cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 25982052     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPOWERMENT adalah media penerbitan karya tulis berbasis hasil pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa, menerima tulisan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan/multidisipin. Jenis naskah yang dipublikasikan adalah naskah asli/orisinal hasil pengabdian kepada masyarakat, jurnal ini terbit dalam 6 (enam) bulanan. EMPOWERMENT diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
Pelatihan Pengajaran Bahasa Inggris untuk Guru SMP Gugus Kadugede di SMPN 2 Subang dengan Pendekatan English as Medium of Interaction (EMI) Solihat, Dadang; Fadhly, Fahrus Zaman; Lismaya, Lilis
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.6950

Abstract

The ability of teaching English among English teachers still needs to be improved. The atmosphere of  English class will feel maximal when the teacher as a key factor plays its function and ability as an attractive, energetic, creative teacher and always uses English as a medium of communication in teaching. English as Medium of Interaction (EMI) is an approach in training to improve teacher skills in teaching English to junior high school teachers in the Kadugede Group. Instructor provides training with full of English so that the trainees are moved to respond in English as well. The use of English in the classroom with a percentage of only 60%: 40% will certainly have a significant positive impact in the learning process. Motivating teachers by providing concrete examples that communicating optimally in English classes must continue to be done to get effective and efficient learning outcomes. After completion of teacher training – teachers feel motivated to teach in the classroom using EMI. They felt that during the training, they had received full training in English, so they realized that in English, students were accustomed to listening and were moved and forced to speak English because learning the language was just the matter of habit.  
Pelayanan Prima (Service Excellence) dan Audit Manajemen untuk Mencapai Keunggulan Bersaing pada Klinik PKBI Bandung Rahayu, Novi Kadarini; Willy, Siska
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.7553

Abstract

West Java still has problems in aspects of family planning (KB). Because reproductive health service providers in West Java are still limited. Therefore in 1990 the West Java PKBI established the Integrated Family Planning House (WKBT) next to the West Java PKBI Office. This clinic was very famous in its time, when the government was intensively promoting family planning programs so PKBI Teratai Clinic received donations directly from the government. At present the government no longer finances the PKBI Clinic, so the PKBI Clinic must try hard to finance all of its operational activities through donations or donations. The methods of implementing the activities are excellent service training and management audits. So that partners can improve services to the community and their management to know what to do in dealing with the current situation. The conclusion in this service is that the level of understanding of excellent service and organizational management at the PKBI Clinic is still low due to a lack of adequate human resources in managing the organization and a lack of understanding of how to serve patients wellJawa Barat masih mempunyai permasalahan dalam aspek Keluarga Berencana (KB). Karena pemyedia jasa layanan kesehatan reproduksi di Jawa Barat masih terbatas. Oleh karenanya pada tahun 1990 PKBI Jawa Barat mendirikan Wisma KB Terpadu (WKBT) di samping Kantor PKBI Jawa Barat. Klinik ini sangat terkenal pada masanya, yaitu pada saat pemerintah sedang gencarnya menggalakkan program KB sehingga Klinik Teratai PKBI mendapatkan donasi langsung dari pemerintah. Saat ini pemerintah tidak lagi membiayai Klinik PKBI, sehingga Klinik PKBI harus berusaha keras untuk membiayai semua kegiatan operasionalnya melalui donasi ataupun sumbangan. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu pelatihan pelayanan prima dan audit manajemen. Sehingga mitra bisa memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dan manajemennya untuk mengetahui apa yang harus dilakukannya dalam menghadapi situasi saat ini. Simpulan dalam pengabdian ini, yaitu tingkat pemahaman pelayanan prima dan amanajemen organisasi pada Klinik PKBI masih rendah karena kurangnya SDM yang memadai dalam mengatur organisasi dan kurangnya pemahaman bagaimana melayani pasien dengan baik
Pelatihan Pemanfaatan Ruang Terbuka dengan Menanam Pohon di Kelurahan Maubeli Uri, Falenria; Sakan, Kornelis Aryanto; Fallo, Apryanus; Ketmoen, Adrianus; Lejap, Hedwigh Hendrikus Temai; Langoday, Thomas Ola
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.7696

Abstract

This community service activity has the aim of expanding the green area by planting trees in the Maubeli Village, North Central Timor Regency. The types of trees planted are mahogany and white teak. The activity method begins with taking 50 mahogany and white teak saplings each at the village office. The participants were then divided into ten groups of approximately 2-3 people, who were then directed to dig holes at previously marked points. After being dug, the saplings are then planted and watered. After the planting activity is finished, the participants then go to the village head office for lunch. Through this activity, it is hoped that it can contribute to reduced gas emissions, reduced noise pollution, and cleaner air. This activity lasted for about half a day, involving the Community and Maubeli Village Officials, as well as KKN-PPM Students at Widya Mandira Catholic University, Kupang.Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memperluas area hijau dengan cara menanam pohon di Kelurahan Maubeli, Kabupaten Timor Tengah Utara. Jenis pohon yang ditanam adalah mahoni dan jatih putih. Metode kegiatan dimulai dengan mengambil anakan pohon mahoni dan jati putih sebanyak masing-masing 50 buah di kantor kelurahan. Para peserta kemudian dibagi ke dalam sepuluh kelompok berjumlah kurang lebih 2-3 orang, yang kemudian diarahkan untuk menggali lubang pada titik-titik yang sebelumnya ditandai. Setelah digali, anakan pohon kemudian ditanam dan disiram. Setelah kegiatan menanam selesai, maka para peserta kemudian ke kantor lurah untuk makan siang Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat berkontribusi pada turunnya gas emisi, berkurangnya polusi suara, dan udara yang semakin bersih. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih setengah hari, yang melibatkan Masyarakat dan Aparat Kelurahan Maubeli, serta Mahasiswa KKN-PPM Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
Pelatihan Digital Tourism di Desa Wisata Cibodas Kabupaten Bandung Barat Satya, Mutia Tri; Tejaningrum, Ayi
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.7544

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi peluang dan kekuatan desa dalam menjalankan otonomi desanya. Di era industri 4.0 dan Society 5.0, pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan pariwisata, termasuk desa wisata. Wisatawan hanya perlu mengandalkan platform digital untuk mencari, memesan, dan bahkan melakukan pembayaran. Proses pengembangan sumberdaya di Desa Wisata Cibodas telah dilakukan oleh Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Mekar Tani Jaya dengan program pembinaan terhadap para petani, para produsen olahan hasil pertanian, pengelolaan homestay dan masyarakat yang mengembangan ekonomi kreatif lainnya. Namun disisi lain ada beberapa kelemahan yang dimiliki dan menjadi tantangan dalam proses pengembangan desa wisata. Hasil dari survey yang dilakukan menunjukkan bahwa masih rendahnya pemanfaaatan media digital untuk promosi Desa Wisata Cibodas, maka pelatihan tentang pengembangan desa wisata berbasis digital cocok untuk dilaksanakan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode Participatory Rural Appraisal dengan tiga tahapan pengabidan yaitu need assement, Capacity Building, dan Evaluasi. 
Pelatihan Membangun Mental Kewirausahaan bagi Anggota Aisyiyah di Desa Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah Widhiandono, Hengky; Suyoto, Suyoto; Setiyabudi, Ragil; Priyanto, Eko
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.6856

Abstract

 There are still many poor people in Indonesia who need solutions through improving family welfare for reducing the negative impact of conditions from community poverty. Expansion of the role of the women/wife in a family is one of the keys because when the income’s husband is not sufficient, women/wives can help to increase the income’s family. There are many examples of reality from successful women entrepreneurs. One of the women’s organizations is Aisyiyah. The Aisyiyah aims to empower their member without leaving a nature woman's life. Based on a survey, there are many potentials of women for business at home that have not been optimally developed, so they need to get training about mental entrepreneurship so that women entrepreneurs with reliable. The method of training is carried out with an attractive presentation about the real story of a successful entrepreneur and with deep expression in communication techniques and added problem-solving sessions for solutions to the participants' problems of business, especially the mental of entrepreneurship. The training has been carried out for 2 hours and consists of the topic about mentality entrepreneurship and its problem solvings. The materials of training include techniques of self-motivation and other people, the concept of successful business, healthy products, and positive mental thinking. The evaluation of the training results in the post-test showed a score of 7.75 out of 10 on a scale of points. The level of satisfaction from the training process can be seen from the questionnaire responses from participants with the rank of 4th highest frequency from respondents, namely: obtain entrepreneurial knowledge, interesting material, self-motivated business, and get friend to network business. The lacks of training are majority want additional training time.Masih banyak masyarakat miskin di Indonesia yang membutuhkan solusi melalui peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mengurangi dampak negatif kondisi dari kemiskinan masyarakat. Perluasan peran wanita/istri dalam keluarga menjadi salah satu kuncinya karena ketika pendapatan suami tidak mencukupi, wanita/istri dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Ada banyak contoh kenyataan dari pengusaha wanita sukses. Salah satu organisasi perempuan adalah Aisyiyah. Aisyiyah bertujuan untuk memberdayakan anggotanya tanpa meninggalkan kehidupan wanita kodrat. Berdasarkan survei, masih banyak potensi wanita untuk usaha di rumah yang belum dikembangkan secara optimal, sehingga perlu mendapatkan pelatihan tentang mental entrepreneurship agar wanita wirausaha dengan handal. Metode pelatihan dilakukan dengan presentasi yang menarik tentang kisah nyata seorang wirausahawan yang sukses dan dengan ekspresi mendalam dalam teknik komunikasi dan ditambah sesi pemecahan masalah untuk solusi atas masalah bisnis peserta, terutama mental kewirausahaan. Pelatihan telah dilaksanakan selama 2 jam dan terdiri dari topik tentang mentalitas kewirausahaan dan pemecahan masalahnya. Materi pelatihan meliputi teknik motivasi diri dan orang lain, konsep bisnis sukses, produk sehat, dan mental positif. Evaluasi hasil pelatihan pada post-test menunjukkan skor 7,75 dari 10 skala poin. Tingkat kepuasan dari proses pelatihan dapat dilihat dari angket tanggapan dari peserta dengan peringkat ke-4 frekuensi tertinggi dari responden, yaitu: memperoleh pengetahuan kewirausahaan, materi yang menarik, bisnis yang memotivasi diri, dan mendapatkan teman untuk bisnis jaringan. Kekurangan pelatihan adalah mayoritas menginginkan waktu pelatihan tambahan.
Pengembangan dan Pemasaran Online Usaha Rengginang Afil di Desa Kumpai Batu Bawah Winarsasi, Putri Ayi
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.7005

Abstract

Pada era new normal yang sedang berlangsung saat ini akibat adanya virus Covid-19 yang melanda dunia maka banyak sekali kegiatan yang beberapa tahun ke belakang tidak berjalan dengan baik salah satunya adalah kegiatan berusaha. Hal ini juga berlaku di daerah Desa Kumpai Batu Bawah Kalimantan Tengah yang dimana usaha rengginang menjadi satu-satunya usaha yang ada di Desa tersebut. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu mengembangkan usaha rengginang salah satu warga milik ibu Jariyah dan bapak Jaelani agar semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menghasilkan keuntungan yang lebih. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui KKN (Kuliah Kerja Nyata) dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus melalui ilmu yang dimiliki dan diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi 5 bagian yaitu survey, persiapan, pelaksanaan, publikasi dan evaluasi yang dilakukan selama 8 minggu dengan program kerja pendaftaran NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha), pendaftaran PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), pembuatan logo, pendaftaran hak cipta logo, pembuatan akun media sosial berupa Instagram, pemasaran secara online dan offline dan pendaftaran BPOM. Pendapatan penjualan Usaha Kecil Menengah (UKM) Rengginang Afil memang selalu meningkat tiap tahunnya, tetapi pada tahun 2012 penjualan Rengginang Afil per unit Usaha Kecil Menengah (UKM) Rengginang Afil menurun. Hal ini mungkin dikarenakan adanya: Faktor internal berupa penurunan promosi penjualan, penurunan komisi penjualan, turunnya kegiatan salesman dan turunnya jumlah distribusi. Kemudian faktor eksternal berupa bencana alam, perubahan pola konsumen dan munculnya saingan baru.   
Pelatihan Lesson Study for Learning Community kepada Guru-Guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bhinneka Karawang Miftakh, Fauzi; Dewi, Indah Purnama; Wachyudi, Kelik
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.7658

Abstract

Lesson Study for Learning Community is very important be implemented in schools considering that it will have many positive impacts to  teachers who still need professional development. Lesson Study for Learning Community training was held at SMK Bhinneka Karawang using in a workshop. The material presented is divided into 3 parts, namely 1) Planning Stage (Plan), 2) Reflection Stage (See), and 3) Implementation Stage (Do). By implementing the Lesson Study for Learning Community Training at the Bhinneka Karawang Vocational School, it can improve the quality of learning that prioritizes student-centered learning, as well as the establishment of learning communities among teachers and students that are useful for increasing the effectiveness of academic communication in order to improve the quality of learning. Lesson Study for Learning Community sangat penting agar bisa dilaksanakan di sekolah karena akan memberikan banyak dampak positif. Selain itu, guru masih memerlukan pengembangan keprofesionalannya. Oleh karena itu, pelatihan Lesson Study for Learning Community ini diselenggarakan di SMK Bhinneka Karawang dengan menggunakan pendekatan workshop. Materi yang disajikan terbagi menjadi 3 bagian yaitu 1)Tahap Perencanaan (Plan), 2) Tahap Refleksi (See), dan 3) Tahap Pelaksanaan (Do). Dengan telah dilaksanakannya Pelatihan Lesson Study for Learning Community di SMK Bhinneka Karawang, para guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang mengutamakan layanan hak belajar siswa, serta terbangunnya komunitas belajar antar-guru, antar-siswa, dan antara siswa dengan guru yang bermanfaat untuk meningkatkan keefektifan komunikasi akademik dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran.
Pengadaan Sarana Penunjang Kegiatan Pelestarian Sumberdaya Alam Kawasan Hutan Gunung Tilu di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat Adhya, Ilham; Hendrayana, Yayan; Supartono, Toto; Herlina, Nina; Nasihin, Iing; Nurdin, Nurdin; Waniatri, Wina; Nurlaila, Ai; Fujiman, Heris; Syahban, Fahrul Shobarudin; Althaaf, Naufal
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.7424

Abstract

Preserving natural resources besides requiring the collaboration of all parties in its implementation, also requires supporting facilities and infrastructure, one of the efforts to preserve forest resources in the Mount Tilu forest area requires the existence of a meeting hall that can be used by all people who are active around Mount Tilu. Saung Kehati is a collaboration of the local community and the Faculty of Forestry, University of Kuningan. The presence of Saung Kehati is expected to be a means of supporting the preservation of Mount Tilu's natural resources. The implementation method uses the observation approach to the need for supporting facilities for forest resource conservation activities and facilitation of facilities and socialization regarding the use of meeting halls/saung/shelters. The target of this community service is the people of Cimara Village. The activity location is located on community-owned land bordering the Mount Tilu Forest area and the Tilu Mountain Forest area. The community service activities carried out in Cimara Village, Cibeureum District, Kuningan Regency ran smoothly and the participation of the community in participating in these activities was quite high, the existence of Saung Kehati increased activities related to the preservation of natural resources in the Mount Tilu forest area. Pelestarian sumberdaya alam disamping memerlukan kolaborasi semua pihak dalam pelaksanaannya, juga memerlukan sarana dan prasarana penunjang, salah satu upaya pelestarian sumberdaya hutan pada kawasan hutan Gunung Tilu memerlukan adanya balai sarana  pertemuan yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat yang beraktivitas di sekitar Gunung Tilu. Saung Kehati ini merupakan kolaborasi dari masyarakat setempat dan Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan. Kehadiran Saung Kehati diharapkan menjadi sarana pendukung pelestarian sumberdaya alam Gunung Tilu. Metode pelaksanaan dengan pendekatan observasi kebutuhan sarana penunjang kegiatan pelestarian sumberdaya hutan dan fasilitasi sarana serta sosialisasi mengenai pemanfaatan balai pertemuan/saung/shelter. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat Desa Cimara. Lokasi kegiatan terletak di lahan milik masyarakat yang berbatasan dengan kawasan Hutan Gunung Tilu dan kawasan Hutan Gunung Tilu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan berjalan dengan lancar dan peran serta masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi, keberadaan Saung Kehati meningkatkan aktivitas yang berkaitan dengan pelestarian sumberdaya alam kawasan hutan Gunung Tilu.
Penyuluhan Hukum Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Bantuan Hukum di Desa Ciomas, Ciawigebang Akhmaddhian, Suwari; Anugrah, Dikha; Hidayat, Sarip; Bahtiar, Muhammad Beben; Rifai, Iman Jalaludin; Fadilah, Dikri Alpan; Nabila, Dila; Adzkari, Feby; Alfi, Muhamad; Mardiani, Teti
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.8315

Abstract

Narcotics, Psychotropics and addictive drugs commonly called DRUGS are the types of drugs/substances needed in the world of medicine. However, if it is used without careful restrictions and supervision, it can cause dependence and can endanger the health and even the soul of the wearer. Drug abuse is a crime against humanity and an acute social problem that destroys the foundations of social, national and state life. The steps for carrying out legal counseling activities are carried out in three stages. First, the preparation stage looks at the conditions in the field regarding the Dangers of Drug Abuse. Second, the implementation stage of community service is by conducting outreach to the community about the regulations governing drug abuse and providing an understanding of the dangers of drug abuse. Third, it is the implementation stage where the knowledge gained from this socialization can be applied. Implementation of Legal Counseling activities for the Ciomas Village community to increase public knowledge about the Dangers of Drug Abuse. The event was held in Ciomas Village, Ciawigebang District, Kuningan Regency, to be precise at the Multipurpose Building in Ciomas Village. This event was opened with remarks from the Lecturer of the Faculty of Law, University of Kuningan to convey the intent and purpose of holding this event and was followed by remarks from the head of Ciomas Village as a welcome greeting. This event was well received by the Ciomas village community, who attended in total of 30 people divided from several hamlets in Ciomas village. The benefit of holding legal counseling in Ciomas Village, Ciawigebang District, Kuningan Regency, West Java Province is to create better community legal awareness so that each member the community is aware of and lives up to their rights and obligations as citizens and creates a legal culture in attitudes and behavior that is aware, obedient and obedient to the law and can understand the impact of the Danger of Drug Abuse.Narkotika, Psikotropika dan obat-obat adiktif yang biasa disebut NARKOBA merupakan jenis obat/zat yang diperlukan di dalam dunia pengobatan. Akan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan yang seksama dapat menyebabkan ketergantungan serta dapat membahayakan kesehatan bahkan jiwa pemakainya. Penyalahgunaan narkoba ini merupakan kejahatan kemanusiaan dan masalah sosial akut yang merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Adapun langkah-langkah kegiatan pelaksanaan penyuluhan hukum dilakukan dengan tiga tahap. Pelaksanaan kegiatan Penyuluhan Hukum kepada masyarakat Desa Ciomas untuk peningkatan pengetahuan masyarakat Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba. Pada acara tersebut di laksanakan di Desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan tepatnya di Gedung Serbaguna Desa Ciomas. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Dosen Fakultas Hukum Universitas Kuningan untuk menyampaikan maksud dan tujuan dari dilaksanakannya acara ini dan dilanjutkan oleh sambutan dari kepala Desa Ciomas sebagai ucapan selamat datang. Acara ini disambut dengan baik oleh masyarakat desa Ciomas yang totalnya hadir sebanyak 30 orang yang terbagi dari beberapa dusun di desa Ciomas.Manfaat diselenggarakannya penyuluhan hukum di Desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat adalah untuk mewujudkan kesadaran hukum masyarakat yang lebih baik sehingga setiap angggota masyarakat menyadari dan menghayati hak dan kewajibannya sebagai warga negara dan mewujudkan budaya hukum dalam sikap dan perilaku yang sadar, patuh, dan taat terhadap hukum serta dapat memahami akan dampak dari Bahaya Penyalahgunaan Narkoba.
Peningkatan Literasi dan Pengelolaan Keuangan di Desa Sirnagalih Khoirunnisa, Yasmin; Andriani, Rahma; Damayanti, Damayanti; Maulana, Cepri; Ardiansyah, Hamdan; Prabowo, Rakhmat
Empowerment Vol. 6 No. 03 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i03.8683

Abstract

 Financial literacy is an important activity for families or individuals who have the goal of achieving financial prosperity. Lack of literacy or knowledge may cause failure in managing money to put it to good use. Furthermore, people's attitudes towards money can also influence money management itself. The increasing number of users of online loan services is in line with the presence of financing service companies. Therefore, sufficient knowledge and a wise attitude towards money in financial management are needed in order to have financial management behavior and attitudes towards money in family financial behavior. This service aims to educate the financial literacy of the Sirnagalih village community.Literasi keuangan merupakan kegiatan penting untuk keluarga atau individu yang memiliki tujuan untuk mencapai kesejahteraan keuangan. Kurangnya literasi atau pengetahuan mungkin menyebabkan kegagalan dalam mengelola uang untuk dimanfaatkan dengan baik. Selanjutnya, sikap masyarakat terhadap uang juga dapat mempengaruhi pengelolaan uang itu sendiri.  Meningkatnya jumlah penggunaan jasa pinjaman online seiring dengan menjamunya perusahaan jasa pembiayaan. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang cukup dan sikap pada uang yang bijaksana dalam pengelolaan keuangan agar memilki perilaku manajemen keuangan dan sikap terhadap uang pada perilaku keuangan keluarga. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi literasi keuangan Masyarakat desa sirnagalih.