cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2026): April" : 9 Documents clear
SOSIALISASI MANAJEMEN MUTU SEKOLAH BERBASIS KINERJA PENDIDIKAN DI SD MUHAMMADIYAH MATARAM Ilham, Ilham; Arrahman, Rudi; Supratman, Supratman; Habiburrahman, Habiburrahman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.38906

Abstract

Abstrak: Transformasi pendidikan saat ini menuntut sekolah dasar untuk berorientasi pada pencapaian kinerja yang terukur dan berkelanjutan. SD Muhammadiyah Mataram memiliki potensi strategis namun masih menghadapi kendala dalam implementasi manajemen mutu berbasis kinerja, terutama terkait belum adanya sistem indikator kinerja utama (KPI) yang terdokumentasi dan keterbatasan pemahaman tata kelola mutu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pendidikan inklusif dan berkualitas, serta mewujudkan manajemen mutu sekolah yang efektif, akuntabel, dan transparan. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahap utama: observasi awal, sosialisasi dalam bentuk seminar internal, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun target capaian unit kerja. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah adanya dokumen standar mutu pengelolaan sekolah yang mengacu pada penilaian kinerja pendidikan dan terciptanya sistem pengelolaan mutu yang terstruktur serta peningkatan kompetensi profesional kepala sekolah dan guru. Selama kegiatan pengabdian ini, para stakeholder SD Mudimat menyadari bagaimana pentingnya manajemen dalam pelayanan pendidikan yang modern, maju dan unggul, terutama para tenaga pendidik memiliki antusiasme yang tinggi dan mempunyai pengalaman baru dalam menata kelas sebagai ruang pembelajaran bagi peserta didik. Melalui program ini, sekolah mampu menjalankan instrumen pengendalian kinerja yang konkret untuk menjamin akuntabilitas kepada pemangku kepentingan.Abstract: The current transformation in education requires elementary schools to focus on achieving measurable and sustainable performance. SD Muhammadiyah Mataram has strategic potential but still faces challenges in implementing performance-based quality management, particularly regarding the lack of a documented key performance indicator (KPI) system and limited understanding of quality governance. This community service activity aims to provide an understanding of inclusive and quality education, as well as to realize effective, accountable, and transparent school quality management. The implementation method was carried out participatively through three main stages: initial observation, socialization in the form of internal seminars, and Focus Group Discussions (FGDs) to formulate work unit achievement targets. The outcomes of this community service activity include the development of school management quality standards aligned with educational performance evaluations, the establishment of a structured quality management system, and the enhancement of professional competencies among school principals and teachers. During this community service activity, stakeholders at Mudimat Elementary School realized the importance of management in modern, advanced, and excellent educational services; in particular, educators demonstrated high enthusiasm and gained new experiences in organizing classrooms as learning spaces for students. Through this program, the school was able to implement concrete performance control instruments to ensure accountability to stakeholders.
PENGUATAN KARAKTER PERCAYA DIRI DAN KOLABORATIF SISWA MELALUI PEMBELAJARAN TATA SURYA BERBASIS TEKNOLOGI MIXED REALITY DI SDIT DAARUL JIHAD Rakhmat, Galih Ashari; Noviana, Eka; Retnoningsih, Sri; Aji, Maulana Seno; Razzan, Muhammad Figo; Aji, Dhimas; Syaikhan, Muhammad Alif; A, Raka Gaizka; Muhamad, Ariq Zaki
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.37041

Abstract

Abstrak: Pembelajaran di tingkat sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan pendapat juga terbatasnya interaksi serta kolaborasi selama proses pembelajaran antara siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan karakter percaya diri dan kolaboratif siswa melalui implementasi teknologi Mixed Reality pada pembelajaran tata surya. Kegiatan PKM dilaksanakan di SDIT Daarul Jihad dengan melibatkan siswa sekolah dasar dan guru sebagai mitra pendamping. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pengembangan aplikasi pembelajaran menggunakan media Mixed Reality, pendampingan siswa selama kegiatan, serta evaluasi menggunakan angket dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi indikasi penguatan karakter siswa. Hasil kegiatan menunjukkan kecenderungan positif pada keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat, menjelaskan materi kepada teman, serta peningkatan interaksi dan kerja sama antar siswa selama pembelajaran berlangsung.Abstract:  Learning at the elementary school level still faces challenges in the form of low student confidence in expressing opinions and limited interaction and collaboration during the learning process between students. This activity aims to strengthen students' self-confidence and collaborative character through the implementation of Mixed Reality technology in solar system learning. The PKM activity was carried out at SDIT Daarul Jihad, involving elementary school students and teachers as mentoring partners. The implementation method included the preparation stage, Developing Application of learning using Mixed Reality media, student mentoring during the activity, and evaluation using questionnaires and observations. Data were analyzed descriptively to identify indications of strengthening student character. The results of the activity showed a positive trend in students' courage in expressing opinions, explaining material to friends, and increased interaction and cooperation between students during the learning process.
PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA TENTANG PENCEGAHAN DEMENSIA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DI DESA PARAHU KECAMATAN SUKAMULYA Adawiyah, Siti Robeatul; Saputra, Erwin; Lubis, Khoirunnisa
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.37493

Abstract

Abstrak: Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang berdampak terhadap penurunan fungsi kognitif, kemandirian, dan kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan lansia dan keluarga mengenai pencegahan demensia menjadi faktor risiko keterlambatan deteksi dan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan demensia melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan desain pre-test dan post-test pada 34 lansia di Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya. Media edukasi meliputi presentasi, leaflet, lembar balik, serta praktik senam otak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan lansia, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 17,6% pada pre-test menjadi 58,8% pada post-test. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan demensia. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan kader kesehatan.Abstract: Dementia is a major health problem in the elderly, impacting cognitive function, independence, and quality of life. Lack of knowledge among the elderly and their families regarding dementia prevention is a risk factor for delayed detection and treatment. This community service activity aims to improve the elderly's knowledge about dementia prevention through health education. The method used was health education with a pre-test and post-test design for 34 elderly people in Parahu Village, Sukamulya District. Educational media included presentations, leaflets, flipcharts, and brain gymnastics exercises. The results showed an increase in the elderly's knowledge level, with the good knowledge category increasing from 17.6% in the pre-test to 58.8% in the post-test. The conclusion of this activity is that health education is effective in improving the elderly's knowledge about dementia prevention. It is hoped that similar activities can be carried out continuously, involving families and health workers.
PENGAJARAN ESP BIDANG BUDIDAYA PERAIRAN BAGI SISWA KEJURUAN AGROBISNIS PERIKANAN AIR TAWAR Franciska, Holla; Sulistiyarto, Bambang; Gusliany, Gusliany
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.37985

Abstract

Abstrak: Penguasaan Bahasa Inggris berbasis kebutuhan kejuruan menjadi salah satu kompetensi penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada bidang perikanan dan budidaya perairan yang semakin terintegrasi dengan pasar global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris siswa SMK Negeri 5 Palangka Raya melalui pengajaran English for Specific Purposes (ESP) yang kontekstual dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah Communicative Language Teaching (CLT) dengan strategi pembelajaran berupa simulasi, diskusi, dan presentasi. Peserta kegiatan terdiri atas siswa kelas XI dan XII jurusan Agrobisnis Perikanan Air Tawar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman istilah teknis perikanan, kemampuan komunikasi lisan dalam konteks kejuruan, serta meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk keperluan akademik dan profesional. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul ajar ESP Perikanan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi positif terhadap penguatan kompetensi vokasional siswa dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan kejuruan.Abstract: English language proficiency based on vocational needs is a crucial competency for vocational high school (SMK) students, particularly in the fisheries and aquaculture sectors, which are increasingly integrated with the global market. This community service activity aims to improve the English communication skills of students at SMK Negeri 5 Palangka Raya through contextual and applicable English for Specific Purposes (ESP) teaching. The method used is Communicative Language Teaching (CLT), with learning strategies including simulations, discussions, and presentations. Participants consisted of 11th and 12th grade students majoring in Freshwater Fisheries Agribusiness. The results of the activity indicate an increased understanding of fisheries technical terms, oral communication skills in vocational contexts, and increased student confidence in using English for academic and professional purposes. Furthermore, this activity produced a Fisheries ESP teaching module that can be used sustainably. Thus, this program contributes positively to strengthening students' vocational competencies and supporting the improvement of the quality of vocational education.
PEMANFAATAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DI SDN 47 MATARAM Rochayati, Nurin; Zainuddin, Zainuddin; Sujudin, Sujudin; Hakim, Hamdi; Cantika, Mira; Indrianti, Cahaya; Nestita, Nesa; Aini, Zalfa Zahya; Aminarti, Dini; Aini, Zahratul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.38013

Abstract

Abstrak: Literasi digital adalah kemampuan yang sangat penting yang harus dikembangkan sejak tingkat sekolah dasar untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan belajar di era digital. Namun dalam praktiknya, penggunaan media digital di sekolah dasar masih terbatas dan tidak sepenuhnya terintegrasi dengan baik dalam proses pembelajaran.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa SDN 47 Mataram dengan memanfaatkan media audiovisual dalam proses belajar mengajar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan yang partisipatif dan edukatif, yang meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan pembelajaran dengan media audiovisual, pendampingan untuk guru, serta evaluasi dari kegiatan tersebut. Media audiovisual yang digunakan terdiri dari video edukatif dan tayangan interaktif yang dirancang sesuai dengan karakteristik siswa di sekolah dasar. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa dalam belajar, pemahaman terhadap konten digital yang edukatif, serta kemampuan siswa dalam mengakses dan menganalisis informasi digital dengan lebih kritis. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif pada peningkatan kemampuan guru dalam mengintegrasikan media audiovisual ke dalam pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media audiovisual terbukti efektif sebagai strategi untuk memperkuat literasi digital para siswa di sekolah dasar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik yang baik dalam mengembangkan pembelajaran yang berbasis literasi digital secara kontekstual dan berkelanjutan.Abstract:  Digital literacy is a very important skill that must be developed from elementary school level to prepare students to face learning challenges in the digital age. However, in practice, the use of digital media in elementary schools is still limited and not fully integrated into the learning process. This community service activity aims to improve the digital literacy of students at SDN 47 Mataram by utilizing audiovisual media in the teaching and learning process. The method used in this community service is a participatory and educational approach, which includes the stages of preparation, implementation of learning with audiovisual media, assistance for teachers, and evaluation of the activities. The audiovisual media used consists of educational videos and interactive shows designed in accordance with the characteristics of elementary school students. The results of this activity show an increase in student participation in learning, understanding of educational digital content, and students' ability to access and analyze digital information more critically. In addition, this activity also had a positive impact on improving teachers' ability to integrate audiovisual media into learning. Thus, the use of audiovisual media has proven to be effective as a strategy to strengthen digital literacy among elementary school students. This activity is expected to serve as an example of good practice in developing contextual and sustainable digital literacy-based learning.
PELATIHAN PERENCANAAN RENOVASI MASJID BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS FASILITAS DAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT Nasarudin, Nasarudin; Said, Khaeruddin; Masykur, Muhammad Zakki
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39609

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan jamaah Masjid Nurul Huda Dasan Baru dalam menyusun perencanaan renovasi masjid berbasis partisipasi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam perencanaan renovasi yang sistematis, serta rendahnya pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Kondisi ini menyebabkan renovasi cenderung bersifat insidental, kurang tepat sasaran, dan belum berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Learning (PAL) melalui tahapan sosialisasi (21 Maret 2026), perencanaan (25 Maret 2026), dan pelatihan (28 Maret 2026) yang diikuti oleh 47 peserta. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui diskusi, praktik langsung, dan pendampingan penyusunan rencana renovasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep perencanaan renovasi, kemampuan menyusun skala prioritas dan rencana tindak lanjut, serta meningkatnya partisipasi aktif dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumen rencana renovasi yang realistis dan berkelanjutan sesuai kebutuhan jamaah. Kegiatan pengabdian ini berhasil mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih sistematis, partisipatif, dan berorientasi jangka panjang dalam pengelolaan fasilitas masjid. Dengan demikian, model pelatihan berbasis partisipasi ini efektif dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dan dapat direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik serupa untuk mendukung pembangunan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.Abstract: This community service program aims to enhance the capacity of mosque administrators and congregants of Nurul Huda Mosque, Dasan Baru, in developing participatory-based mosque renovation planning. The main problems faced by the community partner include limited knowledge and skills in systematic renovation planning, as well as low levels of structured community involvement in decision-making processes. These conditions have resulted in renovation activities being carried out in an incidental, unstructured manner, often lacking sustainability and alignment with the actual needs of the congregation. The method applied in this program is the Participatory Action Learning approach, implemented through three main stages: socialization (March 21, 2026), planning (March 25, 2026), and training (March 28, 2026), involving 47 participants. The activities were conducted using participatory techniques, including group discussions, hands-on practice, and guided assistance in preparing renovation plans. The findings indicate a significant improvement in participants’ understanding of renovation planning concepts, their ability to identify priorities and formulate actionable plans, as well as increased active participation in deliberation and decision-making processes. The program successfully produced a realistic and sustainable renovation plan aligned with the needs of the mosque community. In conclusion, this program effectively transformed the community’s mindset toward a more systematic, participatory, and long-term oriented approach in managing mosque facilities. Therefore, this participatory-based training model is proven to be effective in strengthening community independence and has strong potential to be replicated in similar community contexts to support sustainable community-based development.
ASOSIALISASI PENCEGAHAN BAHAYA NARKOBA PADA GENERASI MUDA DI MTs DAN MA AL-MUJAHIDIN DESA REMPEK Sahril, Muhamad; Arifin, M. Anugrah; Yamin, Bahri; Z, Sahman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39323

Abstract

Abstrak: Penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja menjadi salah satu permasalahan serius yang mengancam masa depan generasi muda, khususnya pada tingkat pendidikan menengah. Siswa MTs dan MA sebagai kelompok usia rentan memerlukan edukasi preventif yang sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai bahaya narkoba serta membentuk sikap preventif terhadap penyalahgunaannya. Kegiatan dilaksanakan di MTs dan MA Al- Mujahidin Desa Rempek, Kabupaten Lombok Utara, dengan melibatkan 50 peserta didik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu penyampaian materi (sosialisasi), diskusi interaktif, dan refleksi bersama. Materi yang disampaikan mencakup jenis-jenis narkoba, dampak kesehatan, dampak sosial, serta strategi pencegahan di lingkungan sekolah dan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba serta tumbuhnya kesadaran untuk menjauhi dan mencegah penyalahgunaan zat terlarang. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan aktif dalam sesi diskusi. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas narkoba, serta mendorong peran aktif siswa sebagai agen perubahan di masyarakat.Abstract: Drug abuse among adolescents has become a serious issue that threatens the future of the younger generation, particularly at the secondary education level. Students of MTs and MA, as a vulnerable age group, require systematic and sustainable preventive education. This community service activity aims to enhance students’ understanding and awareness of the dangers of drugs and to foster preventive attitudes toward drug abuse. The activity was conducted at MTs and MA Al-Mujahidin in Rempek Village, North Lombok Regency, involving 50 students. The implementation method employed a participatory approach through three main stages: material presentation (socialization), interactive discussion, and collective reflection. The materials covered types of drugs, health and social impacts, as well as prevention strategies within school and family environments. The results indicate an improvement in students’ understanding of drug-related dangers and the development of awareness to avoid and prevent substance abuse. In addition, participants showed high enthusiasm and active engagement during the discussions. This program is expected to serve as an initial step in creating a healthy, safe, and drug-free school environment, as well as encouraging students to take active roles as agents of change in their communities.
LOKAKARYA PENULISAN CERPEN SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN EKSPRESI DIRI DAN LITERASI SASTRA PELAJAR SMA/MA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Putra, Sandi Justitia; Mandini, Denda Devi Sarah; Wijaya, Arya Ananta; Rahmat, Lalu Ahmad; Rahmandari, Ismi Arifiana; Sarlan, Yani Rosita; Titawati, Titin; Ningrum, Anisa Purwa; Sujudi, Anis; Zulhadi, Zulhadi; Arisandy, Rit; Sumanjayadi, Sumanjayadi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39417

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sastra serta mengembangkan ekspresi diri pelajar SMA/MA melalui lokakarya penulisan cerpen. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2025 di Aula Kantor Desa Bentek, Kabupaten Lombok Utara, oleh tim pengabdian dari Universitas 45 Mataram bekerja sama dengan Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik menulis cerpen, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap struktur dan teknik penulisan cerpen, serta meningkatnya kepercayaan diri dalam mengekspresikan ide melalui karya sastra. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya minat literasi di kalangan pelajar. Dengan demikian, lokakarya penulisan cerpen efektif sebagai media pengembangan literasi sastra dan ekspresi diri generasi muda.Abstract: This Community Service (PKM) activity aims to improve literary literacy skills and develop self-expression of high school/Islamic high school students through a short story writing workshop. The activity was carried out on October 6, 2025, at the Bentek Village Office Hall, North Lombok Regency, by a community service team from Universitas 45 Mataram in collaboration with Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira. The methods used included material delivery, interactive discussions, short story writing practice, and mentoring. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the structure and techniques of short story writing, as well as increased self-confidence in expressing ideas through literary works. In addition, this activity also encouraged the growth of literacy interest among students. Thus, the short story writing workshop is effective as a medium for developing literary literacy and self-expression for the younger generation.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN BAKSO IKAN DAN FISHCAKE BERBASIS CAMPURAN IKAN ALU-ALU DAN IKAN BOGOR DI DESA PETIKU, KABUPATEN PASER Irawan, Irman; nurfaidah, Nurfaidah; Sabela, Bendi; Sulistiawati, Septiana; Asikin, Andi Noor; Ardhanawinata, Adlina; Usman, Sukmawati; Hasanah, Rafitah; Khanna, Priatno
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39616

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu istri nelayan dalam mengolah ikan laut menjadi produk bernilai tambah berupa bakso ikan dan fishcake. Kegiatan dilaksanakan di Desa Petiku, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dengan pendekatan pelatihan berbasis praktik menggunakan desain one-group pretest–post test. Bahan baku utama yang digunakan adalah ikan alu-alu dan ikan bogor yang dikombinasikan untuk menghasilkan produk dengan karakteristik tekstur dan cita rasa yang optimal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan produksi peserta dengan rata-rata sebesar 32,18%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemahaman bahan baku dan kandungan gizi. Produk yang dihasilkan memiliki tekstur kenyal dan elastis, yang menunjukkan terbentuknya gel protein miofibril secara optimal selama proses pemanasan. Penggunaan es dalam proses pencampuran serta kontrol suhu terbukti berperan penting dalam menjaga stabilitas protein dan kualitas produk akhir. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan, serta berpotensi meningkatkan nilai ekonomi produk berbasis sumber daya lokal.Abstract:  This community service activity aimed to improve the skills of fishermen’s wives in processing marine fish into value-added products, namely fish balls and fishcakes. The program was conducted in Petiku Village, Longkali District, Paser Regency, East Kalimantan, using a hands-on training approach with a one-group pretest–post test design. The main raw materials used were a combination of barracuda (alu-alu) and bogor fish, selected to optimize texture and sensory characteristics of the final products. The results showed a significant improvement in participants’ production skills, with an average increase of 32.18%. The highest improvement was observed in the understanding of raw materials and nutritional content. The produced fish balls and fishcakes exhibited desirable elastic and cohesive textures, indicating proper formation of myofibrillar protein gel during heat processing. The use of ice during mixing and proper temperature control played a crucial role in maintaining protein stability and enhancing product quality. This activity demonstrates that hands-on training is effective in improving community technical capacity in fish processing and has strong potential to increase the economic value of locally available fishery resources.

Page 1 of 1 | Total Record : 9