cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 370 Documents
Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK Al-Ittihad Cianjur M Khoerudin; Kosasih Kosasih
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This scientific research specifically aims to examine in depth and systematically analyze the influence of professional work environment conditions on the performance level of teachers or educators in the educational institution of SMK Al-Ittihad Cianjur. The background of this research begins with the findings of the 2025 Education Report which stated that the quality of learning was at a moderate level, which experienced a decline in achievement of 2.47 points when compared to the achievement in the previous year. In addition, the school's achievement was also ranked in the lower middle at both the provincial and national levels. This actual condition clearly indicates a significant need for special attention to various internal school factors that can potentially have a significant impact on the performance level of teachers or educators, including professional work environment factors. This scientific research methodologically uses a quantitative research approach with the application of a structured survey method. All teachers who work at SMK Al-Ittihad Cianjur as a whole were used as the research population, with a total of 36 respondents. This scientific research data was systematically collected through the process of distributing structured questionnaire instruments using a Likert scale measurement level. Then, the empirical data collected was then analyzed statistically. The analysis of this study clearly shows that a professional work environment has a positive and significant influence on the performance level of teachers and educators. Furthermore, the coefficient of determination value of 0.184 indicates that work environment factors can have an influence of 18.4% on teacher performance variables. This empirical finding confirms that continuous improvement efforts and the management of a conducive and professional work environment have a strategic role in improving teacher performance while encouraging improvements in the quality of the learning process at SMK Al-Ittihad Cianjur. Keywords: work environment, teacher performance, quality of learning Abstrak: Penelitian ilmiah ini secara khusus bertujuan untuk mengkaji secara mendalam serta menganalisis secara sistematis mengenai pengaruh kondisi lingkungan kerja profesional terhadap tingkat kinerja guru ataupun pendidik di lingkungan institusi pendidikan SMK Al-Ittihad Cianjur. Latar belakang penelitian ini bermula dari temuan Rapor Pendidikan Tahun 2025 yang menyatakan bahwa kualitas pembelajaran ada pada tingkat sedang, yang mengalami penurunan capaian sebesar 2,47 poin jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya. Selain itu, capaian sekolah juga ada pada peringkat menengah kebawah baik dari tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Kondisi aktual ini secara jelas mengindikasikan adanya kebutuhan penting akan perhatian khusus terhadap berbagai faktor internal sekolah yang secara potensial dapat memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kinerja guru ataupun pendidik, termasuk di dalamnya faktor lingkungan kerja profesional. Penelitian ilmiah ini secara metodologis menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan penerapan metode survei terstruktur. Seluruh guru pendidik yang bertugas di SMK Al-Ittihad Cianjur secara menyeluruh digunakan sebagai populasi penelitian, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 36 orang responden. Data penelitian ilmiah ini secara sistematis dikumpulkan melalui proses penyebaran instrumen angket terstruktur yang menggunakan tingkat skala pengukuran Likert. Kemudian data empiris yang berhasil terkumpul selanjutnya dianalisis secara statistik. Hasil analisis dari penelitian ini secara jelas memperlihatkan lingkungan kerja profesional terdapat pengaruh positif juga signifikan kepada tingkat kinerja guru ataupun pendidik. Selain itu, nilai dari koefisien determinasi adalah 0,184 mengindikasikan bahwa faktor lingkungan kerja dapat menghasilkan sebuah pengaruh yaitu sebesar 18,4% kepada variabel kinerja guru. Temuan empiris ini menegaskan bahwa upaya perbaikan berkelanjutan serta pengelolaan lingkungan kerja secara kondusif dan profesional memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja guru sekaligus mendorong peningkatan kualitas proses pembelajaran di SMK Al-Ittihad Cianjur. Kata kunci: lingkungan kerja, kinerja guru, kualitas pembelajaran
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional, Kecerdasan Emosional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Smk Negeri Se Kota Palangka Raya Retty Marinda; Ahmad Suriansyah; Suhaimi Suhaimi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher performance refers to the tangible results achieved by teachers in carrying out their duties in accordance with established standards. It includes lesson planning, instructional delivery, classroom management, and the evaluation of student learning outcomes. Performance is measured based on the quality and quantity of work within a specific time frame, aimed at achieving educational goals. This study aims to analyze the direct and indirect effects of instructional leadership, emotional intelligence, and work motivation on the performance of public vocational high school (SMK Negeri) teachers in Palangka Raya City. A quantitative approach using path analysis was employed. The study population consisted of 386 teachers, with a sample of 196 selected through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires consisting of four instruments: instructional leadership of school principals (28 items), emotional intelligence (24 items), work motivation (20 items), and teacher performance (26 items). The instruments were tested for validity using item analysis with product-moment correlation, and reliability using Cronbach’s alpha. The results show: 1) There is a direct effect of principals’ instructional leadership on teacher performance; emotional intelligence has a direct effect on teacher performance; work motivation directly affects teacher performance; instructional leadership directly influences teacher work motivation; and emotional intelligence directly influences teacher motivation. 2) There is an indirect effect of instructional leadership on teacher performance through work motivation, and emotional intelligence also indirectly affects teacher performance through work motivation. Keywords: Instructional Leadership; Emotional Intelligence; Work Motivation; Teacher Performance. Abstrak: Kinerja guru adalah hasil kerja nyata dalam menjalankan tugas sesuai standar, mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan kelas, serta evaluasi pembelajaran. Kinerja diukur dari kualitas dan kuantitas kerja dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kepemimpinan instruksional, kecerdasan emosional dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis jalur. Populasi penelitian ini adalah 386 orang guru dengan sampel sebanyak 196 orang yang diambil dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket yang terdiri dari variabel kepemimpinan instruksional kepala sekolah (28 item), instrumen kecerdasan emosional (24 item), instrumen motivasi kerja (20 item) dan instrumen kinerja guru (26 item). Instrumen diuji validitas mengunakan analisi butir dengan korelasi product moment sedangkan reliabilitasnya dengan alpa cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh langsung kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara langsung terhadap kinerja guru; kecerdasan emosional secara langsung terhadap kinerja guru; Motivasi kerja secara langsung terhadap kinerja guru; Kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara langsung terhadap motivasi kerja guru; kecerdasan emosional terhadap terhadap motivasi guru. 2). Terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional kepala sekolah melalui motivasi kerja terhadap kinerja guru kecerdasan emosional melalui motivasi kerja terhadap kinerja kerja guru. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional; Kecerdasan Emosional; Motivasi Kerja; Kinerja Guru
Reputasi Sekolah dalam Perubahan Pendidikan: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Strategi dan Tantangan Nur Aisyah Jamil; Rahmania Utari
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Rapid educational changes driven by globalization, digital transformation, and policy reforms have intensified challenges for schools in maintaining public trust and institutional legitimacy. In this context, school reputation has emerged as a strategic asset that reflects a school’s capacity to adapt to educational change. This study aims to systematically review the existing literature on school reputation by identifying key challenges and strategies for sustaining reputation amid contemporary educational transformation. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study followed the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted across Scopus, ERIC, and Google Scholar databases, covering publications from 2014 to 2025. From an initial pool of 193 articles, seven empirical studies met the inclusion criteria and were analyzed using thematic synthesis. The findings reveal that school reputation is influenced by both internal and external factors, including leadership adaptability, quality management systems, digital readiness, policy pressures, and stakeholder expectations. Effective strategies for maintaining school reputation include adaptive and collaborative leadership, consistent school branding, pedagogical innovation, and transparent communication with stakeholders. This study concludes that school reputation should be integrated into educational change management as an adaptive strategic asset rather than treated merely as institutional image. The study contributes to educational management literature by providing a systematic synthesis that links school reputation with educational change, offering a conceptual foundation for future empirical research and practical school leadership strategies. Keywords: educational change; school leadership; school reputation; systematic literature review; stakeholder trust Abstrak: Perubahan pendidikan yang cepat akibat globalisasi, transformasi digital, dan reformasi kebijakan telah meningkatkan tantangan bagi sekolah dalam menjaga kepercayaan publik dan legitimasi kelembagaan. Dalam konteks ini, reputasi sekolah muncul sebagai aset strategis yang mencerminkan kemampuan sekolah untuk beradaptasi terhadap perubahan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur yang ada mengenai reputasi sekolah dengan mengidentifikasi tantangan utama serta strategi dalam mempertahankan reputasi di tengah transformasi pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Scopus, ERIC, dan Google Scholar terhadap publikasi yang terbit pada periode 2014–2025. Dari total awal 193 artikel, sebanyak tujuh studi empiris memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa reputasi sekolah dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk kemampuan adaptasi kepemimpinan, sistem manajemen mutu, kesiapan digital, tekanan kebijakan, serta ekspektasi para pemangku kepentingan. Strategi efektif dalam mempertahankan reputasi sekolah meliputi kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif, konsistensi branding sekolah, inovasi pedagogik, serta komunikasi yang transparan dengan pemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reputasi sekolah perlu diintegrasikan ke dalam manajemen perubahan pendidikan sebagai aset strategis yang adaptif, bukan sekadar dipandang sebagai citra kelembagaan. Studi ini berkontribusi pada khazanah literatur manajemen pendidikan dengan menyajikan sintesis sistematis yang mengaitkan reputasi sekolah dengan perubahan pendidikan, serta memberikan landasan konseptual bagi penelitian empiris selanjutnya dan strategi praktis kepemimpinan sekolah. Kata kunci: perubahan pendidikan; kepemimpinan sekolah; reputasi sekolah; tinjauan literatur sistematis; kepercayaan pemangku kepentingan
Analisis Kesenjangan Implementasi: Evaluasi CIPP terhadap Relevansi, Kesiapan, Pelaksanaan, dan Capaian Kebijakan PAI di MTs QITA Malang Najmi Nahdin Afkari; Ainun Jariyah; Ratih Ovista Kusuma; Nur Ali
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study presents an in-depth qualitative evaluation, designed to reveal the effectiveness of the implementation of Islamic Education policies in MTs QITA Malang, using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model as the main theoretical lens to map achievements comprehensively. The purpose of this research is none other than to provide a robust analysis of how these policies operate on the ground and the extent to which the substantive goals of religious education are being achieved. Within a methodological framework, crucial data are obtained through triangulation of sources: in-depth interviews with Principals, Deputy Heads of Curriculum, and subject teachers, reinforced by systematic observation and analysis of internal and curricular policy documents, ensuring the richness and validity of the data. Furthermore, the collected data is rigorously processed using Miles and Huberman's interactive model, a step that allows for continuous reduction, presentation, and verification of findings. The results of the evaluation are divided into four essential dimensions. First, in the Context dimension, policies are seen as having high relevance and in line with the national vision, especially the spirit of the Independent Curriculum, but there are latent challenges in the form of external factors, namely low parental awareness in the continuity of character development. Second, on the Input dimension, it was found that the quality of Human Resources (teachers) and curriculum design has been adequate, despite the significant deficit in technological infrastructure, which demands optimization to support modern methods. Third, the Process dimension reveals implementation practices that use active student-centered methods—such as Problem-Based Learning and P5 projects—but these processes are significantly hampered by limited time allocation and a lack of equitable technology support across learning activities. Finally, on the Product dimension, the policy convincingly produces positive outcomes, especially in the improvement of students' character and their religious practices; however, cognitive achievement shows variations that need to be observed between elements of PAI material. The overall evaluation affirms the positive transformative impact of policies, while explicitly identifying critical areas— such as technology strengthening and parent engagement strategies—that should be the focus of future strategic improvements. Keywords: CIPP model; policy evaluation; Islamic education; kurikulum merdeka; madrasah Abstrak: Penelitian ini mempresentasikan sebuah evaluasi kualitatif yang mendalam, dirancang untuk menyingkap efektivitas implementasi kebijakan Pendidikan Islam di MTs QITA Malang, menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai lensa teoretis utama untuk memetakan capaian secara komprehensif. Tujuan penelitian ini tidak lain adalah menyediakan analisis yang kuat mengenai bagaimana kebijakan ini beroperasi di lapangan dan sejauh mana tujuan substantif pendidikan keagamaan tercapai. Dalam kerangka metodologis, data krusial diperoleh melalui triangulasi sumber: wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Kurikulum, dan guru mata pelajaran, yang diperkuat oleh observasi sistematis dan analisis dokumen kebijakan internal dan kurikuler, memastikan kekayaan dan validitas data. Selanjutnya, data yang terkumpul diproses secara ketat menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, suatu langkah yang memungkinkan reduksi, penyajian, dan verifikasi temuan dilakukan secara berkelanjutan. Hasil evaluasi terbagi dalam empat dimensi esensial. Pertama, dalam dimensi Konteks, kebijakan dipandang memiliki relevansi tinggi dan selaras dengan visi nasional, khususnya semangat Kurikulum Merdeka, akan tetapi terdapat tantangan laten berupa faktor eksternal, yaitu rendahnya kesadaran orang tua dalam kesinambungan pembinaan karakter. Kedua, pada dimensi Input, ditemukan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (guru) dan desain kurikulum telah memadai, meskipun terjadi defisit yang signifikan pada infrastruktur teknologi, yang menuntut pengoptimalan untuk mendukung metode modern. Ketiga, dimensi Proses mengungkap praktik implementasi yang menggunakan metode aktif berpusat pada siswa— seperti Problem-Based Learning dan proyek P5—namun proses tersebut secara nyata terhambat oleh keterbatasan alokasi waktu dan kurangnya dukungan teknologi yang merata di seluruh kegiatan belajar. Terakhir, pada dimensi Produk, kebijakan secara meyakinkan menghasilkan luaran yang positif, terutama dalam peningkatan karakter siswa dan praktik keagamaan mereka; namun, pencapaian kognitif menunjukkan variasi yang perlu dicermati antar elemen materi PAI. Keseluruhan evaluasi tersebut menegaskan dampak transformatif positif kebijakan, sembari secara eksplisit mengidentifikasi area-area kritis—seperti penguatan teknologi dan strategi pelibatan orang tua—yang harus menjadi fokus perbaikan strategis di masa mendatang. Kata Kunci: Model CIPP; Evaluasi Kebijakan; Pendidikan Islam, Kurikulum merdeka; Madrasah
Analisis Faktor Kinerja Guru SD Di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba Nurasri Mulyani; Wahira Wahira; Ansar Ansar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher performance is one of the important factors that determine the success of the learning process and the achievement of educational goals in schools. Optimal teacher performance is not only influenced by professional competence, but also by various organisational and work environment factors, such as workload, work discipline, principal support, and the availability of educational facilities and infrastructure. Therefore, this study aims to analyse the influence of workload, work discipline, principal support, facilities, and infrastructure on teacher performance in primary schools in Ujung Bulu Subdistrict, Bulukumba Regency. This study uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The research population consisted of primary school teachers in Ujung Bulu Subdistrict, while the research sample consisted of 40 teachers from 12 primary schools. Data collection techniques were carried out through the distribution of questionnaires using a Likert scale designed to measure each research variable. The data obtained was then analysed using IBM SPSS Statistics software to determine the simultaneous and partial effects between the variables studied. The results showed that simultaneously, workload, work discipline, principal support, facilities, and infrastructure had a significant effect on teacher performance with a coefficient of determination (R²) of 0.938. This indicates that 93.8% of teacher performance variation can be explained by these five variables, while the rest is influenced by other factors outside the scope of this study. Simultaneous testing shows an F value of 103.433 with a significance level of 0.000, which means that the research model has a significant effect on teacher performance. Partially, the analysis results show that workload, principal support, and facilities have a positive and significant effect on teacher performance. Conversely, work discipline and infrastructure have a significant negative effect on teacher performance. These findings indicate that improving teacher performance is not only determined by the amount of workload managed proportionally, but is also influenced by the support of the principal's leadership and the availability of adequate learning facilities. Based on these research results, it can be concluded that improving teacher performance requires balanced workload management, effective work discipline, strong leadership support from the principal, and the provision of adequate educational facilities and infrastructure. The findings of this study are expected to contribute to the development of education policy, particularly in efforts to improve teacher performance in primary schools. Keywords: Workload, work discipline, principal support, infrastructure, teacher performance Abstrak: Kinerja guru merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran serta pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Kinerja guru yang optimal tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi profesional, tetapi juga oleh berbagai faktor organisasi dan lingkungan kerja, seperti beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, sarana, dan prasarana terhadap kinerja guru pada sekolah dasar di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian terdiri dari guru sekolah dasar di Kecamatan Ujung Bulu, sedangkan sampel penelitian berjumlah 40 guru yang berasal dari 12 sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket menggunakan skala Likert yang dirancang untuk mengukur masing-masing variabel penelitian. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak statistik IBM SPSS Statistics untuk mengetahui pengaruh simultan maupun parsial antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, sarana, dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,938. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 93,8% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kelima variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Uji simultan menunjukkan nilai F sebesar 103,433 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang berarti bahwa model penelitian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. Secara parsial, hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja, dukungan kepala sekolah, dan sarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Sebaliknya, disiplin kerja dan prasarana menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya ditentukan oleh besarnya beban kerja yang dikelola secara proporsional, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan kepemimpinan kepala sekolah serta ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja guru memerlukan pengelolaan beban kerja yang seimbang, penerapan disiplin kerja yang efektif, dukungan kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan, khususnya dalam upaya meningkatkan kinerja guru pada sekolah dasar. Kata Kunci: Beban kerja, disiplin kerja, dukungan kepala sekolah, sarana prasarana, kinerja guru.
Kurikulum Sekolah Vokasi di Indonesia dan Malaysia dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 Alisa Rizca Puspita; Sutji Muljani
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the development and implementation of vocational education curricula in Indonesia and Malaysia in response to the challenges of the Industrial Revolution 4.0. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA protocol. Ten articles published between 2020 and 2024 were selected and analyzed using thematic analysis to identify key patterns, strategies, and challenges in vocational curriculum reform in both countries. The findings reveal that Indonesia and Malaysia emphasize competency- and outcome-based approaches to prepare graduates with job-relevant skills, adaptability, and technological literacy aligned with industry demands. Indonesia implements the Merdeka Curriculum and Competency-Based Education (CBE), focusing on learning flexibility, school autonomy, and teacher innovation. However, its implementation is constrained by teachers’ readiness and limited collaboration with industry. In contrast, Malaysia adopts Outcome-Based Education (OBE) and the National Dual Training System (NDTS), which stress systemic consistency, standardized learning outcomes, and institutionalized industry partnerships, although challenges remain in enhancing digital readiness and strengthening students’ soft skills. The findings suggest that an ideal vocational curriculum model could be developed by integrating Indonesia’s innovative flexibility with Malaysia’s systemic consistency. Therefore, further research is recommended to conduct comparative field studies involving teachers, students, and industry partners, as well as to examine the effectiveness of digital collaboration and the integration of lifelong learning alignment in supporting vocational education reform. Keywords: vocational education, curriculum development, Indonesia, Malaysia, Industrial Revolution 4.0 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan dan implementasi kurikulum pendidikan vokasi di Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Studi ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA. Sepuluh artikel yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2024 diseleksi dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, strategi, dan tantangan utama dalam reformasi kurikulum vokasi di kedua negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa baik Indonesia maupun Malaysia menekankan pendekatan berbasis kompetensi dan hasil belajar guna menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan kerja, kemampuan adaptasi, serta literasi teknologi yang selaras dengan kebutuhan industri. Indonesia mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan Competency-Based Education (CBE) yang berorientasi pada fleksibilitas pembelajaran, otonomi sekolah, dan inovasi guru. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala pada kesiapan guru dan terbatasnya kolaborasi dengan dunia industri. Sementara itu, Malaysia menerapkan Outcome-Based Education (OBE) dan National Dual Training System (NDTS) yang menekankan konsistensi sistem, standarisasi capaian pembelajaran, serta kemitraan industri yang terinstitusionalisasi, meskipun masih menghadapi tantangan dalam kesiapan digital dan penguatan keterampilan lunak peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa model kurikulum vokasi yang ideal dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan fleksibilitas dan inovasi dari Indonesia serta konsistensi sistemik dari Malaysia. Oleh karena itu, penelitian lanjutan direkomendasikan untuk melakukan studi lapangan komparatif yang melibatkan guru, siswa, dan mitra industri, serta mengkaji efektivitas kolaborasi digital dan konsep pembelajaran sepanjang hayat dalam mendukung reformasi pendidikan vokasi. Kata kunci: pendidikan vokasi, pengembangan kurikulum, Indonesia, Malaysia, Revolusi Industri 4.0
Keterampilan Kepemimpinan Digital Kiai Milenial dalam Pembinaan Literasi Digital di Pondok Pesantren Nabilah Nailul Farah; Ali Imron; Bambang Budi Wiyono
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The digital transformation has brought fundamental changes to the education system, including Islamic boarding schools (pesantren) as traditional Islamic educational institutions. This study aims to describe the digital leadership skills of millennial kiai in fostering digital literacy within Islamic boarding schools. Using a qualitative approach with a multi-site design, the research was conducted at Mambaul Hikam II Islamic Boarding School in Blitar and Bayt Al-Hikmah Islamic Boarding School in Pasuruan, East Java. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldana’s interactive model with the aid of NVivo 15 software. The findings reveal that millennial kiai demonstrate digital leadership skills encompassing three main aspects: technical, human relation, and conceptual skills. They successfully integrate traditional religious values with digital innovation through participatory, visionary, adaptive, religious, and transformational leadership styles. Digital literacy development in pesantren emphasizes not only technical competence but also ethics, spirituality, and character formation in digital engagement. These findings indicate that value-based digital leadership preserves the balance between pesantren tradition and technological progress in responding to the challenges of the digital era. Keywords: digital leadership, millennial kiai, digital literacy Abstrak: Transformasi digital telah membawa perubahan mendasar dalam sistem pendidikan, termasuk di pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan kepemimpinan digital kiai milenial dalam pembinaan literasi digital di pondok pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Blitar dan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai milenial memiliki keterampilan kepemimpinan digital yang mencakup tiga aspek utama: keterampilan teknis (technical skill), keterampilan hubungan manusia (human relation skill), dan keterampilan konseptual (conceptual skill). Kiai milenial mampu mengintegrasikan nilai-nilai religius pesantren dengan inovasi digital melalui kepemimpinan partisipatif, visioner, adaptif, religius, dan transformasional. Pembinaan literasi digital di pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan etika, nilai spiritual, dan karakter santri dalam bermedia. Temuan ini memperkuat bahwa kepemimpinan digital berbasis nilai mampu menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren dan kemajuan teknologi dalam menghadapi tantangan era digital. Kata kunci: kepemimpinan digital, kiai milenial, literasi digital.
Dominasi Faktor Kepemimpinan dan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Keunggulan Kompetitif Sekolah: Systematic Literature Review Anindita Nurfitriani; Rahmania Utari
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Competition among educational institutions requires schools to excel not only in academic outcomes but also in developing sustainable competitive advantage. This study aims to identify the dominance of leadership and human resource (HR) factors in building schools’ competitive advantage, examine research trends in terms of methods and locus, and synthesize the key factors influencing competitiveness. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing seven scientific articles published between 2020 and 2025 from Google Scholar and ScienceDirect databases, following predetermined inclusion and exclusion criteria. The synthesis results reveal that schools’ competitive advantage is predominantly determined by the effectiveness of strategic leadership and sustainable HR management. Common strategies include strengthening teacher competencies, fostering adaptive organizational culture, and optimizing intellectual capital components such as human capital, structural capital, and social capital through the Resource-Based View (RBV) framework. Furthermore, research trends on educational competitiveness remain dominated by qualitative and literature-based approaches, with diverse contexts ranging from Islamic schools to higher education institutions. Overall, this study confirms that leadership and human resources are the key determinants of educational institutions’ competitiveness. Future research with empirical approaches is recommended to enhance the validity of findings and deepen understanding of how competitive advantage strategies are implemented across educational levels. Keywords: Competitive advantange; strategic leadership; human resources; Resource-Based View Abstrak: Persaingan antar lembaga pendidikan menuntut sekolah untuk tidak hanya unggul dalam hasil akademik, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dominasi faktor kepemimpinan dan sumber daya manusia (SDM) dalam membangun keunggulan kompetitif sekolah, meninjau tren penelitian dari aspek metode dan lokus, serta mensintesis faktor-faktor yang memengaruhi keunggulan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis tujuh artikel ilmiah terbitan 2020–2025 yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan ScienceDirect berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif sekolah secara dominan ditentukan oleh efektivitas kepemimpinan strategis dan pengelolaan SDM yang berkelanjutan. Strategi yang banyak ditemukan mencakup penguatan kompetensi guru, pengembangan budaya organisasi adaptif, serta optimalisasi modal intelektual seperti human capital, structural capital, dan social capital berdasarkan perspektif Resource-Based View (RBV). Selain itu, tren penelitian keunggulan kompetitif di bidang pendidikan masih didominasi pendekatan kualitatif dan studi literatur, dengan konteks beragam mulai dari sekolah Islam hingga pendidikan tinggi. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa SDM dan kepemimpinan merupakan faktor utama yang menentukan daya saing lembaga pendidikan. Penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris disarankan untuk memperkuat validitas temuan dan memperluas pemahaman tentang implementasi strategi keunggulan kompetitif di berbagai jenjang pendidikan. Kata kunci: Keunggulan Kompetitif; kepemimpinan strategis; sumber daya manusia; Resource-Based View
Kebijakan Ketua Yayasan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Guru di Taman Pendidikan Al-Qur’an (Tpq) Al-Afkar, Bungurasih Ika Khaironi; Ahmad Fakk Dominika Taqi Aha Putra; Mufidatur Rofia; Nur Ali; J. Nabiel Aha Putra
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Departing from the problem of low teacher welfare in non-formal Islamic educational institutions, this study analyzes the policy of the head of the Al-Afkar Bungurasih Foundation in improving the welfare of teachers of the Al-Qur'an Education Center. The research uses a descriptive qualitative approach with observational data collection techniques, structured interviews, and documentation; Data analysis was carried out through reduction, presentation, and conclusion drawing with a test of the validity of triangulation techniques. The results show three main policy clusters. First, financial policy: the determination of proportional honorarium based on the number of students fostered and the facilitation of voluntary appreciation funds from student guardians distributed directly without deductions including support for momentum such as holiday allowances. Second, the professional development policy: teachers' participation in the training of the Mu'allimil Qur'an (MMQ) Council accompanied by incentives as a form of appreciation and encouragement to improve pedagogical competence. Third, participatory governance policies: monthly routine deliberation as a communication forum, honorarium evaluation, identification of obstacles, and collective decision-making. The implementation of these policies has an impact on increasing teacher motivation, discipline, and responsibility, which is reflected in the readiness of teaching materials, seriousness in learning, and activeness in evaluation; in turn contributes to the quality of Qur'an learning services at TPQ. The findings confirm that a combination of financial policy, capacity building, and participatory governance is a strategic prerequisite for the elevation of teacher welfare and the quality of Qur'anic education in the context of foundations. Keywords: Foundation policy; teacher well-being; Al-Qur’an Education Center Abstrak: Berangkat dari rendahnya kesejahteraan guru pada lembaga pendidikan Islam non-formal, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Ketua Yayasan Al-Afkar Bungurasih dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru TPQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kebijakan utama yang diterapkan oleh yayasan. Pertama, kebijakan keuangan, meliputi penetapan honorarium berdasarkan jumlah santri binaan, penyaluran dana apresiasi sukarela dari wali santri tanpa potongan, serta pemberian tunjangan pada momentum tertentu seperti Hari Raya. Kedua, kebijakan pengembangan profesional, yaitu mendorong guru untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Majelis Mu’allimil Qur’an (MMQ), disertai pemberian insentif sebagai bentuk apresiasi dan motivasi dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Ketiga, kebijakan pengelolaan partisipatif, yang diwujudkan melalui pelaksanaan musyawarah rutin bulanan sebagai forum komunikasi, evaluasi honorarium, identifikasi kendala, dan pengambilan keputusan secara kolektif. Implementasi ketiga kebijakan tersebut memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan motivasi dan tanggung jawab guru. Hal ini tercermin dari kesiapan guru dalam menyiapkan bahan ajar, kesungguhan dalam melaksanakan proses pembelajaran, serta partisipasi aktif dalam kegiatan evaluasi. Secara keseluruhan, kebijakan yang terintegrasi antara aspek finansial, profesional, dan manajerial terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan guru sekaligus mutu layanan pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Yayasan Al-Afkar Bungurasih. Kata kunci: Kebijakan yayasan; Kesejahteraan Guru, Taman Pendidikan Al-Qur’an.
Pengaruh Pendidikan Anti Korupsi Terhadap Kesadaran Serta Keterampilan Kritis Peserta Didik Di MTsN Makassar Bagus Mastory; Muhammad Syukur; Najamuddin Najamuddin; Syamsu A Kamaruddin; Andi Octamaya Tenri Awaru; Romansyah Sahabuddin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is motivated by the urgency of eradicating corruption in Indonesia through preventive educational channels, particularly in the effort to deconstruct the residue of "upeti" (tribute) culture that historiographically continues to influence the social structure of society. The focus of this research is directed at Madrasah Tsanawiyah (MTs) as religious education institutions that hold a significant responsibility in instilling integrity values. The primary objective of this study is to analyze and prove the strength of the correlation between the implementation of anti-corruption education as an independent variable and two dependent variables, namely moral awareness and critical thinking skills of students at MTsN 1 and MTsN 2 Makassar, both partially and simultaneously.The methodology applied in this study is a quantitative approach with a non-comparative associative research design. The research population includes all active students at the research sites, with a sample of 100 respondents selected using the proportionate stratified random sampling technique to ensure representation across all grade levels. Primary data collection was conducted using a closed questionnaire instrument with a five-point Likert scale. Data analysis was performed using parametric statistical techniques, including the Pearson Product Moment correlation and multiple correlation tests, assisted by SPSS 26 software.The results of the research show the following findings: First, there is a significant and positive relationship between anti-corruption education and student moral awareness, with a correlation coefficient (r) of 0.434 (moderate category). Second, there is a significant and positive relationship between anti-corruption education and student critical thinking skills, with a correlation coefficient (r) of 0.504 (moderate to strong category). Third, the simultaneous test indicates a strong relationship with a multiple correlation value (R) of 0.608 and a coefficient of determination (R²) of 0.370. This indicates that the variables of moral awareness and critical thinking skills together contribute 37% to the effectiveness of anti- corruption education in madrasahs, while the remaining portion is influenced by external factors. The study concludes that building solid integrity requires a continuous synergy between the development of inner conscience and sharp critical reasoning. Keywords: Anti-Corruption Education, Moral Awareness, Critical Thinking Skills, Madrasah, Tribute Culture. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemberantasan korupsi di Indonesia melalui jalur preventif pendidikan, khususnya dalam upaya mendekonstruksi residu budaya upeti yang secara historiografi masih memengaruhi struktur sosial masyarakat. Fokus penelitian ini diarahkan pada lembaga Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebagai institusi pendidikan agama yang memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai integritas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan kekuatan korelasi antara implementasi pendidikan antikorupsi sebagai variabel bebas terhadap dua variabel terikat, yaitu kesadaran moral dan keterampilan kritis peserta didik di MTsN 1 dan MTsN 2 Kota Makassar, baik secara parsial maupun simultan.Metodologi yang diterapkan dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif non-komparatif. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik aktif di lokasi penelitian dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling guna menjamin keterwakilan setiap strata kelas. Teknik pengumpulan data primer menggunakan instrumen kuesioner tertutup berskala Likert lima poin, Analisis data dilakukan dengan teknik statistik parametrik menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan korelasi ganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 26.Hasil penelitian menunjukkan temuan sebagai berikut: Pertama, terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pendidikan antikorupsi dengan kesadaran moral siswa dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,434 (kategori sedang). Kedua, terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pendidikan antikorupsi dengan keterampilan kritis siswa dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,504 (kategori sedang menuju kuat). Ketiga, pengujian secara simultan menunjukkan adanya hubungan yang kuat dengan nilai korelasi ganda (R) sebesar 0,608 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,370. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel kesadaran moral dan keterampilan kritis secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 37% terhadap efektivitas pendidikan antikorupsi di madrasah, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembentukan integritas yang kokoh memerlukan sinergi antara pengembangan kepekaan nurani dan ketajaman nalar kritis secara berkesinambungan. Kata Kunci: Pendidikan Antikorupsi, Kesadaran Moral, Keterampilan Kritis, Madrasah

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue