cover
Contact Name
Ashadi Cahyadi
Contact Email
olahraga.ikippgriptk@gmail.com
Phone
+6285245805803
Journal Mail Official
olahraga.ikippgriptk@gmail.com
Editorial Address
LPPM IKIP PGRI Pontianak, Gedung Rektorat Lt. 2 Jl. Ampera No.88, Sungai Jawi, Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat - 78116 Telp. (0561) 748219
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Olah Raga
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 20892829     EISSN : 24071528     DOI : http://doi.org/10.31571/jpo.v9i1.1333
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Olah Raga (JPO) is a scientific journal published by LPPM IKIP PGRI Pontianak. This journal aims to accommodate the publication of scientific work for academics, researchers, and practitioners covering educational, performance, and recreational sports. This journal is published twice a year, in June and December. In the end, this Journal can provide a description of the development of science and technology in the field of sports, and with p-ISSN: 2089-2829 and e-ISSN: 2407-1528. (https://journal.ikippgriptk.ac.id/index.php/olahraga/about/editorialPolicies#focusAndScope)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 472 Documents
STUDI PRELIMINARI: COPING MECANISM PADA ATLET ESPORT Ajeng Dian Purnamasari; Mustika Fitri; Yusuf Hidayat; Burhan Hambali; Putri Theresia Oktaviani Manorek
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.9884

Abstract

Menilai kondisi psikologis atlet sebagai dasar penyusunan intervensi adalah sebuah keharusan, untuk mendapatkan gambaran kondisi yang paling sesuai dari atlet. Pada penilaian dasar atlet esport ini ditemukan beberapa hal yang bisa dibagikan dan memberikan informasi dari para atlet esport yang bisa menjadi pertimbangan. Studi ini menggunakan instrumen ES.F.E.R.A. yang sudah diadaptasi dalam bahasa Indonesia terdiri dari 30 pertanyaan. Didapatkan didapatkan 76 responden dengan hasil bahwa “coping mecanism” pada atlet esport adalah masalah yang paling dominan muncul berdasarkan instrumen ES.F.E.R.A., dan disimpulkan dibutuhkan studi mendalam tentang pengkategorian metode coping mecanism yang mungkin dimiliki atlet esport, coping strategy yang tepat untuk atlet esport, pembaharuan pengetahuan (peningkatan keterampilan kognitif) tentang upgrading pada basic game yang didalami. serta riset-riset mendalam lainnya yang perlu digali dalam melatih peningkatan coping mecanism pada atlet esport.
Analisis Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Mahasiswa dalam Mengikuti Roundnet X33 Sebagai Olahraga Rekreasi di Universitas Muhammadiyah Jakarta Galang Pakarti Mahardika; Jori Lahinda
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10030

Abstract

Motivasi merupakan faktor penting yang memengaruhi partisipasi mahasiswa dalam kegiatan olahraga rekreasi di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik mahasiswa dalam mengikuti kegiatan Roundnet X33 di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif terhadap 100 mahasiswa aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri atas sembilan butir pernyataan berdasarkan Self-Determination Theory (SDT) dengan skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item instrumen valid dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,966, yang menunjukkan reliabilitas sangat tinggi. Rata-rata skor motivasi intrinsik (18,74 ± 2,31) lebih tinggi dibandingkan motivasi ekstrinsik (14,38 ± 2,07). Hasil paired sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua dimensi motivasi (t = 20,847; p < 0,001), sehingga motivasi intrinsik menjadi faktor yang lebih dominan dalam mendorong partisipasi mahasiswa pada kegiatan Roundnet X33. Temuan ini menunjukkan bahwa minat, kesenangan, dan pengembangan diri menjadi faktor utama yang memengaruhi keterlibatan mahasiswa. Oleh karena itu, pengembangan program olahraga rekreasi di perguruan tinggi perlu menekankan pengalaman belajar yang menyenangkan, peningkatan kompetensi, dan interaksi sosial untuk mendorong partisipasi mahasiswa secara berkelanjutan.
Efek Akut Salome Banglor Sebagai Pangan Pra-Latihan Terhadap Waktu Reaksi Dan Fungsi Neuromotor Anak Sekolah Dasar Sri Yanti; Anhar Anhar; Syafruddin Syafruddin; Mardian Andriani; Mirham Nurul Hairunis
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10150

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek akut konsumsi Salome Banglor terhadap waktu reaksi dan fungsi neuromotor anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain randomized 2×2 crossover dengan dua urutan perlakuan (AB dan BA) pada 15 siswa. Setiap peserta menerima Salome Banglor dan salome ayam yang dipisahkan washout selama 7 hari. Fungsi saraf diukur menggunakan Drop Ruler Test dan Finger Tapping Test. Perubahan nilai (Δ = post-test − pre-test) dianalisis menggunakan Paired Samples T-Test. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan perubahan Drop Ruler Test antara Salome Banglor dan salome ayam (Δ = −4,05 ± 1,74 cm vs −4,73 ± 1,89 cm; p = 0,359). Sebaliknya, peningkatan Finger Tapping Test lebih besar setelah konsumsi Salome Banglor (Δ = 6,77 ± 1,57 vs 2,23 ± 2,24 ketukan; p < 0,001). Disimpulkan bahwa Salome Banglor meningkatkan fungsi neuromotor, tetapi tidak memberikan perbedaan bermakna terhadap waktu reaksi.
Strategi Aklimatisasi Lingkungan Panas Berdasarkan Kajian Pustaka: Aplikasi Fisiologis pada Klub Sepak Bola Citra Bakti Ngada Frederikus Kunigunde Diwa; I Ketut Yoda; Luh Putu Tuti Ariani; Dody Tisna
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10661

Abstract

Perubahan mikroklimat yang drastis merupakan tantangan biologis signifikan bagi atlet sepak bola, khususnya saat berpindah dari lingkungan dingin ke panas. Fenomena ini dialami secara nyata oleh Klub Sepak Bola Citra Bakti Ngada, sebuah klub di dataran tinggi Kabupaten Ngada (elevasi >1.000 mdpl, suhu 15°C–25°C) yang sering kali harus bertanding di wilayah pesisir dataran rendah (suhu 30°C–35°C dengan kelembapan tinggi). Transisi mendadak ini mengganggu homeostasis tubuh pemain, meningkatkan risiko stres panas (heat stress), serta menurunkan performa fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons dan adaptasi fisiologis atlet di lingkungan panas, mensintesis protokol aklimatisasi berbasis bukti ilmiah, serta merumuskan rekomendasi strategi aklimatisasi yang aplikatif bagi Klub Sepak Bola Citra Bakti Ngada. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan melakukan penelusuran, analisis, dan sintesis terhadap berbagai jurnal ilmiah, regulasi fisiologis, serta protokol aklimatisasi panas global yang relevan. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa paparan panas ekstrem memicu peningkatan suhu inti tubuh, laju denyut jantung (heart rate), dan risiko hipohidrasi akibat produksi keringat yang tinggi namun sulit menguap di lingkungan lembap. Untuk mengatasi hal tersebut, mekanisme aklimatisasi panas (heat acclimatization) mutakhir memerlukan waktu ideal 7 hingga 14 hari melalui latihan submaksimal bertahap di lingkungan target guna merangsang ekspansi volume plasma darah, efisiensi termoregulasi, dan penurunan ambang batas berkeringat. Sebagai rekomendasi praktis bagi Klub Sepak Bola Citra Bakti Ngada yang memiliki keterbatasan sumber daya, strategi aklimatisasi dapat diadaptasi melalui metode pra-aklimatisasi buatan (artificial) sebelum keberangkatan, seperti latihan dengan pakaian tebal berlapis (sauna suits) atau pemanfaatan pemandian air hangat setelah latihan, serta pengaturan jadwal kedatangan di lokasi pertandingan minimal 7 hari lebih awal untuk aklimatisasi alami, yang dikombinasikan dengan protokol hidrasi ketat. Kesimpulannya, penerapan strategi aklimatisasi yang terukur ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas kardiovaskular, meminimalkan kelelahan prematur, dan mengoptimalkan performa stamina pemain Citra Bakti Ngada saat berlaga di dataran rendah yang panas.
Pengembangan Sistem Pembelajaran Penjas Adaptif Berbasis Website dan Android untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik, Kebugaran dan Interaksi Sosial pada Individu dengan Hambatan Fisik Dena Widyawan; Mira Fuzita
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10731

Abstract

Individu dengan disabilitas fisik di Provinsi Banten menghadapi hambatan dalam mengakses aktivitas fisik terstruktur, yang berdampak pada rendahnya kebugaran jasmani dan keterbatasan interaksi sosial. Pendidikan jasmani adaptif berbasis teknologi digital berpeluang menjadi solusi, namun platform yang ada belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan spesifik pengguna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi sistem pembelajaran pendidikan jasmani adaptif berbasis website dan android untuk meningkatkan aktivitas fisik, kebugaran, dan interaksi sosial. Metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE digunakan. Analisis kebutuhan melibatkan 30 penyandang disabilitas fisik dan 5 guru. Sistem divalidasi tiga ahli materi dan dua ahli media, lalu diimplementasikan pada 20 partisipan selama delapan minggu. Instrumen pengukuran meliputi IPAQ-SF (aktivitas fisik), tes jalan/putar 6 menit, lempar bola medicine duduk, duduk dan meraih modifikasi (kebugaran), serta Skala Interaksi Sosial. Data dianalisis dengan uji-t berpasangan. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi (materi 91,2%, media 89,4%) dan kegunaan sistem tergolong sangat baik (SUS 84,6). Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada aktivitas fisik (p<0,001; d=1,14), seluruh komponen kebugaran (p<0,01; d=0,68–1,42), dan interaksi sosial (p<0,001; d=1,38). Fitur video adaptif bertingkat dan forum sosial terintegrasi terbukti efektif mendorong latihan mandiri sekaligus mengurangi isolasi. Sistem hibrida yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif, serta berpotensi direplikasi di wilayah dengan karakteristik serupa.
Penerimaan dan Penolakan Transgender di Dunia Olahraga: Sebuah Kajian Literatur Muhammad Ridho Meidigra; Rubiyatno Rubiyatno; Putra Sastaman B
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10732

Abstract

Partisipasi atlet transgender dalam olahraga masih menjadi isu yang di perdebatkan karena melibatkan aspek biologis, psikologis, dan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk penerimaan dan penolakan terhadap transgender dalam dunia olahraga melalui kajian literatur. Metode penelitian menggunakan artikel review dengan pedoman PRISMA. Data diperoleh dari Web of Science menggunakan kata kunci sport and transgender yang menghasilkan 520 artikel. Artikel kemudian diseleksi berdasarkan puplikasi lima tahun terakhir (371 artikel), akses terbuka (143 artikel), bahasa inggris (136 artikel), lalu area pencarianya sports science, psychology, dan social issues (85 artikel), setelah proses penelaahan abstrak, diperoleh 19 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan terhadap 8 artikel yang membahas penerimaan transgender dan 11 artikel yang membahas penolakan transgender dalam olahraga. Kesimpulannya, penerimaan terhadap transgender mulai berkembang, namun diskriminasi, keterbatasan fasilitas, dan berbedaan kebijakan menjadi hambatan utama dalam mewujudkan olahraga yang inklusif dan adil.
PENGEMBANGAN MODEL SIGAP SEHAT BERBASIS GAMIFIKASI DAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SISWA KELAS IV Wahyuningtyas Puspitorini; Dena Widyawan; Yafi Velyan Mahyudi
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10738

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar di Indonesia masih belum optimal, terutama di wilayah pedesaan dengan identitas budaya yang kuat. Kabupaten Lebak, Banten, yang merupakan rumah bagi masyarakat adat Baduy, menghadirkan konteks unik di mana nilai-nilai tradisional berdampingan dengan tantangan kesehatan yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model SIGAP SEHAT-intervensi pendidikan kesehatan berbasis gamifikasi yang diintegrasikan dengan kearifan local-untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik PHBS siswa kelas IV. Dengan menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) mengikuti kerangka ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), model ini dibangun melalui asesmen kebutuhan mendalam di lima sekolah dasar, perancangan elemen gamifikasi (misi, poin, lencana, papan peringkat), serta pemasukan kearifan lokal khas Baduy (cerita rakyat, permainan tradisional, nilai-nilai komunal). Validasi ahli menunjukkan skor kelayakan tinggi (materi: 93,2%, media: 89,7%, bahasa: 91,5%). Desain kuasi-eksperimen satu kelompok pretest-posttest yang melibatkan 62 siswa menunjukkan peningkatan signifikan di seluruh domain PHBS: pengetahuan (rerata peningkatan = 18,9, p < 0,001, d = 2,34), sikap (peningkatan = 15,2, p < 0,001), dan praktik (peningkatan = 22,4, p < 0,001). Skor N-Gain menunjukkan efektivitas sedang hingga tinggi. Umpan balik kualitatif menggarisbawahi peningkatan motivasi, kolaborasi antarteman, dan kebanggaan budaya. Model SIGAP SEHAT secara efektif menjembatani teknik gamifikasi modern dengan tradisi lokal yang mengakar kuat, menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi dan responsif budaya untuk promosi kesehatan di sekolah dasar. Implikasi untuk kebijakan, integrasi kurikulum, dan penelitian lebih lanjut dibahas.
Nilai dalam Olahraga, Kajian Sudut Pandang yang Berbeda (Negatif): Literatur tentang Rasisme, Psikologis, Kebijakan, dan Doping pada Atlet Laudia Putri; Isti Dwi Puspita Wati; Maharani Fatima Gandasari
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10749

Abstract

Olahraga adalah bentuk aktifitas fisik yang membuat tubuh menjadi lebih sehat, kuat, bugar dan meningkat mental seseorang, namun dibalik citra positif dunia olahraga Terdapat sisi negatif dalam olahraga yang dapat berdampak dan menimbulkan konsekuensi buruk bagi atlet maupun lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sisi negatif dalam olahraga terutama pada atlet pada masa modern. Penelitian ini merupakan penelitian literature review. Data based SCOPUS dengan kata kunci yang digunakan adalah adalah “the dark side of sports, ditemukan artikel 137 dokumen Pembatasan pencarian untuk 2016-2026 10 tahun terahir 95 dokumen, dibatasi hanya artikel saja terdapat 58 lalu dibatasi bahasa inggris dan All open acces terdapat 25 dokumen. Setelah ditelaah antara kecocokan abstrak dengan tema ditemukan sebanyak 17 artikel. Terdapat berbagai masalah dalam olahraga yang semakin berkembang di era modern, seperti rasisme yang mencakup perundungan dan kekerasan, masalah psikologis seperti psikopati, agresivitas, dan narsisme, penggunaan obat-obatan terlarang seperti doping, serta persoalan kebijakan seperti manipulasi, konflik, dan risiko kebocoran informasi.
Development of Forehand and Beckhand Spin Training Equipment in Table Tennis Nopiadi Nopiadi; Zusyah Porja Daryanto; Nevi Hardika
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10774

Abstract

This study aims to produce a mechanical training tool for table tennis forehand and backhand spin techniques that are valid, practical, and effective for Junior High School Extracurricular athletes consisting of SMPN throughout Teluk Kermat District. The research method used is Research and Development (R&D) by adopting the Brog and Gall model development procedure (Research and Information Collecting, Planning, Develop Preliminary Form of Product, Preliminary Field Testing, Main Product Revision, Main Field Testing, Operational Product Revision, Operational Field Testing, Final Product Revision, Dissemination and Implementation). The research sample consisted of 30 adolescent athletes aged 12-15 years selected using a purposive sampling technique. Data collection instruments included a feasibility assessment questionnaire for experts and a skill test instrument using the Target Grid Assessment technique to measure athletes' motor performance before and after the intervention. The results of the research from the expert validation team showed a feasibility percentage of 88% and from the trainer practitioners at 91%, both of which were included in the very feasible criteria. The results of the effectiveness test showed an average N-gain score of 0.65, which confirms that the level of effectiveness of the training model is in the moderate or effective category, with an increase in the distribution of scores from the initial average (pre-test) of 63 to 86 in the final evaluation (post-test). The conclusion of this study is that the integration of mechanical training tools designed through the structure is proven to be very valid and effective in improving the quality and accuracy of spin technique stability in young athletes. This study aims to produce a mechanical training tool for table tennis forehand and backhand spin techniques that are valid, practical, and effective for Junior High School Extracurricular athletes (SMP) consisting of SMPN throughout Teluk Kermat District.The research method used is Research and Development (R&D) by adopting the Brog and Gall model development procedure (Research and Information Collecting, Planning, Develop Preliminary Form of Product, Preliminary Field Testing, Main Product Revision, Main Field Testing, Operational Product Revision, Operational Field Testing, Final Product Revision, Dissemination and Implementation). The research sample consisted of 30 adolescent athletes aged 12-15 years selected using a purposive sampling technique. Data collection instruments included a feasibility assessment questionnaire for experts and a skills test instrument using the Target Grid Assessment technique to measure athletes' motor performance before and after the intervention. The research results from the expert validation team showed a feasibility percentage of 88% and from the trainer practitioners of 91%, both included in the very feasible criteria. The effectiveness test results showed an average N-gain score of 0.65, which confirms that the level of effectiveness of the training model is in the moderate or effective category, with an increase in the distribution of scores from an initial average (pre-test) of 63 to 86 in the final evaluation (post-test). The conclusion of this study is that the integration of mechanical training tools designed through the structure is proven to be very valid and effective in improving the quality and accuracy of spin technique stability in young athletes.
Development of a T-Kick Technique Training Model at Pencak Silat Athlete Kijang Berantai Basyir Basyir; Nevi Hardika; Ashadi Cahyadi
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10778

Abstract

This study aims to produce a training model for the T-kick technique at the Kijang Berantai Pencak Silat College that is valid, practical, and effective for trained martial artists. The research method used is Research and Development (R&D) by adopting the ADDIE model development procedures which include the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research population was all adolescent martial artists at the Kijang Berantai College, while the research subject consisted of 30 martial artists taken using purposive sampling technique. Data collection instruments used feasibility assessment questionnaires for material experts and T-kick technique skill test instruments to measure achievements in martial artists' motor performance before and after the intervention. The data analysis technique applied combined qualitative descriptive analysis and quantitative analysis through the computerized Normalized Gain (N-Gain Score) enhancement test. Research findings from the pencak silat academic material expert validity team showed a feasibility percentage of 86% and from the pencak silat coach practitioner expert of 93%, both of which fell into the very feasible criteria. The results of the effectiveness test through descriptive statistical analysis showed an average N-Gain score of 0.59, which confirms that the effectiveness level of the training model is in the medium or effective category, with an increase in the distribution of scores from an initial average (pre-test) of 61 to 84 in the final evaluation (post-test). The conclusion of this study is that the integration of trajectory variance and movement angles designed through the ADDIE structure is proven to be highly valid and effective in improving the quality and stability of the T-kick technique in young martial artists.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 14 No. 2 (2025): December: Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 14 No. 1 (2025): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 13 No. 1 (2024): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 12 No. 2 (2023): December: Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 12 No. 1 (2023): June: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 11 No. 2 (2022): December: Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 11 No. 1 (2022): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 10 No. 2 (2021): December: Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 10 No. 1 (2021): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Olah Raga (December) Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 9 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Olah Raga (June) Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Olah Raga (December) Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Olahraga More Issue