cover
Contact Name
Dr. Shohifah Annur, M.Sc
Contact Email
jurnalwikramaparahita@unsera.ac.id
Phone
+62254-8235007
Journal Mail Official
jurnalwikramaparahita@unsera.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Cilegon No.Km. 5, Taman, Drangong, Kec. Taktakan, Kota Serang, Banten 42162
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25990020     EISSN : 25990012     DOI : 10.30656/jpmwp
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Serang Raya dengan ISSN 2599-0020 (Cetak) dan ISSN 2599-0012 (Online). Jurnal ini memuat artikel-artikel pengabdian kepada masyarakat dengan ruang lingkup Diklat dan Pemasaran yang dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat, UKM dan masyarakat sekitar; Pemberdayaan masyarakat; Akses Sosial; Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa; Pemberdayaan Masyarakat Daerah Perbatasan; Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan; Program Pemberdayaan Masyarakat; Program Teknologi Tepat Guna untuk Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024" : 22 Documents clear
Pelatihan Pencatatan Keuangan Digital Laundry dengan Menggunakan Aplikasi SIAPIK Yuniar, Irna; Widayanti, Asti; Kastaman, Kastaman; Santoso, Adam Ananda; Azzhara, Dhea Putri; Azijah, Syifa Nur
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.6989

Abstract

Pencatatan transaksi dan dokumen laporan penjualan jasa laundry pada UKM Trias Laundry masih berbasis pencatatan menggunakan buku berdasarkan perhitungan sederhana dengan media kalkulator. Hasil perhitungan memerlu­kan proses verifikasi secara manual untuk memeriksa ketepatan laporan. Hal ini menyebabkan kebutuhan tambahan waktu pada proses pembuatan laporan karena rentan terhadap kesalahan perhitungan. Keterbatasan kemam­puan karyawan dalam menggunakan aplikasi berbasis digital untuk menghasilkan laporan keuangan juga menjadi salah satu kendala. Untuk membantu permasalahan tersebut dilakukan sosialisasi dan pelatihan peng­guna­an aplikasi SIAPIK untuk menghasilkan laporan keuangan. Metode pelak­sanaannya terdiri dari tiga tahap yaitu tahap survey dan analisis kebutuhan, kemudian tahap pelaksanaan sosialisasi secara online memberi­kan pema­ham­an tentang sistem informasi akuntansi, pentingnya laporan akuntansi dan aplikasi SIAPIK dan tahap praktek penggunaan fitur aplikasi dan evaluasi laporan hasil aplikasi tahap terakhir adalah tahap evaluasi dan monitoring. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan bahwa terdapat peningkatan pemahaman 87.5% dari peserta tentang aplikasi sistem informasi akuntansi digital dan laporan akuntansi, kemudian terdapat peningkatan keterampilan karyawan dalam melakukan pencatatan transaksi dan evaluasi laporan akuntansi senilai 70%. Kontribusi utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengenalkan aplikasi SIAPIK kepada UMKM untuk pembuatan laporan keuangan sesuai standar SAK EMKM.
Penguatan Kapasitas Manajerial Menuju Pesantren Mandiri dan Berdaya Saing Unggul Lathifah, Zahra Khusnul; Kholik, Abdul; Aziz, Imam Abdul
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7297

Abstract

Permasalahan yang umum dihadapi oleh pondok pesantren adalah ketergantungan sistem dan keberlangsungan proses pendidikan kepada pimpinan pondok pesantren (Kyai) dimana banyak pondok pesantren yang tutup akibat dari pimpinannya yang tutup usia. Kegiatan pengabdian ini menjadi hilirisasi dari beberapa temuan penelitian tentang penjaminan mutu pesantren, iklim sekolah, literasi teknologi dan digital marketing dan digital branding. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk penguatan kapasitas manajerial pondok pesantren di Kabupaten Bogor. Langkah-langkah mekanisme yang dijadikan metodologi dalam pelaksanaan kegiatan dilaku­kan dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pengorganisasian pelaksa­naan, dan evaluasi. Mitra yang dipilih adalah Pondok Pesantren Modern Ar Ridlo Sentul Bogor Jawa Barat. Berdasarkan hasil kegiatan Penguatan Kapasitas Manajerial Pesantren yang dilaksanakan melalui metode assess­ment berupa pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta kegiatan pendampingan, menunjukan bahwa ada peningkatan dari jumlah rata-rata skor pre-test dan post-tes yaitu sebesar 45% untuk SPMI, 37% untuk topik iklim pesantren ramah anak, 29% untuk topik literasi teknologi pembelajaran, dan 17% untuk topik digital marketing dan digital branding. Hal itu menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman pimpinan, pengasuh, pengelola dan guru-guru pesantren di lingkungan kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor setelah mendapatkan sosialisasi dan pendampingan terkait Penguatan Kapasitas Manajerial, Literasi Teknologi, Iklim dan Income Generating Pesantren yang Mandiri dan Berdaya Saing Unggul.
Penanganan Hama Pertanian Sorghum dan Pengelolaan Limbah Organik Pertanian sebagai Solusi Swasembada Ekonomi Petani Gabriel, Azmi Alvian; Ngatini, Ngatini; Pangestu, Lanang; Sugiantoro, Achmad Reflyn; Putri, Afrida Aulia; Sa'diyah, Chalimatus
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7338

Abstract

Desa Patihan, Desa Keyongan, Desa Sambangan, dan Desa Moropelang merupakan 4 Desa di Kabupaten Lamongan Jawa Timur dengan potensi komoditas pertanian. Sorgum ditanam oleh masyarakat sebagai solusi kondisi lahan pertanian yang bersifat tadah hujan. Seiring dengan beralihnya musim tanam, potensi tersebut tidak diimbangi dengan keberhasilan panen dari petani yang terus mengalami penurunan produksi sejak tahun 2021-2023 akibat serangan hama tikus, serangga, dan penurunan kesuburan tanah. Dalam rangka menanggulangi serangan hama tikus dan serangga, dibuatlah program pengabdian masyarakat berupa pembuatan dan sosialisasi pestisida alami dari Buah Maja (Aegle marmelos) bagi petani serta penanaman tanaman Refugia di sekitar lahan pertanian. Selain itu, dilaksanakan program pembuatan dan sosialisasi limbah pertanian dan limbah organik rumah tangga yang berguna sebagai pupuk organik lahan pertanian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan alter­natif solusi penanganan hama sekaligus pengelolaan lingkungan pertanian sehat dengan memanfaatkan bahan-bahan ramah lingkungan. Beberapa indikator yang digunakan mengukur peningkatan pemahaman masyarakat diantaranya: pemahaman mengenai manajemen tanaman sehat, pupuk organik dan pestisida alami; pemanfaatan limbah organik dan limbah rumah tangga; metode pengolahan pestisida organik; dan pengetahuan mengenai bunga refugia. Dari hasil program pengabdian masyarakat diketahui adanya peningkatan pengetahuan mengenai program manajemen tanaman sehat sebesar 35% dibandingkan sebelum dilaksanakannya program.
Manajemen Posyandu Lansia untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan di RW 08 Kelurahan Pedurungan Lor Amilahaq, Farikha; Kusumawati, Diah Ayu; Irawan, Bahrain Pasha; Astuti, Sintya Nur; Kusumadewi, Febriana
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7349

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memfasilitasi layanan kesehatan masyarakat terutama lansia di wilayah RW 08 Kelurahan Pedurungan Lor Kota Semarang. Metode yang dilakukan ialah inisiasi pembentukan posyandu lansia, pemberian fasilitas berupa alat-alat kesehatan, pemberian sosialisasi penggunaan dan perawatan alat-alat kesehatan, dan pemberian edukasi manajemen kelolaan posyandu lansia. Materi kegiatan untuk Kader Posyandu diantaranya; 1) pengelolaan pos­yandu lansia, 2) pengelolaan aset dan sarana prasarana, dan 3) penggunaan alat-alat kesehatan. Adapun materi untuk Lansia ialah 1) pentingnya pos­yandu lansia, 2) pentingnya melakukan skrining kesehatan lansia secara rutin, dan 3) pentingnya menjaga kesehatan lansia. Berdasarkan pelaksanaan, diperoleh hasil bahwa peresmian Posyandu Lansia sekaligus Pelatihan dihadiri oleh 26 peserta yang terdiri dari 5 perangkat desa, 10 kader posyandu, 10 lansia sebagai perwakilan, dan 1 narasumber dari Puskesmas wilayah terkait. Evaluasi dilaksanakan setelah 3 bulan berjalan dengan mewawancarai kader, lansia dan keluarga lansia, serta analisa logbook posyandu. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan dan evaluasi, dapat terlihat respon positif perangkat desa dan tenaga kesehatan dari puskesmas terhadap program ini, tingginya antusias warga lansia dan keluarga lansia, serta antusiasme kader Posyandu dalam menambah pengetahuan agar dapat memberikan pelayanan di bidang kesehatan masyarakat. Kader posyandu dari tenaga kesehatan yang tinggal di wilayah belum ada, sehingga masih perlu pendampingan intensif dari tenaga kesehatan dari puskesmas, terutama untuk penggunaan alat cek laboratorium sederhana.
Pelatihan Akuntansi Keuangan Gereja di Gereja Kristen Jawa Kabluk Semarang Yulianti, Yulianti; Sulistyawati, Ardiani Ika; Minarso, Bambang; Christiyanto, Dedy
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7364

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menyampaikan pelatihan akuntansi keuangan Gereja di Gereja Kristen Jawa Kabluk Semarang sesuai Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35. Pelaksanaan pengabdian ini memakai metode kualitatif deskriptif. Pengabdian dilaksanakan pada bulan Mei 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang. Berdasarkan pelatihan yang dilakukan diketahui bahwa Gereja Kristen Jawa Kabluk masih menggunakan pencatatan sederhana dalam penyajian laporan keuangannya. Kesimpulan yang diperoleh bahwa Gereja Kristen Jawa Kabluk belum menerapkan penyajian laporan keuangan berdasarkan ISAK 35. Hal tersebut disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dari sumber daya yang dimiliki gereja. Hasill ini sesuai dengan hasil pre-test dimana indikator kemampuan membuat laporan keuangan jawaban rata-rata peserta tidak paham, Sedangkan hasil indikator kemampuan membuat laporan keuangan sesuai dengan ISAK 35 rata-rata jawaban tidak paham, Setelah dilakukannya pengabdian dengan penjabaran oleh moderator terlihat ada perubahan progress yang sangat baik atas pemahaman indikator yang digunakan. Sesuai hasil post-test indikator kemampuan laporan keuangan diperoleh hasil 39,98% paham dan 60,02% sangat paham. Sedangkan indikator kemampuan membuat laporan keuangan sesuai dengan ISAk 35 diperoleh hasil 72,14% paham dan 27,86% sangat paham. Pelatihan ini diharapkan dapat memberi wawasan mengenai penerapan ISAK 35 dalam penyusunan laporan keuangan dan terciptanya laporan keuangan gereja yang terstruktur dan sesuai dengan ISAK 35.
Pelatihan Pembuatan Busana Nasional Modifikasi Ready to Wear di Kabupaten Batu Bara Erni, Erni; Rambe, Armaini; Anggraini, Yudhistira; Harmen, Hilma; Bahri, Halimul
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7389

Abstract

Perupuk merupakan desa di kecamatan Lima Puluh Pesisir, kabupaten Batu Bara. Kabupaten Batu Bara dikenal sebagai sentra industri songket Melayu Batu Bara di Sumatera Utara. Potensi industrI songket ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh mitra dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Pendapatan utama ibu-ibu di desa Perupuk adalah menenun dan menjahit. Namun, masalah yang dihadapi oleh mitra yaitu kurangnya kreatifitas dalam memanfaatkan tenunan songket Melayu Batu Bara menjadi busana nasional modifikasi ready to wear. Padahal, melalui industri fashion mitra dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan dapat memanfaatkan produk busana menjadi platform pengenalan bentuk warisan budaya melalui tenun songket Melayu Batu Bara. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yaitu memberikan pelatihan pembuatan busana nasional modifikasi ready to wear di desa Perupuk, kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kab. Batu Bara. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini yaitu penyuluhan, pelatihan dan evaluasi. Penyuluhan dilakukan dengan memberi edukasi pengetahuan konsep busana ready to wear. Pengetahuan mitra dalam menciptakan busana ready to wear menggunakan tenun songket Melayu Batu Bara me­ning­kat secara signifikan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan mitra meningkat sebesar 81.6% kategori baik. Mitra mampu menganalisis konsep desain busana ready to wear, pembuatan pola, merubah pola sesuai desain, pengetahuan merancang bahan dan teknik menjahit busana. PKM ini diharapkan mampu membantu mitra dalam memanfaatkan potensi budaya daerah dan penguatan ekonomi masyarakat setempat serta memastikan produk busana ready to wear tetap mempertahankan identitas tenun songket Melayu Batu Bara.
Peningkatan Nilai Ekonomis Madu melalui Pelatihan Pembuatan Fermented Garlic Honey di Panti Asuhan Al-Madina Surabaya Wulansari, Devyani Diah; Savitri, Emma; Kirtishanti, Aguslina; Wulandari, Devyana Dyah; Susilo, Raden Jokokuncoroningrat; Wuryaningsih, Lucia Endang
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7405

Abstract

Berwirausaha merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membangkitkan kembali perekonomian Indonesia paska pandemi Covid 19. Untuk dapat mengembangkan usahanya sendiri masyarakat harus dapat melakukan kretifitas yang dapat membuat sesuatu yang baru, berbeda dan dapat mengembangkannya. Grha Aitam merupakan panti asuhan berbasis entrepreneur sebagai konsep pemberdayaan anak yatim dan para dhuafa, berbekal dukungan dari stake holder, khususnya donatur. Salah satu bentuk wirausaha yang ditekuni saat ini berupa pengemasan madu. Hasil dari penggalian informasi dengan mitra, konsumen baru yang ditawarkan madu rata-rata kurang tertarik dengan rasa dan bau madu, serta kurangnya wawasan terkait manfaat madu untuk kesehatan. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, solusi yang ditawarkan oleh tim Pengusul kepada Mitra adalah membuat sebuah inovasi produk madu berupa Fermented Garlic Honey (FGH) yang menawarkan rasa dan bau lebih menarik serta unik, serta klaim manfaat kesehatan yang baik, dengan menggunakan aplikasi teknologi fermentasi sehingga dapat dihasilkan produk berkualitas. Program ini diawali dengan evaluasi proses pengemasan madu dengan meninjau kembali layout sarana yang digunakan, kemudian diberikan pengetahuan terkait proses pembuatan serta manfaat medis FGH. Hal ini didukung dengan pengadaan alat fermentasi hingga pada pengemasan serta pengujian laboratorium untuk menganalisis kualitas FGH yang dihasilkan. Melalui serangkaian pelatihan yang difasilitasi oleh Tim, mitra dapat menghasilkan produk FGH yang aman, berkualitas dan berdaya jual tinggi.
Empowering Fisherwomen and Women of GMIT Siloam Oebelo Kecil Community Through Fish Crackers Making Training Lumba, Anderias J.F.; Nomleni, Fransina Th.; Rupidara, Anggreini D.N.
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7408

Abstract

The local potential of Tanah Merah Village is fish and lontar, which are still in the form of caught fish, dried fish, and lontar sugar. The fishermen and women of GMIT Siloam Oebele stated that fish, which is the village's potential, is often not sold out and dries up. Fish processing has not been done much by the existing community, and the sales are mostly done in traditional markets. Through the steering committee of Artha Wacana Christian University, community service activities with partners are intended to be members of local potential for learning and mentoring innovations for partners. The objectives of this program are: 1). Transfer of knowledge of fish cracker processing innovations from local ingredients, 2). Creativity to improve branding and marketing system to UKAW partners, 3). Adding soft skills and hard skills outside the classroom, 4). Increase cooperation between Artha Wacana Christian University partner’s. The method applied to service activities is adult learning through counseling and empowerment and in producing fish crackers. The method applied in the service activity is adult learning through counselling, empowerment, and assistance in producing fish crackers. The activity stages began with the SC Service Team conducting a survey of potential resources at the location, designing utilisation activities, training and mentoring in product creation, packaging, and marketing in a simple manner for UKAW partner businesses. The result of this activity is that the fisherwomen and Women of the GMIT Siloam community have the ability to make fish cracker products and packaging that can be marketed online as a product that can improve the community's economy. Products were judged to have excellent taste, color, and shape, and participants were satisfied with the activities. Sustainability of activities with UKAW and partners can be done through other programmes such as preventing the disposal of damaged fish into the environment and training in simple bookkeeping.
Pemberdayaan Kelompok Taruna Tani Desa Gentungan Mojogedang Karanganyar Melalui Kegiatan Ekonomi Produktif Pengolahan Pupuk Organik Widiyanti, Emi; Suminah, Suminah; Widijanto, Hery
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7428

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok Taruna Tani Desa Gentungan Kecamatan Mojogedang Karang­anyar ini melalui kegiatan ekonomi produktif dalam bentuk pengolahan limbah ternak menjadi produk yang bernilai jual yaitu menjadi pupuk organik padat. Kegiatan ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan limbah ternak dan kurangnya pupuk organik serta dapat meningkatkan pendapatan kelompok Taruna Tani di Desa Gentungan. Bentuk kegiatan pengabdian ini adalah Program Kemitraan Masyarakat dengan menggunakan metode pemberdayaan kelompok, dengan 7 kegiatan yaitu: (1) sosialisasi kegiatan, (2) pembuatan tempat produksi, (3) fasilitasi sarana dan prasarana pembuatan pupuk, (4)produksi (pembuatan) pupuk organik, (5) pelatihan peningkatan kualitas pupuk dan sosialisasi SNI, (6) membuat desain merek dan kemasan pupuk, (7) evaluasi kegiatan. Kegiatan pemberdayaan kelompok Taruna Tani ini berhasil menginisiasi sebuah rintisan usaha pupuk organik dengan menyediakan tempat produksi pembuatan pupuk beserta sarana prasarana pembuatannya dan sebuah mesin pencacah pupuk, melakukan pendampingan produksi pupuk organik dan menguji kandungan kimia serta unsur haranya melalui uji laboratorium, mengemas pupuk organik dan memasarkannya di kalangan petani Desa Gentungan. Kegiatan pember­dayaan ini memberikan kebermanfaatan secara ekonomi bagi kelompok Taruna Tani Desa Gentungan.
Program Pengendalian Tikus Terpadu Padi Sawah pada Daerah Endemis Memanfaatkan Kearifan Lokal Fauzana, Hafiz; Nelvia, Nelvia; Rustam, Rusli; Effendi, Arman; Susilawati, Susilawati; Yulia, Arnis En; Hamid, Imam Ramadhan; Rahmadini, Aulia; El Sahira, Resi
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7452

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditi utama di Desa Empat Balai. Pada tahun 2022, dilaporkan serangan tikus sawah menyerang padi sawah di Kecamatan Kuok hingga menyebabkan kerusakan seluas 1 – 4 ha. Solusi permasalah­an ini adalah dilakukannya program pengabdian masyarakat dengan memberi­kan penyuluhan dan praktik pengendalian hama tikus terpadu dengan kearifan lokal oleh tim KKN Universitas Riau. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah me­lakukan penyuluhan, meluruskan pemahaman petani, melakukan pengen­dal­ian hama tikus dengan memanfaatkan kearifan lokal. Metode yang diguna­­kan meliputi survei, konsolidasi, penyuluhan, dan praktik lapangan. Kegiatan penyuluhan menjelaskan bioekologi tikus dan pengendalian yang tepat untuk mengatasi permasalahan serangan hama tikus. Kegiatan praktik lapangan meliputi teknik gropyokan, pengaplikasian emposan, dan pema­sang­an perangkap bambu. Kegiatan pengabdian ini berhasil dilaksanakan dengan lancar dengan melibatkan petani yang responsif. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam pengendalian hama tikus kisaran 55-60%.

Page 1 of 3 | Total Record : 22