cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Tinjauan Literatur: Apakah Resep Elektronik Dapat Mengurangi Kesalahan Pengobatan Novianti, Feby Galuh; Nugroho, Agung Endro; Andayani, Tri Murti
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.94793

Abstract

Kesalahan pengobatan pada layanan kesehatan memberikan dampak yang tidak menguntungkan kepada pasien dan pemberi layanan kesehatan, pada pelayanan farmasi hal ini dapat terjadi saat dibuatnya resep oleh dokter sampai dengan resep diterima oleh apoteker. Penulisan resep secara elektronik diyakini memiliki tingkat kesalahan yang lebih rendah dibandingkan resep yang ditulis tangan. Meski demikian penerapan resep elektronik belum dilaksanakan secara baik dan merata di fasilitas layanan kesehatan di Indonesia, hal ini melatarbelakangi dilakukan review jurnal dengan tujuan untuk mengulas pengaruh resep elektronik terhadap medication error sehingga dapat memberikan gambaran manfaat dari penggunaan resep elektronik. Studi ini menggunakan metode tinjauan literur dan terbagi menjadi empat tahap, yakni mengidentifikasi kata kunci, penentuan kriteria jurnal yang akan dimasukan maupun dikecualikan dalam ulasan, pemilihan jurnal, dan analisis data. Pengumpulan literatur dilakukan melalui basis data elektronik seperti Science Direct, PubMed, Google Scholar, dan Springer Link. Hasil dari tinjauan ini menunjukan bahwa resep elektronik berpengaruh terhadap beberapa penurunan kesalahan pengobatan seperti kesalahan penulisan resep dan penurunan kesalahan pemberian obat, namun untuk beberapa jenis kesalahan, resep elektronik menunjukan tidak ada perbedaan secara signifikan dibandingkan dengan resep manual seperti kejadian kesalahan pemberian obat, kesalahan duplikasi obat, dan salah obat.
Tingkat Pengetahuan Petugas Kesehatan dalam Pengelolaan Vaksin di Negara Berpendapatan Rendah Dan Menengah: Tinjauan Literatur Bitin Berek, Vianey Maria; Kristina, Susi Ari
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.95488

Abstract

Vaksin adalah produk biologis sensitif yang dapat dengan mudah rusak jika ditangani secara tidak benar. Pengelolaan vaksin yang baik dapat menjaga potensi vaksin. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang memadai dari tenaga kesehatan dalam pengelolaan vaksin di puskesmas sehingga pengelolaan vaksin di lakukan sesuai standar. Artikel ini bertujuan untuk melakukan tinjauan terhadap tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dalam pengelolaan vaksin dan faktor terkait di Negara berpendapatan rendah dan menengah pada tahun 2018-2023. Pencarian artikel menggunakan database Pubmed dan Plos One dengan kata kunci “Knowledge OR Practice AND Vaccine AND Cold Chain Management AND Public health” mendapatkan 68 artikel. Artikel diseleksi dengan kriteria inklusi yaitu original artikel, tahun terbit 2018-2023, berbahasa inggris, dan dapat diakses secara terbuka sehingga diperoleh 9 artikel. Tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dalam pengelolaan vaksin masih rendah pada 7 artikel dengan kisaran 38,3% - 68,6%. Faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan tenaga kesehatan adalah usia tenaga kesehatan, pengalaman kerja, profesi tenaga kesehatan, tempat praktek, mengikuti pelatihan dan kepatuhan dalam menggunakan pedoman. Tingkat pengetahuan yang baik mempengaruhi pengelolaan vaksin yang baik.
Formulation and Stability Test of HPMC and Carbomer 940 based-Gel Formulation Containing Plantago major L. hydroalcoholic extract Khafi, Muhammad; Hertiani, Triana; Murwanti, Retno; Bayu Irawan, Muhamad; Marzuki, Ahmad; Dwi Salim, Rozin
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.95893

Abstract

The P. major plant has long been utilized in traditional herbal medicine and is widely accessible in Indonesia and globally. Extensive research has demonstrated its efficacy in wound healing through both clinical and preclinical studies. Gel formulations are recognized for establishing a conducive moist environment essential for wound healing, thus rendering them suitable for topical wound treatment. This study assesses the stability of HPMC gel base, carbomer 940, and their combination as carriers for the ethanol extract of P. major leaves. Stability testing involved a freeze-thaw cycle test at temperatures of 4°C and 40°C for three cycles. The findings indicate no significant alteration in the organoleptic properties and pH of the gel formulations before and after stability testing. However, t-test analysis reveals a noteworthy decrease in viscosity for carbomer and its combination, albeit not for HPMC alone. In conclusion, HPMC exhibits superior stability as a gel base compared to Carbomer 940 and their combination.
Kajian Literatur: Faktor Risiko Glucocorticoid-induced Diabetes Mellitus (GIDM) pada pasien SLE Pramana, Facetha Intan; Andayani, Tri Murti; Ikhsan, Mohammad Robikhul
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.96652

Abstract

Glukokortikoid telah digunakan untuk pengobatan banyak penyakit inflamasi dan autoimun salah satunya adalah Systemic Lupus Erythemasous (SLE). Berbagai efek samping glukokortikoid telah diketahui, termasuk infeksi, osteoporosis, gangguan kejiwaan, cedera saluran cerna, katarak, hipertensi, arteriosklerosis, dan sebagainya. Di antara efek samping ini, hiperglikemia merupakan efek sistemik yang lazim dari pengobatan glukokortikoid. Kondisi hiperglikemik yang persisten akan berkembang menjadi diabetes melitus. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Glucocorticoid induced Diabetes Mellitus (GIDM) pada pasien SLE. Pencarian literatur pada studi ini dilakukan dengan database PubMed, DOAJ dan Sciencedirect yang diterbitkan 10 tahun terakhir. Ditemukan sebanyak 639 artikel dan 5 artikel yang memenuhi kriteria peneliti.  Total 5 jurnal yang diperoleh, seluruh jurnal membahas faktor risiko dosis, 2 diantaranya membahas faktor usia, 2 jurnal membahas faktor gangguan ginjal, 3 diantaranya membahas faktor komorbid hipertensi dan hiperlipid, dan 1 diantaranya membahas faktor ras. Secara keseluruhan jurnal, didapatkan kesimpulan bahwa usia lebih tua, penurunan fungsi ginjal, dosis, komorbid hipertensi dan hiperlipidemia, dan ras merupakan faktor risiko terjadinya GIDM pada pasien SLE.
Uji Toksisitas Akut Sediaan SNEDDS Pentagamavunon-0 pada Mencit Betina BALB/c Perdana, Ilham; Yuniarti, Nunung; Puspitasari, Ika
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.98572

Abstract

Pentagamavunon-0 (PGV-0) merupakan senyawa turunan kurkumin yang dikembangkan dalam bentuk sediaan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dan memiliki aktivitas farmakologi terhadap brain disorder yang hingga saat ini belum terdapat data ilmiah mengenai tingkat keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi toksisitas SNEDDS PGV-0 berdasarkan parameter gejala toksisitas, perubahan berat badan dan nilai LD50. Penelitian dilakukan menggunakan prosedur uji sesuai OECD Test Guidelines 420 Fix-dose Procedure. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah 10 mencit betina BALB/c dengan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok kontrol diberi perlakuan senyawa pembawa SNEDDS dan kelompok perlakuan menggunakan SNEDDS PGV-0.  Dosis awal SNEDDS PGV-0 digunakan sebesar 300 mg/kgBB dan dilanjutkan untuk uji utama. Hasil penelitian menunjukkan adanya gejala toksisitas yang muncul pada pemberian SNEDDS PGV-0 berupa gatal, percepatan nafas, mengantuk hingga kematian. Terjadi kenaikan berat badan pada hewan uji, tetapi bukan perubahan berat badan yang bermakna (p>0,05). Penentuan nilai LD50 cut off sebesar 300 mg/kgBB dengan kategori toksisitas 4.
Exploring Financial Literacy Among MSME Owners and Managers: a Narrative Review for Community Pharmacy Measurement Seraguma, Rahzopan; Widayanti, Anna Wahyuni
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.98967

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) were crucial in shaping a nation’s economic landscape, particularly in developing countries. They acted as key drivers of economic development by boosting domestic production and creating job opportunities. However, MSMEs in these regions often faced significant challenges, particularly in accessing adequate financing. This narrative literature review examined the financial literacy of MSME owners and managers and its impact on improving their performance. The review utilized the Science Direct database, focusing on articles published in the last five years within the fields of business, management, accounting, economics, and finance. Only open-access research articles were included. Out of 2,259 articles screened, 2,249 were excluded due to mismatches in topic, methodology, or setting, resulting in 10 papers that aligned with the research focus. The findings highlighted that financial literacy provided entrepreneurs with a deeper understanding of corporate goals and strategies and familiarized MSME owners and managers with various financing options and support services available to them.
Pengaruh Metode Maserasi dan Soxhletasi Terhadap Kandungan Senyawa Penangkap Radikal Bebas Daun Kersen Menggunakan LC-MS Muadifah, Afidatul; Putri, Amalia Eka; Rahmawati, Desti Linda Dwi; Yudhantara, Sandi Mahesa
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.99625

Abstract

Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) mempunyai senyawa metabolit sekunder seperti fenol, flavonoid, terpenoid, tanin, saponin dan alkaloid yang berpotensi menjadi penangkap radikal bebas alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan senyawa penangkap radikal bebas di daun kersen (Muntingia Calabura L.) yang diekstraksi secara maserasi dan soxhletasi. Analisis senyawa pada daun kersen (Muntingia Calabura L.)  menggunakan Liquid Chromatograph Mass Spectrometry (LCMS). Hasil analisis LCMS ekstrak maserasi daun kersen (Muntingia Calabura L.) yaitu terdapat 85 senyawa terdiri dari flavonoid 68,63%, fenol 11,67%, terpenoid 2,77%, alkaloid 0,3%, saponin 2,2%, dan tanin 1,3%. Pada ekstrak soxhletasi terdapat 92 senyawa terdiri dari flavonoid 71,47%, fenol 10,16%, terpenoid 23,91%, alkaloid 1,04%, tanin 1,4%, dan saponin 1,5%. Analisis senyawa LCMS juga diperkuat dengan uji aktivitas penangkapan radikal bebas menggunakan DPPH pada ekstrak soxhletasi nilai  69,428 ppm sedangkan ekstrak maserasi 74,407 ppm, kedua ekstrak dikategorikan penangkap radikal bebas kuat. Dengan demikian, kandungan senyawa penangkap radikal bebas hasil analisis dengan LC-MS pada daun kersen (Muntingia Calabura L.) dari metode ekstraksi soxhletasi memperoleh persentase (% kadar) yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstraksi maserasi, didukung dengan uji DPPH ekstraksi soxhletasi dapat menghasilkan nilai  lebih kecil dari pada metode maserasi.
Evaluasi Perencanaan Obat di RSJ Mutiara Sukma Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Pendekatan Lean Hospital Darajati, Mudrikah; Satibi, Satibi; Yuniarti, Endang
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.101075

Abstract

Latar Belakang: Masalah kekosongan obat menyebabkan penundaan pengobatan dan ketidakpuasan pasien.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses perencanaan obat di RSJ Mutiara Sukma menggunakan pendekatan Lean Hospital, melalui penyusunan value stream mapping, mengidentifikasi waste, menganalisis akar penyebab waste kritis, dan memberikan usulan perbaikan.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara semi-terstruktur, Focus Group Discussion, dan telaah dokumen. Sampel terdiri dari 7 pegawai yang terlibat dalam proses perencanaan obat. Hasil: Hasil menunjukkan aktivitas non-value added (NVA) mencapai 75,55%, dengan necessary but non-value added (NNVA) sebesar 18,57% dan value added (VA) hanya 5,87%. Pemborosan dominan adalah waste of waiting dan waste kritis ditemukan pada pembuatan laporan yang dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel. Akar penyebab waste kritis meliputi prioritas pengembangan SIMRS yang belum menjadi fokus manajemen, serta ketiadaan standar prosedur operasional (SPO) dalam pembuatan laporan sirkulasi obat. Rekomendasi perbaikan mencakup pengembangan SIMRS sesuai kebutuhan perencanaan obat dan pelaporan, serta penyusunan SPO dan standarisasi pelaporan yang lebih terstruktur.Kesimpulan: Proses perencanaan obat di RSJ Mutiara Sukma masih belum efisien akibat pengembangan SIMRS yang belum optimal serta ketiadaan SPO dan standarisasi pelaporan
Penerapan Response Surface Methodology dalam Optimasi Proses Ekstraksi dari Artemisia vulgaris Terhadap Nilai Rendemen Kurniasih, Kholif Sholehah Indra; Firdausia, Rizqa Salsabila; Leswara, Dianita Febrina; Nurhayati, Adela; Febriana, Siti Zahara
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.101817

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan terhadap penggunaan bahan alam sebagai senyawa dalam proses pembuatan obat. Penggunaan bahan alam mempunyai efek samping yang cenderung lebih kecil dibandingkan dengan obat sintetik. Artemisia vulgaris memiliki kandungan metabolit sekunder yang dapat dijadikan sebagai kandidat obat bahan alam. Dalam mengisolasi senyawa metabolit tersebut diperlukan kondisi ekstraksi yang optimal untuk memberikan efek yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan optimasi kondisi proses ekstraksi pada Artemisia vulgaris sehingga diperoleh ukuran partikel, waktu maserasi serta konsentrasi pelarut yang optimal dalam mengisolasi metabolit sekunder berdasarkan atas nilai rendemen. Program Minitab 17 dengan Response Surface Methodology Box-Behnken Design digunakan dalam penelitian ini untuk memilih kondisi proses ekstraksi berdasarkan faktor-faktor yang dapat memberikan respon maksimal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi ukuran partikel 40, 60, dan 80 mesh, waktu maserasi 12, 24, dan 36 jam, serta variasi konsentrasi pelarut etanol 50%, 70%, dan 90%. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan nomer ayakan, waktu maserasi, dan konsentrasi pelarut dapat mempengaruhi %rendemen yang diperoleh. Diketahui nilai rendemen menggunakan nomer ayakan 40, waktu maserasi 24 jam serta konsentrasi etanol 90% memiliki %rendemen yang rendah, yaitu 0,715% jika dibandingkan dengan nomer ayakan 80, waktu maserasi 24 jam, dan konsentrasi pelarut 50% yaitu 3,42%.
Narrative Review: The Influence of Service Quality and Price on Pharmacy Patient Loyalty Amna, Shily Rahmatika; Wiedyaningsih, Chairun; Ardiningtyas, Bondan
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.102019

Abstract

A total of 30,199 retail pharmaceutical services were recorded in Indonesia in 2022, distributed across the country. The significant number of retail pharmacies intensifies competition within the sector. To compete effectively, retail pharmacies must gain and retain customer loyalty. It is widely recognized that service quality and price are key determinants of customer loyalty in the pharmacy sector. Notably, delivering high-quality services requires substantial financial investment. On the other hand, reducing prices to gain a competitive advantage may risk the company’s financial stability. This study aims to examine the comparative impact of service quality and price on customer loyalty in the pharmacy context. A narrative review methodology was employed, using the ScienceDirect, Summon, ProQuest, and Google Scholar databases to gather relevant literature. A total of 10 articles were analysed, examining the influence of service quality versus price on loyalty in pharmacies. Of these, eight articles concluded that service quality had a greater impact on customer loyalty, while two suggested that service quality and price had an equivalent influence. The findings of this study indicate that service quality has a more significant impact on customer loyalty in pharmacies.