cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Masyarakat Tentang Diabetes Mellitus Tipe II Irawan, Erna
Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.383 KB) | DOI: 10.31311/jk.v6i2.4316

Abstract

ABSTRAKPrevalensi diabetes mellitus terutama DM tipe II merupakan salah satu masalah kesehatan global. Komplikasi akibat diabetes merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia. Diabetes Mellitus adalah kondisi kronik, dan berhubungan dengan komplikasi seperti neurophathy, nephropathy, retinophaty, dan kaki diabetik yang merupakan kondisi isu berbahaya dalam masalah kesehatan. Pengetahuan tentang diabetes sangat penting di dalam manajemen diabetes. Pengetahuan yang kurang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi diabetes dan pengeluaran  yang lebih tinggi pada penderita diabetes. Resiko dari diabetes sangat tinggi sehingga pengetahuan sangat penting ukan hanya penderita dan keluarga tapi juga masyarakat. Menurut penelitian sebelumnya faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan terdiri dari pendidikan, usia, pekerjaan, keluarga dengan diabetes, dan pengalaman penyakit diabetes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan masyarakat mengenai diabetes mellitus tipe II. Metode penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik korelasional, respoden berjumlah 66 orang secara accidental. Analisis data menggunakan rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan masyarakat tentang diabetes mellitus adalah usia (p-val=0.03) dan pengalaman menjadi penderita DM tipe II (p-val=0.04). Hasil menunjukkan masih banyak responden yang memiliki pengetahuan kurang baik, sehingga perlu ada intervensi seperti pendidikan kesehatan kepada masyarakat agar pengetahuan menjadi baik dan mencegah terjadinya komplikasi diabetes.Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe II, Faktor-Faktor, Pengetahuan ABSTRACTThe prevalence of diabetes mellitus, especially type II DM, is one of the global health problems. Complications due to diabetes are the third leading cause of death in Indonesia. Diabetes Mellitus is a chronic condition, and is associated with complications such as neurophathy, nephropathy, retinophaty, and diabetic foot which are conditions of dangerous issues in health problems. Knowledge about diabetes is very important in diabetes management. Poor knowledge can increase the likelihood of complications of diabetes and higher spending on diabetics. The risk of diabetes is very high so knowledge is very important not only sufferers and families but also society. According to previous research the factors that influence knowledge consist of education, age, occupation, family with diabetes, and experience of diabetes. The purpose of this study was to determine the factors related to public knowledge about type II diabetes mellitus. This research method is cross sectional with correlational techniques, respondents number 66 people by accidental. Data analysis uses rank spearman. The results showed that factors related to people's knowledge about diabetes mellitus were age (p-val = 0.03) and the experience of being type II DM patients (p-val = 0.04). The results show that there are still many respondents who have poor knowledge, so there needs to be interventions such as health education for the community so that knowledge becomes good and prevents diabetes complications.Keywords: Type II Diabetes Mellitus, Factors, Knowledge
Pengaruh Terapi Relaksasi Autogenik Terhadap Depresi Pada Lansia Di BPS Tresna Werdha Ciparay Hutabarat, Evangeline Miliani; Supriadi, Dedi; Pramesti P, Vidya
Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.089 KB) | DOI: 10.31311/jk.v6i2.4795

Abstract

ABSTRAKDepresi merupakan kasus yang sering terjadi pada lansia. Prevalensi depresi pada lansia di Indonesia cukup tinggi. Menurut hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di Balai Perlindungan Sosial TresnaWerdha Ciparay Bandung, dimana ada 5 lansia yang menderita depresi, depresi ini dapat menyebabkan beberapa masalah fisik dan perubahan dalam keterlibatan kegiatan sosial. Depresi dapat diatasi dengan memberikan terapi nonfarmakologi seperti terapi relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap depresi pada lansia di Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan One-Group Pretest Posttest. Sebanyak 31 responden lansia telah ikut berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling, serta menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat T Test. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap depresi pada lansia di Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung dengan p Value 0,001 (α 0,05). Dari hasil penelitian ini juga didapatkan bahwa setelah menyelesaikan seluruh proses terapi, responden mengatakan merasa lebih nyaman dengan diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. Sementara responden lainnya mengatakan bahwa mereka mulai ikut berperan dan turut serta dalam aktivitas di panti. Disarankan untuk perawat yang bekerja di panti jompo untuk mengembangkan dan menerapkan terapi nonfarmakologi untuk mengurangi dan mencegah depresi pada lansia.Kata kunci: Depresi, Lanjut usia, Terapi Relaksasi Autogenik ABSTRACTDepression is common among elderly. Prevalence of depression among elderly in Indonesia is high. According to preliminary study that has done in BalaiPerlindunganSosialTresnaWerdhaCiparay Bandung, there where 5 elderly who suffer from depression, which can lead to physical problems and alteration in social activity involvement as well. Depression could be diminished with applying nonfarmacology nursing intervention such as autogenic relaxation theraphy. This study aimed to analyze the influence of autogenic relaxation theraphy on depression among elderly in Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung.Method used in this research was quasi experiment with one group pre testpost test design. 31 respondents has participated in this research, that has collected with concecutive sampling technique, using inclusive and exclusive criterias. Data obtained was analyzed with univariate and bivariate T Test. From this research can be concluded that there is influence of autogenic relaxation theraphy on depression among elderly in Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung with p Value 0,001 (CI, 0,05).It is also reported after finishing the theraphy sessions, the respondents felt more comfortable with themselves and their environment. While other respondents told that they involved more in activities in the nursing home.It is suggested for nurse who work in nursing home to develop and apply a nonfarmacology nursing intervension in order to alleviate and prevent the depression among elderly Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung.Keywords: Depression, Elderly, Autogenic Relaxation Therapy.
Penggunaan Acceptance And Commitment Therapy (ACT) Terhadap Kecemasan Narapidana Wanita: Systematic Review Tania, Mery; Suryani, Suryani; Hernawaty, Tati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.222 KB) | DOI: 10.31311/jk.v6i2.3695

Abstract

ABSTRAKGangguan kecemasan diperkirakan diidap 1 dari 10 orang. Menurut data National Institute of Mental Health (2005) di Amerika Serikat terdapat 40 juta orang mengalami gangguan kecemasan pada usia 18 tahun sampai pada usia lanjut. Banyak terapi yang dapat digunakan dalam menangani kecemasan diantaranya Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Tujuan dari penelitian dengan menggunakan pendekatan systematic review ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebh tentang seberapa efektif pelaksanaan Acceptance and Commitnment Therapy dalam mengurangi kecemasan. Pencarian literature dilakukan pada search engine, electronic database cEBSCOHOST, Proquest, dan Google Scholar. Kata kunci yang dimasukan ke dalam search engine atau database antara lain “Effectivity Acceptance and Commitment Therapy” And “ Anxiety”. Setelah membaca artikel dan menyeleksinya dengan menggunakan critical appraisal tools crowe 2011 didapatkan 5 artikel yang sesuai. tahapan dalam pelaksanaan Acceptance and Commitment Therapy dalam pelaksanaan ACT terdapat 6 sesi yakni Acceptance, Cognitive Difusion, Mindfullness, Observing self, Value dan Commitment. Narapidana yang dalam keadaan cemas membutuhkan terapy yang tepat dalam menangani kecemasannya diantaranya penggunaan Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Acceptance and Commitment Theapy efektif dalam mengurangi gejala kecemasan di kalangan remaja atau pun orang dewasa. Kesimpulan dalam penurunan kecemasan penggunaan terapi yang tepat dapat mempengaruhi, penggunaan ACT efektif dalam penurunan kecemasan pada rentang usia remaja sampai dewasa lanjut.Kata Kunci : Efektivitas Acceptance And Commitment Therapy, Kecemasan, Narapidana ABSTRACTAnxiety disorders are estimated to be 1 in 10 people. According to data from the National Institute of Mental Health (2005) in the United States there are 40 million people suffering from anxiety disorders at the age of 18 years to old age. Many therapies that can be used in dealing with anxiety include Acceptance and Commitment Therapy (ACT). The purpose of this study by using systematic review approach is to gain a better understanding of how effective the implementation of Acceptance and Commitment Therapy in reducing anxiety. The literature search is done on search engines, electronic database cEBSCOHOST, Proquest, and Google Scholar. Keywords included in search engines or databases include "Effectivity Acceptance and Commitment Therapy" And "Anxiety". After reading the article and selecting it using critical appraisal tools crowe 2011 got 5 articles accordingly. stages in the implementation of Acceptance and Commitment Therapy in the implementation of ACT there are 6 sessions namely Acceptance, Cognitive Difusion, Mindfullness, Observing self, Value and Commitment. Prisoners who are in anxious state need the right therapies in dealing with their anxiety such as the use of Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Acceptance and Commitment Theapy is effective in reducing the anxiety symptoms among teenagers or adults. Conclusions in anxiety reduction in appropriate therapeutic use may affect, ACT use is effective in decreasing anxiety in adolescent to advanced adult age range.Keywords: Effectiveness of Acceptance And Commitment Therapy, Anxiety, Prisoners
Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Masyarakat Pangandaran Pratiwi, Sri Hartati; Sari, Eka Afrima; Mirwanti, Ristina
Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.949 KB) | DOI: 10.31311/jk.v6i2.3840

Abstract

ABSTRAKInsidensi Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Indonesia semakin meningkat. Hal ini berkaitan dengan tingkat kesadaran masyarakat tentang pencegahan PJK masih kurang termasuk faktor risiko PJK yang mungkin dimilikinya. Pangandaran merupakan daerah pesisir pantai di Jawa Barat yang belum memiliki pelayanan yang memadai sehingga deteksi dini faktor risiko PJK pada masyarakatnya belum maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko PJK pada masyarakat pangandaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yang dilakukan pada 87 masyarakat Pangandaran dengan mengkaji faktor risiko PJK seperti riwayat penyakit sebelumnya, tingkat aktivitas, usia, pekerjaan, pemeriksaan gula darah, kadar kolesterol, pengukuran lingkar perut dan body Mass Index (BMI). Berdasarkan hasil deteksi dini tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar masyarakat Desa Pangandaran berada pada status nutrisi overweight (47,1%) dan memiliki lingkar perut yang kelebihan ringan (36,8%), tidak berolahraga (64%), memiliki kadar gula darah normal (69%), dan kadar kolesterol tinggi (74,7%). Sedangkan tekanan darah sebagian besar masyarakat desa Pangandaran adalah normal (60,9%). Masyarakat Pangandaran memiliki faktor risiko PJKdiantaranya overweight, kelebihan lingkar perut, kurang beraktivitas, dan hiperkolesterolemia. Oleh karena itu, petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan mengenai pencegahan PJK terutama untuk mengatasi hiperkolesterolemia, overweight dan kelebihan lingkar perut yaitu dengan beraktivitas yang cukup dan menjaga pola diet.Kata kunci: Faktor risiko, Pangandaran, Penyakit Jantung Koroner.  ABSTRACTIncidence of Coronary Heart Disease (CHD) in Indonesia has increased. This relates to the level of public awareness on the prevention of CHD is still less including CHD risk factors that may be held. Pangandaran is a coastal area in West Java that has not had adequate services so that early detection of risk factors for CHD in the community has not been maximized. This study was conducted to identify risk factors of CHD in Pangandaran society. This research is a quantitative descriptive research with cross sectional study approach conducted on 87 Pangandaran community by examining CHD risk factors such as previous disease history, activity level, age, occupation, blood glucose examination, cholesterol level, measurement of abdominal circumference and body mass index (BMI). Based on the results of early detection it can be seen that most of the people of Pangandaran Village are in overweight nutritional status (47.1%) and have abdominal circumferences that are overweight (36.8%), not exercised (64%), have normal blood glucose (69%), and high cholesterol (74.7%). While the blood pressure of most people in Pangandaran village is normal (60.9%). Pangandaran community has risk factors for CHD including overweight, excess abdominal circumference, lack of activity, and hypercholesterolaemia. Therefore, health workers are expected to provide health education on the prevention of CHD, especially to overcome hypercholesterolemia, overweight and excess abdominal circumference that is with enough activity and maintain diet patterns.Keywords: Coronary Heart Disease, Pangandaran, Risk factors
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Cidera Muskuloskeletal Pada Pemain Futsal Fadlilah, Siti; Rahil, Nazwar Hamdani
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.944 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5271

Abstract

Olahraga futsal sering mengakibatkan cedera muskuloskeletal. Cidera muskuloskeletal dipengaruhi usia, pendidikan, pengalaman, dan  kurangnya pengetahuan yang berdampak tidak terbentuknya sikap yang positif terhadap pencegahan cedera yang selanjutnya memiliki perilaku yang buruk terhadap pencegahan cedera muskuloskeletal. Hasil studi pendahuluan di lapangan Forza Futsal masih kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku dalam pencegahan cedera muskuloskeletal. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan usia, pendidikan, lama bermain futsal, pengetahuan, dan sikap dengan perilaku pencegahan cedera muskuloskeletal pada pemain futsal di lapangan Forza Futsal. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 82 responden diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Somers’d. Mayoritas responden remaja akhir sebanyak 78 orang (95,1%), berpendidikan SMA sebanyak 76 orang (92,7%), dan lama bermain futsal >1 tahun sebanyak 75 orang (91,5%). Tingkat pengetahuan sebagian besar kategori baik (68,3%). Mayoritas sikap kategori positif (92,7%). Mayoritas perilaku kategori cukup (78,0%). Hasil analisis bivariat usia dengan perilaku diperoleh p-value 0,059 > 0,05, pendidikan dengan perilaku diperoleh p-value 0,059 > 0,05, lama bermain dengan perilaku p-value 0,059 > 0,05, tingkat pengetahuan dengan perilaku diperoleh p-value 0,059 > 0,05, dan antara sikap dengan perilaku diperoleh ­p-value 0,016 < 0,05. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan cedera muskuloskeletal pada pemain futsal di lapangan Forza Futsal. Ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pencegahan cedera muskuloskeletal pada pemain futsal di lapangan Forza Futsal.
Hubungan Demensia dan Kualitas Hidup Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Guntur Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Sumarna, Umar
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.284 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5449

Abstract

Di perkirakan pada tahun 2030 jumlah orang lanjut usia di seluruh dunia meningkat menjadi 56 persen, dari 901 juta  Peningkatan jumlah lansia ini  berdampak pada permasalahan yang muncul akibat proses penuaan. Masalah–masalah yang muncul pada lansia  adalah kemunduran fungsi kognitif/demensia dan  kualitas hidup. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan demensia dengan kualitas hidup pada lansia di Kelurahan Kota Wetan Wilayah Binaan Puskesmas Guntur  Kabupaten Garut. Jenis penelitian ini adalah deskritif korelatif dengan rancangan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini lansia yang mengalami demensia  yang datang ke Posbindu yang ada di Kota Wetan Wilayah binaan Puskesmas  sebanyak 74 lansia. Sampel adalah total sampling  sebanyak 74  responden. Hasil analisis korelasi atau hubungan antara  kualitas hidup dengan demensia pada lansia yang berada di Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut di dapatkan nilai sig= 0,030(a ≤ 0,05) artinya H0 ditolak dan menerima  H1  yaitu ada hubungan  antara demensia dengan kualitas hidup pada lansia yang ada di kelurahan Kota Wetan Wilayah binaan Puskesmas Guntur.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Pasien Gangguan Jiwa Dengan Perilaku Kekerasan di Wilayah Upt Puskesmas Sukajadi Irawan, Erna; Fatih, Hudzaifah Al; Sari, Rika Purnama
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.124 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5238

Abstract

Pada tahun 2030 gangguan diperkirakan meningkat dari 13%  menjadi 25%. Penderita gangguan jiwa di Jawa Barat pada tahun pada tahun 2013 sekitar 465.975. Angka kunjungan gangguan jiwa tertinggi di Kota Bandung berada di UPT Puskesmas Sukajadi yakni sebanyak 1.222 orang. Salah satu gangguan jiwa berat adalah perilaku kekerasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan di Wilayah UPT Puskesmas Sukajadi. Desain penelitian adalah deskriptif yaitu menggambarkan sikap dan perilaku responden. Sampel penelitian adalah 60 orang dengan accidental sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan Hampir setengahnya  responden (46,7%) memiliki pengetahuan yang baik tentang perilaku kekerasan dan Sebagian besar  responden (61,7%) memiliki sikap yang mendukung terhadap pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan. Kesimpulannya mayoritas responden memiliki pengetahuan baik dan sikap mendukung.  Saran penelitia, masih terdapat responden yang berpengetahuan rendah dan sikap tidak mendukung sehingga dapat dilakukan intervensi keperawatan untuk meningkatkannya. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi serta dapat melakukan penelitian terkait dengan faktor-faktor mendukung pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan.
Pengaruh Edukasi Pencegahan dan Penanganan Anemia Terhadap Pengeahuan dan Sikap Ibu Hamil Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.985 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.4689

Abstract

Anemia menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor utama penyebab kematian ibu. Pada tahun 2016 Angka kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tinggi yaitu 37,1%, di Kabupaten Garut pada tahun 2017 sebesar 24.52% dan di Puskesmas Hauranggung 25,64%. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi pencegahan dan penanganan anemia terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil di Puskesmas Haurpanggung. Desain penelitian menggunakan metode Pre Eksperiment Design One Group dengan jenis Pre Test and Post Test Group. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berjumlah 37 orang. Analisa data berupa analisa univariat dan untuk analisa bivariat menggunakan uji t dependen/paired t-test dengan derajat kesalahan 5% (P-value < 0,05). Hasil penelitian didapatkan rata-rata pengetahuan sebelum edukasi 51,97 sedangkan sesudah edukasi rata-rata 64,03 dan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi sebesar 8,06 dengan P-Value 0,000. rata-rata sikap sebelum edukasi 50,54 dan sesudah edukasi rata-rata sikap 69,73 serta terdapat perbedaan sikap sebelum dan sesudah edukasi sebesar 19,19 dengan P-Value 0,000. Edukasi pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil merupakan upaya untuk menyampaikan informasi tentang pentingnya melakukan pencegahan dan penanganan anemia dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap sehingga memudahkan ibu hamil untuk berperilaku sehat sehingga anemia dapat dicegah sedini mungkin dan jika sudah terjadi anemia dapat segera tertangani. Ada pengaruh edukasi tentang pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil. Diharapkan petugas kesehatan secara intensif dapat memberikan edukasi kepada ibu hamil dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil.
Tingkat Kecemasan State dan Trait Pendonor Darah di Mobil Unit Donor Darah yang Diselenggarakan di Universitas Padjadjaran Fernandes, Intan Agusti; Sriati, Aat; Sutini, Titin
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.928 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5183

Abstract

Kejadian buruk setelah mendonor sangat erat kaitnya dengan kecemasan pendonor sebelum mendonorkan darah. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui tingkat kecemasan pendonor darah. Rancangan penelitian ini yaitu desktriptif kuantitatif. Teknik sampling yaitu total sampel dengan jumlah sampel sebanyak 79 responden. Kuisioner yang digunakan yaitu State Trait Anxiety Inventory. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan hasil akhir jumlah skor dikategorikan 20-39 kecemasan ringan, 40-59 kecemasan sedang dan 60-80 kecemasan berat pada masing-masing skor state dan trait. Hasil penelitian yaitu kecemasan state kategori ringan yaitu  55 (79,6%), kecemasan sedang 23 (29,1%) dan  kecemasan berat 1 (1,3%) responden. Sedangkan pada tingkat kecemasan trait pada kategori sedang yaitu 52 (72,2%), kecemasan  ringan 20 (25,3%) dan  kecemasan berat 2 (2,5%) responden. Simpulan penelitian ini yaitu pendonor sebagian besar memiliki kecemasan state ringan dan kecemasan  trait pada kategori sedang, selain itu masih terdapat pendonor yang mengalami kecemasan berat pada skor state dan trait. Oleh karena itu, pertimbangan untuk mengkaji pendonor sebelum donor darah perlu dilakukan dan pemberian konseling mengenai donor darah oleh perawat atau petugas donor.
Komunikasi Keluarga Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja di Kota Semarang Luthfa, Iskim; Muflihah, Kurnia Ni’matul
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.687 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5220

Abstract

WHO menyatakan bahwa 30% pengguna rokok di dunia adalah remaja. Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh lingkungan, terutama lingkungan keluarga. keluarga merupakan orang yang terdekat dengan remaja dan komunikasi keluarga menjadi faktor penting dalam mendidik perilaku remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan studi case control. Sampel sebanyak 92 remaja yang terdiri dari 43 kasus dan 49 kontrol. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dengan perilaku merokok pada remaja (p value 0,000 dan OR 978).

Page 10 of 11 | Total Record : 110