cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 868 Documents
POSISI PERDAGANGAN, KETERGANTUNGAN IMPOR, DAN FORECASTING IMPOR KEDELAI INDONESIA Reni Kristyanti; Irene Kartika Eka Wijayanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kedelai merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Namun, ketergantungan impor kedelai yang tinggi dan produktivitas domestik yang rendah menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing Indonesia dalam perdagangan kedelai, tingkat ketergantungan impor, dan meramalkan volume impor kedelai  selama lima tahun ke depan. Metode yang digunakan meliputi analisis Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) untuk menilai daya saing, Import Dependency Ratio (IDR) untuk mengukur ketergantungan impor, serta metode peramalan moving average untuk memproyeksikan impor. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai ISP Indonesia selama 2019–2023 rata-rata bernilai negatif (-0,99827), menegaskan posisi sebagai net importir dengan daya saing rendah. Nilai IDR menunjukkan ketergantungan impor yang tinggi, mencapai puncak 92,33% pada 2021, meskipun mengalami penurunan hingga 87,10% pada 2023. Proyeksi impor menunjukkan tren menurun dari 2,177 juta ton pada 2024 menjadi 1,872 juta ton pada 2028, mencerminkan potensi peningkatan produktivitas domestik. Daya saing yang lemah, ketergantungan pada harga pasar internasional, dan ketergantungan terhadap kedelai impor dari Amerika Serikat menjadi perhatian utama. Upaya strategis seperti peningkatan produktivitas domestik, diversifikasi sumber protein, dan kebijakan agraria yang mendukung diperlukan untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.
Pemanfaatan Pemasaran Digital dalam Meningkatkan Efisiensi dan Keberlanjutan UMKM melalui Koperasi Wirawan, I Dewa Gede Kresna; Putu Siti Firmani; I Ketut Sudana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tujuan—Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan koperasi dan pemasaran digital dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Denpasar. Dengan mengintegrasikan dukungan koperasi sebagai variabel independen dan pemasaran digital sebagai variabel mediasi, penelitian ini mengevaluasi dampak kombinasi terhadap kinerja UMKM. Desain/metodologi/pendekatan – Data diperoleh melalui survei terhadap 210 anggota koperasi yang aktif menggunakan digital marketing. Responden dianalisis menggunakan metode structural equation model-partial least squares (SEM-PLS) untuk mengevaluasi hubungan antara dukungan koperasi, pemasaran digital, efisiensi, dan keberlanjutan. Temuan—Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan koperasi secara signifikan meningkatkan adopsi pemasaran digital, berdampak positif pada efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnis. Pemasaran digital memainkan peran kunci dalam memperkuat daya saing UMKM dan memastikan keberlanjutan jangka panjang. Implikasi praktis – Studi ini memberikan wawasan bagi manajer UMKM dan pimpinan koperasi tentang pentingnya pemanfaatan teknologi pemasaran digital dan penguatan sistem pendukung koperasi untuk meningkatkan kinerja operasional dan keberlanjutan. Orisinalitas/nilai – Penelitian ini menawarkan perspektif baru tentang sinergi antara dukungan koperasi dan pemasaran digital dalam memajukan UMKM. Ini berkontribusi pada pemahaman teoritis dan aplikasi praktis dalam praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia.
Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Merah Di Kabupaten Lampung Utara Lestari, Sri Puji; Hidayat, Rizky; Sari, Yuni Elmita; Bakti, Aji Setiya; Handayani, Sri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Shallots are a newly grown commodity by farmers in North Lampung Regency, necessitating a study on the Shallot Farming Development Strategy in this region. This research seeks to identify the internal and external elements affecting the advancement of shallot cultivation in North Lampung Regency and to devise a strategy for its development. The respondents were determined using a census, comprising 24 farms. This research employs a survey methodology, utilising analytical tools such as IFAS, EFAS, and SWOT. This research identifies internal characteristics, with strengths including (1) the preservation of shallot harvests; (2) the land's proximity to the residence; (3) the applicability of an intercropping system; and (4) the potential for seed recultivation. The deficiencies are (1) the absence of granary or warehouse facilities for the storage of harvested crops; (2) the necessity for appropriate water and fertiliser. Identify external factors: the opportunity presented by (1) the limited production of shallots in North Lampung Regency; (2) governmental support for facilities and infrastructure; and (3) the active involvement of agricultural extension workers in promoting shallot growing. The challenges include (1) pest and disease infestations affecting shallot plants and (2) the presence of comparable items from external regions. The strategy for advancing shallot cultivation in Abung Jayo Village employs the SO strategy, which includes: (1) optimising land utilisation by acquiring information on shallot cultivation techniques from extension agents, (2) preserving harvests through the diversification of processed shallot products, and (3) enhancing communication among farmers, government, and traders to establish a local shallot market.
KAJIAN IMPLEMENTASI DAN STRATEGI CLIMATE SMART AGRICULTURE (CSA) DI INDONESIA Rochmawan, Hendra; Putri, Dindy Darmawati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Perubahan iklim telah menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian Indonesia, yang memainkan peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Climate Smart Agriculture (CSA) diperkenalkan sebagai pendekatan integratif untuk meningkatkan produktivitas pertanian, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan utama dalam implementasi CSA di Indonesia, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun teknis, serta merumuskan strategi solusi berbasis analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk menganalisis literatur terkait, diintegrasikan dengan analisis SWOT untuk menghasilkan strategi implementasi. Hambatan utama yang ditemukan mencakup literasi teknologi yang rendah, keterbatasan finansial, infrastruktur digital yang belum memadai, dan resistensi sosial terhadap inovasi. Strategi SO (Strengths-Opportunities) menekankan optimalisasi kebijakan pemerintah dan kolaborasi dengan sektor swasta. Strategi ST (Strengths-Threats) difokuskan pada pengurangan resistensi sosial melalui pendekatan berbasis komunitas. Strategi WO (Weaknesses-Opportunities) melibatkan peningkatan literasi teknologi petani, sementara strategi WT (Weaknesses-Threats) menargetkan penguatan infrastruktur digital di pedesaan. Penelitian ini memberikan panduan strategis untuk meningkatkan efektivitas implementasi CSA guna mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim. Kata kunci: analisis SWOT, Climate Smart Agriculture.
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL PRODUKSI JAGUNG BOSE INSTAN SEBAGAI INOVASI PANGAN LOKAL DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN, NUSA TENGGARA TIMUR Atikah, Husna; Susinggih Wijana; Widya Dwi Rukmi Putri; Nur Hidayat; Panji Deoranto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The rise of modern lifestyles has encouraged the development of various ready-to-eat products that are practical and value-added. Bose corn is a traditional food from East Nusa Tenggara (NTT) that has excellent potential to be instantized to overcome the constraints of long processing time. This study aims to analyze the technical and financial feasibility of instant Bose corn production as a local food innovation effort. The study was conducted in South Central Timor District using a case study approach with primary data through interviews and observations, and secondary data from related literature. The technical analysis showed that local raw materials are available with the potential for optimization through partnerships with farmers. The financial analysis showed a Net Present Value (NPV) of Rp 95,219,988 (>0), an Internal Rate of Return (IRR) of 13.94% (>12%), and a Payback Period of about 5 months, making it feasible to implement. In conclusion, the idea of instant Bose corn production is worth developing as an economically valuable and potential local food product innovation.
DAYA SAING RUMPUT LAUT DI KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP Putri, Dean Elviana; Mokh. Rum; Dwi Ratna Hidayati; Burhan; Riyanti Isaskar
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Daya saing rumput laut di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep menjadi fokus dalam penelitian ini. Ketatnya persaingan Indonesia di pasar internasional, rumput laut merupakan produk dengan potensi pengembangan yang sangat besar. Upaya pemerintah untuk meningkatkan pengolahan lokal dan volume ekspor yang tinggi dari industri rumput laut Indonesia menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan dan industri perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep yang memiliki wilayah garis pantai yang cukup luas dan potensi pertumbuhan rumput laut, menjadi lokasi penelitian ini yang dilakukan pada bulan September 2024. Pendekatan purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara, dan metode Policy Analysis Matrix (PAM) digunakan untuk analisis. Berdasarkan hasil analisis, budidaya rumput laut menghasilkan penerimaan sebesar Rp 130.348.278/Ha. Hal ini menghasilkan keuntungan usahatani yang relatif kecil sebesar Rp 3.854.187/Ha. Nilai PCR dan DRCR yang kurang dari satu yaitu 0,96 dan 0,55 menunjukkan bahwa usaha budidaya rumput laut di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep sudah berdaya saing. Kata kunci: Rumput laut, Daya saing, Policy Analysis Matrix
KONSUMEN DALAM PERSAINGAN SEMPURNA: BAGAIMANA MENAKLUKKAN PASAR PERSAINGAN SEMPURNA DI PASAR TRADISIONAL? Aditya Willy Ramadhan; Budi Setiawan; Edi Dwi Cahyono
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Perfect competition in the pasar gedhe results in product pricing that cannot be determined unilaterally by producers. As a result, product prices do not serve as the sole reference that attracts consumers to purchase from Restu Buah over similar products from competitors in the pasar gedhe. Ideally, this situation should allow consumers to freely switch producers to meet their product needs. However, in reality, consumers exhibit loyalty to Restu Buah, even when its prices are comparable to those of competitors in the pasar gedhe. The aim of this study is to analyze the influence of service quality, product quality, and price perception on customer satisfaction at Restu Buah in the pasar gedhe, Solo. The target respondents for this study are customers of Restu Buah. Respondents are selected based on several criteria that must be met. A total of 130 respondents will be involved in this research. They will be given a questionnaire containing questions rated on a scale of 1-4 related to the study. This research will use two types of data collection: primary data and secondary data. The collected data will be analyzed using the SEM-PLS analysis method with Warp-PLS 8.0 software. The research results indicate that service quality, product quality, and price perception have a positive and significant effect on customer satisfaction, with an R-squared value of 0.71. This value indicates that service quality, product quality, and price perception can explain 71% of customer satisfaction, while the remaining 29% is attributed to other variables not tested in this study. Service quality, product quality, and price perception have a positive and significant impact on customer satisfaction at Restu Buah.
ANALISIS PERAMALAN (FORECASTING) EKSPOR UDANG BEKU INDONESIADENGAN APLIKASI POM QM Siti Nurjanah; Nabila Rizka Putri Apri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Indonesia menempati urutan ke-4 dalam eksportir komoditas perikanan berupa udang. Memiliki area budidaya yang luas mampu membantu Indonesia meningkatkan nilai ekspor pada periode berikutnya. Upaya dalam memenuhi ketersediaan bahan baku udang, peramalan volume ekspor menjadi kunci dalam membuat perencanaan yang efektif. Beberapa metode peramalan yang dapat digunakan diantaranya linear Regression, Moving Average, Weighted Moving Average, Exponential Smoothing, dan Exponential Smoothing With Trend. Pengukuran error sebagai evaluasi dilakukan dengan mengukur menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode yang paling efektif dalam peramalan volume ekspor udang adalah metode Linear Regression. Metode ini menghasilkan nilai MAD, MSE dan MAPE paling kecil dibandingkan dengan metode lainnya. Dengan demikian, penggunaan metode Linear Regression sebagai landasan yang kuat dalam merencanakan seberapa besar volume ekspor udang yang dibutuhkan pada periode berikutnya secara efektif dan efisien. Hal ini dapat membantu dalam mengambil keputusan yang tepat dalam manajemen produksi dan persediaan dalam upaya meningkatkan nilai ekspor dan devisa negara. Kata kunci: Peramalan, Volume Ekspor Udang, POM QM
INTERNALISASI ELEMEN AGROEKOLOGI PADA PENDAMPINGAN BUDIDAYA PISANG AMBON KERJASAMA IZI YOGYAKARTA, POLBANGTAN YOGYAKARTA MAGELANG, DAN BPP SENTOLO) Euriga, Epsi; Sutarto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The agroecological approach can reduce the negative impacts of agricultural cultivation on the environment, economy, and society. This study aims to determine the internalization of ten (10) agroecological elements, obstacles, and potential improvements in mentoring the Ambon Banana Farmers Group in collaboration with IZI Yogyakarta, Polbangtan Yoma, and BPP Sentolo. The study was conducted in Bantarjo, Banguncipto, Sentolo, and Kulonprogo. The study conducted in-depth interviews and focused group discussions with 17 informants—data analysis used by triangulating data. The results of this study are expected to provide input for agricultural empowerment or mentoring in the future. The application of agroecology is in the medium category, with a score of 2.72 in the FAO Tool for Agroecology Performance Evaluation 2019, with the lowest score in the recycling element (score 1) (renewable technology) and the highest in responsible governance (score 4). The obstacles faced in mentoring Ambon banana cultivation include irrigation, climate, disease, funding, soil processing tools, and cultivation time. The proposed potential improvements include the creation of drilled wells (irrigation), soil processing tools, smart farming design, assistance, plant disease control, additional livestock, funding, maximizing resource potential, and improving sanitation. Keywords: agroecology, mentoring, Ambon banana, food system. ABSTRAK Pendekatan agroekologi dapat mengurangi dampak buruk budidaya pertanian terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi sepuluh (10) elemen agroekologi, kendala dan potensi perbaikan dalam pendampingan Kelompok Tani Pisang Ambon kerjasama IZI Yogyakarta, Polbangtan Yoma, dan BPP Sentolo. Penelitian dilakukan di Bantarjo, Banguncipto, Sentolo, Kulonprogo. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dan focused group discussion bersama 17 informan. Analisis data yang digunakan dengan melakukan triangulasi data. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemberdayaan atau pendampingan pertanian di masa mendatang. Penerapan agroekologi berada pada kategori medium dengan skor Tool for Agroecology Performance Evaluation 2019 FAO yaitu 2.72, dengan skor terendah pada elemen daur ulang (skor 1) (teknologi terbarukan) dan tertinggi pada tata kelola yang bertanggung jawab (skor 4). Kendala yang dihadapi dalam pendampingan budidaya pisang ambon: pengairan, iklim, penyakit, pendanaan, alat pengolah tanah dan waktu budidaya. Potensi perbaikan yang diusulkan yaitu pembuatan sumur bor (pengairan), alat pengolah tanah, desain smart farming, pendampingan, pengendalian penyakit tanaman, penambahan ternak, pendanaan, maksimalisasi potensi sumber daya, dan perbaikan sanitasi. Kata kunci: agroekologi, pendampingan, pisang ambon, sistem pangan.  
PERBANDINGAN MODEL ARIMA DAN ANALISIS TREN DALAM PERAMALAN PRODUKSI GULA DI INDONESIA MENUJU SWASEMBADA GULA 2028 Irawan, Sintya Riagusty Dzakiyyah; Raihan, Muhammad; Pebriantini, Ni Ketut; Agustina, Neli
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah penduduk kebutuhan bahan pokok seperti gula turut meningkat. Namun, konsumsi gula yang lebih tinggi dibandingkan produksi nasional menciptakan ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi gula. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah menargetkan swasembada gula pada tahun 2028. Penelitian ini bertujuan meramalkan data produksi apakah target tersebut dapat tercapai dengan membandingkan metode peramalan stokastik model ARIMA dan metode deterministik menggunakan analisis tren. Data yang digunakan mencakup 58 periode dari tahun 1967 hingga 2024, bersumber dari Statistik Perkebunan Kementerian Pertanian. Hasil analisis menunjukkan bahwa model terbaik dari ARIMA adalah ARIMA(9,1,9), sedangkan analisis tren menunjukkan bahwa model tren kuadratik adalah model terbaik berdasarkan nilai R-squared dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Berdasarkan hasil peramalan menunjukkan bahwa produksi gula pada tahun 2028, baik dengan ARIMA(9,1,9) maupun tren kuadratik menunjukkan masih berada di bawah proyeksi kebutuhan konsumsi gula nasional sebesar 3,075 ton. Hal ini mengindikasikan bahwa swasembada gula pada tahun 2028 belum dapat terwujud.