cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM PELATIHAN KADER JUMANTIK DAN DISTRIBUSI KALENDER KURAS JENTIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KASUS DBD Chrisna Nur Hadyandiono; Zulfa Labibah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21790

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis prioritas dan akar penyebab masalah kesehatan masyarakat, menyusun rencana dan melakukan intervensi sesuai dengan permasalahan kesehatan masyarakat. Kegiatan pelatihan kader bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader jumantik mengenai upaya 3M Plus. Kegiatan ini berdasarkan pada data angka kejadian DBD di wilayah RW 5 Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal serta hasil observasi lingkungan. Pelatihan kader dibarengi dengan distribusi media promosi kesehatan berupa kalender kuras jentik kepada warga sekitar. Kegiatan Pelatihan terdiri dari pre test, sosialisasi, tanya-jawab, diskusi, dan post-test. Dari hasil post test kegiatan pelatihan didapatkan 91,30% pengetahuan ibu kader mengalami peningkatan yang menunjukkan keberhasilan dari kegiatan tersebut. Distribusi kalender kuras jentik dilaksanakan dengan memberikan edukasi singkat kepada masyarakat dari ibu kader. Hasil monitoring oleh pemantauan rutin kader jumantik didapatkan warga telah mengetahui waktu rutin menguras wadah air sebagai upaya 3M Plus. Hasil evaluasi kedua kegiatan menjadi dampak positif dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.Abstract: The purpose of community service activities is to identify, analyze priorities and root causes of public health problems, develop plans and carry out interventions in accordance with public health problems. Cadre training activities aim to increase the knowledge and understanding of jumantik cadres regarding 3M Plus activities. This activity is based on data on the incidence of dengue fever in the RW 5 Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal and the results of environmental observations. The cadre training was followed by the distribution of health promotion media in the form of a calendar to drain larvae to local residents. Training activities consisted of pre-test, socialization, questions and answers, discussion, and post-test. From the results of the post-test of the training activities, 91.30% of the cadre mothers' knowledge has increased, indicating the success of the activity. The distribution of the flick calendar was carried out by providing brief education to the community from the cadre mothers. The results of monitoring by routine monitoring of jumantik cadres found that residents already know the routine time to drain water containers as a 3M Plus effort. The evaluation results of both activities have a positive impact on efforts to improve public health.
PEMERIKSAAN VISUS SERTA EDUKASI MENGENAI MATA MERAH DAN PENGGUNAAN OBAT TETES Harka Prasetya; Alteriana Mydriati Sita Pritasari; Atik Rahmawati; Nika Bellarinatasari; Hikban Fiqhi K; Raditya Pradana Daryosta K; Wakhid Wibowo; Agus Setiyono; Ajik Kurniawan; Tirtanti Siwi Ariana; Tri Ningsih; Puji Lestari; Tyas Puji Ratnasari; Qurrotu A'yunina; Suparmi Suparmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20395

Abstract

Abstrak: Tingkat pengetahuan dan kesadaran warga pesantren dalam menjaga kesehatan mata masih tergolong rendah, maka pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pemeriksaan dan konsultasi mata, serta edukasi mengenai mata merah dan penggunaan tetes mata di Pondok Pesantresn (Ponpes) Islam Baitussalam, Mijen, Semarang. Kegiatan pemeriksaaan kesehatan mata dan edukasi diikuti oleh warga Ponpes Baitussalam, Mijen Semarang sebanyak 173 orang, yang berusia antara 7-76 tahun. Evaluasi keberhasilan edukasi dilaksanakan melalui pemberian pertanyaan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil pemeriksaaan mata diperoleh bahwa 43,9% peserta memiliki penglihatan yang normal, 38,2% memerlukan kacamata, 16,2% mengalami myopia, dan 15% memerlukan rujukan. Edukasi mengenai mata merah dan penggunaan tetes mata bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan sebesar 10% bagi warga pesantren Baitussalam, Mijen Semarang. Warga mengharapkan bahwa PkM dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan ada kerjasama dengan optik maupun rumah sakit yang dapat memberikan kacamata gratis sesuai hasil pemeriksaaan maupun operasi katarak gratis.Abstract: The level of knowledge and awareness of residents in keeping eye health is still low, so devotion to the community (PkM) waas aimed at providing examination and eye consultation, as well as education about red eyes and the use of eye drops in Pondok Pesantresn (Ponpes) Islam Baitussalam, Mijen, Semarang. The eye health examination and education activities were followed by the citizens of Ponpes Baitussalam, Mijen Semarang of 173 people, who are between 7-76 years of age. Evaluation of educational success was carried out by asking questions before and after the examination. Eye examinations showed that 43.9% of participants had normal vision, 38.2% needed glasses, 16.2% had myopia, and 15% needed reference. Education about red eyes and the use of eye drops is beneficial to increasing knowledge by 10% for the residents of the Baitussalam, Mijen Semarang. Citizens expect that the PkM can be implemented continuously and there is cooperation with optics and hospitals that can provide free glasses according to the results of the examination as well as free cataract surgery.
TRANSFORMASI EKONOMI DESA MELALUI INOVASI MASYARAKAT EKONOMI KREATIF, AKSELERATIF, DAN RAMAH LINGKUNGAN Annis Nurfitriana Nihayah; Dwi Rahmayani; Rahmadani Nur Permanawati; Nuuferulla Kurniantyas; Ayuntavia Ayuntavia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26410

Abstract

Abstrak: Desa Banyumeneng di Demak memiliki komoditas utama kunyit, namun hanya dijual dalam bentuk kunyit rajang kering dengan harga yang rendah karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam inovasi produk dan kurangnya adopsi teknologi. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dilakukan kegiatan PKM yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan kapabilitas masyarakat dalam menghasilkan produk olahan kunyit yang bernilai jual tinggi dan menumbuhkan ide bisnis yang inovatif. Kegiatan ini meliputi pelatihan diversifikasi produk, prinsip-prinsip GMP, desain logo dan kemasan, serta pemasaran melalui media sosial. Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang perempuan dari kelompok tani kunyit di Desa Banyumeneng. Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi atau wawancara langsung serta melakukan pencatatan informasi tentang hambatan dan motivasi dalam melaksanakan kegiatan, indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah 75% peserta yang merupakan kelompok tani mengalami peningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang diversifikasi kunyit, prinsip GMP, dan branding produk, serta dapat mempraktekkannya. Hasil evaluasi dari kegiatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan, dimana 90% peserta mampu memahami dan mempraktikkan teknik yang diajarkan. Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan prospek ekonomi desa dengan menambahkan nilai tambah pada produk kunyit mereka.Abstract: Banyumeneng Village in Demak has turmeric as its main commodity, but it is only sold in the form of dried turmeric with low prices due to limited knowledge and skills in product innovation and lack of technology adoption. To overcome this, PKM activities were carried out which aimed to improve the insights, skills, and capabilities of the community in producing high-value turmeric processed products and fostering innovative business ideas. This activity includes training on product diversification, GMP principles, logo and packaging design, and marketing through social media. The training was attended by 20 women from the turmeric farmer group in Banyumeneng Village...The evaluation of this activity was carried out using the discussion or direct interview method and recording information about obstacles and motivation in carrying out the activity, the success indicator of this activity is 75% of the participants who are farmer groups are able to understand the material to increase their knowledge about turmeric diversification, GMP principles, and product branding, and practice it. The evaluation results of the activity showed an increase in knowledge and skills, where 90% of participants were able to understand and practice the techniques taught. This initiative aims to empower the community and improve the economic prospects of the village by adding value to their turmeric products. 
BERANTAS BUTA AKSARA PADA MASYARAKAT SUKU ASLI PAPUA KAMPUNG WARMON KOKODA MENGGUNAKAN FLASH CARD Kasri, Muhamad Ali; Ardiansyah, Fuad; Hatsama, Abdulrahman; Hakim, Muhammad Arief; Patty, Graselia Elizabeth
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26512

Abstract

Abstrak: Masyarakat Kampung Warmon Kokoda yang belum bisa baca tulis dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadikan prtumbuhan Ekonomi di kampung tersebut kurang berkembang. Tujuan dari progam pengabdian ini adalah mengurangi angka buta aksara pada kampung Warmon Kokoda Kabupaten Sorong Papua Barat Daya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran adalah pembelajaran berbasis media flashcard. Sedangkan tahapan pengabdian yaitu Persiapan: Survei lapangan, Observasi dan wawancara, Analisis kebutuhan; Pelaksanaan Program : Perancangan Program, Sosialisasi, Implementasi Progam; dan Pelaporan : Evaluasi dan Monitoring, dan Laporan Akhir. Adapun proses pembelajarannya menggunakan media flash card. Mitra dalam program pengabdian ini adalah Kampung Warmon Kokoda yang menjadi peserta adalah Masyarakat Kampung Warmon Kokoda sebanyak 45 orang. Pencapaian masyarakat kampung warmon kokoda pada PKM ini terjadi peningkatan kemampuan membaca dan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Adapun presentase capaiannya adalah Kemampuan membaca meningkat sebesar 11,18% pada usia<15 tahun dan pada usia >15 tahun meningkat sebesar 7,31%. Sedangkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengalami peningkatan dengan presentasi 11,2% pada kategori usia<15 tahun dan pada kategori usia>15 tahun sebesar 4,8%. Capaian ini berdasarkan hasil post-test peserta atau masyarakat yang mengikuti pembelajaran keaksaraan dan pembelajaran penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Abstract: The people of Warmon Kokoda Village who cannot read, write and use good and correct Indonesian have made economic growth in the village less developed. The purpose of this community service program is to reduce the illiteracy rate in Warmon Kokoda Village, Sorong Regency, Southwest Papua. The method used in implementing learning is flashcard media-based learning. While the stages of community service are Preparation: Field survey, Observation and interview, Needs analysis; Program Implementation: Program Design, Socialization, Program Implementation; and Reporting: Evaluation and Monitoring, and Final Report. The learning process uses flashcard media. The partner in this community service program is Warmon Kokoda Village, which is participated by 45 Warmon Kokoda Village Community. The achievement of the Warmon Kokoda Village community in this PKM is an increase in reading ability and the use of good and correct Indonesian. The percentage of achievement is Reading ability increased by 11.18% at age <15 years and at age> 15 years increased by 7.31%. Meanwhile, the use of good and correct Indonesian language has increased with a presentation of 11.2% in the age category <15 years and in the age category> 15 years by 4.8%. This achievement is based on the results of the post-test of participants or the community who participated in literacy learning and learning the use of good and correct Indonesian language. 
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN MELALUI SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN BIOBRIKET Mahliza Nasution; Apip Gunaldi Dalimunthe; Muhammad Muslim Nasution
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24875

Abstract

Abstrak: Limbah pertanian jika tidak dikelola dengan tepat, tidak hanya dapat menyebabkan pencemaran lingkungan tetapi juga membawa potensi bahaya bagi kesehatan manusia. Melalui inovasi teknologi pengolahan, limbah pertanian dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif berupa biobriket, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi. Tujuan PKM ini yaitu meningkatkan softskill dan hardskill masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan biobriket yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan ekonomi Masyarakat. PKM ini dihadiri 28 peserta yang terdiri dari seorang petani, pekerja di industri pembuatan gula merah dan mahasiswa UMA. Sistem evaluasi berbentuk kuisioner yang dilakukan pada awal dan akhir kegiatan PKM. Persentase kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan limbah pertanian meningkat 53.3%, pada awal evaluasi 36.7% menjadi 90%. PKM ini telah berjalan efektif atau lancar.Abstract: If agricultural waste is not managed properly, it can not only cause environmental pollution but also pose potential dangers to human health. Through innovative processing technology, agricultural waste can be converted into alternative fuel in the form of biobriquettes, which are not only environmentally friendly but also have high selling value. The aim of this PKM is to improve the soft skills and hard skills of the community through socialization activities and training in making biobriquettes which is expected to increase awareness and economic welfare of the community. This PKM was attended by 28 participants consisting of a farmer, workers in the brown sugar manufacturing industry and UMA students. The evaluation system takes the form of a questionnaire which is carried out at the beginning and end of PKM activities. The percentage of public awareness regarding the use of agricultural waste increased by 53.3%, from 36.7% to 90% at the start of the evaluation. This PKM has been running effectively or smoothly.
PROGRAM KELOLA SAMPAH MANDIRI SEBAGAI UPAYA MERDEKA SAMPAH TINGKAT RUMAH TANGGA Maghfiroh, Isni Lailatul; Hanafi, Aprelia Afidatul; Fatmawati, Nilam; Khotimah, Fitria Khusnul; Arofah, Siti Khasirotun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25743

Abstract

Abstrak: Sampah merupakan masalah yang cukup serius dan menimbulkan dampak bagi kesehatan dan lingkungan. Tujuan utama dilaksanakannya program ini adalah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan peserta dalam melakukan pengelolaan sampah mandiri. Program kelola sampah mandiri (KELADI) menggunakan beberapa metode pembelajaran yaitu kombinasi metode ceramah, video edukasi, demonstrasi pengolahan sampah organic di rumah, dan diskusi. Mitra dalam pelaksanaan program ini adalah wanita usia 17-40 tahun anggota Pimpinan Daerah Nasyi’atul Aisyiyah Kabupaten Lamongan sejumlah 50 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner yang berisi 7 pertanyaan. Hasil evalausi ditemukan bahwa 62% peserta telah mengetahui bagaimana cara pengelolaan sampah di rumah, 100% menyadari bahwa pengelolaan sampah sangat penting dilakukan, 90% memiliki keinginan yang besar untuk dapat mengelola sampah, namun 54% peserta tidak tahu bagaimana cara membuat kompos sederhana di rumah. Setelah dilakukan rangkaian program ini, menunjukkan bahwa 100% peserta mengetahui cara mengolah sampah organic di rumah dan 90% akan berupaya untuk melakukan pengelolaan sampah di rumah. Hal ini menunjukkan bahwa program ini cukup efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta dalam melakukan pengolahan sampah tingkat rumah tangga.Abstract: Waste is a serious problem and has an impact on health and the environment. The main aim of implementing this program is to increase participants' knowledge, attitudes and skills in carrying out independent waste management. The independent waste management program (KELADI) uses several learning methods, namely a combination of lecture methods, educational videos, demonstrations of organic waste processing at home, and discussions. Partners in implementing this program are 50 women aged 17-40 years, members of the Nasyi'atul Aisyiyah Regional Leadership of Lamongan Regency. Evaluation was carried out using a questionnaire containing 7 questions. The evaluation results found that 62% of participants knew how to manage waste at home, 100% realized that waste management was very important, 90% had a great desire to be able to manage waste, but 54% of participants did not know how to make simple compost at home. After carrying out this series of programs, it shows that 100% of participants know how to process organic waste at home and 90% will try to manage waste at home. This shows that this program is quite effective in increasing participants' knowledge and attitudes in processing waste at the household level. 
IMPLEMENTASI TERAPI VIRTUAL REALITY SEBAGAI INOVASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH Prasetyaningrum, Putri Taqwa; Aryani, Eka; Ningsih, Ruly
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26542

Abstract

Abstrak: Layanan bimbingan dan konseling di sekolah menengah di SMP Negeri 2 Godean menghadapi kendala seperti rasio guru konselor yang tidak ideal dan metode layanan konvensional yang kurang inovatif. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan bimbingan dan konseling melalui implementasi terapi Virtual Reality (VR). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, dan pendampingan bagi guru dan siswa, dengan evaluasi yang dilakukan melalui observasi dan wawancara terstruktur. Program ini melibatkan 10 guru bimbingan dan konseling serta 384 siswa. Hasil menunjukkan peningkatan 100% dalam kemampuan guru menggunakan teknologi VR dan peningkatan 85% aksesibilitas layanan bimbingan dan konseling bagi siswa. Selain itu, terjadi peningkatan keterlibatan siswa dalam layanan bimbingan sebesar 70%, menunjukkan dampak positif terhadap kualitas layanan yang diberikan.Abstract: The guidance and counseling services at SMP Negeri 2 Godean face challenges such as an inadequate counselor-to-student ratio and conventional, less innovative service methods. The goal of this community service is to enhance the accessibility and quality of guidance and counseling services through the implementation of Virtual Reality (VR) therapy. Methods include socialization, training, workshops, and mentoring for teachers and students, with evaluation conducted through structured interviews and observations. The program involves 10 guidance counselors and 384 students. Results show a 100% increase in teachers' ability to use VR technology and an 85% improvement in service accessibility for students. Additionally, there is a 70% increase in student engagement in counseling services, indicating a positive impact on the quality of services provided.
MESIN PENCACAH RUMPUT PAKAN TERNAK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELOMPOK TERNAK Lesmanah, Unung; Yazirin, Cepi; Humaidah, Nurul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26588

Abstract

Abstrak Ternak kambing merupakan salah satu komoditi potensial untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kelompok ternak mitra melalui pemahaman manajemen pemeliharaan, teknologi pakan, dan pemasaran. Permasalahan yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman manajemen pemeliharaan ternak, peralatan produksi pakan yang belum menggunakan teknologi, serta minimnya pemahaman tentang ternak yang higienis. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan digital marketing, pelatihan manajemen kesehatan ternak, dan rancang bangun mesin pencacah rumput. Mitra pengabdian ini adalah Kelompok Ternak Rojokoyo Tentrem di Desa Sumberejo Poncokusomo, Malang, yang terdiri dari 10 orang peternak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak tentang manajemen pemeliharaan dan kesehatan ternak sebesar 40%, masalah pemasaran meningkat 30%, serta produktivitas ternak meningkat 30% berkat penggunaan mesin pencacah rumput. Dengan demikian, pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman dan produktivitas kelompok ternak mitra.Abstract: Goats are one of the potential commodities to fulfill the animal protein needs of the community. This community service aims to increase the productivity of partner livestock groups through understanding maintenance management, feed technology, and marketing. The problems faced include a lack of understanding of livestock maintenance management, feed production equipment that has not used technology, and a lack of understanding of hygienic livestock. The methods used are socialization, digital marketing training, livestock health management training, and design of grass chopping machines. The partner of this service is the Rojokoyo Tentrem Livestock Group in Sumberejo Poncokusomo Village, Malang, which consists of 10 farmers. Evaluation results showed an increase in farmers' knowledge of livestock maintenance and health management by 40%, marketing problems increased by 30%, and livestock productivity increased by 30% thanks to the use of grass chopping machines. Thus, this service succeeded in increasing the understanding and productivity of the partner livestock groups. 
APLIKASI CRABBING APARTMENT PADA USAHA PEMBESARAN DAN PEMATANGAN TELUR KEPITING BAKAU UNTUK MENDUKUNG EKONOMI SIRKULAR Fairus Fairus; Agus Putra Abdul Samad; Afrah Junita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26480

Abstract

Abstrak: Kelompok "Laot Berjaya" adalah sebuah kelompok petani nelayan pemula dari desa Lubuk Damar yang bergerak dibidang usaha pembesaran dan pematangan telur kepiting bakau, namun usaha mereka mulai menurun sejak terjadi banjir besar di tahun 2021 yang membuat keramba mengalami kerusakan dan kerugian besar. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi kepiting biasa maupun kepiting petelur melalui aplikasi Crabbing Apartment sehingga menambah pendapatan kelompok. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik. PKM ini diikuti oleh 12 anggota kelompok “Laot BerjayaEvaluasi dilakukan pada saat PKM berlangsung melalui kuesioner, juga saat pendampingan dan monitoring. Hasil PKM menunjukkan bahwa: (1) 81% mitra memahami materi teknologi pembesaran dan pematangan telur kepiting bakau; (2) 83% mitra memahami tentang ekonomi sirkular; (3) 82% mitra memahami dan terampil membuat Crabbing Apartment; (4) 84% mitra memahami cara pembuatan catatan keuangan sederhana yang baik dan benar; dan (5) 72% mitra mengalami peningkatan jumlah produksi kepiting.Abstract: The "Laot Berjaya" is a group of novice fishermen farmers from Lubuk Damar village engaged in the business of raising and maturing mangrove crab eggs, but their business has begun to decline since the big flood in 2021 which damaged the cages and caused major losses. The purpose of this PKM is to increase the quantity and quality of production of ordinary crabs and laying crabs so as to increase the group's income. The methods used are lectures, discussions, demonstrations, and practices. This PKM was attended by 12 members of the "Laot Berjaya", 2 extension workers, 3 lecturers, and 3 students. Evaluation was carried out during the PKM through questionnaires, as well as during mentoring and monitoring. The PKM results show that: (1) 81% of partners understand the material on mangrove crab egg rearing and maturation technology; (2) 83% of partners understand the circular economy; (3) 82% of partners understand and are skilled at making Crabbing Apartments; (4) 84% of partners understand how to make simple financial records properly and correctly; and (5) 72% of partners experienced an increase in the amount of crab production.
PEMANFAATAN SAMPAH DAUR ULANG MENJADI ALAT PERMAINAN EDUKATIF UNTUK MENDUKUNG PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Nina Afria Damayanti; Mutiara Febrianti; Theresia Sidauruk; Kartika Kurniasih; Vivi Alaida Mahya; Sere Virgin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25250

Abstract

Abstrak: Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, termasuk di Desa Rumah Gerat, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, di mana Bank Sampah Gesit yang dikelola TP PKK Desa terhenti operasionalnya akibat keterbatasan alat dan koneksi dengan pengepul. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menciptakan Alat Permainan Edukatif (APE) dari sampah daur ulang sebagai solusi alternatif pengelolaan sampah lokal. Sebanyak 25 orang terlibat, termasuk guru PAUD dan pengurus Bank Sampah Gesit sebagai mitra pendukung. Metode pelaksanaan meliputi analisis dan persiapan, perancangan dan produksi APE, serta monitoring dan evaluasi. Observasi lapangan digunakan untuk memilah jenis sampah daur ulang yang dapat dimanfaatkan, sementara riset menentukan jenis APE yang cocok. Hasilnya, tujuh jenis APE diciptakan dari bahan karton bekas, batok kelapa, dan botol plastik, seperti kartu huruf bergambar dan mazes geometris. Berdasarkan observasi dan wawancara terstruktur, 92% partisipan menyatakan bahwa APE tersebut mudah digunakan, aman, dan bermanfaat bagi anak-anak. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil mendukung pendidikan anak usia dini sambil membantu mengatasi masalah lingkungan lokal.Abstract: Indonesia faces serious challenges in waste management, including in Rumah Gerat Village, Deli Serdang Regency, North Sumatra, where the Gesit Waste Bank managed by the TP PKK Village has stopped operating due to limited tools and connections with collectors. This service activity aims to create Educational Game Tools (APE) from recycled waste as an alternative solution to local waste management. A total of 25 people were involved, including PAUD teachers and Gesit Waste Bank administrators as supporting partners. The implementation method includes analysis and preparation, design and production of APE, as well as monitoring and evaluation. Field observations were used to sort out the types of recyclable waste that could be utilised, while research determined the types of APE that were suitable. As a result, seven types of APE were created from used cardboard, coconut shells and plastic bottles, such as picture letter cards and geometric mazes. Based on observations and structured interviews, 92 per cent of the participants stated that the items were easy to use, safe and useful for children. In conclusion, this activity successfully supported early childhood education while helping to address local environmental issues.