cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 25982052     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPOWERMENT adalah media penerbitan karya tulis berbasis hasil pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa, menerima tulisan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan/multidisipin. Jenis naskah yang dipublikasikan adalah naskah asli/orisinal hasil pengabdian kepada masyarakat, jurnal ini terbit dalam 6 (enam) bulanan. EMPOWERMENT diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
Penguatan Karakter Guru melalui Reaktualiasai Cerita Rakyat bagi Guru Sekolah Dasar Ibrahim, Nini; Yanti, Prima Gusti; Tarmini, Wini; Hidayatullah, Ahmad
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.8322

Abstract

Teachers are key in shaping students' character, and it is important for them to prepare themselves and enhance their own character before instilling it in their students. Folklore plays a crucial role in realizing this goal. Therefore, community service activities are conducted with the aim of strengthening teachers' character through an understanding of these values. Seminars and mentoring procedures are implemented as methods for conducting these activities. The results of these activities reveal the support of the community service team, and positive evaluation outcomes have provided significant benefits in strengthening teachers' characters, including their ability to recognize character values, develop creativity in writing folklore stories, and relate folklore to current social issues. In conclusion, these activities have successfully improved the understanding and skills of teachers in using folklore as an effective tool for character development.Guru merupakan kunci utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Guru perlu mempersiapkan diri dan meningkatkan karakternya menjadi lebih baik sebelum menanamkan kepada siswa. Dalam hal ini, cerita rakyat memiliki peranan penting dalam merealisasukan hal tersebut. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat karakter guru melalui pemahaman nilai tersebut. Prosedur seminar dan pendampingan dilakukan sebagai metode pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan ini mengungkapkan adanya dukungan tim pengmas dan hasil evaluasi yang positif memberikan manfaat yang signifikan dalam penguatan karakter guru-guru, termasuk kemampuan mengenali nilai-nilai karakter, mengembangkan kreativitas dalam menulis cerita rakyat, dan mengaitkan cerita rakyat dengan permasalahan sosial aktual. Simpulannya yaitu kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru-guru dalam menggunakan cerita rakyat sebagai alat efektif dalam penguatan karakter.
Pencegahan Tindak Pidana Narkotika dan Bantuan Hukum di Desa Sindangsari, Kuningan Akhmaddhian, Suwari; Budiman, Haris; Hidayat, Sarip; Rahman, Arief; Rizal, Muhamad; Maulana, Pani; Bilhaq, Rhejan Gema Mahardika; Elvany, Virgin; Agustina, Vinda
Empowerment Vol. 6 No. 03 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i03.8824

Abstract

Misuse of Narcotics and illegal drugs (narkoba) is a phenomenon that has long been experienced by the countries all over the world, including Indonesia. This is basically a transnational crime, considering the chain link of the drug misuse includes production and trade activities to the countryside. Considering that this crime is an expanding chain, it is necessary to have legal counseling about the dangers and prevention of narcotics and legal aid for all regions in Indonesia, including the Kuningan Regency. Provision of legal aid is one way to realize access to law and justice for the poor which is provided by the state on the mandate of the constitution. Several regulations regarding legal aid have been issued by the state through laws and implementing regulations as well as from the Supreme Court or the Constitutional Court through Supreme Court Regulations and Constitutional Court decisions. This article will describe systematically and scientifically which takes place in Kuningan Regency, Sindangsari Village of Sindangagung District. Based on the results of counseling there are some problems in preventing narcotics crime and implementing the provision of legal aid in the community which make the provision of legal aid to rural communities less effective, therefore, it is necessary to optimize the provision of legal aid to rural communities which is an idea to response this problem to realize the access to law and justice for rural communities, especially the poor.
Peningkatan Pemahaman dan Pendampingan Hukum Masyarakat terhadap dampak Pencemaran Limbah di Desa Satriajaya, Tambun Utara Kabupaten Bekasi Saputra, Rahmat; Widiansyah, Apriyanti; Hafizah, Hafizah; Tumanggor, Imelda Anastasya Carolima; Kirana, Andi Chandra
Empowerment Vol. 6 No. 03 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i03.8765

Abstract

Satriajaya Village, North Tambun District, is a Assisted Village Development Program of Bhayangkara University of Great Jakarta located in Bekasi Regency, Satriajaya Village is a village consisting of 6 villages, namely Poncol Village, Damungan Village, Bojong Village, Gebang Village, Babakan Village and Pisangan Village or Cassava Kebon. Satriajaya Village is currently experiencing development developments such as Ghara Prima housing, Edelwis, GSP, GSM, BSI, and others. The waste problem in Bekasi Regency has never been resolved and it has greatly disturbed the community and the village, especially the village which and adjacent to the river and rivers in the area. Piles of garbage and factory waste in the Kalibusa and kalijambe streams are very troubling for the affected communities. Some of the problems in the Bhayangkara University Assisted Village Development Program in Greater Jakarta after a survey and agreed upon by partners, include: Lack of public understanding that has an impact on the rule of law, law enforcement processes and sanctions, how to overcome Kalibusa and Kalijambe pollution, and solutions to prevent and preserve Kalibusa and Kalijambe for sustainable development programs. To overcome these problems, efforts are needed to increase understanding and legal assistance of the community on the impact of kalibusa waste pollution, kalijambe in Satriajaya Village, North Tambun District, Bekasi Regency so that the community who has the first impact, understands the legal rules of the Job Creation Law and its derivative rules as a result of changes in Law No. 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management. second, understand the law enforcement process and sanctions given to industry players who dispose of waste to Kalibusa and Kalijambe located in Satriajaya Village, North Tambun District, Bekasi Regency. Third, understand how to overcome Kalibusa and Kalijambe pollution in terms of applicable laws and regulations. Fourth, understand the solution for the prevention and preservation of Kalibusa and kalijambe for sustainable development programs. The implementation method of the Bhayangkara University Assisted Village Development Program in Greater Jakarta is by legal counseling and legal assistance to communities affected by kalibusa waste pollution, kalijambe in Satriajaya Village, North Tambun District, Bekasi Regency.Desa Satriajaya Kecamatan Tambun Utara merupakan Program Pengembangan Desa Binaan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang berada di Kabupaten Bekasi, Desa Satriajaya merupakan desa yang terdiri dari 6 kampung yaitu kampung poncol, kampung bendungan, kampung bojong, kampung gebang, kampung babakan dan kampung pisangan atau kebon singkong. Desa Satriajaya saat ini mengalami perkembangan pembangunan seperti perumahan Ghara Prima, Edelwis, GSP, GSM, BSI dan lain-lain. Permasalahan sampah di Kabupaten Bekasi tak kunjung teratasi dan terselesaikan, bahkan sudah sangat meresahkan masyarakat dan pihak Desa yang terutama Desanya dilalui dan berdekatan dengan kali serta sungai-sungai diwilayah tersebut. Tumpukan sampah dan limbah pabrik di aliran kalibusa dan kalijambe sangat meresahkan masyarakat yang terdampak. Beberapa permasalahan dalam Program Pengembangan Desa Binaan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ini setelah dilakukan survey dan disepakati oleh mitra, antara lain: Kurangnya pemahaman masyarakat yang berdampak terhadap aturan hukum, proses penegakan hukum serta sangsi, cara menanggulangi pencemaran kalibusa dan kalijambe serta solusi pencegahan dan pelestarian kalibusa dan kalijambe terhadap program pembangunan berkelanjutan. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, maka perlu upaya meningkatkan pemahaman dan pendampingan hukum masyarakat terhadap dampak pencemaran limbah kalibusa, kalijambe di Desa Satriajaya Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi sehingga masyarakat yang berdampak pertama, memahami terhadap aturan hukum UU Cipta Kerja serta aturan turunannya akibat dari perubahan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. kedua, memahami terhadap proses penegakan hukum serta sangsi yang diberikan kepada pelaku industri yang membuang limbah ke kalibusa dan kalijambe yang berada di Desa Satriajaya Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi. Ketiga, memahami terhadap cara menanggulangi pencemaran kalibusa dan kalijambe ditinjau dari peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keempat, memahami terhadap solusi pencegahan dan pelestarian kalibusa dan kalijambe terhadap program pembangunan berkelanjutan. Metode pelaksanaan pada Program Pengembangan Desa Binaan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ini yaitu dengan metode penyuluhan hukum dan pendampingan hukum terhadap masyarakat yang terdampak pencemaran limbah kalibusa, kalijambe di Desa Satriajaya Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi.
Pemanfaatan Media Youtube dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama Baadilla, Irwan; Sulistyawati, Rr.; Amalia, Nur; Ibrahim, Nini; Hidayatullah, Ahmad
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.8324

Abstract

YouTube is important as a learning media for the Indonesian language. Training on YouTube utilization is crucial for junior high school teachers to enhance their teaching abilities. Mastering YouTube as an innovative learning platform is essential for teachers, although there are still challenges in its implementation. This activity aims to improve teachers' knowledge and skills in utilizing YouTube as a medium for teaching Indonesian language. The training combines seminar methods with direct mentoring. Evaluation through a final test indicates that teachers who participated in the training successfully enhanced their understanding and abilities in utilizing YouTube for Indonesian language instruction. In conclusion, this community service activity was carried out successfully and effectively in enhancing teachers' skills, influenced by the commitment of the FKIP UHAMKA Community Service Team and the collaboration with SMP Muhammadiyah Cisalak.YouTube penting sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia. Pelatihan pemanfaatan YouTube penting bagi guru-guru SMP untuk meningkatkan kemampuan mengajar. Penguasaan YouTube sebagai media pembelajaran inovatif merupakan hal penting bagi guru, namun masih terdapat kendala dalam penerapannya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan YouTube sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia. Kegiatan pelatihan ini menggabungkan metode seminar dan pendampingan langsung. Evaluasi melalui tes akhir menunjukkan bahwa para guru yang mengikuti pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman dan kemampuannya dalam memanfaatkan YouTube dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Simpulannya ialah kegiatan pengmas ini berhasil dan sukses dijalankan untuk meningkatkan kemampuan guru yang dipengaruhi oleh komitmen Tim Pengmas FKIP UHAMKA dan kerjasama dengan SMP Muhammadiyah Cisalak.
Pelatihan Model Pembelajaran Inovatif dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi Guru-Guru MGMP IPS SMP Wilayah Singaparna, Tasikmalaya Suryani, Yeyen; Iskandar, Iskandar; Jumantini, Entin; Setiawan, Iyan; Pratiwi, Rani Tania; Mulyati, Sri
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.5100

Abstract

 So far, the learning model chosen by the teacher has not been able to provide opportunities for students to be involved in it through direct practice, teaching and applying the material that has been learned. Teachers often use conventional methods so that teachers tend to be more dominant in learning, on the other hand students tend to be passive, less critical and creative. The purpose of this community service is to provide new knowledge and insights to MGMP Social Studies teachers at Singaparna Junior High School, Sukahaji Village, Singaparna District, Tasikmalaya Regency about innovative learning models, so that their minds and competencies and motivations are open to them to have the ability to master various innovative learning models. . The method used in this activity is in the form of training through lectures, questions and answers and discussions. The result achieved is an increase in the understanding and knowledge of MGMP Social Studies teachers regarding innovative learning models and how to apply these innovative models. Selama ini model pembelajaran yang dipilih guru belum dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk ikut terlibat didalamnya melalui praktik langsung, mengajarkan dan menerapkan materi yang telah dipelajari. Guru seringkali menggunakan metode konvensional sehingga guru cenderung lebih bersifat dominan dalam pembelajaran, di lain pihak siswa cenderung pasif , kurang kritis dan kreatif. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk memberikan ilmu dan wawasan baru kepada guru-guru MGMP IPS SMP  Singaparna Desa Sukahaji Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tentang model pembelajaran inovatif, sehingga terbuka pikiran dan kompetensi serta  motivasi dalam diri mereka  untuk memiliki kemampuan dalam menguasai berbagai model pembelajaran yang inovatif . Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa pelatihan melalui ceramah, tanya jawab dan diskusi. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pemahaman dan pengetahuan guru-guru MGMP IPS mengenai model pembelajaran inovatif serta cara mengaplikasikan model inovatif tersebut. 
Keterampilan Mengajar Guru Sekolah Menengah di Kecamatan Pangenan, Cirebon Taufik, Azin; Riyadi, Mohamad; Nurhayati, Nunu
Empowerment Vol. 7 No. 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i01.5115

Abstract

This service was motivated by the results of the Teacher Performance Assessment carried out at one of the schools assisted by the Madrasah Aliyah 3 Cirebon working group which stated that 60% of teachers did not have the competency skills that indicated they were professional teachers. The assessment team provided recommendations to improve teachers' teaching abilities so that the quality of learning could be better. One effort to improve teachers' teaching abilities can be done by providing training on eight basic teacher teaching abilities, training on student centered learning models and their application in preparing Learning Implementation Plans.  In order to overcome this problem, it was implemented.  on June 24 2024 training on basic teaching skills for teachers was carried out, on June 25 2024 training on student centered learning models was carried out, and on June 26 2024 feedback and evaluation of training results was carried out through the preparation of learning tool plans. The methods used in this training are lecture, question and answer and simulation methods, while the evaluation is carried out in two parts, namely evaluation during the training process and post-training evaluation.
Pelatihan Literasi Membaca Nyaring Berbasis Sinektik Langsung dalam Pendidikan Karakter Anak di Desa Cingambul, Majalengka Nugraha, Febby Fajar; Sari, Mia Zultrianti; Prasetio, Pajar Anugrah; Satria, Tio Gusti; Gunawan, Agus
Empowerment Vol. 7 No. 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i01.5131

Abstract

Pandemic conditions have caused various changes, including in the world of education, in the learning process. Learning that started at school now takes place at home. There are some parents who complain about the difficulty of conditioning their children to be disciplined and willing to study at home with their parents. The impact of studying at home not only affects children's cognitive intelligence, but also aspects of attitude. The method of implementing the service, namely reading aloud training activities, is carried out as a form of anticipation of conditions that are getting worse or even as a solution to improve conditions that are not good. The results of the activity obtained a positive response showing that reading aloud based on direct synectics using fairy tales provides motivation to be enthusiastic about learning, to be a good and responsible child. 
Pelatihan Cleanlinnes, Health, Safety & Environmental Sustainability (CHSE) di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Indramayu Chandra, Teddy; Riyadi, Heru; Prabowo, Susilo Dwi; Sosiadi, Rohyan; Wibowo, Sukarno
Empowerment Vol. 7 No. 02 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i02.5892

Abstract

 Since early in 2020, the Covid-19 pandemic has arrive in our home land. Many people get infected by this virus. The goverment take a quick and responsive restrictive, preventive and currative policy to mitigate this disaster. The social life has change. So many people normal habits has to be adjusted to the situation. Many healthy protocol was applied by the goverment to eradicate this global pandemic desease. CHSE was one of the healthy life style promoted by the goverment c.q Ministry Of Tourism & Creative Economy. CHSE was the protocol to implementing the cleanlinnes, health, safety & environmental sustainability. the purpose of this CHSE training was to create a healthier and condusive condition for the people, so they can still do the activity during the pandemic situation. Sejak awal tahun 2020 Pandemi Covid-19 datang melanda tanah air. Banyak di antara masyarakat Indonesia yang terjangkit virus corona ini. Pemerintah bergerak cepat dalam upaya mitigasi bencana virus ini dengan mengeluarkan berbagai kebijakan publik yang bersifat restriktif, preventif dan kuratif agar penyebarannya dapat ditekan. Hal itu berdampak kepada kehidupan masyarakat Indonesia. Kebiasaan-kebiasaan normal yang seringkali masyarakat lakukan, kini telah berubah. Berbagai pembatasan-pembatasan dan juga protokol kesehatan diterapkan oleh pihak berwenang dalam upaya untuk menanggulangi wabah global ini. Diantara beberapa kampanye gaya hidup sehat yang digaungkan pemerintah itu, salah satunya adalah kampanye Cleanlinnes, Health, Safety & Environmental Sustainability (CHSE) yang digalakkan oleh kementerian pariwisata & ekonomi kreatif. CHSE adalah suatu protokol kesehatan yang menekankan kepada terjaganya kebersihan (cleanlinnes), upaya menjaga kesehatan (health), upaya menjaga keamanan (safety) dan juga upaya menjaga kelestarian lingkungan (environmental sustainability). Tujuan dari pelatihan CHSE adalah agar terwujud suatu keadaan yang kondusif dalam menjalankan aktifitas di tengah pandemi yang belum diketahui kapan akan berakhirnya. 
Pemberdayaan Pengusaha UMKM Perempuan melalui Media Digital dalam Usaha Makanan Yahya, Wilona Ariella; Hasudungan, Albert; Nathania, Vanessa; Limantara, Stefanie Putri; Lie, Michael; Susanto, Callista; Tjong, Christopher Kurnia; ., Wiradharma; Thian, Sheilanie
Empowerment Vol. 7 No. 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i01.6217

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat yang kami lakukan ini adalah untuk memberikan pendampingan, melatih serta meningkatkan kemampuan para pengusaha di daerah Kuningan terutama bagi para pengusaha perempuan. Pendampingan pengembangan kewirausahaan ini dilakukan kepada mitra secara bertahap dimulai dari pendampingan pada aspek keuangan, aspek operasional, dan aspek pemasaran. Dengan segala keterbatasan yang terjadi akibat pandemi covid 19, seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendampingan kewirausahaan ini sepenuhnya dilakukan dengan menggunakan media online. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pengembangan kewirausahaan ini dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para pengusaha perempuan dalam mengelola usahanya terutama dalam aspek keuangan, aspek operasional, dan aspek pemasaran . Kemudian diharapkan juga para pengusaha perempuan ini dapat meningkatkan penghasilannya dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. 
Penerapan Green Economy terhadap Kelompok Tani Hortikultura melalui Konsep Zero Waste System Masyarakat Desa Pogalan, Magelang Rahardjo, Budi; Giovanni, Axel; Lionora, Clarisa Alfa
Empowerment Vol. 7 No. 02 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i02.6460

Abstract

The residents of Pogalan Village are dominated by farmers, making the application of a green economy able to develop agriculture. In the short term, the focus of this program is to increase revenue through the concept of a zero waste system. The implementation of this Community Partnership Program is located in Pogalan Village, Pakis District, Magelang Regency. This community partnership program is carried out using the methods of socialization, education, tutorials or continuous assistance and focus group discussions. The results obtained are the understanding of farmer groups in using a zero waste system to get to a green economy. The advantage of a zero waste system has various advantages including converting waste into natural products that are environmentally friendly. Wono Mulyo farmer groups can utilize the existing waste so that it can be reused and has economic value. Community service activities are expected to continue by the Wono Mulyo farmer group to overcome other problems experienced such as marketing problems and problems in processing crops.