cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
TUNAS BANGSA
ISSN : 23550066     EISSN : 2502681X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tunas Bangsa Journal is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in the field of primary school education, critical study of teaching and learning for primary school, classroom action research on education for children curriculum, learning methods and medias for students, research on teacher and student assessment, and research on the development of primary school teaching and learning. The History of Tunas Bangsa Journal was published by Department of Primary School Education of STKIP Bina Bangsa Getsempena on 2003. Tunas Bangsa Journal was formed on Februari 2012, and began releasing the first time in Volume 1 Number 1 Februari 2014. Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. E-ISSN: 2502-681X and P-ISSN 2355-0066 Tunas Bangsa Journal has become a CrossRef Member. Numeracy is currently indexed and included in Sinta, Google Scholar, Garuda, etc. And than Elkawnie has H-index 7 in Google Scholarand accredited 4 in Sinta.
Articles 185 Documents
PRAKTIKALITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN BERBASIS MACROMEDIA FLASH Cut Marlini; Rismawati
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.721 KB)

Abstract

This study deals with the practicalities of learning media use macromedia flas-based beginning reading. The issue raised in this study is how the practicalities of learning to read the beginning of media-based Macromedia Flash? The goals achieved in this study are the practicalities of learning media read the beginning of a valid Macromedia Flash-based, reliability, practical use to improve reading skills in the beginning. This study is testing against the media learning macromedia flash-based beginning reading. On the test data is taken in the form of: (1) the validity of the developed Products, (2) Observation of the use of Macromedia Flash-based learning media, (2) the results of the response of teachers towards learning media being used. The results showed that the media learning developed already a very valid and can be used as a medium of instruction for learners in the learning process reads the beginning, it is based on the overall value of validation experts and practitioners with a 3.76 rating score that is located on a very valid category. The average results of the assessment of the respondent against the media of instruction are very practical i.e. on the category with a value of 90. Further observations of the use of the media study shows use of macromedia flash-based learning media are very practical i.e. on the category with a value of 95. Thus it can be concluded that the media learning developed very practical in terms of presentation and use in the learning process. Abstrak Kajian ini berkenaan dengan praktikalitas penggunaan media pembelajaran membaca permulaan berbasis macromedia flas. Permasalahan yang diangkat dalam kajian ini adalah bagaimanakah praktikalitas media pembelajaran membaca permulaan berbasis Macromedia Flash? Tujuan yang dicapai dalam kajian ini adalah praktikalitas media pembelajaran membaca permulaan berbasis Macromedia Flash yang valid, reliabel, praktis digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan. Kajian ini merupakan uji coba terhadap media pembelajaran membaca permulaan berbasis macromedia flash. Pada uji coba ini diambil data berupa: (1) Validitas Produk yang dikembangkan, (2) Observasi penggunaan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash, (2) hasil respon guru terhadap media pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sudah sangat valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik dalam proses pembelajaran membaca permulaan, hal ini berdasarkan nilai keseluruhan validasi ahli dan praktisi dengan skor nilai 3,76 yaitu berada pada kategori sangat valid. Hasil rata-rata penilaian responden terhadap media pembelajaran berada pada kategori sangat praktis yaitu dengan nilai 90. Selanjutnya hasil observasi penggunaan media pembelajaran menunjukkan penggunaan media pembelajaran berbasis macromedia flash berada pada kategori sangat praktis yaitu dengan nilai 95. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat praktis dari segi penyajian dan penggunaan dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Praktikalitas, pembelajaran, membaca permulaan, macromedia flash
THE EFFECT OF SUPERVISION AND QUALITY OF WORK LIFE (QWL) ON THE TEACHER WORKING MOTIVATION AT NATIONAL ELEMENTARY SCHOOL BEKASI SELATAN DISTRICT Listianingtyas Murgiwati; Matin; Siti Rochanah
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.904 KB)

Abstract

The purpose of this research isto know aboutthe influence of supervision and Quality of Work Life (QWL) to the teacher’s motivation of work. To achieve these objectives, this study uses a quantitative approach and data collection technique using questioning form. The survey was conducted from December 2018until February 2019and involving 305 teachers from all national elementary school at District South Bekasi. The sample on this research is determined randomly by using the Slovinformula, andinvolved 173 teachers for test instruments. The results this study was findings: first, the existence of the positive influence of supervision directly and significantly to the teachers motivation of work with path coefficient 0.329. Second, the Quality of Work Life (QWL) positive directly influence to the teacher motivation of work with path coefficient 0.298. Third, the existence of supervision positive directly influence to the Quality of Work Life (QWL) with the coefficient 0.236.Based on the results of this research work, the teacher’smotivation can be improved by increasing the supervision of the principal that is capable of encouraging the development of motivation on teachers in carrying his duties as well as support teachers working environment is good.
HUBUNGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 2 BANDA ACEH Maulidar; Hambali; Fitrian Nur Aklima
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.113 KB)

Abstract

Online games, of course, have an opium effect on students, so they forget their main task, which is learning. As a result, in terms of academics, they will experience a decline in learning achievement. Students often talk about playing online games, students are more excited to talk about games than subject matter. Even some students play games more often at home than studying or doing assignments. The purpose of this study is to describe the relationship between the intensity of students playing online games with student achievement in the State Elementary School 2 Banda Aceh. The approach in this study uses quantitative research with the type of correlation. The population in this study is class I to class VI students which amount to 287, while the sample in this study is class IV, V, VI students which amount to 30 students. Data collection techniques in this study used questionnaires and documentation. Data were analyzed using the correlation formula. The results showed that the rxy value was 0.70. The results of the t test show that t count> t table or 5.03> 2.052, then the alternative hypothesis is accepted. This shows that the variable X (intensity of playing online games) with variable Y (student learning outcomes) has a strong or high correlation. Abstrak Game online tentu saja memberikan dampak candu pada siswa, sehingga mereka melupakan tugas mereka yang utama yaitu belajar. Akibatnya dari segi akademik mereka akan mengalami penurunan prestasi belajar.siswa sering berbicara mengenai permainan game online, siswa lebih bersemangat bercerita tentang game dibandingkan materi pelajaran. Bahkan beberapa siswa lebih sering bermain game di rumah dibandingkan belajar atau mengerjakan tugas. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan hubungan antara intensitas siswa bermain game online dengan prestasi belajar siswa di SD Negeri Negeri 2 Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis korelasi.Populasi dalam penelitian ini siswa kelas I sampai dengan kelas VI yang berjumlah 287, sedangkan sampel dalam penelitian ini siswa kelas IV, V, VI yang berjumlah 30 orang siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rxy sebesar 0,70. Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung > t tabel atau 5,03> 2,052, maka hipotesis alternative diterima. Hal ini menunjukkan bahwa atara variabel X (intensitas bermain game online) dengan variabel Y (hasil belajar siswa) memiliki korelasi yang kuat atau tinggi. Kata Kunci: Intensitas Bermain Game Online, Prestasi Belajar
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN KALIMAT PERCAKAPAN PADA SISWA KELAS V SDN 2 PERCONTOHAN SIGLI Nanda Saputra
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.33 KB)

Abstract

The low achievement and errors of learning patterns can be found through the results of formative tests done by students. From the result of the formative test of Indonesian subjects with the theme of Hero in the discussion of sentence conversation based on the image of the completeness level of 40% of 34 students only 14 students are completed and 20 students have not been completed. This research was conducted in three cycles each through four stages: planning stage, implementation stage, data collection technique using test and non test technique. The technique of data analysis, researcher use the qualitative and quantitative technique. Each evaluation of the average grade is very low. The low-grade average indicates that the students are less knowledgeable about the teaching materials presented by the teacher. There is an increase in the level of mastery in the implementation of cycle II. The change is 40% in the first cycle increased to 50% in cycle II. In the third cycle, completeness reached 85% 35% increase in completeness 35. Weaknesses that need to be improved especially on the spelling. In graph 4.2 shows that got score 4 there is 1 student, value 5 there are 4 students, value 6 there are 5 students, 7 value there are 7 students, score 8 there are 11 students, value 9 there are 6 students from 34 students. Abstrak Rendahnya prestasi dan kesalahan pola pembelajaran dapat penulis temukan melalui hasil tes formatif yang dikerjakan siswa. Dari hasil tes formatif mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tema Pahlawan dalam pembahasan menyususun kalimat percakapan berdasarkan gambar tingkat ketuntasan 40% dari 34 siswa hanya 14 siswa yang sudah tuntas dan 20 siswa belum tuntas. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing melalui empat tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. teknik analisis data, peneliti menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Setiap diadakan evaluasi nilai rata-rata kelas sangat rendah. Rendahnya nilai rata-rata kelas menunjukkan bahwa siswa kurang menguasai materi pembelajaran yang disajikan guru. Terjadi peningkatan tingkat ketuntasan pada pelaksanaan siklus II. Perubahannya adalah 40% pada siklus I meningkat mencapai 50% pada siklus II. Pada siklus III ketuntasan mencapai 85% mengalami kenaikan ketuntasan 35%Kelemahan yang perlu untuk diperbaiki terutama pada ejaan. Pada grafik 4.2 menunjukkan yang mendapat nilai 4 ada 1 siswa, nilai 5 ada 4 siswa, nilai 6 ada 5 siswa, nilai 7 ada 7 siswa, nilai 8 ada 11 siswa, nilai 9 ada 6 siswa dari 34 siswa. Kata Kunci: Media Gambar, Kalimat Percakapan, Sekolah Dasar
MEMAKSIMALKAN PERKEMBANGAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PELAJARAN PENJASKES Oktafiana Kiranida
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.135 KB)

Abstract

Every child starting from the new born had started to move, in the scientific movement which carried out by the human body called the motor function. The process of growing a flower child in harmony with the maturity of the nerves and muscles of the child, so that the slightest movement made by a child is the result of the interaction of the various parts of the system in the body that is controlled by the brain, development the motor is a physical movement through the control activities the Center nerve, nerves and muscles are coordinated. Physical development of primary school age children in the form of coordination of body movements such as running, jumping, depending on tip toes, throw, and catch, as well as maintaining a balance. These activities are necessary in improving the coordination of movement motor skills. But at this age motor development becomes much smoother and more regular compared to infancy. they look faster running and good at jumping as well as able to maintain balance in the body. For smooth motor skills, children must continue to make physical activity and besides that the children should also be involved in the activities of the sports games gymnastics, swimming, etc. To the Lesson physical education and health subjects were very effective in maximizing the development of school-age students on motor base. Abstrak Setiap anak mulai dari baru lahir sudah mulai bergerak, didalam ilmiah gerakan yang dilakukan oleh tubuh manusia disebut dengan fungsi motorik. Proses tumbuh kembang seorang anak selaras dengan kematangan saraf dan otot anak, sehingga sekecil apapun gerakan yang dilakukan oleh seorang anak merupakan hasil interaksi dari berbagai bagian sistem dalam tubuh yang dikendalikan oleh otak, perkembangan motorik merupakan pengendalian gerakan jasmani melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkoordinasi. Perkembangan jasmani anak usia sekolah dasar berupa koordinasi gerakan tubuh seperti berlari, berjinjit, melompat, bergantung, melempar, dan menangkap, serta menjaga keseimbangan. Kegiatan ini diperlukan dalam meningkatkan keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar. Tetapi perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih teratur dibandingkan dengan masa bayinya. mereka terlihat lebih cepat berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan tubuhnya. Untuk memperhalus keterampilan-keterampilan motorik, anak-anak harus terus melakukan aktivitas fisik dan disamping itu anak-anak juga harus dilibatkan dalam aktivitas permainan olahraga senam, berenang, dll. Untuk itu mata pelajaran penjaskes sangat efektif dalam memaksimalkan perkembangan motorik siswa pada usia sekolah dasar. Kata Kunci: Perkembangan Motorik, Siswa Sekolah Dasar, Pelajaran Penjaskes
BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI BEKASI Maslikhah
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.914 KB)

Abstract

Student learning motivation is a desire to activate, move, channel and direct individual attitudes and behaviors to produce changes, knowledge, understanding, skills, and attitudinal values, and changes that are relatively constant and constant. Group guidance services are to train students to dare to speak in front of many people, train students to tolerate their friends, develop their talents and interests, alleviate problems faced by groups, train students to dare to share in groups. Cooperative learning method is a method that places a teacher by giving questions that contain problems for students, or asking students to convey their problems, which must be solved together, by accommodating the possibility of differences that occur in their environment, knowledge and the skills delivered are more meaningful and stronger stored in the memories of each student. Group guidance services as a place to increase student learning motivation. The cooperative learning method helps students develop oral communication skills. Abstrak Motivasi belajar siswa adalah suatu keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan, pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap, serta perubahan yang bersifat secara relatif konstan dan tetap. Layanan bimbingan kelompok adalah melatih siswa agar berani berbicara dihadapan orang banyak, melatih siswa dapat bertoleransi dengan temannya, mengembangkan bakat dan minat masing-masing, mengentaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi kelompok, melatih siswa untuk berani melakukan sharing dalan keompok. Metode cooperative learning adalah suatu metode yang menempatkan seorang guru dengan jalan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengandung masalah bagi peserta didik, atau meminta peserta didik menyampaikan masalah yang dimiliki, yang harus diselesaikan secara bersama, dengan mengakomodir kemungkinan perbedaan yang terjadi di lingkungan mereka, pengetahuan dan keterampilan yang disampaikan lebih bermakna dan lebih kuat tersimpan dalam ingatan masing-masing siswa. Layanan bimbingan kelompok sebagai wadah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode cooperative learning membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi secara lisan. Kata Kunci: Motivasi Belajar Siswa, Layanan Bimbingan Kelompok, Metode Cooperative Learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS Wahyuddin; Suyitno Muslim; Khaeruddin
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.319 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.972

Abstract

This study aims to determine the effect of learning models and parenting styles on social studies learning outcomes in grade V of elementary school. This study uses factorial design 2x2. The sample consisted of 56 students. The data analysis technique was the analysis of two-way variance (ANAVA) and continued with the Tuckey test at a significance level of α = 0.05. To test the normality of the data using the liliefors test and Homogeneity test using the barlett test. The results of this study indicate that 1) Social studies learning outcomes in the group of students who were taught using the Quantum Teaching model were higher than the Social Studies learning outcomes in the group of students who were taught using the Expository learning model. 2) Social studies learning outcomes of students who are cared for using a higher democratic pattern than students who are cared for using an authoritarian pattern. 3) There is an interaction effect between the learning model and parenting styles on student social studies learning outcomes. 4) Social studies learning outcomes of students who are cared for using democratic patterns and students who are taught using a higher Quantum Teaching model compared to students who are cared for using democratic patterns and students who are taught using the Expository learning model. 5) Social studies learning outcomes of students who are cared for using an authoritarian pattern and students who are taught using the Quantum Teaching model are lower compared to students who are cared for using an authoritarian pattern and students who are taught using the Expository learning model. 6) Social studies learning outcomes of students who are taught using the Quantum Teaching model on students raised using a democratic pattern higher than the social studies learning outcomes of students who are taught using the Quantum Teaching model and students who are cared for using an authoritarian pattern. 7) Social studies learning outcomes of students who were taught using the Espository learning model for students who were cared for using a democratic pattern was lower than the social studies learning outcomes of students who were taught using the Expository learning model and students who were cared for using authoritarian patterns. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar IPS kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan Desain factorial 2 x 2. Sampel terdiri dari 56 siswa. Teknik analisis data adalah analisis varians dua jalur (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji Tuckey pada tingkat signifikansi α = 0.05. Untuk menguji normalitas data menggunakan uji liliefors dan uji Homogenitas menggunakan uji barlett. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Hasil belajar IPS pada kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model Quantum Teaching lebih tinggi dibandingkan hasil belajar IPS pada kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Ekspositori. 2) Hasil belajar IPS siswa yang diasuh menggunakan pola Demokratis lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diasuh menggunakan pola Otoriter. 3) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar IPS siswa. 4) Hasil belajar IPS siswa yang diasuh menggunakan pola demokratis dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model Quantum Teaching lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diasuh menggunakan pola demokratis dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Expositori. 5) Hasil belajar IPS siswa yang diasuh menggunakan pola otoriter dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model Quantum Teaching lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang diasuh menggunakan pola otoriter dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Expositori. 6) Hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model Quantum Teachingpada siswa yang diasuh menggunakan pola demokratis lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model Quantum Teaching dan siswa yang diasuh menggunakan pola otoriter. 7) Hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Eskpositori pada siswa yang diasuh menggunakan pola demokratis lebih rendah dibandingkan dengan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Ekspositori dan siswa yang diasuh menggunakan pola otoriter. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Pola Asuh Orang Tua, Hasil Belajar IPS
EVALUASI PROGRAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) SE-KECAMATAN MENES KABUPATEN PANDEGLANG–BANTEN Yayan Sopian; Totok Bintoro; Riana Bagaskorowati
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.687 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.973

Abstract

The purpose of this study was to determine the implementation of integrated thematic learning at the elementary level through the application of the Stake's Countenance model, knowing the suitability of the implementation of integrated Thematic learning at the elementary level, knowing the factors that hindered the implementation of integrated Thematic learning at the elementary level. The study was conducted at SDN in Menes Sub district, Pandeglang Regency from March to June in 2019. This research study rests on the results of qualitative research with descriptive methods. The research model uses Countenance Stake. Data sources are obtained from natural settings. This study uses data collection techniques as follows, namely: (1) documentation study, (2) observation, (3) interview. Qualitative data analysis of the scanning process is done by scanning the standard intended matrix based on logical contingency, which includes antecedents, transactions, and outcomes. Then scan the standard observation matrix based on logical contingency, which also includes antecedents, transactions, and outcomes. Based on data analysis it was found that learning was carried out by applying integrated thematic learning, but in the formulation of curriculum structure, the formulation of core competencies and basic competencies including assessment emphasized the application of learning to the subject approach. The inconsistency of this policy has led to doubts in primary schools including Menes Sub district of Menes in implementing integrated thematic learning, not reflecting the application of integrated thematic learning, and the inconsistency of existing policies and inability of existing human resources, both educators, principals, and school supervisors in carrying out thematic learning. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu jenjang SDmelalui penerapan model Countenance Stake, mengetahu tingkat kesesuaian pelaksanaan pembelajaran Tematik terpadu jenjang SD, mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan pembelajaran Tematik terpadu jenjang SD. Penelitian dilakukan di SDN di wilayah Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang dari bulan Maret sampai dengan Juni Tahun 2019. Studi peneilitian ini berpijak pada hasil penelitian kualititatif dengan metode deskriptif. Model penelitian menggunakan Countenance Stake. Sumber data diperoleh dari situasi yang wajar (natural setting). penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut, yaitu: (1) studi dokumentasi, (2) observasi, (3) wawancara. Analisis data kualitatif proses scanning dilakukan melalui scanning matrik standard intended berdasarkan logical contingency, yang meliputi antecedent, transaction, dan outcomes. Kemudian melakukan scanning matrik standard observasi berdasarkan logical contingency, yang juga meliputi antecedent, transaction, dan outcomes. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan pembelajaran tematik terpadu, namun dalam rumusan struktur kurikulum, rumusan kompetensi inti dan kompetensi dasar termasuk penilaian menekankan penerapan pembelajaran dengan pendekatan mata pelajaran. Inkonsistensi kebijakan inilah yang menyebabkan di sekolah dasar termasuk SDN Kecamatan Menes mengalami keraguan dalam menerapkan pembelajaran tematik terpadu, belum mencerminkan penerapan pembelajaran tematik terpadu, dan ketidakkonsistenan kebijakan yang ada dan ketidakmampuan sumber daya manusia (SDM) yang ada, baik pendidik, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam melaksanakan pembelajaran tematik. Kata Kunci: Model Evaluasi Countenance Stake, Pembelajaran Tematik
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI KELAS VI B SD NEGERI 16 BANDA ACEH Lili Kasmini; Haris Munandar; Herda Linda
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.501 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.974

Abstract

This study aims to describe the planning and implementation of integrated thematic learning with a contextual approach in Banda Aceh 16 Primary Schools. Integrated thematic learning with a contextual approach is learning that contains some content in a theme that is connected with the real situation of students in real life everyday. This research is a classroom action research in which the sample used was all students of class VI B who participated in learning on theme 1 and theme 2. Data were collected by observing techniques and providing learning outcomes tests. The test is carried out three times, namely at the initial or pre-action stage and at the end of each cycle I and cycle II. The results obtained showed that there was an increase in each cycle which showed better results in every action. The completeness of students at the initial stage only reached 31% with an average value of students at 65.76. The results obtained increased in the first cycle, namely the completeness of students reached 87.87% with an average value of students at 76.48. The results obtained in the second cycle also increased, namely the completeness of students reached 100% with an average value of students at 88.36. The implementation of integrated thematic learning with a contextual approach at Banda Aceh 16 Elementary School has shown the characteristics of appropriate thematic learning that can increase the enthusiasm of students while participating in the learning process both inside and outside the classroom. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaanpembelajaran tematik terpadu dengan pendekatan kontekstual di Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh. Pembelajaran tematik terpadu dengan pendekatan kontekstual adalah pembelajaran yang memuat beberapa muatan dalam suatu tema yang dihubungkan dengan situasi nyata peserta didik dalam kehidupan nyata sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas di mana sampel yang digunakan adalah seluruh peserta didik kelas VI B yang mengikuti pembelajaran pada tema 1 dan tema 2.Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan pemberian tes hasil belajar. Pemberian tes dilaksanakan sebanyak tiga kali, yaitu pada tahap awal atau tahap pra tindakan dan pada akhir dari masing-masing siklus I dan siklus II. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan terdapat peningkatan pada setiap siklus yang menunjukkan hasil yang lebih baik pada setiap tindakan. Ketuntasan peserta didik pada tahap awal hanya mencapai 31% dengan nilai rata-rata peserta didik sebesar 65,76. Hasil yang diperoleh mengalami peningkatan pada siklus I yaitu ketuntasan peserta didik mencapai 87,87% dengan nilai rata-rata peserta didik sebesar 76,48. Hasil yang diperoleh pada siklus II juga mengalami peningkatan, yaitu ketuntasan peserta didik mencapai 100% dengan nilai rata-rata peserta didik sebesar 88,36. Pelaksanaan pembelajaran tematik terpadudengan pendekatan kontekstual di Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh sudah menunjukkan karakteristik pembelajaran tematik yang sesuai yaitu dapat meningkatkan antusiasme peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran baik yang dilakukan di dalam ruangan kelas, maupun di luar ruangan kelas. Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Pendekatan Kontekstual
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN EKSPOSITORI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI KELAS IV SDN PEUNAGA CUT UJONG Agus Kistian; Febry Fahreza; Mulyadi
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.995 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.975

Abstract

The purpose of this study was to determine and analyze the effect of Contextual Teaching and Learning learning models on students' mathematical problem-solving abilities on the material of the surface area of ​​flat build in class IV of SDN Peunaga Cut Ujong. This study uses a quantitative approach and the type of research used is experimental research. The population in this study were the fourth grade students of SDN Peunaga Cut Ujong which amounted to 28 students. The data collection techniques are documentation, observation and tests of mathematical problem solving abilities given essay. Data processing techniques use statistical tests using the t test formula. The results showed that students' mathematical problem solving ability using Contextual Teaching and Learning learning model was better than conventional learning, indicated by the average post-test score of students who used Contextual Teaching and Learning learning model, which was 78.82 and students with conventional learning obtain an average post-test score of 66.58. Based on the results of the calculation of the t-test with a significant level of α = 0.05 and dk = 27. From this value obtained tcount> t table is 4.55> 1.70, so H0 is rejected and H1 is accepted so it can be concluded that there is a significant effect on the students' mathematical problem solving ability on the material of flat surface area through Contextual Teaching and Learning learning model in the fourth grade of SD Negeri Peunaga Cut Ujong. This shows that learning by applying Contextual Teaching and Learning learning models can improve students' mathematical problem solving abilities. Abstrak Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi luas permukaan bangun datar di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong yang berjumlah 28 siswa. Adapun teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan secara essay. Teknik pengolahan data menggunakan uji statistik dengan menggunakan rumus uji t. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik dari pada pembelajaran konvensional, ditunjukkan dengan rata-rata nilai post-test siswa yang menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning yaitu 78,82 dan siswa dengan pembelajaran konvensional memperoleh rata-rata nilai post-test yaitu 66,58. Berdasarkan hasil perhitungan uji t – tes dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 27. Dari nilai tersebut diperoleh thitung> ttabel yaitu 4,55> 1,70, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi luas permukaan bangun datar melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong. Hal ini menunjukkanbahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Luas Permukaan Bangun Datar

Page 11 of 19 | Total Record : 185