cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 2460674X     EISSN : 25497707     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) published by Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman and published in June and December. CaLLs welcome articles and research reports utilizing an interdisciplinary approach to the study of culture. The object materials of the study may include aspects of language/linguistics, literature, arts (music and traditional arts).
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
MULTIKULTURALISME DALAM TARSUL KUTAI KARTANEGARA Ariani, Setya; Pratama, Zamrud Whidas; Triyoga, Anwar Ibrahim
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v0i0.13138

Abstract

Tarsul merupakan sebuah kesenian berupa nyanyian tradisional yang berkembang di tengah masyarakat Kutai Kartanegara. Penelitian tradisi lisan ini didukung oleh konsep multikulturalisme yang menempatkan kesetaraan di tengah keragaman budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran  perkembangan penyajian kesenian tarsul dan mengungkap nilai-nilai dan ekspresi multikultural yang terkandung dalam kesenian tersebut. Berbentuk penelitian fenomenologi, pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku budaya di wilayah Kutai Kartanegara. Hasil penelitian mengungkapkan adanya perkembangan penyajian tarsul dilihat dari tujuan penyelenggaraan dan bentuk penyajiannya. Nilai-nilai dan ekspresi multikultural yang dapat dianalisis antara lain toleransi, saling percaya, saling memahami, saling menghormati, dan keterbukaan pikiran. Implikasi dari hasil penelitian ini diharapkan menggugah keterlibatan pihak-pihak baik dari bidang pendidikan maupun pemerintah sehingga dapat memotivasi pengembangan pendidikan multikultural melalui karya seni serta melakukan upaya-upaya pelestarian warisan budaya lokal.
Machine Translation Shifts on The Meaning Equivalence of Culture Sentence and Illocutionary Speech Acts: Back-Translation Mentari, Diana; Al Farisi, Mohamad Zaka; Maulani, Hikmah
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 1 (2024): CaLLs, June 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i1.15168

Abstract

ABSTRACT Machine translation, as an important tool in the field of artificial intelligence, has made significant progress in recent years. One of the most difficult aspects of machine translation is capturing the cultural nuances and meanings in illocutionary speech acts. Indonesian short story anthologies are an interesting example in this regard, as they contain distinctive and meaning-rich cultural terms. This study aims to explore the dynamic equivalence in machine translation shifts of sentences containing cultural terms and speech acts in Indonesian short story anthologies, as well as to evaluate the translation equivalence and success in transferring the cultural meaning. This study uses a descriptive qualitative research design with a content analysis approach. The analysis shows that the sentences in the short story anthology containing cultural terms and illocutionary speech acts experience translation shifts up to 83 data in the form of level and category shifts, which have an impact on the dynamic equivalence of translation. Google Translate can capture most of the cultural meanings, but there are still translation inequalities. Although machine translation technology such as Google Translate continues to evolve, further efforts are needed to capture cultural nuances and the ability to distinguish Arabic words without harakat (diacritical marks). Human involvement is still needed to ensure the accuracy of the translation results, especially in the cultural context and meaning of illocutionary speech acts. Keywords: Machine Translation, Cultural Terms, Short Story Anthology, Translation Shift, Dynamic Equivalence.
Metaphors in Mata Najwa Podcast Episode: “Eklusif, Ganjar Pranowo dan Piala Dunia” | Mata Najwa mawaddah, suci
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 9, No 2 (2023): CaLLs, December 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v9i2.12123

Abstract

This research discusses the use of metaphor features in the Podcast Najwa Shihab Episode “Eklusif: Ganjar Pranowo dan Piala Dunia” | Mata Najwa. This podcast is one of the contents of Najwa Sihab's Youtube channel which is the source of data in this study. The purpose of the research is to analyze the characteristics of metaphors used and their relationship with power. This research was conducted using Fairclough's (1992) critical discourse research approach, which views language as a means of power. The research method used was descriptive qualitative. Through this research, the author found six metaphorical expressions from the podcast episode " Eklusif: Ganjar Pranowo dan Piala Dunia” | Mata Najwa. The results of this study show that language not only plays a central role in human life, but language is also created as a tool to control something, change something or make something happen. Other results show that the discourse and communication patterns between Najwa Shihab and Ganjar Pranowo in the podcast exemplify the exercise of power that directly influences people's opinions and behavior in responding to the government's stance of canceling the 2023 World Cup in Indonesia.
RELASI MASKULINITAS DAN FEMINITAS DALAM CERPEN DILARANG MENCINTAI BUNGA-BUNGA KARYA KUNTOWIJOYO KAJIAN MULTIKULTURALISME Nugroho, Bayu Aji; Masrur, Masrur; Putra, Agus Kastama; Gunawan, Indras
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v0i0.13153

Abstract

Fenomena yang menjadi salah satu isu dan memiliki keterkaitan dengan masyarakat di Indonesia adalah multikulturalisme. Indonesia adalah salah satu Negara dengan keberagaman etnik dan budaya. Menjadi suatu hal yang wajar apabila permasalahan terkait keberagaman etnik dan budaya menjadi isu yang populer di kalangan masyarakat. Isu terkait maskulinitas dan feminitas sebagai bagian dari multikulturalisme telah merambah sampai pada karya sastra di Indonesia. Salah satu karya sastra yang membahas isu tersebut adalah cerpen yang ditulis oleh Kuntowijoyo dengan judul Dilarang Mencintai Bunga-Bunga. Oleh karena itu, isu terkait maskulinitas dan feminitas menjadi menarik untuk dikaji menggunakan sudut pandang kajian multikulturalisme.  Artikel ilmiah dalam penelitian ini akan membahas mengenai permasalahan terkait relasi maskulinitas dan feminitas yang terdapat dalam cerpen tersebut. Secara metodologis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil kajian ditemukan bahwa bentuk keberagaman gender (maskulinitas) yang muncul di dalam cerpen antara lain : (1) Machismo dan (2) Soft Masculinity. Sedangkan bentuk relasi maskulinitas dan feiminitas ditemukan dalam hubungan relasi antara tokoh Buyung, Ayah, dan Kakek di dalam cerpen. 
Penggunaan Disfemisme pada Film “Yowis Ben Finale” Khoiruddin, Muhammad Hafidh
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 1 (2024): CaLLs, June 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i1.13626

Abstract

Jenis disfemisme yang digunakan dalam film "Yowis Ben Finale" adalah topik utama pada tulisan ini. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengandung disfemisme. Data untuk penelitian ini berasal dari film "Yowis Ben Finale", yang dirilis pada Desember 2021 lalu. Teknik pemerolehan data dilakukan dengan cara baca, simak, dan catat. Analisis data adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung, teknik lesap, dan teknik ganti. Hasil analisis data menunjukkan bahwa disfemisme digunakan dalam berbagai cara pada film "Yowis Ben Finale" yang dapat disebutkan sebagai berikut: 1) kata-kata umpatan dan pemanggilan nama yang tidak senonoh; 2) membandingkan manusia dengan binatang, yang secara tradisional dapat disimpulkan bahwa karakteristik tertentu dikaitkan dengannya; 3) makian atau julukan yang menggunakan istilah “abnormal”, sakit jiwa, atau gangguan jiwa; dan 4) istilah yang menghina atau tidak sopan yang bersifat menghina orang yang bersangkutan. Kata kunci: disfemisme, film, Yowis Ben Finale
TINDAKAN SOSIAL DALAM NOVEL KITA PERGI HARI INI KARYA ZIGGY ZEZSYAZEOVIENNAZABRIZKIE BERDASARKAN PERSPEKTIF MAX WEBER Hidayah, Hildan Nurul
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 9, No 2 (2023): CaLLs, December 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v9i2.12689

Abstract

In the sociology of literature, social action is interpreted as a form of individual behavior to achieve a goal, without social action, social relations will be passive. This study aims to identify and describe the forms of social action in the characters in the novel We Go Today by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. This study uses a qualitative method with descriptive analysis, the primary data sources are dialogues and author's narration in the novel We Go Today. Collecting data using the read and sign method, then data analysis through the transcription stage and then data reduction to produce some data that is relevant to Max Weber's theory. The results of this study found 12 forms of social action. 3 in the form of instrumental rational actions, 5 traditional non-rational actions, and 4 affective rational actions.
CHANGING PORTRAYALS OF ASIANS IN FILMS Sudirman, Eka Pratiwi; Kuncara, Singgih Daru; Mubarok, Ahmad
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v9i0.13152

Abstract

This research focuses on an anti-whitewashing movement in films and how it connects with the shifting portrayals and stereotypes of Asians in films. The period addressed in this study is from 1995 to 2021. The researcher begins by recognizing whitewashing issues and concerns in casting Asian actors and identifying stereotypical images of Asians portrayed in two films: the original version of Mortal Kombat, which was released in 1995, and the contemporary remake of the film, which was released in 2021. This research used content analysis to compare the portrayals and stereotypes of Asians in both films. The data indicate that racist images of Asians seen in Mortal Combat 1995 have been removed in Mortal Combat 2021.
MULTICULTURALISM ON EFL STUDENTS’ SELECTED POEMS IN FACULTY OF CULTURAL STUDY MULAWARMAN UNIVERSITY Alamsyah, Alamsyah; Prafitri, Wilma; Hanum, Irma Surayya; Azzura4, Nazhwa
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v0i0.13139

Abstract

Indonesia sebagai bangsa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa memiliki berbagai suku bangsa yang terwujud dalam keragaman budaya dan Bahasa namun tetap dapat hidup berdampingan dan saling menghormati. Sastra multikultural adalah karya sastra yang mencerminkan interaksi dua atau lebih budaya, termasuk perbedaan suku,ras,adat istiadat,budaya dan agama. Penelitian ini mengkaji sastra multikultural sebagai objek kajian yang signifikan dan strategis dalam menjawab permasalahan bangsa. Artikel ini mengkaji unsur-unsur multicultural yang digambarkan dalam puisi-puisi pilihan yang ditulis oleh mahasiswa sastra Inggris di Fakultas Ilmu Budaya. Pendekatan analisis isi diadopsi untuk memahami realitas dalam teks sastra multicultural dalam puisi-puisi terpilih. Penelitian ini menggunakan paradigma deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Menurut Klaus (2004), analisis isi berfokus pada referensi data yang valid dari segi isi. Namun,dengan menganalisis unsur-unsur multicultural dalam puisi-puisi pilihan yang ditulis oleh mahasiswa sastra Inggris,dapat digunakan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Mulawarman tentang keberadaan multikulturalisme di Ibukota Nusantara. Lebih jauh lagi, penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk refleksi diri,mengevaluasi Tindakan dan keputusan yang akan diambil seseorang dan sebagai bentuk antisipasi diri dari melakukan hal-hal yang menimbulkan perpecahan karena perbedaan suku,budaya,agama dan ras.
Hasrat Tokoh Anak Muda Pada Cerpen ”Dari Masa Ke Masa” Karya A.A Navis Kajian Lacanian Alfadlilah, Muna
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 10, No 1 (2024): CaLLs, June 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v10i1.15137

Abstract

AbstrakIdentitas dan realitas memiliki hubungan dalam kehidupan sosial yang tidak terpisahkan. Hasrat mendorong identitas untuk berbuat dan bergerak. Teori Jacques Lacan menjelaskan hubungan antara sastra dan psikologi. Aspek-aspek sastra pada teori tersebut berupa penanda atau perwujudan diri penulis atua pengarang yang nampak pada karakter-karakter ciptaannya yaitu fase-fase perkembangan manusia menurut Lacan memiliki perbedaan dan konsep yang penting dalam mengetahui pemikiran yang berhubungan dengan konsep diri, identitas, dan realitas. Setiap fase terdapat perkembangan hingga akhirnya menimbulkan hasrat yang mendorong manusia untuk melakukan hal selama hidupnya. Seperti hasrat yang karakter utama, seorang anak muda, sesuai dengan alur yang penulis ceritakan pada cerita pendek berjudul “Dari Masa ke Masa”. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan tiga fase: fase nyata, fase imajiner, dan fase simbolis tokoh anak muda tersebut. Dalam cerpenya dijelaskan bahwa anak muda memiliki keinginan yang secara signifikan dikatakan banyak dan unik. Maka dalam ketidaksadaran anak muda tersebut menjadikan suatu hasrat harus terpenuhi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif pada cerpen Dari Masa ke Masa karya A.A Navis dengan menganalisis berupa data kutipan atau kalimat dalam cerpen yang kemudian dianalisis dan dijabarkan dengan menggunakan konsep kajian Lacanian. Rumusan masalah dalam cerpen ini bagaimana penulis A.A. Navis menyampaikan cerita pendek melalui tokoh Aku (anak muda) dalam mencapai keinginan dan hasrat kesuksesan sehingga analisis ini mendapatkan hasil bahwa kepuasan dan hasrat dan fase-fase terpenuhnya hasrat dapat menjadikan cermin adanya suatu kesadaran dan ketidakesadaran terhadap tokoh anak muda.Kata Kunci : Hasrat, Lacan, Psikoanalisis     DESIRE OF YOUNG PEOPLE FOR SHORT STORIES “DARI MASA KE MASA” BY A.A NAVIS THROUGH THE STUDY OF JACQUES LACAN  AbstractIdentity and reality have an inseparable relationship in social life. Desire drives identity to do and move. Jacques Lacan's theory explains the relationship between literature and psychology. The literary aspects of the theory are markers or manifestations of the author's self that appear in the characters of his creation. The phases of human development according to Lacan have differences and concepts that are important in knowing thoughts related to the concept of self, identity, and reality. Each phase has a development that eventually leads to desires that encourage humans to do things during their lives. Like the desire of the main character, a young man, according to the plot that the author tells in the short story entitled "Dari Masa ke Masa". In this study, the researcher uses three phases: the real phase, the imaginary phase, and the symbolic phase of the young character. The short story explains that young people have desires that are significantly many and unique. So in the unconscious of the young person, a desire must be fulfilled. This research method uses descriptive qualitative on the short story From Time to Time by A.A Navis by analyzing in the form of quotation data or sentences in the short story which are then analyzed and described using the concept of Lacanian studies. Research question in this short story is how the author A.A. Navis conveys a short story through the character Aku (young people) in achieving the desire and desire for success so that this analysis gets the results that satisfaction and desire and the phases of desire fulfillment can make a mirror of the existence of an awareness and unconsciousness of young people's characters. Keywords: Desire, Lacan, Psychoanalysis  
Menjaga Harmoni Alam dan Budaya Kearifan Lokal dalam Tradisi Sesaji Rewanda Kecamatan Gunungpati Aini, Azizah Nur
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 9, No 2 (2023): CaLLs, December 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v9i2.7808

Abstract

Suatu kebudayaan lahir karena adanya dorongan dari pikiran manusia untuk menciptakan sesuatu hal yang kemudian melahirkan kebudayaan itu di suatu daerah yang mereka tinggali. Kebudayaan dan manusia adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Manusia yang menyelaraskan dirinya dengan sosial dan budaya menjadi sebuah masyarakat. Kebudayaan tidak mungkin ada jika tidak ada masyarakat dan masyarakat tidak mungkin tidak menghasilkan suatu kebudayaan. Penetapan Desa Kandri sebagai Desa Wisata mengharuskan masyarakat untuk terus bergerak dan berproses dalam menyikapi perubahan karena tidak mungkin hanya bergantung pada pemerintah saja. Salah satu upacara ritual untuk konsumsi wisata yang ada di desa Kandri adalah Sesaji Rewanda yang telah dilestarikan secara turun temurun dan masih ada hingga sekarang. Sesaji Rewanda sendiri dilaksanakan setiap tahun pada tujuh hari setelah lebaran, sebelumya tradisi ini dilaksanakan pada 1 Syawal atau pada hari ketiga Hari Raya Idul Fitri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Menggambarkan secara sistematis, factual, dan akurat tentang bagaimana latar belakang sesaji rewanda, peoses pelaksanaan, manfaat dan fungsi yang diperoleh, serta bagaimana cara melestarikan agar tradisi itu tetap terjaga.