cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI UPAYA DALAM MEMBENTUK KARAKTER MASYARAKAT GLOBAL Dini Nur Oktavia Rahayu; Dadang Sundawa; Erlina Wiyanarti
Jurnal Visipena Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v14i1.2035

Abstract

Masyarakat global didefinisikan sebagai masyarakat dengan pemikiran terbuka secara universal, tanpa terbatas secara teritorial, serta peduli dengan isu-isu negara lain. Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami bagaimana peran profil pelajar pancasila dalam upaya membentuk karakteristik global citizenship atau masyarakat global. Dalam prosesnya penelitian ini berpedoman berdasarkan pendekatan kualitatif, adapun lebih spesifik melalui metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian ini diketahui hasil yang menjelaskan bahwa profil pelajar pancasila merupakan proyek dalam upaya menguatkan nilai-nilai karakter pancasila, yang digagaskan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui kurikulum merdeka. maka dengan ini melalui profil pelajar pancasila dapat diupayakan untuk membentuk siswa sebagai bagian dari masyarakat global. Hal tersebut dapat dicapai melalui penerapan enam dimensi profil pelajar pancasila yaitu; (1) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) Berkhebinekaan global, (3) Mandiri, (4) Gotong royong, (5) Bernalar kritis, (6) Kreatif. Dalam prosesnya profil pelajar Pancasila diimplementasikan melalui sebuah proyek yang ditujukan untuk pelajar sepanjang hayat Indonesia, dalam rangka mengembangkan nilai-nilai budaya Indonesia serta Pancasila, agar dapat menumbuh kembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, yang berkompetensi global serta berkepribadian berdasarkan nilai-nilai karakter Pancasila. Kompetensi global harus dipenuhi sebagai syarat menjadi bagian dari masyarakat global. AbstractGlobal society is defined as a society with universal open-mindedness, without being limited territorially, and concerned with the issues of other countries. This research is intended to understand the role of the Pancasila student profile in an effort to form the characteristics of global citizenship or global society. In the process this research is guided by a qualitative approach, while more specifically through a qualitative descriptive method. Based on this research, it is known that the results explain that the profile of Pancasila students is an opportunity in an effort to strengthen Pancasila character values, which was initiated by the Minister of Education, Culture, Research and Technology through an independent curriculum as a form of 21st century education transformation. So with this, through the profile of Pancasila students, efforts can be made to form students as part of a global community. This can be achieved through the application of the six dimensions of the Pancasila student profile, namely; (1) Faith and piety to God Almighty, (2) Global diversity, (3) Independent, (4) Mutual cooperation, (5) Critical reasoning, (6) Creative. In the process, the Pancasila student profile is implemented through a project aimed at lifelong Indonesian students, in order to develop Indonesian cultural values and Pancasila, in order to develop quality Human Resources (HR), with global competence and personality based on character values. Pancasila. In addition, global competence must be fulfilled as a condition of being part of a global society.
PRE-SERVICE TEACHERS’ POWER DOMINANCE AND INTERACTION STRATEGIES IN EFL CLASSROOM DISCOURSE Rama Dwika Herdiawan; Agus Rofi’i
Jurnal Visipena Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v14i1.2062

Abstract

Classroom discourse is literally meant as the language and interaction employed by the teacher and the students to conceptualize learning in the educational context. Classroom discourse is a part of text analysis which is concerned with classroom talk. The current study is closely related to critical discourse analysis (CDA) to investigate power dominancy as well as classroom interaction strategies in the teacher-student talk. The data collected were analyzed based on the language meta-functions using SFL underlining multimodal discourse analysis. The findings reveal that the result of the study revealed that teachers utilized the imperative form to impose authority the majority of the time. This is likely due to the fact that students did not freely participate in all of the activities. They were calling on students' names in order to determine who would talk or answer questions the most of the time. the majority of the questions that the pre-service teachers posed were display questions. The majority of the students responded with brief statements rather than follow-up responses that were longer. the pre-service teachers employ a monologic discourse pattern in their seminars, despite the fact that they assert that they choose a dialogic one to use instead. It's possible that this is due to cultural scripts and the importance placed on the role of the teacher in the educational system. The findings of the study could be helpful to practitioners in the field in terms of employing suitable speech within the framework of EFL, which might facilitate students' participation and engagement in class interactions.. AbstrakWacana kelas secara harfiah berarti bahasa dan interaksi yang digunakan oleh guru dan siswa untuk membuat konsep pembelajaran dalam konteks pendidikan. Wacana kelas adalah bagian dari analisis teks yang berkaitan dengan pembicaraan di kelas. Studi saat ini terkait erat dengan analisis wacana kritis (CDA) untuk menyelidiki dominasi kekuasaan serta strategi interaksi kelas dalam pembicaraan guru-siswa. Data yang terkumpul dianalisis berdasarkan metafungsi bahasa menggunakan SFL menggarisbawahi analisis wacana multimodal. Temuan mengungkapkan bahwa hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru sering menggunakan bentuk imperatif untuk memaksakan otoritas. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh fakta bahwa siswa tidak secara bebas berpartisipasi dalam semua kegiatan. Mereka memanggil nama siswa untuk menentukan siapa yang paling sering berbicara atau menjawab pertanyaan. sebagian besar pertanyaan yang diajukan oleh calon guru adalah pertanyaan pajangan. Mayoritas siswa menanggapi dengan pernyataan singkat daripada tindak lanjut tanggapan yang lebih lama. guru pra-jabatan menggunakan pola wacana monologis dalam seminar mereka, terlepas dari fakta bahwa mereka menegaskan bahwa mereka memilih yang dialogis untuk digunakan. Hal ini mungkin karena naskah budaya dan pentingnya peran guru dalam sistem pendidikan. Temuan penelitian ini dapat membantu para praktisi di lapangan dalam hal menggunakan ucapan yang sesuai dalam kerangka EFL, yang dapat memfasilitasi partisipasi dan keterlibatan siswa dalam interaksi kelas.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP ILMIAH PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MEMETAKAN MINAT BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 MENGGALA Dara Arka Fidela; Undang Rosidin; Anggreini Anggreini
Jurnal Visipena Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v14i1.2107

Abstract

Kegunaan utamaipenilaian sikap sebagai bagian dari pembelajaran adalah refleksi pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik secaraiindividual. Tetapi menumbuhkan sikap ilmiah siswa sebagai salah satu tujuan dari pembelajaranimasih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuaniuntuk mengembangkan instrumenipenilaian sikap ilmiah pada pembelajaran fisika untuk memetakan minat belajar siswa yang valid, reliabel, dan praktis untuk digunakan. Jenis penelitian ini adalah penelitianipengembangan dengan menggunakan 7 langkah, yakni: penelitianidanipengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, ujiicoba lapangan awal, revisi hasil uji coba, uji coba lapangan, dan revisi produk operasional. Berdasarkan hasil validasi ahli, instrumen yangddikembangkan diperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 80% denganikategoriisangat tinggi sehingga, instrumen penilaian ini layak untuk digunakan. Instrumen penilaian iniidiujicobakan kepada 100 siswa dan selanjutnyaidianalisis denganiexploratory factor analysis berbantuan program SPSS 21 for windows. Berdasarkan hasil analisis data uji coba diperoleh sebanyak 57 butir pernyataan instrumen sikap ilmiah untuk memetakan minat belajar siswa yangidinyatakan valid. Butir pernyataan pada instrumenipenilaian sikap ilmiah untuk memetakan minat belajar siswa dinyatakan reliabel dengan nilai Alpha Cronbachisebesar 0,952 pada instrumen sikap ilmiah, dan 0,927 pada instrumen minat belajar siswa dengan kategori sangat reliabel. Uji kepraktisan instrumenipenilaian ini memperoleh rata-rata skor sebesar 90,52% denganikriteria sangatipraktis.AbstractThe main use of attitude assessment as part of learning is a reflection of the understanding and progress of individual learner attitudes. However, cultivating students' scientific attitude as one of the goals of learning still receivesiless attention. This study aims toddeveloppscientific attitudedassessment instruments in physics learning to map student learning interests that are valid, reliable, and practical to use. This type of research is research-development using 7 steps, namely: research and dataicollection, planning, initialiproduct development, initial field trials, revision of trial results, field trials, and revision of operational products. Based on the results of expert validation, the instrument developed obtained an average percentageuvalue of 80% with a very highicategory so that this assessment instrument is feasible to use. Thisbassessment instrument was tested on 100 students and then analyzed using exploratory factor analysis with the help of the SPSS 21 for windows program. Based on the results of the trial data analysis, it was obtained as many as 57 scientific attitude instrument statements to map students' learning interests which were declared valid. The statement items on the instrument for assessing scientific attitudes to map students' interest in learning were declared reliable with a Cronbach's Alpha value of 0.952 in the scientific attitude instrument, and 0.927 in the instrument of student lear bning interest in the very reliable category. The practicality test of this assessment instrument obtained an average score of 90.52% with very practical criteria. Based on the results obtained, to increase students' interest in learning, it can be suggested to cultivate the scientific attitude of these students. With the growth of a good scientific attitude, the students' interest in learning will also be higher
PENGEMBANGAN WEB GOOGLE SITES PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHAN UNTUK MENINGKATAN KETERAMPILAN BERARGUMENTASI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA Erika Ananda Lestari; Pramudya Dwi Aristya Putra; Diah Wahyuni
Jurnal Visipena Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v14i1.2120

Abstract

This study aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of Google Sites Web development on heat and displacement materials to improve junior high school students' argumentation skills. The data analysis technique used in this research has 3 tests. namely validity test, practicality test, and effectiveness test. The results of the validity test for Google Sites Web development with a validity percentage of 84% and were included the very valid category. The results of the practicality test reached an average of 93% overall and were included in the very high category. The results of the effectiveness test obtained an average N-gain score of 0.70 in the high category. Overall, the results of the research in the form of Web Google Sites conclude that they are feasible and valid to use as teaching materials in science learning to improve students' argumentation skills and suggestions can be given for future researchers to be used as guidelines in developing better and more perfect Google Web sites.AbstrakPenelitian yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai validitas, kepraktisan, dan keefektifan pada produk yang dikembangkan. Penelitian ini berfokus pada pengembangan Web Google Sites pada materi kalor dan perpindahannya untuk meningkatan keterampilan berargumentasi siswa SMP. Teknik analisis data dalam pengembangan produk Web Google Sites dilakukan dalam 3 uji yaitu uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji efektivitas. Hasil uji validitas pengembangan Web Google Sites dengan presentase validitas 84% masuk kedalam kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan mencapai rata-rata 93% secara keseluruhan dan masuk kedalam kategori sangat tinggi Hasil uji efektivitas memperoleh nilai skor rata-rata N-gain sebesar 0,70 dengan kategori tinggi. Secara keseluruhan, hasil penelitian yang berupa Web Google Sites dapat disimpulkan layak dan valid digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan keterampilan berargumentasi siswa.
EFEKTIVITAS MEDIA PERMAINAN MONOPOLI DALAM TERAPI BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA Fitra Marsela; Nurul Wahdani; Nurhasanah; Syaiful Bahri; Dara Rosita
Jurnal Visipena Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v14i1.2155

Abstract

Kepercayaan diri adalah suatu perasaan yakin terhadap kemampuan diri sendiri untuk dapat meraih kesuksesan. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang penting dan merupakan atribut yang sangat berharga bagi seseorang dalam kehidupannya, tanpa adanya kepercayaan diri akan menimbulkan banyak masalah seperti terhambatnya proses belajar dan menurunya hasil prestasi belajar sehingga kepercayaan diri merupakan sesuatu hal yang harus dimiliki setiap individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat uji validitas kelayakan media dan untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri peserta didik sebelum dan sesudah diberikan media permainan monopoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan membagikan skala kepercayaan diri dan lembar validasi ahli materi dan media untuk mengetahui validitas kelayakan media. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif persentase dan uji Wilcoxon. Hasil analisis yang diperoleh berdasarkan pelaksanaan media permainan monopoli dalam terapi bermain untuk meningkatkan kepercayaan diri yaitu telah valid dan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMP Negeri 14 Banda Aceh. Sedangkan hasil analisis yang diperoleh berdasarkan pelaksanaan uji coba media yaitu terdapat 87,51% peserta didik berada pada kategori sedang dan terdapat 12,5% peserta didik berada pada kategori tinggi. Hal itu menyatakan adanya perubahan kepercayaan diri peserta didik sebelum diberikan media dan sesudah di berikan media yaitu terbukti dengan berkurangnya siswa dalam kategori rendah. AbstractThe background of the research is the importance of self-confidence. Self-confidence is a feeling of confidence in one's own ability to achieve success. Self-confidence is one of the important aspects of personality and is a very valuable attribute for a person in his life, without self-confidence it will cause many problems such as hindering the learning process and decreasing learning achievement results so that self-confidence is something that every individual must have. The purpose of this study was to determine the level of validity test of media feasibility and to determine the description of students' self-confidence before and after being given monopoly game media. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and data collection techniques were carried out by distributing self-confidence scales and material and media expert validation sheets to determine the validity of media feasibility. The data analysis technique used is descriptive percentage data analysis technique and Wilcoxon test. The results of the analysis obtained based on the implementation of monopoly game media in play therapy to increase self-confidence are valid and can be implemented to increase student self-confidence at SMP Negeri 14 Banda Aceh. While the results of the analysis obtained based on the implementation of media trials, namely there are 87.51% of students in the medium category and there are 12.5% of students in the high category. This states that there is a change in students' self-confidence before being given the media and after being given the media, which is evidenced by the reduction of students in the low category. Effective use of monopoly game media in play therapy to increase self-confidence in students. This research suggestion for guidance and counselling,teachers can be applied when providing guidance and counselling services and for further researchers to further explore the use of monopoly game media in guidance and counselling services.
DAMPAK PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA PENGURAIAN SAMPAH ORGANIK TERHADAP KARAKTER PELAJAR PANCASILA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Hikamah, Siti Roudlotul; Retno, Heni Resmita; Hafid, Moh.; Astutik, Astutik; Aulia Rahmi, Beta Sari; Sujatmiati, Eka; Ibrohim, Ibrohim
Jurnal Visipena Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v15i1.2339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakter peserta didik Sekolah Dasar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, yaitu penguraian sampah dapur, kotoran ternak, sekam, abu sekam, dan dolomit yang diaktifkan menggunakan Suplemen Organik Tanaman (SOT). Jenis penelitian ini deskriptif kulalitatif, menggunakan metode observasi. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas 5 Sekolah Dasar Negeri di Jember, berjumlah 25 anak. Instrumen yang digunakan adopsi dari dimensi profil pelajar Pancasila Kemendikbudristek, meliputi: 1) dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berahlak mulia, dengan kunci elemen yang diamati yaitu akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, akhlak bernegara; 2) dimensi berkebhinekaan global, dengan kunci elemen yang diamati, yaitu berkeadilan sosial; 3) dimensi bergotong royong, dengan kunci elemen yang diamati yaitu kolaborasi dan kepedulian; 4) dimensi mandiri, dengan kunci elemen yang diamati yaitu pemahaman diri dan situasi yang dihadapi dan regulasi diri; 5) dimensi bernalar kritis, dengan kunci elemen yang diamati yaitu memperoleh dan memproses informasi dan gagasan dan menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya; 6) dimensi kreatif. Hasil penelitian menginformasikan bahwa karakter profil pelajar Pancasila peserta didik dapat diekpresikan melalui pembelajaran PjBL.AbstractThis research aims to reveal the character of elementary school students using a project-based learning model, namely the decomposition of kitchen waste, livestock manure, husk ash and dolomite which is activated using Plant Organic Supplements (SOT). This type of research is descriptive qualitative, using observation methods. The research sample was grade 5 students at State Elementary Schools in Jember. The instruments used were adopted from the Kemendikbudristek's Pancasila student profile dimensions, including 1) the dimensions of faith, devotion to God Almighty, and kind character, with the key elements observed, namely morals towards humans, morals towards nature, morals toward states; 2) dimensions of global diversity, with the key elements observed, namely social justice; 3) the dimension of mutual cooperation, with the key elements observed, namely collaboration and concern; 4) independent dimension, with key elements observed, namely understanding of oneself and the situation at hand and self-regulation; 5) critical reasoning dimensions, with key elements observed, namely obtaining and processing information and ideas; and analyze and evaluate the reasoning and procedures; 6) creative dimension. The research results inform that Pancasila students, student profile character can be expressed through project-based-learning learning.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN PADA PEMBELAJARAN IPA Kasmini, Lili; Rahmatillah, Zaki
Jurnal Visipena Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v14i2.2340

Abstract

Mengembangkan video pembelajaran pada materi ekosistem berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan literasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model video pembelajaran pada pembelajaran IPA basis kearifan lokal dengan materi ekosistem. Metode yang digunakan penelitian dan pengembangan (R&D), mengunakan model pengembangan ADDIE. Dengan tahapan model pengembangan yang melalui : tahap perencanaan, desain dan pengembangan). Perencanaa terdiri dari identifikasi hal yang dibutuhkan, analisis berupa media dengan bentuk pembelajaran, dan pembuatan file dalam dokumen rencana. Dalam proses mendesain terdiri ide inti dan terbuatnya video. Dalam pengujian iti melalui uji alpa test dan beta test. Dengan hasil Vide Alpaa testing didapatkan valid belajar dengan video dari segi bahasa 81,2%, isi materi 70,4% dan media 75%. Hasil dari beta testing pada video belajar dengan berbasis literasi alam diyatakan sangat layak. Hasil angket respon siswa di sekolah dengan nilai 89,1%, dari hasil uji coba produk mendapatkan persentase 84,8%, dapat disimpulkan bahwa media video animasi pada materi ekosistem berbasis kearifan lokal dinyatakan layak dan berhasil. Hasil keseluruhan mendapatkan persentase 80,1% dengan kategori “Layak” didapatkan juga Persentase penilaian dari validasi produk yaitu ahli materi mendapatkan persentase 97,5% dengan kategori tanda seru layak dan ahli media mendapatkan persentase 95% dengan kategori tanda seru sangat layak. Ini sangat layak untuk di terapkan dalam proses belajar siswa. Dari hasil perolehan vidio animasi bahan ajar materi ekosistem berbasis kearifan lokal layak digunakan untuk peserta didik khususnya di Sekolah dasar dengan mata pelajaran IPA.AbstractDeveloping a learning video on ecosystem material based on local wisdom can improve environmental literacy. This study aims to develop a learning video model on science learning based on local wisdom with ecosystem material. The method used is research and development (R&D), using the ADDIE development model. With the stages of the development model through: planning, design and development stages). Planning consists of identifying what is needed, analyzing the form of media with a form of learning, and creating files in the plan document. In the design process consists of the core idea and the making of the video. In testing it is through the alpa test and beta test. With the results of Vide Alpaa testing obtained valid learning with videos in terms of language 81.2%, material content 70.4% and media 75%. The results of beta testing on learning videos based on natural literacy were declared very feasible. The results of the student response questionnaire at school with a value of 89.1%, from the results of the product trial getting a percentage of 84.8%, it can be concluded that the animated video media on local wisdom-based ecosystem material is declared feasible and successful. The overall results get a percentage of 80.1% with the category "Feasible" also obtained the percentage of assessment of product validation, namely material experts get a percentage of 97.5% with the exclamation mark category feasible and media experts get a percentage of 95% with the exclamation mark category very feasible. This is very feasible to be applied in the student learning process. From the results of the acquisition of animated videos, teaching materials for ecosystem materials based on local wisdom are suitable for students, especially in elementary schools with science subjects.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR TEMATIK SD BERBASIS DIGITAL DI PROVINSI ACEH Zaki Al Fuad; Helminsyah Helminsyah; Musdiani Musdiani
Jurnal Visipena Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v14i2.2351

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan jangka panjang yaitu: mendukung program pemerintahan Republik Indonesia dalam rangka mendukung program MBKM melalui inovasi yang dilakukan dalam pembelajaran di kelas berupa modul ajar tematik SD berbasis digital terintagrasi KBAT. Adapun target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu (1) Merancang modul ajar tematik SD berbasis digital terintagrasi KBAT bagi siswa SD di Provinsi Aceh, (2) Merancang modul ajar tematik SD berbasis digital terintagrasi KBAT yang dapat membantu aktivitas siswa dan guru untuk mengimplementasikan pembelajaran tematik di SD, (3) Mengetahui efektifitas modul ajar tematik SD berbasis digital terintagrasi KBAT bagi siswa SD di Provinsi Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Borg and Gall. Model pengembangan produk pembelajaran ini merupakan model yang disusun secara terprogram dengan urutan yang sistematis dan memenuhi karakreristik siswa dalam belajar. Berikutnya untuk menguji efektifitas dari modul yang dikembangkan menggunakan penelitian eksperimen. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu data validitas, kepkraktisan dan efektifitas dari modul ajar tematik SD berbasis digital terintagrasi KBAT yang di kembangkan. Target keluaran yang ingin dicapai di pada penelitian ini yaitu (1) framework pendekatan tematik di jenjang SD, (2) Panduan pengembangan modul ajar tematik jenjang SD moda dalam jaringan, luar jaringan dan campuran, (3) Perangkat ajar tematik moda dalam jaringan di kelas awal, (4) Perangkat ajar tematik moda luar jaringan di kelas awal, (5) perangkat tematik moda campuran di kelas awal. Riset ini akan memberikan kontribusi yang sangat penting dalam Rencana Strategis riset unggulan Universitas Bina Bangsa Getsempena dalam bidang inovasi pendidikan, dan riset ini juga akan menyelesaikan permasalahan pada kualitas Pendidikan di Provinsi Aceh.AbstractThis research has a long-term goal, namely: to support the government program of the Republic of Indonesia in order to assist MBKM program through innovations that is implemented in the classroom learning in form of thematic teaching module of elementary school KBAT-integrated digital based. The specific targets to be achieved in this study are (1) Designing thematic module of elementary school KBAT-integrated digital based for elementary school students in Aceh Province, (2) Designing thematic learning of elementary school KBAT-integrated digital based that can help students and teacher to implement thematic learning in elementary schools, (3) Knowing the effectiveness of the thematic learning module of elementary school KBAT-integrated digital based for elementary school students in Aceh Province. This research is development research of Borg and Gall. This advancement research is arranged programmatically in a systematic order and meets the characteristics of students in learning. Further to test the effectiveness of the modules that is developed using experimental research. The data produced in this study are data on the validity, practicality and effectiveness of the thematic learning of elementary school KBAT-integrated digital based that is developed. The output targets to be achieved in this study are (1) thematic approach framework at the elementary level, (2) Guidelines for the development of thematic teaching modules at the elementary level in network, off-network and mixed modes, (3) Thematic teaching devices for online modes in the early grades, (4) Thematic teaching devices for off-network modes in the early grades, (5) mixed mode thematic devices in the early grades. This research will give vitally important contribution to the Strategic Plan for the feature research of Bina Bangsa Getsempena University in the field of educational innovation, and this research will also solve problems in term of education quality in Aceh Province.
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU BERKELANJUTAN: KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU SEJARAH SMAN DI KOTA PADANG Etmi Hardi; Refnywidialistuti Refnywidialistuti; Herdi Setiawan; Nurhizrah Gistituati; Rusdinal Rusdinal
Jurnal Visipena Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v14i2.2380

Abstract

Di samping kegiatan sertifikasi yang dilakukan secara kontinue, pemerintah juga melakukan berbagai kegiatan pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan, termasuk di kalangan guru sejarah tingkat SMAN di Kota Padang. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian diskriptif kualitatif yang menggunakan berbagai sumber, yakni studi dokumentasi/arsip, wawancara lapangan, dan observasi. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan model analisis interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian menemukan bahwa dari 70 orang guru sejarah SMAN Kota Padang, sebagian besarnya telah disertififikasi, baik melalui kegiatan PLPG (Program Latihan Profesi Guru), PPG (Pendidikan Profesi Guru) Dalam Jabatan, maupun PPG Pra jabatan. Di samping itu mereka juga senantiasa melakukan usaha peningkatan kompetensi profesional melalui berbagai program, baik yang diselenggarakan pemerintah, maupun melalui lembaga profesi, seperti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran),dan FKGS (Forum Komunikasi Guru Sejarah).AbstractLaw Number 14 of 2005 explicitly states that teaching is a recognized profession. Therefore, teachers are required to have academic qualifications, competencies, educator certificates, be physically and mentally healthy, and have the ability to realize national education goals. In addition to ongoing certification activities, the government is also carrying out various activities to develop teacher professionalism, including among high school history teachers in Padang City. This research is qualitative descriptive research in which the data were obtained through documentation/archive studies, field interviews, and observation. The data obtained was processed by using the Milles and Huberman interactive analysis model. The results of the study found that most of the 70 history teachers at SMAN Kota Padang had been certified, either through the Teacher Professional Training Program (PLPG) or Teacher Professional Education (PPG). Efforts to increase teachers’ professional competence are always carried out through various programs, both those organized by the government and through professional institutions, such as the Subject Teacher Discussion (MGMP) and the History Teacher Communication Forum (FKGS).
HIGH SCHOOL TEACHERS’ PERCEPTION OF DIGITAL LEARNING AND E-LEARNING TRAINING Zaiyana Putri; Marisa Yoestara; Munawir Munawir
Jurnal Visipena Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v14i2.2531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru-guru sekolah menengah atas di SMA N 1 Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia mengenai efektivitas kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diberikan oleh Universitas Serambi Mekkah dengan topik efektivitas penggunaan e-learning dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini dirancang khusus untuk melatih para guru dalam menggunakan media pembelajaran digital dan E-learning yang merupakan sebuah pendekatan yang diamanatkan oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang melibatkan 16 guru dari berbagai mata pelajaran di sekolah tersebut. Dalam mengumpulkan persepsi guru, kuesioner terbuka dibagikan kepada para guru, dan semua data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan persentase untuk menilai efektivitas pelatihan yang diberikan. Temuan studi menunjukkan bahwa para guru menanggapi pelatihan secara positif. Mereka juga menyatakan bahwa kegiatan pelatihan dianggap efektif dalam meningkatkan penguasaan digital dan memungkinkan para guru untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik mengajar mereka, sejalan dengan tuntutan sistem pendidikan yang berkembang di Indonesia. Oleh karena itu, pelatihan terkait teknologi harus dilakukan secara kontinyu agar guru dapat menguasai teknologi dan senantiasa update dengan perkebangan jaman.AbstractThis study aimed to investigate the perceptions of senior high school teachers at SMA N 1 Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia regarding the effectiveness of Stimulus Community Service activities (PKMs) provided by the University of Serambi Mekkah under the topic the effectiveness of using e-learning in the teaching and learning process. These activities were specifically designed to train teachers in using digital learning media and E-learning which is one of the approaches mandated by the government in order to improve learning qualities and learning outcomes. This research employed a descriptive approach involving 16 teachers from various subjects at the school. In collecting teachers’ perceptions, an open-ended questionnaire was distributed to the teachers, and all the obtained data was analyzed using percentages to assess the effectiveness of the training provided. The study's findings indicate that teachers responded positively to the training. They further claimed that the training activities were perceived as effective in enhancing digital mastery and enabling teachers to integrate technology into their teaching practices, aligning with the growing demands of the educational system in Indonesia. Therefore, relevant educational technology teachers’ training should be continuously conducted in order to assist teacher in mastering technology and keep them updated with the era development.