cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 297 Documents
DEMONISASI FIGUR PEREMPUAN DALAM SERI NOVEL HEROES OF OLYMPUS KARYA RICK RIORDAN: KAJIAN INTERTEKSTUALITAS Yunanda Aprilliani Wijono
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.377 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mengapa demonisasi terjadi pada beberapa karakter perempuan dalam seri novel Heroes of Olympus karya Rick Riordan. Novel-novel ini ditransformasi dari cerita-cerita di mitologi Yunani dan Romawi yang ditulis dari para penyair terkenal pada zamannya seperti Hesiod dan Rhodius. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif-interpretatif dan teori yang digunakan adalah intertekstualitas Julia Kristeva. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua jenis demonisasi, yang meliputi (1) demonisasi fisik, yang terjadi pada karakter Ella sang Harpy dan Gaea; dan (2) demonisasi psikologis, yang terjadi pada Medea dan Aphrodite. Hubungan tersebut juga menunjukkan bahwa posisi perempuan tidak berubah dalam bertahun-tahun dan masih inferior dibandingkan laki-laki. Dalam kata lain, teks transformasi mengafirmasi bahwa perempuan dipersetankan, dan pengaruh datang dari teks-teks yang mendahului seperti Shakespeare dan Euripides yang menggambarkan perempuan memiliki sifat yang lebih ganas dibandingkan laki-laki.Kata kunci: demonisasi, perempuan, feminisme, mitologi Yunani  This article aims to analyze why demonization occurs towards some female characters in Rick Riordan’s Heroes of Olympus novel series. These novels are transformed from the stories in the Greek and Roman mythology written by famous Greek and Roman poets in their era such as Hesiod and Homer. The method used in this article is qualitative-interpretative and the theory used is intertextuality that is proposed by Julia Kristeva. The results of this study show that there are two kinds of demonization, which include (1) physical demonization, that happens on Ella the harpy and Gaea; and (2) psychological demonization, that happens on two female characters including Medea and Aphrodite. The connection also reveals that women’s position does not change over the years and is still inferior to men. In other words, the transformation text affirms that women are demonized, and the influence comes from the preceeding texts such as Shakespeare’s and Euripides’ which portrayed women having a more malignant nature compared to men.Keywords: demonization, women, feminism, Greek mythology
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN BUAH YANG JATUH TIDAK JAUH DARI POHONNYA KARYA TIFANI KAUTSAR Ratih Putri Rakasiwi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.514 KB)

Abstract

Salah satu dari sekian banyak pengarang yang mengungkapkan ide-idenya melalui cerpen adalah Tifani Kautsar. Seorang pengarang muda dari Kuningan yang aktif menulis puisi, cerpen, dan naskah drama pendek. Selain itu Tifani Kautsar aktif berteater bersama komunitas-komunitas teater yang ada di Kuningan. Melihat dari latar belakangnya bahwa Tifani Kautsar memang hidup dan tinggal di Kuningan, sebagai seorang penggiat sastra ia menampilkan ide-idenya sesuai dengan gejala-gejala yang ia lihat di sekitarnya, yaitu masyarakat Kuningan. Salah satu karya sastra yang mencerminkan kehidupan masyarakat dengan berbagai gejala sosialnya adalah kumpulan cerpen Buah yang Jatuh Tidak Juah dari Pohonnya karya Tifani Kautsar. Kumpulan cerpen tersebut menyajikan beberapa karya cerpen yang bertema sosial dan budaya lokal. Buku ini menyajikan kehidupan masyarakat pada umunya namun dikemas dalam bingkai sastra. Selain itu, beberapa masalah sosial yang disajikan dalam cerpen-cerpennya menjadi kritik sosial terhadap masyarakat.Kata kunci: kritik sosial, kumpulan cerpen, Tifani Kautsar, sosiologi sastraOne of the many authors who express their ideas through short stories is Tifani Kautsar. A young author from Kuningan who is actively writing poetry, short stories, and short drama scripts. In addition, Tifani Kautsar is active in theater with theater communities in Kuningan. Seeing from his background that Tifani Kautsar does live and live in Kuningan, as a literary activist he presents his ideas in accordance with the symptoms he sees around him, namely the Kuningan community. One of the literary works that reflect people's lives with various social symptoms is a collection of short stories called Buah yang Jatuh Not Juah dari Pohonnya, by Tifani Kautsar. The short story collection presents several short stories with the theme of local social and culture. This book presents people's life in general but is packaged in a literary frame. Apart from that, some of the social problems presented in his short stories have become social criticisms of society.Keywords: social criticism, short story collection, Tifani Kautsar, sociology of literature
Tindak Tutur Direktif Guru dan Murid pada Kelompok Bermain Insan Kamil Misbah Priagung Nursalim; Nurhidayanti Nurhidayanti
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.665 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fungsi dan modus tindak tutur direktif guru dan murid di Sekolah Kelompok Bermain Insan kamil. Adapun tempat penelitian dilakukkan di Sekolah Kelompok Bermain Insan Kamil BSD. Data yang digunakan sebanyak dua puluh lima tuturan data yang kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat lapangan. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan murid di Sekolah Kelompok Bermain Insan Kamil. Hasilnya, fungsi tindak tutur direktif guru dan murid di Kelompok Bermain Insan Kamil cukup bervariasi. Antara lain yaitu memiliki fungsi permintaan (requestives), pertanyaan (questision), perintah (requirements), larangan (prohibitive) dan pemberian izin (permissives) dan nasihat (advisories). Modus tindak tutur direktif guru dan murid di kelompok bermain insan kamil ditemukan tiga modus kalimat tuturan yang digunakan. Tiga modus tersebut antara lain modus kalimat berita (deklaratif), modus kalimat tanya (introgatif) dan kalimat perintah (imperatif). Kata kunci: tindak tutur direktif, interaksi, guru, murid This research was conducted to determine the function and mode of speech act of the teachers and students directive in the Insan Kamil Playgroup School. The research site was carried out at the Insan Kamil BSD Playgroup School. The data used were twenty-five speech data which were then analyzed using descriptive qualitative methods with data collection techniques using field note techniques. The data source used in this study were the speeches of teachers and students at Insan Kamil's Playgroup School. As a result, the function of the directive speech acts of teachers and students in Insan Kamil's Play Group varies considerably. Among other things, it has functions of requests (requestives), questions (questision), orders (requirements), prohibitions (prohibitive) and granting permits (permissives) and advice (advisories). The teacher and student directive speech act modes in the Insan Kamil play group found three modes of spoken sentences used. The three modes are news sentence mode (declarative), interrogative sentence mode (introgative) and command sentence (imperative).Keywords: directive speech act, interaction, teacher, student
KOGNISI ORANG INDONESIA TERHADAP KETERLAMBATAN: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Icuk Prayogi; Sailal Arimi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.422 KB)

Abstract

Keterlambatan adalah kejadian yang cukup populer di Indonesia, bukan hanya satu dua kejadian sehingga disebut fenomena, melainkan kejadian yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari orang Indonesia sehingga bisa disebut sebagai kebiasaan meskipun tidak semua orang atau sebagian besar orang selalu terlambat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengungkapkan kognisi orang Indonesia terhadap keterlambatan. Agar dapat menjawab permasalahan dengan komprehensif, penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yakni survei dan korpus bahasa. Data dari kedua metode tersebut kemudian dideskripsikan dan diinterpretasi dalam kaitannya dengan literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang Indonesia mempunyai persepsi yang cenderung negatif terhadap keterlambatan Meskipun demikian, pada praktiknya keterlambatan adalah hal yang lumrah terjadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penutur bahasa Indonesia lebih peduli pada keharmonisan hubungan personal dan sosial daripada kemoderenan yang tersistem seperti waktu.Kata kunci: keterlambatan, survei, korpus, kognisi, waktu Unpunctuality is a notorius concept or lifestyle in Indonesia; it is not only a phenomenon, but it also happens pretty frequently in everyday life (albeit not everyone is always late) that it becomes a habit. This study aims to examine the actual cognition of Indonesian towards unpunctuality. This study employs two approaches, namely survey and corpus. The data were then analyzed descriptively and interpreted in relation to other relevant literature. The results of the study show that Indonesian people tend to perceive unpunctuality negatively. However, unpunctuality is something that commonly and normally happens in daily life of Indonesians. It seems that Indonesians are more concerned with the harmony of personal and social relations rather than systemized modernity concept like time.Keywords: unpunctuality, survey, corpus, perception, time
Toponimi dan Aspek Penamaan Desa-desa di Kabupaten Muaro Jambi Julisah Izar; Ade Kusmana; Anggi Triandana
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.396 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan toponimi dan aspek penamaan desa-desa di Kecamatan Kumpeh ulu dan Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi. Adapun metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografis dimana peneliti turun kelapangan untuk melalakukan wawancara dengan masyarakat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan dua trianggulasi yaitu, trianggulasi data dan  trianggulasi teknik pengambilan data. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan toponim nama-nama desa yang ada di Kecamatan Kumpeh Ulu dan Kecamatan Taman Rajo tergolong dalam unsur Flora, Latar Rupa Bumi/Geomorfologis, Folklor dan Akronim, adapun aspeknya tergolong kedalam Aspek Perwujudan, Aspek Kemasyarakatan dan Aspek Kebudayaan. Aspek yang paling dominan dalam Toponimi nama desa-desa di 2 kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi adalah aspek Perwujudan yaitu tergolong dalam Flora (tumbuh-tumbuhan).Kata Kunci: toponimi, aspek penamaan, Kabupaten Muaro Jambi. This study aimed to describe the toponym and naming aspects of the villages in Kumpeh Ulu District and Taman Rajo District, Muaro Jambi Regency. The method used in this research was descriptive qualitative with an ethnographic approach where the researcher went down to the field to conduct interviews with the society. The data analysis technique in this study used two triangulations, namely the triangulation of data and the triangulation of data collection techniques. The results in this study indicated that the toponym of the village names in Kumpeh Ulu and Taman Rajo Districts were classified as elements of flora,  earth / geomorphological background, folklore and acronyms, while the aspects of naming indicate to the Embodiment Aspects, Social Aspects and Cultural Aspects. The most dominant aspects in Toponym the names of villages in 2 sub-districts in Muaro Jambi Regency was the aspect of Embodiment and classified as Flora ( plants).Keywords: toponym, naming aspects, Muaro Jambi Regency 
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI TEKNIK MENERUSKAN LARIK MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DAN LAGU Nia Ulfa Martha; Vera Krisnawati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.216 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pembelajaran menulis puisi siswa masih rendah. Hal itu terlihat dari rata-rata siswa yang masih belum mencukupi nilai KKM sebesar 70. Nilai KKM tidak tercapai karena siswa merasa pembelajaran menulis puisi membosankan, siswa kurang tertarik mengikuti pembelajaran menulis puisi, dan siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Hal tersebut berakibat siswa tidak serius mengerjakan tugas menulis puisi sehingga mempengaruhi perolehan nilai siswa. Pembelajaran menulis puisi yang dilakukan membosankan karena guru menggunakan teknik yang kurang tepat dan tidak menggunakan media yang menarik dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII C SMP Negeri 6 Purwokerto. Penelitian ini terdiri atas dua siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data pada siklus I dan siklus II menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik analisis data penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Diperoleh hasil pada siklus I sebesar 77,6. Hal ini meningkat pada siklus II sebesar 82,7. Dengan demikian peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 5,1 (6,6%). Peningkatan keterampilan menulis puisi juga diikuti dengan perubahan perilaku negatif menjadi perilaku positif. Pada siklus II, siswa yang sebelumnya kurang antusias terhadap pembelajaran menulis puisi menjadi antusias, senang dan tertarik digunakan teknik meneruskan larik melalui media gambar dan lagu. Hal ini terlihat dari sikap siswa yang aktif dan suasana kelas yang kondusif.Kata kunci: menulis puisi, meneruskan larik, media gambar, media laguThis research is motivated by the low learning outcomes of students' poetry writing. This can be seen from the average student who still does not meet the KKM score of 70. The KKM score is not achieved because students feel that learning to write poetry is boring, students are less interested in learning to write poetry, and students are less enthusiastic in participating in learning. This results in students not being serious about writing poetry tasks so that it affects students' grades. Learning to write poetry is boring because the teacher uses inappropriate techniques and does not use interesting media in learning. This study used a classroom action research design. The subjects in this study were the poetry writing skills of class VIII C students of SMP Negeri 6 Purwokerto. This study consisted of two cycles, each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. Data collection in cycle I and cycle II used test and non-test techniques. The data analysis techniques of this research are qualitative and quantitative. The results obtained in the first cycle were 77.6. This increased in cycle II of 82.7. Thus, the increase from cycle I to cycle II was 5.1 (6.6%). The improvement of writing poetry skills was also followed by changes in negative behavior to positive behavior. In cycle II, students who previously were less enthusiastic about learning to write poetry became enthusiastic, excited and interested in using the forward array technique through the media of pictures and songs. This can be seen from the active attitude of students and a conducive classroom atmosphere.Keywords: writing poetry, forward lines, picture  media, song media
TINDAK TUTUR ILOKUSI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PENCEGAHAN COVID-19: FILSAFAT BAHASA J.L. AUSTIN Galih Widi Astuti; Sofyan Sauri
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.803 KB)

Abstract

Bahasa berperan penting dalam proses komunikasi, salah satunya adalah dalam komunikasi iklan layanan masyarakat. Dalam masa pandemi Covid-19, iklan layanan masyarakat yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19 banyak digalakan berbagai pihak, termasuk oleh Kemdikbud. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi dan tujuan tindak tutur ilokusi dalam iklan layanan masyarakat pencegahan Covid-19. Teori yang digunakan adalah teori tindak tutur J.L. Austin. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah iklan layanan masyarakat pencegahan Covid-19 yang ditayangkan oleh Kemdikbud melalui kanal youtube resmi dengan objek penelitiannya berupa tuturan ilokusi yang terdapat dalam iklan tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah pemilihan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dari lima iklan layanan masyarakat pencegahan Covid-19 yang diteliti terdapat empat jenis tindak tutur ilokusi yang muncul, yaitu exercitives, commissives, behabitives, dan expositives. Terdapat tujuan dari setiap tindak tutur yang digunakan, antara lain exercitives untuk menasihati dan mengajak, commissives untuk berjanji atas tindakan yang akan dilakukan, behabitives untuk mengungkapkan terima kasih dan permintaan maaf, serta expositives untuk menjelaskan. Berdasarkan data, iklan layanan masyarakat pencegahan Covid-19 yang ditayangkan oleh Kemdikbud didominasi oleh tindak tutur ilokusi exercitives.
ANALISIS BUKU AJAR BAHASA INDONESIA DALAM PENDEKATAN SCIENTIFIC APPROACH DI PERGURUAN TINGGI Dewi Pri Suprihatin; Retno Winarni; Kundharu Saddhono; Nugraheni Eko Wardani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.142 KB)

Abstract

Buku ajar bahasa Indonesia memegang peranan penting bagi keberhasilan penulisan karya ilmiah mahasiswa dalam proses pembelajaran. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengembangkan Buku Ajar Mata Kuliah Umum Lintas Program Studi Perguruan Tinggi di DKI Jakarta dengan Pendekatan Scientific Approach. Pentingnya buku ajar dalam proses perkuliahan memudahkan dan membantu pemahaman suatu mata kuliah yang dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa. Kemampuan dosen untuk memilih buku ajar yang baik sangat diperlukan. Buku ajar mahasiswa sangat banyak dan beragam yang tersedia di pasaran dan tentu dengan kualitas yang berbeda. Pada buku ajar menurut beberapa hasil penelitian dan pengalaman penulis sendiri masih ditemukan konsep-konsep yang kurang tepat, miskonsepsi dan memerlukan konsepsi alternatif. Karena, semua mahasiswa harus memiliki kemampuan dan pedoman untuk memilih buku ajar. Hasil kajian ternyata buku ajar harus dipilih berdasarkan kepada integritas dan literasi ilmiah.Kata Kunci: buku ajar, scientific approach, menulis, karya ilmiah. Indonesian textbooks play an important role for the success of writing student scientific papers in the learning process. The general objective in this research is to develop Textbooks for General Subjects across Higher Education Study Programs in DKI Jakarta with a Scientific Approach Approach. The importance of textbooks in the lecture process makes it easier and helps the understanding of a subject used by lecturers and students. The ability of lecturers to choose good textbooks is needed. There are many and varied student textbooks available in the market and of course with different qualities. In textbooks, according to some research results and the author's own experience, there are still inappropriate concepts, misconceptions and require alternative conceptions. Because, all students must have the ability and guidelines to choose textbooks. The results of the study show that textbooks must be selected based on integrity and scientific literacy.Keywords: textbook, scientific approach, writing, scientific work.
Dekonstruksi Novel 99 Cahaya di Langit Eropa Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra Anita Dewi Ekawati; Zuriyati Zuriyati; Sitti Gomo Attas
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.235 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dekonstruksi dalam novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan dekonstruksi. Tehnik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dengan sumber data novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Data dikumpulkan dengan metode membaca novel dan mencatat bagian dekonstruksi. Teknik analisis data meliputi beberapa langkah yaitu; menetapkan tujuan penelitian, merumuskan temuan data, mentabulasi dan pemberian koding, interpetasi, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dengan menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya dekonstruksi yang menggambarkan Islam pernah berjaya dan memiliki pengaruh di Eropa. Hal itu tergambarkan dalam cerita perjalanan Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra menyusuri kota-kota yang pernah menjadi saksi Islam pernah berjaya dan memiliki pengaruh tidak saja dalam karya seni tetapi juga pada pemikiran orang-orang yang berpengaruh di Eropa pada saat itu.Kata kunci: novel, 99 Cahaya di Langit Eropa,, dekonstruksi  The research aimed to describe deconstruction in the 99 Cahaya di Langit Eropa novel by Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. This study uses a content analysis method with a deconstruction approach. Data collection techniques using document studies with data sources from the 99 Cahaya di Langit Eropa novel by Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. The data were collected by reading the novel method and noting the deconstruction part. The data analysis technique includes several steps, namely; setting research objectives, formulating data findings, tabulating and providing coding, interpretation, and concluding. Data validity test used member check. The results showed that there was a deconstruction that depicts Islam once triumphant and had influence in Europe. This is illustrated in the story of Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra's journey through cities that have witnessed Islam's triumph and had an influence not only in works of art but also on the thoughts of influential people in Europe at that time.Keywords: novels, 99 Cahaya di Langit Eropa, deconstruction
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM NOVEL CINTA DI UJUNG SAJADAH KARYA ASMA NADIA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DAN MODEL PEMBELAJARANNYA DI SMA Eny Tarsinih; Sutinih Sutinih
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.183 KB)

Abstract

Sastra bersumber dari kenyataan yang berupa fakta sosial bagi masyarakat sekaligus sebagai pembaca dapat memberikan tanggapannya dalam membangun karya sastra. Karya sastra merupakan hasil kreasi sastrawan melalui berbagai fenomena kehidupan dalam lingkungan sosialnya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut (1) unsur intrinsik dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia memuat tema yaitu tentang seorang anak yang mencari keberadaan ibu kandungnya. Tokoh utama Cinta. Alur campuran (alur maju dan alur mundur). Latar dalam novel ini yaitu tempat, waktu, dan sosial. Sudut pandang penceritaan yang digunakan adalah sudut pandang orang ke tiga “dia” yaitu sebagai tokoh utama dan tokoh tambahan. Gaya bahasa mudah dipahami. Amanat kita harus menghormati orang tua apapun keaadaannya. (2) Nilai-Nilai Sosial novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia meliputi persahabatan, kepedulian, keagamaan dan kehidupan sosial. (3) novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia memenuhi kriteria yang layak sebagai bahan ajar sastra baik dari segi bahasa, segi kematangan jiwa (psikologi), dan segi latar belakang budaya siswa, antara lain sebagai berikut: (a) aspek bahasa yang terdapat pada novel Cinta di Ujung Sajadah mudah dipahami oleh siswa, (b) aspek psikologi dalam novel Cinta di Ujung Sajadah sangat baik karena dala nilai-nilai sosial tokoh dalam cerita tersebut dapat dijadikan motivasi, (c) aspek latar budaya novel Cinta di Ujung Sajadah menceritakan kehidupan mantan seorang pelacur yang sekarang dicari oleh anaknya. (4) Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu model pembelajaran Kooperatif Investigasi Kelompok.Kata kunci: unsur-unsur intrinsik, nilai-nilai sosial, bahan ajar, model pembelajaran kooperatifLiterature originates from the fact that it is social facts for the community as well as readers who can provide their responses in building literary works. Literary works are the creation of writers through various phenomena of life in their social environment. The results of this study can be concluded as follows (1) the intrinsic elements in the novel Cinta di Ujung Sajadah by Asma Nadia contains a theme that is about a child who is looking for the existence of his biological mother. The main character of Love. Mixed flow (forward groove and reverse groove). The setting in this novel is place, time, and social. The storytelling point of view used is the point of view of the third person "dia", namely as the main character and an additional character. The language style is easy to understand. Our mandate is to respect our parents regardless of the circumstances. (2) The Social Values of the novel Cinta di Ujung Sajadah by Asma Nadia include friendship, caring, religion and social life. (3) The novel Cinta di Ujung Sajadah by Asma Nadia fulfills the criteria that are appropriate as literary teaching materials both in terms of language, mental maturity (psychology), and students' cultural background, including the following: (a) the language aspects contained in the novel Cinta di Ujung Sajadah it is easy for students to understand, (b) the psychological aspects in the novel Cinta di Ujung Sajadah are very good because the social values of the characters in the story can be used as motivation, (c) the cultural background aspects of the novel Cinta di Ujung Sajadah tell the life of a former prostitute her son is now looking for. (4) The learning model used in the study was the Cooperative Investigation Group learning model. Keywords: intrinsic elements, social values, teaching materials, cooperative learning models