cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): June" : 131 Documents clear
Pelatihan teknologi dan manajemen pengolahan sampah di kelurahan sikumana Gusnawati Gusnawati; Jefri Semuel Bale; Jahirwan Ut Jasron; Kristomus Boimau; Defmit B.N. Riwu; Muhamad Jafri; Rima Nindia Selan; Yeremias M. Pell
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23280

Abstract

AbstrakKelurahan Sikumana terletak di Kecamatan Maulafa, luas wilayahnya 336 Ha, berbatasan dengan kelurahan Belo (Sebelah Timur), kelurahan Batuplat (Sebelah Barat), kelurahan Naikolan dan kelurahan Oepura (Sebelah Utara) dan Kelurahan Fatukoa (Sebelah Selatan). Penduduknya heterogen dengan beragam suku dan mayoritas penduduk berasal dari Toraja, Rote, Sabu, Flores, Sumba, Timor, Jawa dan suku-suku lainnya, berjumlah 21.073 jiwa dengan 4.172 KK. Dalam hal pengelolaan sampah, masyarakat Sikumana belum maksimal. Sampah rumah tangga hanya dikumpulkan dan dibuang di kontainer sampah yang disiapkan pemerintah di tepi jalan, kemudian diangkut truk sampah setiap hari. Masih terdapat masyarakat yang membakar sampah dikarenakan letak tempat sampah jauh dari pemukiman mereka, terdeteksi sebagian masyarakat yang membuang sampah di kali yang ada di kelurahan mereka. Kegiatan PKM ini bertujuan melakukan pelatihan teknologi dan manajemen pengolahan sampah, terkhusus sampah organik dan sampah plastik. Pelaksanaan pengabdian ini melalui tahapan penyajian hasil penerapan teknologi pengolahan sampah dan manajemen pengolahannya, dalam hal ini pembuatan Eco Enzyme untuk sampah organik dan pengenalan serta penerapan Bank Sampah kepada masyarakat Sikumana. Harapannya menjadikan sampah mereka bernilai ekonomis yang menambah pemasukan keluarga. Pengabdian ini menjadi wadah dalam membantu masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengelola sampah berbasis komunitas secara bijaksana dan mengurangi kuantitas sampah yang diangkut dan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hasil pre test dan post test peserta kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan. Rerata nilai pre-test peserta yang dilakukan sebelum kegiatan pengabdian sebesar 65 dan rerata nilai post-test peserta yang dilakukan setelah pemberian materi dan praktik, meningkat menjadi 88,67. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta mencapai 23,67. Kata kunci: sampah; eco enzyme; manajemen bank sampah AbstractSikumana Village is located in Maulafa District with an area of 336 Ha, bordering Belo Village (East), Batuplat Village (West), Naikolan Village and Oepura Village (North) and Fatukoa Village (South). The population is heterogeneous, consisting of various ethnic groups and the majority of the population comes from the Toraja, Rote, Sabu, Flores, Sumba, Timor, Javanese and other tribes, totaling 21,073 people with 4,172 families. In terms of waste management, the Sikumana community is not optimal. Waste from their households, it is only collected and thrown away in rubbish containers prepared by the government on the side of the road which are then picked up by rubbish trucks every morning. There are still people who burn rubbish because the rubbish bins are far from their residences, and there are even a handful of people who throw rubbish away. in the river in their sub-district. This PKM activity aims to provide training on waste processing technology and management, especially organic waste and plastic waste. organic waste and the introduction and application of the Waste Bank to the Sikumana community. With the hope of making their waste economically valuable and increasing family income. This service is a forum for helping the community and local government in managing community-based waste wisely and reducing the quantity of waste transported and piling up at the Final Disposal Site (TPA). The pre-test and post-test results of service activity participants showed a significant increase. The average pre-test score of participants carried out before service activities was 65 and the average post-test score of participants carried out after providing material and practice increased to 88.67. The increase in participants' understanding and knowledge reached 23.67. Keywords: waste; eco enzyme; waste bank management
Pendampingan digital marketing melalui penjualan online pada UMKM “Pawon Menthik” Laila, Vividya; Rochmaniah, Ainur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22469

Abstract

AbstrakStrategi digital marketing membuat pemasaran lebih menguntungkan, karena memungkinkan calon konsumen untuk mengakses berbagai informasi tentang produk dan melakukan transaksi online. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM “Pawon Menthik” pada kegiatan ini, yaitu kurangnya pemahaman dalam menggunakan digital marketing sebagai promosi online dan kurangnya pemahaman dalam pembuatan logo sebagai identitas produk yang membedakan dengan produk lain. Tujuan dari kegiatan tersebut memberikan pendampingan dalam pembuatan desain logo dan akun media sosial untuk meningkatkan penjualan melalui promosi online. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan UMKM  ”Pawon Menthik” di Desa Kaliampuh Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan yang cukup baik. UMKM tersebut mampu memahami penggunaan logo, Whatsapp Business dan Google Business Profile yang dapat digunakan sebagai promosi online. Dari hasil kegiatan tersebut juga berdampak baik dengan naiknya perekonomian kepada UMKM tersebut. Kata kunci: whatsapp bisnis; profil google bisnis; logo Abstract Digital marketing strategies make marketing more profitable, because they allow potential consumers to access various information about products and carry out online transactions. The problems faced by the UMKM "Pawon Menthik" in this activity were a lack of understanding in using digital marketing as online promotion and a lack of understanding in creating a logo as a product identity that differentiates it from other products. This activity aims to provide assistance in creating logo designs and social media accounts to increase sales through online promotions. The media used are WhatsApp Business and Google Business Profile. This activity uses a qualitative descriptive method carried out by means of observation and interviews. The results of community service activities through the UMKM "Pawon Menthik" in Kaliampuh Village, Candi District, Sidoarjo Regency have increased quite well. These MSMEs are able to understand the use of logos, Whatsapp Business and Google Business Profiles which can be used for online promotions. The results of these activities also have a positive impact on the economic growth of these UMKM. Keywords: whatsapp business; google business profile; logos
Peningkatan pemahaman konsep matematis berbantuan POLAGATIK (Pojok Alat Peraga Matematik) terhadap anak-anak SASUDE di Medan Zalmira Aidina Barus; Cindy Amelia Sitorus; Yuki Indayanti; Amanda Syahri Nasution; Nurhafni Siregar; Desniarti Desniarti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23481

Abstract

Abstrak Pemahaman konsep matematis yang baik tentu saja tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang berada di wilayah yang memiliki tingkat pendidikan tinggi saja melainkan juga wilayah yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah seperti wilayah tepian Sungai Deli. Wilayah tersebut masih mempunyai tingkat pendidikan yang minim maka pemahaman konsep matematis yang ada di lingkungan itu masih tergolong rendah dan masih banyak anak-anak yang buta terhadap matematika dasar seperti operasi hitung matematika. Maksud analisis ini ialah untuk mengoptimalkan pemahaman konsep matematis anak-anak di SASUDE berbantuan pojok alat peraga matematik (POLAGATIK). Kegiatan ini dilakukan di Sanggar Sungai Deli, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Peserta kegiatan ini merupakan anak-anak berumur 7-13 tahun. Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat dengan empat langkah utama: persiapan, pelaksanaan, pemantauan, dan penilaian. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman konsep matematika anak-anak dari Pre-test ke Post-test sebesar 72%. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan mendapat tanggapan positif dari peserta anak-anak Kata kunci: pemahaman konsep matematis; alat peraga; POLAGATIK; SASUDE. Abstract A good understanding of mathematical concepts is of course not only intended for children in areas with a high level of education but also in areas with a low level of education such as areas on the banks of the Deli River. This area still has a minimal level of education, so understanding of mathematical concepts in that environment is still relatively low and there are still many children who are blind to basic mathematics such as mathematical calculation operations. The purpose of this analysis is to optimize children's understanding of mathematical concepts at SASUDE with the help of the mathematics teaching aids corner (POLAGATIK). This activity was carried out at Sanggar Sungai Deli, Kec. Medan Maimun, Medan City, North Sumatra. Participants in this activity are children aged 7-13 years. This activity uses a community education method with four main steps: preparation, implementation, monitoring and assessment. The results show an increase in children's understanding of mathematical concepts from Pre-test to Post-test by 72%. This activity ran smoothly and received positive responses from the child participants. Keywords: understanding mathematical concepts; props; POLAGATIK; SASUDE
Pendampingan penumbuhan budaya positif sekolah melalui penguatan literasi dan Personal Values di SB At-Tanzil Pandan Jaya Kuala Lumpur Ana Maghfiroh; Siti Asiyah; Subangun Subangun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23393

Abstract

Abstrak Budaya sekolah merupakan cerminan setiap individu yang berada disekolah, yang artinya semakin positif budaya yang dimiliki sekolah maka akan berimbas pada semakin berkembangnya karakter positif seluruh masyarakat sekolah. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk (1) Mendampingi pembentukan budaya positif di sekolah melalui penguatan literasi dan personal value siswa, (2)Meningkatkan budaya dan minat membaca siswa di SB At-Tanzil Pandan Jaya Kualalumpur, (3) Mendorong terwujudnya karakater positif siswa melalui pembiasaan-pembiasaan kecil di sekolah. Sekolah yang menjadi sasaran pada program pengabdian ini adalah Sanggar Belajar At-Tanzil Pandan Jaya Kualalumpur yang merupakan salah satu sekolah Indonesia yang diperuntukkan bagi anak buruh migran di Malaysia, yang dalam kegiatan ini melibatkan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN Internasional dan dosen pendamping di sekolah tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi  (1) kegiatan diawali dengan supervisi pendidikan, (2) Pelatihan dan workshop, (3) Pendampingan dan monitoring implementasi program intensive literacy dan budaya membaca di sekolah secara intensif, (3) Pendampingan dan monitoring implementasi karakter, habit, dan budaya sekolah secara intensif , (4) Evaluasi dan refleksi menyeluruh merupakan langkah akhir. Hasilnya menunjukkan bahaw program supervisi dan pendampingan di SB At-Tanzil Pandan Jaya Kuala Lumpur berhasil meningkatkan skor literasi siswa, mengubah sikap dan perilaku menjadi lebih positif, serta memperkuat karakter dan budaya sekolah. Dukungan intensif dari tim supervisi dan keterlibatan aktif orang tua berperan penting dalam kesuksesan ini. Konsistensi dan evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang dari program ini, yang secara keseluruhan telah menunjukkan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan lingkungan belajar yang positif. Kata kunci: budaya positif sekolah; penguatan literasi; personal values Abstract School culture is a reflection of every individual in the school, which means that the more positive the culture of the school, the more positive the character of the entire school community will develop. Therefore, this activity aims to (1) Assist the formation of a positive culture in schools through strengthening students' literacy and personal values, (2) Increase students' reading culture and interest in SB At-Tanzil Pandan Jaya Kualalumpur, (3) Encourage the realization of students' positive character through small habits at school. The target school in this service program is Sanggar Belajar At-Tanzil Pandan Jaya Kualalumpur which is one of the Indonesian schools intended for children of migrant workers in Malaysia, which in this activity involves students who are carrying out International KKN and accompanying lecturers at the school. The method of implementing this activity includes (1) the activity begins with educational supervision, (2) training and workshops, (3) mentoring and monitoring the implementation of intensive literacy programs and reading culture in schools intensively, (3) mentoring and monitoring the implementation of character, habit, and school culture intensively, (4) comprehensive evaluation and reflection is the final step. The results show that the supervision and mentoring program at SB At-Tanzil Pandan Jaya Kuala Lumpur succeeded in improving students' literacy scores, changing attitudes and behaviors to be more positive, and strengthening school character and culture. Intensive support from the supervision team and the active involvement of parents played an important role in this success. Consistency and regular evaluation are needed to ensure the sustainability and long-term impact of the program, which overall has shown significant contributions towards improving the quality of education and shaping a positive learning environment. Keywords: positive school culture; literacy reinforcement; personal values
Pengolahan bunga telang (Clitoria Ternatea) dan bunga rosela (Hibiscus Sabdariffa L.) sebagai minuman herbal pendamping pasien hipertensi di Posyandu Lansia Puskesmas Payangan Dewa Ayu Putu Satrya Dewi; Putu Yudhistira Budhi Setiawan; Ni Putu Aryati Suryaningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22868

Abstract

Abstrak Hipertensi masih menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Menurut data Biro statistik presentasi lansia di Indonesia sebesar 9,6% dari total penduduk atau sekitar 25,64 juta orang. Hasil proyeksi data tersebut mengindikasikan perlunya perhatian khusus terhadap lansia mengingat hipertensi sangat berbahaya bagi lansia dan termasuk kelompok berisiko. Pengabdian Masyarakat di Puskesmas Payangan dengan melibatkan 14 orang Lansia yaitu penyuluhan, diskusi, dan praktek langsung pembuatan Minuman Bunga Telang dan Bunga Rosela sebagai minuman herbal pendamping pasien Hipertensi. Lansia kurang paham terhadap dosis dan cara pemakaian minuman herbal. Beberapa lansia justru mengkonsumsi minuman herbal secara berlebihan dengan tujuan agar Hipertensi segera membaik. Namun, setelah pemberian penyuluhan lansia memahami bahwa penggunaan minuman herbal secara berlebih juga dapat menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan. Lansia dapat menggunakan dosis dan cara pakai minuman herbal bunga Telang dan bunga Rosela 2 kali sehari 200 ml setiap 12 jam. Wawasan pasien lansia tentang penggunaan minuman herbal meningkat setelah pemberian penyuluhan ditandai dengan mampu mengulang kembali informasi yang sudah diberikan. Kata kunci: minuman herbal; bunga telang; bunga rosela; lansia AbstractHypertension remains the main cause of cardiovascular disease worldwide. According to data from the Biro Statistik, the percentage of elderly people in Indonesia is 9.6% of the total population, or around 25.64 million people. The results of these data projections indicate the need for special attention for the elderly, considering that hypertension is very dangerous for the elderly and those who are at-risk groups. Community service at the Puskesmas Payangan involved 14 elderly people, namely counselling, discussion, and direct practice in making Telang and Rosella Flower Drinks as herbal drinks to accompany hypertension patients. There are still many elderly people who do not understand the dosage or how to use herbal drinks. Some elderly people consume herbal drinks excessively to improve hypertension quickly. However, after providing counselling, eldery understood that excessive use of herbal drinks could also cause side effects. Elderly people can use the dosage and how to use the herbal drink from Telang and Rosella flowers twice a day, 200 ml every 12 hours. Elderly patients' insight into the use of herbal drinks increased after providing counselling, marked by being able to repeat the information that had been given. Keywords: herbal drinks; telang; rosella flowers; elderly  
Mengalihkan dana latte factor menjadi investasi: solusi smart financial bagi remaja Halpiah Halpiah; Hery Astika Putra; Sukriati Sukriati; Triana Lidona Aprilani; Baiq Rizka Milania Ulfah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23660

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat di laksanakan di MA Yususf Abdussatar Dusun Karang Bedil, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Kegiatan pengabdian dilaksanakan berdasarkan hasil analisis permasalahan remaja SMA yang cenderung hidup boros, konsumtif, tidak memiliki dana darurat, sehingga perlu edukasi pengelolaan uang agar mampu memilah kebutuhan dan keinginan serta termotivasi untuk menabung dan berinvestasi secara legal dan logis sejak dini. Peserta PKM adalah pengurus dan anggota OSIS sebanyak 15 siswa bertujuan untuk memberikan pemahaman mengalihkan latte factor menjadi investasi agar menjadi remaja smart financial sejak remaja  kegiatan di lakukan dengan metode FGD antara Tim PKM, peserta dan perwakilan guru pendamping menggunakan pendekatan sosialisasi serta edukasi yang di awali dengan observasi lapangan dan wawancara untuk mensosialisasikan kegiatan, kemudian edukasi melalui presentasi materi dengan tema latte factor, investasi, dan smart financial, dilanjutkan sharing session di akhiri dengan evaluasi yang berfokus pada goal oriented dengan memberikan enam pertanyaan sesuai judul dan materi yang telah disampaikan dengan hasil tes menunjukan setelah kegiatan PKM ada peningkatan pengetahun peserta tentang latte factor, tertarik berinvestasi saham, cryptocurrency, tabungan emas, menabung di bank dan lebih siap menjadi generasi smart finansial yang selalu meningkatkan literasi keuangan dan literasi investasi secara berkesinambungan. Kata kunci: dana latte factor; investasi; smart financial; remaja Abstract Community service was carried out at MA Yususf Abdussatar Karang Bedil Hamlet, Kediri District, West Lombok Regency, NTB. Service activities are carried out based on the results of an analysis of the problems of high school teenagers who tend to live wastefully, are consumptive, do not have emergency funds, so they need money management education so they are able to sort out their needs and desires and are motivated to save and invest legally and logically from an early age. PKM participants are administrators and OSIS members totaling 15 students, aiming to provide an understanding of converting latte factors into investments in order to become financially smart teenagers since they were teenagers. The activity was carried out using the FGD method between the PKM Team, participants and accompanying teacher representatives using a socialization and education approach which started with field observations and interviews to socialize the activities, then education through material presentations with the themes latte factor, investment, and smart finance, followed by a sharing session at the end with an evaluation that focuses on goal oriented by giving six questions according to the title and material that has been presented with the test results shows that after the PKM activity there was an increase in participants' knowledge about the latte factor, they were interested in investing in shares, cryptocurrency, gold savings, saving in banks and were better prepared to become a financially smart generation who always increase financial literacy and investment literacy on an ongoing basis. Keywords: latte factor fund; investment; smart financial; teenager
Pelatihan pelaporan keuangan berkelanjutan memasuki era digitalisasi 5.0. konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri pada SAK entitas privat Lesi Hertati; Asmawati Asarie; Haryono Umar; Winwin Yadiati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22629

Abstract

Abstrak Pentingnya Pelatihan Entitas Privat guna mengkaji kesiapan dan implementasi pelaporan keuangan berkelanjutan di era digitalisasi 5.0, dengan fokus pada entitas swasta yang menerapkan SAK. Kesiapan perusahaan dalam mengadopsi digitalisasi 5.0 sangat bervariasi, tergantung pada sektor industri, ukuran perusahaan, dan tingkat teknologi yang digunakan. Implementasi teknologi dalam proses pelaporan keuangan telah membawa perubahan secara efisiensi dan akurasi dalam penyajian informasi keuangan. Konsolidasi dan penyusunan laporan keuangan tersendiri sesuai SAK untuk entitas swasta memberikan kejelasan dan kepercayaan bagi para pemangku kepentingan terkait dengan kinerja keuangan perusahaan. Kegiatan ini di ikutin oleh mahasiwa, entitas bisnis dan praktisi perusahaan dari berbagai arah secara nasional yang berjumlah 825 orang peserta. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini penerapan SAK entitas Privat yang berlaku tahun 2025 serta tantangan dalam menghadapi kompleksitas aturan SAK terintegrasi dengan teknologi dalam proses pelaporan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pretest dan postest serta materi yang berbentuk file dokumen yang dilakukan secara zoom. Kesiapan dan implementasi pelaporan keuangan berkelanjutan di era digitalisasi 5.0 membutuhkan strategi yang matang dalam mengintegrasikan teknologi dengan kebijakan dan prosedur yang ada, serta memastikan konsolidasi dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku. Kata Kunci:  pelatihan; pelaporan keuangan berkelanjutan; era digitalisasi 5.0; konsolidasian; laporan keuangan tersendiri; SAK entitas privat. Abstract The importance of private entity training to assess the readiness and implementation of sustainable financial reporting in the digitalization 5.0 era, with a focus on private entities that implement SAK. Companies' readiness to adopt digitalization 5.0 varies greatly, depending on the industrial sector, company size, and the level of technology used. The implementation of technology in the financial reporting process has brought about changes in efficiency and accuracy in the presentation of financial information. Consolidation and preparation of separate financial reports in accordance with SAK for private entities provides clarity and confidence for stakeholders regarding the company's financial performance. This activity was attended by students, business entities and corporate practitioners from various directions nationally, totaling 825 participants. The method used in this training is the application of SAK for Private Entities which will take effect in 2025 as well as the challenges in dealing with the complexity of SAK rules integrated with technology in the reporting process. Data collection was carried out using pretest and posttest as well as material in the form of document files carried out using zoom. Readiness and implementation of sustainable financial reporting in the digitalization 5.0 era requires a mature strategy in integrating technology with existing policies and procedures, as well as ensuring the consolidation and preparation of financial reports in accordance with applicable standards. Keywords: training; sustainable financial reporting; digitalization era 5.0; consolidation; separate financial report; private entity SAK.
Menciptakan peluang usaha melalui pendampingan rintisan bisnis masker organik kunyit tepung beras di Purworejo Titin Ekowati; Fitri Rahmawati; Esti Margiyanti Utami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23022

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan rintisan bisnis  dalam hal proses produksi dan inovasi, pemasaran yang meliputi pemilihan media promosi, pengemasan dan penjualan, pembuatan laporan keuangan bisnis, pengelolaan sumber daya manusia dan pembentukan jaringan bisnis. Meode pendampingan rintisan bisnis ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pendampingan usaha bagi kelompok pelaku bisnis pemula pengolahan kunyit tepung beras menjadi Masker Organik. Hasilnya kelompok rintisan bisnis sudah dapat membuat perencanaan bisnis dengan baik, melakukan praktek bisnis dengan hasil yang cukup memuaskan, membuat berbagai sarana iklan dan promosi, serta menjalin kerjasama dengan baik dengan pemasok, peyalur dan konsumen. Melalui pendampingan kelompok rintisan bisnis dapat memiliki pemahaman tentang penyusunan rencana bisnis sampai ke praktek bisnis. Rintisan bisnis dapat mengembangkan diri menjadi bisnis yang lebih besar di masa mendatang. Kegiatan pendampingan ini juga dapat dilakukan pada kelompok rintisan bisnis dengan produk yang berbeda. Kata kunci: pendampingan; rintisan bisnis; masker organik. Abstract This community service activity is carried out in the form of mentoring business startups in terms of production and innovation processes, marketing which includes selecting promotional media, packaging and sales, creating business financial reports, managing human resources and establishing business networks. This business start-up mentoring method was implemented with the aim of providing business assistance for groups of beginner business people processing rice flour turmeric into organic masks. As a result, the business start-up group has been able to make good business plans, carry out business practices with satisfactory results, create various means of advertising and promotion, and establish good cooperation with suppliers, dealers and consumers. Through mentoring, business start-up groups can gain an understanding of the preparation of business plans down to business practices. Business startups can develop into bigger businesses in the future. This mentoring activity can also be carried out in business start-up groups with different products. Keywords: assistance; business startup, organic mask
Pengabdian kepada masyarakat dalam sinergi kreativitas dan inovasi menuju desa Malangsari yang berdaya saing di bidang lingkungan Wahyudin Wahyudin; Hanan Muhammad; Rizal Ramli; Andira Putri Nugraha; Billy Nugraha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22546

Abstract

AbstrakSampah merupakan bagian benda yang tidak dapat digunakan kembali oleh manusia, sehingga setelah digunakan akan dibuang. Sejumlah warga di salah satu desa tengah melakukan kerja sama untuk membakar sampah-sampah yang sudah menumpuk. Namun dari hasil pembakaran tersebut malah terjadinya pencemaran terhadap udara. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan saat ini, mencoba untuk mencari tahu bagaimana cara pembakaran sampah dengan polusi asap yang minim. Sehingga dirasa penerapan alat yang akan dilakukan dapat mengurangi jumlah polusi asap yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah perancangan alat pembakaran sampah yang berlokasi di Desa Malangsari, dirancang agar tidak menimbulkan banyak asap. Maka ramah lingkungan dan tidak terganggu dengan pencemaran udara dikemudian hari. Hasil alat tersebut ketika asap yang masuk dari hasil pembakaran sampah akan menyatu dengan air, sehingga saat terjadi proses pembakaran air yang ada di dalam alat akan semakin bertambah. Selain itu, alat pembakaran sampah ini lebih ekonomis dibandingkan yang lainnya. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat tidak memerlukan sampah dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kata kunci: polusi asap; sampah; tempat pembuangan akhir. AbstractWaste is a part of objects that cannot be reused by humans, so that after use will be removed. A number of residents in one of the villages are working together to burn the garbage that has piled up. However, from the combustion results, the occurrence of pollution to the air. The purpose of community service is done at this time, trying to find out how to burn garbage with minimal smoke pollution. So that the application of the tools to be carried out can reduce the amount of smoke pollution produced. The method used is the design of garbage burning equipment located in Malangsari Village, designed so as not to cause much smoke. Then environmentally friendly and not disturbed by air pollution in the future. The results of the tool when the smoke that enters from the combustion of garbage will be integrated with water, so that during the process of burning water in the device it will increase. In addition, this garbage burning tool is more economical than the others. It can be concluded that the community does not need garbage to be taken to a landfill (TPA). Keywords: smoke pollution; rubbish; landfills.
Pelatihan siswa & guru jurusan desain komunikasi visual SMK Negeri 1 Surabaya membuat animated sticker dan memasarkannya secara digital Miftahul Adi Suminto; Nanang Setiyoko; Thomas Hanandry Dewanto; Haekal Ridho Afandi; Sabina Raniah Yuandi; Yudha Herlambang Cahya Pratama; Saqira Kaila; Deny Hermansyah; Muhammad Zakariya Alif Ridwan; Tatik Suryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23403

Abstract

Abstrak Keterampilan membuat animated sticker guna menunjang aspek pemasaran dan penjualan mengalami puncak popularitas dan menjadi tren di industri digital. Animated sticker dapat dikembangkan di berbagai platform untuk dijadikan sebagai video animasi yang mudah diaplikasikan. Bentuk aplikasi dari animated sticker bisa digunakan sebagai media promosi produk, jasa, dsb. Saat ini keterampilan membuat animated sticker dilihat sebagai peluang yang dapat dikembangkan melalui keahlian dan kompetensi pada kegiatan pelatihan di Institusi Pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang memiliki beragam program keahlian yang ditawarkan. Pada pembelajaran SMK orientasi capaian akhir belajar mayoritas berupa penugasan berbasis proyek. Sehingga lulusan SMK dituntut memiliki keilmuan dan kompetensi yang dapat langsung diterapkan pada aktifitas dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan banyak program keahlian pada SMK, masing-masing siswa perlu ada pembekalan terhadap perkembangan industri digital yang menyajikan beragam peluang untuk siswa dapat menyalurkan minat dan bakatnya pada industri kreatif, menjadi hal yang potensial memerlukan tambahan keterampilan teknis dan pengalaman praktis khusunya pada siswa jurusan desain komunikasi visual (DKV). Peluang terhadap kebutuhan animasi digital yang dapat diintegrasikan pada platform digital seperti sosial media, website, dsb menciptakan peluang bagi siswa-siswi SMK jurusan DKV sebagai potensi bisnis dan pengembangan portofolio digital, guna menambah nilai diri dan keahlian siswa sesudah lulus. Sebab itu, diperlukan adanya bentuk pelatihan terhadap pembuatan animasi digital dalam bentuk animated sticker baik pada siswa maupun guru SMK jurusan DKV sebagai pembekalan kompetensi di industri digital, berupa perancangan desain animated sticker yang dapat dipublikasikan dan dipasarkan secara digital. Kata kunci: animated sticker; animasi; media sosial. AbstractThe skill of making animated stickers to support marketing and sales aspects is experiencing peak popularity and has become a trend in the digital industry. Animated stickers can be developed on various platforms to be used as animated videos that are easy to apply. The application form of animated stickers can be used as a promotional medium for products, services, etc. Currently, the skill of making animated stickers is seen as an opportunity that can be developed through skills and competencies in training activities at educational institutions, especially Vocational High Schools (SMK), which have a variety of skills programs on offer. In vocational school learning, the majority of final learning achievement orientations are in the form of project-based assignments. So that vocational school graduates are required to have knowledge and competencies that can be directly applied to activities in the business and industrial world (DUDI). With many skills programs at vocational schools, each student needs to be equipped with the development of the digital industry which presents various opportunities for students to channel their interests and talents in the creative industry, which has the potential to require additional technical skills and practical experience, especially for students majoring in communication design. visual (DKV). Opportunities for digital animation needs that can be integrated on digital platforms such as social media, websites, etc. create opportunities for vocational school students majoring in DKV for business potential and digital portfolio development, in order to increase students' self-worth and skills after graduation. For this reason, there is a need for training in the creation of digital animation in the form of animated stickers for both students and vocational school teachers majoring in DKV as a competency provision in the digital industry, in the form of designing animated sticker designs that can be published and marketed digitally. Keywords: animated sticker; animation; social media.

Page 2 of 14 | Total Record : 131