cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Design of Alerting System for Beyond Visual Line of Sight Operational Cargo Delivery UAV Sonaria, Enita; Jenie, Yazdi Ibrahim
WARTA ARDHIA Vol 49, No 1 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i1.547.48-59

Abstract

The development of drones is now crucial to many industries, investors, and governments as they are more cost-effective and efficient in various industries, such as filmmaking, consumer, and tourism. They can also be used in various fields, such as agriculture, meteorology, construction, logistics, and conservation. Beyond Visual Line of Sight (BVLOS) technology enables drone operations to perform missions more accurately as it allows them to be operated in a wider angular range. BVLOS includes the use of advanced technologies and systems to monitor drones and ensure they comply with regulations. As such, BVLOS can be used to optimise marine cargo drone operations. In addition, the Ground Control System (GCS) is used by multi-UAV systems to remotely monitor drone performance. This enables advancements in navigation and autonomous technologies that can be utilised in the maritime sector. However, the operation of cargo delivery UAVs, especially those operated as multi-UAVs, requires a surveillance system supported by a qualified warning system. One of them is a warning system that will appear when the UAV approaches the boundary of the area of operation that has been set at the beginning. The warning system aims to improve safety and security because by warning UAVs approaching or entering restricted or sensitive areas, this system can prevent unauthorised access or accidents, ensuring the safety and security of the area and the UAV itself. In addition, it improves efficiency and reduces costs where the warning system can help UAVs avoid entering prohibited or unauthorised locations, improving efficiency, and reducing costs associated with re-routing or returning to home. For this reason, in this research, the design of a warning system for UAVs approaching the boundary of the operating area is performed and shown through simulation. In this research, a two-level alert system was designed and simulated that is triggered when the UAV approaches the boundary of the specified operation area to enable the operation supervisor to perform safety procedures in response to mitigate potential risks.
Quo Vadis Pengaturan Mekanisme Slot Time Penerbangan Wicaksono, Dian Agung; Mulyani, Cora Kristin
WARTA ARDHIA Vol 50, No 1 (2024)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v50i1.557.16-25

Abstract

On time performance merupakan salah satu hal esensial dalam dunia penerbangan. Maskapai yang tidak mencapai on time perfomance berimplikasi pada tidak terpenuhinya implementasi slot time yang telah terdistribusi. Hal ini tentu berdampak pada pelayanan maskapai dan bandar udara kepada masyarakat pengguna jasa maskapai tersebut. Lebih jauh, hal ini bahkan dapat memengaruhi masyarakat pengguna bandar udara dari maskapai lainnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaturan slot time dalam perspektif hukum untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas pemenuhan slot time dan mekanisme pemberian sanksinya. Metode yang digunakan adalah kajian dokumen hukum terkait aturan slot time penerbangan serta analisis peran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam penerbitan Persetujuan Pelayanan Rencana Penerbangan (PPRP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi slot time dari Pengelola Slot Time belum memiliki kekuatan hukum tetap hingga PPRP diterbitkan. Dokumen PPRP dikategorikan sebagai Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) yang menjadi dasar legal pelaksanaan penerbangan. Kesimpulannya, tanggung jawab atas penerbitan dan pencabutan PPRP serta pemberian sanksi administratif berada pada Direktur Jenderal Perhubungan Udara, dengan pengawasan yang dilakukan oleh pihak berwenang terkait.
Optimasi Kinerja Sistem Sisi Udara dengan Pendekatan Pemodelan Sistem Dinamis Rachmansyah, Iqbal; Nahdalina, Nahdalina
WARTA ARDHIA Vol 50, No 1 (2024)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v50i1.558.26-40

Abstract

Peningkatan pergerakan pesawat yang tidak stabil dengan kapasitas landasan pacu (runway) yang tetap dapat memicu ketidakseimbangan antara pergerakan dan kapasitas, yang berdampak pada penurunan kinerja sistem sisi udara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja historis dan proyeksi sistem sisi udara di Bandara Soekarno-Hatta serta menganalisis dampak penerapan skenario optimasi menggunakan pemodelan sistem dinamis. Model ini telah divalidasi dengan margin error rata-rata kurang dari 5% pada variabel DP, DAC, GDP, dan POP. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario optimasi 1, 2, dan 3 mampu menurunkan rata-rata utilisasi runway masing-masing sebesar 21,7%, 14,0%, dan 32,6%, serta mengurangi biaya tundaan tahunan sebesar 66,8%, 34,1%, dan 72,8% pada periode 2020–2030. Meskipun skenario 3 menghasilkan penurunan terbaik, skenario 1 direkomendasikan karena memberikan pengaruh yang signifikan dengan perbedaan hasil yang tidak terlalu besar dibandingkan skenario 3.
Analisis SWOT Potensi Pengembangan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Menuju Bandar Udara Internasional Aprizon, Windra; Sefrus, Tri; Pujiastuti, Elly Tri
WARTA ARDHIA Vol 50, No 1 (2024)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v50i1.525.41-46

Abstract

Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu menunjukkan peningkatan jumlah penumpang setelah pandemi, dari 26.984 penumpang pada tahun 2022 menjadi 30.250 penumpang pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan bandara agar dapat menjadi bandara internasional guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT dengan memisahkan data Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS). Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, studi literatur, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi relatif bandara berada pada koordinat (0,54 ; 0,1), yang menempatkannya di kuadran I. Strategi yang disarankan adalah memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang melalui penerapan kebijakan agresif yang berorientasi pada pertumbuhan (growth). Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan mempercepat pengembangan bandara menjadi bandara internasional.
Pengaruh Beban Kerja, Disiplin Kerja, dan Kompensasi Kerja Terhadap Kinerja Helicopter Landing Officer Meianto, Subangkit; Simarmata, Juliater; Tatiana, Yana
WARTA ARDHIA Vol 50, No 1 (2024)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v50i1.549.7-15

Abstract

Helikopter merupakan sarana penting dalam transportasi pekerja di lepas pantai. Salah satu petugas yang terkait dengan helikopter ini adalah helicopter landing officer (HLO) yang bertugas mengarahkan helikopter saat lepas landas dan mendarat. Petugas HLO di PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) biasanya juga mempunyai tugas lain misalnya sebagai operator crane, petugas pemadam kebakaran, dan sebagainya sehingga beban kerjanya perlu untuk senantiasa dipantau agar tetap dapat menjalankan tugas HLO dengan baik. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, disiplin kerja, dan kompensasi kerja terhadap kinerja personel helicopter landing officer pada heliport PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan sampling jenuh sebanyak 65 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sementara analisis data menggunakan metode statistik inferensial untuk menguji hubungan antarvariabel dan efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sementara beban kerja tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja. Namun, kompensasi ditemukan memediasi sebagian hubungan antara beban kerja dan kinerja. Sebaliknya, tidak ditemukan pengaruh mediasi kompensasi pada hubungan antara disiplin kerja dan kinerja. Hubungan antara disiplin kerja, beban kerja, dan kompensasi juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dengan menyarankan perusahaan untuk memperhatikan beban kerja dan kompensasi guna meningkatkan kinerja HLO. Selain itu, hasil ini dapat menjadi referensi bagi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam menyusun kebijakan yang lebih komprehensif terkait pengelolaan personel HLO di Indonesia.
Dampak Struktur Modal terhadap EBIT-EPS Perusahaan Bandara di Indonesia dan Jepang: Angkasa Pura II (Persero) dan Japan Airport Terminal Co. Ltd. Permadi, Krisdhita Ngudi; Fadli, Rifai; Satriyo, Satriyo
WARTA ARDHIA Vol 50, No 1 (2024)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v50i1.555.1-6

Abstract

Angkasa Pura II adalah perusahaan publik yang memiliki 100% saham dari pemerintah, sementara Japan Airport Terminal Co. adalah perusahaan swasta yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Jepang setelah Penawaran Saham Perdana (IPO). Analisis dilakukan dengan menghitung EBIT-EPS, yang menunjukkan hasil bahwa struktur modal harus dipilih untuk menghasilkan EPS yang lebih tinggi. Rasio utang-ekuitas perusahaan sangat tinggi, menunjukkan bahwa jumlah utang dalam struktur modal menunjukkan beban utang. Hal ini tidak baik untuk kekayaan pemilik dan mengakibatkan posisi likuiditas yang rendah. Ini mengurangi dana dan kepercayaan pemilik karena risiko pemegang saham meningkat dengan adanya peningkatan pinjaman, juga mengakibatkan nilai perusahaan dapat menurun. Hasil analisis menunjukkan, meskipun rasio utang baik, Angkasa Pura II (Persero) maupun Japan Airport Terminal Co. tidak menerbitkan saham tambahan. Ini merupakan keputusan yang tepat karena EBIT selama periode tersebut lebih tinggi daripada EBIT EPS sehingga perusahaan seharusnya memilih Utang untuk struktur modalnya.
Analisis Perkiraan Umur Struktur Center Wing Box pada Pesawat Hercules C-130H Akibat Beban Lelah Aziz, Ali; Jusuf, Annisa; Rahardjo, Bambang; Putra, Ichsan Setya; Setiawan, Hery; Sugiono, Achmad
WARTA ARDHIA Vol. 48 No. 1 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i1.442.43-52

Abstract

Failure of aircraft structural components has fatal consequences, namely the plane crash and will cause loss of life. There are many types of failures in aircraft structures, one of which is fatigue failure, which is often the leading cause of aircraft structural failures. Therefore, this study will determine the age of the center wing box (CWB) structure on the Hercules C-130H aircraft for the case of multiple-site damage crack propagation in the lower skin when experiencing fatigue loads. This research will be divided into four stages of analysis. The first stage is to determine the aerodynamic load received by the wing. Then followed by the second stage is to determine the stress distribution on the CWB structure using finite element analysis. Next, the third stage, namely making a stress spectrum based on the aircraft's flight history and analyzing crack propagation in the fourth stage. The analysis found that the maximum age of the CWB structure was 27,065 flight times or 50,070 flight hours. The age of the structure as a result of this analysis is of higher value than the statement by the aircraft manufacturing company, which is 40,000 flight hours.Kegagalan komponen struktur pesawat terbang memiliki konsekuensi yang sangat fatal, yakni kecelakaan pesawat tersebut dan akan menyebabkan hilangnya nyawa. Banyak jenis kegagalan pada struktur pesawat yang mempengaruhi keselamatan transportasi udara, salah satunya adalah kegagalan lelah (fatigue), yang seringkali merupakan penyebab utama terjadinya kegagalan struktur pesawat. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan penentuan umur dari struktur center wing box (CWB) pada pesawat Hercules C-130H untuk kasus perambatan retak jenis multiple-site damage di skin bawah ketika mengalami beban lelah. Penelitian ini akan terbagi menjadi empat tahap analisis. Tahap pertama adalah menentukan beban aerodinamik yang diterima sayap, kemudian tahap kedua menentukan distribusi tegangan pada struktur CWB menggunakan analisis elemen hingga. Dilanjutkan dengan tahap ketiga yaitu membuat stress spectrum berdasarkan riwayat penerbangan pesawat, dan yang terakhir pada tahap keempat adalah melakukan analisis perambatan retak. Setelah melakukan analisis didapatkan bahwa umur maksimal struktur CWB adalah 27.065 kali terbang atau 50.070 jam terbang. Umur struktur hasil analisis ini bernilai lebih besar jika dibandingkan dengan pernyataan perusahaan manufaktur pesawat terbang tersebut yaitu sebesar 40.000 jam terbang.
Analisis Topologi Jaringan Penerbangan Indonesia Menurut PM 88 Tahun 2013 Sembiring, Javensius; Fathurrohim, Luqman; Mulyanto, Taufiq; Yarlina, Lita; Widadi, Novyanto
WARTA ARDHIA Vol. 48 No. 1 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i1.445.15-24

Abstract

Penelitian ini memodelkan jaringan penerbangan domestik yang diatur dalam PM 88 Tahun 2013 dari sisi topologinya. Analisis topologi dilakukan baik dari sisi sistem jaringan sebagai satu jaringan yang terintegrasi dan analisis dari sisi peran bandara yang secara signifikan berpengaruh terhadap jaringan. Berdasarkan analisis jaringan sebagai sistem yang terintegrasi diperoleh bahwa satu bandara terkoneksi rata-rata dengan 7 bandara lainnya, rute terjauh dapat dijangkau dengan 6 kali penerbangan, jaringan mengikuti distribusi power-law, dua bandara rata-rata dapat ditempuh dengan 3 kali penerbangan. Sedangkan dari sisi peran bandara diperoleh bahwa bandara CGK, SUB, UPG, AMQ, MDC, DPS, BPN, dan KNO memiliki kontribusi yang sangat penting bagi jaringan domestik berjadwal seperti yang diatur dalam PM 88 Tahun 2013. Kontribusi per bandara ini dikuantifikasi melalui metrik seperti degree of centrality, betweenness centrality, eigenvector centrality, dan page rank.
An Analysis on Serious Incidents and Accidents in Aviation Using Shell Model Aswia, Pangsa Rizkina; Lestary, Dwi; Masykur, Firdaus; Putra, Gilang Trio
WARTA ARDHIA Vol. 48 No. 1 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i1.456.35-42

Abstract

A thorough investigation must be conducted in every aviation incident or accident to find the root cause so that recommendations can be drawn to prevent the same incident or accident from occurring again. This research is a descriptive analysis with quantitative methods. Data were collected from the final reports released by the KNKT from 2015 until 2019. The main causes were grouped using the SHELL Model analysis. The results showed that the most prevalent cause of aviation incidents/accidents in Indonesia was the mismatch between liveware-liveware of which the percentage reached 64%. Furthermore, this mismatch was caused by lack of supervision from management as many as 17 events or 74%; 5 events or 22% were caused by unavailability of rules; and lack of coordination with as many as 1 event or 4%. Within 17 events caused by lack of supervision from management, there were 3 phases of which the events occurred namely the landing phase comprising 59% or 10 events, the cruising phase comprising 18% or 3 events, and the approaching phase consisting of 24% or 4 events. Accidents and serious incidents may occur if latent causes such as lack of supervision from management, unavailability of rules and lack of coordination are not mitigated.
Pengaruh Pengalaman dan Pemilihan Bandara terhadap Airport Leakage di Bandar BIJB Kertajati Suryosagoro, Sabuaji Brastowo; Kaltum, Umi; Chaerudin, Iman
WARTA ARDHIA Vol. 48 No. 1 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i1.457.25-34

Abstract

Penataan rute antara Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung dengan Bandara BIJB Kertajati tidak langsung berdampak pada peningkatan penumpang Bandara BIJB Kertajati. Salah satu penyebabnya diduga adanya pemilihan bandara oleh penumpang angkutan udara khususnya wilayah Bandung Raya. Penumpang angkutan udara Jawa Barat khususnya wilayan Bandung Raya lebih memilih Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung dengan memanfaatkan rute – rute yang tersedia, diduga menjadi salah satu penyebab turunnya jumlah pergerakan penumpang di Bandara BIJB pasca penataan rute. Kondisi transportasi darat yang membutuhkan waktu 3 – 4 jam dari Bandung untuk menuju Bandara BIJB Kertajati menyebabkan pengguna angkutan udara harus berangkat jauh lebih awal untuk terbang melalui Bandara BIJB Kertajati. Di sisi lain, dengan waktu tempuh dan jarak yang hampir sama, penumpang angkutan udara dapat mengakses Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta Tangerang yangmenawarkan berbagai kelebihan. Fenomena airport leakage ini diduga juga menjadi penyebab tidak belum meningkatnya pergerakan penumpang di Bandara BIJB Kertajati. Penelitian ini menggunakan metode survey explanatory. Pendekatan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan SmartPLS versi 3.3.2 sebagai sarana pengolahan data. Hasil pengolahan data mengungkapkan bahwa Pengalaman Penumpang berpengaruh signifikan terhadap Pemilihan Bandara di Bandara BIJB Kertajati, Pemilihan Bandara berpengaruh signifikan terhadap Airport Leakage di Bandara BIJB Kertajati, Pengalaman Penumpang tidak berpengaruh signifikan terhadap Airport Leakage di Bandara BIJB Kertajati, dan Pengalaman Penumpang berpengaruh signifikan terhadap Airport Leakage melalui Pemilihan Bandara di Bandara BIJB Kertajati.