cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Medika
ISSN : 24607266     EISSN : 26552051     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The publication of Jurnal Surya Medika certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 17 articles consisting of Pharmacy, Medical Laboratory Technology, and another Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
Hubungan Prestasi Belajar dan Motivasi dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Sarjana Keperawatan dalam Menyelesaikan Skripsi di STIKES Eka Harap Palangka raya: The Correlation Between Learning Achivement and Motivation with the Level of Anxiety in Final Year Students of the Undergraduate Nursing Study Program in Completing Their Thesis at STIKES Eka Harap Palangka Raya Ibrahim, Dwi Agustian Faruk; Y. K., Karmitasari; Sari, Yulia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7200

Abstract

Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, kemampuan dan kesiapannya akan diuji dengan diberikan tugas akhir berupa skripsi sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana. Prestasi belejar mahasiswa menjadi tolak ukur dalam memperkirakan progres penyelesaian tugas akhir, selain itu juga dibutuhkan motivasi dari luar maupun dalam, dikarenakan akan dihadapkan berbagai hambatan atau kesulitan dalam proses menulis skripsi. Kurangnya pengalaman dalam pembelajaran dan hilangnya motivasi pada mahasiswa tingkat akhir dapat menyebabkan kecemasan sehingga membuat mahasiswa menunda proses penyelesaian skripsi. Dampaknya kecemasan akan mengganggu hasil tugas akhir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir program studi sarjana keperawatan dalam menyelesaikan skripsi di STIKES Eka Harap Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Korelasional dengan pendekatan Cross-sectional menggunakan Uji Spearman Rank Teknik Sampling yang digunakan Total Sampling dengan jumlah sampel 61 Mahasiswa tingkat akhir Program Studi Sarjana Keperawatan. Berdasarkan hasil Uji Analisis hubungan prestasi belajar dengan tingkat kecemasan didapatkan nilai p value 0,825>0,05 sehingga tidak ada hubungan antara prestasai belajar dengan tingkat kecemasan pada masiswa tingkat akhir, sedangkn hubungan motivasi dengan tingkat cemas didapatkan nilai p value 0,006<0,05 sehingga terdapat hubungan antara motivasi dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir. Tidak ada hubungan restasi belajar dengan tingkat kecemasan dan ada hubungan antara motivasi dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi. Tidak adanya hubungan dari prestasi belajar menggambarkan bahwa kecemasan dapat di sebabkan oleh banyak hal lain. Sedangkan adanya hubungan antara motivasi dengan kecemasan menggambarkan bahwa motivasi menjadi salah satu sumber kecemasan seseorang.
Gambaran Potensi Interakasi Obat pada Resep Polifarmasi Pasien Lansia di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam: Description of Potential Drug Interaction in Polypharmaceutical Prescription in Elderly Patients in Badan Pengusahaan Batam Hospital Rachmayanti, Aprilya Sri; Suhera, Suhera; Haryani, Reny; Sammulia, Suci Fitiriani; Meilandra, Rastria; Agnesfebrianti, Agnesfebrianti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7201

Abstract

Polifarmasi merupakan penggunaan obat dalam jumlah yang banyak dan tidak sesuai dengan kondisi kesehatan pasien dengan pemberian ≥5 jenis obat dan sering dijumpai pada populasi lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran potensi interaksi obat pada resep polifarmasi pasien lansia di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam. Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan retrospektif dengan mengambil data pada periode Januari – Desember 2021. Sampel diperoleh dengan Teknik Purposive Sampling dan diproses melalui www.medscape.com atau Drugs Interaction Checker dan Stockley’s Drug Interaction 9th Edition untuk mengetahui interaraksi obat berdasarkan tingkat keparahan, Mayor, Moderate dan Minor. Hasil pada analisa diklasifikasikan dalam bentuk persentase. Dari 98 lembar resep polifarmasi yang terdapat 1.150 interaksi obat dengan jumlah R/ sebanyak 831. Jenis interaksi obat berdasarkan tingkat keparahannya dengan jumlah kelompok kelompok Mayor sebanyak 108 (9,35 %), Moderat sebanyak 923 (80,57 %) dan Minor sebanyak 119 (10,09 %). Hasil dari penelitian ini diperoleh potensi interaksi obat yang terbanyak adalah Moderat sehingga sebaiknya dilakukan pemantauan dalam pemberian terapi obat.
Penerapan Metode WWHAM pada Praktik Swamedikasi diApotek Wilayah Banjarmasin Timur: Application of the WWHAM Method in Practice of Self-Medication in Pharmacy in the East Banjarmasin Region Ballo, Gitria Putri; Yuwindry, Iwan; Palimbo, Andriana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7203

Abstract

Metode WWHAM (Who, What symptoms, How long, Action, Medication) adalah salah satu metode penggalian informasi yang digunakan oleh apoteker untuk menganalisis masalah kesehatan pada praktik swamedikasi sebelum apoteker melakukan pelayanan konseling dan pemberian informasi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan metode WWHAM yang dilakukan oleh apoteker pada praktik swamedikasi di apotek berdasarkan lima kriteria tingkat penerapan pada penggalian informasi, pemilihan obat dan informasi obat. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan teknik purposive sampling, maka diperoleh 30 sampel yaitu apoteker yang bekerja di apotek wilayah Banjarmasin Timur dan peneliti melakukan wawancara menggunakan kuisioner sebagai panduan yang telah valid dan reliabel. Hasil menunjukkan bahwa apoteker yang bekerja di apotek wilayah Banjarmasin Timur telah menerapkan praktik swamedikasi dengan persentase sebesar 85,5% pada penggalian informasi, 92,5% pemilihan obat dan 83,6% pada informasi obat. Apoteker telah menerapkan metode WWHAM pada praktik swamedikasi, tetapi belum maksimal 100% .
Penetapan Kadar Flavonoid Eksrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Berdasarkan Variasi Ukuran Partikel Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIS: Determination of Flavonoid Content of Sungkai Leaf Extract (Peronema canescens Jack) Based on Particle Size Variations Using UV-Vis Spectrophotometry Method Oktavia, Helda; Rohama, Rohama; Mahdiyah, Dede
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7204

Abstract

Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) merupakan salah satu tanaman herbal yang terdapat di Indonesia. Secara empiris tanaman daun sungkai dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mengobati sakit gigi dan penurun demam. Selain itu, juga digunakan untuk mengobati malaria. Metabolit sekunder yang paling banyak diketahui pada tumbuhan adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai penurun demam (antipiretik), pereda nyeri (analgetik), dan antiinflamasi. Faktor yang dapat mempengaruhi ekstraksi salah satunya ukuran partikel. Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi kadar flavonoid ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) berdasarkan variasi ukuran partikel mesh 40 dan 80. Pada Penelitian Ini menggunakan Metode deskriptif observasional hanya mendeskripsi penetapan kadar flavonoid ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) berdasarkan variasi ukuran partikel mesh 40 dan 80. Hasil analisis kualitatif senyawa flavonoid dengan reaksi warna hijau kehitaman menunjukkan positif mengandung senyawa flavonoid. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada ekstrak daun sungkai dengan ukuran partikel mesh 40 didapatkan sebesar 3,636 mg QE/g dan pada ukuran partikel mesh 80 didapatkan sebesar 4,090 mg QE/g. kadar flavonoid tertinggi yaitu pada ukuran partikel mesh 80. dapat disimpulkan hasil penetapan kadar flavonoid dari daun sungkai (Peronema canescens Jack) dengan sampel ukuran partikel mesh 80 yaitu lebih tinggi sebesar 4,090 mg QE/g dibandingkan ukuran partikel 40 sebesar 3,636 mg QE/g.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus acanitifolius) dengan Metode Frap: Antioxidant Activity Test Of Japanese Papaya Leaf Extract (Cnidoscolus aconitifolius) Using FRAP Method Purnamasari, Indah; Rohama, Rohama; Noval, Noval
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7205

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai obat. Salah satunya adalah daun papaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius) yang terbukti mengandung antioksidan dan secara empiris dapat mengobati demam berdarah dan hipertensi. Penelitian ini membandingkan aktivitas antioksidan dari sampel daun pepaya jepang yang diekstrak dengan pelarut yang berbeda. tujuan dari penelitian yaitu untuk Mengetahui pengaruh jenis kepolaran pelarut ekstraksi dalam aktivitas antioksidan ekstrak dari daun papaya jepang dengan metode FRAP. Pada penelitian ini simplisia daun pepaya jepang diekstraksi dengan cara maserasi. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan pada kedua ekstrak. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Aktivitas antioksidan diuji secara kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 695 nm dengan baku pembanding yang digunakan adalah asam askorbat. Hasil analisis kualitatif menunjukan ekstrak etanol 96% positif mengandung flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, fenolik, steroid. sedangkan pada ekstrak etil asetat negatif saponin. Kekuatan antioksidan dari nilai FRAP dapat dinyatakan dalam mg ascorbic acid equivalent / gram sampel (mgAAE/g sampel). Sehingga didapat nilai mgAAE/g ekstrak etanol daun pepaya jepang sebesar 81,49 mgAAE/g, dan ekstrak etil asetat sebesar 131,33 mgAAE/g. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun papaya jepang menggunakan pelarut etanol 96% mengasilkan aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingankan dengan pelarut etil asetata serta menunjukkan perbedaan yang signifikan antara dua pelarut yang digunakan pada uji independent sampel t test.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Sungkai (Peronema Canescens Jack.) dari Desa Petuk Katimpun Kalimantan Tengah Sebagai Analgetik Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus): Effectiveness Test of Sungkai Leaf Extract (Peronema Canescens Jack.) from Petuk Katimpun Village, Central Kalimantan as Analgesic Against Male White Rats (Rattus Norvegicus) Rahayu, Eria Wienty; Nastiti, Kunti; Aryzki, Saftia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7206

Abstract

Latar Belakang: Sungkai (Peronema Canescens Jack.) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan masyarakat suku Dayak untuk mengobati nyeri. Tujuan: Mengetahui efektivitas ekstrak daun sungkai (Peronema Canescens Jack.) dari Desa Petuk Katimpun Kalimantan Tengah sebagai analgetik dengan berbagai konsentrasi terhadap tikus putih jantan (Rattus Norvegicus). Metode: Menggunakan rancangan true experimental. Sampel sebanyak 30 ekor tikus putih jantan dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif Na CMC 0,5%, kelompok kontrol positif natrium diklofenak, dan kelompok ekstrak etanol daun sungkai dengan dosis 100, 200, 300, dan 400 mg/kgBB. Semua diberi perlakuan sesuai kelompok secara oral. Setelah 30 menit asam asetat 1% digunakan sebagai penginduksi nyeri. kemudian dilakukan pengamatan geliat sebagai ukuran efek analgesik setiap 5 menit selama 1 jam. Data yang dihasilkan dilakukan analisis SPSS dengan ANOVA dan Post Hoc Tukey HSD untuk membandingkan aktivitas analgesik antar kelompok. Hasil: Hasil pengujian statistik menunjukkan semua dosis memiliki efek sebagai analgetik pada tikus putih jantan serta memberikan efek yang signifikan tehadap kelompok kontrol negatif (p<0,05). Pada ekstrak dengan dosis 200, dan 300 mg/kgBB tidak berbeda signifikan terhadap kontrol positif (p>0,05). Dosis ekstrak 400 mg/kgBB memiliki efek analgetik terbaik dengan nilai signifikan (p<0,05). Simpulan: Memiliki efek analgesik dari dosis 100 mg/KgBB dan efek analgetik paling tinggi terdapat pada dosis 400 mg/kgBB.
Review Penggunaan Interval Docetaxel pada Kemoterapi: Interval Use of Docetaxel in Chemotherapy: a review Wijayanti, Nunuk
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7207

Abstract

Modalitas terapi pada kanker salah satunya dengan kemoterapi. Dosetaksel merupakan salah satu obat sitostatika yang digunakan pada kemoterapi berbagai jenis kanker. Dosetaksel dapat digunakakan dalam regimen tunggal maupun kombinasi dan dapat diberikan dalam berbagai interval baik mingguan atau interval 3 minggu. Pada kemoterapi kanker payudara, docetaxel sebagai rejimen tunggal diberikan dengan dosis 60-100 mg/m2. Sedangkan pada interval mingguan dapat diberikan pada dosis dosis 35 mg/m2 selama 3 minggu diikuti dengan 1 minggu istirahat Dosis maksimal penggunaan dosetaksel di Indonesia adalan 100mg/m2. Tidak ada perbedaan secara signifikan terkait efikasi dari adanya perbedaan interval, namun dalam beberapa artikel disebutkan bahwa penggunaan dosetaksel mingguan lebih direkomendasikan pada pasien dengan riwayat toksisitas sebelumnya.
Pengaruh Pemberian Edukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Antibiotik di Desa Tangkahen Kalimantan Tengah: The Effect of Providing Education to Increase Public Knowledge about Dagusibu (Get, Use, Store, Dispose of) Antibiotic Drugs in Tangkahen Village, Central Kalimantan Febriani, Carolina; Aryzki, Saftia; Rohama, Rohama; Safitri, Rina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7208

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk penyakit infeksi bakteri. Sekarang ini masyarakat dapat dengan mudah membeli dan mendapatkan obat antibiotik dengan bebas, sehingga sering kali masyarakat tidak tepat dalam penggunaan yang mengakibatkan keefektifan antibiotik berkurang. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) adalah salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar. Cara pengelolaan ini menjelaskan bagaimana mendapatkan obat, menggunakan obat, menyimpan obat, serta membuang obat. Pengetahuan DAGUSIBU ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sering menggunakan obat-obatan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang DAGUSIBU obat antibiotik di Desa Tangkahen Kalimantan Tengah. Metode pada penelitian ini yaitu pre- eksperimental dengan rancangan one group pretest, post-test dilakukan menggunakan media leaflet yang dianalisis menggunakan analisis statistik regresi ordinal. Hasil penelitian pengetahuan DAGUSIBU antibiotik sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Hasil analisis regresi ordinal didapatkan hasil nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 yang artinya nilai tersebut di bawah 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan DAGUSIBU antibiotik.
Formulasi Sedian Gel Serum Ekstrak Etanol Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa (Mill.) Urb) Sebagai Antibakteri: Formulation Of Serum Gel Containing Ethanol Extract Of Dayak Onion (Eleutherine Bulbosa (Mill.) Urb) As An Antibacterial Tri, Elin; Aldila, Silvy; Kalsum, Ummi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7228

Abstract

Bawang Dayak memiliki manfaat untuk mengatasi berbagai penyakit kulit termasuk jerawat (Ardhany et al., 2019). Gel serum mempunyai zat aktif konsentrasi tinggi dan viskositas rendah mudah menyerap pada kulit. Ekstrak etanol bawang Dayak diformulasikan dengan konsentrasi F1 (5%), F2 (10%) dan F3 (15%). Gel serum dibuat dan diujikan karakteristik fisik Hasil pengamatan karakteristik fisik dengan parameter homogenitas, organoleptis, pH, daya debar, daya lekat, dan viskositas telah memenuhi persyaratan sediaan gel serum.
Formulasi Sediaan Serum dari Ekstrak Labu Kuning (Cucurbita Moschata) dengan Variasi Konsentrasi Basis Xanthan Gum Sebagai Antioksidan: Formulation of Serum Preparations From Pumpkin Extract (Cucurbita Moschata) with Various Concentrations of Xanthan Gum Base as Antioxidant Fauzah, Fauzah; Noval, Noval; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7229

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas, salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah labu kuning. Buah ini kaya akan betakaroten, alkaloid dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas sehingga dapat dimanfaatkan dalam bentuk sediaan serum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang ideal berdasarkan hasil evaluasi fisik dan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi xanthan gum sebagai gelling agent terhadap sediaan serum. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental design. Serum dibuat 4 formulasi dengan variasi konsentrasi xanthan gum kemudian dilakukan evaluasi fisik dan analisis data menggunakan uji One way Anova atau Kruskall Wallis. Hasil penelitian diperoleh, uji organoleptis menghasilkan serum bertekstur setengah padat, berwarna transparan kekuningan, dan bau yang khas. Uji homogenitas semua formula dinyatakan homogen. Uji pH pada semua formula memenuhi persyaratan yaitu 4,5-6,5. Uji viskositas pada semua formula memenuhi persyaratan 800-3000 cPs. Uji daya sebar pada semua formula memenuhi persyaratan 5-7cm. Uji hedonik yang paling disukai responden yaitu formula IV dengan konsentrasi xanthan gum 0,7%. Kesimpulan penelitian ini semua formula memenuhi persyaratan. Namun, formula paling ideal ada pada F III dan diperoleh adanya pengaruh variasi konsentrasi xanthan gum pada evaluasi organoleptik, viskositas, daya sebar serta hedonik, dan tidak terdapat pengaruh pada evaluasi homogenitas dan pH pada ke empat formula.