cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 4 (2023): Oktober" : 18 Documents clear
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS METODE PENEMUAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BELAJAR MAHASISWA Mahsup Mahsup; Eka Fitriani; Ibrahim Ibrahim
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.19391

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan e-modul berbasis metode penemuan untuk meningkatkan pemahaman belajar mahasiswa berdasarkan kategori valid, praktis, dan efektif. Metode pengembangan dengan terdiri dari analisis, design, develop, evaluate dan implementasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data pemahaman mahasiswa dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan memvalidasi data e-modul dan menganalisis data respon dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian bahwa e-modul berbasis pendekatan penemuan yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor rata-rata 88,5, praktis dengan skor rata-rata 72,3 dan efektif dengan skor rata-rata 78% sehingga modul yang dikembangkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa.Abstract:  The purpose of this study is to develop e-modules based on discovery methods to improve students' learning understanding based on valid, practical, and effective categories. The development method consists of analysis, design, develop, evaluate and implementation. The data collected in this study are student understanding data and questionnaires. The data analysis technique used in this study is by validating e-module data and analyzing lecturer and student response data. The results of the study that the e-module based on the discovery approach developed were declared valid with an average score of 88.5, practical with an average score of 72.3 and effective with an average score of 78% so that the developed module could increase student understanding.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN STATISTIKA BERBANTUAN APLIKASI SPSS TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA Kadek Suryati; Evi Dwi Krisna
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17133

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penerapan pembelajaran statistika berbantuan aplikasi SPSS terhadap peningkatan hasil belajar siswa dan untuk mengetahui respon siswa tentang penerapan pembelajaran statistika berbantuan SPSS. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas sebanyak dua putaran yang diawali dengan pra-siklus, siklus I dan siklus ke II. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas D semester II Program Studi Teknik Informatika kampus Intitut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, dokumentasi, metode angket respon dan tes hasil belajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa rata-rata hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II, yaitu siklus I (71,48) dan siklus II (81,76) dan peroleh angket respon pembelajaran statistika untuk indikator kesenagan mahasiswa sebesar 81%, Konsentrasi mahasiswa 84%, keterlibatan atau rasa ingin tahu mahasiswa sebesar 90%, dan minat mahasiswa sebesar 74%. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran statistika berbantuan aplikasi SPSS efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dan respon atau tanggapan yang positif mahasiswa berikan terhadap pembelajaran statistika berbantuan aplikasi SPSS.Abstract: The purpose of this study was to determine the effectiveness of the application of SPSS application-assisted statistics learning to improve student learning outcomes and to determine student responses about the application of SPSS-assisted statistical learning. The research design used was two rounds of classroom action research starting with a pre-cycle, cycle I and cycle II. Each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation and reflection. This research was conducted in Class D semester II of the Informatics Engineering Study Program in campus Intitut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), with the number of samples is 25 people. Methods of data collection were carried out through observation, field notes, documentation, response questionnaire methods and learning achievement tests. From the results of the analysis, it was found that the average student learning outcomes had increased from cycle I to cycle II, namely cycle I (71.48) and cycle II (81.76) and the statistics learning response questionnaire for the student enjoyment indicator was 81%. Student concentration was 84%, student involvement or curiosity was 90%, and student interest was 74%. The conclusion of this research is that the application of statistics learning assisted by the SPSS application is effectively used to improve student learning outcomes and students give positive responses to statistics learning assisted by the SPSS application
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 13 BONE Nia Febrianti; Sri Wahyuni; Muliana Muliana
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17633

Abstract

Abstrak: Pembelajaran dengan metode diskusi kelompok belum membantu siswa untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah dan rasa ingin tahu sehingga kemampuan mengontrol pengetahuan kognitifnya kurang maksimal. Oleh karena itu, peneliti menghadirkan model pembelajaran RTE. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menggambarkan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio Exchange (RTE) dalam pembelajaran biologi terhadap kemampuan metakognitif siswa SMA Negeri 13 Bone, (2) membuktikan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio Exchange (RTE) dalam pembelajaran biologi terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 13 Bone.  Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Experimental Design. Instrumen penelitian menggunakan lembar angket MAI, Tes hasil belajar dan dokumentasi. Sampel penelitian yaitu kelas XI MIPA 4 berjumlah 34 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statatistik deskriptif dan inferensial. Adapun hasil penelitian yaitu: (1) Rata-rata keseluruhan indikator kemampuan metakognitif siswa berada pada kategori baik dengan skor 78,42, (2) Nilai rata-rata pre-test siswa sebesar 49 sedangkan nilai rata-rata post-test siswa sebesar 85 dengan hasil uji t didapatkan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga ada pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa.Abstract:  Learning using group discussion method hasn’t helped students have problem solving abilities and curiosity so their ability to control cognitive knowledge is less than optimal. Therefore, researchers present the RTE learning model. This study aims to: (1) describe effect of applying Rotating Trio Exchange (RTE) cooperative learning model in biology learning on the metacognitive abilities students of SMA Negeri 13 Bone, (2) prove the effect of applying Rotating Trio Exchange (RTE) cooperative learning model in learning biology on student learning outcomes SMA Negeri 13 Bone. The research used quantitative research with the type research Pre-Experimental Design. The research instrument used a questionnaire sheet MAI, learning achievement tests and documentation. The research sample class XI MIPA 4 of 34 students. Sampling was using purposive sampling technique. The data analysis technique used is descriptive and inferential statistical analysis techniques. The research results is: (1) The overall average students' metacognitive ability indicators was in the good category with a score 78.42, (2) The average score students' pre-test was 49 while the average value of students' post-test 85 with the results t test obtained a significance of 0.000 <0.05 so that there’s a significant influence application of the learning model on student learning outcomes.
PANDANGAN GURU SEJARAH DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK GENERASI Z Labibatussolihah Labibatussolihah; Nour Muhammad Adriani
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.16654

Abstract

Abstrak: Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai terobosan terbaru dalam menjawab tantangan abad ke-21 perlu melihat kebutuhan dan kondisi di lapangan berdasarkan apa yang dihadapi guru dan diinginkan oleh siswa dengan karakternya tersendiri. Studi ini bertujuan menganalisis pandangan, pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh guru-guru dalam mengajar mata pelajaran sejarah dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Melalui metode wawancara dengan pendekatan deskriptif kualitatif kepada delapan informan, termasuk guru senior dan junior, beberapa temuan penting dihasilkan pada empat aspek pembelajaran: kurikulum, materi pembelajaran, sumber belajar, dan media pembelajaran. Di antara temuan itu antara lain (1) guru memandang kurkulum secara objektif sebagai alat indoktrinasi pemerintah dalam arti positif maupun negatif serta cenderung mengkaitkan muatannya kearah nilai-nilai nasionalisme atau religi; (2) wawasan dan kebiasaan mengajar guru memiliki pengaruh dalam cara mereka mengkontekstualisasikan materi sejarah; (3) materi-materi sejarah yang kontroversial paling disukai oleh siswa dan dianggap penting untuk membuat mereka lebih bijak dalam memahami peristiwa sejarah; dan (4) buku teks masih menjadi sumber utama dalam pembelajaran sejarah, tetapi generasi guru muda lebih terbuka pada akomodasi sumber alternatif.Abstract:  The implementation of the Merdeka Curriculum as the latest breakthrough in addressing the challenges of the 21st century needs to take into account the needs and conditions in the field based on what teachers face and what students desire, each with their own character. This study aims to analyze the views, experiences, and challenges faced by history teachers within the framework of the Merdeka Curriculum. Through qualitative descriptive interview methods with eight informants, including senior and junior teachers, several important findings emerged in four aspects of learning: curriculum, learning materials, learning resources, and teaching media. Among these findings are: (1) Teachers perceive the curriculum objectively as a tool for government indoctrination in both positive and negative senses, tending to associate its content with nationalistic or religious values. (2) Teachers' insights and teaching habits have an influence on how they contextualize historical materials. (3) Controversial historical materials are preferred by students and are considered important in making them wiser in understanding historical events. (4) Textbooks still remain the primary source of historical learning, but younger generations of teachers are more open to accommodating alternative sources.
HISTORICAL BASED LEARNING: INOVASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS ANDRAGOGI Ismaul Fitroh; Joni Apriyanto; Resmiyati Yunus; Tonny Iskandar Mondong
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17459

Abstract

Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini yakni untuk membuat inovasi model pembelajaran sejarah pada mata kuliah Sejarah Indonesia Masa Hindu dan Buddha sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada lima prinsip andragogi yakni (1) adanya identifikasi kebutuhan; (2) materi yang menarik, (3) berbasis masalah, (4) memanfaatkan sumber belajar, (5) belajar yang bermakna. Lima prinsip andragogi bisa memunculkan inovasi dalam pembelajaran yakni disebut dengan model Historical Based Learning. Dalam model Historical Based Learning ada tujuh langkah dalam pembelajarannya yakni; (1) menentukan materi, (2) membentuk kelompok, (3) heuristic, (4) kritik, (5) interpretasi, (6) historiografi, (7) evaluasi.Abstract: The purpose of writing this article is to create an innovative historical learning model in the course of Indonesian History of the Hindu and Buddhist Period so that learning objectives can be achieved. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data were obtained from interviews, observations and documentation. The results showed that there are five principles of andragogy, namely (1) identification of needs; (2) interesting material, (3) problem-based, (4) utilizing learning resources, (5) meaningful learning. The five principles of andragogy can lead to innovation in learning, which is called the Historical Based Learning model. In the Historical Based Learning model there are seven steps in learning, namely; (1) determining the material, (2) forming groups, (3) heuristic, (4) criticism, (5) interpretation, (6) historiography, (7) evaluation.
MODEL PENGEMBANGAN KARIR TENAGA KEPENDIDIKAN (Studi di SMP Al Hikam Garut) Sehan Rifky; Tamsik Udin; Kristin Warningsih; Masduki Duryat; Hasan Rahmat; Juniari Tri Trisno
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17293

Abstract

Abstrak: Tenaga kependidikan seringkali dipandang sebelah mata karena dianggap pekerjaannya yang hanya sebatas hal administratif serta teknis, sehingga tidak perlu adanya pengembangan karir untuk tenaga kependidikan. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pengembangan karir tenaga kependidikan di SMP Al Hikam Garut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara, sumber data dari kepala sekolah, ketua Yayasan dan tenaga kependidikan SMP Al Hikam Garut. Hasil penelitian yang didapatkan bahwasannya diketahui implementasi pengembangan karir tenaga kependidikan di SMP Al Hikam Garut yakni kepala sekolah memfasilitasi keinginan serta minat para tenaga kependidikan untuk memilih pelatihan/lokakarya yang ingin diikuti, serta diberikan hak yang sama dalam melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. karena Pendidikan akan berbanding lurus dengan karir yang akan didapatkan. Kepala sekolah senantiasa memberikan tanggungjawab dan Amanah kepada para tenaga kependidikan untuk memegang sebuah kegiatan besar, dampaknya para tenaga kependidikan bisa mengenali potensi diri. Tenaga kependidikan juga didelegasikan dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh dinas atau lembaga lain, sehingga tenaga kependidikan bisa mendapatkan jejaring lebih luas, ini akan membuka peluang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Begitu besar peran tenaga kependidikan disekolah sehingga pengembangan karir bagi tenaga kependidikan sangatlah penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan semaksimal mungkin.Abstract:  Education staff are often looked down upon because their work is only limited to administrative and technical matters, so there is no need for career development for education staff. Therefore, the aim of this research is to find out how to implement the career development of educational staff at Al Hikam Middle School, Garut. This research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation and interviews, data sources from the school principal, chairman of the Foundation and educational staff at Al Hikam Middle School, Garut. The results of the research obtained show that the implementation of career development for education staff at Al Hikam Middle School in Garut is that the principal facilitates the desires and interests of education staff to choose the training/workshops they wish to take part in, as well as being given the same rights in continuing their education to a higher level. because education will be directly proportional to the career you will get. The school principal always gives responsibility and mandate to the education staff to carry out major activities, the impact of which is that the education staff can recognize their own potential. Educational staff are also delegated to activities organized by other agencies or institutions, so that educational staff can gain a wider network, this will open opportunities to share experiences and best practices in carrying out their assigned tasks. The role of educational staff in schools is so great that career development for educational staff is very important to pay attention to and implement as fully as possible.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT SENTENCE DAN QUANTUM TEACHINGDI TINJAU DARI HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA SISWA SMA NEGERI 25 BONE Ayu Ashari; Erwing Erwing; Sitti Asmah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17635

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran Concept Sentence dan Quantum Teaching di tinjau dari hasil belajar siswa. Dengan demikian penelitian ini digunakan karena siswa mengalami penurunan nilai yang diakibatkan dari pergaulan bebas, semangat belajar yang kurang kondusif dan kurang menyenangkan, sehingga peneliti berasumsi menggunakan kedua model pembelajaran tersebut sebagai penelitian. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimental bentuk Posttest-Only Control Design yang melibatkan kelas XI IPA 2 dengan penerapan model Concept Sentence dan kelas XI IPA 3 dengan penerapan model Quantum Teaching, jumlah sampel sebanyak 51 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah instrument tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sejumlah 20 nomor dan untuk teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis infernsial. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari kedua kelas eksperimen tersebut melalui analisis data deskriptif diperoleh rata-rata hasil belajar siswa mengunakan model Concept Sentence yaitu 77,88 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa dengan menerapkan model Quantum Teaching yaitu 81,92. Hasil analisis data inferensial menunjukkan bahwa taraf signifikasi yang diperoleh (0,044 < 0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan yaitu model Quantum Teaching lebih baik dibanding model Concept Sentence ditinjau dari hasil belajar biologi siswa.Abstract:  This research aims to determine the comparison Concept Sentence and Quantum Teaching learning models in terms of student learning outcomes. Thus, this research was used because students experienced a decline in grades resulting from promiscuity, less conducive learning enthusiasm and less fun, so the researcher assumed to use these two learning models as research. The type of research used was Quasi-experimental in the form of Posttest-Only Control Design involving class XI IPA 2 with application of the Concept Sentence model and class The data collection technique used is a learning outcomes test instrument in the form of a multiple choice number of 20 numbers and the data analysis technique uses descriptive analysis and inferential analysis. Based on the research results obtained from the two experimental classes through descriptive data analysis, the average student learning outcome using the Concept Sentence model was 77.88, while the average student learning outcome using the Quantum Teaching model was 81.92. The results of inferential data analysis show that the level of significance obtained is (0.044 < 0.05). It can be concluded that there’s a comparison, namely that the Quantum Teaching model is better than the Concept Sentence model in terms of students' biology learning outcomes.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS FLIPPED CLASSROOM PADA KLH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN EKOLOGIS TERINTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA Nurasyah Dewi Napitupulu; Ryka Marina Walanda; Septiano Anggun Pratama
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.16711

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kesadaran ekologis terintegrasi nilai-nilai Pancasila (kesadaran eko-sila) mahasiswa, melalui pembelajaran berdiferensiasi berbasis flipped classroom (FC) pada perkuliahan Kajian Lingkungan Hidup (KLH). Metode penelitian menggunakan quasi experiment dengan jumlah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing 35 orang. Pengelompokan pada kelas eksperimen berdiferensiasi didasarkan pada karakteristik mahasiswa yang terdiri atas self-efficacy dan self-motivation. Data kesadaran eko-sila  diperoleh melalui angket Skala Kesadaran Eko-Sila dan diuji peningkatannya dengan Uji N-Gain Ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan skor N-gain kesadaran eko-sila mahasiswa dengan self-eficacy rendah memperoleh skor N-gain = 0,3 dan pada self- eficacy tinggi = 0,5 dengan kategori sedang. Skor N-gain kesadaran eko-sila mahasiswa pada self-motivation rendah adalah 0,6 dan pada self-motivation tinggi sebesar 0,5, dengan kategori sedang. Hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran eko-sila sebesar 48,40%.  Disimpulkan bahwa peningkatan kesadaran eko-sila sebanding dengan self-eficacy dan berbanding terbalik dengan self-motivation mahasiswa. Kesadaran eko-sila dapat ditingkatkan dengan pembelajaran berdiferensiasi berbasis flipped classroom pada perkuliahan KLH. Disarankan pentingnya pengembangan  pembelajaran berdiferensiasi dalam era digital pada perkuliahan lainnya yang dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutanAbstract:  The purpose of this study is to determine the increase in integrated ecological awareness of students' Pancasila values (eco-sila awareness), through differentiated learning based on flipped classroom (FC) in Environmental Studies (KLH) lectures. The research method used quasi experiments with the number of experimental groups and control groups of 35 people each. The grouping in differentiated experimental classes is based on student characteristics consisting of self-efficacy and self-motivation. Eco-sila awareness data were obtained through the Eco-Sila Awareness Scale questionnaire and tested for improvement with the Normalized N-Gain Test. The results showed that the N-gain score of eco-moral awareness of students with low self-efficiency obtained an N-gain score = 0.3 and on high self-efficiency = 0.5 with the medium category. The N-gain score of students' eco-moral awareness on low self-motivation is 0.6 and on high self-motivation is 0.5, with the medium category. The results of the N-Gain test showed that the increase in eco-sila awareness was 48.40%.  It was concluded that increasing eco-sila awareness is proportional to self-efficiency and inversely proportional to students' self-motivation. Eco-sila awareness can be increased by flipped classroom-based differentiated learning in KLH lectures. It is suggested the importance of developing differentiated learning in the digital era in other lectures that can instill the values of Pancasila in a sustainable manner
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DALAM BERBAGAI PEMBELAJARAN Atika Nur Sabrina; Sugiman Sugiman; Mohammad Asikin; Isti Hidayah; Bambang Eko Susilo
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17380

Abstract

Abstrak: Kemampuan representasi matematis adalah kemampuan yang penting, karena itu banyak pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hal-hal apa saja yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review. Pencarian di jurnal terakreditasi nasional dan jurnal terindeks Scopus pada tahun 2016-2022 kemudian diseleksi secara bertahap dan sistematis menjadi 15 jurnal yang relevan dengan topik peningkatan kemampuan representasi matematis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis dapat ditingkatkan melalui berbagai model, strategi, dan pendekatan di mana dalam pembelajaran harus dapat membuat siswa aktif, guru hanya berperan sebagai fasilitator, siswa belajar secara berkelompok, siswa mengkonstruksi pengetahuannya dan menemukan sendiri konsep matematika, serta guru membuat materi matematika berdasarkan hal-hal yang ada dalam kehidupan nyata. Berdasarkan artikel jurnal yang diteliti, penggunaan beberapa representasi juga memengaruhi peningkatan representasi matematis itu sendiri. Menggunakan beberapa representasi akan memunculkan hubungan antar representasi sehingga siswa pemahaman matematika siswa semakin baik. Kemampuan guru dalam penggunaan beberapa representasi juga menjadi hal yang penting agar guru dapat secara optimal mendukung siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Penggunaan media pembelajaran juga menunjang peningkatan kemampuan representasi matematis siswa..Abstract:  This study aims to identify and describe what things can be used to improve mathematical representation skills. The method used in this research is the Systematic Literature Review method. Search in nationally accredited journals and Scopus indexed journals in 2016-2022 then selected gradually and systematically into 15 journals relevant to the topic of increasing mathematical representation skills. The results of this study indicate that the ability of mathematical representation can be improved through various models, strategies, and approaches in which learning must be able to make students active, the teacher only acts as a facilitator, students study in groups, students construct their knowledge and find their own mathematical concepts, and the teacher makes mathematical material based on things that exist in real life. Based on the journals studied, the use of multiple representations also affects the increase in the mathematical representation itself. Using multiple representations will bring up the relationship between representations so that students' understanding of mathematics is getting better. The ability of teachers to use multiple representations is also important so that teachers can optimally support students in solving mathematical problems. The use of learning media also supports the improvement of students' mathematical representation abilities.
OUTCOME-BASED EDUCATION PADA KURIKULUM MERDEKA: LINIERITAS PEMBELAJARAN DENGAN ASESMEN UNTUK MENCAPAI TUJUAN PEMBELAJARAN Badriah Badriah; Babang Robandi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.16042

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengekplorasi linieritas pembelajaran dengan asesmen untuk mencapai tujuan pembelajaran pada sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Secara lebih spesifik, penelitian ini menggali bagaimana Outcome-Based Education dilaksanakan pada tataran praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran melalui pembelajaran yang berpusat pada murid. Penelitian ini menggunakan studi kasus yang berpayung pada metode penelitian kualitatif. Penelitian ini melibatkan dua sekolah pengguna Kurikulum Merdeka dan 18 orang guru  dari Komite Pembelajaran. Data diperoleh dari dokumen rencana pembelajaran, observasi pembelajaran, dan wawancara semi-struktur. Data dari dokumen modul ajar, observasi, dan wawancara diinterpretasikan dengan cara analisis deskriptif-naratif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Outcome-Based Education tidak muncul pada ranah implementasi pembelajaran terlihat dari dokumen rencana pembelajaran dan pada pelaksanaan pembelajaran. Ketidaklinieran ditemukan pada: 1) capaian pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, 2) tujuan pembelajaran dengan rencana pembelajaran, 3) rencana pembelajaran dengan asesmen, dan 4) tujuan pembelajaran dengan kriteria ketercapaian pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru meningkatkan kemahiran dalam merancang pembelajaran yang linier dengan asesmen sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran.  Abstract:  This study aims to identify and explore the linearity of learning with assessment to achieve learning objectives in schools implementing the Merdeka Curriculum. More specifically, this study investigates how Outcome-Based Education is implemented in practical terms to achieve learning objectives through student-centered learning. This research utilizes a case study approach grounded in qualitative research methods. It involves two schools that use the Merdeka Curriculum and 18 teachers from the Learning Committee. Data is obtained from lesson plan documents, classroom observations, and semi-structure interviews. PeneData from teaching module documents, observations, and interviews are interpreted through descriptive-narrative analysis. The results of this research indicate that Outcome-Based Education does not appear in the realm of learning implementation, as seen in lesson plan documents and during teaching. Non-linearity is found in: 1) learning outcomes with learning objectives, 2) learning objectives with lesson plans, 3) lesson plans with assessments, and 4) learning objectives with criteria for achievement. Based on the research findings, it is recommended that teachers enhance their skills in designing linear learning with assessments to effectively achieve learning objectives.

Page 1 of 2 | Total Record : 18