cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 370 Documents
Gaya Kepemimpinan Kolaboratif Kepala Sekolah dalam Membangun Lingkungan Kerja yang Kolaboratif Fadilatul Laila; Elva Zahrotunnaqiyah; Veby Anggareni; Fakhrudin Ultsa; Cucu Atikah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The school principal plays a strategic role in directing the sustainability of the educational process, particularly in ensuring the creation of an effective, positive, and collaborative work environment. Curriculum changes and the increasing complexity of educational challenges require principals to implement a collaborative leadership style, namely leadership that involves teachers, educational staff, parents, and other stakeholders in the decision-making process. Collaborative leadership is considered capable of addressing the needs of schools in an era of change, as it promotes open communication, teamwork, innovation, and shared responsibility in dealing with various challenges. In addition, a collaborative work environment developed through continuous coaching, joint professional development, and a supportive school climate has been proven to enhance teachers’ work motivation, job satisfaction, and professionalism. Principals need to ensure transparent and open communication among all staff members. They also need to provide guidance and support for teachers to participate in professional development activities that involve collaboration among teachers. The impact of a collaborative work environment facilitated by the principal can be seen in increased teacher motivation, job satisfaction, and professionalism. This study aims to describe the implementation of a principal’s collaborative leadership style, focusing on forms of teachers’ collaborative behavior and the strategies used by principals to build a collaborative work environment. This study employs a qualitative research method and provides a general overview of the principal’s collaborative leadership style in building a collaborative work environment. Keywords: Leadership style; Work environment; Collaborative Abstrak: Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mengarahkan keberlangsungan proses pendidikan, terutama dalam memastikan terciptanya lingkungan kerja yang efektif, positif, dan kolaboratif. Perubahan kurikulum serta meningkatnya kompleksitas tantangan pendidikan menuntut kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan yang kolaboratif, yaitu kepemimpinan yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Gaya kepemimpinan kolaboratif dipandang mampu menjawab kebutuhan sekolah di era perubahan karena mendorong komunikasi terbuka, kerja tim, inovasi, dan rasa tanggung jawab bersama dalam menghadapi berbagai persoalan. Selain itu, lingkungan kerja kolaboratif yang dibangun melalui pembinaan berkelanjutan, pengembangan profesional bersama, serta iklim sekolah yang mendukung terbukti meningkatkan motivasi kerja, kepuasan, serta profesionalisme guru. Kepala sekolah perlu memastikan komunikasi yang transparan dan terbuka di antara seluruh pegawai. Kepala sekolah perlu memberikan pembinaan kepada guru untuk mengikuti kegiatan seperti pengembangan profesional yang melibatkan kolaborasi antar guru. Dampak lingkungan kerja kolaboratif yang difasilitasi oleh kepala sekolah dapat terlihat dari aspek motivasi, kepuasan kerja, dan profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan gaya kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah dengan fokus pada bentuk perilaku kolaboratif guru serta strategi kepala sekolah dalam membangun lingkungan kerja yang kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini memberi gambaran umum terkait gaya kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah dalam membangun lingkungan kerja yang kolaboratif. Kata kunci: Gaya kepemimpinan; Lingkungan kerja; kolaboratif.
Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi Manajerial Kepala Laboratorium Serta Dukungan Sekolah Terhadap Pengelolaan Laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare Fatimah Fatimah; Kamaruddin Hasan; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of professional competence, managerial competence, and school support on science laboratory management in senior high schools in Parepare City. The study uses a quantitative approach to examine the relationship between three independent variables: professional competence, managerial competence, and school support on the dependent variable, namely science laboratory management. Data were collected through tests administered to 10 laboratory heads and questionnaires distributed to 65 respondents. The results showed that professional competence did not have a significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.191 and a significance level of 0.054, indicating that this variable was not able to explain science laboratory management partially. The managerial competency variable also had no significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.099 and a significance level of 0.379. Negative coefficients cannot be generalized because they are not statistically significant. Conversely, school support has a positive and significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = 0.674 and significance of 0.000, indicating that the better the school support, the better the science laboratory management. Based on simultaneous testing, the three independent variables had a significant effect on science laboratory management with an R² value of 0.452 and F = 16.803 (p < 0.05). These findings indicate the importance of strengthening school commitment and policies in improving the quality of science laboratories. Keywords: Professional Competence, Managerial Competence, School Support, Science Laboratory Management, Laboratory Head Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap pengelolaan laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan tiga variabel independent: kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap variabel dependen yaitu pengelolaan laboratorium IPA. Data dikumpulkan melalui tes kepada 10 orang kepala laboratorium dan kuesioner yang disebarkan kepada 65 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = -0,191 dan signifikansi 0,054, sehingga variabel ini belum mampu menjelaskan pengelolaan laboratorium IPA secara parsial. Variabel kompetensi manajerial juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = –0,099 dan signifikansi 0,379. Koefisien yang bernilai negatif tidak dapat digeneralisasikan karena tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, dukungan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA, dengan koefisien regresi B = 0,674 dan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa semakin baik dukungan sekolah semakin baik pengelolaan laboratorium IPA. Berdasarkan uji simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan nilai R² = 0,452 dan F = 16,803 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan komitmen dan kebijakan sekolah dalam meningkatkan kualitas laboratorium IPA. Kata kunci: Kompetensi Profesional, Kompetensi Manajerial, Dukungan Sekolah, Pengelolaan Laboratorium IPA, Kepala Laboratorium.
Kepemimpinan Kolaboratif dalam Supervisi Paud Sebagai Upaya Membangun Budaya Reflektif Guru Melalui Peer-Coaching M Nasrudin; Dwi Nuriyah; Aldo Pratama; Mohamad Muspawi; Eva Iryani; Denny Denmar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Early Childhood Education faces serious challenges in ensuring the quality of learning services that support children’s development optimally. One of the main issues lies in academic supervision practices that remain administrative, hierarchical, and assessment-oriented, thereby failing to effectively promote teachers’ continuous professional development. At the same time, reflective culture among early childhood teachers is still weak, while institutional leadership has not fully provided space for collaboration and active teacher participation in improving instructional quality. This study aims to describe the implementation of collaborative leadership in early childhood supervision through a peer-coaching strategy and to examine its role in fostering a reflective culture among teachers. The study employed a qualitative approach with a descriptive case study design. It was conducted in several early childhood education institutions in Jambi Province that had implemented or were developing collaborative and peer-coaching-based supervision. Participants consisted of 3 to 5 school leaders and 8 to 12 teachers selected purposively. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, focus group discussions, and document analysis, and were analyzed using thematic analysis. The findings reveal a shift from traditional directive supervision toward a more dialogic, inclusive, and empowering collaborative supervision model. Peer-coaching was implemented through the CERIA cycle, consisting of Content Focus, Observation, Reflective Collaboration, Inspiring Feedback, and Action and Reinforcement. This cycle encouraged teachers to actively engage in classroom observation, reflective dialogue, constructive feedback, and follow-up improvement plans. Most teachers reported increased reflective awareness, as indicated by new habits such as writing reflective journals, engaging in professional discussions, and voluntarily sharing best practices. However, the implementation still faced several challenges, including limited time, insufficient facilitator training, and the persistence of hierarchical cultural resistance. These findings confirm that the integration of collaborative leadership and peer-coaching has strong potential to strengthen teachers’ reflective culture and improve the quality of supervision and learning in early childhood education in a sustainable manner. Keywords: collaborative leadership, peer-coaching, PAUD supervision, reflective teacher culture, CERIA model Abstrak: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menghadapi tantangan dalam menjamin kualitas layanan pembelajaran yang mampu mendukung perkembangan anak secara optimal. Salah satu persoalan utama terletak pada praktik supervisi akademik yang masih cenderung administratif, hierarkis, dan berorientasi pada penilaian, sehingga belum efektif mendorong pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Di sisi lain, budaya reflektif di kalangan guru PAUD juga masih lemah, sementara kepemimpinan lembaga belum sepenuhnya memberi ruang bagi kolaborasi dan partisipasi aktif guru dalam peningkatan mutu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kepemimpinan kolaboratif dalam supervisi PAUD melalui strategi peer-coaching serta mengkaji perannya dalam membangun budaya reflektif guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Penelitian dilaksanakan di beberapa lembaga PAUD di Provinsi Jambi yang telah menerapkan atau sedang mengembangkan supervisi berbasis kolaboratif dan peer-coaching. Partisipan terdiri atas 3 sampai 5 kepala PAUD dan 8 sampai 12 guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, focus group discussion, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran dari supervisi tradisional yang direktif menuju supervisi kolaboratif yang lebih dialogis, inklusif, dan memberdayakan. Peer-coaching dilaksanakan melalui siklus CERIA, yaitu Content focus, Observation, Reflective collaboration, Inspiring feedback, dan Action and reinforcement. Penerapan siklus ini mendorong guru untuk terlibat aktif dalam observasi, refleksi, pemberian umpan balik, dan tindak lanjut perbaikan pembelajaran. Sebagian besar guru melaporkan peningkatan kesadaran reflektif, yang ditunjukkan melalui kebiasaan menulis jurnal refleksi, berdiskusi, dan berbagi praktik baik. Meski demikian, implementasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan fasilitator, dan resistensi budaya hierarkis. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kepemimpinan kolaboratif dan peer-coaching berpotensi memperkuat budaya reflektif guru serta meningkatkan mutu supervisi dan pembelajaran PAUD secara berkelanjutan. Kata kunci: kepemimpinan kolaboratif, peer-coaching, supervisi PAUD, budaya reflektif guru, model CERIA
Revolusi Infrastruktur Pendidikan untuk Menumbuhkan Disiplin Siswa: Tinjauan Behavioristik di Ra Assyifa’ Balerejo Madiun Halimatus Sa&#039;idah Muhariroh; Yusuf Hidayat; Hidayatussa’adah Hidayatussa’adah; Tiara Amalia
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examines the role of educational facility optimization in shaping discipline among early childhood in RA Assyifa' Balerejo Madiun using B.F. Skinner's theory of behaviorism. The approach used was a qualitative case study with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation for three months. The results show that well-managed facilities, such as organized classrooms, shoe racks, and sinks, serve as environmental stimuli that support disciplined behaviors, such as neatness and adherence to rules. Positive reinforcement, such as praise from teachers, plays an important role in reinforcing these behaviors. Structured facility management, parent and student engagement, and regular evaluation, contribute to an increase in the consistency of the stimulus, leading to an increase in rule compliance from 60% to 85%, as well as the use of facilities for hygiene reaching 70%. The challenges found, such as damaged facilities and inconsistent reinforcement, point to the need for more intensive positive reinforcement and more innovative facility design. The study confirms that optimal educational facilities, supported by structured management and community involvement, can effectively foster discipline in early childhood, as well as provide practical implications for environment-based education management. Keywords: Early Childhood Education, Educational Facilities, Discipline, Behaviorism, RA Assyifa’ Abstrak: Penelitian ini mengkaji peran optimalisasi fasilitas pendidikan dalam membentuk disiplin di kalangan anak usia dini di RA Assyifa' Balerejo Madiun dengan menggunakan teori behaviorisme B.F. Skinner. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas yang dikelola dengan baik, seperti ruang kelas yang terorganisir, rak sepatu, dan wastafel, berfungsi sebagai rangsangan lingkungan yang mendukung perilaku disiplin, seperti kerapian dan kepatuhan terhadap aturan. Penguatan positif, seperti pujian dari guru, berperan penting dalam memperkuat perilaku ini. Manajemen fasilitas yang terstruktur, keterlibatan orang tua dan siswa, serta evaluasi rutin, berkontribusi pada peningkatan konsistensi rangsangan tersebut, yang mengarah pada peningkatan kepatuhan aturan dari 60% menjadi 85%, serta penggunaan fasilitas untuk kebersihan mencapai 70%. Tantangan yang ditemukan, seperti fasilitas yang rusak dan penguatan yang tidak konsisten, menunjukkan perlunya penguatan positif yang lebih intensif dan desain fasilitas yang lebih inovatif. Studi ini menegaskan bahwa fasilitas pendidikan yang optimal, didukung oleh manajemen yang terstruktur dan keterlibatan masyarakat, dapat secara efektif menumbuhkan disiplin pada anak usia dini, serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen pendidikan berbasis lingkungan Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Fasilitas Pendidikan, Disiplin, Behaviorisme, RA Assyifa'
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru Generasi Z Melalui Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening Oktarina Tissia Kristi; Maisyaroh Maisyaroh; Sunarni Sunarni; Ahmad Nurabadi; Aan Fardani Ubaidillah; Bambang Budi Wiyono
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of school leadership style and organizational culture on the performance of Generation Z teachers at SD Kalam Kudus Indonesia, utilizing organizational commitment as an intervening variable. In the rapidly changing educational landscape, understanding the specific factors that motivate Generation Z teachers is critical, given their distinct characteristics in learning and workplace interaction. The research employed a quantitative methodology using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) analyzed via SmartPLS software. Data were gathered through Likert-scale questionnaires distributed to Generation Z teachers using purposive sampling techniques. The findings reveal that organizational culture exerts a highly significant and positive direct influence on teacher performance (p-value 0.000; path coefficient 0.931). Interestingly, the leadership style of the school principal was found to have no statistically significant direct impact on teacher performance (p-value 0.419). Instead, leadership style possesses a notable indirect effect through the mediation of organizational commitment. Additionally, organizational culture significantly enhances teachers' commitment to the school. These results highlight that organizational commitment functions as a vital intervening variable that bridges the gap between the organizational environment and individual performance. The study concludes that to optimize the performance of Generation Z teachers, school leaders must prioritize cultivating a supportive culture that values collaboration, transparency, and innovation. Strategic recommendations include increasing teacher involvement in decision-making and providing robust professional development support to strengthen emotional bonds and professional engagement. This research provides valuable insights for educational administration, particularly in managing the unique dynamics of younger teacher cohorts within primary education in Indonesia. Keywords: leadership style, organizational culture, organizational commitment, teacher performance, Generation Z. Abstrak: Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, kinerja guru menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Generasi Z di SD Kalam Kudus Indonesia, dengan menempatkan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. Fenomena ini menjadi sangat krusial untuk diteliti karena karakteristik unik guru Generasi Z dalam berinteraksi dan bekerja menuntut penyesuaian gaya kepemimpinan serta budaya kerja yang lebih adaptif dan inovatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada guru Generasi Z menggunakan teknik purposive sampling yang mencakup wilayah kota metropolitan, kota menengah, hingga kota kecil. Instrumen penelitian dirancang untuk mengukur lima variabel utama, termasuk gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan komitmen organisasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan yang sangat kuat terhadap kinerja guru (path coefficient 0,931; p-value 0,000). Sebaliknya, gaya kepemimpinan kepala sekolah ditemukan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja guru (p-value 0,419), namun memiliki pengaruh yang kuat dalam membangun komitmen organisasi guru (path coefficient 0,593). Temuan ini menegaskan bahwa komitmen organisasi berperan sebagai mediator penting yang memperkuat hubungan antara faktor organisasi dengan efektivitas kerja individu. Simpulan penelitian menekankan bahwa untuk mengoptimalkan kinerja guru Generasi Z, kepala sekolah harus memprioritaskan pengembangan budaya sekolah yang inklusif, kolaboratif, dan transparan. Saran strategis mencakup peningkatan keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan serta pemberian dukungan bagi pengembangan profesional berkelanjutan guna memperkuat ikatan emosional guru dengan sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah bagi manajemen pendidikan dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya manusia lintas generasi di Indonesia. Kata kunci: gaya kepemimpinan, budaya organisasi, komitmen organisasi, kinerja guru, Generasi Z.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Produktivitas Kerja Melalui Kepuasan Kerja Guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya Yeprina Prihatini Asie; Ahmad Suriansyah; Suhaimi Suhaimi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher work productivity reflects their attitudes and skills in carrying out their duties, and is demonstrated through efforts in self-development, instructional innovation, and contributions to achieving school goals. This productivity is influenced by organizational culture, the transformational leadership of the school principal, and teacher job satisfaction. This study aims to analyze the direct and indirect effects of organizational culture, transformational leadership, and job satisfaction on the work productivity of public high school teachers in Palangka Raya City. The research employs a quantitative approach using a survey method. The study population consisted of 527 teachers from 10 public high schools in Palangka Raya, with a sample of 227 selected using proportional random sampling. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using descriptive analysis, classical assumption tests, hypothesis testing through path analysis with multiple regression, and the Sobel test. The results of the study show that: (1) there is a direct influence of organizational culture, job satisfaction, and transformational leadership on work productivity; (2) there is a direct influence of organizational culture and transformational leadership on job satisfaction; and (3) there is an indirect influence of organizational culture and transformational leadership on work productivity.Based on these findings, it is recommended that schools pay attention to the factors that can enhance teacher work productivity. Schools should continue to maintain organizational culture, transformational leadership, and teacher job satisfaction to ensure their ongoing positive impact on teacher productivity. Keywords: Work Productivity, Organizational Culture, Transformational Leadership, Job Satisfaction Abstrak: Produktivitas kerja guru mencerminkan sikap dan keterampilan dalam menjalankan tugas, serta ditunjukkan melalui upaya pengembangan diri, inovasi pembelajaran, dan kontribusi terhadap pencapaian tujuan sekolah. Produktivitas ini dipengaruhi oleh budaya organisasi, kepemimpinan transformasional kepala sekolah, serta kepuasan kerja guru. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung budaya organisasi, kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian sebanyak 527 guru dari 10 SMA Negeri di Kota Palangka Raya dan diambil 227 dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data yaitu angket yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data berupa analisis deskriptif, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur dengan metode regresi berganda, dan uji sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh langsung antara budaya organisasi, kepuasan kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja; terdapat pengaruh langsung antara budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja; terdapat pengaruh tidak langsung antara budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan sekolah untuk dapat memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktivitas kerja guru. Sekolah perlu tetap mempertahankan budaya organisasi, kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja guru agar tetap berdampak kepada produktivitas kerja guru. Kata kunci: Produktivitas Kerja, Budaya Organisasi, Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja
Kepemimpinan Transformasional, Kemitraan Industri, Kompetensi Guru, dan Inovasi yang Mempengaruhi Efektivitas Guru Ramadhani Ramadhani; Aslamiah Aslamiah; Sutarto Hadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of transformational leadership of school principals, industry partnerships, teacher competence, and learning innovation on teacher work effectiveness in public vocational high schools (SMK) in Banjarbaru City. The urgency of this research is based on the increasing demands of globalization and technological development, which require teachers to be adaptive, competent, collaborative, and capable of implementing innovative learning practices. The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 123 teachers were selected as respondents through proportional random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been previously tested for validity and reliability. The analysis techniques included multiple regression, correlation, and path analysis, processed using SPSS version 27. The findings indicate that transformational leadership, industry partnerships, teacher competence, and learning innovation are categorized as good and significantly influence teacher work effectiveness. In addition to their direct effects, the three independent variables also exhibit indirect effects through learning innovation as a mediating variable. Learning innovation plays a crucial role in strengthening the relationship between leadership, partnerships with industry, and teacher competence toward improving teacher effectiveness. These results emphasize that teacher effectiveness is not solely determined by individual capability but also by supportive leadership practices and strategic collaboration with industry that enable teachers to implement technology-based innovative learning. The study recommends enhancing transformational leadership, strengthening teacher professional competence, and optimizing sustainable industry partnerships as strategic efforts to improve the overall quality of vocational education. Keywords: Transformational Leadership; Industry Partnership; Teacher Competence; Learning Innovation; Teacher Effectiveness. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kemitraan dengan dunia industri, kompetensi guru, serta inovasi pembelajaran terhadap efektivitas kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kota Banjarbaru. Permasalahan efektivitas kerja guru menjadi semakin penting seiring tuntutan era globalisasi dan perkembangan teknologi pembelajaran yang mengharuskan guru memiliki kemampuan adaptif, kolaboratif, dan inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 123 guru sebagai sampel yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis meliputi regresi berganda, korelasi, dan analisis jalur (path analysis) yang diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, kemitraan industri, kompetensi guru, dan inovasi pembelajaran berada pada kategori baik serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja guru. Selain pengaruh langsung, ketiga variabel utama juga terbukti memiliki pengaruh tidak langsung melalui inovasi pembelajaran sebagai variabel mediasi. Inovasi pembelajaran menjadi faktor penguat yang menjembatani hubungan antara kepemimpinan, kemitraan, dan kompetensi guru terhadap peningkatan efektivitas kerja. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas kerja guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan personal, tetapi juga oleh dukungan kepemimpinan yang visioner dan kolaborasi strategis dengan dunia industri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan transformasional, peningkatan kompetensi profesional guru secara berkelanjutan, serta optimalisasi kemitraan industri sebagai strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi di SMK. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional; Kemitraan Industri; Kompetensi Guru; Inovasi Pembelajaran; Efektivitas Guru.
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Lingkungan Kerja dan Semangat Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kontrak Tenaga Kependidikan di Rektorat Universitas Lambung Mangkurat Surya Ramadhani; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effect of information technology utilization, work environment, and work enthusiasm on the performance of educational staff at the Rectorate of Lambung Mangkurat University. This research employs a quantitative approach with a correlational method and path analysis design. The population consisted of 260 educational staff members, and a sample of 158 respondents was selected using proportional random sampling. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability using SPSS software. The results showed that the utilization of information technology had a positive and significant effect on employee performance, with a direct influence coefficient of 0.383. The work environment also had a positive and significant effect on performance, with a direct influence coefficient of 0.304. Work enthusiasm was found to have a positive effect on performance, with a coefficient of 0.327. Furthermore, the utilization of information technology affected work enthusiasm with a coefficient of 0.661, while the work environment affected work enthusiasm with a coefficient of 0.234. The indirect influence of information technology utilization on performance through work enthusiasm was 0.216, and the indirect influence of the work environment through work enthusiasm was 0.076. Based on these findings, it can be concluded that the improvement of educational staff performance at the Rectorate of Lambung Mangkurat University is strongly influenced by the optimal use of information technology, a conducive work environment, and high work enthusiasm. Therefore, the organization needs to strengthen support for technology utilization and create a comfortable work climate to foster employee enthusiasm and achieve optimal performance. Keywords: Early Childhood Education, Educational Facilities, Discipline, Behaviorism, RA Assyifa’ Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi informasi, lingkungan kerja, dan semangat kerja terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan di Rektorat Universitas Lambung Mangkurat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional dan pendekatan path analysis. Populasi penelitian berjumlah 260 orang tenaga kependidikan, dan sebanyak 158 responden dipilih sebagai sampel dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien pengaruh langsung sebesar 0,383. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien pengaruh langsung sebesar 0,304. Semangat kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan koefisien sebesar 0,327. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap semangat kerja dengan koefisien 0,661, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja dengan koefisien 0,234. Pengaruh tidak langsung pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja melalui semangat kerja sebesar 0,216, dan pengaruh tidak langsung lingkungan kerja melalui semangat kerja sebesar 0,076. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tenaga kependidikan di Rektorat Universitas Lambung Mangkurat sangat dipengaruhi oleh optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, lingkungan kerja yang kondusif, serta semangat kerja yang tinggi. Dengan demikian, organisasi perlu memperkuat dukungan terhadap penggunaan teknologi informasi dan menciptakan iklim kerja yang nyaman untuk mendorong semangat kerja pegawai agar tercapai kinerja yang optimal. Kata kunci: pemanfaatan teknologi informasi, lingkungan kerja, semangat kerja, kinerja pegawai, tenaga kependidikan.
Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah Dasar Untuk Mendorong Independent Learning Siswa Berdasarkan Kajian Systematic Literature Review Barquna Tri Raraswati; Rahmania Utari
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of principals in establishing a culture of academic supervision to strengthen teachers’ pedagogical competence and encourage students’ independent learning. The research adopts a systematic literature review method by collecting, selecting, and analyzing relevant articles published between 2020 and 2025 in Indonesian and English. The reviewed studies focus on principals’ practices in supervising teaching processes, including lesson planning, classroom observation, feedback, and professional development. The findings indicate that structured and reflective supervision contributes significantly to improving teachers’ ability in planning, implementing, and evaluating learning. Teachers who receive continuous guidance from principals demonstrate progress in using varied methods, media, and evaluation strategies, leading to better learning outcomes. Furthermore, improved pedagogical competence has an indirect impact on students’ independent learning, as teachers are more capable of designing lessons that promote autonomy and active engagement. The study concludes that the principal’s leadership in fostering a culture of academic supervision is crucial for both teacher development and student learning independence. Keywords: Principal; Academic Supervision; Pedagogical Competence; Independent Learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam membangun budaya supervisi akademik untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru sekaligus mendorong kemandirian belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan menyeleksi dan menelaah artikel yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025 dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Kajian difokuskan pada praktik kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi pembelajaran, mencakup perencanaan, observasi kelas, pemberian umpan balik, serta pembinaan profesional guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi yang terstruktur dan reflektif mampu meningkatkan kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Guru yang mendapat bimbingan berkelanjutan dari kepala sekolah menunjukkan peningkatan dalam pemilihan metode, media, dan evaluasi pembelajaran sehingga kualitas hasil belajar lebih optimal. Selain itu, peningkatan kompetensi pedagogik guru berdampak tidak langsung pada kemandirian belajar siswa, karena guru mampu menyusun pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif dan pengelolaan belajar secara mandiri. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dalam menumbuhkan budaya supervisi akademik berperan penting bagi pengembangan guru dan kemandirian belajar siswa. Kata kunci: Kepala sekolah; supervisi akademik; kompetensi pedagogik; kemandirian belajar.
Manajemen Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (Studi Multi Situs di SMKN 3 Palangka Raya Dan SMKN 4 Banjarmasin) Nopri Setiawan; Aslamiah Aslamiah; Ahmad Suriansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Vocational education in Indonesia, particularly in Vocational High Schools, plays a crucial role in preparing competent human resources for the workplace. This study aims to describe partnership management at SMKN 3 Palangka Raya and SMKN 4 Banjarmasin. The research focuses on: 1) principal strategies; 2) teacher empowerment; and 3) partnership management. This research employed a qualitative approach, employing interview, observation, and documentation techniques. Data collected through these various techniques were examined, and data reduction, presentation, and verification were performed. Data validity was checked using credibility, transferability, dependability, and confirmability. The data were then analyzed using single-case analysis and cross-site analysis. The results of the study show regular communication partnerships with industrial partners to adjust the curriculum and teaching materials to be relevant to the needs of the large-scale job market. Synchronizing the curriculum and making PKL as the main means of providing students. Partnership with hotel kitchens through an internship teacher program, the existence of industry classes and internships for students. Partnership between SMK Negeri 3 Palangka Raya and SMK Negeri 4 Banjarmasin, an internship student program in Japan and training by trainers from Thailand. Partnership between SMK Negeri 4 Banjarmasin with hotels in Yogyakarta and an overseas internship teacher program. Teacher empowerment as an improvement and renewal of competencies according to industry trends, both through external training and internal collaboration. Teacher empowerment through internship teachers in partner hotel kitchens with guest teachers and alumni teaching. SMK Negeri 3 Palangka Raya with training from Thai trainers aims at empowerment in sister schools. SMK Negeri 4 Banjarmasin with an overseas internship teacher program and the aim of empowering teachers in alliance reference vocational schools. Principal strategies through partnership innovation and teacher empowerment in improving SMK Centers of Excellence. The principal of SMK Negeri 3 Palangka Raya focuses on strengthening the school's image through student achievement and fostering positive relationships with industry partners. SMK Negeri 4 Banjarmasin is collaborative and adaptive, actively participating in partnerships and public events to branding school promote Keywords: manajemen, kemitraan, pemberdayaan guru, strategi kepala sekolah Abstrak: Pendidikan vokasi di Indonesia pada Sekolah Menengah Kejuruan, memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kemitraan dalam di SMKN 3 Palangka Raya dan SMKN 4 Banjarmasin. Fokus penelitian mencakup; 1) strategi kepala sekolah; 2) pemberdayaan guru; dan 3) manajemen kemitraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul melalui berbagai teknik tersebut diperiksa dan dilakukan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Kemudian data dianalisis dengan analisis kasus tunggal dan analisis lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan Kemitraan komunikasi rutin dengan mitra industri untuk menyesuaikan kurikulum dan materi ajar agar relevan dengan kebutuhan pasar kerja skala besar. Sinkronisasi kurikulum dan menjadikan PKL sebagai sarana utama pembekalan siswa. Kemitraan dengan kitchen hotel melalui program guru magang, adanya kelas industry dan magang bagi siswa. Kemitraan SMK Negeri 3 Palangka Raya dengan SMK Negeri 4 Banjarmasin, program siswa magang di Jepang dan pelatihan oleh trainer dari Thailand. Kemitraan SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan hotel di Yogyakarta dan program guru magang di luar negeri. Pemberdayaan guru sebagai peningkatan dan keterbaruan kompetensi sesuai tren industri, baik melalui pelatihan eksternal maupun kolaborasi internal. Pemberdayaan guru melalui guru magang di kitchen hotel mitra adanya guru tamu dan alumni mengajar. SMK Negeri 3 Palangka Raya dengan pelatihan dari trainer Thailand tujuan pemberdayaan dalam sekolah sister school. SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan program guru magang di luar negeri dan tujuan pemberdayaan guru dalam sekolah SMK rujukan aliansi. Strategi kepala sekolah melalui inovasi kemitraan dan pemberdayaan guru dalam meningkatkan SMK Pusat Keunggulan. Kepala sekolah SMK Negeri 3 Palangka Raya fokus pada penguatan citra sekolah lewat prestasi siswa, dan menjalin hubungan baik dengan mitra industri. SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan kolaboratif dan adaptif serta aktif dalam mitra dan event publik untuk branding sekolah rujukan. Kata kunci: management, partnership, teacher empowerment, headmaster strategy

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue