cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Airline Service Delays And The Impact On Customer Perceptions, Switching Intentions And Negative Word Of Mouth Juliater Simarmata; Ridho Bramulya Ikhsan; Hartiwi Prabowo; Yuniarty Yuniarty; Dewulf Wouter
WARTA ARDHIA Vol 48, No 2 (2022)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i2.483.1-11

Abstract

This research examines the influence of service delay on negative emotions and its result on switching plans and negative word of mouth as customer behavior. The survey was conducted on customers who have undergone delays in LCC airlines in Indonesia. The respondents' total number was 383, and the questionnaire responses were analyzed using SEM and mediation testing. As a result, this study accepts all the hypotheses that service delay affects anger and worry, and its impact on switching intention behavior and negative word of mouth. This research provides insight into how airlines can manage and improve their service policies to minimize service delays.
Analisis Variasi Diurnal Gaya Angkat Pesawat di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Tahun 2020 Musyaffa, Faqih; Saputra, Agung Hari; Hariadi, Hariadi; Sagita, Novvria
WARTA ARDHIA Vol 49, No 2 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i2.515.96-101

Abstract

Informasi meteorologi diperlukan operator penerbangan untuk mendukung pesawat saat penerbangan, lepas landas, dan mendarat di landasan pacu. Operator penerbangan perlu memahami variasi unsur cuaca permukaan diurnal meliputi suhu udara permukaan, tekanan udara permukaan, dan gaya angkat pesawat untuk mendukung aktivitas penerbangan. Penelitian ini menganalisis variasi diurnal gaya angkat pesawat di Bandar Udara Internasional Yogyakarta selama periode bulan Januari-Desember tahun 2020. Pengolahan data pengamatan AWOS dilakukan secara statistik dengan perhitungan analisis bivariat secara deskriptif. Airbus A320 merupakan pesawat yang dipilih untuk menghitung gaya angkat pesawat di landasan pacu 11 dan 29. Suhu udara tertinggi sekitar 29,7°C terjadi pada pukul 06.00 UTC dan terendah sekitar 24,5°C pada pukul 23.00 UTC. Tekanan udara permukaan tertinggi sekitar 1.010,8 hPa terjadi pada pukul 02.00 UTC dan terendah sekitar 1.007,2 hPa pada pukul 09.00 UTC. Gaya angkat pesawat tertinggi sekitar 12.853 N terjadi pada pukul 23.00 UTC dan terendah sekitar 10.527 N pada pukul 06.00 UTC. Kondisi dan waktu terbaik untuk melakukan pendaratan dan lepas landas pada pukul 13.00-23.00 UTC saat terjadi gaya angkat maksimum.
Studi Literatur Evaluasi Kualitas Pelayanan Angkutan Umum oleh Pengguna Mulyono, Tri
WARTA ARDHIA Vol 49, No 1 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i1.546.1-13

Abstract

Sistem transportasi umum yang baik untuk transportasi penumpang terbukti menjadi katalisator dalam mengubah kota menjadi lebih layak huni dan berkelanjutan. Merancang sistem angkutan umum yang berorientasi pada pelanggan sesuai dengan permintaan pelanggan membutuhkan pengetahuan tentang kebutuhan pelanggan dan apa yang disediakan oleh penyedia layanan angkutan umum. Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi yang memengaruhi pengukuran peningkatan kualitas layanan dari perspektif pengguna dengan menggunakan metode pencarian literatur dari internet, buku, artikel jurnal dan standar terkait untuk mengidentifikasi kualitas layanan. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelusuran literatur menunjukkan bahwa banyak peneliti di dunia telah mengembangkan pengukuran kualitas layanan berdasarkan teori SERVQUAL persepsi pelanggan, yaitu (1) keandalan, (2) daya tanggap, (3) jaminan, (4) bukti langsung, dan (5) empati. Berdasarkan lima dimensi, peneliti menyatakan kualitas pelayanan angkutan umum angkutan penumpang sektor transportasi dengan menambahkan dimensi secara terpisah meliputi (6) biaya, (7) kebijakan, (8) budaya, dan (9) dampak lingkungan. Dimensi ini digunakan sebagai variabel independen dalam hal persepsi pengguna yang akan membangun ukuran kinerja yang ditawarkan oleh penyedia layanan sebagai variabel dependen untuk analisis regresi. Analisis dengan pendekatan model yang berbeda dapat digunakan dengan mengacu pada atribut-atribut yang membentuk dimensi kualitas pelayanan angkutan umum untuk angkutan penumpang.
Pemilihan Moda Transportasi Umum dan Transportasi Online di Kabupaten Kupang Rizal, Andi Hidayat; Bani, Thymoty Patrick; Sina, Dantje A. T.; Kumalawati, Andi
WARTA ARDHIA Vol 49, No 2 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i2.548.60-68

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat mengakibatkan terjadinya pergeseran penggunaan transportasi umum konvensional menjadi sistem online. Wilayah Kecamatan Kupang Tengah memiliki populasi yang tinggi dan umumnya bekerja dalam bidang pekerjaan kantoran, perdagangan, dan pendidikan ke Kota Kupang. Hal tersebut mengakibatkan tingkat kemacetan meningkat karena ketersediaan rute yang dilalui transportasi umum sangat terbatas dan jumlah kendaraan pribadi yang melalui jalur tersebut juga cukup tinggi. Hal ini juga menjadikan transportasi umum online menjadi alternatif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kriteria oleh masyarakat Kecamatan Kupang Tengah yang menjadi prioritas saat melakukan perjalanan dalam menggunakan transportasi umum; (2) mengetahui persentase pemilihan moda transportasi umum antara transportasi umum dan transportasi online dari setiap kriteria di Kecamatan Kupang Tengah; dan (3) mengetahui perbandingan prioritas dalam pemilihan transportasi umum dan transportasi online. Metode penelitian dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process, di mana pertimbangan kriteria yang diukur antara lain: Biaya, Keamanan, Kenyamanan, Waktu Tempuh, dan Ketersediaan. Analisis data diperoleh dengan cara memberikan kuesioner  kepada masyarakat yang berpotensi menggunakan transportasi umum, lalu data tersebut diolah dengan bantuan software Ms. Excel. Hasil yang dicapai dari penelitian: (1)  Kriteria prioritas oleh masyarakat Kecamatan Kupang Tengah dalam melakukan perjalanan meliputi keamanan, ketersediaan, kenyamanan, waktu tempuh, dan biaya; (2) Alternatif transportasi umum yang menjadi prioritas antara lain: kriteria biaya yang menjadi prioritas adalah transportasi umum, kriteria keamanan yang menjadi prioritas adalah transportasi online, kriteria kenyamanan yang menjadi prioritas adalah transportasi online, kriteria waktu tempuh yang menjadi prioritas adalah transportasi online, dan kriteria ketersediaan yang menjadi prioritas adalah transportasi online; (3) Persentase perbandingan pemilihan moda transportasi umum dan transportasi online di Kecamatan Kupang Tengah adalah 1:4; dan transportasi online lebih diprioritaskan dibandingkan dengan transportasi umum pada masyarakat Kecamatan Kupang Tengah.
Pengaruh Safety Briefing terhadap Kualitas Pelayanan Penerbangan dan Kinerja ATC di Perum LPPNPI Cabang Medan Lestary, Dwi; Tobing, Samuel Parohontua L.; Handayantri, Dhiayu; Aswia, Pangsa Rizkina; Widadi, Novyanto
WARTA ARDHIA Vol 49, No 1 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i1.502.14-27

Abstract

Keselamatan penerbangan merupakan faktor utama setiap operasi penerbangan. Air Traffic Controler (ATC) sebagai pelaksana berperan dalam pencegahan agar pesawat udara tidak terlalu dekat satu dengan yang lainnya. Peran tersebut sangat besar dalam mencapai tujuan keselamatan penerbangan. Koordinasi yang baik antarpetugas agar tidak terjadi gangguan saat penerbangan juga menciptakan keselamatan penerbangan. Koordinasi dan pertukaran informasi antarpetugas pelayanan lalu lintas penerbangan dilaksanakan dengan melakukan safety briefing sebelum pelaksanaan pelayanan lalu lintas penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh safety briefing terhadap kualitas pelayanan penerbangan dan kinerja ATC. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah daftar pertanyaan atau kuesioner. Populasi dan sampel penelitian yaitu ATC Perum LPPNPI Cabang Medan yang berjumlah 36 sampel. Berdasarkan analisis data penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan safety briefing saat ini memiliki pengaruh pada kualitas pelayanan penerbangan dan kinerja ATC di Perum LPPNPI Cabang Medan sehingga setiap cabang Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) membutuhkan penyesuaian operasi terkait pelaksanaan safety briefing yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan penerbangan dan kinerja setiap personel ATC.
Korelasi Indeks Massa Tubuh dan Beban Kerja terhadap Muskuloskeletal Disorders pada Operator Ground Handling wardani, ivana; Pasa, Inda Tri
WARTA ARDHIA Vol 49, No 2 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i2.518.69-76

Abstract

Penyakit muskuloskeletal merupakan penyakit yang umum terjadi pada pekerja yang diharuskan untuk mengangkat dan membawa beban berat yang menuntut kekuatan fisik. Pekerja tersebut memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan muskuloskeletal. Gejalanya muncul pada otot punggung, saraf, persendian, atau tulang akibat postur kerja yang kurang proporsional. Semakin berat beban kerja maka semakin besar kemungkinan terjadinya gangguan muskuloskeletal. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), beban kerja, dan keluhan Musculoskeletal disorder (MSDs) pada operator ground handling di Bandara Internasional Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan teknik cross-sectional yang melibatkan 24 responden. Keluhan MSDs diukur menggunakan pengukuran REBA. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan mengunakan uji Chi-square untuk mengukur hubungan antara BMI, beban kerja, dan keluhan MSDs. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT (p = 0,003) dan beban kerja (p = 0,024) dengan keluhan MSDs. Oleh karena itu, operator ground handling perlu mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari terjadinya gangguan muskuloskeletal.
Evaluasi Pertukaran Informasi pada Simulasi Dampak Abu Vulkanik Terhadap Operasi Penerbangan di Indonesia Setyawan, Fani; Edralin, Rajasain
WARTA ARDHIA Vol 49, No 1 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i1.511.28-37

Abstract

Dokumen ICAO 9766 tentang Handbook on the International Airways Volcano Watch (IAVW) menyebutkan bahwa diperlukan suatu exercise atau simulasi di setiap wilayah regional International Civil Aviation Organization (ICAO) agar dapat menjadi sarana latihan respons antar pemangku kepentingan penerbangan jika terdapat erupsi gunung berapi yang mengakibatkan adanya sebaran abu vulkanik di ruang udara. Pelaksanaan Volcanic Ash Exercise (Volcex) yang telah dilakukan Indonesia, masih perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui alur informasi yang diberlakukan telah sesuai standar internasional yang ditetapkan. Tujuan penulisan ini adalah untuk membandingkan penerapan prosedur penanganan abu vulkanik di Indonesia dengan standar internasional yang ditetapkan oleh ICAO. Sehingga akan diketahui hal apa saja yang masih perlu dilakukan perbaikan serta penggunaan sistem komunikasi yang efektif dalam pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan melakukan observasi secara langsung pada kegiatan Volcanic Ash Exercise (Volcex) 22/01. Kegiatan Volcex 22/01 yang melibatkan Indonesia dan Sri Lanka, mensimulasikan letusan gunung Sorikmarapi yang berada di Sumetera Utara, menyebabkan sebaran abu vulkanik hingga memasuki wilayah FIR Colombo dan mengganggu aktivitas penerbangan. Seluruh unit yang terlibat, memberikan data dan informasi terkait abu vulkanik, baik yang berada di ruang udara maupun di daratan. Hasil dari kegiatan simulasi tersebut menunjukkan adanya alur informasi yang diterbitkan oleh masing-masing pihak terkait telah sesuai dengan standar internasional, sehingga perubahan rencana operasi penerbangan berjalan dengan lancar. Pertukaran informasi abu vulkanik tersebut  dilakukan menggunakan sistem I-Wish, dan mampu mendemonstrasikan pengambilan keputusan penutupan suatu bandara akibat adanya abu vulkanik melalui proses Collaborative Decision Making (CDM) yang melibatkan berbagai stakeholder penerbangan.
Studi Kebutuhan Pengembangan Fasilitas di Bandar Udara Trunojoyo Bethary, Rindu Twidi; Intari, Dwi Esti; Arindito, Muhammad Rafie
WARTA ARDHIA Vol 49, No 2 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i2.519.77-86

Abstract

Kabupaten Sumenep sebagai salah satu kota dengan banyak potensi wisata memerlukan bandara dengan tingkat kenyamanan yang baik. Untuk itu, perlu dilakukan analisis terkait pengembangan fasilitas Bandar Udara Trunojoyo yang berada di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pergerakan penumpang, kondisi eksisting dari bandar udara tersebut, dan upaya pengembangan fasilitas bandar udara yang mendukung kenyamanan dan keamanan di Bandar Udara Trunojoyo-Sumenep dengan menggunakan pedoman SNI 03-7046-2004 dan Federation Aviation Administration (FAA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas sisi darat dari Bandar Udara Trunojoyo masih memenuhi standar perhitungan analisis dari metode yang digunakan, sedangkan untuk fasilitas sisi memerlukan pengembangan di beberapa bagiannya yaitu 1.227 m untuk panjang landas-pacu (runway) dari 1.600 m dan 15 m untuk lebarnya dari 30 m, 8 m untuk lebar landas-hubung (taxiway) dari 15 m, serta 17 m untuk lebar landas-parkir (apron) dari 75 m. Pengembangan tersebut dapat memenuhi standar fasilitas yang sesuai dan dapat menunjang perkembangan Kabupaten Sumenep.
Optimalisasi Jalur Lintasan Pendaratan Berbasis Required Navigation Procedures (RNP) menggunakan Metode Simulasi Studi Kasus Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung sonhaji, Imam; Machmiyana, Ichyu; Jatmoko, Djoko
WARTA ARDHIA Vol 49, No 1 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i1.513.38-47

Abstract

ICAO merekomendasikan untuk program pencapaian capacity and efficiency dilakukan melalui model penerapan Performance Based Navigation (PBN), dengan fleksibelitas rute terbang saat ini belum tergambar pola terbang yang mendapatkan jarak terbang yang lebih pendek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model terbang dalam rangka optimalisasi jarak tempuh terbang pesawat yang menggunakan instrument approach procedure berbasis RNP approach. Penelitian menggunakan Metodologi kuantitatif dengan model penelitian eksperimen (Pre experimental one-shot case study. Hasilnya adalah pola terbang pada lintasan melengkung (arc segment) dengan penerapan kecepatan minimal mulai Initial Approach Fix (IAF) sebesar (V=210 knot) ini menghasilkan efisiensi jarak terbang sebesar 8 % serta penghematan bahan bakar sebesar 1.5 % dibandingkan dengan current procedure. Penerapan prosedur penerbangan berbasis RNP Approach (RNP Arc) sangat sesuai pada daerah dengan kontur pegunungan.
Optimization of Double Hole Composite Plate on the Floater Compartment of Amphibious Aircraft Using Taguchi Method Nurrohmad, Abian; Antares, Quincy; Nuranto, Awang Rahmadi; Nugroho, Afid
WARTA ARDHIA Vol 49, No 2 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i2.520.87-95

Abstract

A floater or pontoon is one of the most important components of amphibious aircraft to assist the take-off and landing operation. The inner structure of the floater consists of compartments to carry some payload and to reinforce the structural strength due to water and aerodynamic load that occurred during the aircraft operation. The composite material is chosen instead of metal to reduce the weight of the floater. One of the problems on the composite panel is the existence of some holes due to joint with another part or also to minimize its weight. In this study, the optimization of the composite plate with the existence of a double hole is done using the Taguchi Method. The objective of this optimization is to minimize the stress that happens due to the tensile load. The Finite Element Method is used to calculate the maximum stress and stress distribution on the plate. Tsai-Hill failure criterion is used to make sure that the optimum design does not fail. This optimization considers open hole configuration, the ratio between diameter, and hole distance, as well as the fiber orientation as the control factors. The Taguchi L9 Orthogonal Array is used to make 9 design variations from 3 control factors and 3 levels. This process also considers the thickness of the lamina and material strength as noise factors. The optimization process results in the optimum composite design as follows: 1st double hole configuration (in line with the load direction), the ratio between diameter and hole distance is 0.5, and the fiber direction is [0/90/45/-45]s. The maximum in-plane stress of the optimum design is 39.56 MPa with the Tsai-Hill value is 0.23, so the design does not fail. This optimum configuration of the composite plate can be used to make design considerations for an amphibious aircraft floater compartment.