cover
Contact Name
Dedy Kurniawan
Contact Email
dedykurniawan@umrah.ac.id
Phone
+62721-40171
Journal Mail Official
akuatiklestari@umrah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji Senggarang Jl. Politeknik Senggarang Telp. (0771) 4500097 ; Fax (0771) 4500097 PO BOX 155 - Tanjungpinang 29100 Website : https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/index Email : akuatiklestari@umrah.ac.id
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Akuatiklestari
ISSN : -     EISSN : 25988204     DOI : -
Akuatiklestari adalah jurnal ilmiah yang dikelola Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji yang diterbitkan secara elektronik. Akuatiklestari memiliki fokus pada isu isu Manajemen Sumberdaya Perairan seperti : biologi perikanan, ekologi perairan, pencemaran, pengkajian stok ikan, konservasi, produktivitas perairan, lingkungan perairan, ekowisata, pengolahan limbah dan pengelolaan sumberdaya
Articles 178 Documents
Analisis Kondisi Lamun Enhalus acoroides di Perairan Desa Sutera Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Jo, Ronaldus Oa; Minsas, Sukal; Kushadiwijaya, Ari Antasari; Idiawati, Nora
Akuatiklestari Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i.5152

Abstract

Lamun merupakan salah satu ekosistem penting untuk kehidupan biota laut di sekitarnya. Salah satu spesies lamun yang ada di perairan Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara adalah Enhalus acoroides. Kajian kondisi lamun dan parameter perairan perlu dilakukan sebagai informasi awal untuk pengelolaan secara terpadu. Analisis kondisi lamun meliputi kerapatan jenis, dan persentase tutupan jenis. Pengambilan data lamun dilakukan dengan metode line transect pada satu stasiun terdapat 3 line transek dengan panjang 50 m dan lebar 10 m dan kuadran transek 50 cm x 50 cm yang dipasang tegak lurus dengan garis pantai ke arah laut. Kerapatan jenis E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 25,87 ind/m², 16,37 ind/m², dan 20,5 ind/m², secara berurutan. Rata-rata persentase tutupan lamun E. acoroides pada stasiun I, II dan III adalah 27,77%, 17,01% dan 21,52% secara berurutan. Data kerapatan jenis dan persentase tutupan lamun ini dapat dikategorikan lamun di perairan dalam kondisi jarang. Parameter fisika-kimia perairan di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), kecerahan, kedalaman dan substrat telah dilakukan. Perairan Desa Sutera memiliki salinitas 19-20‰, temperatur 29-30oC dan pH 5,70-7,45. Kedalaman 1,38 cm dan kecerahan habitat lamun 45 cm. Substrat yang ditemukan berupa substrat debu, liat dan pasir yang di mana jenis substrat ini kurang cocok untuk pertumbuhan lamun E. acoroides. Hasil analisis korelasi antara kerapatan lamun dengan parameter fisika-kimia perairan menunjukan nilai korelasi dari sedang hingga sangat kuat hal ini sesuai dengan data lapangan dimana parameter fisika-kimia perairan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lamun.
Laju Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii Metode Keramba Bambu Apung Kurungan di Melanau Barat Pulau Lemukutan Minsas, Sukal; Gusdiar, Handre; Idiawati, Nora
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.4442

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dan korelasi pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan parameter lingkungan fisika dan kimia perairan. Penelitian ini menggunakan bibit rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan dengan berat awal 80 g (berat basah) selama 50 hari penanaman. Metode budidaya yang digunakan yaitu keramba bambu apung kurungan. Hasil penelitian memperoleh pertumbuhan rumput laut dengan nilai berat akhir 292,18 g, pertumbuhan mutlak 212,18 g dan laju pertumbuhan spesifik 5,3% per hari. Hasil korelasi parameter lingkungan arus, kedalaman dan kecerahan menunjukkan korelasi kuat dan parameter lingkungan DO, salinitas, suhu, pH, nitrat, dan fosfat menunjukkan korelasi sangat kuat.
Kandungan Kadmium (Cd) dalam Kerang Darah (Anadara granosa) dan Sedimen Asal Perairan Pulau Sedanau Kabupaten Natuna Linda, Riza; Warsidah, Warsidah; Kurniadi, Bambang
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.5109

Abstract

Pengelolaan sumber daya pesisir yang tidak berbasis lingkungan dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan pesisir, seperti masuknya cemaran zat organik ataupun zat anorganik ke dalam badan perairan. Salah satu bentuk cemaran yang sangat berpotensi hadir dalam lingkungan perairan laut adalah logam berat seperti Kadmium (Cd) sebagai akibat dari aktivitas manusia di dekat wilayah pesisir. Keberadaan logam ini sangat berpotensi  membahayakan biota laut seperti kerang-kerangan, kepiting, udang yang hidupnya di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan logam Cd dalam daging kerang darah (Anadara granosa) dan sedimen pada habitat kerangnya serta kelayakannya untuk dikonsumsi berdasarkan nilai ambang batas cemaran Cd yang disyaratkan. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Juni 2020 menggunakan 2 stasiun (titik sampling), menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasarkan jarak dari pusat aktivitas. Analisis cemaran logam berat Cd dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kandungan Cd dalam daging kerang A. granosa dan sedimen pada perairan pulau Sedanau pada kedua stasiun pengambilan sampel bernilai rata-rata 1,1123 mg/kg dan 1,4551 mg/kg di statsiun 1 serta 0,0781 mg/kg dan 1.4223 mg/kg, yang masih berada di bawah ambang batas yang disyaratkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 7387 tahun 2009 yaitu sebesar 1,5 mg/kg.
Produksi Serasah Mangrove Avicenia alba di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung Kusuma, Anma Hari
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.5195

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di pesisir tropis yang mampu beradaptasi terhadap salinitas dan dipengaruhi oleh pasang surut. Keberadaan mangrove dengan produksi serasahnya setelah mengalami dekomposisi merupakan salah satu sumber unsur hara bagi perairan sekitarnya. Serasah mangrove merupakan sumber bahan organik di perairan. Desa Sungai Nibung merupakan salah satu desa yang memliki ekosistem mangrove yang masih alami. Penelitian mengenai serasah mangrove untuk jenis Avicennia alba masih jarang dilakukan. Penelitian mengenai produksi serasah mangrove penting dilakukan agar dapat menganalisis produksi serasah mangrove di Desa Sungai Nibung. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli-Agustus 2022. Lokasi penelitian di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Pengambilan data mangrove dilakukan menggunakan metode transect kuadrat. Pengambilan contoh mangrove dilakukan dengan menganalisis jumlah serasah dari daun, ranting, bunga dan buah. Produktivitas serasah mangrove sebanding dengan umur, kerapatan mangrove dan fluktuasi curah hujan. Semakin tinggi umur dan kerapatan tajuk dan curah hujan maka semakin besar produksi serasah mangrove. Produksi serasah untuk jenis daun lebih besar dibandingkan jenis ranting dan bunga/buah karena dauh lebih cepat untuk regenerasi.
Identifikasi Alat Tangkap Perikanan Ramah Lingkungan di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh Prajaputra, Vicky; Isnaini, Nadia; Miraza, Adithya Zulfadli
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.5579

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo (PPSL) telah menjadi salah satu pelabuhan perikanan yang berkontribusi signifikan dalam sektor perikanan tangkap di wilayah Banda Aceh. Para nelayan mengandalkan berbagai alat penangkapan ikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan utama penelitian ini mengidentifikasi alat tangkap perikanan eco-friendly berbasis Code of Conduct Responsible for Fisheries (CCRF) di PPSL, Banda Aceh. Penelitian dilakukan secara observasi dan wawancara kepada responden. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan, yaitu pukat cincin, pancing ulur, dan pancing rawai. Alat tangkap jenis pancing ulur dan pancing rawai menjadi prioritas layak beroperasi di PPSL dengan perolehan nilai tingkat keramahan lingkungan masing-masing sebesar 35 dan 33, sehingga kedua alat tangkap tersebut tergolong ke dalam kategori sangat eco-friendly. Sementara pukat cincin masuk ke dalam kategori alat tangkap kurang eco-friendly dengan nilai sebesar 26. Meskipun demikian, pukat cincin masih layak beroperasi di PPSL karena memenuhi kriteria CCRF dengan baik, tidak begitu mengancam lingkungan dan perikanan secara keberlanjutan.
Target Strength Ikan Kerapu Cantang Terhadap Panjang Total Ikan Menggunakan Singlebeam Echosounder Febrianto, Try; Ma'mun, Asep; Apdillah, Dony
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.5606

Abstract

Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus >< Epinephelus lanceolatus) adalah salah satu produk budidaya utama di Indonesia dan mempunyai nilai harga yang tinggi yaitu berkisar mulai dari Rp. 110.000 hingga Rp.120.000/kg dan sudah menjadi komoditas ekspor penting terutama ke Hongkong, Jepang, Singapura dan Cina. Metode Hidroakustik merupakan metode deteksi objek (ikan) bawah air baik di kolam maupun di laut dan Nilai Target Strength (TS) merupakan parameter utama untuk menduga objek dibawah air, oleh karena itu perlunya dilakukan penelitian terkait nilai Target Strength (TS) dengan tujuan untuk mengetahui nilai hambur balik Ikan Kerapu Cantang yang selanjutnya akan dihubungkan dengan ukuran ikan tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap 30 sampel Ikan Kerapu Cantang yang terdiri dari berbagai macam ukuran, maka nilai TS yang didapat berkisar dari -56,17 hingga -40,4. Hubungan linier positif dapat terlihat dari hasil uji statistik yaitu mempunyai nilai R2 0,8. Berdasarkan hasil statistik di atas bahwa nilai rata-rata TS dipengaruhi nilai TL Ikan Kerapu Cantang. Adapun hasil dari uji statistik tersebut didapatkan persamaan sebagai berikut: TS200kHz = -87,92+42,75log10 (TL) (95% CI: -44,39 to -49,01 dB, 9 to 10 TL mm; R2=0,83).
Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Lamun di Kawasan Konservasi Perairan Wilayah Timur Pulau Bintan Habibah, Sayyidah Nur; Febriamansyah, Rudi; Mahdi, Mahdi
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.5612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektifitas pengelolaan konservasi sumberdaya lamun di Perairan Wilayah Timur Pulau Bintan. Akhir-akhir ini ditemukan sejumlah masalah pada kondisi lamun di perairan kawasan konservasi Bintan. Sebagai habitat laut yang berperan penting bagi kehidupan sumberdaya perairan dan masyarakat, ekosistem lamun perlu dikelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, yakni dengan melakukan survei menggunakan kuisioner dan FGD. Metode analisis efektifitas menggunakan pendekatan METT atau Management Effectiveness Tracking Tools dengan variabel yang diukur yaitu aspek konteks, perencanaan, inputs, proses, output dan outcome. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektifitas pengelolaan konservasi sumberdaya lamun di Perairan Wilayah Timur Pulau Bintan masuk dalam kategori kurang efektif dengan nilai skor METT 62,59% atau dengan nilai total efektifitas 87 dari 139 nilai maksimum. Berdasarkan elemen yang diukur yang masuk dalam kategori kurang efektif adalah elemen konteks (61,54%), perencanaan (57,14%), proses (56%), output (60,61%). Elemen yang dinilai sudah efektif adalah elemen input (71,43%) dan outcome (74,07%).
Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun Thalassia hemprichii di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan Oktavialy, Feby; Zulfikar, Andi; Melani, Winny Retna
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.4062

Abstract

Desa Pengujan menyimpan kekayaan sumberdaya hayati dan keanekaragaman ekosistem laut tropis yang berlimpah, salah satunya adalah padang lamun. Lamun yang banyak ditemui di Desa Pengujan adalah Thalassia hemprichii. Lamun bagi Perairan Desa Pengujan adalah tempat hidup biota seperti makrozobentos, bivalvia, dan jenis ikan-ikan yang hidup di sekitaran lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan lamun Thalassia hemprichii, produksi biomassa dan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan. Penelitian ini dilakukan dari bulan April – Desember 2021 berlokasi di Perairan Desa Pengujan. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Tahap awal yang dilakukan menentukan lokasi di Perairan Desa Pengujan yang memiliki sebaran lamun. Penentuan titik pengamatan menggunakan software ArcGis 10.8 dengan menentukan sebanyak 30 titik pengamatan yang diacak di daerah yang sebaran lamun banyak agar mewakili setiap perairan di Desa Pengujan dengan mengunakan plot 50x50cm. Laju pertumbuhan di 2 minggu pertama lebih besar, kemudian semakin menurun pertumbuhannya diminggu berikutnya selama 60 hari.  Rata-rata pertumbuhan daun lamun dalam 60 hari sebesar 0,7 cm/hari. Biomassa lamun setelah 60 hari di Perairan Desa Pengujan yaitu 108,5 gbk/m2. Hubungan laju pertumbuhan dengan parameter lingkungan selama 60 hari yang sangat signifikan adalah salinitas, TOM dan kecerahan.
Identifikasi Keanekaragaman Jenis dan Frekuensi Kemunculan Penyu Pada Ekosistem Terumbu Karang di Teluk Majene Atjo, Andi Arham; Nur, Rahmi; Abidin, Muhammad Rais
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.4883

Abstract

Permasalahan bidang pengelolaan ruang laut masih banyak yang perlu diangkat dan diperbaiki demi terwujudnya bangsa Indonesia sebagai poros maritim dunia. Salah satu permasalahan yang masih perlu pembenahan dan pengembangan adalah terkait upaya konservasi penyu di wilayah Indonesia. Teluk Majene terletak di tengah Kota Majene yang tentunya akan sangat mempengaruhi keberadaan ekosistem di laut termasuk biota penyu. Keberadaan penyu di ekosistem terumbu karang sering terlihat di daerah tersebut oleh nelayan dan para wisatawan lokal, namun pada kenyataannya belum ada sama sekali penelitian-penelitian yang menyentuh mengenai spesies tersebut padahal penyu merupakan spesies yang dilindungi. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk melakukan penelitian dasar sebagai langkah awal untuk konservasi penyu di Teluk Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan frekuensi kehadiran penyu di Kawasan Teluk Majene. Metode penelitian mencakup studi pendahuluan, survey awal, penentuan titik stasiun, pengambilan data lapangan yang meliputi tutupan komunitas karang, jenis dan frekuensi kemunculan. Dari data yang sudah didapatkan maka selanjutnya adalah analisis data. Hasil yang didapatkan adalah terdapat dua spesies penyu yang ditemukan di Teluk Majene. Penyu tersebut adalah dari jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Sedangkan untuk frekuensi kemunculan penyu yang diamati di Teluk Majene berkisar 50% sampai 100%.
Perikanan Skala Kecil dalam Mendukung Ekowisata di Teluk Kiluan Reza, Muhammad; Yudha, Indra Gumay; Diantari, Rara; Yuliana, Darma; Julian, David; Putriani, Rizha Bery; Caesario, Rachmad; Hasani, Qadar
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.5530

Abstract

Teluk Kiluan memiliki keindahan alam dan sumberdaya alam yang beragam sehingga kawasan ini menjadi destinasi wisata. Selain terdapat kegiatan wisata di Teluk Kiluan juga terdapat aktivitas perikanan tangkap. Aktivitas wisata dan perikanan ini berada dalam satu zona pemanfaatan yang sama. Peningkatan aktivitas wisata dan perikanan tangkap di Teluk Kiluan akan berakibat terjadi degradasi sumberdaya yang ada di sekitar Teluk Kiluan apabila tidak dikelola dengan baik. Aktivitas perikanan tangkap yang ada di Teluk Kiluan yaitu menggunakan alat tangkap longline. Maka aktivitas penangkapan perlu diatur seperti mengetahui tingkat ramah lingkungan alat tangkap longline. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 di Teluk Kiluan. Metode yang digunkan yaitu dengan snowball sampling dengan analisis data berdasarkan sembilan kriteria alat tangkap ramah lingkungan yang ditetapkan oleh FAO. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu alat tangkap longline tergolong alat tangkap yang sangat ramah lingkungan dengan total skor 30,4 sehingga dalam aktifitas penangkapan ikan menggunakan longline dapat mendukung pengembangan ekowisata di Teluk Kiluan.

Page 9 of 18 | Total Record : 178