cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
Penerapan Regulasi Emosi Pada Anak PAUD Melalui Lokakarya Daring Guru PAUD Aisyiyah Papua Feby Fadjaritha; Agus Sukarno; Adi Hertanto; Intan Wahyu Istiqomah; Eny Purwandari
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.12039

Abstract

Regulasi Emosi bagi anak PAUD menjadi salah satu indikator pembelajaran dalam kurikulum PAUD. Guru diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar menarik dalam penanaman karakter regulasi emosi pada anak. Berbagai macam metode pembelajaran dan penanaman karakter bagi anak PAUD, salah satu yang terbukti efektif dan menyenangkan bagi anak adalah metode berkisah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang regulasi emosi dan penusunan satuan pembelajaran serta aplikasi tekhnik berkisah dalam menanaman regulasi emosi ala Rasulullah. Menggunakan metode lokakarya/workshop dalam jaringan dengan fasilitas aplikasi Zoom Meeting. Peserta merupakan guru PAUD A’isyiyah Bustanul Athfal dari 7 Kota/Kabupaten seluruh Papua yang berada di bawah arahan Majelis DIKDASMEN PWA Papua dengan keseluruhan peserta sebanyak 52 orang. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan tiga materi lokakarya, pengerjaan kertas kerja dan demonstrasi metode berkisah yang diikuti oleh 7 perwakilan peserta. Hasil dari lokakarya ini, selain terdapat peningkatan pengetahuan tentang regulasi emosi ala Rasulullah, guru menyusun satuan pembelajaran berkaitan dengan regulasi emosi dan dapat mempraktikkan penanaman regulasi emosi dengan tehnik berkisah.
Edukasi Analisis Kesehatan tentang Keamanan Makanan Ringan dan Minuman Kemasan pada Santri Pondok Pesantren Queen Al Ishlah Banyuwangi Ani Qomariyah; Hanim Istatik Badi'ah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.12792

Abstract

Di lingkungan Pondok Pesantren, pada jam istirahat biasanya para santri membeli jajanan dan minuman di kantin atau koperasi Ponpes. Para santri yang kebanyakan usia anak sekolah, merupakan konsumen utama jajanan, seringkali tidak faham dan tidak memperhatikan keamanan makanan dan minuman yang dibelinya. Mereka cenderung memilih snack dan soft drink sesuai kesukaannya, tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan kesehatan dan kebersihannya. Ponpes Queen Al-Ishlah yang berlokasi di Desa Tapanrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi ini seperti lembaga-lembaga pada umumnya yang memiliki kantin dan koperasi. Namun, kondisi yang ada belum dapat dikatakan sebagai kantin yang sehat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta mengubah kebiasaan jajan pada anak-anak. Kegiatan berupa edukasi dengan metode penyuluhan selama 2 hari dengan jumlah santri 20 orang. Tim pelaksana terdiri dari 2 orang dosen dan dibantu 3 orang mahasiswa dari STIKES Banyuwangi. Pelaksanaan kegiatan dengan metode hybrid melalui Zoom dan offline di lokasi Pondok Pesantren. Hasil dari kegiatan ini, terungkap bahwa pengetahuan para santri terhadap keamanan snack dan soft drink tergolong rendah. Perhatian orang tua serta guru di Ponpes terhadap budaya jajan santri sangat diperlukan. Konsep pemahaman yang benar harus ditanamkan sejak dini agar dapat menentukan tumbuh kembang mereka di masa anak-anak.
Pelaksanaan Review Kerangka Kerja Manajemen Risiko Pada Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Hafid Aditya Pradesa; Iin Agustina; Ira Yusnita Wijayati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.13253

Abstract

Penerapan manajemen risiko dalam sebuah organisasi menjadi sebuah keharusan untuk mendukung tata kelola organisasi yang lebih baik dan efektif. Kegiatan  pengabdian  bertujuan untuk  mengupayakan peningkatan pemahaman  konsep risiko dan manajemen risiko pada pegawai serta mendiskusikan tentang penerapan manajemen risiko pada organisasi.  Kegiatan   pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan menggunakan metode forum grup diskusi dengan melibatkan beberapa unsur pegawai yang mewakili satuan kerja (Satker) baik satker tingkat I atau II di lingkup Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Kegiatan dilakukan dalam bentuk review kerangka kerja manajemen risiko selama dua hari dengan menerapkan protokol kesahatan yang ketat.  Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa masih banyak pegawai yang belum sepenruhnya memahami secara jelas tentang konsep risiko. Selain itu hasil diskusi menunjukkan bahwa kerangka kerja Manajemen Risiko yang telah disusun masih dikategorikan belum sesuai atau belum memenuhi kriteria standar yang telah ditetapkan. Hal ini disinyalir karena masih kurangnya pemahaman tentang konsep dasar dari risiko itu sendiri. Melalui kegiatan ini pengetahuan pegawai tentang konsep risiko diharapkan menjadi lebih baik sehingga penyusunan Kerangka Kerja Manajemen Risiko di satuan kerja masing – masing menjadi lebih sesuai standar dan tujuan dari penerapan manajemen risiko di organisasi dapat tercapai.
Pembelajaran Computasional Thinking melalui Program Gerakan Pandai untuk Guru dan PKBM Mewati Ayub; Maresha Caroline Wijanto; Robby Tan; Daniel Jahja Surjawan; Hapnes Toba; Meliana Christianti; Doro Edi; Hendra Bunyamin; Adelia Adelia; Risal Risal
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.13430

Abstract

Program Gerakan Pandai yang digagas oleh Bebras Indonesia dengan dukungan Google bertujuan untuk membuat guru mulai menjadi guru penggerak dalam menyemaikan dan menumbuh-kembangkan kemampuan Computational Thinking (CT). Melalui gerakan PANDAI ini, diharapkan guru mengenal CT dan memperkenalkan CT kepada para siswa, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan  berpikir komputasional yang bersifat kritis dan kreatif. Biro Bebras Maranatha menjalankan program Gerakan Pandai dalam dua batch yang dimulai pada bulan September 2020 sampai dengan Desember 2021. Pelatihan guru  batch1 diikuti oleh 148 guru, sedangkan batch2 diikuti 394 guru. Indikator guru yang berhasil menerapkan kemampuan CT adalah guru yang melaksanakan  paling sedikit 4 sesi microteaching dalam dua semester. Guru yang tuntas melakukan microteaching untuk batch1 ada 110 orang (74%), dan batch2 ada 184 guru (47%), dengan persentase rata-rata 60.5% untuk seluruh batch. 
Budidaya Tanaman Toga dan Pelatihan Pembuatan Olahan Minuman Kunyit Asam dalam Mencegah Covid-19 I Ketut Atmaja Johny Artha; Wiwin Yulianingsih; Yatim Riyanto; Ali Yusuf; Arini Dwi Cahyani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.13496

Abstract

Keluarga menjadi garda terdepan dalam mencegah Covid-19. Demi mendukung keluarga terlindungi dari paparan Covid-19 maka tim pengabdian masyarakat melaksanakan kegiatan pengabdian di ibu-ibu PKK RT 001/RW XIII Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik. Subyek sasaran yaitu ibu-ibu PKK RT 001/RW XIII KBD Gresik karena peran ibu sebagai pelindung keluarga. Pada pengabdian ini melakukan penyuluhan dan pelatihan pengelolaan Tanaman Obat keluarga (TOGA). Bentuk kegiatan penyuluhan berupa edukasi pola hidup sehat dengan memanfaatkan TOGA sebagai obat tradisonal keluarga yang mudah didapatkan. Kemudian untuk budidaya TOGA dilakukan di polybag dengan memanfaatkan lahan yang sempit selanjutnya untuk pengelolaan TOGA dibuat menjadi minuman kunyit asam. Dengan kegiatan ini ibu-ibu PKK RT 001/RW XIII KBD Gresik dapat memanfaatkan TOGA menjadi produk minuman sebagai bentuk kemandirian kesehatan dan ekonomi dimasa pandemi Covid-19. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat, yaitu 1) keberhasilan target jumlah peserta pelatihan, keberhasilan  target  jumlah  peserta pelatihan yang  semula direncanakan sekitar 23 orang dari ibu-ibu PKK RT 001/RW XIII KBD Gresik dalam pelaksanaannya kegiatan pelaksanaan dihadiri oleh 23 peserta. 2) ketercapaian tujuan pelatihan, Pemahaman dan  wawasan peserta pelatihan mengenai budidaya dan pengolahan TOGA semakin meningkat karena materi tersebut belum pernah diperoleh sebelumnya. 3)  kemampuan  peserta pelatihan dalam penguasaan materi. Kemampuan peserta pelatihan dalam penguasaan materi dibuktikan dalam memahami manfaat TOGA dan diimplementasikan dalam pembuatan minuman kunyit asam
Pendampingan Mahasiswa PGSD dalam Menemukan Ide Menulis: Bidang Minat Matematika SD Andi Wilda Indra Nanna; Enditiyas Pratiwi; Dedi Kusnadi; Irianto Aras; Mardyanto Barumbun
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.13502

Abstract

Karya tulis ilmiah baik berupa artikel jurnal maupun skripsi merupakan syarat wajib bagi setiap mahasiswa untuk menjadi sarjana. Menemukan ide dalam menyusun karya ilmiah terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak mahasiswa, oleh karena itu pendampingan bagi mereka tentunya sangat dibutuhkan. Ilmu yang didapat terkait karya ilmiah dalam perkuliahan idealnya didukung melalui kegiatan pendampingan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengadakan acara pendampingan dalam membantu siswa menggali potensi ide yang pada akhirnya dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah. Kegiatan pendampingan ini dilakukan secara online dan diikuti oleh 42 mahasiswa S1 semester VI Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Borneo Tarakan yang memiliki minat penelitian di bidang matematika. Kegiatan pendampingan menunjukkan hasil yang baik dengan adanya feedback dan penugasan berupa penulisan kerangka berpikir diakhir kegiatan. Adanya penugasan tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa setelah adanya feedback yang dilakukan. 
Pelatihan Pembuatan Cendol Rumput Laut bagi Perempuan Penjemur Rumput Laut sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Keluarga di Palopo Muhammad Ashabul Kahfi; Subekti Masri; Bahtiar Bahtiar; Fitriani Jamaluddin; Muhktarram Ayyubi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.13519

Abstract

Kehidupan masyarakat pesisir yang identik dengan lingkaran kemiskinan mendorong para perempuan pesisir di Palopo untuk terlibat menjadi penjemur rumput laut. Pendapatan mereka sebagai penjemur rumput laut tergolong masih rendah dikarenakan tidak adanya pengetahuan mengenai olahan rumput laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan untuk mengolah rumput laut menjadi produk makanan, sehingga nilai jual dari rumput laut bisa meningkat dan berkontribusi positif bagi kehidupan mereka. Kegiatan ini dilakukan melalui kerjasama dengan penyuluh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Palopo, Dinas Koperasi dan UKM Kota Palopo, BAZNAS Kota Palopo, dan KUA Wara Selatan.  Perempuan penjemur rumput laut yang tergabung dalam Kelompok Cahaya Katonik diajarkan tentang budidaya rumput laut yang baik dan benar, mulai dari cara memilih bibit, cara mengikat rumput laut yang efektif, cara menebar rumput laut yang telah diikat, hingga cara menjemur rumput laut yang bersih sehingga mampu menghasilkan rumput laut yang berkualitas tinggi. Selanjutnya, perempuan penjemur rumput laut juga diajarkan cara mengolah rumput laut yang sudah kering menjadi produk olahan makanan menjadi cendol rumput laut. Melalui pengolahan produk cendol rumput laut, perempuan penjemur rumput laut dapat mengurangi anggaran rumah tangga untuk cemilan anak, dan membuka usaha baru bagi mereka untuk meningkatkan pendapatan rumah tangganya.
Peningkatan Kualitas Air Konsumsi Masyarakat Pesisir Sungai Menggunakan Teknologi Nano Filtasi dan Membran Nur Hidayah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.13822

Abstract

Keterbatasan akses air bersih bagi masyarakat Desa Tinggiran Luar 2 memaksa mereka untuk menggunakan air dari sumber tersedia dengan kualitas yang belum memenuhi persyaratan. Warna air yang keruh dan perubahan rasa asin akibat instrusi air laut menjadi salah satu contoh rendahnya kualitas sumber air bagi masyarakat. Upaya mendapatkan air bersih selama ini dilakukan dengan pemberian tawas pada air yang diendapkan selama 24 jam.  Untuk itu maka dilakukan instalasi alat pengolahan air untuk masyarakat pesisir sungai di Desa Tinggiran Luar 2 dengan menggunakan metode nano filtrasi dan membran. Air sungai dialirkan ke dalam tangki penampung berkapasitas 1200 L untuk diendapkan selama 30 menit dengan penambahan 10 gram tawas. Selanjutnya air dari tangki penampung di alirkan ke dalam tabung filter silika dengan bantuan pompa air sebagai pemberi tekanan. Air keluaran tabung filter selanjutnya dialirkan menuju membran filter untuk memastikan turbiditas air berkurang jauh dan membantu agar kerja membran ultrafiltrasi tidak terlalu berat sehingga tidak perlu terlalu sering dilakukan proses pencucian. Tahapan terakhir adalah pengaliran air melalui membran ultrafiltrasi untuk membantu menghilangkan mikroorganisme dan bakteri yang terkandung di dalam air untuk selanjutnya ditampung pada tangki air bersih.  Air sungai yang diolah melalui alat instalasi nano filtrasi dan membran menunjukkan kualitas yang lebih baik dilihat dengan adanya peningkatan kejernihan air dan waktu yang pengolahan yang lebih efisien dibandingkan dengan metode pengendepan manual yang dilakukan masyarakat selama ini. Pemasangan alat pengolah air ini telah mampu membantu sebagian masyarakat Desa Tinggiran Luar II dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari sehingga tidak perlu membeli air lagi ke Banjarmasin.
Diseminasi Teknik Pembuatan Hard Candy Jahe (Zingiber officinale Rosc.) untuk Masyarakat Desa Murtajih Kabupaten Pamekasan S. Supriyanto; M. Mojiono; Hamzah Fansuri; R. Faridz
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.13859

Abstract

Perkembangan produk berbasis herbal semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan akan produk kesehatan. Hard candy berbahan dasar jahe dapat menjadi produk yang menjanjikan karena populer dan terjangkau, serta dapat diproduksi dengan menggunakan teknologi sederhana. Upaya pengembangan produk olahan jahe yang telah umum adalah dalam bentuk minuman, manisan dan bahan dasar campuran jamu yang hanya dikonsumsi oleh kalangan dan usia tertentu. Bentuk olahan jahe selain yang telah ada  perlu dikembangkan lagi terutama untuk memperluas penikmat jahe sebagai makanan sehat untuk semua kalangan. Sehingga tujuan dari pembuatan hard candy dalam pengabdian masyarakat ini lebih difokuskan pada: melakukan pemberdayaan masyarakat Desa Murtajih, pemanfaatan sumber daya alam jahe dan penerapan teknologi tepat guna pembuatannya. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi (diseminasi) dan praktek teknologi pasca panen jahe, pengolahan  dan pembuatan hard candy jahe  Lokasi pengabdian adalah Desa Murtajih, Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan hasil sosialisasi dan praktek pembuatan yang dilakukan antusiasme masyarakat sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya partisipasi masyarakat untuk ikut serta. Jawaban masyarakat terhadap kemanfaatan program pengabdian ini terutama untuk mau membuat dan berusaha sendiri cukup besar yaitu masing-masing sebesar 93 % dan 90 %. Alasan yang mendasar adalah desa Murtajih selain didukung oleh pariwisata juga sumber daya jahe cukup besar serta teknologi pembuatannya yang relatif sederhana.
Pelatihan Pembuatan Cocopot (Pot dari Sabut Kelapa) di Desa Manyampa, Kabupaten Bulukumba Andi Yurni Ulfa; Suhartini Azis; Wahyuddin Hamid; Yuli Artati; Nur Ina Syam
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.14073

Abstract

Masyarakat Desa Manyampa hanya memanfaatkan bagian buah kelapa sedangkan sabbut kelapa hanya sebagai bahan bakar bahkan menjadi limbah sehingga perlu ada pelatihan untuk memanfaatkan limbah tersebut. Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola limbah sabut kelapa menjadi produk cocopot. kegiatan ini terdiri atas empat tahap yaitu koordinasi mnegenai perencanaan, persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Peserta pada pelatihan difokuskan pada kelompok Karang Taruna dan Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berlokasi di Desa Manyampa, Kecamatan Ujungloe, Kab. Bulukumba yang berjumlah 20 orang. Pelaksanaan pengabdian diberikan dalam bentuk metode ceramah, diskusi, demonstran, dan praktek langsung. Pelaksanaan pelatihan menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti kegiatan yang dimulai dari penerimaan materi hingga pada praktek langsung yang diawali dimulai dari dan pembersihan sabut kelapa, pemotongkan dan pembentukan kerangka ram, hingga pada penyusunan sabut celapa. Antusias masyarakat terlihat pada peningkatan pengetahuan perolehan rerata pretest jawaban benar sebesar 29,00% menjadi 99,00% pada saat posttest. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan yang dilaksanakan memberikan dampak yang sangat baik terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Adanya peningkatan pengetahuan dari pelatihan yang diikuti diharapkan masyarakat mampu mengelola limbah sabut kalapa menjadi cocopot yang bernilai nilai ekonomis sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat di saat pandemi dalam membantu perekonomian keluarga.