cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): Februari" : 15 Documents clear
Peningkatan Kompetensi Menyusun dan Mengajarkan Soal Cerita Matematika bagi Guru SD Pedesaan Sumarwati Sumarwati; Budiyono Budiyono
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.4438

Abstract

Masalah yang dihadapi guru sekolah dasar di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali yang termasuk pedesaan adalah siswa sulit memahami isi soal cerita dalam buku  Matematika karena bahasa dan konteksnya tidak sesuai dengan kompetensi mereka. Sementara itu, guru  kesulitan menyusun soal cerita yang sesuai dengan karakteristik kebahasan  siswanya serta mengajarkannya dengan metode  komunikatif. Tujuan pengabdian  (IbM) ini untuk meningkatkan kompetensi guru dalam (1)  menyusun soal cerita yang sesuai dengan karakteristik bahasa dan konteks siswanya serta (2) mengajarkan soal cerita dengan metode komunikatif sehingga membantu siswa untuk  memahami isi soal cerita. Yang menjadi subjek (mitra) adalah 30 guru kelas 1, 2, 3. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif dengan teknik modelling, simulasi, dan praktik kelas. Hasil  pelatihan dan pendampingan penyusunan soal cerita  menunjukkan lebih dari 70% guru dapat membuat soal cerita Matematika yang sesuai kriteria, sedangkan  pada guru yang lain, sebagian soal cerita buatannya tidak sesuai kriteria, misalnya kalimat terlalu panjang, tidak menggunakan aktor dan setting, serta tidak memuat nilai karakter positif. Hasil pelatihan dan pendampingan praktik mengajarkan soal cerita menunjukkan lebih dari 60% guru dapat mengajarkan soal cerita buatannya secara komunikatif dengan teknik menerjemahkan (dalam bahasa Jawa) dan menceritakan sehingga siswa dapat memahami isi soal soal dan membuat persamaan Matematika secara benar.  Kata kunci: penyusunan dan pengajaran; soal cerita Matematika; sekolah dasar; pedesaanThe Improvement of Composing and Teaching Word Problem Competencies for Rural Elementary School TeachersABSTRACT The problem faced by primary school teachers in Cepogo Subdistrict, Boyolali District which is rural area, is that it is difficult for students to understand  word problems in the Mathematics book because the language and context are not in line with their competencies. Meanwhile, the teacher has difficulty creating word problem that are appropriate to the students' language characteristics and teaching them using communicative methods. The purpose of this devotion (IbM) is to improve teacher competence in (1) ccomposing word problem that are in accordance with the characteristics of the language and context of the students and (2) teaching word problems with communicative methods so that it helps students to understand the content of problems. The subjects (partners) were 30 teachers in grades 1, 2, 3. The approach applied was a participatory approach with modeling techniques, simulations and classroom practices. The results of the training and mentoring for the preparation of word problems showed that more than  70% of the teachers could compose Mathematics word problems that were in accordance with the criteria, whereas in other teachers, some of the stories they made were not in accordance with the signs, ie the sentences were too long, not use actors and settings, and do not contain positive character. The results of training and practical assistance teaching word problems show that more than 60% of teachers can teach the word problems that she made communicatively by translating techniques (in Javanese) and telling stories so students can make mathematical equations correctly.Keywords: composing and teaching; mathematics word problems; primary school; rural. 
Penerapan “Health Eating” pada Pelaksanaan Program Makan Bersama di PAUD Retno Mardhiati; Rina Khairunnisa Fadli
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3465

Abstract

ABSTRAK Anak usia dini sangat membutuhkan zat gizi makro dan mikro untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya. Tahapan ini, energi untuk aktifitas anak usia dini dan perkembangan otak serta pertumbuhan sel menjadi pertimbangan dalam pemberian makanan pada anak usia dini. Metode kegiatan terdiri dari brainstorming, edukasi gizi dan kesehatan, pratek pengolahan makanan untuk anak usia dini, dan pendampingan. Kegiatan diatas diikuti oleh ibu siswa/i dari 8 PAUD di Kecamatan Kebayoran Baru. Mitra kegiatan Himpaudi Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Tahap praktek pengolahan makanan anak usia dini dilakukan di laboratorium gizi FIKes UHAMKA. Tahap pendampingan PMB di salah satu PAUD. Hasil kegiatan, pengenalan kebutuhan dan kecukupan gizi anak usia dini dilakukan di PAUD dengan pelaksanaan Program Makan Bersama (PMB). PMB dilaksanakan setiap minggu pada hari Jum’at. Pelaksanaan PMB ini, siswa/i makan bersama-sama di PAUD. Makanan dimasak dan disediakan oleh ibu-ibu siswa/i PAUD. PMB ini dapat menjadi wadah untuk pengenalan pentingnya makanan yang bergizi, pentingnya sarapan, pentingnya makan sayur dan buah pada siswa/i PAUD. Namun ibu siswa/i yang menjadi pelaksana PMB harus memiliki pengetahuan gizi anak usia dini yang baik, sehingga makanan yang disajikan tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak sehat, tidak menggunakan mie instan, atau makanan yang berlemak tinggi. Sosialisasi makanan yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan bervariasi.Kata Kunci: anak usia dini; edukasi, gizi; makan; nutrisi Application of "Health Eating" in the Implementation of Joint Eating Programs in PAUDABSTRACT Early childhood children need macro and micro nutrient for their growth and development process. The energy used for activities, brain development, and cells growth was considered in giving children's food. The activity method comprised brainstorming, nutritional and health education, and food processing for early childhood children practice, and accompaniment. Those activities were joined by the students' mother of 8 early childhood children educations (PAUD) in Kebayoran Baru, South Jakarta, partnered by HIMPAUDI (PAUD Educator and Teacher Association) Kebayoran Baru, South Jakarta. The food processing practice was performed in UHAMKA Health Sciences Faculty nutritional laboratory. Eat Together Program (PMB) accompaniment was done in one of the PAUDs. The activities result was the introduction to nutrition need and adequacy of children in PAUD through PMB. PMB, performed every Friday, brought PAUD children to eat together in their school. The food was cooked and served by students' mother who should have nutritional knowledge for early childhood children so the food didn't use unhealthy additive substances, instant noodle, or high fat food. PMB can be a mean to introduce the importance of nutritional food, breakfast, and fruits and vegetables to the children. Socialization of  balanced and variated nutrition principle food. Keyword: early childhood children; education; eat; nutrition; nutrient. 
Strategi Meningkatkan Omzet Tangkal Furniture Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pembenahan Pencatatan Keuangan Ade Imam Muslim; Fitri Lestari; Tri Widiastuty
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.6163

Abstract

Tangkal Furniture merupakan suatu bisnis yang tercipta melalui ide kreatif terhadap suatu inovasi mengenai konsep pembuatan furniture. Banyak masyarakat yang menggunakan furniture dengan pilihan bahan baku kayu. Begitupun dengan Tangkal memilih bahan baku kayu dengan jenis Trembesi. Tangkal Furniture ini berlokasi di Jalan Cisaranten Wetan Kecamatan Cinambo Kota Bandung. Lokasi ini kurang memadai karena tidak berada di pinggir jalan umum atau jalan besar dan sulit diakses oleh konsumen bila menggunakan kendaraan roda empat. Tempat produksi masih bergabung dengan rumah tinggal sehingga memiliki keterbatasan tempat. Masalah utama yang dialami oleh Tangkal Furniture adalah kurangnya peralatan untuk menunjang proses produksi, kesulitan dalam menggarap pemasaran melalui media sosial maupun direct marketing (pemasaaran langsung) dan menentukan segmentasi pasar, kurangngnya teknik pemasaran dalam menentukan segmen menengah ke atas dengan kualitas bahan baku trembesi, serta pencatatan keuangan yang belum memadai. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini fokus pada perapihan pencatatan keuangan melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis EMKM dan melakukan pendampingan dalam menentukan segmentasi, target dan posisi pasar yang selanjutnya menentukan media promosi yang tepat untuk memasarkan produknya.Kata Kunci: omset; siApik; media sosial. Strategies to Increase Turnover Tangkal Furniture Through Utilization of Information Technology and Improvement Financial RecordsABSTRACTTangkal Furniture is a business that is created through creative ideas for an innovation regarding the concept of making furniture. Many people use furniture with a choice of wood raw materials. Likewise with Tangkal choosing wood raw materials with the Trembesi type. Tangkal Furniture is located on Jalan Cisaranten Wetan, Cinambo District, Bandung City. This location is inadequate because it is not on the side of a public road or big road and is difficult for consumers to access when using a four-wheeled vehicle. The production site is still joined by a residence so it has limited space. The main problems experienced by Tangkal Furniture are the lack of equipment to support the production process, difficulty in working on marketing through social media and direct marketing (direct marketing) and determining market segmentation, lack of marketing techniques in determining the middle to upper segment with quality raw materials of trembesi, and inadequate financial records. This method of implementing community service activities focuses on tidying up financial records through training in preparing EMKM-based financial reports and providing assistance in determining segmentation, targets and market positions which further determine the appropriate promotional media to market its products.Keyword: omzet, siApik, social media.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Melalui Penyuluh Peran Suami Sebagai Fasilitator Dalam Persiapan Proses Persalinan Ni Made Risna Sumawati; I Made Dwie Pradnya Susila
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.2662

Abstract

Pada tahun 1999 sampai tahun 2000 pemerintah Indonesia telah mencanangkan program  Suami  Siaga yang bertujuan untuk meningkatkan peran serta suami. Program lain yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia adalah “Making Pregnancy Safer” dimana diharapkan partisipasi, pengetahuan dan keterlibatan suami dapat meningkat selama proses persalinan (Depkes RI, 2012). Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi sehingga suami dapat memahami tentang pentingnya peran suami sebagai fasilitator. Pelaksanaan penyuluhan tentang upaya meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya peran suami sebagai fasilitator dalam persiapan proses persalinan dilaksanankan pada pada suami yang mengantarkan ibu melakukan pemeriksaan kehamilan di BPM Ni Ketut Nuriasih. Suami diberikan lembar pre test tentang peran pendampingan yang diperlukan untuk menemani istri bersalin, kemudian suami diberikan leaflet dan dijelaskan peran yang seharusnya dilakukan nanti saat menemani istri bersalin. Pada tahap akhir suami kembali diberikan lembar post tes untuk mengukur tingkat pemahamannya. Hasilnya seluruh suami yang diberikan penjelasan tentang peran sebagai fasilitator dalam menemani istri bersalin seluruhnya mengerti, dibuktikan dengan adanya peningkatan pemahaman dari hasil pre test dan post test. Saran Bagi klinik klinik yang menangani persalinan sebaiknya dalam pemberian KIE persiapan persalinan suami juga diikut sertakan sehingga ibu dan suami semakin siap menghadapi proses persalinan.Keywords: Fasilitator; Penyuluhan; Peran Suami; PersalinanKnowledge Efforts Through Release About The Importance Of Husband Role As A Facilitator In Preparing The Labor ProcessAbstractSince 1999 to 2000 the Indonesian government had launched the Husband Alert program which aimed to increase the participation of husbands. Another program that has been launched by the Government of Indonesia is the "Making Pregnancy Safer" where it is expected that the participation, knowledge and involvement of the husband can increase during the birth process (MOH RI, 2012). But until now there are still many husbands who do not understand their role well. So it is necessary to make efforts to increase knowledge through counseling about the importance of the husband's role as a facilitator in the preparation of the labor process. Counseling about the importance of the husband's role as a facilitator in the preparation of the birth process is done by the lecture method using leaflet props. Evaluation was carried out before and after the provision of counseling material (pre and post test). Counseling was carried out for 15 days from 1 to 15 June 2018 to 28 husbands who took mothers to carry out ANC examinations. The results of the post-test showed 78.6% experienced an increase in knowledge about the importance of the husband's role as a facilitator while the other 21.4% did not experience an increase in knowledge about the importance of the husband's role as a facilitator. Increased knowledge about the importance of the husband's role as a facilitator in the preparation of the birth process is influenced by several factors. One of them is the age factor and level of education. Recommendations for clinics that handle childbirth, it should always be included in the provision of counseling preparation for childbirth by explaining the role that must be done so that mothers and husbands are more ready to face the labor process.Keywords: Counseling; Childbirth; Facilitator; Role of Husband.
Penerapan Otomasi Perpustakaan Sekolah di Malang Raya Moh Safii; Setiawan Setiawan; Sokhibul Ansor; Dwi Novita Ernaningsih; Lidya Amalia Rahmania; Cicik Tri Jayanti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.3880

Abstract

Berdasarkan data Kementrian pendidikan dan kebudayaan, sebanyak 34.19 persen sekolah di Indonesia dari 34 provinsi, belum memiliki perpustakaan. Padahal sesuai amanat UU No 43 Tahun 2007 hendaknya lembaga pendidikan termasuk sekolah ditunjang dengan perpustakaan. Perpustakaan tentu harus mengiringi perkembangan jaman dan mampu untuk memberikan layanan berbasis teknologi. Berdasar hal tersebut dan fakta bahwa tidak semua perpustakaan sekolah berjalan sesuai standar perpustakaan apalagi memanfaatkan otomasi perpustakaan. Maka pengabdian dalam bentuk pelatihan ini menjadi solusi dari gambaran permasalahan diatas. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah ceramah, pelatihan dan pendampingan. Diikuti oleh 34 peserta dari pengelola perpustakaan Se Malang Raya yang terdiri dari Sekolah Swasta, Sekolah Negeri, Pondok Pesantren. Saat pelatihan aplikasi otomasi perpustakaan 100% terinstall pada laptop peserta dan dapat digunakan. Sehingga pengelolaan perpustakaan yang manual sudah terbantukan dengan otomasi perpustakaan dan meninggalkan proses manual/paperbased service ke arah perpustakaan digital. Kendala yang dihadapi peserta ketika monitoring dan evaluasi ialah dukungan teknis penyediaan hardware yang belum dipenuhi oleh pihak sekolah. Saran dan tindak lanjut dari kegiatan ini ialah ditingkatkannya pada tahap lebih lanjut yaitu inovasi layanan dan akreditasi perpustakaan.Kata kunci: otomasi perpustakaan; perpustakaan digital; perpustakaan sekolahImplementation of School Library Automation in Malang RayaABSTRACT  Based on data from the Ministry of education and culture, as many as 34.19 percents of schools in Indonesia from 34 provinces, do not yet have a library. Yet according to the mandate of Law No. 43 of 2007 educational institutions including schools should be supported by libraries. Libraries certainly have to accompany the development of the era and be able to provide technology-based services. Based on this and the fact that not all school libraries run according to library standards let alone utilize library automation. Then this service in the form of training is the solution to the picture above problems. The methods used in this service are lectures, training and mentoring. Participated in 34 participants from the library manager of Se Malang Raya consisting of Private Schools, Public Schools, Islamic Boarding Schools. During training, the library automation application is 100% installed on the participant's laptop and can be used. So that manual library management is helped by library automation and leaves the manual / paper-based service process in the direction of digital libraries. The obstacle faced by participants when monitoring and evaluation is technical support for providing the hardware that has not been met by the school. Suggestions and follow-up from this activity are to be improved at a further stage, namely service innovation and library accreditation.Keywords: library automation; digital library; school library
Peningkatan Manajemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kursi Bambu Desa Ciranjang Lulu Ulfa Sholihannisa; Hadiansyah Ma'sum
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.6152

Abstract

Peningkatan Manajemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kursi Bambu merupakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sekaligus menjadi tujuan dari kegiatan PKM ini. Berdasarkan survey dan anailisis, maka dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut: 1) kurangnya pemahaman terhadap ilmu manajemen bisnis baik secara pengelolaan sumber daya manusia dan belum memiliki perencanaan strategic dalam mengembangkan bisnis; 2) terbatasnya pemasaran kursi bambu yang selama ini dilakukan secara konvensional; 3) minimnya kemampuan pelaku UMKM dalam menguasai pemanfaatan digital marketing untuk menyebarluaskan produk kursi bambu; 4) masyarakat memiliki keterbatasan dalam permodalan sehingga mengalami kesulitan untuk mengembangkan bisnis kursi bambu yang bervariasi, dan inovasi yang menarik sehingga mampu bersaing dan peningkatan pendapatan pengrajin; 5) terbatasnya alat membuat kerajinan bambu yang dimiliki  oleh kelompok  pengrajin   bambu tradisional; dan, 6) modal kelompok pengrajin bambu masih sangat kecil, pada umumnya perusahaan tersebut masih milik perorangan sehingga kekuatan modal sangat tergantung dari kondisi finansial keuangan pribadi.  Metode yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: 1)tahap persiapan; 2) tahap pelaksanan; 3) monitoring; dan 4) evaluasi. Hasil dari PKM ini, UMKM mendapatkan pelatihan mengenai manajemen UMKM yang meliputi pelatihan peluang bisnis, SDM, dan manajemen pemasaran.Kata kunci: bambu, digital marketing, kursi, manajemenImprovement of Management of Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) of the Bamboo Chair in Ciranjang VillageABSTRACTIncreasing Business Management Micro small and medium enterprises (UMKM) of Kursi Bambu is an activity of devotion to the community “Pengabdian Kepada Masyarakat” PKM at once as an aim from this PKM activities. Based on Survey and analysis, it can be identified problems as follows: 1) lack of understanding to the business management either in human resources management and do not have strategic planning in developing business; 2) the limited marketing of Kursi Bambu is during this is  conventional; 3) the lack of UMKM doers skill in holding digital marketing utilization to overspread Kursi Bambu products; 4) the people have the limited in the capital so that find it difficult to develop the business are varied of Kursi Bambu; 5) the limited of bamboo craft maker is shared by a group of a traditional bamboo craftsman; 6) we got group capital of bamboo craftsman was very small, in general, the company is still owned by an individual capital so power depends on personal finances. The method in this devotion was done in several phases, 1) preparation phase; 2) actuating phase; 3) monitor phase; 5) evaluation. The results from this PKM that UMKM got the training about business management which covering business opportunity, human research management, and marketing management.Keywords: bamboo, digital marketing, chair, management
Pemanfaatan Tanaman Hidroponik Mengandung Zat Besi Tinggi di Pondok Pesantren Nurul Amin Kresna Febriyanto; Vira Selvi Yonika; Wahdaniah Wahdaniah; Haikal Rahman Adilara Erdin; Muhammad Rizan; Ralda Yanti Syahdan; Ariza Adela; Mardiana Mardiana
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.3826

Abstract

Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, remaja putri yang paling banyak mengalami kekurangan zat-zat gizi terutama makanan yang mengandung zat besi tinggi dikarenakan telah memasuki masa menstruasi. Kelompok masyarakat yang rentan terhadap anemia adalah santri pondok pesantren karena masalah pola makan yang dapat mempengaruhi status gizi santriah tersebut. Prevalensi anemia sebesar 25,5%. Prevalensi anemia di Indonesia sebesar 21,7% proporsi pada perempuan sebesar 23,9% dan sisanya laki-laki. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesehatan santriwati dengan pemanfaat tanaman hidroponik mengandung zat besi tinggi sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi penyakit anemia di Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Amin Jl. Kurnia Makmur RT.23 Kel. Harapan Baru Kec. Loa Janan Ilir Samarinda Seberang. Metode pemberdayaan masyarakat ini yaitu pelatihan kepada 21 orang santriwati kader Alarm Kesehatan dalam pembuatan tanaman hidroponik, perawatan hingga pengelolaan terkait hasil dari tanaman yang telah di tanam. Pelatihan penanaman hidroponik dengan sistem wick dilaksanakan pada tanggal 10 November 2019 selanjutnya diimplementasikan kembali oleh kader Alarm Kesehatan kepada santriah dan selanjutnya untuk pengelolaan dan perawatan tanaman hidroponik dilaksanakan setiap harinya oleh para santriwati. Kader Alarm Kesehatan melakukan pemantauan santriwati dalam pemanfaatan tanaman hidroponik yang mengandung zat besi tinggi dengan memanfaatkan barang bekas berupa botol plastik ukuran 1600 ml.Kata Kunci: hidroponik; kader alarm kesehatan; pondok pesantren. Utilization of Hydroponic Plants with High Iron in Pondok Pesantren Nurul AminABSTRACTAdolescence is a period of growth and development, girl teenage who experience the most nutritional deficiencies that contain high iron because they have menstruation. Community groups that are prone to anemia are boarding school students because of eating patterns that can affect the nutritional status of these students. The prevalence of anemia is 25.5%. The prevalence of anemia in Indonesia is 21.7% the proportion in women is 23.9% and the rest are men. Community empowerment activities are carried out with the aim of improved the health status of students by utilizing hydroponic plants containing iron as an alternative in overcoming anemia in the Salafiyah Nurul Amin Islamic Boarding School Jl. Kurnia Makmur RT.23 Kel. Harapan Baru Kec. Loa Janan Ilir Samarinda Seberang. This community empowerment method is training for 21 cadre students. Health alarm in making hydroponic plants, treatment for management related to the results of plants that have been planted. The hydroponic planting training with the wick system was held on November 10, 2019 and then re-implemented by the Health Alarm cadre for students and the management and care of hydroponic plants carried out at any time by the students. Health Alarm Cadre provides students in the use of hydroponic plants that contain high substances by used containing 1600 ml plastic bottles.Keywords: hydroponics; health alarm cadres; islamic boarding schools.
Perbaikan Lingkungan dengan Penanaman Mangrove Berbasis Masyarakat untuk Mendukung Wisata Pesisir Desa Tapulaga Aminuddin Mane Kandari; Safril Kasim; La Ode Siwi; Ridwan Adi Surya; La Ode Agus Salim Mando; Asramid Yasin; Herlan Hidayat; Terry Y.R. Pristya
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.4046

Abstract

Perbaikan lingkungan dengan penanaman mangrove berbasis masyarakat untuk mendukung wisata pesisir dilatar belakangi oleh garis pantai mengalami kemunduran dengan tingginya erosi pantai, kurangnya sentuhan iptek dalam pengelolaan mangrove, masyarakat tidak memiliki mata pencaharian alternatif dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara lingkungan. Tujuan program ini adalah terbentuknya unit pemberdayaan masyarakat terhadap ekosistem mangrove, menjadikan ekosistem mangrove sebagai wisata pesisir untuk meningkatkan pendapatan daerah, kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam. Metode yang digunakan meliputi: 1) metode perencanaan: survei lokasi, perijinan, wawancara, pemberian kuesioner, 2) metode pelaksanaan: penyuluhan, pembentukan unit lembaga, pembibitan, persemaian, penanaman dan kerja bakti bersih pantai dan 3) metode evaluasi: meminimalisir kelemahan dan hambatan selama kegiatan berlangsung. Program dilaksanakan pada Juli 2019 di desa Tapulaga kecamatan Soropia kabupaten Konawe. Hasil program yang dicapai: persepsi masyarakat banyak yang setuju desa Tapulaga menjadi daerah ekowisata mangrove, terbentuknya Sahabat Mangrove Desa Tapulaga sebagai lembaga pengelola mangrove dan lembaga pendukung lainya seperti kelompok Pengawas Pesisir Wahana Lestari dan kelompok Nelayan Lestari, bertambahnya 1 unit bedeng persemaian mangrove yang baru yang dapat dijadikan lahan bisnis untuk dijual, penambahan jumlah area kawasan hutan mangrove desa Tapulaga dengan melalui 1000 bibit pohon mangrove yang ditanam dan berkurangnya sampah plastik melalui kerja bakti bersih pantai desa Tapulaga.Kata Kunci: Desa Tapulaga; mangrove; pesisir; wisata Environmental Improvement with Community-Based Mangrove Planting to Support Coastal Tourism in Tapulaga Village ABSTRACT Improvement of the environment by planting community-based mangroves to support coastal tourism due to the shoreline has deteriorated with high coastal erosion, lack of science and technology touches in mangrove management, the community lacks alternative livelihoods and lack of community awareness to protect and preserve the environment. The purpose of this program is the formation of a community empowerment unit for mangrove ecosystems, making mangrove ecosystems as coastal tourism to increase regional income, community welfare and nature conservation. The methods used include: 1) planning methods: location surveys, permits, interviews, questionnaires, 2) implementation methods: counseling, the establishment of institutional units, nurseries, nurseries, planting and beach clean service work and 3) evaluation methods: minimizing weaknesses and obstacles during the activity. The program was carried out in July 2019 in Tapulaga village, Soropia sub-district, Konawe regency. Program results achieved: many community perceptions agree that Tapulaga village becomes a mangrove ecotourism area, the formation of Friends of Mangrove Tapulaga Village as a mangrove management institution and other supporting institutions such as the Wahana Lestari Coastal Supervisor group and the Sustainable Fishermen group, an increase in 1 new mangrove nursery unit can be used as a business land for sale, increasing the number of mangrove forest areas in Tapulaga village by going through 1000 mangrove tree seedlings planted and reducing plastic waste through the clean beach service work of Tapulaga village.Keywords: coastal; mangrove; Tapulaga Village; tourism
Peningkatan Potensi Produk Unggulan Kabupaten Bandung Melalui Manajemen Produk dan Branding Digital Astri Wulandari; Bethani Suryawardani; Dedy Rahman Wijaya; Siska Komala Sari; Suryatiningsih Suryatiningsih
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.4103

Abstract

Hanya 10% dari total anggota Paguyuban Usaha Kecil Menengah Regional Kabupaten Bandung (PPKM) yang sudah menggunakan website dalam promosi penjualan produk yang diproduksi. Sedangkan sisanya 90% masih menggunakan media konvensional untuk mempromosikan produknya, seperti penggunaan brosur dan pameran. Adapun data keanggotaannya juga masih dikelola dan disimpan hanya menggunakan software aplikasi microsoft excel, sehingga data anggota tersebut belum berelasi satu sama lain, tidak up to date dan berpotensi mengakibatkan inkonsistensi dan duplikasi. Dengan dibangunnya website profil Organisasi Komunitas UMKM berbasis Content Management System yang menampilkan informasi profil produk dan anggota, serta diadakannya pelatihan pengelolaan konten informasi tersebut menjadi solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan pengelolaan data anggota dan aktivitas promosi produk serta juga dapat mengembangkan kemampuan kewirausahaan melalui website, sehingga mereka tidak perlu bergantung hanya pada kegiatan jual beli secara tatap muka langsung (offline). Adapun pembangunan web tersebut dilaksanakan melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Terapan (FIT) beserta Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB) Universitas Telkom. Dengan disediakan website ini, diharapkan pengelolaan data anggota menjadi tersentralisasi dan lebih berkualitas serta kegiatan promosi produk unggulan di Kabupaten Bandung dapat menjangkau pasar yang lebih luas lagi.Kata Kunci: digital branding; manajemen produk; produk unggulan. Increasing the Potential of Superior Products in Bandung Regency through Product Management and Digital Branding                                           ABSTRACT All members of Bandung Regency Small and Medium Enterprises Association (PPKM), only 10% have a website to improve the products produced. The rest (90%) still uses conventional media such as brochures and exhibitions in the competition for their products. Coverage data is still managed using Microsoft Excel so that the data is not related, still requires inconsistencies and duplication, also not up to date. Development of a MSME Community Organization profile website based on a Content Management System that provides product profiles and member profiles, as well as content training that is appropriate to overcome difficulties in managing member data and product promotion and can increase entrepreneurial skills through the website. The web development is carried out through Community Service Activities conducted by lecturers and students of the Faculty of Applied Sciences (FIT) and the Faculty of Communication and Business (FKB) Telkom University. With this website, it is hoped that promotional products can buy a wider market and data management for members is centralized and of better quality.Keyword: digital branding; product management; featured product.
Peningkatan Ketrampilan Siswa dalam Menghadapi Perkembangan Keilmuan Geografi Era 4.0 Melalui Pengenalan Drone Mapping Danardono Danardono; M. Iqbal T. Sunariya; Vidya Nahdiyatul Fikriyah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.4356

Abstract

Munculnya era baru revolusi industri 4.0, menuntut tiap bidang keilmuan memiliki perkembangan teknologi yang tinggi, mutakhir, mudah diakses, dan berbasis internet. Tuntutan era baru ini juga mengharuskan bidang keilmuan geografi semakin berkembang menyesuaikan zaman. Perkembangan teknologi di bidang geografi yang saat ini berkembang sebagai bentuk tuntutan era revolusi 4.0 yaitu teknologi drone. Teknologi drone atau yang dikenal dengan pesawat tanpa awak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan data dasar dalam kajian-kajian geografi. Di sisi lain, perkembangan teknologi ini belum terintegrasikan dengan silabus pendidikan pada tingkat pendidikan menegah sehingga pembelajaran geografi di tingkat ini cenderung masih bersifat teoretis dan kurang aplikatif. Padahal tuntutan kebutuhan seorang pembelajar geografi harus paham dan mengerti mengenai perkembangan teknologi ini. Adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan mengenai perkembangan teknologi di bidang geografi utama teknologi drone dapat menginisiasi diintegrasikannya pengetahuan mengenai perkembangan teknologi utamanya drone dalam pembelajaran di tingkat menengah. Hal ini nantinya dapat digunakan untuk memicu perubahan sistem pembelajaran geografi di tingkat menengah yang bersifat teoretis menjadi lebih aplikatif. Selain itu, lulusan atau produk dari tingkat menengah dapat memiliki kompetensi dan ketrampilan yang sesuai dengan tuntutan era revolusi industri 4.0 utamanya pada bidang kajian geografi.Kata Kunci: geografi; teknologi drone; pembelajaran; revolusi 4.0. Improving Student Skills in Facing Geographic Scientific Development in Era 4.0 through the Introduction of Drone Mapping ABSTRACT The emergence of a new era of the industrial revolution 4.0 requires each scientific field to have high technological development, easily accessible, and internet-based. The demand of this new era also requires that the field of geographic science developed according to the times. The development of technology in the field of geography which is currently developing as a form of the demands of the revolution era 4.0 is the drone technology. Drone technology, known as drone aircraft, can be used to collect basic data in geography studies. On the other hand, the development of this technology has not been integrated with the syllabus of education at the mid-level education so that geography learning at this level tends to be theoretical and less applicable. Though the demands of the needs of a geography learner must understand and understand about this technological development. The existence of socialization activities and training on technological developments in the main geographic fields of drone technology can initiate the integration of knowledge about the development of technology, especially drones in learning at the secondary level. This can later be used to trigger changes in geographic learning systems at the secondary level that are theoretical to be more applicable. In addition, graduates or products from the middle level can have competencies and skills that are in accordance with the demands of the industrial revolution era 4.0, especially in the field of geography studies.Keywords: drone mapping; geography; learning system; revolution 4.0.

Page 1 of 2 | Total Record : 15