JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Articles
904 Documents
Struktur, Perilaku, dan Kinerja Pasar Benih Jagung (Zea Mays L.) di Amerika Serikat, India, dan Indonesia
Rossi Primalia Safitri;
Fitria Dina Riana;
Wiwit Widyawati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.04.6
Peningkatan permintaan jagung di dunia berdampak pada kurangnya pemenuhan sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi melalui optimalisasi benih jagung. Beberapa negara sentra produksi jagung di dunia adalah Amerika Serikat, India, dan Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan struktur, perilaku, dan kinerja pasar benih jagung di Amerika Serikat, India, dan Indonesia, serta menganalisis kebijakan yang sesuai untuk meningkatkan efisiensi pemasaran benih jagung di Indonesia. Metode analisis data yang digunakan adalah review literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar benih jagung di Amerika Serikat, India, dan Indonesia adalah sama yaitu oligopoli. Perilaku pemasaran benih jagung di Amerika Serikat, India, dan Indonesia adalah sama yaitu adanya merger dan perjanjian khusus antar perusahaan benih. Pasar benih jagung yang paling efisien adalah di India dengan nilai share harga produsen sebesar 76,08%.
Kinerja dan Ukuran Usahatani Tebu di Kabupaten Malang Jawa Timur
Arief Joko Saputro;
Nuhfil Hanani;
Fahriyah Fahriyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.04.29
Rendahnya produktivitas tebu di berbagai wilayah, khususnya di wilayah sentra produksi, menyebabkan produksi gula dalam negeri berfluktuasi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan gula nasional. Hal tersebut diduga disebabkan penggunaan input yang tidak efisien oleh petani tebu, kurangnya akses modal dan informasi yang menyebabkan petani belum mampu mengadopsi teknologi budidaya tebu terbaru. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja usahatani tebu di Kabupaten Malang dengan mengukur efisiensi teknisnya menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey terhadap 50 petani tebu responden di Kabupaten Malang dengan metode multistage random sampling. Secara rata-rata efisiensi teknis total (TE CRS) petani tebu di Kabupaten Malang sebesar 0,766, rata-rata nilai efisiensi teknis murninya (TE VRS) menunjukkan secara sebesar 0,829, dan rata-rata skala efisiensinya sebesar 0,926. Petani yang sudah dalam kondisi yang efisien secara teknis dalam skala yang optimal (CRS) sebesar 18% dan 82% belum berada pada skala yang optimal. Petani yang tidak berada pada skala yang optimal, ada pada kondisi IRS 50% dan sisanya berada pada kondisi DRS sebanyak 32%. Analisis korelasi pada luas lahan sebagai variabel kontrol memberikan pengaruh signifikan terhadap hubungan antara efisiensi teknis dengan pendapatan yang menunjukkan korelasi yang kuat dan positif yaitu sebesar 0,415.
Penentuan Harga Pokok Penjualan dan Perencanaan Laba Jangka Pendek Olahan Salak di UD Cristal, Sleman, Yogyakarta
Sasya Puti Novalianti;
Pudji Hastuti Purwantini;
Indah Widyarini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.10
UD. Cristal merupakan perusahaan yang memproduksi produk bersama dari bahan baku utama yaitu salak. Produk yang dihasilkan antara lain keripik salak dan dodol salak sebagai produk utama, serta kopi biji salak sebagai produk sampingannya. Oleh karena itu, diperlukan pengalokasian biaya secara tepat agar dapat memaksimalkan laba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan, 2) harga pokok penjualan, dan 3) perencanaan laba jangka pendek untuk produk keripik salak, dodol salak, dan kopi biji salak di UD. Cristal. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, analisis biaya produk bersama, dan perencanaan laba jangka pendek. Hasil penelitian menunjukkan 1) biaya produksi terbesar pada produksi dodol salak, penerimaan terbesar berasal dari keripik salak kemasan 80 gram, keuntungan terbesar yaitu pada kopi biji salak. Namun untuk produksi dodol salak mengalami kerugian. 2) Harga jual per unit seluruh produk olahan salak sudah melebihi harga pokok penjualan per unit sehingga perusahaan sudah mendapatkan keuntungan. 3) Perencanaan laba jangka pendek produk olahan salak menunjukkan keripik salak 80 gram memberikan laba kontribusi terbesar dalam pemilihan produk sehingga mampu menghasilkan laba per unit tertinggi dibandingkan produk lainnya. BEP penerimaan seluruh produk sudah berada di atas titik impas. Dodol salak mempunyai nilai MOS paling kecil sehingga kesempatan memperoleh laba lebih kecil dibandingkan produk lainnya. Nilai SDP keripik salak 250 gram mempunyai tingkat volume paling besar sehingga lebih rentan mengalami risiko penutupan usaha. Keripik salak 250 gram memiliki nilai DOL paling tinggi.
Evaluasi Efektivitas Pelatihan Tematik Padi Lahan Rawa dengan Metode Kirkpatrick Pembelajaran
Adhis Millia Windhy;
Tota Totor Naibaho
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.1
Pelatihan dapat dikatakan berhasil adalah jika pelatihan itu mampu mencapai tujuan dalam memperbaiki dan meningkatkan kompetensi peserta baik dari pengetahuan, ketrampilan maupun sikap selain dari baiknya pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan. Untuk melihat hal perlu dilakukan evaluasi pelatihan terhadap kegiatan pelatihan yang dilakukan. Evaluasi yang dilakukan bisa dengan melihat efektifitas pelatihan melalui level learning untuk melihat efektivitas peserta pelatihan tematik padi lahan rawa. Berdasarkan hal itu, maka penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik peserta pelatihan, 2) Mengevaluasi efektivitas pelatihan tematik padi lahan rawa dengan metode Kikpatrick pada tingkat pembelajaran (learning level). Diperoleh hasil karakteristik dari responden peserta pelatihan rata-rata berusia 41-50 tahun sebessar 31.81%,mayoritas berjenis kelamin laki-laki 89.10% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 40 orang (36.67%). Berdasarkan data tabel hasil uji t berpasangan diketahui nilai signifikansi 0.00 yang kurang dari taraf signifikansi 0.05 (0.00<0.05). Hal ini berarti ada perbedaan nyata antara nilai rata-rata pretest dan posttest dari peserta pelatihan. Sehingga dapat dinyatakan bahwa pelatihan tematik padi lahan rawa yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang di wilayah kerjanya efektif dilihat dari evaluasi learning dalam peningkatan kompetensi peserta.
Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Kelapa Sawit: Analisis Stochastic Frontier
Fildza Arief Syuhada;
Hasnah Hasnah;
Rusda Khairati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.24
Penelitian ini untuk menganalisis fungsi produksi usahatani kelapa sawit di Pasaman Barat, menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani kelapa sawit, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2019. Data dianalisis menggunakan fungsi produksi stochastic frontier Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor pupuk kandang, pupuk NPK, pestisida, dan herbisida berdampak positif terhadap produktivitas kelapa sawit, sementara penggunaan pupuk KCL, jumlah tenaga kerja dan umur tanaman berdampak negatif terhadap produktivitas kelapa sawit. Pada analisis tingkat efisiensi teknis usahatani kelapa sawit rata-rata tingkat efisiensi teknisnya adalah 0,70. Angka ini menunjukkan bahwa rata-rata petani sudah efisien secara teknis. Efisiensi teknis usahatani kelapa sawit dipengaruhi secara signifikan pada taraf α 5 persen dan positif oleh faktor status pengelolaan lahan yang digunakan petani. Kemudian bibit berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap efisiensi.Kata kunci: produktivitas, efisiensi teknis, stochastic frontier. Cobb Douglas, Pasaman Barat.
Adopsi Teknologi Sapi Potong untuk Pengembangan Agribisnis Peternakan di Kabupaten Limapuluh Kota
Sri Nofianti;
Latifa Hanum;
Hidayat Raflis;
Salvia Salvia
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.15
Kontribusi sapi potong di Kabupaten Limapuluh Kota terhadap ketersediaan bibit dan daging relatif tinggi. Peternakan sapi di daerah ini umumnya masih dilakukan oleh peternakan rakyat dengan sistem kearifan lokal masing-masing daerah. Keberhasilan peningkatan produksi dan produktivitas sapi potong sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain pakan, pembibitan, dan pemeliharaan ternak. Perbaikan diperlukan melalui pengenalan inovasi teknologi pada faktor-faktor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi peternakan untuk mendukung agribisnis sapi potong di Kabupaten Limapuluh Kota. Data yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui survei mendalam dan wawancara terhadap responden dari 2 pusat desa di Kecamatan Luhak, yaitu Sungai Kamunyang dan Mungo. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 78% responden telah mengetahui inovasi teknologi, namun hanya 43% yang telah menerapkannya. Adopsi teknologi peternak mandiri lebih tinggi (63%) dibandingkan adopsi teknologi yang dilakukan oleh petani yang tergabung dalam kelompok (52%). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi usaha sapi potong adalah faktor keuangan, status usaha, dan waktu kerja.
Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa (Crude Coconut Oil) Indonesia di Pasar Internasional
Ambarwati Dwi Pangestu;
Budi Dharmawan;
Ratna Satriani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.02.6
Perdagangan Internasional dapat didefinisikan sebagai aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Minyak kelapa mentah merupakan produk unggulan ekspor Indonesia, serta termasuk dalam ekspor terbesar kedua di dunia. Peningkatan konsumsi minyak kelapa mentah dunia menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor minyak kelapa mentah. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui posisi daya saing ekspor minyak kelapa mentah Indonesia di pasar internasional, (2) Mengetahui daya saing ekspor minyak kelapa mentah Indonesia apakah menunjukkan tren positif atau negatif, (3) Mengetahui kinerja ekspor minyak kelapa mentah Indonesia di pasar internasional.Penelitian ini dilaksanakan tanggal 20 Maret sampai 9 April 2020. Obyek penelitian ini adalah ekspor crude coconut oil (kode HS 151311) Indonesia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Competitiveness Index (ECI), dan Products Mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor Indonesia berada pada kelompok A yang artinya memiliki keunggulan komparatif dengan spesialisasi ekspor. Daya saing ekspor Crude Coconut Oil Indonesia menunjukkan tren daya saing yang positif. Hasil analisis TBI menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan spesialisasi ekspor Crude Coconut Oil.
Pengaruh Social Distancing Selama Covid-19 terhadap Perilaku Pembelian Sayuran pada Ibu Rumah Tangga di Kota Bandung
Ira Ramayani;
Tri Hanifawati;
Agus Sutandi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.29
Social distancing merupakan kebijakan pemerintah dalam upaya untuk mengurangi penyebaran Covid-19, dimana masyarakat dihimbau untuk melakukan segala aktifitas di rumah saja. Namun demikian, selama kebijakan social distancing masyarakat tetap harus memenuhi berbagai kebutuhan pokok setiap harinya, khususnya sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh social distancing selama pandemi Covid-19 terhadap perilaku pembelian sayuran pada Ibu Rumah Tangga di Kota Bandung dan untuk mengetahui perbedaan perilaku sebelum dan selama pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana data primer dikumpulkan melalui survey online terhadap 102 responden yang dihitung berdasarkan rumus Slovin pada taraf kesalahan 10%. Adapun responden merupakan Ibu Rumah Tangga yang berdomisili di Kota Bandung yang diambil secara acak. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel social distancing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dan terdapat perbedaan signifikan pada perilaku pembelian sayuran antara sebelum dan selama pandemi pada beberapa aspek, yakni tingkat konsumsi, intensitas konsumsi, cara pembayaran, saluran pembelian, dan cara belanja.
Analisis Keputusan Konsumen dalam Pembelian Sayuran Organik di Lampung
Febby Hardiyanti;
Fadila Marga Saty;
Bina Unteawati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.20
ABSTRAKPenelitian ini bertujuanuntukBack to NatureGaya hidup masyarakat berubah dari mengonsumsisayuranan anorganik menjadi sayuranan organikMenjadi peluang bagi ritel modern dalam memasarkan sayuranan organik contohnya di LampungKonsumenFaktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian sayuranan organikFaktor Internal KonsumenUsiaJumlah pendapatanTingkat pendidikanMotivasi pembelianJumlah tangungan keluargaAtributKemasanHargaKesegaran SayurananInformasiAnalisis Regresi Linear Bergandamenganalisis proses pengambilan keputusan pembelian konsumen terhadap sayuran organik, dan menganalisis sikap konsumen terhadap atribut sayuran organik. Metode penarikan sampel ditentukan dengan Proporsional Cluster Random Sampling. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Lampung dengan jumlah responden sebanyak 55 konsumen. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif dan multiatribut fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen mengetahui sayuran organik melalui rekomendasi teman atau keluarga. Alasan konsumen mengonsumsi sayuran organik karena sayuran organik lebih bervariasi serta manfaat dan kualitas yang terkandung dalam sayuran organik. Konsumen menyatakan puas terhadap sayuran organik dan akan mencari sayuran organik ke supermarket lain, apabila supermarket yang dikunjungi tidak tersedia sayuran organik. Sikap konsumen (Ao) terhadap sayuran organik adalah positif dengan skor total 90,90. Atributkeragaman sayuran organiktidak mempengaruhi konsumen dalam pembelian sayuran organik.
Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit di Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau
R Yulia Pratiwi;
A Hamid A. Yusra;
Dewi Kurniati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.11
Kesejahteraan adalah penataan hidup kemasyarakatan, materi, ataupun jasmani dan rohani melalui rasa aman, moral dan kedamaian lahir dan batin bagi warga negara dalam membangun bisnis usaha memenuhi keinginan yang semestinya pada diri, rumah tangga maupun masyarakat. Tujuan penelian ini mengetahui besarnya pendapatan tingkat kesejahteraan petani kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan metode survey, sedangkan penentuan sampel secara acak sederhana. Sampel penelitian sebanyak 40 responden dari 414 populasi petani kelapa sawit. Teknik pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Variabel penelitian yang digunakan yaitu pendapatan petani kelapa sawit bersumber pada pendapatan on farm, pendapatan off farm dan pendapatan non Farm serta pengeluaran rumah tangga bersumber dari pengeluaran pangan dan pengeluaran non pangan. Analisis tingkat kesejahteraan dihitung berdasarkan presentasi pengeluaran konsumsi pangan (Gilarso). Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata pendapatan sebesar Rp. 101.344,806/tahun, tingkat kesejahteraan berdasarkan analisis pengeluaran konsumsi pangan petani kelapa sawit masuk dalam katagori tingkat kesejahteraan tinggi sebesar 57,5% dan masuk dalam katagori tingkat kesejahteraannya sedang 42,5%.