cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
Mohammad Fauziddin
Phone
+6282285580676
Journal Mail Official
jurnalobsesi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai Nomor 23 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 23561327     EISSN : 25498959     DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi
Core Subject : Education,
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 2,923 Documents
Percent Consonants Correct and Vowels Correct as Predictors of Word-Level Intelligibility in Children: Evidence from 394 Indonesian-Speaking Children Jumiarti Jumiarti; Rexsy Taruna; Stella Rosalina Phandinata
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8447

Abstract

Speech intelligibility is a key indicator of children’s communicative competence, yet evidence regarding its phonological predictors in Indonesian-speaking children remains limited. This study investigated the extent to which consonant and vowel accuracy predict word-level intelligibility in Indonesian children. A total of 394 typically developing Indonesian children aged 3-6 years participated. Speech production measures included Percent Consonants Correct (PCC), Percent Vowels Correct (PVC), and word-level intelligibility scores. Statistical analyses comprised descriptive statistics, Mann-Whitney U tests for gender comparisons, Spearman correlations controlling for age, and linear regression. Mean scores were 85.25 (PCC), 87.56 (PVC), and 80.04 (intelligibility). Girls outperformed boys across all three measures. Strong correlations were found between PCC, PVC, and intelligibility, with PCC demonstrating the strongest association. Regression analysis indicated that PCC and PVC together explained 75.8% of the variance in intelligibility, with PCC emerging as the dominant predictor. Consonant accuracy is the primary determinant of intelligibility, although vowel accuracy provides additional predictive value. These findings align with cross-linguistic literature and contribute empirical reference data for Indonesian children, highlighting implications for assessment and intervention in speech-language pathology..
Perilaku Menunggu Orang Tua di Sekolah: Hambatan terhadap Perkembangan Kemandirian Anak Usia Prasekolah Ai Hesti Nurlina; Asep Kurnia Jayadinata; Ihsan Abdul Patah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8451

Abstract

Kemandirian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah. Namun, perilaku orang tua yang menunggu anak di sekolah diduga mempengaruhi perkembangan kemandirian anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku menunggu orang tua di sekolah terhadap perkembangan kemandirian anak usia prasekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal pada 17 anak kelompok B dan orang tuanya. Data dikumpulkan melalui angket perilaku menunggu orang tua dan lembar observasi kemandirian anak, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menunggu orang tua memiliki skor rata-rata 33,71 dari skor maksimum 48, sedangkan kemandirian anak memiliki skor rata-rata 33,29 dari skor maksimum 40. Analisis regresi menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemandirian anak (β = -0,879; p = 0,001) dengan koefisien determinasi sebesar 56,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas orang tua menunggu anak di sekolah, semakin rendah tingkat kemandirian anak, sehingga diperlukan pola pendampingan yang lebih proporsional.
Strategi Pengasuhan Ayah Tunggal dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini: Studi Kasus pada Anak Usia 5–6 Tahun Nurhelina Risma Sari; Pepi Nuroniah; Deri Hendriawan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8453

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis peran ayah sebagai orang tua tunggal dalam membentuk kemandirian anak usia dini pada fase perkembangan usia 5–6 tahun. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif melalui rancangan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini melibatkan tiga ayah tunggal yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dan disusun melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Penelitian mengungkapkan bahwa ayah tunggal menjalankan peran ganda secara bersamaan, yakni sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh utama. Selain menjalankan peran ganda tersebut, ayah tunggal juga berfungsi sebagai motivator, fasilitator, serta pembimbing dalam proses pembentukan kemandirian anak secara aktif. Pola asuh yang paling banyak diterapkan yaitu pola asuh demokratis. Kemandirian anak berkembang melalui pembiasaan, pemberian kesempatan untuk berlatih secara mandiri, serta keteladanan dalam aktivitas sehari-hari. Faktor pendukung dalam proses pengasuhan berasal dari dukungan keluarga, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kondisi ekonomi, dan tuntutan peran ganda yang diemban ayah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa partisipasi aktif ayah berperan signifikan dalam membentuk kemandirian anak usia dini.
Board Game Edukatif Berbasis Berpikir Logis untuk Anak Usia 5-6 Tahun Rena Susilawati; Nelva Rolina; Prayitno Prayitno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8457

Abstract

Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu distimulasi melalui kegiatan belajar yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan board game berbasis berpikir logis untuk anak usia 5–6 tahun serta menguji kelayakan dan efektivitas penggunaannya dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 19 anak kelompok B pada lembaga pendidikan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa board game yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan sebagai media pembelajaran dan mampu menstimulasi kemampuan berpikir logis anak pada aspek klasifikasi, pengurutan, pengenalan pola, dan pemahaman hubungan sebab-akibat. Temuan ini menunjukkan bahwa board game edukatif berbasis berpikir logis dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini serta berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran berbasis permainan di pendidikan anak usia dini.
Pembelajaran Berbasis Game Digital Menggunakan Wordwall untuk meningkatkan kemampuan Logis Matematis pada Anak Usia 5-6 tahun Dia Ramadani; Siti Farida
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8471

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Wordwall dalam meningkatkan kemampuan logis matematis anak usia 5–6 tahun pada Kelompok B TK Al-Ikhlas. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan logis matematis anak yang masih berada pada kategori Belum Berkembang akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif. Subjek penelitian berjumlah 27 anak. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall efektif dalam meningkatkan kemampuan logis matematis anak, khususnya pada kemampuan mengenal lambang bilangan, menghitung benda, dan menyusun urutan angka. Pada akhir siklus II, sebanyak 93% anak mencapai kriteria perkembangan yang diharapkan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa media Wordwall dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini, khususnya pada aspek logis matematis.
Pengembangan Buku Cerita Bergambar sebagai Media Edukasi Kesiapsiagaan Gempa Bumi bagi Anak Usia 5-6 Tahun Aulia Nurhasanah; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8482

Abstract

Anak usia dini merupakan kelompok rentan terhadap bencana gempa bumi, sehingga dibutuhkannya lebih banyak media edukasi mitigasi yang memadai. Secara spesifik, belum adanya media yang mengintegrasikan tiga siklus mitigasi secara menyeluruh dalam satu produk cetak yang dilengkapi komponen pedagogis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji validitas serta praktikalitas buku cerita bergambar "Aku Siap Saat Gempa" sebagai media edukasi mitigasi gempa bumi untuk anak usia 5-6 tahun. Metode Design and Development (D&D) Tipe 1 diterapkan melalui model ADDIE yang dibatasi pada empat tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi formatif. Pengembangan buku didasarkan pada kebutuhan yang ditelaah melalui kajian literatur dan didukung oleh penggunaan sumber rujukan resmi dan tersistematis. Validitas media dinilai oleh satu orang ahli validator materi dan satu orang ahli validator media dengan menggunakan lembar instrumen validasi, serta lima orang guru di TK ABA 2 Kota Serang sebagai responden uji praktikalitas. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase 100% dan ahli media 93,7%, keduanya berkategori sangat valid. Uji respons guru memperoleh rata-rata 85% dengan kategori sangat praktis. Buku cerita bergambar "Aku Siap Saat Gempa" dinyatakan valid dan praktis sebagai media edukasi mitigasi gempa bumi yang kontekstual bagi anak usia 5–6 tahun. Produk ini berimplikasi pada pentingnya penyediaan media pembelajaran berbasis literasi bencana yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini sebagai upaya sistematis penguatan kesiapsiagaan sejak dini di satuan PAUD.
Pendekatan STEAM melalui Eksperimen Sederhana dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif dan Sosial-Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Siska Ramadani; Renistiara Medilianasari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8488

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perndekatan STEAM melalui eksperimen sederhana dalam mengembangkan kemampuan kognitif dan sosial-emosional anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di KB-TK Aisyiyah Pembina Salatiga dengan tiga partisipan, yaitu kepala ssekolah, guru kelompok B1, dan guru kelompok B2 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nopartisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi triangulasi sumber. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan STEAM diimplementasikan melalui berbagai kegiatan eksperimen sederhana yang mengintegrasikan unsur science, technology, engineering, art, dan mathematics dalam pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan adanya perkembangan kemampuan kognitif anak berupa rasa ingin tahu, berpikir kritis, pemahaman sebah-akibat, dan pemecahan masalah sederhana. Selain itu, perkembangan sosial-emosional terlihat melalui kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, bertanggung jawab, dan mengelola emosi selama kegiatan berkelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eksperimen sederhana menjadi strategi yang mampu mendukung dalam implementasi STEAM untuk mendukung perkembangan kognitif dan sosial-emosional anak usia dini.
Tari Krincing Nogiren Pelangi untuk Menstimulasi Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Siti Julaikah; Dian Kristiana; Nurtina Irsad Rusdiani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8568

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menghasilkan pengembangan Tari Krincing Nogiren Pelangi sebagai alternatif media pembelajaran yang dapat mendukung stimulasi kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model ADDIE yang mencakup tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian melibatkan anak kelompok B usia 5-6 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta validasi oleh ahli. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk mengolah skor validasi ahli dan analisis persentase untuk mengetahui capaian kemampuan motorik kasar anak. Kelayakan produk dinilai oleh ahli materi dan ahli desain pembelajaran tari. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Tari Krincing Nogiren Pelangi dirancang melalui penyederhanaan gerak tari asli, penyesuaian durasi penyajian, serta penambahan properti berupa krincing, selendang, dan aksesoris kepala berwarna-warni yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Tari Krincing Nogiren Pelangi dinilai layak digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk mendukung perkembangan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Produk ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran tari berbasis budaya lokal yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini serta dapat diterapkan pada berbagai lembaga PAUD sebagai media stimulasi motorik kasar yang menarik dan kontekstual.
Inovasi Pembelajaran Keaksaraan Anak Berbasis Montessori dengan Media Sandpaper Letters Indrawati Indrawati; Sirjon Sirjon; Retno Handasah; Petronela Suripatty; Fitriani Fitriani; Etty Manalu; Neli Aprianti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8280

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan keaksaraan anak, khususnya dalam mengenal huruf, menulis permulaan, dan membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan anak melalui penerapan metode pembelajaran Montessori berbantuan media sandpaper letters. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 13 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Montessori berbantuan media sandpaper letters efektif dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan anak. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan capaian klasikal dari 65% pada siklus I menjadi 93% pada siklus II dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Montessori dengan media sandpaper letters dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan keaksaraan anak usia dini.
Model Pendampingan Belajar Berbasis Scaffolding pada Keluarga Pesisir untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Anak I Wayan Nias Astawa; Novianty Djafri; Misran Rahman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8444

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendampingan belajar berbasis keluarga pesisir untuk meningkatkan motivasi belajar anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas 15 keluarga pesisir yang memiliki anak sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD), dan validasi ahli. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas model yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan terdiri atas empat strategi utama, yaitu Embedded Scaffolding, Time Slot Micro Scaffolding, Delegated Scaffolding, dan Kelompok Belajar Keluarga Pesisir. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa model memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan skor ahli materi sebesar 96,88%, ahli bahasa 84,00%, dan ahli media 78,26%, dengan rata-rata kelayakan mencapai 86,38%. Kebaruan model terletak pada integrasi empat teknik scaffolding yang disesuaikan dengan karakteristik sosial-ekonomi keluarga pesisir sehingga memungkinkan keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu. Hasil uji coba menunjukkan bahwa model mudah diterapkan oleh orang tua, meningkatkan keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan anak, serta berdampak positif terhadap motivasi belajar anak sekolah dasar.