cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 406 Documents
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Organisasi Yang Inovatif di Era Digital Rias Fitria; Tri Wahyu Ristiyanto; Enong Holilah; Cucu Atikah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examines the role of principals’ transformational leadership in building an innovative organizational culture in the digital era. The study is grounded in the increasing demand for educational transformation, which positions principals not only as administrative managers but also as visionary leaders capable of inspiring, facilitating change, and guiding schools in the strategic utilization of digital technologies. Using a qualitative approach, this research involved principals, teachers, and school staff as research subjects to understand how transformational leadership is enacted in nurturing an innovative school culture. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that principals who demonstrate transformational leadership effectively articulate a clear digital vision, provide inspirational motivation, encourage teacher creativity, and foster a collaborative and adaptive work environment. The emergence of an innovative culture is reflected in teachers’ openness to new ideas, strengthened digital literacy, increased collaborative practices, and the development of various technology-enhanced teaching innovations. These findings align with existing theories and previous studies indicating that transformational leadership significantly contributes to shaping innovative organizational cultures and improving school quality. The article concludes that transformational leadership is a key driver in accelerating digital educational transformation. The study also recommends strengthening principals’ digital leadership capacities and suggests further research across broader and more diverse educational contexts. Keywords: transformational leadership, school principal, innovative organizational culture, digital era, digital leadership, educational innovation Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam membangun budaya organisasi yang inovatif di era digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi pendidikan yang semakin kompleks, di mana kepala sekolah dituntut tidak hanya sebagai manajer administratif, tetapi juga sebagai pemimpin visioner yang mampu mendorong inovasi, mengelola perubahan, serta memfasilitasi pemanfaatan teknologi secara strategis. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai subjek utama untuk menggali secara mendalam bagaimana praktik kepemimpinan transformasional diwujudkan dalam konteks pengembangan budaya inovatif di lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, kategorisasi, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah dengan karakter kepemimpinan transformasional mampu mengartikulasikan visi digital yang jelas, memberikan motivasi inspirasional, membangun hubungan personal yang positif dengan guru, serta mendorong kreativitas dan keberanian dalam berinovasi. Budaya organisasi inovatif tercermin dari meningkatnya kolaborasi antarguru, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, dan terciptanya iklim kerja yang adaptif terhadap perubahan. Temuan ini diperkuat oleh kajian teoritis dan penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap pembentukan budaya inovasi, penguatan literasi digital, dan peningkatan kinerja sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan prasyarat penting bagi sekolah untuk berkembang dalam ekosistem pendidikan digital. Artikel ini menawarkan rekomendasi untuk pengembangan kapasitas kepemimpinan digital serta penelitian lanjutan yang memperluas analisis pada konteks sekolah yang lebih beragam. Kata kunci: kepemimpinan transformasional, kepala sekolah, budaya organisasi inovatif, era digital, kepemimpinan digital, inovasi pendidikan
Manajemen Kinerja Guru dalam Aplikasi Ruang GTK untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (Studi Kasus di SLB Muhammadiyah Kota Bandung dan SLB C Tut Wuri Handayani) Tyara Ratna Nurwulan; Endang Komara
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher performance management plays a strategic role in improving learning quality, especially in Special Schools (SLB) that face complex challenges related to the needs of students with special needs. The utilization of the Ruang GTK application has become an important effort to support teacher professionalism through structured planning, implementation, evaluation, and follow-up of performance. This study aims to analyze how the implementation of the Ruang GTK application can enhance teacher performance management and learning quality in SLBs, as well as to identify supporting factors and challenges affecting its effectiveness. The theoretical foundation includes Armstrong’s (2020) performance management, Deming’s PDCA (Plan, Do, Check, Act) cycle emphasizing continuous improvement through systematic evaluation, and the Technology Acceptance Model (TAM), which explains how perceived ease of use and usefulness influence teachers’ adoption of technology. This qualitative study employed a case study approach in SLB Muhammadiyah, Bandung, and SLB C Tut Wuri Handayani, Cimahi. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, administrative documents, and reflective notes from teachers and school principals, then analyzed thematically. The findings indicate that the effectiveness of implementing the Ruang GTK application is highly influenced by school context, including digital infrastructure availability, teachers’ technological literacy, the relevance of learning content for students with special needs, and support from principals and the social environment. Challenges include limited devices, uneven digital competence, and evaluation formats that are not fully operational. Nevertheless, the application effectively assists teachers in planning, documenting performance, conducting evaluations, and providing professional reflection opportunities. The study concludes that digital-based teacher performance management depends not only on the system but also on the synergy among educational actors, from government policymakers and school principals to teachers as the primary implementers. By adjusting implementation strategies according to the characteristics of each school, the Ruang GTK application has the potential to become a key instrument in improving teacher competence and learning quality in SLBs. Keywords: Educational Management; Soft Skills; Graduate Quality; Vocational High School. Abstrak: Manajemen kinerja guru memegang peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menghadapi tantangan kompleks terkait kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan aplikasi Ruang GTK menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung profesionalisme guru melalui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut kinerja secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi aplikasi Ruang GTK dapat meningkatkan manajemen kinerja guru dan kualitas pembelajaran di SLB, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala yang memengaruhi efektivitasnya. Landasan teori penelitian ini mencakup manajemen kinerja Armstrong (2020), siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) Deming yang menekankan perbaikan berkelanjutan melalui evaluasi sistematis, serta Technology Acceptance Model (TAM) yang menjelaskan pengaruh persepsi kemudahan dan manfaat terhadap adopsi teknologi oleh guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SLB Muhammadiyah Kota Bandung dan SLB C Tut Wuri Handayani Kota Cimahi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dokumen administrasi, serta catatan reflektif guru dan kepala sekolah, kemudian dianalisis secara deskriptif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas implementasi aplikasi Ruang GTK sangat dipengaruhi oleh konteks sekolah, termasuk ketersediaan infrastruktur digital, literasi teknologi guru, relevansi konten pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta dukungan kepala sekolah dan lingkungan sosial. Kendala yang muncul meliputi keterbatasan perangkat, ketidakmerataan kompetensi digital, dan format evaluasi yang belum sepenuhnya operasional. Meski demikian, aplikasi Ruang GTK terbukti membantu guru dalam menyusun perencanaan, mendokumentasikan kinerja, melakukan evaluasi, serta menyediakan ruang refleksi profesional. Temuan penelitian menegaskan bahwa manajemen kinerja guru berbasis aplikasi digital tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada sinergi antaraktor pendidikan, mulai dari pemerintah sebagai penyusun kebijakan, kepala sekolah sebagai pengelola, hingga guru sebagai pelaksana utama. Dengan penyesuaian strategi implementasi sesuai karakteristik masing-masing sekolah, aplikasi Ruang GTK berpotensi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di SLB. Kata kunci: Manajemen, Kinerja Guru, Aplikasi Ruang GTK, PDCA, Kualitas Pembelajaran, Sekolah Luar Biasa
Manajemen Kurikulum Berbasis Digital Pada Salah Satu Jenjang Menengah Atas dan Kejuruan di Kabupaten Bulukumba (Studi Multi Kasus Pada SMA Negeri dan SMK Negeri) Lia Nurmala; Ansar Ansar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of digital-based curriculum management and the factors influencing its effectiveness in a senior high school and a vocational high school in Bulukumba Regency. A qualitative multi-case study design was employed to gain an in-depth understanding of digital curriculum management practices in two different educational contexts. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s (2014) interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing in a cyclical process. The findings reveal that digital-based curriculum management in both schools has been implemented through four key stages: planning, implementation, evaluation, and supervision. School A demonstrates a more comprehensive and integrated digitalization process, while School B applies it primarily within specific vocational programs. The success of digital curriculum management is influenced by four main factors: transformational school leadership, teachers’ digital literacy and competence, the availability of technological infrastructure, and supportive school policies and culture. The study concludes that effective digital curriculum management depends not only on technological aspects but also on the synergy among leadership, human resources, institutional policies, and an adaptive school culture responsive to educational change. Keywords: curriculum management, digital education, education management Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran manajemen kurikulum berbasis digital dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya pada salah satu sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Bulukumba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus agar memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi manajemen kurikulum digital di dua konteks berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara siklik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum berbasis digital di kedua sekolah telah diimplementasikan melalui empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan supervisi. Sekolah A menampilkan penerapan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, sementara Sekolah B menerapkan digitalisasi terbatas pada bidang kejuruan tertentu. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan manajemen kurikulum digital meliputi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kompetensi dan literasi digital guru, ketersediaan sarana-prasarana teknologi, serta dukungan kebijakan dan budaya organisasi sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen kurikulum digital tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga pada sinergi kepemimpinan, sumber daya manusia, kebijakan, dan budaya sekolah yang adaptif terhadap perubahan. Kata kunci: manajemen kurikulum, digitalisasi pendidikan, manajemen pendidikan
Supervisi Akademik Kepala Sekolah di Tinjau dari Model, Pendekatan, dan Implikasinya Terhadap Peningkatan Pembelajaran Adimiharja Kusumadipraja; Diding Nurdin; Juliani Musti Khofifah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Educational reform in Indonesia emphasizes student-centered learning and the development of 21st-century competencies. However, supervisory practices in many schools remain largely administrative. This study aims to map the models of academic supervision led by school principals in Indonesia and examine their reported contributions to instructional improvement. The study employed a qualitative scoping review approach following the PRISMA-ScR protocol to identify and synthesize relevant empirical studies. Article searches were conducted in the Scopus database using keywords related to principal academic supervision, instructional leadership, and school leadership in Indonesia. The initial search yielded 37 articles. After applying inclusion criteria and screening procedures, six studies were selected for final analysis. The findings reveal four dominant models of academic supervision implemented in Indonesian schools: clinical supervision, coaching-based supervision, humanistic-spiritual supervision, and collaborative supervision. These models are associated with improvements in teacher professional competence, instructional practices, and student engagement. However, several challenges persist, including limited supervisory capacity, administrative workload, and uneven institutional support. The study highlights the need to reposition academic supervision from an administrative monitoring function toward a collaborative instructional leadership practice that supports sustainable improvement in teaching and learning. Keywords: academic supervision; instructional leadership; learning quality. Abstrak: Reformasi pendidikan di Indonesia menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta pengembangan kompetensi abad ke-21. Dalam praktik supervisi di banyak sekolah masih cenderung berorientasi administratif. Penelitian ini bertujuan memetakan model supervisi akademik yang dipimpin oleh kepala sekolah di Indonesia serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode scoping review yang mengikuti protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA-ScR). Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Scopus dengan kata kunci yang berkaitan dengan principal academic supervision, instructional leadership, dan school leadership in Indonesia. Tahap awal penelusuran menghasilkan 37 artikel. Setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh enam studi yang memenuhi kelayakan analisis. Hasil sintesis menunjukkan terdapat empat model utama supervisi akademik, yaitu supervisi klinis, supervisi berbasis coaching, supervisi humanistik-spiritual, dan supervisi kolaboratif. Model-model tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru, kualitas praktik pembelajaran, serta keterlibatan siswa. Temuan penelitian menegaskan perlunya mereposisi supervisi akademik dari mekanisme administratif menjadi praktik kepemimpinan pembelajaran yang kolaboratif dan reflektif guna mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Kata kunci: supervisi akademik; kepemimpinan instruksional; kualitas pembelajaran
Manajemen Perencanaan Berbasis Data (PBD) dalam Meningkatkan Kualitas Satuan Pendidikan (Studi Deskriptif di SMP Djuantika dan SMP Ma’arif Cicalengka Kabupaten Bandung) Muhammad Fahri Rizqi; Eva Dianawati Wasliman
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The quality of educational units is a key aspect in realizing quality education. Programs designed and implemented by schools play a crucial role in supporting the achievement of the desired ideal conditions. To support this, the government has introduced the Education Report Platform, which provides data on the results of education system evaluations. This data serves as a reference for schools in developing more targeted programs through the implementation of Data-Based Planning (PBD). For optimal PBD implementation, management with the Planning, Implementation, Evaluation, and Follow-up (PDCA) cycle is required. This study aims to describe: (1) program planning, (2) program implementation, (3) the evaluation process, (4) follow-up, (5) obstacles/constraints, and (6) solutions applied in the implementation of PBD. The study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The main informants were the principal, vice principal, and teachers. Data analysis was carried out through reduction, presentation, and drawing conclusions, with validity tested through triangulation, member checks, and confirmability. The research results indicate that the implementation of PBD at SMP Djuantika and SMP Ma'arif Cicalengka followed the PDCA cycle. The planning stage involved problem identification, goal setting, and strategy development. Implementation involved reflection and solution design. Evaluation focused on program improvements based on educational reports and internal evaluations. Follow-up actions were implemented through strengthening the program based on evaluation results. Key obstacles included low teacher digital literacy, minimal participation in PBD, limited infrastructure at SMP Djuantika, and teacher discipline at SMP Ma'arif Cicalengka. Solutions included optimizing learning communities, providing reading corners, learning workshops, and reflective evaluations. The research concluded that PBD management followed PDCA principles, with internal evaluation as the basis for program development, and strategies unique to each school. Keywords: PBD, Management, Planning, Educational Administration. Abstrak: Kualitas satuan pendidikan merupakan aspek utama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. Program yang dirancang dan dilaksanakan oleh sekolah berperan penting dalam menunjang tercapainya kondisi ideal yang diharapkan. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menghadirkan Platform Rapor Pendidikan yang menyediakan data hasil evaluasi sistem pendidikan. Data ini menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran melalui penerapan Perencanaan Berbasis Data (PBD). Agar PBD berjalan optimal, diperlukan penerapan manajemen dengan siklus Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut (PDCA). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) perencanaan program, (2) pelaksanaan program, (3) proses evaluasi, (4) tindak lanjut, (5) hambatan/kendala, serta (6) solusi yang diterapkan dalam pelaksanaan PBD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan utama adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan, dengan validitas diuji melalui triangulasi, member check, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PBD di SMP Djuantika dan SMP Ma’arif Cicalengka telah mengikuti siklus PDCA. Tahap perencanaan dilakukan melalui identifikasi masalah, penetapan tujuan, dan penyusunan strategi. Pelaksanaan dijalankan dalam bentuk refleksi dan perancangan solusi. Evaluasi diarahkan pada perbaikan program berdasarkan rapor pendidikan dan evaluasi internal. Tindak lanjut diwujudkan melalui penguatan program hasil evaluasi. Hambatan utama mencakup rendahnya literasi digital guru, minimnya partisipasi dalam PBD, keterbatasan infrastruktur di SMP Djuantika, serta kedisiplinan guru di SMP Ma’arif Cicalengka. Solusi yang ditempuh meliputi optimalisasi komunitas belajar, penyediaan pojok baca, workshop pembelajaran, serta evaluasi reflektif. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen PBD telah berjalan sesuai prinsip PDCA, dengan evaluasi internal sebagai dasar pengembangan program, serta ciri khas strategi di masing-masing sekolah. Kata kunci: PBD, Manajemen, Perencanaan, Pengelolaan Pendidikan.
Analisis Model Evaluasi Program Pendidikan Karakter Islami Pada Satuan Pendidikan Tingkat SD di Kabupaten Pidie Jaya Mukhlis Mukhlis; Djaman Satori; Eka Prihatin; Suryadi Suryadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of the Islamic character education program in elementary schools in Pidie Jaya Regency using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product) to determine its effectiveness, readiness, and the challenges encountered in shaping students’ character. Applying a qualitative evaluative approach, data were collected through observations, in-depth interviews with the education office, school principals, teachers, and community leaders, as well as documentation studies of curricula, assessment instruments, and school activity programs. The findings indicate that in terms of context, the program is strongly supported by local government regulations and the religious culture of the community. In the input component, teacher competence in integrating Islamic character values into learning and the availability of facilities such as prayer rooms, libraries, and character-building spaces vary significantly among schools, influencing program quality. Regarding the process, religious habituation activities such as congregational prayer, Qur’an recitation, and moral guidance are implemented well, although the integration of character values into classroom learning remains inconsistent. In the product component, the program demonstrates positive impacts on students’ behavior, but its effectiveness is hindered by digital exposure, limited parental supervision, and uneven implementation across schools. The study concludes that the program is moderately effective but requires strengthening in teacher capacity, facility provision, and collaboration among the three centers of education: school, family, and community. Recommendations include continuous teacher training, development of adequate supporting facilities, enhancement of digital literacy and supervision, and the establishment of a more systematic and sustainable evaluation mechanism for program improvement. Keywords: Islamic Character Education; CIPP Model; Elementary Schools; Program Evaluation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pendidikan karakter Islami pada satuan pendidikan tingkat sekolah dasar di Kabupaten Pidie Jaya dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) guna mengetahui efektivitas, kesiapan, dan hambatan program dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, serta tokoh masyarakat, dan studi dokumentasi terhadap kurikulum, instrumen penilaian, serta program kerja sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek konteks, program memiliki landasan kebijakan yang kuat melalui Peraturan Bupati serta dukungan budaya masyarakat yang religius. Pada aspek input, ditemukan bahwa kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai karakter Islami serta ketersediaan sarana prasarana seperti mushalla, perpustakaan, dan fasilitas pembinaan akhlak masih belum merata sehingga memengaruhi kualitas implementasi program. Pada aspek proses, kegiatan pembiasaan religius seperti salat berjamaah, tadarus, dan pembinaan akhlak berlangsung baik, tetapi integrasi nilai karakter ke dalam pembelajaran masih belum konsisten di semua sekolah. Pada aspek produk, program memberi dampak positif terhadap perilaku siswa meskipun belum optimal karena adanya pengaruh digitalisasi, rendahnya pengawasan orang tua, dan variasi penerapan antar sekolah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa program telah berjalan cukup efektif namun membutuhkan penguatan pada kompetensi guru, fasilitas pendukung, dan sinergi tripusat pendidikan. Saran penelitian meliputi peningkatan pelatihan guru, pengembangan sarana prasarana, penguatan literasi digital, serta evaluasi program yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Kata kunci: Pendidikan Karakter Islami; Model CIPP; Sekolah Dasar; Evaluasi Program
Optimalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Membentuk Self-Efficacy Peserta Didik Muhammad Anas Kamaluddin; Sedya Santosa
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of optimizing educational facilities and infrastructure in shaping students' self-efficacy through a comprehensive literature review, map the formation mechanisms of self-efficacy through four main sources within the context of educational facilities, and formulate evidence-based optimization strategies with a focus on the Indonesian context. The method employed is library research using a descriptive qualitative approach through systematic collection and analysis of articles, books, and previous research published between 2019-2025. Data were analyzed using thematic synthesis and content analysis to identify patterns, relationships, and mechanisms connecting facility types with self-efficacy dimensions. The findings reveal that complete, well-functioning, and professionally managed facilities significantly enhance students' self-efficacy through four interacting pathways: mastery experiences through reduction of technical barriers, vicarious experiences through peer observation in collaborative spaces, verbal persuasion facilitated by quality audio-visual systems, and positive physiological and emotional states created by ergonomic design and comfortable environments. However, optimization in Indonesia remains hindered by funding constraints with dependency on School Operational Assistance Funds, gaps in managerial competence among school administrators particularly in remote areas, and rigid regulations that frequently change abruptly. Recommended strategies include diversifying funding sources through public-private partnerships, implementing competency-based training programs for school principals, developing adaptive regulatory frameworks, optimizing facility utilization through collaborative approaches, and integrating psychological perspectives in facility planning to create learning environments that sustainably support the development of students' confidence and academic achievement.. Keywords: Educational Facilities, Educational Management, Infrastructure Optimization, Self-Efficacy, Student Development Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan dalam membentuk self-efficacy peserta didik, memetakan mekanisme pembentukan self-efficacy melalui empat sumber utama dalam konteks fasilitas pendidikan, mengidentifikasi faktor moderator dan mediator yang mempengaruhi efektivitas fasilitas, menganalisis tantangan implementasi dengan fokus pada konteks Indonesia, serta merumuskan rekomendasi strategi optimalisasi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengumpulan dan analisis sistematis terhadap artikel, buku, dan penelitian terdahulu tentang pengoptimalan sarana dan prasarana pendidikan dalam membentuk self-efficacy peserta didik. Teknik analisis data melibatkan analisis isi untuk mengidentifikasi frekuensi tema utama serta analisis tematik untuk menemukan pola hubungan antara jenis sarana prasarana dan dimensi self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang lengkap, berfungsi optimal, dan dikelola secara profesional mampu memperkuat self-efficacy siswa melalui empat sumber utama yaitu pengalaman keberhasilan dari penyelesaian tugas berulang menggunakan peralatan memadai, pengalaman tidak langsung melalui pengamatan teman sebaya di ruang kolaboratif, persuasi verbal yang difasilitasi oleh guru yang lebih percaya diri dengan dukungan fasilitas berkualitas, serta kondisi fisiologis dan emosional positif yang tercipta dari desain ergonomis dan lingkungan pembelajaran yang nyaman. Namun, proses optimalisasi masih terhambat oleh keterbatasan pendanaan dengan ketergantungan pada Dana Bantuan Operasional Sekolah, kompetensi manajerial pengelola yang rendah, dan regulasi yang kurang fleksibel. Solusi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi pendanaan, implementasi program pelatihan berbasis kompetensi, pengembangan kerangka regulasi adaptif, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan rasa percaya diri dan prestasi siswa. Kata kunci: Sarana Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Optimalisasi Prasarana, Self-Efficacy, Pengembangan Siswa
Analisis Manajemen Konsep Kaizen 5S dalam Upaya Peningkatan Softskill Mutu Lulusan Danang Ari Wibowo; Wiwik Dyah Aryani; Yan Nurcahya
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the management of the Kaizen 5S concept (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke) in improving the soft skills of graduates of SMK Negeri 1 Pangandaran and SMK Negeri 1 Padaherang. The background of this study is based on the industrial world's need for vocational school graduates who not only have technical competence, but also soft skills such as discipline, responsibility, orderliness, and work ethic. The study used a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the planning of the implementation of Kaizen 5S was carried out based on the 5W + 1H principle and involved various school stakeholders. Organization was carried out by forming a 5S team with a clear structure and tasks. The implementation of 5S was integrated into learning and practice activities, thus forming positive student habits. Supervision was carried out routinely through evaluations, field inspections, and weekly self-assessments. Obstacles found included limited infrastructure, the role of workers that was not optimal, and weak administrative records of supervision. In conclusion, the implementation of the Kaizen 5S concept contributes positively to forming a productive work culture and improving students' soft skills, especially discipline, responsibility, and concern for the work environment. Keywords: Educational Management; Soft Skills; Graduate Quality; Vocational High School Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen konsep Kaizen 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) dalam peningkatan softskill mutu lulusan di SMK Negeri 1 Pangandaran dan SMK Negeri 1 Padaherang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan dunia industri terhadap lulusan SMK yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga softskill seperti disiplin, tanggung jawab, keteraturan, dan etos kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penerapan Kaizen 5S dilakukan berdasarkan prinsip 5W+1H serta melibatkan berbagai stakeholder sekolah. Pengorganisasian dilakukan dengan pembentukan tim 5S yang memiliki struktur dan tugas jelas. Pelaksanaan 5S terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran dan praktik, sehingga mampu membentuk kebiasaan positif siswa. Pengawasan dilakukan secara rutin melalui evaluasi, inspeksi lapangan, dan self-assessment mingguan. Hambatan yang ditemukan antara lain keterbatasan sarana prasarana, peran teknisi yang belum optimal, serta lemahnya pencatatan administrasi pengawasan. Kesimpulannya, penerapan konsep Kaizen 5S berkontribusi positif dalam membentuk budaya kerja yang produktif serta meningkatkan softskill siswa, khususnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan kerja. Kata kunci: Kaizen 5S; Manajemen Pendidikan; Soft Skills; Mutu Lulusan; Sekolah Menengah Kejuruan
Evaluasi Bibliometrik Terhadap Dinamika Keilmuan Penelitian Kualitas Sekolah Dasar dalam Perspektif Global Cecep Rahmat Suherli; Udin Syaefudin Saud; Nani Hartini
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the scientific dynamics of primary school quality from a global perspective through a bibliometric approach. It seeks to map publication trends, author and institutional contributions, country distribution, and thematic structures that shape the intellectual landscape of school quality research. The study employed a bibliometric analysis based on 31 Scopus-indexed publications, which were further visualized using VOSviewer to identify keyword co-occurrence patterns, author collaboration networks, and thematic research clusters. The results indicate that the concept of primary school quality has shifted from a traditional academic-achievement paradigm toward a more holistic, multidimensional, and context-sensitive understanding. Five major thematic domains emerged: academic quality, ecological and social factors, educational policy, psychosocial aspects of students, and digital readiness. The analysis also reveals an epistemological polarization between the Global North and Global South. While developed countries emphasize big-data analytics and structural inequalities, developing countries focus more on school leadership, management capacity, and micro-level policy implementation. The study concludes that primary school quality is shaped by the complex interaction of educational policy, social environments, pedagogical innovation, and leadership capacity. Strategic recommendations include redefining quality indicators to be more inclusive, strengthening instructional leadership, fostering Global North–South research collaboration, and promoting terminological consistency across international studies. Future research is encouraged to adopt mixed-methods designs to develop a more holistic and globally relevant understanding of primary school quality. Keywords: bibliometrics; global education; primary school quality; scientific dynamics; VOSviewer Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dinamika keilmuan mengenai kualitas sekolah dasar dalam perspektif global melalui pendekatan bibliometrik. Kajian ini berupaya memetakan perkembangan publikasi, kontribusi penulis dan institusi, sebaran negara, serta struktur tematik yang membentuk lanskap pengetahuan tentang kualitas sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik berbasis data Scopus terhadap 31 publikasi terpilih, yang kemudian divisualisasikan menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi pola ko-okurensi kata kunci, kolaborasi penulis, dan klaster tematik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kualitas sekolah dasar mengalami transformasi dari paradigma berbasis capaian akademik menuju pemahaman yang lebih holistik, multidimensi, dan kontekstual. Temuan klaster mengungkap lima domain utama, yaitu kualitas akademik, faktor ekologis dan sosial, kebijakan pendidikan, aspek psikososial siswa, dan kesiapan digital. Analisis juga memperlihatkan polarisasi epistemologis antara negara maju dan berkembang, di mana negara maju menekankan analisis berbasis data besar dan ketimpangan struktural, sedangkan negara berkembang berfokus pada kepemimpinan sekolah, manajemen, dan implementasi kebijakan mikro. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kualitas sekolah dasar dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara kebijakan pendidikan, lingkungan sosial, inovasi pedagogis, dan kapasitas kepemimpinan. Saran strategis meliputi perlunya redefinisi indikator kualitas yang lebih inklusif, penguatan kepemimpinan instruksional, kolaborasi riset lintas negara, serta konsistensi terminologi dalam penelitian global. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk menggabungkan pendekatan metodologis campuran guna memperluas pemahaman holistik mengenai kualitas sekolah dasar. Kata kunci: bibliometrik; dinamika keilmuan, kualitas sekolah dasar; pendidikan global; VOSviewer.
Pelatihan Peningkatan Keterampilan Kepemimpinan Digital Kepala Sekolah dalam Upaya Percepatan Digitalisasi Guna Menyongsong Era Society 5.0 di Kota Probolinggo Mustiningsih, Mustiningsih; Imron, Ali; Timan, Agus; Hayuning, Alma'idah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The implementation of community service in this research was conducted through mentoring and training, with several stages including preparation, activity execution, evaluation, and report preparation. The training material was divided into three main segments, namely the development of digital era leadership skills, school principal strategies in accelerating digitalization in schools, and digital leadership digitalization practices with a focus on digital security. Data analysis showed a significant improvement from the pre-test score (51.40) to the post-test score (85.74) after the training, with a significant positive correlation between the two scores (0.672). The results of the t-paired samples test indicated a significant difference between the pre-test and post-test, with a p-value of 0.000. The conclusion of this research indicates that the training conducted successfully enhanced the understanding and digital leadership skills for school principals, providing a positive contribution in preparing for the changes in the society 5.0 era driven by technology. These findings have important implications in developing leadership development strategies in education that are responsive to the digital revolution. Keywords: digital leadership, society 5.0 era, digitalization Abstrak: Pelaksanaan pengabdian masyarakat di dalam penelitian ini dilaksanakan melalui pendampingan dan pelatihan, dengan beberapa tahapan yang mencakup persiapan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi, dan penyusunan laporan. Materi pelatihan terbagi menjadi tiga segmen utama, yaitu pengembangan keterampilan kepemimpinan era digital, strategi kepala sekolah dalam percepatan digitalisasi di sekolah, dan praktik digitalisasi kepemimpinan dengan fokus pada keamanan digital. Analisis data menunjukkan peningkatan yang signifikan dari nilai pre-test (51.40) ke post-test (85.74) setelah pelaksanaan pelatihan, dengan adanya korelasi positif yang signifikan antara kedua nilai tersebut (0.672). Hasil uji t-paired samples menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test, dengan nilai p-value sebesar 0.000. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan kepemimpinan digital bagi kepala sekolah, serta memberikan kontribusi positif dalam persiapan menghadapi perubahan era society 5.0 yang didorong oleh teknologi. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam mengembangkan strategi pengembangan kepemimpinan di bidang pendidikan yang responsif terhadap revolusi digital. Kata kunci: kepemimpinan digital, era society 5.0, digitalisasi

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue