cover
Contact Name
Evi Chamalah
Contact Email
chamalah@unissula.ac.id
Phone
+6282225564243
Journal Mail Official
pbsi.fkip@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl. Kaligawe Raya Km 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
ISSN : 23385944     EISSN : 26145294     DOI : https://doi.org/10.30659/jpbi
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia is a journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Sultan Agung. The journal provides a room for researchers, academists, professionals, practicians, and students to deliver and share various knowledge in forms of research articles, as well as research results or qualified theoretical studies such as case studies, analysis or book review about linguistics, literature and teaching.
Articles 139 Documents
UPAYA PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN BERBASIS P5 MELALUI SENI TEATER DI SMPN Lukitasari, Dyah Fitriana; Haryati, Titik
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.12.2.106-113

Abstract

Pendidikan memegang peranan krusial dalam pengembangan potensi, kompetensi, dan karakter bangsa. Di tengah arus globalisasi, pelestarian kearifan lokal menjadi penting untuk menjaga identitas bangsa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema Kearifan Lokal melalui pertunjukan teater tradisional ketoprak dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di SMP Negeri 1 Jambu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pergelaran ketoprak dalam P5 berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila, melalui penanaman nilai-nilai potensi diri, peningkatan kemampuan, pemberdayaan diri, pemahaman budaya, dan peran sosial. Kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai positif yang berkontribusi pada kemajuan peradaban serta mengembangkan akhlak mulia dan moralitas terpuji. Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka membuka peluang emas untuk melestarikan kearifan lokal melalui P5, seperti yang diimplementasikan di SMP Negeri 1 Jambu melalui kegiatan ketoprak, yang terbukti mampu meningkatkan mutu pembelajaran dan membentuk karakter peserta didik.Education plays a crucial role in developing the nation's potential, competence, and character. Amidst globalization, preserving local wisdom is essential to maintain national identity. This study aims to describe the role of the Strengthening Project of Pancasila Student Profile (P5) with the theme of Local Wisdom through traditional Ketoprak theatrical performances in an effort to improve the quality of learning at SMP Negeri 1 Jambu. This research uses a descriptive qualitative method with data collection through interviews, observations, documentation, and field notes. The results show that the Ketoprak performance activities in P5 play an important role in shaping student character that aligns with the Pancasila Student Profile, through instilling values of self-potential, improving abilities, self-empowerment, cultural understanding, and social roles. This activity also instills positive values that contribute to the progress of civilization and develop noble character and commendable morality. In conclusion, the Independent Curriculum opens golden opportunities to preserve local wisdom through P5, as implemented at SMP Negeri 1 Jambu through Ketoprak activities, which has proven to improve the quality of learning and shape student character.
METODE PEMBELAJARAN TEAM-BASED LEARNING BERBASIS AI PEMBELAJARAN MENDONGENG Rakhmawati, Ani; Rahmatulloh, Alihasan
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.12.2.88-94

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya pembentukan kelompok berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran mendongeng untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia guna membentuk karakter siswa. Mendongeng dijadikan metode untuk menanamkan kebiasaan baik secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan hasil pembelajaran melalui analisis data dari berbagai jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kelompok berbasis AI memastikan distribusi gaya belajar yang seimbang, seperti visual, auditori, dan kinestetik, sehingga menciptakan kolaborasi yang efektif. Kelompok yang dibentuk dengan AI mendukung keterlibatan siswa secara aktif dalam memahami nilai-nilai moral dari dongeng, serta membangun karakter seperti empati, kedisiplinan, dan kerja sama. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa AI merupakan solusi efektif dalam pembentukan kelompok belajar yang merata, meskipun tantangan akses teknologi dan keterbatasan perangkat masih perlu diatasi. This article discusses the importance of forming artificial intelligence (AI)-based groups in learning storytelling for Indonesian language subjects in order to shape student character. Storytelling is used as a method to instill good habits on an ongoing basis. This research uses a descriptive qualitative approach to describe learning outcomes through data analysis from various journals. The research results show that AI-based group formation ensures a balanced distribution of learning styles, such as visual, auditory, and kinesthetic, thereby creating effective collaboration. Groups formed with AI support active student involvement in understanding the moral values of fairy tales, as well as building characters such as empathy, discipline and cooperation. The conclusion of this research confirms that AI is an effective solution in forming equitable learning groups, although the challenges of technology access and device limitations still need to be overcome.
INTEGRASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR Hermawan, Dandi; Chamalah, Evi; Sudiyati, Sudiyati; Tasai, Jittipong; Hasanudin, Cahyo
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.12.2.95-105

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing yang merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Salah satu tantangan signifikan dalam sistem pendidikan di Indonesia adalah rendahnya minat belajar siswa, termasuk dalam mata pelajaran bahasa Indonesia yang sering disebabkan oleh pendekatan pengajaran yang kurang menarik. Dengan menerapkan metode pembelajaran yang inovatif, proses pembelajaran dapat lebih relevan, interaktif, dan mendukung pengembangan potensi siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi ke dalam model Problem-Based Learning (PBL) pada materi teks berita. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan metode model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI K SMA Negeri 6 Semarang yang berjumlah 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran berdiferensiasi dengan model PBL meningkatkan keaktifan belajar dari 67% pada prasiklus menjadi 78% pada siklus pertama, dan 84% pada siklus kedua. Demikian pula, ketuntasan belajar meningkat dari 56% pada prasiklus menjadi 69% pada siklus pertama, dan 89% pada siklus kedua. Kesimpulannya, integrasi pembelajaran berdiferensiasi dengan model PBL efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia. Education plays a strategic role in shaping superior and competitive human resources, which are the foundation of national development. One significant challenge in Indonesia's education system is the low student interest in learning, particularly in Indonesian language subjects, often caused by less engaging teaching approaches. By implementing innovative teaching methods, the learning process can become more relevant, interactive, and supportive of students' potential development. This study aims to enhance student engagement and academic achievement in Indonesian language subjects by integrating differentiated instruction into the Problem-Based Learning (PBL) model for news text materials. This classroom action research (CAR) follows the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles. Data were collected through tests, observations, and documentation. The research subjects comprised 36 students from Class XI K at SMA Negeri 6 Semarang. The results indicated that integrating differentiated instruction with the PBL model increased student engagement from 67% in the pre-cycle to 78% in the first cycle and 84% in the second cycle. Similarly, learning mastery improved from 56% in the pre-cycle to 69% in the first cycle and 89% in the second cycle. In conclusion, the integration of differentiated instruction with the PBL model is effective in improving the quality of Indonesian language learning.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN BERBASIS METAKOGNITIF SMPS RAHMATUL ASRI KABUPATEN ENREKANG Hasnaliah, Hasnaliah; Kasman, Nuraini; Aswadi, Aswadi; Hanafi, Muhammad; Yusmah, Yusmah
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.12.2.122-132

Abstract

Pada saat ini kondisi dalam proses belajar mengajar terjadinya gejala-gejala yang menyebabkan rendahnya minat dan kemampuan menulis cerpen pada peserta didik, Oleh sebab itu, maka perlu dicarikan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengubah desain pembelajaran. Desain pembelajaran yang dianggap mampu mengatasi permasalahn tersebut adalah menerapkan pembelajaran berbasis metakognitif. Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan prototipe model pembelajaran menulis cerpen berbasis metakognitif  di SMPS Rahmatul  Asri, 2) mendekripsikan validasi  model pembelajaran menulis cerpen berbasis metakognitif  di SMPS Rahmatul Asri. Prototife yang dikembangkan adalah modul ajar berbasis metakognitif kurikulum merdeka yang mulai di berlakukan oleh pemerintah secara serentak di kelas IX pada tahun 2024 ini. Validasi modul ajar penting, sebagai panduan bagi guru agar pembelajaran berpusat pada peserta didik untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen. Subjek penelitian kelas IX F berjumlah 34 orang. Metode penelitian pengembangan (R & D) model ADDIE. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, angket, wawancara, dan tes menulis cerpen. Teknik analisis data digunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini, dikembangkan modul ajar menulis cerpen berbasis metakognif kurikulum merdeka. Fokus pada tahap evaluasi yaitu validasi modul ajar dan uji coba terbatas. Hasil penelitian validasi modul ajar dari beberapa ahli mencapai nilai rata-rata 93% (sangat valid), dan hasil uji coba terbatas, tes menulis cerpen dengan nilai 88,23% (baik). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar menulis cerpen berbasis metakognitif yang dikembangkan, sangat valid digunakan karena sesuai kebutuhan guru dan peserta didik serta dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan peserta didik menulis cerpen dalam peningkatan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia.Currently, the condition in the teaching and learning process shows symptoms that cause low interest and ability to write short stories among students. Therefore, efforts need to be made to address this issue by changing the learning design. The learning design considered capable of addressing these issues is the implementation of metacognitive-based learning. This research aims to 1) describe the prototype of a metacognitive-based short story writing learning model at SMPS Rahmatul Asri, and 2) describe the validation of the metacognitive-based short story writing learning model at SMPS Rahmatul Asri. The prototype developed is a metacognitive-based teaching module of the independent curriculum, which will be implemented by the government simultaneously in the ninth grade in 2024. Validation of the teaching module is important, as a guide for teachers to ensure that learning is student-centered to improve the ability to write short stories. The research subjects in class IX F numbered 34 people. The research method is the development (R & D) model ADDIE. Data collection was conducted using observation techniques, questionnaires, interviews, and short story writing tests. The data analysis techniques used were qualitative and quantitative descriptive. In this research, a teaching module for writing short stories based on metacognitive principles of the independent curriculum was developed. Focus on the evaluation stage, namely the validation of the teaching module and limited trials. The results of the validation research of the teaching module by several experts reached an average score of 93% (very valid), and the results of the limited trial, the short story writing test, scored 88.23% (good). The conclusion of this research shows that the developed metacognitive-based short story writing teaching module is highly valid for use because it meets the needs of teachers and students and can enhance students' motivation and ability to write short stories, thereby improving the quality of Indonesian language learning.
MENELISIK UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN LITERASI DI FILIPINA: PELUANG DAN TANTANGAN Riski, Yunia Tiara; Huda, Muhammad Nur; B. Tejero, Erhardie Priel; P. Lutog, Marevic Jean; Nasution, Nasution; Mariana, Neni; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.12.2.133-143

Abstract

Penelitian ini membahas topik permasalahan mengenai upaya peningkatan keterampilan literasi di Filipina. Literasi dianggap sebagai fondasi utama dalam pembangunan bangsa, yang esensial untuk partisipasi aktif dalam masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Meskipun Filipina telah mencapai tingkat literasi sebesar 97%, tantangan tetap ada, misalnya 90% anak usia 10 tahun di Filipina tidak mampu memahami teks dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang diterapkan oleh Filipina dalam meningkatkan keterampilan literasi di kalangan masyarakat, terutama di sektor pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, di mana peneliti mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber relevan terkait dengan upaya peningkatan keterampilan literasi di Filipina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Departemen Pendidikan Filipina (DepEd) telah menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi tantangan literasi, termasuk kurikulum K-12, Sistem Pembelajaran Alternatif (ALS), serta program seperti Basa Pilipinas. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi dasar, mengintegrasikan pendidikan multibahasa, dan mempersiapkan peserta didik untuk pembelajaran seumur hidup serta dunia kerja. Program literasi juga mencakup literasi digital, lingkungan, dan finansial. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa reformasi lebih lanjut diperlukan untuk menjembatani kesenjangan meningkatkan keterampilan literasi. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan sekolah, komunitas, dan sektor swasta sangat penting untuk mendorong program literasi yang inklusif dan efektif. Pengalaman Filipina dapat memberikan wawasan berharga bagi negara lain, seperti Indonesia, dalam upayanya untuk meningkatkan literasi dan kualitas Pendidikan.This research discusses problematic topics regarding efforts to improve literacy skills in the Philippines. Literacy is considered a key foundation in nation building, essential for active participation in society and sustainable development. Although the Philippines has achieved a literacy rate of 97%, challenges remain, such as 90% of 10-year-old children in the Philippines are unable to understand basic texts. The aim of this research is to identify and analyze the strategies implemented by the Philippines in improving literacy skills among the population, especially in the education sector. The method used in this research is a literature study, where researchers collect and analyze relevant sources related to efforts to improve literacy skills in the Philippines. The research results show that the Philippine Department of Education (DepEd) has implemented various strategies to address literacy challenges, including the K-12 curriculum, the Alternative Learning System (ALS), as well as programs such as Basa Pilipinas. This initiative aims to improve basic literacy skills, integrate multilingual education, and prepare students for lifelong learning and the world of work. Literacy program also includes digital, environmental and financial literacy. The conclusions of this research emphasize that further reforms are needed to bridge gaps in enhancing literacy skills. A collaborative approach involving schools, communities, and the private sector is critical to fostering inclusive and effective literacy programs. The Philippines' experience can provide valuable insights for other countries, such as Indonesia, in their efforts to improve literacy and the quality of education.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS ASESMEN DIAGNOSTIK TEKS PUISI SMP NEGERI 12 SURAKARTA Hasna, Allika Fadiyah; Rakhmawati, Ani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.12.2.73-79

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang penting untuk menjawab kebutuhan setiap peserta didik yang berbeda dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan pengaruh asesmen diagnostik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia teks puisi kelas VIII di SMP Negeri 12 Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan infroman peserta didik dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif pada perubahan perilaku peserta didik dalam pembelajaran. Pembelajaran berdiferensiasi telah terbukti efektif dalam membantu peserta didik untuk memahami seluk-beluk dan estetika puisi, sehingga meningkatkan hasil belajar mereka secara keseluruhan. Dengan menggunakan asesmen diagnostik, guru dapat mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan unik peserta didik, memungkinkan perancangan rencana pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan minat mereka. Penelitian ini menekankan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi harus dilaksanakan dengan memperhatikan langkah-langkah seperti persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.Differentiated learning is an important approach to address the different needs of each student in learning. This study aims to determine the implementation of differentiated learning and the influence of diagnostic assessment on the Indonesia language subject of poetry texts for class VIII at SMP Negeri 12 Surakarta. The type of research used is qualitative research with information from studens and Indonesia language teachers. The results of the study indicate that the implementation of differentiated learning has a positive impact on changes in student behavior in learning. Differentiated learning has been proven effective in helping students understand the intricacies and aesthetics of poetry, thereby improving their overall learning outcomes. By using diagnostic assessments, teachers can identify the unique needs and abilities of students, allowing the design of learning plans that are appropriate to their level of understanding and interests. This study emphasizes that the implementation of differentiated learning must be carried out by paying attention to steps such as preparation, implementation, and evaluation of learning.
KESULITAN PENUTUR ASING ARAB DALAM MEMPELAJARI BAHASA INDONESIA Maulidia, Fayza; Zakiyah, Febri Nur; Syihabuddin, Syihabuddin
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.12.2.114-121

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing Arab seringkali dihadapkan dengan berbagai macam kesulitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan yang dihadapi oleh penutur asing Arab dalam mempelajari bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan melibatkan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai subjek penelitian. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kesulitan penutur asing Arab dalam mempelajari bahasa Indonesia dapat disebabkan oleh beberapa faktor: 1)keberagaman bahasa yang ada di Indonesia, 2)perbedaan struktur gramatikal, 3)perbedaan kosakata, dan 4)perbedaan cara pengucapan antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia mempengaruhi kesulitan penutur asing Arab dalam mempelajari bahasa Indonesia. Dengan demikian, dalam mempelajari bahasa kedua membutuhkan strategi pembelajaran yang tepat dan lingkungan yang mendukung, agar memudahkan penutur asing dalam mempelajari bahasa kedua. The learning of the Indonesian language for Arabic-speaking foreigners often faces various challenges. The aim of this study is to analyze the difficulties faced by Arabic-speaking foreigners in learning Indonesian. This research uses a qualitative case study method with data collection techniques through interviews involving students from UIN Sunan Gunung Djati Bandung as research subjects. The results of this study reveal that the difficulties faced by Arabic-speaking foreigners in learning Indonesian can be attributed to several factors: 1)the diversity of languages in Indonesia, 2)grammatical structure differences, 3)vocabulary differences, and 4)pronunciation differences between Arabic and Indonesian. Therefore, learning a second language requires appropriate learning strategies and a supportive environment to facilitate foreigners in learning the second language.
PENGARUH MEDIA FLASH CARD TERHADAP KECERDASAN LINGUISTIK PESERTA DIDIK KELAS 1 Zuhriah, Amillatuz; Assyifa, Habibah Shofiyah; Chafsoh, Nabila Priyanka; Munawir, Munawir; Chotimah, Khusnul
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.12.2.80-87

Abstract

Dalam berkomunikasi diperlukan pengolahan gagasan yang baik untuk disampaikan kepada lawan bicaranya. Tindakan yang dapat dipilih guru dalam mengembangkan kecerdasan linguistik peserta didik dengan pemanfaatan media yang memikat, serta mudah dimengerti oleh peserta didik. Flash card dinilai menjadi salah satu media dengan kriteria tersebut, sehingga dapat memberi rangsangan dalam mengembangkan gagasan/informasi yang ada dalam media tersebut. Jenis metode penelitian adalah pre-experimental dengan desain one group pre-test post-test. Penghimpunan data yang ada meliputi pengamatan atau observasi, dokumentasi, dan tes berupa angket. Setelah itu, analisis data dengan pengujian coba homogenitas, normalitas, serta pengujian hipotesis. Dari hasil analisis penggunaan flashcard ini memperoleh pengaruh yang signifikan atas hasil kecerdasan linguistik dari peserta didik yang ditunjukkan dari rasio nilai pada tahapan pretest serta tahapan posttest didapati jika rerata penilaian tahapan posttest lebih baik daripada penilaian tahapan pretest. Media flash card dalam pembelajaran dapat membantu menaikkan kemampuan linguistik dari peserta didik pada kelas rendah, meliputi pengelolaan kata, penyusunan kalimat, beserta penambahan kosa kata yang dimiliki peserta didik. Dengan demikian, adanya pengaruh pemanfaatan dari media pembelajaran flash card atas kecerdasan linguistik peserta didik di kelas rendah.In communication, it is essential to process good ideas in order to effectively convey them to the person you are speaking to. Teachers can develop students' linguistic intelligence by using media that are engaging and easy for students to understand. Flashcards are considered one such medium, as they meet these criteria and can stimulate the development of ideas and information. This research uses a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test approach. Data collection methods include observations, documentation, and tests in the form of questionnaires. The data were then analyzed through homogeneity testing, normality testing, and hypothesis testing. The results of the analysis show that the use of flashcards has a significant impact on students' linguistic intelligence, as evidenced by the improved average scores from the pre-test to the post-test. Flashcard media in learning can enhance students' linguistic abilities in lower grades, including word management, sentence construction, and vocabulary expansion. Therefore, the use of flashcard learning media positively influences the linguistic intelligence of students in these grades.
LITERATURE REVIEW: PROBLEM BASED LEARNING UNTUK AKTIVITAS DAN BERPIKIR KRITIS BAHASA INDONESIA Ekandari, Citra Hapsari; Chamalah, Evi
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.1.19-27

Abstract

Dalam era pendidikan modern, pengembangan keterampilan berpikir kritis menjadi aspek penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia agar siswa mampu memahami, menanggapi, dan menyampaikan gagasan secara logis dan reflektif. Pembelajaran bahasa Indonesia tidak lagi hanya berfokus pada hafalan struktur bahasa, tetapi menekankan pada penguasaan keterampilan literasi tinggi seperti membaca kritis, menulis argumentatif, serta berdiskusi berbasis teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan dan diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Artikel yang dianalisis mencakup penelitian dari jenjang dasar hingga menengah, dengan fokus pada penerapan PBL dalam aktivitas menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, memfasilitasi pemecahan masalah berbasis teks, serta mendorong berpikir kritis dalam memahami dan menyusun informasi bahasa secara kontekstual. PBL juga terbukti mampu membangun motivasi belajar, kreativitas, dan sikap reflektif siswa terhadap materi bahasa Indonesia yang diajarkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Problem-Based Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan relevan dalam meningkatkan kualitas aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, serta mendukung pencapaian kompetensi literasi yang dibutuhkan di abad ke-21.
ANALISIS HIRARKI KEBUTUHAN MASLOW DALAM NOVEL RAHASIA KELUARGA KARYA OKKY MADASARI Fitriana, Henika; Nuryatin, Agus; Mulyono, Mulyono
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.1.18-26

Abstract

Kebutuhan manusia tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup dimensi emosional dan psikologis yang sering kali tercermin dalam dinamika kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur hierarki kebutuhan Maslow dalam dinamika kehidupan keluarga yang tercermin dalam novel Rahasia Keluarga karya Okky Madasari. Teori psikologi humanistik Abraham Maslow dijadikan sebagai pendekatan utama untuk mengkaji bagaimana lima tingkat kebutuhan manusia seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang dan memiliki, harga diri, serta aktualisasi diri diungkap melalui perilaku, konflik, dan interaksi antartokoh dalam cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, yang memungkinkan peneliti menelaah narasi dan dialog secara mendalam untuk mengidentifikasi representasi kebutuhan pada setiap tokoh utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas tokoh dalam novel mengalami ketidakseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan, terutama pada aspek emosional dan aktualisasi diri. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan tertentu sering kali berakar pada tekanan sosial, konflik batin, serta rahasia masa lalu yang belum terselesaikan. Hal ini berdampak langsung pada dinamika hubungan antaranggota keluarga, seperti munculnya konflik, jarak emosional, hingga krisis identitas. Novel ini secara tajam menggambarkan kompleksitas psikologis individu dalam keluarga modern, serta bagaimana kebutuhan yang tak terpenuhi dapat membentuk arah hidup seseorang. Melalui pendekatan Maslow, karya ini tidak hanya menyuguhkan konflik keluarga biasa, melainkan juga menjadi cerminan realitas sosial dan psikologis masyarakat kontemporer. Dengan demikian, Rahasia Keluarga menjadi contoh relevan bagaimana karya sastra dapat merepresentasikan teori psikologi dalam narasi yang kuat dan menyentuh.