cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 25982052     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPOWERMENT adalah media penerbitan karya tulis berbasis hasil pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa, menerima tulisan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan/multidisipin. Jenis naskah yang dipublikasikan adalah naskah asli/orisinal hasil pengabdian kepada masyarakat, jurnal ini terbit dalam 6 (enam) bulanan. EMPOWERMENT diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
Pelatihan Bisnis Digital bagi Masyarakat Desa Arraniri, Iqbal; Rois, Tatang; Agustin, Afni Alifia; Rizal, Ahmad
Empowerment Vol. 6 No. 03 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i03.9169

Abstract

This service aims to overcome the economic inequality of rural communities compared to urban communities. This happens because there are no optimal employment opportunities in the village. Overcoming this problem is done with information technology that is easily accessible to village communities via the internet. Operating a business digitally by utilizing existing facilities, however, because the knowledge and technical capabilities of village communities are still limited, it is deemed necessary to provide digital business training to them. The aim of this training is to encourage community interest in running a digital business to overcome the problem of unemployment or increase income thereby encouraging village economic development. It is hoped that the results of this digital business training activity can optimize the motivation of village communities to minimize economic inequality between village communities and urban communities by prioritizing business units in the form of Online Village Barbershops through determined innovative strategies so that they succeed in increasing new customers and retaining old customers in order to successfully create a successful online community. active and increase their reputation and income based on digital business.Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi ketimpangan ekonomi masyarakat desa dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Hal ini terjadi karena tidak terdapat lapangan kerja yang optimal di desa. Mengatasi masalah ini dilakukan dengan teknologi informasi yang mudah diakses oleh masyarakat desa melalui internet. Mengoperasikan bisnis secara digital dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, namun karena pengetahuan dan kemampuan teknis masyarakat desa masih terbatas, dianggap perlu untuk memberikan pelatihan bisnis digital kepada mereka. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mendorong  minat masyarakat dalam menjalankan bisnis digital untuk mengatasi masalah pengangguran atau peningkatan pendapatan sehingga mendorong pembangungan ekonomi desa. Hasil kegiatan pelatihan bisnis digital ini diharapkan dapat mengoptimalkan motivasi masyarakat desa untuk meminimalkan ketimpangan ekonomi antara masyarakat desa dan masyarakat kota dengan memperioritas unit usaha berupa Barbershop Desa Online melalui strategi inovatif yang ditentukan sehingga berhasil meningkatkan pelanggan baru dan menjaga pelanggan lama agar berhasil menciptakan komunitas online yang aktif serta meningkatkan reputasi dan pendapatan mereka berbasis bisnis digital.
Pemberdayaan Petani Tembakau melalui Diskusi Konservasi Tanah dan Air di Desa Kwadungan Gunung Kautsar, Valensi; Tarmadja, Samsuri; Ismiasih, Ismiasih; Ferhat, Amallia
Empowerment Vol. 7 No. 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i01.9251

Abstract

Kwadungan Gunung Village, located in Kledung Sub-district, Temanggung Regency, is a region characterized by its agricultural nature and sloping topography. This results in a significant risk of soil and water damage owing to erosion. The survey and land analysis indicate that erosion has transpired in many locations, ranging from low to medium severity. Furthermore, numerous constraints imposed by farmers suggest that there is a relatively restricted supply of water during the dry season. Hence, it is imperative to implement genuine measures for soil and water conservation. The primary goal of this empowerment is to enhance the comprehension and implementation of soil and water conservation practices among local farmers. The aim is to ensure that the agricultural cultivation business in Kwadungan Gunung Village operates in a sustainable. Initially, discussing sessions on soil and water conservation were carried out in partnership with the local government of Kwadungan Gunung Village. Result showed that farmers have applied conservation measures, albeit to a limited scale. The favorable reception of the extension initiatives indicates the capacity to enhance the use of conservation practices. Subsequently, a demonstration plot will be created to showcase soil and water conservation measures. This plot will function as a tangible example for farmers and will also be included in the farm evaluation process. This demonstrates the unwavering dedication of the agricultural community to the principles of sustainable farming and environmental preservation.
Pendampingan Masyarakat Memulihkan Lahan Kritis pada Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan DAS Citarum Sulistyono, Sulistyono; H. Nur, Sofyan
Empowerment Vol. 7 No. 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i01.9280

Abstract

Pendampingan masyarakat pada Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) DAS Citarum merupakan kegiatan pendampingan dan gerakan aksi menanam. Kegiatan dilaksanakan di DAS Citarum pada ketinggian 640 -1.000 m dpl dengan luas ± 51.356,54 Ha.Kegiatan Pendampingan Masyarakat memulihkan lahan kritis pada RHL DAS Citarum adalah meliputi : Profil Trees4Trees™ dalam Program RHL di DAS Citarum, Identifikasi lahan kritis pada lahan milik masyarakat di luar kawasan hutan negara, Penyusunan program dan peningkatan kapasitas SDM bersama masyarakat secara partisipatif, Penerapan RHL Pola Konservasi Tanah-Air dan Pola Agroforestry di DAS Citarum dan Pendampingan dan pengorganisasian program kegiatan bersama Masyarakat.Identifikasi lahan kritis pada lahan milik masyarakat di luar kawasan hutan negara di DAS Citarum mencapai luas 51.356,54 Ha, terdiri dari lahan kritis seluas 9.631,27 Ha (18,75 %) dan lahan sangat kritis seluas 41.725,18 Ha (81,25 %). Lahan kritis berada di Sub DAS Cisangkuy, sub DAS Ciwidey dan sub DAS Cirasea di Kabupaten Bandung dan sub DAS Ciminyak di Kabupaten Bandung Barat yang tersebar di 128 Desa, 23 Kecamatan dan di 2 Kabupaten.Penyusunan program dan peningkatan kapasitas SDM bersama masyarakat secara partisipatif dilakukan dengan cara diskusi mendalam serta pelatihan kegiatan RHL di lahan masyarakat. Ruang lingkup kegiatan mulai dari bagaimana proses masyarakat/petani terlibat, apa yang dilakukan masyarakat secara mandiri, dan apa yang difasilitasi untuk masyarakat. Penerapan RHL Pola Konservasi Tanah-Air dan Pola Agroforestry di DAS Citarum meliputi kegiatan Rehabilitasi Lahan dan Reboisasi Hutan di DAS Citarum,  berupa penentuan jenis-jenis pohon kayu kayuan dan jenis buah buahan yang diusulkan masyarakat, pola tanam, jarak tanam, distribusi bibit dan penanamnnya serta target area dan realisasi penyerapan bibit Program RHL di setiap sub DAS di kegiatan tahun 2022.Pendampingan dan pengorganisasian program kegiatan bersama masyarakat untuk komunikasi dan koordinasi dan pelatihan untuk penguatan kapasitas masyarakat/petani dan pendamping lapangan serta penilikan tanam setelah penanaman serta monitoring dan evaluasi.Vegetasi di DAS Citarum didominasi oleh semak belukar, lahan kosong, lahan pertanian dan budidaya lainnya. Penggantian semak belukar dan lahan kosong di DAS Citarum segera dilakukan untuk mengantisipasi bencana ekologi termasuk kekayaan biodeversiti dan kebakaran hutan. Oleh karena itu, kegiatan yang paling memungkinkan adalah RHL. Jenis-jenis pohon yang ditanam berupa jenis kayu kayuan dan buah buahan (MPTS) yang tumbuh dalam kawasan DAS Citarum. Jenis-jenis pohon kayu kayuan yang ditanam meliputi mahoni, jati, sengon, suren, jabon, manglid dan gmelina. Jenis buah buahan yang ditanam meliputi: jeruk, sawo, mangga, durian, alpukat, kopi, jengkol, petai dan nangka.Tahap awal luaran program ini adalah kegiatan RHL yang terdapat di 4 sub DAS yaitu Sub DAS Cisangkuy, sub DAS Ciwidey dan sub DAS Cirasea di Kabupaten Bandung dan sub DAS Ciminyak di Kabupaten Bandung Barat. Peserta kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yaitu mahasiswa pendidikan biologi SPS sebanyak 3 orang, LMDH Desa Bojongsalam dan Desa Arjasari sebanyak 20 orang dan Dosen sebanyak 2 orang.Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 sampai Maret 2023 dengan agenda sebagai berikut :Bulan Desember 2022 untuk mengetahui Profil Trees4Trees™ dalam Program RHL di DAS Citarum diikuti oleh Dosen dan Managemen program T4T bertempat di Kantor UM SoreangBulan Januari 2023 untuk Identifikasi lahan kritis pada lahan milik masyarakat di luar kawasan hutan negara diikuti oleh Dosen, Managemen program T4T dan Mahasiswa SPs bertempat di DAS CitarumBulan Februari 2023 untuk Penyusunan Program dan Peningkatan Kapasitas SDM bersama Masyarakat secara Partisipatif diikuti oleh Dosen, Managemen program T4T dan Mahasiswa SPs  bertempat di Desa Bojongsalam CiminyakBulan Maret 2023 untuk Penerapan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Pola Konservasi Tanah-Air dan Pola Agroforestry di DAS Citarum dan Pendampingan dan pengorganisasian program kegiatan bersama Masyarakat diikuti oleh Dosen, Managemen program T4T,  Mahasiswa SPs dan LMDH bertempat di Desa Bojongsalam Ciminyak dan Desa ArjasariBiaya pelaksanaan sebesar Rp. 12.500.000, berasal dari kampus UNIKU, sumbangan mahasiswa dan anggaran kegiatan kemahasiswaan pascasarjana. Pengeluaran meliputi biaya pelatihan dan pendampingan kelompok tani  kader konservasi, biaya gerakan penanaman dan bantuan pemeliharaan tanaman dan biaya pendukung
Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Smartphone terhadap Kemampuan Literasi Purwaningsih, Dian; Retnoningsih, Diyah Ayu; Susanti, Anjar; Tomi, Tomi
Empowerment Vol. 7 No. 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i01.9351

Abstract

Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan media pembelajaran berbasis smartphone terhadap kemampuan literasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SD Islam Ta’allumul Huda Bumiayu. Aplikasi yang digunakan untuk mendukung media berbasis smartphone adalah flip pdf professional. Aplikasi ini untuk membuat flipbook/ebook  yang dapat digunakan pada smartphone. Prosedur yang akan dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan kegiatan, tahapan evaluasi. Adapun indikator keberhasilan diantaranya yaitu minimal 70% peserta mampu menggunakan smartphone sebagai media dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi. Berdasarkan observasi secara langsung, 80% peserta mampu menggunakan smartphone sebagai media dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa pelatihan media pembelajaran berbasis smartphone terhadap kemampuan literasi berjalan lancar. Kegiatan pelatihan ini telah mencapai tujuannya yaitu peserta mampu menggunakan smartphone sebagai media dalam pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan literasi.
Pendampingan Belajar Bahasa Inggris untuk Siswa di Sekitar Area Pariwisata Kencana Beach Cottages Sumbawa Besar Umar, Umar; Aulia, Ersa Anita
Empowerment Vol. 7 No. 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i01.9362

Abstract

Kegiatan PKM Pendampingan Belajar Bahasa Inggris untuk Siswa yang Tinggal di Sekitar Area Pariwisata Kencana Beach Cottages diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa Inggris siswa yang tingal di sekitar Area Pariwisata Kencana Beach Cottages yang terletak di Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: 1) Lokasi tempat tinggal mereka dekat dengan area pariwisata, 2) Lokasi tempat tinggal mereka sering dikunjungi tamu asing, dan 3) Diperlukan pendampingan pembelajaran kontekstual bagi anak-anak untuk menunjang keterampilan dasar Bahasa Inggrisnya. Oleh karena itu, solusi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah; 1) Menyiapkan pola pengajaran kontekstual untuk pemenuhan keterampilan bahasa Inggris dasar, dan 2) Melatih kecakapan berbahasa dan mempraktekannya secara langsung dengan tamu Asing di Area Wisata Kencana Beach Cottages. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu bulan, dimulai bulan November s.d Desember 2023 dan meliputi  tahapan; 1) Persiapan, 2) Pelaksanaan Kegiatan; pelaksanaan program ini melibatkan dosen dari kampus Universitas Teknologi Sumbawa dan dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris Sekolah Tinggi Agama Islam Sumbawa (STAIS), dan 2) siswa-siswa yang tinggal di sekitar area Pariwisata Kencana Beach Cottages, 3) Evaluasi dilakukan melalui praktek berbicara dan berinteraksi dengan teman dan tamu asing yang berkunjung  di area Pariwisata Kencana Beach Cottages. Luaran yang diperoleh dari pelaksanaan PKM melalui PKM Pendampingan Belajar Bahasa Inggris terdiri dari dua luaran, yaitu luaran wajib dan luaran tambahan. Luaran wajibnya adalah publikasi di jurnal ilmiah terakreditasi, dan luaran tambahannya adalah meningkatkan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris dasar siswa-siswa yang tinggal di sekitar area Pariwisata Kencana Beach Cottages.   
Pelatihan Kemandirian melalui Program Santripreneur di Pondok Pesantren Raudhotusibyan Eka Apriani; Adriansah Adriansah; Ade Irvi Nurul Husna
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang tumbuh dan berkembang beberapa abad yang lalu. Pesantren sejatinya merupakan lembaga yang berpotensi menuju kerakyatan ekonomi, serta kekuatan yang dimilikinya. Jika Ponpes hanya menjadi penonton di era mendatang, maka lembaga mikro ekonomi lainnya bisa saja bergerak menuju kemajuan. Oleh karena itu, perlu adanya kajian yang matang untuk memperkuat institusi perekonomian ini agar tidak salah sasaran. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan kemandirian santri melalui program santripreneur. Pelatihan dilakukan di Pondok Pesantren Raudhotusibyan gunung bhakti Cihanjawar. Wawancara mendalam dan observasi non-partisipasi digunakan dalam pengumpulan data. dalam upaya menjamin terlaksananya pengabdian. Hasil platihan menunjukkan bahwa program santripreneur dapat berkembang, sehingga dapat menjadi salah satu penopang pesantren ekonomi penting yang berdampak pada masyarakat.Kata Kunci: Santripreneur, program kemandirian, pesantren.
Workshop Technological Pedagogical and Content Knowledge dalam Pengembangan Kompetensi Guru Abidin, Zaenal; Hindriana, Anna Fitri; Arip, Asep Ginanjar
Empowerment Vol. 7 No. 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i01.9579

Abstract

Workshop pembelajaran IPA berbasis TPACK (Technological Pedagogical And Content Knowledge) untuk guru IPA SMP di Kabupaten Cirebon perlu dilakukan karena adanya kebutuhan dan tuntutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital dan implementasi kurikulum merdeka. Workshop pelatihan TPACK bertujuan untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan aplikatif yang dibutuhkan dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran IPA berbasis TPACK dalam implementasi kurikulum merdeka.  Adapun metode yang digunakan dalam workshop penguatan dan pengembangan TPACK guru meliputi metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Hasil workshop menunjukkan terdapat peningkatan TCK (Technological Content Knowledege) peserta dari rata-rata pretest sebesar 50,25 menjadi rata-rata posttes sebesar 61,25. Komponen integrasi TPACK lainnya yaitu TPK, PCK dan TPACK mengalami penurunan. Fenomena ini sebagai sesuatu hal yang lumrah karena workshop dititik beratkan bagaimana media pembelajaran berbasis teknologi informatika digunakan dalam pembelajaran IPA. Materi yang disampaikan dapat menngkatkan pemahaman teknologi yang dipadu dengan pemahaman konten yang telah dimiliki oleh peserta. Hal ini berarti penyelenggaraan workshop berdampak pada peningkatan kompetensi guru yang bermuara pada peningkatan kinerja profesional guru. Hasil kegiatan workshop dapat meningkatkan motivasi untuk terus mengembangkan keahlian mengajarnya dalam menintegrasikan teknologi dalam pembelajarannya khususnya dalam menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan topik dan kondisi siswa serta tuntutan kurikulum merdeka yang sedang dijalan oleh sekolah.
Pendampingan Praktik Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa dengan Tamu Asing di Sumbawa Umar, Umar; Wirentake, Wirentake
Empowerment Vol. 7 No. 03 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i03.9593

Abstract

Bahasa Inggris memiliki peran yang sangat penting dalam era modern saat ini sebagai instrument komunikasi internasional. Dosen dan pengajar berusaha menerapkan metode-metode pembelajaran yang mampu memotivasi pembelajar, agar mereka mampu memiliki keterampilan bahasa Inggris yang memadai. Namun, kenyataannya mahasiswa masih banyak yang belum mampu untuk mengoptimalkan hasil belajar di kelas terkait komunikasi bahasa Inggris. Kegiatan PKM dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu, 1) persiapan, 2) implementasi, dan 3) evaluasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat terkait dengan topik pendampingan praktik berbicara bahasa inggris mahasiswa dengan tamu asing di kabupaten Sumbawa adalah berpraktik dan berinteraksi langsung dengan tamu asing yang menginap di Hotel Pantai Kencana. Hasil PKM menunjukkan bahwa; 1) Peningkatan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris dari para mahasiswa yang mengikuti proses praktik, 2) Mahasiswa berhasil meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara bahasa Inggris, serta mampu mengaplikasikan kosakata dan struktur kalimat yang mereka pelajari, dan 3) Peningkatan pemahaman mahasiswa tentang keragaman budaya, dan juga mengasah kemampuan interpersonal dan empati dalam berkomunikasi lintas budaya. 
Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat tentang Bahaya Narkotika di Desa Kawahmanuk, Kuningan Yuhandra, Erga; Hidayat, Sarip; Akhmaddhian, Suwari; Anugrah, Dikha; Dialog, Bias Lintang; Yudistira, Dony; Sundari, Pipi
Empowerment Vol. 7 No. 01 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i01.9703

Abstract

Narcotics, Psychotropics and Addictive Substances other normal called Drugs is type drugs/substances needed in the world of medicine. However if used without strict restrictions and supervision can cause dependency as well as can endanger health even soul the user. Devotion to public with counseling law This aim For give knowledge and understanding about types drugs, consequences its abuse, the mode of distribution, and how method prevention. Implementation method devotion society This that is with method counseling law with stage hearing, implementation, evaluation report results and Discussion effort prevention and eradication to misuse and distribution dark drugs need done in a way comprehensive and multidimensional. try remove view that problem misuse and distribution dark drugs No only problem government course, but is a must problem handled by everyone.
Sosialisasi dan Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Produksi Home Industri Kerupuk Beras Merah di Desa Jatiluwih Tabanan, Bali Sukanteri, Ni Putu; Pratiwi, Ni Putu Eka; Carina, Tiara
Empowerment Vol. 7 No. 02 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i02.9840

Abstract

Jatiluwih Village is one of the villages in Penebel District, Tabanan Regency, Bali Province. The main agrotourism capital of Jatiluwih Village is the agribusiness activity of red rice production, terraced rice fields and natural beauty. In creating various products that empower the community in Jatiluwih Village. The home industry aims to promote local products produced by the community in Jtiluwih Village. The aim of implementing the activity is to empower groups to become economically active groups through home industry productivity. Increase the knowledge and skills of group members in the field of production and marketing of the home industry of red sandalwood rice crackers. Developing the Jatiluwih Village PKK group to be economically independent. The activity method is carried out through socialization, training and mentoring in the PKK Group in Jatiluwih Village, Penebel District, Tabanan Regency, Bali Province. Community service activities carried out by PKK members in Jatiluwih Village, in an effort to develop the home industry, are as follows: Socialization of product hygiene shows that the knowledge of PKK members in Jatiluwih Village has increased by up to 100%. Training given to Jatiluwih Village PKK members in the use of grinding machines and mixers showed an increase of up to 80%. This shows that home industrial activities in Jatiluwih Village make it possible to increase production volume with training and mentoring.