cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
Evaluating on Application of Lean Construction of Toll Road Projects in Indonesia Salman, Salman -; Pontan, Darmawan; Kurniyaningrum, Endah; Widiarso, Tulus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1285

Abstract

Abstract   Lean construction boosts productivity, reduces costs, and enhances overall project performance. This research looks at how PT Nindya Karya implements lean construction in a toll road project. The study site is the Bayung Lencir-Tampino Toll Road project. The approach taken is quantitative, including statistical analysis and a final report document. The study found that implementing lean construction concepts in this project had a beneficial impact. The project was completed faster than projected, taking 415 days instead of 574 days, resulting in a time savings of roughly 27.7%. The Just-in-Time approach and the Last Planner System both helped to reduce time waste and material delays. The project team used a target value design, which ensures that resources are used in accordance with specified criteria and there is no excess or deficit of materials. Lean construction has resulted in significant cost savings for the project, with expenses lower than expected, resulting in an 8.67% surplus on the contract value. As a suggestion, future research could look into the impact of lean construction on projects other than toll highways.   Keywords: construction; cost; lean construction, time management; waste material     Abstrak   Konstruksi ramping meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya, dan meningkatkan kinerja proyek secara keseluruhan. Studi ini meneliti bagaimana PT Nindya Karya menggunakan konstruksi ramping pada proyek konstruksi jalan tol. Lokasi studi ialah proyek Jalan Tol Bayung Lencir-Tampino. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan analisis statistik, dokumen laporan akhir, dan kuesioner. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan prinsip konstruksi lean dalam proyek ini berdampak positif. Proyek ini selesai lebih cepat dari yang diharapkan, dengan total durasi 415 hari dibandingkan dengan jangka waktu awal 574 hari, sehingga menghemat waktu sekitar 27.7%. Metode Just-in-Time dan Last Planner System membantu menghilangkan pemborosan waktu dan keterlambatan material. Tim proyek mengadopsi desain nilai target, yang memastikan bahwa material digunakan berdasarkan kebutuhan yang ditentukan dan tidak ada kelebihan maupun kekurangan material. Konstruksi ramping telah menghasilkan penghematan biaya yang signifikan untuk proyek dengan biaya yang lebih rendah dari yang diantisipasi, sehingga menghasilkan surplus sekitar 8.67% dari nilai kontrak. Sebagai saran untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti pengaruh Konstruksi ramping pada berbagai proyek selain jalan tol dan sebagainya.   Kata kunci: konstruksi; biaya; konstruksi ramping, manajemen waktu; bahan limbah
PENGARUH KEPADATAN, TEBAL LAPIS, KADAR AIR, SERTA ENERGI KOMPAKSI PADA NILAI KUAT TEKAN BEBAS Soewignjo Agus; Fatnanta, Ferry
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1306

Abstract

Abstrak   Tanah kohesif, khususnya lempung lunak dan lempung ekspansif, menimbulkan tantangan significan dalam proyek teknik sipil karena karakteristik geoteknik nya yang kurang baik. kegagalan pada konstruksi sipil, seperti perkerasan jalan, sering terjadi akibat daya dukung tanah yang rendah yang diakibatkan oleh lempung plastisitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi nilai Unconfined Compression Strength (UCS) dan mengamati pola keruntuhan yang sesuai terutama di bawah kondisi pemadatan yang kurang seragam. variabel utama yang di selidiki adalah kepadatan tanah (dikontrol oleh energi pemadatan), kadar air, dan ketebalan lapisan pemadatan (dikontrol oleh massa tanah per-lapisan). kadar air divariasikan menjadi tiga kondisi: di bawah kadar air optimum (OMC), pada OMC, dan di atas OMC. Variasi ketebalan lapisan dirancang untuk mensimulasikan pemadatan lapangan yang non-seragam, diatur dengan mengontrol massa tanah pada setiap dari tiga lapisan yang dipadatkan. Hasil pengujian secara konsisten menunjukan bahwa tanah yang dipadatkan pada nilai OMC menghasilkan nilai UCS tertinggi sebesar.... Lebih lanjut, variasi ketebalan lapisan menunjukan bahwa semakin kecil massa tanah per lapisan (yang menghasilkan lapisan yang lebih tipis dan lebih padat), semakin besar pula nilai UCS yang dihasilkan. Peningkatan kekuatan ini disebabkan oleh distribusi energi pemadatan yang lebih merata di seluruh lapisan. temuan paling penting dari studi ini adalah bahwa bidang keruntuhan paling kritis didominasi terlihat pada lapisan tengah sampel, terutama pada spesimen yang dipadatkan secara non-seragam. hal ini mengindikasikan bahwa antar muka antara lapisan pemadatan yang tidak seragam berpotensi menjadi zona kelemahan yang memerlukan pertimbangan cermat dalam aplikasi konstruksi di lapangan.   Kata kunci: lempung plastisitas tinggi, kuat tekan bebas (UCS), energi pemadatan, kadar air, kepadatan non-seragam, ketebalan lapisan.   Abstract   Cohesive soils, especially soft clay and expansive clay, pose significant challenges in civil engineering projects due to their poor geotechnical characteristic, such as road pavement, often occurring due to low bearing capacity caused by high plasticity clay. this research aims to evaluate the main factors that influence the Unconfined Compression Strength (UCS) and observe the corresponding failure patterns, especially under uniform compaction conditions. The main variables studied are soil density (controlled by compaction energy), water content, and compaction layer thickness (controlled by soil mass per layer). the water content was varied into three conditions: below optimum moisture content (OMC), at OMC, and above OMC. Variations in layer thickness were designed to simulate non-uniform field compaction, arranged by controlling the soil mass of each of the three compacted layers. consistent testing result show that soil compacted at the OMC value produces the highest UCS value. Furthermore, variations in layer thickness indicate that the smaller the soil mass per layer (resulting in thinner and denser layers), the greater the resulting UCS value. The increase in strength is due to a more even distribution of compaction energy throughout the layers. the most important finding of this study is that most critical failure plane is dominantly observed in the middle layer of the sample, especially in specimens compacted non-uniformly, indicating that non-uniformly compacted layers have the potential to become weak zone that require careful consideration in field construction.   Keywords: high plasticity clay, unconfined compressive strength (UCS), compaction energy, water content, non-uniform compaction, layer thickness
PENGARUH KERUSAKAN JALAN YANG TIDAK DITANGANI TERHADAP PENURUNAN DAYA DUKUNG TANAH DASAR prabowo, prabowo.; Revantoro, Nemesius Bambang; Nurahida, Ika Salsabila; Arinya Nugroho, Zulfikar Putra; Sidharta, Rassya Athalla
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1308

Abstract

Abstrak   Prasarana transportasi jalan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Untuk menjaga fungsinya tetap optimal, perkerasan jalan perlu dirawat secara rutin dan tepat waktu. Namun, banyak ruas jalan di Indonesia mengalami kerusakan yang penanganannya terlambat, menyebabkan kondisi semakin parah dan aktivitas transportasi terganggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh keterlambatan perbaikan kerusakan permukaan jalan terhadap penurunan daya dukung tanah dasar. Penilaian kondisi jalan menggunakan metode RCI, sedangkan daya dukung tanah dasar dianalisis menggunakan nilai CBR berdasarkan pengujian DCP. Hasil menunjukkan bahwa semakin parah kerusakan jalan, semakin rendah nilai CBR; jalan kondisi baik memiliki CBR rata-rata 18,45, sedangkan kerusakan berat hanya 2,77. Varians antar pengujian rendah, menunjukkan konsistensi data. Hasil ANOVA menunjukkan F hitung 261,80 lebih besar dari F kritis 4,07 dengan P-value < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kerusakan jalan berpengaruh signifikan terhadap penurunan daya dukung tanah dasar.   Kata kunci: Pengaruh, Kerusakan Jalan, RCI;Subgrade, CBR, DCP, Anova     Abstract   Road transportation infrastructure plays a critical role in supporting community mobility and the distribution of goods, thereby contributing to economic growth. To maintain optimal functionality, pavement structures require routine and timely maintenance. However, many road segments in Indonesia suffer from damage whose repairs are often delayed, leading to worsening conditions and disruptions to transportation activities. This study aims to determine the effect of delayed repair of pavement surface distress on the reduction of subgrade bearing capacity. Road condition assessment was conducted using the RCI method, while the subgrade bearing capacity was analyzed based on CBR values obtained from DCP testing. The results indicate that the more severe the road damage, the lower the CBR value; roads in good condition had an average CBR of 18.45, whereas severely damaged roads had only 2.77. The low variance among tests demonstrates data consistency. The ANOVA results show an F-value of 261.80, which is greater than the critical F-value of 4.07, with a P-value < 0.05. Therefore, it can be concluded that road surface damage has a significant effect on the reduction of subgrade bearing capacity.   Keywords: Influence, Road Damage, RCI; Subgrade, CBR, DCP, Anova.  
The Optimasi Penggunaan Besi Tulangan Menggunakan Cutting Optimization Pro pada Proyek Bangunan Gedung Ratnaningsih, Anik; Alyssa Fatiha Rahma; Soetjipto, Jojok Widodo
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1313

Abstract

Abstrak   Waste material pada proyek konstruksi berdampak pada pemborosan biaya dan penurunan efisiensi pekerjaan. Salah satu sumber utama waste berasal dari penggunaan besi tulangan yang belum dioptimalkan dalam perhitungan kebutuhan dan pola pemotongan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan besi tulangan untuk mengurangi waste material pada pekerjaan pembesian menggunakan Software Cutting Optimization Pro (SCOP). Studi kasus dilakukan pada proyek Pembangunan Rusun Dosen Politeknik Pekerjaan Umum Kota Semarang. Data shop drawing dan bill of quantity (BoQ) dimodelkan menggunakan Building Information Modelling (BIM) untuk menghasilkan estimasi kebutuhan besi melalui Quantity Take Off (QTO). Data QTO selanjutnya dianalisis menggunakan SCOP untuk memperoleh pola pemotongan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SCOP mampu menurunkan persentase waste besi hingga di bawah 1% pada seluruh diameter tulangan. Waste terkecil terjadi pada tulangan D13 sebesar 0,053% dan terbesar pada tulangan D25 sebesar 0,76%, dengan penghematan biaya sebesar Rp 8.885.235,60.   Kata kunci: waste, optimasi, pembesian, gedung       Abstract   Waste material in construction projects leads to cost overruns and reduced work efficiency. One of the main sources of waste is the suboptimal use of reinforcing steel in quantity estimation and cutting patterns. This study aims to optimize the use of reinforcing steel to reduce material waste in reinforcement work using Software Cutting Optimization Pro (SCOP). A case study was conducted on the construction of the Lecturer Housing Project of Politeknik Pekerjaan Umum Kota Semarang. Shop drawings and bill of quantity (BoQ) data were modeled using Building Information Modelling (BIM) to generate reinforcement quantity estimates through the Quantity Take Off (QTO) process. The QTO data were then analyzed using SCOP to obtain optimal cutting patterns. The results show that the application of SCOP reduced rebar waste to below 1% for all analyzed diameters. The lowest waste occurred in D13 rebars at 0.053%, while the highest waste was found in D25 rebars at 0.76%, resulting in a cost saving of IDR 8,885,235.60.   Keywords: waste, optimization, reinforcement, building
Optimalisasi Waste Material Besi pada Proyek Pembangunan Struktur Atas Gedung Melalui Penerapan BIM dwi yuniar orillya putri, oril; Soetjipto, Jojok Widodo; Ratnaningsih, Anik
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1314

Abstract

Abstrak   Waste material konstruksi dapat memberikan dampak besar pada proyek pembangunan gedung, terutama pada inefisiensi anggaran proyek dan penurunan kinerja proyek. Faktor penyebab timbulnya waste adalah kurangnya optimalisasi dalam pemakaian besi tulangan karena perencanaan volume dan pola pemotongan yang kurang tepat. Artikel ini mengambil studi kasus pada proyek pembangunan Waron Hospital Women & Children’s Specialist Surabaya. Tujuan artikel ini untuk mengoptimalkan pola potongan besi menggunakan metode Software Cutting Optimization Pro (SCOP) guna mendapatkan pola potongan besi paling optimal untuk mengurangi waste material. Data yang digunakan berupa shop drawing dan bill of quantity. Pemodelan berbasis Building Information Modelling (BIM) menggunakan Software Revit untuk visualisasi 3D, dengan output yang tercapai berupa Quantity Take Off (QTO). Dilanjut dengan menganalisis data QTO menggunakan SCOP untuk menghasilkan pola potongan besi paling optimal. Hasil dari penelitian Berdasarkan hasil analisis waste material besi pada pekerjaan struktur balok plat, dan kolom didapatkan waste terkecil pada pekerjaan kolom sebesar 0,15%, dilanjut dengan pekerjaan plat sebesar 0,22%, dan yang tertinggi pada pekerjaan balok sebesar 0,34%. Hasil optimasi pola potongan ini dapat menghemat biaya sebesar Rp15.426.435,96.   Kata kunci: BIM, waste, optimasi, besi, gedung, SCOP     Abstract   Construction waste can have a significant impact on building construction projects, particularly in terms of project budget inefficiency and reduced project performance. The cause of waste is the lack of optimization in the use of reinforcing steel due to improper planning of volume and cutting patterns. This article takes a case study of the Waron Hospital Women & Children’s Specialist Surabaya construction project. The objective of this article is to optimize steel cutting patterns using the Software Cutting Optimization Pro (SCOP) method to achieve the most optimal steel cutting patterns and reduce waste material. The data used includes shop drawings and bills of quantity. Building Information Modeling (BIM)-based modeling was conducted using Revit software for 3D visualization, with the output being a Quantity Take Off (QTO). The QTO data was then analyzed using SCOP to generate the most optimal steel cutting patterns The results of this article show that the lowest waste was found in column work at 0.15%, followed by plate work at 0.22%, while the highest waste was in beam work at 0.34%. This optimization of steel cutting patterns can save costs amounting to Rp15.426.435,96.   Keywords: BIM, waste, optimization, reinforcement, building, SCOP
Evaluasi Nilai Overall Thermal Transfer Value (OTTV) Pada Bangunan Gedung sari, irma; Wesli, Wesli; Mirsa, Rinaldi; Sofyan, Sofyan; Malasyi, Syibral
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1319

Abstract

Abstrak   Penelitian ini mengevaluasi nilai Overall Thermal Transfer Value (OTTV) pada Gedung Perkuliahan Teknik Industri Universitas Malikussaleh sesuai SNI 6389-2020. Perhitungan menunjukkan nilai OTTV eksisting sebesar 39,94 W/m², melebihi batas maksimum 35 W/m². Berbagai modifikasi dilakukan pada variabel OTTV, meliputi warna cat (α), isolasi dinding luar (Uw), kaca ganda (Uf), rasio luas jendela-dinding (WWR), dan spesifikasi kaca (SC). Hasil terbaik diperoleh pada modifikasi spesifikasi kaca Cool Lite ST 108 Neutral 6 mm, yang menurunkan nilai OTTV menjadi 21,89 W/m² atau berkurang 45,19% dari kondisi eksisting. Temuan ini membuktikan bahwa pemilihan material selubung bangunan yang tepat sangat berpengaruh terhadap efisiensi energi dan kenyamanan termal, serta dapat dijadikan acuan dalam penerapan bangunan hemat energi di Indonesia.   Kata kunci: OTTV, efesiensi energi, bangunan gedung, kenyamanan termal.       Abstract   This study evaluates the Overall Thermal Transfer Value (OTTV) of the Industrial Engineering Lecture Building at Universitas Malikussaleh in accordance with SNI 6389-2020. The analysis shows that the existing OTTV value is 39.94 W/m², exceeding the maximum limit of 35 W/m². Several OTTV variables were modified, including wall color (α), wall insulation (Uw), double glazing (Uf), window-to-wall ratio (WWR), and glass specifications (SC). The most effective result was achieved with Cool Lite ST 108 Neutral 6 mm glass, reducing the OTTV to 21.89 W/m² or a 45.19% decrease from the existing condition. These findings demonstrate that proper selection of building envelope materials significantly improves energy efficiency and thermal comfort, providing valuable insights for the application of energy-efficient building design in Indonesia.   Keywords: OTTV, energy efficiency, building envelope, thermal comfort
Pengaruh Stabilisasi Tanah Lunak Menggunakan Tanah Pedel dan Silica Fume terhadap Kinerja Mekanis dan Kimiawi Tanah: The Effect of Soft Soil Stabilization Using Pedel Soil and Silica Fume on the Mechanical and Chemical Performance of Soil Ananda, Rifka; Syahril S; Arisikam, Dicky
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1321

Abstract

Abstrak   Tanah lunak memiliki karakteristik daya dukung rendah, konsistensi lunak, potensi penurunan tinggi, dan stabilitas rendah yang dapat menyebabkan ketidakmampuan tanah dalam menahan beban konstruksi, sehingga penerapan metode perbaikam tanah menjadi keharusan. Penelitian ini menggunakan metode stabilisasi untuk memperbaiki tanah dengan penambahan tanah pedel dan silica fume untuk meningkatkan sifat mekanis dan kimiawi tanah, melalui pengujian UCS, triaksial, dan ED-XRF. Variasi tanah pedel yang digunakan yaitu 3%, 6%, 9%, dan 12%, kemudian persentase optimum tanah pedel dikombinasikan dengan 7,5% silica fume. Hasil menunjukkan bahwa tambahan tanah pedel 9% merupakan variasi paling optimum, terjadi peningkatan kuat tekan bebas hingga 691%, kohesi 296%, dan sudut geser 115% jika dibandingkan tanah asli pada masa peram 14 hari. Kombinasi tanah pedel 9% dan silica fume 7,5% juga meningkatkan kuat tekan, kohesi dan sudut geser tanah berturut turut hingga 756%, 311%, dan 138% jika dibandingkan dengan tanah asli pada masa peram yang sama. Peningkatan ini dipengaruhi reaksi kimia pembentukan Calcium Silicate Hydrate (CSH) dari interaksi CaO pada tanah pedel dan SiO₂ silica fume.   Kata kunci: Stabilisasi, Tanah Lunak, Tanah Pedel, Silica Fume, Calcium Silicate Hydrate (CSH)   Abstract   Soft soil is characterized by low bearing capacity, soft consistency, high settlement potential, and low stability, which can lead to the soil’s inability to support construction loads; therefore, the application of soil improvement methods becomes essential. This study employs a stabilization method to improve soil by adding pedel soil and silica fume to enhance the mechanical and chemical properties of the soil, through UCS, triaxial, and ED-XRF tests. The pedel soil contents used were 3%, 6%, 9%, and 12%, after which the optimum pedel soil percentage was combined with 7.5% silica fume. The results show that the addition of 9% pedel soil is the most optimum variation, resulting in increases in unconfined compressive strength of up to 691%, cohesion by 296%, and internal friction angle by 115% compared to the natural soil at a curing period of 14 days. The combination of 9% pedel soil and 7.5% silica fume further increased the unconfined compressive strength, cohesion, and internal friction angle by 756%, 311%, and 138%, respectively, compared to the natural soil at the same curing period. These improvements are influenced by the chemical reaction forming Calcium Silicate Hydrate (CSH) from the interaction between CaO in the pedel soil and SiO₂ in the silica fume.   Keywords: Stabilization, Soft Soil, Pedel Soil, Silica Fume, Calcium Silicate Hydrate (CSH)
Integrasi Metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Pemetaan Kerusakan Jalan Sari, Novia Komala; Herlina, Nina; Hendra; Anugerah R, Muhamad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1322

Abstract

Abstrak   Kerusakan perkerasan di ruas Jalan Cisingan-Ciawi diantaranya disebabkan oleh adanya repitisi beban kendaraan, kapasitas beban kendaraan yang melebihi batas, dan kualitas perkerasan jalan yang kurang baik. Kondisi tersebut mengakibatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan  jalan serta menentukan penanganan kerusakan berdasarkan penilaian. Hasil penilaian kerusakan jalan diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penilaian kerusakan jalan menggunakan metode IKP yang berpedoman pada Pd-01-2016-B oleh Kementrian PUPR mengacu pada ASTM D6433-11. Hasil penilaian kerusakan jalan Cisinga diperoleh 18 jenis kerusakan pada perkerasan lentur dan 8 jenis kerusakan pada perkerasan kaku. Berdasarkan hasil analisis nilai IKP Jalan Cisinga pada perkerasan jalan lentur berada pada nilai 4,5 sampai dengan 100, sedangkan pada perkerasan jalan kaku berada pada rentang nnilai 58 sampai dengan 74. Nilai IKP secara keseluruhan sebesar 80,461, nilai tersebut diklasifikan pada kondisi baik (satisfactory). Oleh karena itu jenis penangganan yang dapat digunakan adalah berupa pemeliharaan berkala.   Kata kunci: IKP, SIG Pemetaam , Perkerasan jalan, Penanganan Kerusakan       Abstract   Pavement damage on the Cisingan-Ciawi Road section is caused by repeated vehicle loads, exceeding the capacity limit and poor pavement quality. These conditions result in decreased comfort and safety for road users. This study aims to identify road damage and determine damage management based on the assessment. The results of the road damage assessment are integrated with a geographic information system (GIS). The road damage assessment method uses the IKP method, which is guided by Pd-01-2016-B by the Ministry of PUPR, referring to ASTM D6433-11. The results of the road damage assessment are 18 types of damage to flexible pavements and 8 types of damage to rigid pavements. Based on the results of the analysis, the IKP value for flexible road pavements is in the range of 4.5 to 100, while for rigid road pavements, it is in the range of 58 to 74. The overall IKP value is 80.461, meaning the road is in good condition. Therefore, the type of treatment that can be used is periodic maintenance.   Keywords: GIS Mapping, Road Paving, Damage Management
Effect of Installation Time of OPEFB Fibre Based Shaved Concrete Frames in Construction on Joint Strength Tarkono, Tarkono; Sugiyanto, Sugiyanto; Sukmana, Irza; Pratama, Rio Cahya; Habibi, Yusuf
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1324

Abstract

Abstrak   Kusen merupakan bagian terpenting dari bangunan rumah, di Indonesia kusen kayu masih banyak digunakan. Dengan semakin berkurangnya persediaan kayu bermutu maka perlu dicari alternatif penggantinya. Kusen beton dapat menjadi alternatif pengganti kusen kayu. Untuk memperkuat ikatan pada kostruksi perlu ditambahkan serat pada bagian sambungannya. Serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang persediaannya sangat melimpah dijadikan bahan yang berfungsi sebagai pengikat. Penggunaan TKKS dapat mengurangi permasalahan pencemaran pada pabrik kelapa sawit. Dengan adanya serat TKKS pada bagian sambungan antara kusen yang sudah kering pada saat pemasangan  dinding yang masih basah akan menjadi pengikat pada sambungan. Sehingga dengan tambahan TKKS, maka ikatan antara sampungan kusen dengan didnding dapat mencapai 3,9 MPa. Terlepas dari jenis serat yang digunakan maka penambahan serat menjadi sangat penting pada proses pembuatan kusen beton. Dengan demikian peran TKKS pada kusen beton sangat penting karena dapat meningkatkan ikatan sambungan dan dapat mengurangi permasalahan pencematan pada tempat pengolahan kelapa sawit.   Kata kunci: Kusen Beton, Serut, TKKS     Abstract   Frames are the most important part of a house building, in Indonesia wooden frames are still widely used. With the decreasing supply of quality wood, it is necessary to look for alternative replacements. Concrete frames can be an alternative to wooden frames. To strengthen the bond in the construction, fibre needs to be added to the joints. Oil palm empty fruit bunch fibre (OPEFB), which is in very abundant supply, is used as a material that functions as a binder. The use of OPEFB can reduce pollution problems in palm oil mills. With the presence of OPEFB fibre in the joints between the frames which are already dry when installing the walls which are still wet, it will act as a binder in the joints. So with the addition of OPEFB, the bond between the frame joint and the wall can reach 3.9 MPa. Regardless of the type of fibre used, the addition of fibre is very important in the process of making concrete frames. Thus, the role of TKKS in concrete frames is very important because it can improve joint bonding and can reduce contamination problems at palm oil processing sites.   Keywords: Conrete frame, scrap, OPEFB  
Analisis Estimasi Nilai Ekivalensi Mobil Penumpang Pada Simpang di Kota Kupang Menggunakan Metode Speed dan Occupancy Time Pedo, Krisantus Satrio Wibowo; Bria Seran, Engelbertha Noviani; Bees, Azarya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1325

Abstract

Abstrak   Perbedaaan karateristik dan perilaku lalu lintas pada simpang di Kota Kupang, menyebabkan adanya perbedaan pada nilai Ekivalensi Mobil Penumpang (EMP) sehingga berpengaruh terhadap hasil perhitungan kinerja simpang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis estimasi nilai EMP terhadap perhitungan kinerja pada simpang di Kota Kupang. Metode analisis yang digunakan adalah perhitungan EMP metode speed dan occupancy time, sedangkan dalam memperhitungkan kinerja simpang menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Hasil penelitian menunjukkan estimasi nilai EMP yang dihasilkan menggunakan metode speed memiliki nilai EMP terbaik jika dibandingkan dengan metode occupancy time dan PKJI 2023. Hal ini dibuktikan dengan nilai R2 yang dihasilkan memiliki nilai tertinggi serta menghasilkan nilai kinerja simpang yang lebih baik. Rekomendasi perubahan nilai EMP yang dianjurkan untuk digunakan pada analisis kinerja simpang di Kota Kupang adalah dengan nilai EMP sepeda motor adalah 0,14, EMP mobil penumpang adalah 1,00, EMP kendaraan sedang adalah 1,92 dan EMP kendaraan tidak bermotor adalah 1,17.   Kata kunci: EMP, Speed, Occupancy Time, Simpang, PKJI 2023     Abstract   Differences in characteristics and traffic behavior at intersections in Kupang City cause differences in Passenger Car Equivalence (PCE) values, which affect intersection performance calculations. The purpose of this study is to analyze the estimated EMP value for performance calculations at intersections in Kupang City. The analysis method used is the EMP calculation using the speed and occupancy time methods, while calculating intersection performance using the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI) 2023. The results show that the estimated PCE value produced using the speed method has the best PCE value compared to the occupancy time method and PKJI 2023. This is evidenced by the resulting R² value having the highest value and producing a better intersection performance value. The recommended changes in the PCE value recommended for use in intersection performance analysis in Kupang City are with the PCE value for motorcycles being 0.14, PCE value for passenger cars being 1.00, PCE value for medium vehicles being 1.92, and PCE value for non-motorized vehicles being 1.17.   Keywords: EMP, Speed, Occupancy Time, Intersection, PKJI 2023.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol 5, No 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol 4, No 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol 4, No 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol 3, No 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol 2, No 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol 1, No 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue