cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024): April" : 5 Documents clear
GENGGELANG THE PEARL FROM NORTH LOMBOK Ardana Putra, I Nyoman Nugraha; Sujadi, Sujadi; Susanto, Hery
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i2.21563

Abstract

Abstrak: Desa Genggelang saat ini telah ditetapkan menjadi desa wisata dan memang sudah semenjak lama menjadi destinasi wisata unggulan bagi Kabupaten Lombok Utara. Kawasan ini merupakan daerah yang termasuk dataran tinggi dan berbukit yang memiliki udara yang masih bersih dan beberapa air terjun yang dalam Bahasa lokal disebut tiu. Kekayaan alam yang dimiliki oleh Desa Genggelang tersebut juga lebih menarik lagi dengan kekayaan budaya yang masih lestari. Tentu hal tersebut menjadi masalah bagi pelaku jasa wisata di Genggelang.Solusi yang ditawarkan berdasar permasalahan tersebut adalah melakukan studi tentang konsep agrowisata dan menentukan strategi pengembangan desa wisata. Upaya melakukan tersebut maka dilakukan kegiatan survey untuk mempertajam strategi yang akan dipilih. Selain itu dilakukan sosialisasi hasil studi dalam bentuk penyerahan berkas hasil studi kepada aparat desa. Target yang direncanakan adanya rumusan kebijakan pada pengembangan desa wisata. Rumusan strategi dari analisis tersebut harapannya dapat diterapkan kedepannya.Abstract: Genggelang Village has now been designated as a tourist village and has long been a leading tourist destination for North Lombok Regency. This area is a highland and hilly area that has clean air and several waterfalls which in local language are called tiu. The natural wealth of Genggelang Village is also even more interesting with its cultural wealth that is still preserved. Of course, this is a problem for tourism service providers in Genggelang. The solution offered based on this problem is to conduct a study on the concept of agrotourism and determine a strategy for developing tourist villages. In an effort to do this, survey activities are carried out to sharpen the strategy that will be chosen. In addition, the study results were disseminated in the form of submission of study results files to village officials. The planned target is to formulate policies for developing tourist villages. It is hoped that the strategy formulation from this analysis can be applied in the future.
PEDAMPINGAN MAHASISWA PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN 1 (PLP 1) DI SEKOLAH DASAR Khosiah, Khosiah; Setiawan, Irma; Sudarwo, Raden; Anam, Khaerul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i2.22423

Abstract

Abstrak: Pengenalan Lapangan Persekolahan satu (PLP 1) adalah proses pengamatan atau observasi yang dilakukan mahasiswa. Program Sarjana Pendidikan untuk mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan. Kegiatan ini mencakup observasi struktur organisasi dan tata kerja di sekolah, kultur sekolah, dan pelibatan aktivitas pendidikan di sekolah. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk empat kompetensi yang dipersyaratkan bagi calon guru profesional, yaitu: kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional. Pedampingan ini bertujuan menganalisis hasil refleksi pengalaman mahasiswa peserta PLP 1 untuk mengetahui penguasaan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan, pengalaman-pengalaman positif yang diperoleh dan tantangan yang dihadapi mahasiswa, sikap atau nilai-nilai yang berkembang dalam diri mahasiswa. Hasil pedampingan menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menguasai capaian pembelajaran dengan baik, mahasiswa memperoleh berbagai pengalaman positif dan pengalaman mengatasi tantangan yang muncul ketika melaksanakan kegiatan, ada sikap atau nilai-nilai baik yang berkembang dalam diri mahasiswa.Abstract:  Introduction to School Field One (PLP 1) is a process of observation or observation carried out by students. Bachelor of Education program to study aspects of learning and educational management in educational units. This activity includes observing the organizational structure and work procedures in schools, school culture, and involvement in educational activities in schools. This activity is expected to be able to form the four competencies required for prospective professional teachers, namely: personality competence, social competence, pedagogical competence and professional competence. This assistance aims to analyze the results of reflections on the experiences of students participating in PLP 1 to determine mastery of predetermined learning outcomes, positive experiences gained and challenges faced by students, attitudes or values that develop within students. The results of mentoring show that students can master learning outcomes well, students gain various positive experiences and experience in overcoming challenges that arise when carrying out activities, there are good attitudes or values that develop within students.
PENGEMBANGAN DESA WISATA TENIGA ”PENATAAN KAWASAN TAMAN PECATU” KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Ismail, Hijril; Yusuf, Dedi; Supriyadi, Supriyadi; Hidayati, Hidayati; Kadir, Abdul; Edi, Edi; Lukman, Lukman; Ariyani, Etika; Abdurrahman, Abdurrahman; Hafiz, Abdul; Ilham, Ilham
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i2.24113

Abstract

Abstrak: Desa teniga merupakan salah satu dari 7 desa yang berada di Dataran tinggi kecematan Tanjung kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat secara geografis desa Teniga berada di ketinggian 400 m di atas permukaan Laut,  Wilayahnya memiliki Luas 1440 H dan jumlah penduduk 2933 jiwa yang dimana penduduk tersebar di 9 Dusun. di Desa Teniga bermayoritas Penduduk beragama Islam dan suku asli Sasak, Desa Teniga Memiliki potensi ekonomi disektor perkebunan dan sektor Pariwisata. Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor, yang memi1iki potensi yang layak untuk dikembangkan dan dikelolaa secara maksimal. Salah satu tempat wisata yang dapat di kembangkan sebagai desa wisata yang ada di desa teniga yaitu taman pecatu. Adapun kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengembangkan potensi wisata yang berada di Desa Teniga  salah satunya menjadikan Taman pecatu sebagai salah satu destinasi wisata  yang diperuntukkan untuk meningkatkan perekonomian desa. Metode yang digunakan ialah melalui penataan Taman pecatu sebagai desa wisata dengan beberapa tahapan didalamnya. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membuat masyarakat di desa Teniga sadar akan besarnya potensi wisata yang dimiliki sehingga dapat terus melanjutkan pengembangan agar ke depannya dapat menarik minat wisatawan dalam jumlah besar berkunjung ke desa Teniga.Abstract:  Abstract: teniga Village is one of 7 villages located in the Highlands of Tanjung kecematan, North Lombok regency, West Nusa Tenggara province geographically Teniga village is located at an altitude of 400 m above sea level, its area has an area of 1440 H and a population of 2933 people where the population is spread over 9 Hamlets. in Teniga village with a majority population of Muslims and Indigenous Sasak, Teniga village has economic potential in the plantation sector and the tourism sector. Tourism in Indonesia is one of the sectors, which memi1iki feasible potential to be developed and managed to the maximum. One of the tourist attractions that can be developed as a tourist village in teniga village is pecatu Park. The service activity aims to help the community develop tourism potential in Teniga Village, one of which is to make pecatu Park as one of the tourist destinations intended to improve the village economy. The method used is through the arrangement of pecatu Park as a tourist village with several stages in it. With this service activity, it is hoped that it can make the community in Teniga village aware of the amount of tourism potential that is owned so that it can continue to develop so that in the future it can attract large numbers of toaurists visiting Teniga village.
SOSIALISASI SERTA EDUKASI DALAM MEMPERKUAT PARTISIPASI POLITIK WARGA BINAAN PERMASYARAKATAN MENYAMBUT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Wartoyo, Franciscus Xaverius; Harlingan, David; Harjono, Evy; Maghribi, Genta; Mulyani, Rita
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i2.21951

Abstract

Abstrak: Pemilihan umum (Pemilu) adalah salah satu pilar demokrasi yang vital dalam menjaga kesehatan suatu negara. Dalam konteks ini, perlu memperhatikan kelompok unik, yaitu Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) yang berada di dalam lembaga pemasyarakatan. WBP sering menghadapi keterbatasan dalam akses terhadap informasi, pendidikan, dan partisipasi politik yang diperlukan untuk menjadi pemilih yang terinformasi dan terlibat dalam proses demokrasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan politik di kalangan WBP, meningkatkan partisipasi politik mereka, serta pengembangan keterampilan sosial dan hidup yang berguna setelah pembebasan. WBP menjadi lebih percaya diri dalam berperan aktif dalam proses politik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan politik di kalangan WBP, meningkatkan partisipasi politik mereka, serta pengembangan keterampilan sosial dan hidup yang berguna setelah pembebasan. WBP menjadi lebih percaya diri dalam berperan aktif dalam proses politik. Kegiatan edukasi di dalam lembaga pemasyarakatan berperan penting dalam mempersiapkan mental dan meningkatkan partisipasi politik WBP. Meskipun memiliki dampak positif, terdapat tantangan dalam hal sumber daya dan akses teknologi yang perlu diatasi. Dengan pengalokasian sumber daya yang tepat dan solusi kreatif, kegiatan edukasi ini dapat memainkan peran penting dalam memperkuat partisipasi politik dan kualitas demokrasi. Kegiatan edukasi di dalam lembaga pemasyarakatan membantu mempersiapkan WBP secara mental dan meningkatkan partisipasi politik mereka, menjaga kesehatan demokrasi, dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan demokratis.Abstract: General elections (Pemilu) are one of the vital pillars of democracyin maintaining the health of a nation. In this context, it is important to consider a unique group, namely Incarcerated Citizens (WBP) within correctional institutions. WBP often face limitations in accessing information, education, and political participation necessary to become informed voters and engage in the democratic process. Research results indicate that an increase in political knowledge among WBP enhances their political participation and the development of social and life skills that are useful after their release. WBP become more confident in actively participating in the political process. Research findings also reveal that political education activities within correctional institutions play a crucial role in preparing the mindset and enhancing the political participation of WBP. Despite having a positive impact, there are challenges related to resourcesand technological access that need to be addressed. With proper resource allocation and creative solutions, these educational activities can play a significant role in strengthening political participation and the quality of democracy. Educational activities within correctional institutions aid in mentally preparing WBP and increasing their political participation, thereby safeguarding the health of democracy and creating a more inclusive and democratic society.
PEMANFAATAN TANGRAM PUZZLE SEBAGAI MEDIA MENGENALKAN KOMPOSISI GEOMETRI DALAM ARSITEKTUR PADA ANAK USIA DINI Prihatiningrum, Atik; Ramawangsa, Panji Anom; Saputri, Dwi Oktavallyan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i2.22644

Abstract

Abstrak: Tangram merupakan permainan yang dapat mendukung perkembangan kemampuan visual spasial anak melalui pengolahan bentuk geometri dasar yang. Geometri dasar merupakan salah satu pokok kaian dalam pembelajaran matematika yang menerangkan sifat garis, sudut, bidang, dan ruang. Tujuan dari pengenalan komposisi geometri dasar adalah menumbuhkembangkan kemampuan kognitif anak. Pengenalan komposisi geometri dasar menggunakan media tangram puzzle bertujuan agar diharapkan berkontribusi meningkatkan kemampuan spasial anak, pemahaman konsep geometri sehingga pengenalan dasar tentang arsitektur dapat menjadikan arsitektur sebagai proses pembelajaran aktif melalui sebuah permainan konstruktif yang menyenangkan dan bermanfaat kepada guru-guru sekolah, serta memberikan gambaran kehidupan arsitek dan/atau mahasiswa arsitektur yang menyenangkan sehingga anak-anak dapat termotivasi untuk menggapai pendidikan dan kehidupan yang lebih baik di masa depannya.Abstract: Tangram is a game that can support the development of children's visual-spatial abilities through processing basic geometric shapes. Basic geometry is one of the main topics in mathematics, and it explains the properties of lines, angles, planes, and space. The aim of introducing basic geometric compositions is to develop children's cognitive abilities. The aim of introducing basic geometric composition using tangram puzzle media is to hopefully contribute to improving children's spatial abilities and understanding of geometric concepts so that a basic introduction to architecture can make architecture an active learning process through a constructive game that is fun and useful for school teachers, as well as providing an overview of life. Architects and/or architecture students who are fun so that children can be motivated to achieve a better education and life in the future.

Page 1 of 1 | Total Record : 5