cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 2460674X     EISSN : 25497707     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) published by Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman and published in June and December. CaLLs welcome articles and research reports utilizing an interdisciplinary approach to the study of culture. The object materials of the study may include aspects of language/linguistics, literature, arts (music and traditional arts).
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Makna dan Unsur Budaya dalam Lirik Lagu Daerah Lampung “Cangget Agung”: Kajian Antropolinguistik Evayani, Widya
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 1 (2024): CaLLs, June 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i1.13538

Abstract

Bahasa dan kebudayaan adalah dua aspek yang saling terhubung. Bahasa digunakan oleh manusia sebagai suatu alat untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan ide, gagasan, dan pikiran. Manusia dianggap sebagai aktor atau pelaku budaya karena dari ide, gagasan, dan pikiran yang dihasilkan itulah suatu kebudayaan hadir. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam sebuah karya, salah satunya melalui sebuah lagu yang dianggap sebagai salah satu bentuk tradisi lisan. Syair sebuah lagu daerah mengandung pesan-pesan, nilai, norma, yang merepresentasikan suatu kelompok. Sebagai suatu karya, syair dari sebuah lagu ditulis dengan mempertimbangkan nilai keindahan yang terkadang pesannya tidak bisa langsung dimaknai begitu saja. Oleh sebab itu, penelitian ini hadir untuk mendeskripsikan mengenai makna dan unsur budaya yang ada pada lagu daerah Lampung “Cangget Agung”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatis deskriptif dan mengaplikasikan teori semiotika Roland Barthes dan teori unsur budaya oleh Kluckhon.  Temuan dari penelitian ini adalah makna denotasi dan konotasi didapat dari leksikon pada lagu yang memuat istilah budaya. Unsur kebudayaan yang ditemukan adalah bahasa, sistem peralatan hidup dan teknologi, dan sistem kekerabatan. Kata kunci: antropolinguistik, budaya, cangget agung, makna
Kajian Tekstologi Lakon Wayang Abimanyu Gugur Via Youtube Kedatangan Abimanyu ke Peperangan - Gugurnya Sumitra Alfiyah, Rizki
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 1 (2024): CaLLs, June 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i1.13558

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perbedaan dalam pementasan lakon wayang oleh dalang pada setiap pementasan, salahsatunya pada Lakon Abimanyu Gugur. Abimanyu Gugur merupakan salah satu judul lakon wayang Jawa yang menceritakan tentang kematian Abimanyu dalam perang Bharatayudha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan tiga pementasan lakon tersebut yang dibawakan oleh Ki Seno Nugroho pada tahun 2013 dan 2019, serta Ki Hadi Sutikno pada tahun 2021. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan perbedaan dalam setiap pementasan tersebut dan mencari faktor yang menyebabkan perbedaan pada ketiga lakon. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis reduksi data, display data, dan kesimpulan. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik simak catat. Teori yang digunakan adalah sosiologi sastra. Hasil dari penelitian ditemukan beberapa perbedaan dari segi alur, narasi, setting tempat, penokohan, dan pemilihan diksi. Alasan terjadinya perbedaan diantaranya adalah 1) adanya improvisasi, 2) perbedaan latar sosial budaya, 3) human error, dan 4) formalitas.
Internalisasi Patriarki dalam Penggambaran Tokoh Perempuan Mandiri: Analisis Penokohan dalam Novel Maya Suryaningsih, Ervin; Darta, Deta Maria Sri; Widiningrum, Rindang; Hartawan, Ni Putu Zefanya Putri Gracia; Wahyuni, Herlin Tri
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 2 (2024): CaLLs, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i2.15132

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperlihatkan wujud internalisasi patriarki dalam tokoh utama perempuan dalam novel karya Ayu Utami, Maya, melalui analisis penokohan. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan dan menjelaskan bagaimana nilai-nilai patriarki masih tertanam dalam kehidupan masyarakat modern dan juga dialami oleh Yasmin sebagai tokoh utama di dalam novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sebagai seorang perempuan yang digambarkan sebagai pribadi yang mandiri dan kuat, Yasmin masih memiliki ketidakpuasan akan dirinya. Ini adalah salah satu pemicu dia berselingkuh dengan Saman, karena ketika bersama Saman, Yasmin merasa aman, diterima sebagai pribadi yang utuh tanpa kepura-puraan. Sedangkan jika bersama Lukas, suaminya, Yasmin harus bersikap sesuai dengan ‘tatanan’ yang ada. Yasmin adalah contoh dari alpha female character (pribadi yang mandiri, punya otoritas). Namun Yasmin tidak sepenuhnya digambarkan sebagai alpha female, karena masih ada kekosongan yang dia miliki yang ingin dia penuhi.
Jejak Ideologi Western-Centrism pada Pidato Viktor Orban: Analisis Wacana Kritis Harmia, Citra Dewi; Baskoro, B.R. Suryo; Firmonasari, Aprillia
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 2 (2024): CaLLs, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i2.13317

Abstract

Western-centrism merupakan fenomena yang mempengaruhi kebijakan serta perlakuan bangsa Barat terhadap berbagai isu sosial, politik dan kemanusiaan dewasa ini. Viktor Orban  sebagai perdana Menteri Hungaria, sekaligus pemimpin partai konservatif Fidesz, dikenal sebagai sosok politisi sayap kanan paling vokal dan berpengaruh dalam kontestasi politik Eropa. Pandangan Viktor Orban kerap menuai pro-kontra karena dianggap mengandung unsur rasisme terhadap etnis non-Eropa. Penelitian ini merupakan penelitian Analisis Wacana Kritis dengan metode deskriptif-kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap ideologi Viktor Orban terkait isu sosial, politik, dan kemanusiaan kaitannya dengan identitasnya sebagai politisi sayap kanan konservatif. Penelitian ini menggunakan kerangka analisis tiga dimensi Fairclough. Ketiga dimensi yang dianalisis adalah dimensi tekstual, praktik diskursif, serta praktik sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek tekstual, ditemukan nilai eksperential, relasional, ekspresif, serta konektif yang mengindikasikan ideologi western-centrism. Dimensi praktik diskursif menunjukkan adanya unsur institusional yang melibatkan pandangan pribadi Viktor Orban selaku pembuat wacana. Ideologi western centrism yang tampak dalam dimensi praktik sosiokultural menunjukkan adanya pelianan terhadap aktor sosial dari segi etnis, gender, dan kebangsaan yang memarjinalkan aktor tersebut.
Enhancing the Naturalness Through Cultural Adaptation in Translating English-Indonesian Advertisements Jepri, Jepri -
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 2 (2024): CaLLs, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i2.18516

Abstract

ABSTRACT Cultural adaptation plays an important role in the process of translating ads, whereby Hofstede’s theory of cultural dimension holds true for the case of English-Indonesian translation as well (Hofstede, 1980: p. 60). Marketing strategies must incorporate cultural elements, dialects, and images that resonate with the community. This is a case study to establish whether and to what extent cultural adaptation increases the credibility of English and Indonesian advertisement translations as well as interest and involvement of the audience. Focus was also placed on cultural theories of moderation and localization, including Hofstede’s model of cultural parameters (Hofstede, 1980; De Mooij, 2011), The study highlights the need for being culturally sensitive while translating advertisements. While adaptation increases the naturalness and appeal, it raises questions on how to balance fidelity to the original with accuracy of linguistics and cultural nuances. Keywords: cultural adaptation, Advertising Translation
Eksplorasi Teknik dan Metode Penerjemahan Dialog Quest Story Karakter Nahida dalam Gim Genshin Impact Julianto, Ardian
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 2 (2024): CaLLs, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i2.12852

Abstract

Di era globalisasi banyak sekali ditemukan produk-produk hasil penerjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, termasuk salah satunya pada gim Genshin Impact dimana setiap karakter memiliki kisahnya masing-masing yang dikemas dalam bentuk Quest Story. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis teknik dan metode penerjemahan yang digunakan dalam dialog salah satu karakter yang bernama Nahida dalam Quest Story Sapientia Oromasdis Bagian II. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan analisis tekstual pada dialog bahasa Inggris dan dialog bahasa Indonesia. Data dialog kemudian diolah dan dilakukan analisis terhadap teknik serta metode penerjemahan yang digunakan. Hasil analisis yang dilakukan pada total 254 dialog baik dalam versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia menunjukkan bahwa teknik kalke paling sering digunakan dalam menerjemahkan dialog karakter Nahida dengan jumlah kemunculan hampir setengah dari total data yang dianalisis, sedangkan metode penerjemahan semantis menjadi metode penerjemahan yang paling sering digunakan dengan persentase lebih dari setengah dari total data yang dianalisis. Meskipun penerjemahan yang dilakukan cenderung berorientasi pada bahasa sumber yaitu bahasa Inggris namun tetap mengutamakan aspek keterbacaan, budaya, dan keberterimaan hasil terjemahan dalam bahasa sasaran.
Teachers Translanguaging Practice in Vocational EFL Classroom: An Observational Study Ramadhani, Alya Usman; Maharsi, Ista
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 2 (2024): CaLLs, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i2.15479

Abstract

This study aims to explore an EFL teacher's translanguaging practice when teaching English in a vocational high school. The participant of this study was a 43-year-old female teacher who has been teaching English for more than 10 years. Data were collected from a classroom video of 53 minutes. The video was transcribed and annotated using an observation checklist. Data were analyzed using thematic analysis. This study found that the teacher employed three translanguaging practices: code-switching, translation, and interpretation. Code-switching was used when the teacher delivered the lesson through a PowerPoint presentation, question and answer sessions, and instructing students to read or practice. Translation and interpretation were employed when the teacher helped the students comprehend the material. The teacher used English first, followed by comprehension sentences in the first or second language. The teacher also reformulated a sentence in English to help the students understand the materials well and easily. This study suggests that teachers' translanguaging practices enable teachers to clarify instructions, elaborate questions, and explain learning materials.
Analisis Wacana Persuasif dalam Iklan di Instagram Sampang Water Park Salsabilla, Belinda Eka; Sriyono, Sriyono
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 2 (2024): CaLLs, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i2.13633

Abstract

Pulau Madura saat ini disebut sebagai pulau garam karena menjadi pulau penghasil garam terbesar di Indonesia. Namun selain menyimpan kekayaan garam, pulau yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini juga menyimpan potensi wisata yang tak kalah menawan untuk dijelajahi. Potensi wisata Pulau Madura juga menjadi penopang perekonomian Madura. Tak heran jika pemerintah sangat agresif dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisatanya. Pemerintah dan juga masyarakat yang terlibat dalam industri pariwisata telah menerapkan berbagai iklan, mulai dari media cetak hingga platform online, untuk memperkenalkan pariwisata yang ada. Biasanya iklan berbentuk brosur cetak yang disebar di tempat keramaian. Saat ini banyak destinasi wisata yang menggunakan media sosial sebagai wadah promosi. Media sosial sebagai alat promosi dinilai lebih efektif di era dominasi online ini. Salah satu tempat wisata di Madura yang juga memanfaatkan media sosial untuk promosi adalah Sampang Water Park. Sebuah iklan biasanya mengandung bahasa persuasif untuk meyakinkan dan mengajak pembaca. Selain bersifat persuasif, pemilihan gaya bahasa juga penting untuk menarik perhatian seseorang dan mendorongnya mengikuti maksud penulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik dan gaya bahasa persuasif dalam iklan Instagram Sampang Water Park, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan tiga teknik persuasif dan dua gaya bahasa persuasif. 
Speech Acts in the Written Language of Advertisements: McDonald’s Advertisements as a Case Study El Bakri, Jawad
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 2 (2024): CaLLs, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i2.15467

Abstract

The current study investigates the pragmatic notion of speech act in the written language of McDonald’s advertisements. Advertising has always been a subject of study which is approached by a wide range of disciplines such as psychology, sociology, anthropology, and linguistics. Advertising is a profitable industry in the modern world; however, the great deal of research which was conducted so far has not yet provided the answers for understanding the main determinants (factors) of effective advertising. This study is one among many attempts that have approached the pragmatic side of the written language of McDonald’s advertisements. Pragmatics, as the study of the so-called “the invisible meaning” and speech act as a key concept in the field, are considered to be an appropriate conceptual framework for conducting this study whose main objective is to determine the hidden and implicit meanings (speech acts) which are embedded in the gathered data (McDonald’s advertisements). Austin (1962) and Searle (1969, 1975) provide the conceptual framework for this study as it endeavors to interpret the written language of McDonald’s advertisements in terms of the most pervasive and frequent kinds of speech acts within the selected data. Speech act theory is important when it comes to explaining language because it provides a theoretical framework for understanding how language is used to perform various communicative acts such as making requests, giving advice, making promises…etc. The fact of grasping the various types of speech acts and the conditions under which they are considered to be felicitous (successful) can increase the author’s understanding of language use and its impact on those daily interactions among consumers and producers. The theoretical framework of speech act theory provides enough analytical tools for understanding how speech acts are used in the written language of McDonald’s advertisements. The researcher can make use of that theoretical framework to identify the most frequent and different acts and their effects on target consumers. The author qualitatively and quantitatively analyzes the gathered data in the sense that he uses content analysis, as a qualitative research tool, and quantifying the frequency of certain speech acts, as a quantitative research tool. This particular study has shown that directive, representative, and commissive speech acts tend to be much more frequent in the written language of McDonald’s advertisements. These speech acts are repeated at a different rate in the previously analyzed data. They are expressed in various categories such as requesting and inviting as directive speech acts, suggesting and concluding as representative speech acts, and promising as a commissive speech act. On the other hand, this research has also shown that expressive and declarative speech acts are minimized compared to the previously stated ones (representative, directive, and commissive acts). As a final statement, all of these types of speech acts are combined to increase the persuasive force of the language of McDonald’s written advertising discourse. The major limitation of this study is that only the written language of McDonald’s advertisements is investigated and other aspects such as sounds and visual presentations are not examined which are considered as well-defined opportunities that pave the way for further future research as far this research topic is concerned.
Giving Compliments in Tonight Show Net Tv and The Tonight Show Starring Jimmy Fallon: Cross-Cultural Pragmatics Novitasari, Ainia Arum
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 2 (2024): CaLLs, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i2.14811

Abstract

This study aims to investigate giving compliments used by the host of the Tonight Show Net TV and the Tonight Show Starring Jimmy Fallon in cross-cultural pragmatics. This study will compare two different cultures, American and Indonesian cultures. Indonesia follows the Eastern culture, while America holds the Western culture. These two cultures are fascinating subjects of research on giving compliments. The researcher chose the theory of giving compliments from Searle (1979) in order to establish which strategy had been used by both cultures. This study used the descriptive qualitative method. After applying the theory to data, the researcher discovered that there was a difference between these two cultures in their form of giving compliments. Indonesia and America, however, do have similar results in giving compliments such as using the adjectives words such as ‘beautiful’, ‘fantastic’, ‘great’, ‘good’, ‘nice’, ‘excellence’, and ‘amazing’.