cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,305 Documents
Implementation of English Learning Model with Contextual Teaching and Learning (CTL) Approach to Improve Students’ Comprehension Syamsudin; Naila Rajiha; Afifah Nur Annisa
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2898

Abstract

This study aims to determine the improvement of English learning outcomes of MTs Negeri 7 Boyolali students through the application of English learning models with the CTL approach. This type of research is Classroom Action Research. The subjects of this study were MTs Negeri 7 Boyolali students with a total of 23 students. The research instruments used were observation, tests and documentation. The result data exposure shows that student learning outcomes experience a significant increase in each cycle which is marked by the sufficient category, the first cycle of student learning completeness is 74% with an average value of 76.4 or 17 students who complete then increases in the second cycle of student learning completeness is 87% with an average value of 85.4 or 20 students who pass to achieve good qualifications. Based on the results obtained, it was concluded that there was a very significant increase in English learning outcomes at MTs Negeri 7 Boyolali through the application of the English language learning model with the CTL approach.
Pengembangan Model Pendidikan Islam Berbasis Budaya Lokal Hulaimi, Ahmad; Suprapto; Thoib, Ismail; Laila, Nurul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i2.2907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah model pendidikan Islam yang dapat menggabungkan nilai-nilai budaya lokal di Madrasah Aliyah (MA) Mua'llimin NWDI Pancor serta MA Mu'allimat NWDI Pancor. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berorientasi pada analisis studi kasus. Terdapat beberapa model pengintegrasian budaya lokal yang diterapkan melalui kurikulum Pendidikan Agama Islam di madrasah tersebut: 1) Model integrasi langsung, yang melibatkan penggabungan kearifan lokal ke dalam kurikulum dengan cara mengajarkan nilai-nilai budaya lokal secara langsung dalam mata pelajaran PAI. 2) Model kolaboratif, di mana guru PAI bekerja sama dengan guru dari mata pelajaran lain, termasuk mata pelajaran muatan lokal yang relevan. 3) Kegiatan pentas seni, di mana guru PAI dan guru muatan lokal berkolaborasi untuk menyiapkan pertunjukan seni di madrasah. Mereka memilih tarian yang selaras dengan nilai-nilai agama, melatih siswa, serta memastikan bahwa kostum dan musik yang digunakan mematuhi norma-norma Islam. Adapun reseach yang telah dilakukan menunjukkan kalau pendekatan pendidikan Islam yang berlandaskan budaya lokal tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang agama Islam sekaligus budaya lokal, serta ikut menyumbang pengembangan karakteristik yang berakhlak baik dan mencintai tanah air.
Manajemen Penguatan Pendidikan Karakter dalam Mewujudkan Budaya Sekolah di SMAN 1 Gedangan Vaxia Viningsih, Tamara; Khamidi, Amrozi; Sondang Sumbawati, Meini
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i2.2908

Abstract

This study aims to analyze the management of character education strengthening (PPK) in realizing school culture at SMAN 1 Gedangan. The method used is a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The results of the study indicate that PPK planning is designed systematically based on the school's vision and mission by involving all stakeholders. Implementation is carried out through the integration of character values ??in learning, extracurricular activities, daily habits, and teacher role models. Program evaluation is carried out continuously and participatively by involving internal and external elements of the school. This study concludes that PPK management at SMAN 1 Gedangan is able to create a positive and character-based school culture through a holistic and collaborative approach. The implications of these findings emphasize the importance of strategic planning and multi-party synergy in building an effective and sustainable character education ecosystem. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penguatan pendidikan karakter (PPK) dalam mewujudkan budaya sekolah di SMAN 1 Gedangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan PPK dirancang secara sistematis berdasarkan visi dan misi sekolah dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Implementasi dilakukan melalui integrasi nilai karakter dalam pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan harian, serta keteladanan guru. Evaluasi program dilakukan secara berkelanjutan dan partisipatif dengan melibatkan unsur internal dan eksternal sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen PPK di SMAN 1 Gedangan mampu menciptakan budaya sekolah yang positif dan berkarakter melalui pendekatan holistik dan kolaboratif. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan strategis dan sinergi multipihak dalam membangun ekosistem pendidikan karakter yang efektif dan berkelanjutan.
Tinjauan Maqasid Syariah terhadap Fatwa MUI dan Al-Lajnah Al-Daimah tentang Pernikahan Dini Azmi, Ulul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i2.2910

Abstract

The objectives of this research were to find out and analyze early marriage in fatwas issued by the Indonesian Ulama (MUI) and al-Lajnah al-Daimah in Saudi Arabia. This research was a literature study research with a qualitative approach. The data collection technique was carried out by documentation study. The research process was conducted by collecting fatwa documents from the Indonesian Council of Ulama and al-Lajnah al-Daimah in Saudi Arabia. The findings of this reserach were that 1) The status of early marriage is considered legal if the prerequisite and pillar in contract have been fulfilled according to the view of (MUI) and al-Lajnah al-Daimah 2) There are differences in the fatwas studied in the substance and recommendations, al-Lajnah al-Daimah encourages young people to marry even though they have not reached the age of majority, while MUI require brides and grooms to meet the age stipulated in the Law and 3) Viewed through the maqasid sharia perspective shows that the fatwa of Indonesian Ulama Council is more suitable with the value of maqasid sharia than the fatwa of al-Lajnah al-Daimah, these found through a study of four aspects in these fatwas, namely: theoretical basis, influence on family resilience, consideration of the maslahat and mafsadat in early marriage, and Fatwa recommendations. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pernikahan dini dalam fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia dan al-Lajnah al-Daimah Arab Saudi. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi. Proses penelitian dilakukan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen fatwa dari Majelis Ulama Indonesia dan al-Lajnah al-Daimah Arab Saudi.Temuan dalam penelitian ini adalah 1) Status pernikahan dini yang dihukumi sah apabila dalam akadnya telah terpenuhi syarat dan rukunnya dalam pandangan MUI dan al-Lajnah al-Daimah 2) Terdapat perbedaan dalam fatwa-fatwa yang dikaji dalam substansi dan rekomendasinya, al-Lajnah al-Daimah mendorong anak muda untuk menikah walaupun belum mencapai usia dewasa, sedangkan MUI mengharuskan pengantin untuk memenuhi usia yang ditetapkan dalam Undang-Undang dan 3) Ditinjau melalui perspektif maqasid syariah dalam pernikahan menunjukkan bahwa fatwa MUI lebih sesuai dengan nilai maqasid syariah, hasil ini ditemukan melalui kajian terhadap empat aspek dalam fatwa-fatwa tersebut, yaitu: landasan teori, pengaruh terhadap ketahanan keluarga, pertimbangan maslahat dan mafsadat pernikahan dini, dan rekomendasi fatwa. 
Literature Review: Efektivitas Model Small Group Discussion Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Rohaniah, Siti; Hadiati, Eti; Ningrum, Ayu Reza
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.2919

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa sekolah dasar sering kali disebabkan oleh minimnya keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Model Small Group Discussion (SGD) menawarkan strategi partisipatif dan kolaboratif yang selaras dengan karakteristik perkembangan anak. Selain mendorong keterlibatan kognitif, SGD juga membentuk keterampilan sosial dan sikap positif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas SGD dalam meningkatkan hasil belajar melalui telaah sistematis terhadap teori dan temuan penelitian terdahulu. Dengan pendekatan kualitatif dan metode systematic literature review, peneliti menganalisis 5 artikel utama yang dipilih dari 35 artikel berdasarkan kriteria inklusi, seperti relevansi topik, jenjang pendidikan dasar, tahun terbit (2015–2025), dan akses terbuka. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa SGD efektif meningkatkan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, motivasi, serta partisipasi aktif siswa. Selain itu, SGD juga memperkuat nilai-nilai sosial seperti tanggung jawab, empati, kolaborasi, dan komunikasi. Efektivitas ini semakin terlihat ketika SGD diterapkan dalam pembelajaran kolaboratif dan berbasis masalah. Dengan demikian, SGD terbukti sebagai pendekatan pedagogis yang adaptif dan relevan dalam mendukung pembelajaran aktif dan pengembangan kompetensi abad ke-21.
Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SDN 1 Syamtalira Bayu Kamariati; Zulmaulida, Rahmy; Abidin, Zainal
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.2923

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting dalam pendidikan abad ke-21, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN 1 Syamtalira Bayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes berbentuk pretest dan posttest. Hasil analisis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar dengan model PBL dan yang diajar dengan metode konvensional. Hal ini membuktikan bahwa model PBL berpengaruh secara positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.
Implementasi Metode Inkuiri dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadist Materi Hukum Bacaan Nurdianty, Erika Khusnul; Mansur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2924

Abstract

This study aims to determine the inquiry method in learning al-Qur'an Hadith, especially in the material of the law of reading at MTs Negeri 1 Karanganyar and MTs Negeri 8 Sragen in 2022, the obstacles faced in the application of the inquiry method of learning al-Qur'an Hadith in the material of the law of reading at MTs Negeri 1 Karanganyar and MTs Negeri 8 Sragen in 2022 and to find out the solutions carried out in learning al-Qur'an Hadith in using the inquiry method of reading law material in 2022. This research is a descriptive qualitative research using data analysis. The data in this study were obtained through interviews, observation and documentation. Based on the results of this study indicate that the implementation of learning using the inquiry method runs smoothly. The implementation of learning in applying the inquiry method is the implementation of activities consisting of six stages including: orientation, formulating problems, formulating hypotheses, summarizing data, testing hypotheses and formulating conclusions. The obstacles faced in learning al-Qur'an Hadith using the inquiry method at MTs Negeri 1 Karanganyar and MTs Negeri 8 Sragen are in the division of groups and material regarding reading laws, especially “mad” material, students do not understand it when directly directed to look for themselves in the Qur'an, maybe globally children can still do it. The solutions carried out by teachers in learning al-Qur'an Hadith reading law material with the inquiry method at MTs Negeri 1 Karanganyar and MTs Negeri 8 Sragen include teachers making peer tutors, giving more practice questions and tasks to find reading laws in the Qur'an according to the material taught so that students were learning by practicing it directly in the Qur’an.
Peran Pentingnya Pendidikan Ekonomi Syariah dalam Membangun Karakter Masyarakat Muslim Hamdan; Najamudin, Helmi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.2927

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dengan ideologi kebangsaan yang eksklusif, memiliki budaya yang tinggi, toleransi, sopan-santun, gotong-royong dan rasa nasionalisme yang kuat. Karakter masyarakat Indonesia merupakan karakter yang dimiliki warga negara Indonesia dengan berdasarkan tindakan-tindakan yang dinilai sebagai suatu kebajikan yang sejalan dengan nilai yang berlaku di masyarakat dalam segala aspek, temasuk juga di dalamnya aspek ekonomi keislaman. Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia telah menjadi menjadi solusi dan alternatif bagi perekonomian dunia. Perkembangan ekonomi Syari’ah semakin menunjukkan perubahan yang positif dengan munculnya lembaga keuangan syari’ah, bisnis yang berbasis syari’ah serta pelatihan dan pendidikan yang membahas ekonomi syari’ah. Pendidikan ekonomi syari’ah harus dikenalkan kepada masyarakat luas, hal ini dikarenakan berdampak terhadap nilai dan perilaku manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup mereka yang sesuai dengan syariat Islam. Tujuan penelitan ini adalah untuk melihat peran penting pendidikan ekonomi syari’ah terhadap pembangunan karakter muslim. Analisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi yang bersifat kualitatif deskriptif melalui library research.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Pondok Pesantren Muhammad, Rio Ravi; Sastra, Ahmad; Syafrin, Ulil Amri
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.2928

Abstract

Pondok Pesantren memiliki fenomena terkait kompetensi guru. Guru pesantren seringkali mengajar hanya untuk menggugurkan kewajibannya saja, kurang menjaga adab sebagai guru, acuh dengan tugas pondok, serta banyak bermain gadget melebihi batas wajar. Guru pesantren merupakan tonggak utama pendidikan pesantren yang menginternalisasikan nilai keislaman dalam setiap mata pelajaran.  Tujuan penelitian ini adalah menghadirkan penguatan kompetensi pedagogik guru sebagai solusi dari permasalahan diatas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, di mana data diperoleh melalui kajian literatur dari berbagai sumber yang membahas tentang pedagogik guru, pondok pesantren dan pendidikan Islam. Penelitian ini menyintesakan UU No 74 Tahun 2008 tentang guru dengan pemikiran Syed Naquib Al-Attas yang dituangkan dalam buku Islam and Secularism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kompetensi guru pondok pesantren terdiri dari tujuh penguatan yaitu : penanaman Islamic Worldview, tadabbur tafsir dan hadits pendidikan islam, dasar-dasar psikologi anak, teori belajar dan metode mengajar, deep learning, pembelajaran berbasis TIK, TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge.
Adaptasi Strategi Pengajaran Agama Islam dalam Mengatasi Konflik Identitas Anak dari Keluarga Beda Agama Hadiyansyah, Dhuha; Hunaida, Wiwin Luqna; Anasy, Zaharil
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i2.2929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi pedagogis dalam pendidikan agama Islam bagi anak dari pernikahan beda agama. Anak-anak tersebut menemui tantangan menginternalisasi ajaran Islam dan norma lingkungan sosial dan nilai keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di lembaga hometutoring MuslimSmart di Jakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola lembaga dan tutor. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tantangan utama: (1) ketakutan anak terhadap pendekatan tradisional, (2) ketidaksesuaian antara doktrin agama dan lingkungan, (3) kebingungan dengan doktrin eskatologi, dan (4) potensi memilih keluar dari Islam saat dewasa. Sebagai respons, lembaga mengembangkan empat strategi pedagogis inovatif: (1) pendekatan sensitif budaya, (2) fokus pada nilai inti agama, (3) pengajaran berbasis konteks, dan (4) penyesuaian dengan nilai keluarga. Strategi-strategi ini menunjukkan pergeseran dari pendidikan agama yang dogmatis ke pendekatan yang lebih fleksibel, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan psikologis serta sosiologis anak. Penelitian ini berkontribusi pada khazanah keilmuan pendidikan agama Islam dan dapat menjadi panduan praktis bagi praktisi dan orang tua dalam merancang metode pengajaran yang efektif dan peka terhadap kebutuhan anak dari keluarga multikultural. Abstract This study aims to analyze the challenges and pedagogical strategies in Islamic religious education for children from interfaith marriages. These children face difficulties in internalizing Islamic teachings alongside the norms of their social environment and family values. Employing a qualitative approach with a case study method, the research was conducted at the MuslimSmart hometutoring institution in Jakarta. Data were collected through in-depth interviews with the institution’s administrators and tutors. The findings identify four main challenges: (1) children’s fear of traditional religious approaches, (2) misalignment between religious doctrine and social environment, (3) confusion over eschatological teachings, and (4) the potential for leaving Islam in adulthood. In response, the institution has developed four innovative pedagogical strategies: (1) culturally sensitive approaches, (2) emphasis on the core values of Islam, (3) context-based instruction, and (4) alignment with family values. These strategies represent a shift from dogmatic religious education to a more flexible, adaptive, and child-centered approach that attends to both the psychological and sociological needs of children. This research contributes to the academic discourse on Islamic education and offers practical guidance for educators and parents in designing effective and sensitive teaching methods for children from multicultural families.