cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
PENYULUHAN PENGENALAN ORGAN REPRODUKSI WANITA Brahmana, Ivanna Beru
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i4.11027

Abstract

Abstrak: Masa pubertas pada seorang wanita ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi wanita. Apa dan bagaimana organ reproduksi wanita belum tentu dipahami oleh para wanita itu sendiri. Mahasiswi Fakultas Teknik banyak bergelut dengan material dan bangunan, notabene tidak terpikirkan tentang pemahaman organ reproduksi yang dimilikinya. Walau tidak sedikit mahasiswi yang kemudian muncul rasa keingintahuannya tentang apa dan bagimana tentang organ reproduksi wanita. Hal ini sejalan dengan usia mereka yang memasuki usia pubertas. Tujuan: Meningkatkan pemahaman mahasiswi Fakultas Teknik tentang apa dan bagaimana organ reproduksi wanita. Metode: Memberikan penyuluhan dan diskusi atau tanya jawab tentang apa dan bagaimana organ reproduksi wanita. Pretes dan postes dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan untuk mengetahui seberapa besar manfaat penyuluhan dapat meningkatkan pemahaman peserta pengabdian. Hasil & implikasi: Pengabdian dihadiri oleh 34 orang peserta yang keseluruhan adalah wanita. Materi penyuluhan dapat dicerna dengan baik oleh seluruh peserta, terlihat dari peningkatan nilai postes menjadi 95 dari nilai pretes 50. Kesimpulan: Penyuluhan dan diskusi atau tanya jawab dapat  meningkatkan pemahaman peserta pengabdian  tentang apa dan bagaimana organ reproduksi wanita. Abstract:  Puberty in a woman is marked by the start of the functioning of the female reproductive organs. What and how the female reproductive organs are not necessarily understood by the women themselves. A lot of students from the Faculty of Engineering struggle with materials and buildings, and in fact, they don't think about understanding their reproductive organs. Although not a few students who then arise curiosity about what and how about the female reproductive organs. This is in line with the age of those who enter the age of puberty. Objective: To increase the understanding of students of the Faculty of Engineering about what and how the female reproductive organs are. Method: Provide counseling and discussion or question and answer about what and how the female reproductive organs. Pretest and posttest were conducted before and after counseling to find out how much the benefits of counseling can increase the understanding of service participants. Results & implications: The service was attended by 34 participants, all of whom were women. The counseling material could be digested well by all participants, as seen from the increase in the post-test score to 95 from the pre-test score of 50. Conclusion: Counseling and discussion or question and answer can increase the understanding of service participants about what and how the female reproductive organs are.
LITERASI UNTUK ANAK DAN REMAJA MELALUI PEMANFAATAN BAHAN BACAAN Iskandar Iskandar; Nurul Fikriati Ayu Hapsari; Iwin Ardyawin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.10288

Abstract

Abstrak: Literasi Untuk Anak dan Remaja Melalui Pemanfaatan Bahan Bacaan di Desa Dasan Baru Lombok Tengah, Tahun 2022. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka aktualisasi Chatur Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengbadian kepada masyarakat dalam merespon tingkat literasi masyarakat yang rendah. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah tersampainya informasi dan pengetahuan tentang pentingnya membaca melalui penyediaan bahan bacaan yang cukup, baik secara jumlah dan kualitas yang diharapakan dapat berdampak pada peningkatan literasi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah sosialisasi yang terlebih dahulu dilakukan observasi dan diskusi secara rutin dengan pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, dengan menggunakan bahasa yang santun dan media yang dapat dipahami oleh masyarakat. Sasaran program pengabdian ini meliputi anak dan remaja yang masih aktif sekolah, yang tidak memiliki bahan bacaan yang cukup di tempat tinggalnya. Hasil dalam kegiatan ini adalah tersampainya informasi dan langkah-langkah yang terukur yang dapat dilakukan oleh anak dan remaja dalam membiasakan dan membetuk budaya baca yang baik, melalui pemanfaatan bahan bacaan secara langsung. Disamping itu dengan adanya kegiatan ini akhirnya peserta menyadari betapa literasi membaca dapat merubah peradigma berfikir dan menaikan taraf pengetahuan yang dapat membantu proses belajar di sekolah meraka.Abstract: The Use of Reading Materials to improve the Literacy for Children and Adolescents in the Village of Dasan Baru, Central Lombok, 2022. This activity was dedicated for actualizing the Chatur Dharma of University in the field of community service. It was one effort in responding to the low level of societies’ literacy. This activity aimed at spreading out the information related to the importance of reading. However, it could only be achieved by provisioning the sufficient reading material for the society, both in quantity and quality. Subsequently, this activity was expected to have an impact on improving the societies’ literacy. This activity employed socialization method which was done through regular observations and discussions with the parties who were involved in the implementation of community service. The targets of this service program were children and adolescents who were still active in school, but they did not have sufficient reading materials in their homes. The result of this activity is the delivery of information and measurable steps that can be taken by children and adolescents in forming a good reading culture through the use of directly reading materials. Besides, from this activity, participants finally realized how important the reading literacy is; it could change the paradigm of thinking and raise the level of knowledge which can help enhancing the learning process at their school.
COMPLEMENTARY IMPLEMENTATION OF MIDWIFE WITH THE UTILIZATION OF MORINGA OLEIFERA LAM FOR SKIN HEALTH AND BEAUTY Islah Wahyuni; Desi Nindya Kirana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.9543

Abstract

Abstrak: Masker organik kerap dipilih masyarakat sebagai alternatif dalam merawat kesehatan kulit wajah. Masker organik dapat dibuat dengan bahan dasar yang berasal dari buah, sayuran, dan rempah. Daun kelor (Moringa Oleifera L) mengandung banyak senyawa yang berguna bagi kesehatan kulit wajah. Antioksidan yang ada dalam kandungan daun kelor dapat memperbaiki sel kulit wajah yang rusak akibat radikal bebas,mencerahkan kulit wajah serta melindungi kulit wajah. Vitamin, mineral, kalsium, fosfor dapat mengurangi flek hitam di wajah sehingga dapat mencerahkan kulit wajah. Fenolat yang terkandung didalamnya berfungsi melindungi dan menjag kelembaban kulit wajah. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah untuk memfasilitasi Ibu Hamil dengan melakukan pemberian informasi, konseling tentang kesehatan persalinan dan pemberian pelayanan kecantikan pada Ibu Hamil pemberian (masker wajah).  Metode dari pemberdayaan ini dilaksanaan dengan 3 tahapan yaitu penyuluhan (pemberian informasi, materi), Diskusi (konseling), dan Demonstrasi (pemberian pelayanan masker wajah dengan Daun Kelor kepada Ibu hamil) kegiatan ini dilakukan selama 2 kali pertemuan. Jumlah peserta kegiatan pemberdayaan ini yaitu : 20 orang ibu hamil. Hasil: setelah pemberian penyuluhan, konseling dan demonstarsi didapatkan hasil dari evaluasi Ibu hamil dapat mengetahui, memahami, serta dapat mengajarkan kepada keluarganya agar keluarganya bisa memberikan masker Daun Kelor ketika Ibu hamil tersebut membutuhkan. Abstract:  Organic masks are often chosen by the public as an alternative to facial skin health care. Organic masks can be made with basic ingredients made from fruits, vegetables, and herbs. Moringa oleifera leaves contain many benefits that are beneficial to the health of facial skin. Antioxidants in the content of Moringa leaves can repair facial skin cells damaged by free radicals, brighten facial skin also protect facial skin. Vitamins, minerals, calcium, phosphorus can reduce black spots so that it can brighten facial skin. Phenolate contained therein serves to protect and maintain the skin’s facial moisture. The purpose of this empowerment is to facilitate pregnant women by providing information, counseling about health and providing beauty services to pregnant women by presenting (face masks). The method of empowerment is carried out in stages, namely counseling (providing information, materials), Discussion (counseling), and Demonstration (providing face mask services with Moringa leaves to pregnant women). This activity was carried out for 2 meetings. The number of participants in this empowerment activity is 20 pregnant women. Results: after providing counseling, counseling and demonstrations the results of the evaluation when pregnant women can know, understand, and can teach their families so that their families can give Moringa Leaf masks Pregnant women need.
PELATIHAN PENERAPAN DIGITAL MARKETING BAGI PELAKU UMKM DI DESA Hasanah, Mahmudah; Sari, Raihanah; Azizah, Ni'mah; Puspita, Prima Mega; Risa, Nanda Factur
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i4.10941

Abstract

Abstrak: Desa Pemakuan terkenal dengan hasil produksi sagu dan terletak di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dan memiliki luas 3.05 km2. Hasil olahan sagu biasanya dijual ke pasar Martapura, Banjarbaru dan Banjarmasin secara tradisional dan membuat ruang lingkup penjualan menjadi sempit dan hanya pembeli yang datang kepasar saja yang mengenal produk mereka dan imbasnya kepada pendapatan UMKM sendiri yang tidak meningkat, sehingga diperlukan sebuah solusi berupa pelatihan tentang digital marketing agar UMKM Basamaan di desa Pemakuan bisa memperkenalkan produk mereka kepada calon konsumen baik secara online maupun offline  dengan tujuan mereka akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Kegiatan pengabdian dilakukan secara tatap muka langsung dengan pelaku UMKM Basamaan di Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk. Mereka diberikan pelatihan menegai penerapan digitalisasi marketing meliputi penjualan melalui media sosial seperti Whatsapp, Twitter, Instagram, Facebook dan marketplace, serta membuat video menarik untuk memperkenalkan produk mereka dengan bantuan seorang bloger. Hasil kegiatan ini berupa pembuatan website oleh perwakilan masyarakat Desa Pemakuan yang berisi pemasaran produk-produk mereka berupa sagu, baik yang masih berupa mentah maupun sagu yang sudah diolah.Abstract:  Pemakuan Village is famous for its sago production and is located in Sungai Tabuk District, Banjar Regency, South Kalimantan Province, and has an area of 3.05 km2. Processed sago products are usually sold to the Martapura, Banjarbaru, and Banjarmasin markets traditionally and make the scope of sales narrow and only buyers who come to the market are familiar with their products and the impact on the MSME income itself is not increasing, so a solution is needed in the form of training on digital marketing so that the Basamaan MSMEs in Pemakuan village can introduce their products to potential consumers both online and offline with the aim that they will get much greater profits than before. Service activities are carried out face-to-face with Basamaan SMEs in Pemakuan Village, Sungai Tabuk District. They are given training on the application of digitalization marketing including selling through social media such as Whatsapp, Twitter, Instagram, Facebook, and the marketplace, as well as making interesting videos to introduce their products with the help of a blogger. The result of this activity is the creation of a website by representatives of the Pemakuan Village community which contains the marketing of their products in the form of sago, both raw and processed sago.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN TELASIH BIK RESTI DAN STRATEGI PEMASARAN BERBASIS DIGITAL SEBAGAI PENINGKATAN EKONOMI BERKELANJUTAN PASCAERUPSI SEMERU Setyaningtias, Siva Putri; Prameswari, Dinda Putri; Putra, Dwi Rizky Ardi; Hidayatullah, Ferdi; Nurdian, Yudha
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i4.8164

Abstract

Abstrak: Telur asin merupakan telur mentah yang diolah melalui proses pengolahan dan pengasinan. Keuntungan dari proses pengasinan adalah meningkatkan cita rasa dari telur, yakni masir atau berpasir yang terdapat pada kuning telur. Peluang bisnis telur asin cukup besar sehingga diharapkan dapat berkembang dengan pesat khususnya di Dusun Rekesan Timur. Tujuan dari produksi telur asin yaitu menciptakan peluang dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan pascaerupsi Semeru dan sebagai aksi ketahanan pangan berkearifan setempat, memanfaatkan telur bebek untuk diolah menjadi produk telur asin yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Metode yang digunakan oleh mahasiswa KKN untuk pelaksanaan pengembangan telur asin melalui beberapa kegiatan diantaranya menggali potensi UMKM, Survey dan melalukan inovasi pembuatan telur asin, sosialisasi, dan pendampingan melalui digital marketing. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengembangan diantaranya produk telur asin, kemasan produk dari karton, poster produk, dan foto studio mini untuk membantu melancarkan proses pemasaran serta pendampingan melalui platform digital marketing seperti Facebook, Google Maps, WhatApps Business yang diharapkan dapat memaksimalkan penjualannya dan produk telur asin Dusun Rekesan Timur lebih dikenal luas.Abstract: Salted eggs are raw eggs that are processed through a processing and salting process. The advantage of the salting process is that it enhances the taste of the egg, which is the gritty or gritty content of the egg yolk. The salted egg business opportunity is quite large so it is hoped that it will develop rapidly, especially in the East Rekesan Hamlet. The purpose of salted egg production is to create opportunities for sustainable economic development after the Semeru eruption and as an action for food security with local wisdom, utilizing duck eggs to be processed into salted egg products that have a higher selling value. The method used by KKN students for the implementation of salted egg development is through several activities including exploring the potential of MSMEs, surveying and carrying out salted egg making innovations, socialization, and assistance through digital marketing. The results obtained from development activities include salted egg products, product packaging from cardboard, product posters, and mini photo studios to help expedite the marketing process and assistance through digital marketing platforms such as Facebook, Google Maps, WhatApps Business which is expected to maximize sales and egg products. salty Dusun Rekesan Timur is more widely known.
UPAYA PENERTIBAAN ADMINISTRASI ORGANISASI KEMAHASISWAAN TINGKAT FAKULTAS MELALUI PELATIHAN PENGADMINISTRASIAN SURAT-MENYURAT Akhmad Akhmad; I Made Suyasa; Sri Maryani; Fadlu Fadlu; Islahul Ummah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.10050

Abstract

Abstrak: Penertiban pendokumentasiann surat masuk dan surat keluar dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi sangat perlu dilakukan, mengacu pada lemahnya administrasi yang dilakukan oleh pengurus HMPS yang ada di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Memberikan Pembinaan dalam kegiatan pelatihan sangat diperlukan oleh mahasiswa untuk meningkatkan kualitas administrasi organisasi kemahasiswaan, agar menjadi acuan.  Salah satu alat untuk mengukur keberhasilan organisasi kemahasiwaan adalah ketertiban dalam administrasi organisasi. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode observasi, metode ceramah dan metode penugasan. Dari hasil kegiatan pelatihan yang dilakukan mahasiswa termotivasi dalam melakukan penertiban surat masuk dan surat keluar dalam organisasi HMPS sehingga rekam jejak kegiatan yang dilakukan dapat di data dengan sebaik mungkin. Kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan kualitas pemahaman tentang cara mengadministrasikan surat masuk dan surat keluar terutama pada penomoran surat dan penertiban pendokumentasian surat masuk dan surat keluar.Abstract: The regulation of the documentation of incoming and outgoing letters in the organization of the Study Program Student Association is very necessary, referring to the weak administration carried out by the HMPS management within the Faculty of Teacher Training and Education. Providing coaching in training activities is needed by the students to improve the quality of student organization administration, so that it becomes a reference.  One of the tools for measuring the success of student organizations is order in the administration of the organization. The methods used in this training are observation methods, lecture methods and assignment methods. From the results of the training activities carried out by the students, they are motivated in ordering incoming and outgoing letters in the HMPS organization so that the track record of the activities carried out can be recorded as well as possible. This activity also has an impact on improving the quality of understanding of how to administer incoming and outgoing mail, especially in the numbering of letters and the regulation of documenting incoming and outgoing letters.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN TOGA MENJADI JAMU MILENIAL Sulistiyowati, Erlita Layina; Melinda, Nailus Amany; Fistalia, Dewi Indah Ayu Ardiyanti; Octavia, Devi Ristian
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i4.11215

Abstract

Abstrak: Jamu adalah minuman herbal tradisional khas Indonesia yang masih ada sampai zaman modern. Desa Kuluran kecamatan Kalitengah memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dalam penyediaan bahan baku jamu, masyarakat desa biasa memanfaatkan sumber daya alam tersebut untuk membuat jamu sebagai upaya menjaga kesehatan. Permasalahan yang sering dihadapi oleh mitra adalah Kurangnya antusiasme generasi muda dalam konsumsi jamu dan menganggap jamu merupakan minuman yang kurang menarik dan tidak kekinian , adanya inovasi dalam pengolahan produk jamu dinilai sangat penting sehingga kawula muda lebih tertarik untuk mengkonsumsi ramuan tradisonal. Tujuan dari pengabdian ini adalah mengoptimalkan pemanfaatan TOGA dalam inovasi jamu kekinian, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam beberapa tahapan metode mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, khalayak sasaran, rencana bentuk intervensi, Pelatihan pengembangan dan pembuatan inovasi jamu milenial, serta Pendampingan Pembukaan Gerai jamu milenial. Pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan produk inovasi jamu Milenial golden yoghurt, jaman batu dan temu teman. Kemampuan mitra dalam memproduksi jamu kekinian menunjukkan dalam kategori sangat baik (>80%).  Abstract: Jamu is a traditional Indonesian herbal drink that still exists until modern times. Kuluran Village, Kalitengah sub-district has the potential of abundant natural resources in the provision of herbal raw materials, village people usually use these natural resources to maintain health. The problem often faced by partners is the lack of enthusiasm of the younger generation in consuming herbal medicine and considering herbal medicine to be an unattractive and unattractive drink at this time, innovation in the processing of herbal products is considered very important so that young people are more interested in consuming traditional herbs. The purpose of this service is to optimize the use of TOGA in today's herbal innovations, so as to increase productivity and the community's economy. This community service is carried out in several stages, starting from knowing the needs of the community, target audiences, form of intervention plans, training on the development and manufacture of millennial herbal medicine innovations, as well as mentoring for the opening of millennial herbal medicine outlets. This community service resulted in innovative products of herbal medicine Millennial golden yogurt, stone age and friends gathering. The partner's ability to produce herbal medicine is currently in the very good category (>80%).
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER UNTUK MENDUKUNG UPAYA PEMERITAH DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Aprillia Dwi Ardianti; M. Ivan Ariful Fathoni
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.9913

Abstract

Abstrak: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberika wawasan tentang pentingnya penggunaan hand sanitizer di masa pandemic ini, dan memberikan pelatihan pembuatan hand sanitizer sesuai standar WHO sebagai upaya Pencegahan penularan Covid-19 di kecamatan Trucuk. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari 3 tahap yaitu penyuluhan, pelatihan pembuatan hand sanitizer, dan penyebaran angket. Selama kegiatan ini berlangsung, peserta terlihat bersemangat mulai dari saat penyuluhan tentang keefektifan penggunaan hand sanitizer, cara penggunaan hand sanitizer, dan jenis hand sanitizer yang sesuai standart WHO. Ketika praktik pembuatan hand sanitizer juga terlihat peserta sangat antusias ditunjukkan dengan berperan aktif saat praktik secara berkelompok dalam pembuatan hand sanitizer oleh pemateri. Selain itu peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan remaja karang taruna sangat aktif Ketika diadakan sesi tanya jawab oleh pemateri. Setelah pelatihan ini akhirnya peserta dapat memahami betapa pentingnya penggunaan hand sanitizer dimasa pandemic ini, terlihat dari hasil angket yang diisi oleh peserta setelah kegiatan. Peserta pelatihan memberikan respon positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Peserta pelatihan tampak antusias yang ditunjukkan dengan semua peserta ikut menyimak dan terlibat dalam praktek pembuatan hand sanitizer. Berdasarkan angket evaluasi kegiatan diperoleh hasil bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi peserta. Peserta juga tertarik untuk mengikuti acara sejenis dengan topik yang berbeda.Abstract:  This activity aims to provide insight into the importance of using hand sanitizers during this pandemic and provide training on making hand sanitizers according to standards to prevent the transmission of Covid-19 in Trucuk sub-district. The method of implementing community service activities consists of 3 stages, namely counseling, training on making hand sanitizers, and distributing questionnaires. During this activity, the participants looked enthusiastic starting from the time of counseling about the effectiveness of using hand sanitizers, how to use hand sanitizers, and the types of hand sanitizers according to WHO standards. During the practice of making hand sanitizers, the participants were very enthusiastic, which was shown by the presenters playing an active role during group practice in making hand sanitizers. In addition, PKK women and youth group participants were very active when the presenters held a question and answer session. After this training, participants finally understood how important it is to use hand sanitizers during this pandemic, as seen from the questionnaire results that participants filled out after the activity. The training participants gave a positive response to the activities carried out. The training participants seemed enthusiastic, which was shown by all the participants listening and being involved in the practice of making hand sanitizers. Based on the activity evaluation questionnaire, it was found that this activity was beneficial for the participants. Participants are also interested in participating in similar events with different topics.
PELATIHAN MENULIS TEKS NARATIF BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN DIGITAL STORYTELLING Mardiningrum, Arifah; Aditya, David Sulistiawan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i4.10845

Abstract

Abstrak: Menulis dianggap keterampilan bahasa yang paling sulit dikuasai bagi siswa. Hal ini dikarenakan, menulis menuntut seseorang mengintegrasikan beberapa kompetensi Bahasa, dan akan menjadi lebih kompleks ketika dilakukan dalam Bahasa asing karena banyak aspek yang perlu diperhatikan yang berbeda dengan Bahasa Indonesia seperti grammar, word choice, dan aspek kognitif. Tujuan program pengabdian ini adalah memberikan pelatihan menulis teks naratif melalui Digital Storytelling. Target pelatihan adalah siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Program pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu analisisa kebutuhan, perencanaan untuk pengembangan syllabus dan materi kegiatan, pre-test, pelatihan menulis teks naratif dengan teknologi, post-test dan evaluasi kegiatan. Hasil dari program pelatihan menunjukkan beberapa hasil yang disajikan dalam data naratif dan kuantitatif. Secara umum, observasi menggambarkan pemahaman siswa terhadap aspek teks naratif Bahasa Inggris cukup bagus dan pemahaman penggunaan adjective dan past verb mayoritas juga sudah terlihat dalam tulisan siswa. Data pre-test dan post-test melalui instruments quiz dan analisis tulisan siswa menunjukkan bahwa kemampuan menulis naratif siswa mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini ditunjukkan dari nilai rata-rata pre-test siswa adalah 35,5% dari total soal sedangkan pada post-test nilai rata-rata siswa adalah 74.9%. Dengan demikian pelatihan ini memberikan dampak positif bagi kemampuan menulis siswa dalam Bahasa Inggris.Abstract: Writing is considered the most difficult language skill to master for students. Writing requires a person to integrate several language competencies, and will become more complex when done in a foreign language because there are many aspects that need to be considered that are different from Indonesian, such as grammar, word choice, and cognitive aspects. The purpose of this program is to provide training in writing narrative texts through Digital Storytelling. The target of the training is students of class XI IPA SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. This service program is carried out through several stages i.e. need analysis, planning (development of syllabus and activity materials), pre-test, training narrative text writing through digital storytelling, post-test and evaluation. The results of the training program were depicted into narrative and quantitative data. In general, the observation delineates that students' understanding of the narrative text aspects of English is quite good and the majority of students' well understanding of the use of adjectives and past verbs can also be drawn from their writing. Pre-test and post-test data through the quiz and quantitative analysis of students' writing reported that students' narrative writing skills had a significant increase. This is shown from the average score of the pre-test of the students is 35.5% of the total questions, while in the post-test the average value of the students is 74.9%. Thus, this training has a positive impact on students' writing ability in English.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BAGI SISWA SMA/K DI SEDAYU BANTUL Lestari, Ika Wahyuni; Stania, Afifa; Rachmadani, Gita Fitri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i4.10959

Abstract

Abstrak: Program pengabdian ini adalah pelatihan public speaking berbahasa Inggris untuk remaja tingkat SMA di wilayah Sedayu yang bertujuan untuk membangun keterampilan public speaking. Bentuk dari program yang dilaksanakan ini adalah pelatihan bagi remaja tingkat SMA di wilayah Sedayu sebagai salah satu realisasi kegiatan riil dalam forum anak sekolah Kecamatan Sedayu. Pelatihan dilaksanakan sebanyak tiga kali selama 90 menit untuk setiap pertemuannya. Narasumber dalam pelatihan ini adalah tim dosen pengusul dan dua mahasiswa sebagai fasilitator. Dalam pelatihan ini, para peserta dilatih melakukan public speaking berbahasa Inggris dengan tips dan ungkapan Bahasa Inggris yang dapat mereka pelajari yang disampaikan oleh tim pengabdi. Untuk mengukur keberhasilan program, tim pengusul memberikan survei untuk mengukur tingkat kepercayaan diri para peserta dalam melakukan public speaking berbahasa Inggris. Survei ini akan diberikan sebelum dan setelah program kemitraan masyarakat ini dilaksanakan. Hasil survey sebelum dan sesudah pelatihan secara umum menunjukkan adanya peningkatan (19,1%). Hal ini mengindikasikan adanya kenaikan yang positif terkait kepercayaan diri peserta pelatihan dalam melakukan public speaking berbahasa Inggris. Hasil survey ini juga sejalan dengan testimoni peserta yang menunjukkan respon positif terhadap program yang dilakukan oleh tim pengabdi.Abstract: This community partnership program is an English public speaking training for senior high school students in the Sedayu District. The form of the program is training for senior high school students in the Sedayu District as one of the realizations of real activities in the Sedayu District school children forum. The training was held three times for 90 minutes for each meeting. The resource persons in this training are a team of lecturers and two students as facilitators. In this training, the participants were trained to do public speaking in English with tips and English phrases they could learn from the team. To measure the success of the program, the trainers provided a survey to measure the participants' level of confidence in doing public speaking in English. This survey was given before and after the community partnership program was implemented. The survey results before and after the training generally showed an increase (19.1%). This indicates a positive increase in the confidence of the trainees in doing public speaking in English. The results of this survey are also in line with the testimony of participants who showed a positive response to the program carried out by the service team.