuh
ISSN : 24604321     EISSN : 25798340     DOI : 10.25157/ma
Core Subject : Agriculture,
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi dalam konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam ilmu sosial ekonomi pertanian. Ruang lingkup Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis meliputi: Ekonomi Pertanian Sosiologi pertanian Kebijakan pertanian Pembangunan pertanian Penyuluhan pertanian Komunikasi pertanian Kelembagaan pertanian Usahatani dan pascapanen Agroindustri Perdagangan internasional Ketahanan pangan Manajemen agribisnis Manajemen produksi Manajemen operasi Manajemen pemasaran Pembiayaan agribisnis Rantai pasok Perencanaan wilayah pertanian Ekonomi sumberdaya alam.
Articles 1,896 Documents
Dinamika Kelompok Pokdarwis Desa Wisata Lebakmuncang Kabupaten Bandung Salma Budi Lestari; Anne Charina
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24803

Abstract

Seiring dengan perkembangan sektor pariwisata, pengembanganpariwisata berbasis masyarakat saat ini mulai dikembangkan, salah satunya melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sebagai pengelola desa wisata, Pokdarwis Desa WisataLebakmuncang masih menghadapi permasalahan internal, terutama terkait pembagian tugas. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui dinamika kelompok Pokdarwis Desa WisataLebakmuncang. Penelitian dilakukan di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 48 respondenyang ditentukan secara sensus. Data yang diperoleh dianalisismenggunakan skoring skala Likert dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompokPokdarwis Desa Wisata Lebakmuncang termasuk dalamkategori dinamis. Artinya, faktor pendorong dalam kelompoklebih besar dibandingkan faktor penghambat, sehinggaPokdarwis tetap mampu menjalankan fungsinya sebagaipengelola Desa Wisata Lebakmuncang.
Hubungan Kohesivitas Dengan Partisipasi Anggota Dalam Melakukan Urban Farming Pada Kelompok Wanita Tani Good Farm Di Serpong Utara Kolya Leta Gandes Ardota Krisdeo; Siwi Gayatri; Fatikhah Nurul Fajri
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24197

Abstract

Kecamatan Serpong Utara merupakan daerah perkotaan yang masih memiliki potensi pertanian melalui pemanfaatan lahan sempit (urban farming) untuk menjaga ketahanan pangan dan kualitas lingkungan. Kelompok Wanita Tani (KWT) berperan strategis sebagai wadah bagi perempuan dalam budidaya dan pengelolaan hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kohesivitas kelompok dengan partisipasi anggota KWT Good Farm di Graha Raya, Tangerang Selatan. Penelitian yang dilaksanakan pada Januari 2026 ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus terhadap seluruh anggota kelompok. Variabel kohesivitas diukur melalui indikator kesatuan tugas, interaksi sosial, kerja sama, dan daya tarik; sementara variabel partisipasi diukur melalui kehadiran, keterlibatan langsung, pemberian informasi, respons, serta tanggung jawab. Data dianalisis menggunakan uji mean dan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kohesivitas (101,8) dan partisipasi (102,58) berada pada kategori sangat baik. Ditemukan hubungan positif yang sangat kuat antara kedua variabel dengan koefisien korelasi sebesar 0,902. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kuat rasa kebersamaan dan solidaritas antaranggota, maka semakin tinggi pula motivasi anggota untuk berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi kegiatan kelompok.
Analysis Of Strategies To Increase Rice Paddy Productivity To Support The Land Optimization Program (OPLA) In Tanah Laut Regency Septia Hayati Hayati; Muhammad Fauzi Makki; Yusuf Azis
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23882

Abstract

This study aims to analyze internal and external factors of lowland rice farming and to formulate priority strategies for increasing rice productivity through the Land Optimization Program (OPLA) in Tanah Laut Regency. The main problem addressed is the suboptimal rice productivity under OPLA implementation and the disparity in performance between small-scale and large-scale farmers.  The research employed a quantitative approach supported by qualitative data. Primary data were collected through structured interviews with 60 purposively selected rice farmers participating in OPLA, while secondary data were obtained from relevant institutions. Data analysis applied a strategic management framework using the Internal Factor Evaluation (IFE) matrix, External Factor Evaluation (EFE) matrix, SWOT matrix, and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results indicate that the internal condition of rice farming is moderately strong, with an IFE score of 2.78, while the external environment is relatively favorable, with an EFE score of 2.85. The combined scores position OPLA in Cell V (hold and maintain) of the Internal–External matrix. The recommended priority strategy is optimizing land utilization through enhanced adoption of cultivation technologies and strengthened support for production inputs. However, strategy formulation is differentiated by landholding typology: for small-scale farms, strengthening farmer group institutions is prioritized, whereas for large-scale farms, reinforcing collective block management—particularly in planting schedules, water governance, and harvest coordination—is emphasized. Overall, the study concludes that increasing rice productivity under OPLA requires a contextual, typology-based strategic approach to ensure program effectiveness and long-term sustainability.
Analisis LQ dan Shift Share Kabupaten Bandung Barat Eka Purna Yudha; Nurhazna Fairuz Ardiani
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25347

Abstract

This study aims to analyze the structure and performance of the West Bandung Regency economy based on leading sectors and sectoral competitiveness. The methods used are Location Quotient (LQ) and Shift Share with Gross Regional Domestic Product (GRDP) data for the 2016–2024 period. LQ analysis is used to identify base sectors, while Shift Share is used to assess the influence of national growth, industrial structure, and regional competitive advantage. The analysis results show that base sectors in West Bandung Regency include Accommodation and Food and Beverage Provision, Real Estate, Electricity and Gas Procurement, Agriculture, Forestry and Fisheries, Educational Services, Corporate Services, and Government Administration. The Accommodation and Food and Beverage Provision sector is the most dominant sector with the highest LQ value. Shift Share analysis shows that regional economic growth is strongly influenced by national economic dynamics, especially in the manufacturing and trade sectors. Although some sectors show increased competitiveness post-pandemic, the regional economic structure remains relatively dependent on the service and natural resource sectors with a limited level of diversification. Therefore, a development strategy is needed that encourages the strengthening of non-basic sectors and increases the competitiveness of the modern services sector to support more sustainable regional economic growth.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Sektor Pertanian Kota Palangka Raya Riska Yulianti; Luthfi Fatah; Yudi Ferrianta
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23629

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sektor pertanian Kota Palangka Raya menggunakan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan data sekunder tahunan periode 1995–2024 yang bersumber dari BPS Provinsi Kalimantan Tengah, BPS Kota Palangka Raya, Universitas Palangka Raya, dan Dinas Pertanian Kota Palangka Raya. Uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller (ADF) menunjukkan kombinasi variabel I(0) dan I(1), sehingga memenuhi syarat penggunaan ARDL. Model ARDL(1,1,0,1,0,1,0,1,0,0,1) terpilih berdasarkan nilai AIC terendah sebesar 0,608445 dari 2.048 spesifikasi yang dievaluasi. Uji Bounds Test menghasilkan F-statistik 4,306 yang melampaui nilai kritis batas atas I(1) pada α = 1% (3,610), membuktikan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang. Model ECM menghasilkan R² = 0,8749 dengan koefisien ECT = −1,3838 (signifikan pada α = 1%). Dalam jangka pendek, serapan tenaga kerja (koefisien 1,300) dan produksi ubi kayu (0,419) berpengaruh positif signifikan, sementara produksi padi (−0,762), penduduk miskin (−50,074), dan indeks harga ubi kayu (−0,894) berpengaruh negatif signifikan. Dalam jangka panjang, serapan tenaga kerja (1,546) dan produksi ubi kayu (0,634) tetap sebagai pendorong utama, sedangkan produksi padi (−1,360), produksi jagung (−0,524), dan penduduk miskin (−104,120) menjadi penghambat dominan. Indeks harga beras (2,742) dan indeks harga ubi kayu (0,860) berpengaruh positif jangka panjang. Kebijakan pertanian perlu memprioritaskan peningkatan kualitas tenaga kerja, pengentasan kemiskinan struktural, dan pengembangan ubi kayu sebagai komoditas unggulan.
Pengukuran Kinerja Halal Supply Chain Produk Olahan Agribisnis pada Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal: Studi Kasus Café Riau 20 Ananda Zahra Aulia; Sulistyodewi Nur Wiyono
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24588

Abstract

Cafe Riau 20 merupakan usaha jasa boga yang telah bersertifikasi halal, namun belum memiliki sistem formal untuk memantau titik kendali halal di seluruh alur rantai pasoknya. Kondisi ini menyebabkan adanya kesenjangan antara praktik operasional dengan standar Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pasok, mengukur kinerja manajemen rantai pasok halal menggunakan Key Performance Indicators (KPI), serta merumuskan strategi perbaikan kinerjanya. Pengukuran kinerja dilakukan dengan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) yang diintegrasikan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan, normalisasi Snorm De Boer, dan Traffic Light System (TLS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Struktur rantai pasok Cafe Riau 20 melibatkan pemasok bahan baku, internal kafe, dan konsumen akhir. Hasil perhitungan menunjukkan Nilai Akhir Kinerja Rantai Pasok sebesar 79,66 yang masuk dalam kategori "Sedang" (Average). Hasil pengukuran KPI pada atribut Reliabilitas menunjukkan kinerja sangat baik (skor 100) pada indikator kepatuhan sertifikasi halal. Namun, terdapat kesenjangan pada KPI atribut Responsivitas dan Aset, khususnya pada indikator waktu tunggu (lead time) dan intensitas evaluasi pelanggan yang berada pada zona kuning dan merah. Strategi perbaikan prioritas yang dirumuskan meliputi digitalisasi umpan balik pelanggan, optimasi alur kerja dapur, serta formalisasi dokumen pemetaan Halal Control Points (HCP). Kata kunci: Kafe, kinerja, rantai pasok halal, SCOR, KPI. 
PERAN INFRASTRUKTUR LOGISTIK TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA BARAT Legiana Aprilia; Eddy Renaldi; Tomy Perdana
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24123

Abstract

Jawa Barat memiliki peran strategis sebagai produsen sekaligus konsumen pangan terbesar di Indonesia, namun indeks ketahanan pangannya menunjukkan disparitas yang lebar antarwilayah. Biaya logistik nasional yang masih tinggi (14,29% dari PDB) mengindikasikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh efisiensi distribusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh infrastruktur logistik (kondisi jalan mantap, sarana perdagangan, dan konektivitas) serta variabel kontrol sosio-ekonomi (PDRB per kapita, pengeluaran konsumsi, produksi beras, dan jumlah penduduk) terhadap Indeks Ketahanan Pangan (IKP) di Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan data panel 27 kabupaten/kota periode 2018–2024 (189 observasi). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki nilai koefisien determinasi sebesar 0,8426 (84,26%). Variabel yang berpengaruh signifikan adalah konektivitas (p<0,01), pengeluaran konsumsi per kapita (p<0,05), dan jumlah penduduk (p<0,10). Konektivitas logistik merupakan faktor paling dominan yang menjelaskan variasi ketahanan pangan. Sebaliknya, PDRB per kapita, produksi beras, panjang jalan mantap, dan sarana perdagangan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mendukung teori entitlement Amartya Sen bahwa ketahanan pangan lebih ditentukan oleh akses ekonomi dan efisiensi distribusi daripada ketersediaan fisik semata. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada penguatan konektivitas multi-moda, pengembangan food hubs di wilayah rawan pangan, dan penguatan daya beli rumah tangga melalui jaring pengaman sosial.
Tinjauan Konflik Sosial dan Dugaan Pencemaran dalam Operasional Peternakan Ayam Broiler dari Perspektif Perusahaan Peternakan (Studi Kasus PT Mitra Berlian Unggas Farm Singaparna Tasikmalaya) Lilis Nurlina
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23811

Abstract

Konflik lingkungan dalam industri peternakan merupakan isu kompleks yang melibatkan interaksi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik sosial yang ditimbulkan oleh tuduhan pencemaran udara pada sebuah perusahaan peternakan ayam broiler di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, dokumentasi internal perusahaan dan pelaporan dari instansi pemerintah daerah. Temuan menunjukkan bahwa meskipun perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban perizinan dan pemantauan lingkungan sesuai dengan regulasi, tetap muncul resistensi dari kelompok masyarakat tertentu yang didorong oleh motif ekonomi dan personal. Studi ini merekomendasikan pentingnya pendekatan komunikasi partisipatif, penguatan transparansi pengelolaan lingkungan, serta pelibatan aktor lokal dalam pembangunan sosial-ekologis yang berkeadilan.
Analysis of Consumer Characteristics of QRIS Users at the Purchase Decision Stages for Hydroponic Vegetables at Pontianak Hydroponic Center Hadisza Anggreni
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25257

Abstract

The increasing public awareness of healthy lifestyles and the development of digital payment systems have encouraged the consumption of hydroponic vegetables as well as the use of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a transaction method. Consumer characteristics are important information for understanding purchasing behavior at each stage of the purchasing decision process. This study aims to analyze the characteristics of consumers using QRIS based on the stages of the purchasing decision process for hydroponic vegetables at Pontianak Hydroponic Center (PHC). The research was conducted in November 2025 using a survey method involving 100 respondents selected through purposive sampling. Data analysis was carried out descriptively using bivariate analysis through cross-tabulation between consumer characteristics and stages of the purchasing decision process. The results show that QRIS-using consumers are predominantly residents of South Pontianak (41%), aged 26–35 years (47%), female (63%), high school graduates (34%), married (66%), working as housewives (43%), and earning IDR 3,500,000–5,000,000 per month (36%). Across the stages of the purchasing decision process, these characteristics indicate that the main consumers of hydroponic vegetables using QRIS are individuals in productive age groups with high health awareness and familiarity with digital transactions.
Pengaruh Kualitas Produk dan Persepsi Harga Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Lempiyang KK Yuni Dwi Setyawan; Muntoro Muntoro; Evahelda Evahelda
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23555

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh kualitas produk dan persepsi harga terhadap kepuasan serta loyalitas konsumen pada produk Lempiyang KK Yuni. Penelitian dilaksanakan pada UMKM Lempiyang KK Yuni yang berlokasi di Kelurahan Dul, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan waktu pelaksanaan pada bulan Maret hingga April 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 100 responden. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen maupun loyalitas konsumen Lempiyang KK Yuni. Persepsi harga juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen serta loyalitas konsumen. Akan tetapi, kepuasan konsumen tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen. Selanjutnya, kepuasan konsumen juga tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kualitas produk dan persepsi harga terhadap loyalitas konsumen. Temuan ini menegaskan bahwa loyalitas konsumen Lempiyang KK Yuni cenderung lebih terbentuk melalui pengaruh langsung kualitas produk dan persepsi harga, dibandingkan melalui kepuasan konsumen sebagai variabel perantara.