cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,305 Documents
Inovasi dalam Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka di MA Amanatul Ummah Surabaya melalui Integrasi Madrasah Akademik dan Sistem Daw Long Rohman, Fathur; Aula, Rahma
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i1.2930

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di MA Amanatul Ummah Surabaya yang menghadapi problematik unik berupa dualisme kurikulum (Kurikulum Merdeka untuk kelas 10-11 dan K13 untuk kelas 12), kesenjangan epistemologis antara nilai pesantren dengan pembelajaran berbasis proyek, serta kontradiksi filosofis sistem daw long (latihan soal UTBK intensif) dengan prinsip merdeka belajar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penelitian mengungkap bahwa madrasah mengembangkan model hybrid sebagai solusi pragmatis. Temuan menunjukkan: (1) fragmentasi pembelajaran akibat dualisme kurikulum, (2) resistansi pedagogis mata pelajaran agama terhadap pendekatan proyek, dan (3) peningkatan 23% nilai UTBK melalui daw long meski mengurangi 70% waktu proyek kolaboratif. Studi ini menawarkan kerangka contextual curriculum hybridisation untuk madrasah berbasis pesantren, sekaligus merekomendasikan integrasi nilai pesantren melalui metode rekontekstualisasi dan pengembangan bridge curriculum transisi kelas 11-12. Abstract This study examines the implementation of the Merdeka Curriculum at MA Amanatul Ummah Surabaya, which faces unique problematic including curriculum dualism (Merdeka Curriculum for grades 10-11 and K13 for grade 12), epistemological gaps between pesantren values and project-based learning, and philosophical contradictions between the daw long system (intensive UTBK drills) and the principles of independent learning. Using descriptive qualitative methods through interviews, observations, and document analysis, the research reveals that the madrasa developed a hybrid model as a pragmatic solution. Key findings include: (1) learning fragmentation due to curriculum dualism, (2) pedagogical resistance of religious subjects to project-based approaches, and (3) a 23% increase in UTBK scores through daw long despite a 70% reduction in collaborative project time. The study proposes a contextual curriculum hybridisation framework for pesantren-based madrasas, recommending the integration of pesantren values through methodological recontextualisation and the development of a transitional bridge curriculum for grades 11-12.
Green Islam Education: Menanamkan Kesadaran Ekoteologis dalam Kurikulum Pendidikan Islam Yudi, Usman
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i1.2931

Abstract

Krisis ekologis global menuntut pendekatan pendidikan yang mampu membentuk kesadaran ekologis berbasis spiritualitas. Artikel ini menawarkan konsep Green Islam Education sebagai model pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologis dalam kurikulum. Pendidikan Islam memiliki potensi besar dalam membentuk kesadaran ekologis berbasis tauhid, karena ajaran Islam sarat dengan prinsip keadilan lingkungan, keberlanjutan, dan amanah. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan ekologis, tetapi juga mengalami internalisasi nilai spiritual yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur dan bertujuan merumuskan strategi integratif kurikulum pendidikan Islam yang responsif terhadap isu ekologi. Abstract The global ecological crisis demands an educational approach capable of fostering ecological awareness grounded in spirituality. This article introduces the concept of Green Islam Education as a model of Islamic education that integrates eco-theological values into the curriculum. Islamic education holds great potential in cultivating ecological awareness based on tawhid, as Islamic teachings are rich with principles of environmental justice, sustainability, and trust (amanah). Through this approach, students not only gain ecological knowledge but also internalize spiritual values that encourage care for the environment as an act of worship. This study employs a qualitative-descriptive method based on literature review and aims to formulate integrative strategies for an Islamic education curriculum that is responsive to ecological issues.
Pendidikan Islam Inklusif Berbasis Keadilan Sosial: Mewujudkan Sekolah Ramah Anak dan Difabel Manan, Abdul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i1.2932

Abstract

Pendidikan Islam inklusif berbasis keadilan sosial merupakan upaya strategis untuk memastikan semua peserta didik, termasuk anak dan difabel, memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi. Konsep ini menempatkan nilai-nilai Islam seperti rahmatan lil ‘?lam?n, ukhuwwah insaniyyah, dan adl (keadilan) sebagai fondasi dalam penyelenggaraan pendidikan yang ramah, adaptif, dan menghargai keberagaman. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur untuk merumuskan strategi implementasi pendidikan Islam inklusif di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip keadilan sosial dalam pendidikan Islam tidak hanya memenuhi amanat konstitusi dan undang-undang pendidikan, tetapi juga menjadi wujud pengamalan ajaran Islam yang mendorong kesetaraan, empati, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisme Digital: Studi Terhadap Santri Era Media Sosial Amrullah, Amrullah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i2.2934

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pesantren. Di era media sosial, radikalisme digital menjadi ancaman serius yang dapat memengaruhi pola pikir santri. Artikel ini membahas peran pesantren dalam menangkal radikalisme digital melalui pendekatan pendidikan Islam berbasis moderasi, literasi digital, dan pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren dapat menjadi garda terdepan dalam membentengi santri dari ideologi radikal melalui kurikulum terintegrasi, penguatan kompetensi literasi digital, dan penanaman nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Efektivitas Penyampaian Materi Ajar Melalui Pendekatan Tiga Bahasa dalam Proses Pembelajaran di SDN Inpres Tarlawi Aisyah; Hermawansyah; Junaidin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.2937

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana informasi mengenai efektivitas penyampaian materi menggunakan pendekatan tiga bahasa untuk siswa yang berada di desa Tarlawi, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Peneliti menerapkan metode campuran (mixed methdos) dengan menggabungkan cara kuantitatif dan kualitatif, yang meliputi desain konvergen dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa yang belum mampu memahami bahasa daerah lain selain bahasa ibu mereka, hal ini menghadapkan mereka pada kesulitan dalam menyerap materi ajar. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pendekatan tiga bahasa saat menyampaikan materi pelajaran. Penggunaan lebih dari satu bahasa dalam proses belajar mengajar, khususnya di SDN Inpres Tarlawi, dapat membuka peluang baru untuk mengembangkan keterampilan berbahasa siswa. Dalam hal ini, peran guru sangat penting untuk mendukung perkembangan pembelajaran siswa. Semoga penelitian ini dapat memberikan pemahaman tambahan bagi pendidik dan membantu dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengajaran bahasa di sekolah.
Scoping Review: Proses dan Luaran Pembelajaran Eco-Social Pedagogy Salimi, Moh; Zainnuri, Hasan; Hidayah, Ratna; Surya, Anesa; Fauziah, Muna; Astuti, Dewi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.2938

Abstract

Eco-social pedagogy menjadi gagasan dan jalan untuk mengintegrasikan social pedagogy dan ecopedagogy untuk mengembangkan social skills dan ecoliteracy. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan metode scoping review. Scoping review digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui proses dan luaran pembelajaran eco-social pedagogy. Scoping review disusun berdasarkan terdiri atas lima tahap yaitu identifikasi pertanyaan penelitian, identifikasi studi yang relevan, pemilihan studi pemetaan data, menyusun, meringkas, dan melaporkan hasil. Pencarian studi didapatkan dari science direct, sage publication, googlr scholar dengan mengambil 15 artikel yang saling berkaitan satu sama lain. Adapun delapan studi yang digunakan terdiri dari survei, tinjauan pustaka, fenomenologi, studi kasus, evaluative, pendekatan interpretative, mixed method, kuasi eksperimental, dan penelitian lapangan. Studi tersebut berasal dari beberapa negara seperti, Finlandia, China, Spanyol, Skotlandia, Amerika Serikat, Australia, Afrika, Colombia, dan Indonesia. Hasil review ditinjau dari dua hal yaitu nilai-proses atau metode penerapan dan output pembelajaran yang berorientasi eco-social pedagogy Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran eco-social pedagogy didukung penuh dengan variasi pendekatan pembelajaran, diantaranya pemanfaatan alam dan sumber daya lingkungan, pendekatan sistematik dan holistic, pendekatan refleksi dan eksplorasi, serta pembelajaran kolaboratif berbasis riset/proyek dan (2) pembelajaran eco-social pedagogy menghasilkan luaran berupa perubahan minat pembelajaran peserta didik ke arah yang positif. 
Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran PAI untuk Membangun Toleransi Siswa Beda Agama di SDN 2 Labuhan Kananga Hamsyah; Salam, Abd.; Junaidin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.2942

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pendidikan multikultural digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Ini dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan sikap toleransi siswa yang berbeda agama di SDN 2 Labuhan Kananga. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi multikultural melalui salam dan doa sesuai keyakinan mereka, bekerja dalam kelompok yang berbeda, mendengarkan cerita inspiratif dari berbagai agama, dan berbicara secara terbuka. Selain dukungan masyarakat, lingkungan sekolah yang inklusif, kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, strategi guru yang inovatif, dan kurikulum yang mendukung toleransi adalah komponen yang mendukung. Sementara itu, ada beberapa tantangan yang ditemui. Ini termasuk pemahaman siswa tentang toleransi yang masih rendah, ketersediaan guru agama yang terbatas, tidak adanya guru agama Hindu, dan stereotip tentang lingkungan luar sekolah. Pendidikan multikultural di SDN 2 Labuhan Kananga telah membantu siswa menjadi lebih toleran. Namun, guru perlu dilatih lebih lanjut dan melakukan pembiasaan berkelanjutan.
Pengaruh Model Experiential Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Pembelajaran IPA Berbasis Isu Lingkungan Kartikasari, Hikmah Luqiyah; Murni, Arie Widya
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.2947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Experiential Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran IPA berbasis isu lingkungan di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas IV SDN Balongbendo yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model Experiential Learning berbasis isu lingkungan dan kelompok kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji-t independen dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kelompok eksperimen memperoleh rata-rata posttest sebesar 83,47 dengan peningkatan N-gain 0,61 (kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai rata-rata posttest 68,27 dengan N-gain 0,25 (kategori rendah). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Experiential Learning mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa secara lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan pengalaman nyata dan kontekstual dalam pembelajaran IPA untuk mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21 serta penguatan literasi lingkungan pada siswa sekolah dasar.
Formulasi Pendidikan Multikultural Transformatif dalam Bingkai Filsafat Rekonstruksi Sosial Purwanto, Purwanto
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i1.2951

Abstract

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan peta konflik identitas di Indonesia, konsep dasar pendidikan multikultural, pendidikan multikultural menurut Islam, dan formulasi pendidikan multikultural transformatif dalam bingkai filsafat rekonstruksi sosial meliputi landasan filosofis, psikologis, dan pedagogis, dalam rangka menghasilkan model desain pendidikan multikultural yang cocok untuk Indonesia. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), dengan metode deskriptif-analitik. Hasil penelitian ini adalah: (1) Faktor penyebab konflik berbasis identitas di Indonesia, selain karena dipicu oleh kelompok-kelompok kecil yang mengambil keuntungan dari pertikaian antarwarga, juga karena jaminan kesetaraan dan kesatuan antaranggota masyarakat dalam dasar filsafat dan konstitusi negara, belum secara otomatis dapat menekan potensi konflik dalam masyarakat Indonesia, atau menciptakan masyarakat multikultural yang demokratis, adil, dan inklusif; (2) Pendidikan multikultural menjadi tantangan bagi masya­rakat Indonesia baru. Ia menempati tempat yang sangat sentral untuk membangun masyarakat demokratis. Model pendidikan multikultural di Indonesia harus berdasar Pancasila yang telah disepakati para pendiri bangsa sebagai jaminan NKRI. Model pendidikan multikultural di Indonesia harus didasarkan pada kondisi perkembangan sosial politik, ekonomi dan budaya Indonesia, bukan hasil adopsi pendidikan multikultural bangsa lain; (3) Praktik multikulturalisme dalam Islam dapat dilihat secara legal-formal dalam suatu dokumen yang dikenal dengan "Piagam Madinah". Perjanjian dalam dokumen tersebut merupakan “Kesepakatan Tripartit” antara Muhajirin atau imigran Mekkah, Anshor atau penganut Islam Madinah, dan orang-orang Yahudi. Pandangan Islam tentang keragaman diletakkan sebagai pandangan moral atas dua tataran, yakni: Pertama, Penghargaan atas akal budi. Al-Quran menegaskan betapa pentingnya akal budi bagi manusia. Menjadi seorang Muslim adalah persoalan pilihan hidup dan pengambilan tanggung jawab, "tidak ada paksaan dalam agama”. Demikian juga untuk menjadi manusia yang baik atau buruk terletak pada kehendak akal budi; Kedua, penerimaan sosial nilai-nilai Islam sejalan dengan pemahaman dari beragam individu dan komunitas; dialektika sosial menjadikan nilai etik Islam berkembang dan diterapkan oleh masyarakat. (4) Pendidikan Multikultural Transformatif merupakan pendidikan yang diperlukan bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan masyarakat multikultural saat ini dan masa datang. Pendidikan multikultural merupakan keharusan yang mutlak ada dalam konteks sosial politik dan ekonomi bangsa Indonesia saat ini baik dalam tataran nasional maupun global. Pendidikan Multikultural Transformatif dikembangkan dari tiga konsepsi dasar yaitu konsepsi diri, konsepsi budaya, dan konsepsi bernegara yang semuanya berakar pada Dasar Filsafat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsepsi ini dikembangkan lagi menjadi nilai inti (core values) yang menjadi patokan pengembangan tujuan, kompetensi, proses, materi, dan evaluasi dalam pendidikan multikultural. Nilai-nilai inti tersebut adalah: “Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, tanggung jawab terhadap negara kesatuan, penghargaan dan penerimaan terhadap keragaman budaya, menjunjung tinggi supremasi hukum, dan menghormati martabat manusia dan hak azasi manusia
Implementasi Project Based Learning untuk Mengembangkan Literasi Numerasi Siswa Kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Tebo  Jambi Dedi, Dedi Yuisman; Wahyuningsih, Sri; Nurfatmawati; Murni, Tri; Shaputra, Dika
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.2952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan literasi numerasi siswa melalui implementasi model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Tebo Jambi yang berjumlah 23 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, nilai rata-rata literasi numerasi siswa mencapai 69,3 dengan ketuntasan klasikal 52,2% (12 siswa tuntas). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 82,6 dengan ketuntasan klasikal 82,6% (19 siswa tuntas). Hasil ini membuktikan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa melalui pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual, kolaboratif, dan bermakna. Dengan demikian, Project Based Learning dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan literasi numerasi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Tebo.