cover
Contact Name
Hadi
Contact Email
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Phone
+6282374210479
Journal Mail Official
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 14107058     EISSN : 25977059     DOI : 10.26554
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Sains (JPS) MIPA UNSRI merupakan wahana komunikasi ilmiah di bidang sains serta lintas ilmu yang terkait; diterbitkan sejak 1 Oktober 1996 oleh UP2M FMIPA Universitas Sriwijaya. Jurnal ini berisikan tulisan atau karangan ilmiah dalam berbagai bidang tersebut yang diangkat dari hasil penelitian, survei, atau telaah pustaka, yang belum pernah dipublikasikan dalam terbitan lain.
Arjuna Subject : -
Articles 743 Documents
Penetapan Kadar Flavonoid dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less) Isromarina, Rini; Martha, Septiani; oktarina, Tri
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1063

Abstract

Beluntas (Pluchea indica (L.) Less) adalah tanaman yang tumbuh di iklim tropis sebagai tanaman pagar. Daun beluntas mengandung metabolit sekunder flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun beluntas. Daun beluntas diperoleh di Suak Bujang Gandus Palembang. Daun Beluntas diekstraksi menggunakan metode UAE tipe ultarosonic bath dengan pelarut etanol. Ekstrak dianalisis kualitatif untuk mengetahui kandungan flavonoid menggunakan Mg dan HCl. Penetapan kadar flavonoid ekstrak menggunakan AICI3 dan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Hasil analisis kualitatif memperlihatkan bahwa ekstrak etanol daun beluntas mengandung flavonoid. Kadar flavonoid ekstrak etanol daun beluntas 57,84 mgQE/g dan aktivitas antioksidan kuat dengan IC50 40,52 ppm.
Uji Bioaktivitas Ekstrak n-Heksana Rumput Laut Gracilaria sp. Sebagai Antimalaria Terhadap Parasit Plasmodium falciparum Secara In vitro Yuandarru, Rhifana; Setyaningrum, Endah; Chrisnawati, Lili; Pratami, Gina Dania
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1170

Abstract

Tantangan utama dalam mengendalikan malaria yakni tingginya resistensi parasit terhadap obat antimalaria. Pendekatan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yakni dengan mencari dan mengembangkan bahan alam potensial, seperti rumput laut Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa fitokimia dan bioaktivitas antimalaria Gracilaria sp. dengan menggunakan pelarut n-Heksana. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengeksplorasi efek ekstrak n-Heksana dari Gracilaria sp. dengan berbagai konsentrasi terhadap parasit Plasmodium falciparum strain 3D7. Data persentase parasitemia, pertumbuhan, dan penghambatan parasit dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA, serta analisis probit nilai IC50 menggunakan software SPSS berdasarkan data rata-rata persentase penghambatan. Hasil pengujian fitokimia memperlihatkan bahwasanya ekstrak n-Heksana mengandung senyawa metabolit sekunder Alkoloid, Flavonoid, Steroid, Terpenoid, Saponin, dan Tanin. Hasil uji bioaktivitas antimalaria menunjukan adanya penurunan data persentase parasitemia dan pertumbuhan, serta peningkatan data persentase penghambatan seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Berdasarkan data rata-rata persentase penghambatan, didapatkan nilai IC50 sebesar 181,61µg/ml yang mengindikasikan bahwa ekstrak memiliki potensi sebagai antimalaria tetapi tidak memenuhi kriteria sebagai antimalaria yang aktif.
Implementasi Filter Infinite Impulse Response (IIR) Butterworth untuk Meredam Noise Berfrekuensi Tinggi pada Rekaman Suara Laki-laki dan Perempuan Apriansyah, Muhammad Rendy; Ananda, Dwi QIsah Sally; Islami, Rifqi; Ramadhani, Athiyyah; Simanullang, Trivanti; Monado, Fiber; Assaidah, Assaidah; Koriyanti, Erry
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1122

Abstract

Penelitian ini mengimplementasikan filter Infinite Impulse Response (IIR) untuk meredam noise berfrekuensi tinggi (high-pitch noise) pada rekaman audio. Noise frekuensi tinggi dapat menurunkan kejernihan dan kualitas sinyal audio, sehingga membutuhkan pendekatan penyaringan yang efektif. Dalam penelitian ini, digunakan filter IIR tipe Butterworth karena karakteristik respons frekuensinya yang halus serta kemampuannya dalam meredam noise tanpa menyebabkan distorsi yang signifikan pada sinyal utama. Filter ini dikonfigurasi untuk meredam noise pada frekuensi di atas 4.000 Hz, yang umum ditemukan pada noise berfrekuensi tinggi. Simulasi menggunakan perangkat lunak pemrosesan sinyal menunjukkan bahwa penerapan filter IIR mampu menghilangkan noise secara signifikan sekaligus mempertahankan integritas sinyal suara asli. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknik pemrosesan sinyal audio, khususnya untuk aplikasi yang membutuhkan kejernihan suara tinggi.
The Potential of Kelakai Leaf Peat Plants (Stenochlaena Palus-tris Bedd) as Sunscreen Based on Sun Protecting Factor (SPF) Values In Vitro Adelia, Kadek Ayu Cintya; Kurniati, Ety; Kalalinggi, Septaria Yolan
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1110

Abstract

Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm F.) Bedd) is a type of fern that grows in peat swamp areas or commonly called wetlands. Kelakai leaves contain secondary metabolites, namely flavonoids, which are effective as antioxidants and counteract free radicals. The purpose of this study was to determine whether the extract of kelakai leaves (Stenochlaena palustris (Burm.F.) Bedd) has sunscreen protection activity.UV radiation or known as ultraviolet consists of 2 types, namely: UV-A and UV-B, the letter A in UV-A means "Aging" with a wavelength of 320-400 nm can penetrate the dermis which causes pigmentation, and the letter B in UV-B means "Burning" with a wavelength of 290-320 nm and can penetrate the outermost layer of the skin (epidermis) whose effects can be seen directly in the form of erythema. The SPF value indicates how many times a person's skin protection is doubled so that it is safe under the sun without experiencing erythema, the higher the SPF value of a sunscreen, the better its protection activity. Based on the SPF value data obtained, it shows that the ethanol extract of kelakai leaves can function as an active ingredient in sunscreen because it is proven to have quite high activity and SPF value from minimal protection to ultra protection.
Validasi Metode Pemisahan Cr(III) Dan Cr(VI) Dalam Sampel Air Menggunakan Resin Dowex 50WX2-200 Nuraini, Siti; rosmania, Rosmania; Yanti, Hanida
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1180

Abstract

Validasi atau verifikasi metode menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menjamin mutu hasil pengujian, serta memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Pengujian logam kromium dapat dilakukan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)-nyala. Umumnya kromium yang berada di lingkungan mempunyai konsentrasi yang rendah, sehingga sangat sulit untuk mendeteksinya menggunakan metode SSA dengan berbagai keterbatasannya. Oleh karena itu diperlukan teknik preparasi dan prekonsentrasi untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi metode pemisahan Cr(III) dan Cr(VI) dalam sampel air menggunakan resin penukar kation Dowex 50WX2-200, penentuan kadar kromium hasil pemisahan menggunakan SSA-nyala. Validasi metode dilakukan dengan mengukur beberapa parameter yaitu lineritas, presisi, akurasi dan limit deteksi untuk membuktikan keabsahan hasil. Tahapan dalam penelitian ini antara lain penentuan berat resin, pH larutan dan validasi metode. Metode pemisahan Cr(III) dan Cr(VI) menggunakan resin Dowex 50WX2-200 dengan SSA memiliki presisi dan akurasi yang baik yaitu nilai RSD 1,38 % untuk Cr(III) dan 4,24 % untuk Cr(VI), serta akurasi dengan nilai rerata recovery yang didapat yaitu 94,24 % untuk Cr(III) dan 104,56% untuk Cr(VI), nilai ini memenuhi syarat keberterimaan yang ditetapkan pada kriteria Horwitz maupun AOAC. Metode ini dapat diandalkan untuk analisis Cr(III) dan Cr(VI) dalam sampel air pada konsentrasi rendah dengan kondisi optimum yaitu berat resin 0,5 g dan pH larutan 3.
Analisis Karakteristik Klinikopatologi Kanker Kolorektal di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr. M. Djamil 2020-2022 Aden, Kuntum Annisa Tiara; Mulyani, Henny; Suchitra, Avit; Hilbertina, Noza; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1181

Abstract

 Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh di kolon (usus besar) dengan kejadian yang terus meningkat setiap tahun. Faktor yang menentukan prognosis kanker kolorektal adalah usia, jenis kelamin, jenis keganasan, topografi, dan histopatologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali jenis – jenis kanker kolorketal dan bagaimana karakteristik klinikopatologinya di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2020 - 2022. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif observasional dengan teknik total sampling dari rekam medis. Kriteria inklusi sampel adalah seluruh pasien kanker kolorektal yang menjalani reseksi tahun 2020 - 2022 dengan diagnosis pertama kali dengan jumlah sampel 196 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kanker kolorektal paling banyak terjadi pada pasien pada usia lebih dari 50 tahun (63,3%), jenis kelamin perempuan (51%), dan lokasi kanker kolorektal yang paling banyak dijumpai di rektum (44,9%), dengan ukuran tumor berkisar dari 4 sampai 6 cm (34,7%). Jenis keganasan yang paling sering ditemukan adalah Adenocarcinoma NOS di rektum. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa dalam rentang tahun 2020 – 2022, insiden kanker kolorektal terbanyak di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah perempuan usia di atas 50 tahun dengan jenis keganasan berupa Adenocarcinoma NOS di rektum.
Studi Komparatif Komposisi Fitoplankton dan Zooplankton di Perairan Semenanjung Utara Banyuasin, Sumatera Selatan Febrianti, Amanda Astri Pratiwi; Fauziyah, Fauziyah; Agustriani, Fitri; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Supriyadi, Freddy
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1198

Abstract

Perairan Semenanjung Utara Banyuasin digunakan sebagai lokasi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pemukiman, perikanan, dan pelabuhan. Kondisi ini memberikan perubahan dinamika perairan baik dari fisika, kimia dan biologi salah satunya yaitu plankton. Studi komparatif komposisi fitoplankton dan zooplankton di perairan Semenanjung Utara Banyuasin diperlukan untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan komposisi plankton di perairan kajian, serta memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan dan persamaan dari kedua kelompok plankton tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 dengan 6 (enam) titik lokasi pengambilan sampel. Penelitian ini mengkaji keanekaragaman dan komposisi plankton di Perairan Semenanjung Utara Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan fokus pada fitoplankton dan zooplankton. Ditemukan 34 jenis fitoplankton dari 3 kelas, dimana Bacillariophyceae mendominasi dengan 72% komposisi, diikuti oleh Dinophyceae dan Oligotrichea. Chaetoceros sp. merupakan jenis fitoplankton paling melimpah. Zooplankton teridentifikasi sebanyak 44 jenis dari 8 filum, dengan dominasi filum Arthropoda, khususnya copepod. Analisis komparatif menunjukkan hubungan antara fitoplankton dan zooplankton sebesar 37,66%, dengan sisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, dan intensitas cahaya. Hubungan ini mencerminkan peran zooplankton sebagai konsumen utama fitoplankton dalam rantai makanan perairan. Studi ini menegaskan pentingnya interaksi plankton dan kondisi lingkungan dalam menjaga produktivitas ekosistem perairan.
Analisis Kekeringan Musiman di KHG Sungai Burnai dan Sungai Sibumbung Tahun 2018 ‒ 2020 Menggunakan NDDI Ulfa, Mardia; Khakim, Mokhamad Yusup Nur Nur; Affandi, Azhar Kholiq
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1203

Abstract

Pergantian musim di wilayah tropis mempengaruhi kondisi meteorologi yang berdampak pada risiko kekeringan, khususnya pada ekosistem lahan gambut di KHG Sungai Burnai dan Sungai Sibumbung Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekeringan musiman di Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Burnai dan Sungai Sibumbung pada periode 2018 - 2020 menggunakan Normalized Difference Drought Index (NDDI) berbasis penginderaan jauh. Analisis kekeringan dilakukan dengan menghitung NDDI, serta analisis kekeringan secara spasial dan temporal pada periode musiman 2018 - 2020. Data yang digunakan adalah data Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Normalized Difference Water Index (NDWI) dari citra Landsat 8. Data curah hujan digunakan sebagai acuan dalam menentukan tingkat kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan curah hujan rendah meningkatkan kekeringan ekstrem, pada tahun 2018 kekeringan ekstrem seluas 8,089 hektar (9,29%) dari total luas 86,679 hektar. Kondisi ini meningkat pada 2019 menjadi 10,357 hektar (11,90%), menjadikannya tahun dengan kekeringan ekstrem tertinggi. Namun, pada 2020 luasnya menurun menjadi 5,117 hektar (5,88%). Fenomena ini dipengaruhi oleh karakteristik tutupan lahan alami seperti belukar rawa yang lebih tahan terhadap kekeringan, dibandingkan lahan perkebunan yang lebih rentan terhadap kekurangan curah hujan. Musim basah mendukung pemulihan akibat dari kekeringan, sedangkan musim kering memperburuk kondisi, terutama di wilayah yang telah dialih fungsikan menjadi perkebunan. Oleh karena, itu diperlukan pemantauan berkelanjutan untuk mengurangi dampak kekeringan pada lahan gambut.
Perbandingan Normalized Difference Vegetation Index Antara Citra Satelit MODIS, Landsat, dan Planet Scope untuk Identifikasi Deforestasi Akibat Pertambangan di Kabupaten Lahat Mulya, Aldi Jati; Mardiansyah, Wijaya; Nur khakim, Mokhamad Yusup
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1206

Abstract

Eksploitasi pertambangan Batubara merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan deforestasi secara masif di Kabupaten Lahat. Untuk menyelaraskan laju deforestasi secara efektif, penelitian ini memanfaatkan data citra satelit dengan resolusi spasial yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dari tiga jenis citra satelit MODIS, Landsat 8, dan PlanetScope guna mendeteksi citra dengan akurasi terbaik dalam mendeteksi deforestasi akibat aktivitas pertambangan. Metodologi yang digunakan meliputi ekstraksi nilai NDVI dari masing-masing citra untuk periode tahun 2020–2024 secara spasial dan temporal, perbandingan nilai NDVI antara MODIS dan Landsat terhadap citra resolusi tinggi PlanetScope menggunakan parameter statistik Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan koefisien determinasi (R²), serta analisis laju deforestasi citra menggunakan satelit dengan korelasi terbaik terhadap data PlanetScope. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan resolusi spasial berpengaruh terhadap nilai akurasi NDVI yang dihasilkan. Citra Landsat memiliki nilai RMSE yang lebih rendah dibandingkan MODIS, yaitu berkisar antara 0,08 hingga 0,14 setiap tahunnya, sedangkan MODIS menunjukkan nilai RMSE antara 0,19 hingga 0,22. Nilai MAE Landsat berada pada kisaran 0,04 hingga 0,08, lebih kecil dibandingkan MAE MODIS yang berkisar antara 0,02 hingga 0,21. Dari hasil koefisien determinasi (R²), Landsat menunjukkan nilai yang lebih tinggi, yaitu antara 0,49 hingga 0,84, sedangkan MODIS hanya mencapai maksimum 0,44. Dengan demikian, citra Landsat dipilih sebagai dasar untuk identifikasi laju deforestasi. Berdasarkan hasil interpretasi NDVI dari citra Landsat, diketahui bahwa laju deforestasi di Kabupaten Lahat selama periode 2020–2024 mencapai sekitar 4% atau seluas 5.859,36 hektar.
Studi In Silico Molecular Docking Senyawa Turunan Fenolik dan Terpenoid Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) terhadap Protein 5MMN (pdb_00005mmn) sebagai Inhibitor DNA Gyrase Subunit B Escherichia coli Penyebab Diare Prasetyoningrum, Pinasti; Nainggolan, Yolanda Petra; Dewi, Intan Azkya; Hanifa, Milla; Pramudya, Siti Alifia; Nurnahari, Naura; Auli, Winni Nur
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1217

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa turunan fenolik dan terpenoid dari kunyit putih (Curcuma zedoaria) sebagai inhibitor protein DNA gyrase subunit B (5MMN) dari bakteri Escherichia coli penyebab diare dengan metode in silico molecular docking. Tujuh senyawa bioaktif, yaitu bisdesmethoxycurcumin, curcumadiol, curcumin, curdione, curzerenone, demethoxycurcumin, dan epicurzerenone, dipilih berdasarkan pemenuhan kriteria Lipinski’s Rule of Five yang menunjukkan potensi sebagai calon obat oral. Preparasi target protein dan ligan dilakukan dengan perangkat lunak AutoDockTools, Avogadro, dan BIOVIA Discovery Studio Visualizer, dan validasi metode docking diperoleh nilai RMSD 1,98 Å menunjukkan validitas metode yang digunakan. Akan tetapi, hasil docking menunjukkan bahwa bisdesmethoxycurcumin memiliki afinitas pengikatan terendah terhadap target protein (-6,80 kkal/mol), diikuti curcumadiol, demethoxycurcumin, dan curcumin. Dominan interaksi antara ligan dan protein melibatkan residu asam amino Asn46, Asp73, Glu50, dan Thr165 melalui ikatan hidrogen dan van der Waals, yang berperan utama dalam menstabilkan kompleks ligan-protein. Penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa fenolik dan terpenoid dari Curcuma zedoaria berpotensi sebagai inhibitor DNA gyrase subunit B E. coli dan bisa dikembangkan kedepannya menjadi kandidat obat antidiare berbasis bahan alam.