cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2024): September" : 130 Documents clear
Strategi pencegahan demam berdarah dengue melalui promosi kesehatan dan demonstrasi pembuatan Ovitrap di SMK Sawangan, Depok Anisa Dwi Syabani; Dora Samaria; Esti Awaliah Nugraha Putri; Amelia Widyaningsih; Faraz Fath; Aprilia Riskyana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25246

Abstract

AbstrakDemam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit menular tropis yang disebabkan oleh virus dengue melalui transmisi nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kota Depok merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi DBD yang cukup tinggi. Salah satu strategi untuk mencegah peningkatan angka kejadian demam berdarah yaitu melalui promosi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mencegah penyakit DBD di komunitas. Edukasi kesehatan ini disampaikan kepada 33 siswa SMK Bina Mandiri, Sawangan, Depok, melalui metode ceramah dan demonstrasi ovitrap. Peserta dikaji pengetahuannya sebelum edukasi (pre-test) dan sesudah intervensi (post- test). Data yang terkumpul diolah menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil intervensi promosi kesehatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan (p-value 0,001; CI 95% 91,52-98,18). Disimpulkan bahwa intervensi promosi kesehatan dan demonstrasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Direkomendasikan agar intervensi ini dapat diterapkan dalam komunitas agar turut mendukung penurunan prevalensi kasus DBD. Kata kunci: demam berdarah dengue; ovitrap; pencegahan; penyuluhan kesehatan AbstractDengue hemorrhagic fever (DHF) is a tropical infectious disease caused by the dengue virus, transmitted by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Depok City exhibits a notable prevalence of dengue fever. To mitigate its incidence, health promotion strategies aimed at enhancing community awareness and prevention skills are crucial. This study delivered health education to 33 students at SMK Bina Mandiri, Sawangan, Depok, using lectures and ovitraps demonstration to assess effectiveness. Participants' knowledge was evaluated pre- and post-intervention using the Wilcoxon Test. Results indicated a significant increase in knowledge post-education (p-value 0.001; 95% CI 91.52-98.18), affirming the efficacy of the intervention. These findings suggest that similar interventions could effectively reduce dengue fever prevalence in the community Keywords: dengue hemorrhagic fever; ovitrap; prevention; health education.
Advokasi kesehatan remaja putri: edukasi, skrining anemia dan pemberian tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan stunting Muhamad Ramadhan Salam; Dewa Ayu Ketut Sriani; Nurhayati Nurhayati; Indriyani Indriyani; Ade Sundari Dinata; Selvita Sari; Mei Ulandari; Suci Putri Aulya; Asmi Rahmiati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25917

Abstract

AbstrakPada tahun 2022, 22,3% (atau 148,1 juta) anak di bawah usia 5 tahun secara global akan mengalami stunting, Di Indonesia, prevalensi stunting akan mencapai 21,6% pada tahun 2022, dan 27,7% di Sulawesi Tenggara, melampaui angka kejadian stunting nasional dan global. Zat besi (Fe), salah satu zat gizi mikro yang mempengaruhi status gizi (stunting). Remaja putri yang mengalami anemia lebih rentan terhadap komplikasi saat hamil, bersalin, dan pasca salin. Anak-anak yang dilahirkan juga lebih rentan terhadap stunting, yang dapat memperpanjang siklus malnutrisi. Diharapkan bahwa intervensi yang dapat dilakukan pada remaja akan mempercepat perbaikan indikator kesehatan reproduksi dan mengurangi efek buruk dari tingkat kesehatan yang rendah pada anak, terutama dengan menghentikan siklus stunting. Target kegiatan adalah remaja putri desa Tongauna, dan 16 orang remaja putri mengikutinya. Kegiatan diawali dengan pre test, skrining anemia, pemberian tablet tambah darah, edukasi menggunakan leaflet dan post test. Hasilnya pengetahuan remaja putri desa Tongauna mengenai tablet tambah darah meningkat dari rata-rata 60,7% menjadi 87,1%. Untuk mencegah angka stunting di usia muda, tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan sekolah harus melakukan intervensi kesehatan kembali dengan mendidik remaja putri mengenai tablet tambah darah. Kata kunci: stunting; tablet tambah darah; anemia; . Abstract By 2022, 22.3% (or 148.1 million) of children under 5 years of age globally will be stunted. In Indonesia alone, the prevalence of stunting will reach 21.6% in 2022, and 27.7% in Southeast Sulawesi, surpassing both national and global stunting rates. Iron (Fe), one of the micronutrients that affect nutritional status (stunting). Adolescent girls who are anemic are more prone to complications during pregnancy, childbirth, and postpartum. The children born are also more prone to stunting, which can prolong the cycle of malnutrition. It is expected that interventions that can be carried out in adolescents can accelerate improvements in reproductive health indicators and reduce the adverse effects of low levels of health on children, especially by breaking the cycle of stunting. The target of the activity was the adolescent girls of Tongauna village, and 16 adolescent girls participated. The activity began with pre test, anemia screening, administration of blood supplement tablets, education using leaflets and post test. As a result, the knowledge of young women of TOngauna village about blood supplement tablets increased from an average of 60.7% to 87.1%. Health interventions need to be carried out again by health workers in collaboration with schools to provide sufficient education about blood supplement tablets to increase the knowledge of adolescent girls and increase awareness of taking blood supplement tablets for adolescent girls so that the incidence of stunting can be prevented from adolescence. Keywords: stunting; iron tablets; anemia.
Pengajaran aksara jawa melalui games based learning di SD Negeri 1 Grendeng Dhamar Bondan Utomo; Ratna Raya Hartina; Danil Abdul Azis; Intita Puti; Septi Arum Kusumaningsih; Exwan Andriyan Verrysaputro
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26171

Abstract

AbstrakPengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya melalui pengajaran Aksara Jawa dengan metode Games Based Learning di SD Negeri 1 Grendeng. Latar belakang pengabdian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Aksara Jawa di sekolah tersebut mengalami kendala seperti metode pengajaran yang kurang menarik dan rendahnya minat serta pemahaman siswa. Untuk mengatasi masalah ini, metode pembelajaran berbasis permainan seperti Monopoli, Jenga, dan Flashcard yang dimodifikasi dengan unsur Aksara Jawa. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa dalam belajar Aksara Jawa. Program dilaksanakan selama delapan pertemuan, dengan evaluasi melalui pretest dan posttest serta kuesioner. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan minat siswa terhadap Aksara Jawa, dengan peningkatan nilai rata-rata pretest dari 59,12% menjadi 90,37% pada posttest. Selain itu, terdapat peningkatan minat siswa terhadap Aksara Jawa berdasarkan hasil kuesioner yang meningkat dari 51,71% menjadi 84,16%. Metode Games Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Kesimpulannya, pengabdian ini berhasil meningkatkan kemampuan literasi budaya siswa melalui pengajaran Aksara Jawa yang lebih interaktif dan menarik. Kata kunci: literasi budaya; aksara jawa; games based learning; pembelajaran interaktif AbstractThis community service aims to improve cultural literacy through the teaching of Javanese script using the Games Based Learning method at SD Negeri 1 Grendeng. The background of this service shows that the teaching of Javanese script at the school faces obstacles such as unengaging teaching methods and low student interest and comprehension. To address these issues, game-based learning methods like Monopoly, Jenga, and flashcards were modified with elements of Javanese script. This method is expected to increase students' interest and understanding in learning Javanese script. The program was conducted over eight sessions, with evaluations through pretests, posttests, and questionnaires. The results of the program showed a significant increase in students' understanding and interest in Javanese script, with the average pretest score increasing from 59.12% to 90.37% on the posttest. Additionally, there was an increase in student interest in Javanese script based on questionnaire results, which rose from 51.71% to 84.16%. The Games Based Learning method proved effective in improving learning outcomes and providing an enjoyable learning experience. In conclusion, this community service successfully enhanced students' cultural literacy skills through more interactive and engaging teaching of Javanese script. Keywords: cultural literacy; Javanese script; games based learning; interactive learning
Implementasi kurikulum merdeka pada pendidikan anak usia dini (studi kasus Pos Paud Terpadu Melati kecamatan Bulak) Fikry Zahria Emeraldien; Indira Mourin Sayidina; Rafly Rizky Setiawan; Ira Risma Rahmawati; Mardiatus Tsani Assholikhah; Mohammad Jousi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25940

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di Pos PAUD Terpadu Melati, Kecamatan Bulak. Kurikulum Merdeka memungkinkan guru untuk merancang metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi kelas dan karakteristik siswa, dengan penekanan pada pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak-anak di PAUD. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi dan wawancara dengan para pengajar PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di PPT PAUD Melati memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak-anak, membuat mereka lebih aktif, kreatif, dan tertarik dalam kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan ini, dilakukan praktek edukasi yang nyaman dan menyenangkan melalui berbagai metode seperti bernyanyi, senam pagi, dan permainan edukatif bertemakan nutrisi seimbang. Kegiatan ini melibatkan murid PAUD dan pengajar/bunda PAUD Melati. Hasil menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak tentang asupan gizi seimbang serta kemampuan motorik mereka. Meskipun demikian, beberapa guru masih merasa bingung dengan konsep Kurikulum Merdeka karena kurangnya sosialisasi. Penelitian ini menyarankan adanya pelatihan dan pendampingan lebih lanjut untuk para pengajar PAUD Melati guna mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka di PAUD. Kata kunci: kurikulum merdeka; pendidikan anak usia dini; nutrisi seimbang Abstract This study examines the implementation of the Merdeka Curriculum at Pos PAUD Terpadu Melati, Kecamatan Bulak. The Merdeka Curriculum provides teachers with the freedom to design teaching methods that align with classroom conditions and children's characteristics, focusing on a Project-Based Learning (PjBL) approach. This research aims to evaluate the effectiveness of the Merdeka Curriculum in enhancing the cognitive, motor, and social development of children in PAUD. The research methods include observations and interviews with PAUD educators. The results indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum at PPT PAUD Melati positively impacts children's development, making them more active, creative, and engaged in learning activities. Educational practices in this initiative are conducted comfortably and enjoyably through various methods such as singing, morning exercises, and educational games themed around balanced nutrition. These activities involve PAUD students and educators/bunda PAUD Melati. The findings show that these methods are effective in improving children's understanding of balanced nutrition intake and their motor skills. However, some teachers still find the concept of the Merdeka Curriculum confusing due to a lack of socialization. This study suggests further training and mentoring for PAUD Melati educators to optimize the implementation of the Merdeka Curriculum in PAUD. Keywords: independent curriculum; early childhood education; balanced nutrition
Peningkatan kompetensi guru madrasah melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan bahan ajar digital berbasis pembelajaran diferensiasi Ramlah Ramlah; Agung Prasetyo Abadi; Sutri Sutri; Nita Hidayati; Amanda Mutiara Putri; Fitri Nur Arielhan; Vanessa Rahmawati Julistiwa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25402

Abstract

AbstrakPenerapan teknologi informasi dan komunikasi di era Kurikulum Merdeka dalam dunia pendidikan semakin menjadi kebutuhan yang penting, yang menuntut guru dapat menguasai teknologi digital untuk pencapaian pembelajaran efektif. Pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah dalam mendesain bahan ajar berbentuk video digital berbasis pembelajaran diferensiasi menggunakan aplikasi canva. Metode yang digunakan adalah mengkolaborasi workshop dan project-based training, dengan tahapan kegiatan meliputi: pemaparan materi pelatihan, melakukan demonstrasi dan praktek, dan evaluasi desain bahan ajar. Peserta pelatihan sebanyak tujuh belas guru MI Nihayatul Amal 2 Purwasari, Kabupaten Karawang. Hasil pelatihan ini menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan guru, dengan rata-rata skor pre-test 53% meningkat menjadi 87% pada post-test. Para guru menghasilkan video pembelajaran yang menarik dan efektif, serta menunjukkan antusias yang tinggi selama pelatihan berlangsung. Kendala yang dihadapi dalam pelatihan ini yakni keterbatasan fitur aplikasi canva yang tidak berbayar dan waktu pelatihan yang terbatas. Namun, kendala ini dapat diatasi melalui diskusi secara online dan memberikan video tutorial. Luaran dari kegiatan PkM ini mencakup peningkatan keterampilan guru dalam mendesain bahan ajar digital berupa video pembelajaran yang dapat diakses. Harapan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas pembelajaran dan motivasi belajar siswa, serta mengembangkan kemampuan literasi digital siswa maupun guru. Kata kunci: bahan ajar digital; kompetensi guru; video pembelajaran; pembelajaran diferensiasi. AbstrakThe application of information and communication technology in the era of the independent curriculum in the world of education is increasingly an important need, which requires teachers to be able to master digital technology to achieve effective learning. This training and mentoring aims to improve the competence of madrasah teachers in designing teaching materials in the form of digital videos based on differentiated learning using the Canva application.  The method used is to collaborate on workshops and project-based training, with the stages of activities including presentation of training materials, demonstrations and practices, and evaluation of teaching material design. The training participants were seventeen MI Nihayatul Amal 2 Purwasari, Karawang Regency teachers. This training showed an improvement in teachers' understanding and skills, with an average pre-test score of 53% increasing to 87% on the post-test. The teachers produced interesting and effective learning videos and showed high enthusiasm during the training. The obstacles faced in this training are the limitations of the features of the unpaid Canva application and the limited training time. However, this obstacle can be overcome through online discussions and video tutorials. The outputs of this PkM activity include improving teachers' skills in designing digital teaching materials in the form of accessible learning videos. These activities hope to improve the quality of learning and student learning motivation, as well as develop the digital literacy skills of students and teachers. Keywords: digital teaching materials; teacher competence; learning videos; differentiation learning.
Pelatihan pembuatan gelang anyaman bagi karang taruna desa Gintungan, kecamatan Gebang, kabupaten Purworejo Esti Margiyanti Utami; Melani Melani; Herlina Wulandari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26646

Abstract

Abstrak Pembuatan keterampilan gelang anyam melibatkan proses menganyam benang jahit menjadi pola atau desain tertentu untuk menciptakan gelang-gelang unik. Proses pembuatan gelang anyaman bisa sangat bervariasi tergantung pada teknik yang digunakan dan desain yang diinginkan. Pelatihan keterampilan gelang anyam bertujuan para generasi muda agar lebih bebas menuangkan ide-ide kreatif dari menganyam gelang menggunakan benang jahit. Dengan menggunakan teknik anyaman kepang diharapkan generasi muda mampu mengkreasikan ide agar menjadi aksesoris gelang yang bagus dan bisa dibuat peluang usaha. Pelatihan keterampilan membuat gelang anyam ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 20 Januari 2024 mulai pukul 19.30 hingga selesai dengan 11 orang peserta dari karang taruna RW 03. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu tahap pengenalan dan tahap praktik. Tahap pengenalan dimulai dengan pemaparan materi oleh tim KKN, yang memberikan pemahaman kepada peserta tentang cara pembuatan gelang anyaman. Selanjutnya, tahap praktik pembuatan gelang anyaman, peserta membuat gelang anyam yang dibimbing oleh tim KKN. Hasilnya, seluruh peserta berhasil membuat gelang anyaman dari benang dengan tingkat kreativitas dan kerapihan yang beragam. Dalam proses pembuatan gelang anyaman, peserta mengekspresikan kreativitas mereka dengan memilih kombinasi warna benang yang berbeda dan mengepangnya menjadi gelang anyaman. Peserta mengkreasikan idenya dengan memadukan warna-warna sehingga menjadikan gelang yang memiliki nilai kreativitas dan nilai jual Kata kunci: pelatihan; anyaman; gelang; keterampilan; karang taruna Abstract Weaving bracelet making skills involve the process of weaving sewing threads into certain patterns or designs to create unique bracelets. The process of making woven bracelets can vary greatly depending on the technique used and the desired design. The aim of the training in weaving bracelet skills is for the younger generation to be more free to express creative ideas by weaving bracelets using sewing thread. By using the braid weaving technique, it is hoped that the younger generation will be able to create ideas that can become good bracelet accessories and can be turned into business opportunities. This woven bracelet making skills training was held on Saturday, January 20 2024 starting at 19.30 until finished with 11 participants from Karang Taruna RW 03. The methods used in this community service were the introduction stage and the practice stage. The introductory stage began with a presentation of material by the KKN team, which provided participants with an understanding of how to make woven bracelets. Next, in the practical stage of making woven bracelets, participants make woven bracelets guided by the KKN team. As a result, all participants succeeded in making woven bracelets from thread with varying levels of creativity and neatness. In the process of making woven bracelets, participants express their creativity by choosing different color combinations of threads and braiding them into woven bracelets. Participants create their ideas by combining colors to make bracelets that have creative value and selling value. Keywords: training; woven; devotion; skills; youth organization
Peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai macam dan cara pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) di desa Linggalaksana Gatut Ari Wardani; Tiffani Navisha Auli; Ismi Syahrani; Ana Noviana Rachmadhiani; Rizki Abdurochman Assidik; Luthfi Najdah Mujahidah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25379

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang besar sehingga kaya akan berbagai tanaman yang memiliki potensi sebagai obat. Di Desa Linggalaksana, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, terdapat banyak tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat keluarga (TOGA) diantaranya binahong dan bunga telang, namun pemahaman masyarakat Desa Linggalaksana terkait pemanfaatan tanaman obat masih rendah. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Linggalaksana. Melalui penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab, pengetahuan masyarakat Desa Linggalaksana meningkat secara signifikan, dari 5,38% menjadi 61,53%. Program ini diharapkan dapat mendorong penanaman TOGA lebih luas untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya tanaman obat keluarga. Kata kunci: tanaman; obat; herbal; keluarga; budidaya. Abstract Indonesia is one of the countries with great biodiversity, rich in various plants with medicinal potential. In Linggalaksana Village, Cikatomas District, Tasikmalaya Regency, there are many plants with the potential to be used as family medicinal plants (TOGA), including binahong and butterfly pea flowers. However, the understanding of the Linggalaksana Village community regarding the use of medicinal plants is still low. This outreach aims to increase the community's knowledge and encourage the cultivation of Family Medicinal Plants (TOGA) in Linggalaksana Village. Through outreach, discussions, and question-and-answer sessions, the knowledge of the Linggalaksana Village community increased significantly, from 5.38% to 61.53%. This program is expected to encourage wider TOGA planting to raise awareness of the importance of family medicinal plants. Keywords: plants; medicine; herbs; family; cultivation.
Penelusuran benang merah: kemampuan guru dalam pengembangan bahan ajar berbasis website Albrian Fiky Prakoso; Waspodo Tjipto Subroto; Muhammad Abdul Ghofur; Retno Mustika Dewi; Riza Yonisa Kurniawan; Zain Fuadi Muhammad RoziqiFath; Ardhita Eko Ginanjar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25894

Abstract

Abstrak Pengabdian Masyarakat (Pengmas) ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam kemampuan menyusun bahan ajar. Nilai-nilai yang ingin kami berikan kepada objek CS antara lain dapat mengembangkan bahan ajar yang berkualitas dan mempublikasikan bahan ajar ke website sebagai bentuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi para guru di Subject Teacher Consultation (STC) Ilmu Pengetahuan Sosial SMP lingkup Kota Tarakan. Sasaran ditujukan kepada guru-guru IPS SMP di Kota Tarakan, dengan metode pelaksanaan melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan bahan ajar dan teknis publikasi materi ke website pribadi. Luaran untuk mengevaluasi perkembangan kemampuan peserta dapat dilihat dari hasil bahan ajar yang berhasil disusun peserta dan kemampuan peserta dalam mempublikasikan dan mengelola website masing-masing. Hasil dari pelatihan yang telah dijalankan menunjukkan bahwa dari 15 peserta, 11 peserta telah berhasil mengumpulkan bahan ajar berbasis website, meskipun hanya terdapat 2 peserta yang memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan. Tantangan seperti gangguan teknis, keterbatasan waktu, dan kurangnya keterampilan IT juga memengaruhi kualitas pengumpulan materi. Namun, secara umum pelatihan ini cukup efektif, terbukti dengan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, di mana skor post-test memiliki nilai rataan yang meningkat sebesar 33% dari skor pre-test. Kata kunci: pengajaran; materi; websites; guru. Abstract This Community Service (CS) is carried out to improve teacher skills in the ability to prepare teaching materials. Values that we want to give to CS objects include being able to develop quality teaching materials and publish materials to the website as a form of Continuous Professional Development (CPD) for teachers in the Subject Teacher Consultation (STC) Social Science Junior High School Tarakan City scope. The objective is aimed at social studies teachers at Junior High School in Tarakan City, with the implementation method through training and assistance in preparing teaching materials and technically publishing the material to a personal website. Outcomes to evaluate the development of participants' abilities can be seen from the results of teaching materials that participants have successfully compiled and the ability of participants to publish and manage their respective websites. The results of the training showed that out of 15 participants, 11 participants had successfully collected web-based teaching materials, although only 2 participants fulfilled all the criteria. Challenges such as technical glitches, time constraints, and lack of IT skills also affected the quality of the materials. However, in general, the training was quite effective, as evidenced by the significant increase in participants' knowledge, where the post-test score had an average value that increased by 33% from the pre-test score. Keywords: teaching; materials; website; teachers
Pelatihan Penerapan Alat Inovasi Alat Pengeringan Berbasis Solar Dryer Dan Pengemasan Produk Ikan Terbang Di Kelurahan Mosso, Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Nur; Muhammad Nur Ihsan; Wulan Ayuandiani; Fahrul Fahrul; Rasti Sapri; Tikawati Tikawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26199

Abstract

AbstrakKelurahan Mosso adalah wilayah pesisir penghasil ikan terbang di Sulawesi Barat. Kelurahan Mosso termasuk wilayah strategis karena terletak di jalan poros menuju ibukota Sulawesi Barat. Hal ini menjadikan pemerintah mendirikan sentral pengolahan ikan terbang pada lokasi tersebut. Salah satu usaha utama di Sentra tersebut adalah pengeringan ikan terbang. Permasalahan utama masyarakat di kelurahan mosso, masih belum mempunyai teknologi alat inovasi pengeringan ikan terbang pada sentra tersebut adalah pendapatan dan kesejahteraan masyarakat masih rendah. Hal ini terjadi karena masyarakat hanya melakukan olahan ikan terbang seperti ikan kering dan masih menggunakan teknologi yang masih sangat sederhana dan tidak menerapkan cara pengeringan ikan yang baik dan benar. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pengeringan ikan yang baik dan benar serta memperkenalkan penerapan alat pengering ikan dengan menggunakan inovasi teknologi sederhana untuk meningkatkan produksi yang lebih maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama dua kali yaitu kegiatan pelatihan prosedur pengolahan produk pengeringan ikan yang baik dan benar sesuai SOP dan SSOP dan pelatihan dan penerapan alat pengeringan ikan terbang yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 27 Agustus 2023 bertempat di Aula Kantor Camat Sendana, Kelurahan Mosso, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Kemudian selanjutnya pelatihan pengemasan dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Agustus 2024 di Rumah Produksi Kelompok Purnama. Evaluasi tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra dilakukan pada awal dan akhir kegiatan. Metode yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan mitra adalah metode kuesioner dan tingkat keterampilan mitra dilakukan dengan metode pengamatan langsung pada masing-masing individu yang tergabung dalam kelompok mitra. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat 85% peningkatan keterampilan dan pengetahuan kepada kelompok mitra usaha dalam penerapan inovasi pengeringan ikan terbang dengan Solar Dryer. selain itu, terdapat peningkatan 90% pengetahuan terkait dengan pengemasan produk ikan kering yang lebih baik serta memiliki daya simpan yang lebih lama. Keywords: ikan terbang; masyarakat; penerapan teknologi; pengeringan; Sulawesi Barat AbstractMosso Village is a coastal area that produces flying fish in West Sulawesi. This prompted the government to set up a flying fish processing centre on the site. One of the main initiatives in Sentra is the drying of flying fish. The main problem of the people in the Mosso Village, still not have the technology of innovative drying flying fishing in the center is the income and well-being of the community is still low. It's because people just treat flying fish like dry fish and still use technology that's still very simple and doesn't apply a good and correct way of drying fish. The aim of this activity is to provide good and correct fish drying training as well as introduce the application of fish dryers using simple technology innovations to maximize production. The activities of dedication to the community were carried out twice, namely training procedures for processing good and correct fish drying products in accordance with SOP and SSOP and training and application of flying fishing drying equipment on Saturday, August 27, 2023 in the Camat Sendana Office Hall, Mosso Village, district of Majene, West Sulawesi Province. Then the next packaging training will be held on Sunday, August 11, 2024 at the Purnama Group Production House. The degree of knowledge and abilities of partners is assessed at the end of the activity. The questionnaire approach is used to determine partners' knowledge, and the degree of abilities of partners is determined through direct observation of each participant in the partnership group. The result of this activity is that there is an 85% increase in skills and knowledge to the business partner group in implementing the innovation of drying flying fish with Solar Dryer. In addition, there is a 90% increase in knowledge related to better packaging of dried fish products and has a longer shelf life. Keywords: flying fish; mosso village; society; solar dryer; West Sulawesi
Pemupukan urea berlapis biochar gulma pakis kawat dengan metode benam (pocket system) pada komoditas kelapa sawit dalam program pendampingan perkebunan masyarakat Ika Fitriana Dyah Ratnasari; Roni Ismoyojati; Ilham Febriansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25468

Abstract

Abstrak Gulma pakis kawat merupakan salah satu jenis gulma berbahaya yang ada di areal perkebunan kelapa sawit. Hal ini dikarenakan gulma tersebut menjadi kompetitor bagi tanaman kelapa sawit dalam mendapatkan unsur hara, selain itu pertumbuhan gulma pakis kawat yang sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan. Pengolahan gulma pakis kawat menjadi biochar merupakan solusi yang tepat untuk pengendalian gulma sekaligus memberikan nilai guna gulma pakis kawat untuk dijadikan sebagai bahan pembenah tanah maupun media pelapis urea. Biochar pakis kawat yang dijadikan sebagai media pelapis urea merupakan suatu teknologi slow release fertilizer (SRF) yang saat ini banyak dikembangkan untuk mengurangi laju penguapan pupuk urea, sehingga biaya pemupukan dapat diminimalkan dan pertumbuhan kelapa sawit menjadi lebih optimal. Teknologi pemupukan urea berlapis biochar gulma pakis kawat dapat dikombinasikan dengan metode benam guna menambah efektifitas penyerapan urea oleh tanaman kelapa sawit. Metode benam juga dapat mengurangi hilangnya urea akibat aliran permukaan (run off) sehingga pemupukan menjadi lebih optimal. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani perkebunan kelapa sawit. Hasil dari kegiatan ini yaitu petani perkebunan kelapa sawit dapat mengetahui pengendalian gulma pakis kawat dan memanfaatkannya untuk dijadikan sebagai bahan baku biochar. Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini kemudian diterapkan dan dikombinasikan dengan metode pemupukan yakni benam guna meningkatkan efisiensi pemupukan urea pada kelapa sawit. Kata kunci: kelapa sawit; gulma; pakis kawat; biochar; benam Abstract Wire fern weed is one of the dangerous weeds in oil palm plantations. This is because the weed is a competitor for oil palm plants in obtaining nutrients, besides the growth of wire fern weeds which are very fast and difficult to control. Processing wire fern weeds into biochar is the right solution for weed control while providing the use value of wire fern weeds to be used as soil improver and urea coating media. Wire fern biochar used as urea coating media is a slow release fertilizer (SRF) technology that is currently being developed to reduce the evaporation rate of urea fertilizer, so that fertilization costs can be minimized and oil palm growth becomes more optimal. Wire fern weed biochar-coated urea fertilization technology can be combined with the benam method to increase the effectiveness of urea absorption by oil palm plants. The benam method can also reduce the loss of urea due to run off so that fertilization becomes more optimal. The result of this activity is that oil palm plantation farmers can know how to control wire fern weeds and utilize them as raw materials for biochar. The products produced from this activity are then applied and combined with the fertilization method, namely benam, to increase the efficiency of urea fertilization in oil palm. Keywords: oil palm; weeds;  wire fern; biochar; pocket system

Page 2 of 13 | Total Record : 130