cover
Contact Name
Evi Chamalah
Contact Email
chamalah@unissula.ac.id
Phone
+6282225564243
Journal Mail Official
pbsi.fkip@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl. Kaligawe Raya Km 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
ISSN : 23385944     EISSN : 26145294     DOI : https://doi.org/10.30659/jpbi
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia is a journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Sultan Agung. The journal provides a room for researchers, academists, professionals, practicians, and students to deliver and share various knowledge in forms of research articles, as well as research results or qualified theoretical studies such as case studies, analysis or book review about linguistics, literature and teaching.
Articles 159 Documents
ANALISIS UNSUR BUDAYA DALAM NOVEL TANAH BANGSAWAN KARYA FILIANA NUR Andjanie Dwi Ayu Apriana; Suntoko Suntoko; Dewi Herlina Sugiarti; Seli Mauludani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 14, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.14.1.23-33

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis unsur budaya yang terkandung dalam novel Tanah Bangsawan karya Filiana Nur direkomendasikan sebagai bahan ajar untuk sastra di tingkat sekolah menengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data, yaitu teknik pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Selanjutnya melakukan teknik analisis data kualitatif serta metode deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi sastra untuk mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik (tema, karakter, plot, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan pesan) serta elemen budaya Jawa yang digambarkan dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mewakili budaya Jawa dengan kuat melalui seni tradisional seperti pertunjukan wayang, musik gamelan, dan tarian; sistem peralatan hidup dan teknologi seperti kereta kuda, kompor tradisional, kebaya Jawa yang khas, tinta, dan papan kayu; serta mencerminkan hierarki sosial pada masa kolonial yang menekankan ketidakseimbangan kekuasaan antara bangsawan Belanda dan masyarakat pribumi. Selanjutnya, novel ini menyajikan nilai-nilai moral, perjuangan, dan identitas budaya yang relevan bagi generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa Tanah Bangsawan tidak hanya memiliki nilai astet, tetapi juga edukatif sehingga layak dijadikan bahan ajar sastra berbasis Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan literasi budaya di lingkungan sekolah. 
IMPLEMENTASI METODE DIKTE BERBANTUAN CANVA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS NARASI SEDERHANA Susan Susanti; Evi Chamalah
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 14, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.14.1.91-103

Abstract

Kemampuan menulis narasi sederhana merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar, karena berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan berbahasa siswa. Namun, keterampilan menulis siswa kelas III masih tergolong rendah dan memerlukan strategi pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis narasi sederhana melalui penerapan metode dikte berbantuan media Canva. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 25 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data meliputi tes menulis narasi dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan menulis siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 66 pada pra-siklus menjadi 72 pada siklus I dan 88 pada siklus II. Akurasi penulisan meningkat dari rata-rata 62 menjadi 80 dan 92, sedangkan kelengkapan narasi meningkat dari 24% pada pra-siklus menjadi 60% pada siklus I dan 80% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode dikte berbantuan media Canva efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis narasi sederhana siswa kelas III sekolah dasar.
DISIPLIN DAN KEBEBASAN ANAK DALAM NOVEL TOTO-CHAN: ANALISIS WACANA MICHEL FOUCAULT Aslan Abidin; Nensilianti Nensilianti; Muhammad Darajatul Ulla
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 14, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.14.1.34-47

Abstract

Wacana tentang disiplin dan kebebasan dalam pendidikan merupakan salah satu persoalan mendasar yang terus diperdebatkan, terutama dalam konteks sistem pendidikan yang cenderung memprioritaskan kepatuhan atas kreativitas dan otonomi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi disiplin dan kebebasan anak dalam novel Totto-chan:gadis cilik di jendela karya Tetsuko Kuroyanagi melalui tiga fokus utama: (1) mekanisme disiplin Foucault yang bekerja dalam representasi sekolah konvensional, (2) relasi kuasa yang membentuk identitas tokoh, dan (3) fungsi Tomoe Gakuen sebagai heterotopia yang menawarkan model kebebasan alternatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-interpretatif dengan kerangka metodologis genealogi kekuasaan Michel Foucault, meliputi Discipline and Punish (1977) dan The Archaeology of Knowledge (1972). Pengumpulan data dilakukan melalui metode baca-catat dan analisis data dilaksanakan melalui tiga tahap: reduksi data, analisis wacana, serta sintesis temuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekolah konvensional dalam novel berfungsi melalui mekanisme pendisiplinan tubuh, pengawasan penopik, dan normalisasi yang secara sistematis mengeksklusi anak-anak yang tidak sesuai dengan standar institusional. Sebaliknya, Tomoe Gakuen hadir sebagai heterotopia, yakni ruang yang nyata yang berperan sebagai counter-site terhadap sistem pendidikan formal, di mana kebebasan dikonstruksi sebagai praktik yang dipandu oleh nilai-nilai kolektif, bukan dari tekanan dari luar. Temuan ini menegaskan bahwa dikotomi antara disiplin dan kebebasan dalam pendidikan perlu dibaca ulang secara kritis dan memiliki relevansi tinggi dengan wacana pendidikan inklusif serta kebijakan Merdeka Belajar di Indonesia.
ANALISIS KEMAMPUAN INTERPRETASI, EVALUASI MORAL, DAN REFLEKSI SOSIAL PADA SISWA KELAS VII Zuan Andrea Cevin Sitepu; Candra Ronitua Gultom; Dairi Sapta Rindu Simanjuntak
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 14, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.14.1.104-113

Abstract

Literasi kritis ialah kompetensi memahami, menafsirkan, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi yang diperoleh dari berbagai teks. Oleh karena itu penelitian ini mengkaji tingkat literasi kritis siswa dalam memaknai teks naratif masih perlu dikaji guna melihat ketercapaian tujuan pembelajaran. Kajian ini penting untuk dilakukan untuk memperluas ilmu tentang literasi kritis dan ketercapaiannya dalam aktivitas pembelajaran guna memberikan sumbangan kepada penelitian selanjutnya untuk membuat inovasi dalam meningkatkan literasi kritis siswa. Oleh karena itu Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi literasi kritis tingkat tinggi peserta didik kelas VII. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Mixed Methods dengan desain Explanatory Sequential. Sampel penelitian terdiri atas 19 siswa kelas VII SMP St. Regina School Telagah. Data dikumpulkan melalui tes literasi kritis dan observasi keterlibatan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi kritis tingkat tinggi siswa berada pada rata-rata 40,18 dengan kategori kurang baik. Dimensi interpretasi memperoleh capaian yang relatif lebih baik, meskipun masih didominasi pemahaman literal. Sementara itu, dimensi evaluasi moral dan refleksi sosial menunjukkan capaian yang lebih rendah karena siswa belum mampu memberikan penilaian yang logis serta mengaitkan isi teks dengan konteks kehidupan nyata. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi kritis tingkat tinggi siswa dalam memaknai teks naratif masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek evaluasi moral dan refleksi sosial melalui pembelajaran yang mendorong analisis, penalaran, dan keterkaitan teks dengan pengalaman kehidupan sehari-hari.
KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MAN PONOROGO Berlian Pancarrani; Ayunda Riska Puspita
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 14, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.14.1.48-57

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menjadi penting dalam upaya pemulihan dan peningkatan kualitas pendidikan pascapandemi, terutama karena kurikulum ini menekankan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, termasuk pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di MAN Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis studi kasus. Langkah-langkah pengumpulan data pada penelitian ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu wawancara mendalam (indepth interview), observasi berperan serta (participant observation), dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini mencakup tahapan kondensasi data, penyajian data dalam bentuk uraian singkat, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan MAN 1 dan MAN 2 Ponorogo mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan cara (1) tahap pra-pembelajaran dengan cara mengikuti pelatihan, membentuk tim kurikulum, dan menyiapkan perangkat ajar lengkap untuk guru; (2) tahap pelaksanaan pembelajaran dengan cara memberikan fleksibilitas kepada guru dalam menyusun perangkat ajar, melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, melaksanakan tiga tahapan asesmen, memanfaatkan beragam metode ajar; dan (3) tahap pasca-pembelajaran dengan cara guru dan madrasah melakukan tindak lanjut dari hasil asesmen, serta adanya pengawasan dan pendampingan kepada guru yang dilakukan oleh kepala madrasah.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA DALAM DISKUSI MATA KULIAH KEPEMIMPINAN DAN PENGEMBANGAN KARAKTER Dinda Kadarwati; Ayres Pradiptyas; Fitria Nugrahani; Wanda Rizki Hamidah
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 14, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.14.1.58-68

Abstract

Bahasa memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang efektif di lingkungan akademik, terutama dalam konteks diskusi kelompok mahasiswa. Kesantunan berbahasa menjadi faktor utama dalam menciptakan suasana belajar yang harmonis dan produktif. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat penggunaan bahasa yang kurang sesuai dengan norma akademik, seperti interupsi, diksi yang tidak tepat, dan gaya komunikasi yang terlalu informal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pematuhan dan pelanggaran kesantunan berbahasa mahasiswa dalam diskusi akademik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pola komunikasi mereka. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa hasil observasi, rekaman, dan transkripsi tuturan mahasiswa pada Mata Kuliah Kepemimpinan dan Pengembangan Karakter. Analisis dilakukan berdasarkan teori kesantunan berbahasa Leech yang mencakup enam maksim, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kerendahhatian, kemufakatan, dan kesimpatian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tuturan mahasiswa mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip kesantunan melalui bentuk kerja sama, empati, dan dukungan antarmahasiswa. Namun, ditemukan pula pelanggaran berupa sindiran, penolakan langsung, dan ujaran yang kurang memperhatikan perasaan lawan tutur. Temuan ini menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa mahasiswa bersifat dinamis dan kontekstual, dipengaruhi oleh gaya komunikasi individu, relasi sosial, dan situasi diskusi yang terjadi.
ANALISIS WACANA KRITIS TANTANGAN “CIUM LUTUT” KRISTANTUS KURNIAWAN KEPADA DEDI MULYADI Ahmad Sunardi
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 14, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.14.1.1-11

Abstract

Pernyataan Wakil Gubernur Kristantus Kurniawan menantang  Dedi Mulyadi untuk membangun Kalimantan Barat menjadi viral. Pernyataan yang disertai tantangan akan mencium lutut KDM mengandung legitimasi kekuasaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pernyataan Kristantus Kurniawan dari konteks sosial, politik, dan budaya. Metode penelitian analisis wacana kritis ini menggunakan teori Norman Fairclough. Hasil penelitian diantaranya adalah: metafora hiperbolik terdapat kepercayaan diri dan tantangan cium lutut;  konstruksi retoris dan konfrontatif pada diksi “silakan saja” dan “saya mau lihat”; terdapat konteks diskursif atas jawaban konten warga Sepauk; adanya delegitimasi dalam perbandingan wilayah Kalimantan Barat tidak bisa disandingkan dengan Jawa Barat dan konfigurasi kekuasaan tentang pembangunan desentralisasi yang belum merata;  serta terdapat ideologi kuasa sebagai upaya agar publik tidak salah menginterpretasikan kinerja pemerintah. Simpulannya: pidato tersebut bersifat konfrontatif dan retoris, strategi legitimasi, control diskursif, relasi dialektis antar teks yang membentuk legitimasi.
AUGMENTED REALITY DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS CERITA FANTASI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sri Harningsih; Aida Azizah
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 14, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.14.1.69-79

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perlunya pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dalam bahan ajar digital untuk membantu peserta didik memahami isi teks secara lebih konkret, khususnya pada materi teks cerita fantasi yang menuntut daya imajinasi tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis hasil-hasil penelitian mengenai pemanfaatan AR dalam bahan ajar atau buku ajar digital yang berhubungan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia dan pemahaman membaca. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020 terhadap artikel ilmiah yang diperoleh melalui Publish or Perish 8 dari database Scopus dan Google Scholar yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025. Artikel dipilih berdasarkan kombinasi kata kunci yang berkaitan dengan Augmented Reality, buku ajar digital, pembelajaran Bahasa Indonesia, pemahaman membaca, dan teks cerita, kemudian diseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 10 artikel terpilih. Hasil telaah menunjukkan bahwa AR dimanfaatkan dalam berbagai bentuk bahan ajar digital, seperti flipbook, pop-up book, storybook, buku ajar, dan buku cerita. Pemanfaatan tersebut secara umum menunjukkan kontribusi positif terhadap pemahaman membaca, pemahaman isi teks, serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Selain itu, visualisasi digital yang dihadirkan melalui AR membantu peserta didik memahami tokoh, latar, alur, dan isi bacaan secara lebih jelas. Dapat ditarik kesimpulan bahwa AR memiliki potensi besar sebagai media dalam bahan ajar ilustrasi digital untuk mendukung pembelajaran membaca, tetapi kajian yang secara khusus berfokus pada teks cerita fantasi masih memerlukan penguatan melalui penelitian lanjutan yang lebih spesifik.
GAYA BAHASA KIASAN DALAM ALBUM TANPA AKU KARYA PANJI SAKTI Ahmad Sutisna; Turahmat Turahmat
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 14, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.14.1.12-22

Abstract

Gaya bahasa kiasan merupakan salah satu elemen yang penting untuk dipahami karena sering kali mencerminkan makna yang lebih dalam dan tidak tersurat secara langsung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik simak dan catat. Sumber data yang telah diperoleh dari lirik-lirik lagu dalam album musik Tanpa Aku, yang kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis gaya bahasa kiasan dan jenis nilai religiositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 41 data gaya bahasa kiasan, meliputi 1 data gaya bahasa kiasan antonomasia, 20 data gaya bahasa kiasan metafora, 4 data gaya bahasa metonimia, 8 data gaya bahasa kiasan personifikasi, 1 data gaya bahasa satire, 4 data gaya bahasa simile, 2 data gaya bahasa sinekdoke, dan 1 data gaya bahasa sinisme. Penelitian ini menjelaskan bahwa album musik Tanpa Aku karya Panji Sakti terdapat adanya penggunaan gaya bahasa kiasan yang tersirat melalui lirik-lirik lagu dalam album musik tersebut.