cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2024): September" : 130 Documents clear
Penguatan karakter anti bullying pada siswa melalui penyuluhan tentang bullying Andi Pramesti Ningsih; Syafriani Syafriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25269

Abstract

Abstrak Bullying adalah salah satu kenakalan remaja yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikis. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memasukkan bullying sebagai salah satu dari tiga dosa besar pendidikan. Bullying dapat menimbulkan dampak bukan hanya kepada korban tetapi kepada pelaku. Besarnya dampak yang dapat terjadi membuat perilaku bullying harus dicegah sedini mungkin. Penyuluhan menjadi salah satu metode yang dipilih untuk memberikan informasi kepada remaja mengenai bullying, mulai dari definisi hingga dampaknya. Penyuluhan bullying ditujukan kepada 29 siswa/siswi SMP. Kuesioner mengenai bullying dibagikan melalui google form. Diantara para siswa, sebagian besar pernah mengalami kasus bullying yaitu 21 siswa (72.4%). Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil pengetahuan siswa yang baik meningkat dari 41,4% menjadi 62,1%. Hal ini membuktikan bahwa para siswa masih membutuhkan informasi mengenai bullying. Namun, kegiatan penyuluhan yang dilakukan hanya satu kali belum cukup untuk menumbukan kesadaran perilaku anti bullying secara berkelanjutan. Para guru di sekolah diharapkan dapat mengawasi perilaku siswa dan terus memberikan informasi untuk pembentukan perilaku anti bullying  di sekolah. Kata kunci: bullying;  karakter; penyuluhan; siswa Abstract Bullying is a type of juvenile delinquency that is carried out intentionally to hurt other people both physically and psychologically. The Ministry of Education, Culture, Research and Technology includes bullying as one of the three major educational sins. Bullying can have an impact not only on the victim but also on the perpetrator. The large impact that can occur means that bullying behavior must be prevented as early as possible. Counseling is one of the methods chosen to provide information to teenagers about bullying, from its definition to its impact. Bullying counseling was aimed at 29 junior high school students. Questionnaires regarding bullying were distributed via Google Form. Among the students, the majority had experienced cases of bullying, namely 21 students (72.4%). After the counseling was carried out, it was found that students' good knowledge increased from 41.4% to 62.1%. This proves that students still need information about bullying. However, outreach activities carried out only once are not enough to raise awareness of anti-bullying behavior on an ongoing basis. Teachers at schools are expected to monitor student behavior and continue to provide information for the formation of anti-bullying behavior at school. Keywords: bullying; character; counseling; students
Peningkatan kapasitas kader di desa Wisata Margaluyu mengenai perilaku hidup bersih dan sehat Sondang Ratnauli Sianturi; Indriati Kusumaningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26253

Abstract

Abstrak Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu hendaknya menjadi kesadaran seluruh masyarakat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mencegah munculnya penyakit sekaligus meningkatkan produktifitas. PHBS merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi setiap individu. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan kader posyandu mengenai kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wisata Margaluyu dengan sasaran kegiatan yaitu kader kesehatan sebanyak 15 orang yang dilakukan pada 1-2 Maret 2024. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dengan media power point. Hasil implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu didapatkan data bahwa sebagian besar kader berusia pada rentang dewasa pertengahan yaitu usia 41-60 tahun sebanyak 53,3%, memiliki jenis kelamin perempuan 100% dan memiliki latar belakang SMP sebesar 86,6% serta peningkatan pengetahuan kategori baik 26,7% menjadi 90%. Dari hasil praktek mencuci tangan yaitu 100% kader dapat melakukan dengan baik. Edukasi kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dan akan berdampak pada perilaku yang positif dari kader dan masyarakat. Kata kunci: kader; phbs; mencuci tangan; edukasi Abstract Maintaining and improving individual health should become the awareness of the entire community and be implemented in daily life so that it can prevent the emergence of disease whole increasing productivity. PHBS is a step that must be taken to achieve optimal health for each individual. This activity was carried out in the Margaluyu Tourism Village with the target activity being 15 cadres which was carried out on March 1st – 2nd , 2024. The method used is the lecture method using power point media. The results of the implementation of community service activities include data that the majority of cadres are in the middle adult range, namely 41-60 years old, 53.3%, 100% female and 86.6% have a junior high school background and an increase in category knowledge. either 26.7% to 90%. From the results of the practice of washing hands, 100% of cadres can do it well. The health education provided can increase knowledge and will have an impact on positive behavior from cadres and the community. Keywords: cadres; phbs; hand hygiene; education
Sistem informasi putusan tarjih muhammadiyah di Pengurus Daerah Muhammadiyah Ponorogo berbasis web dan android Wawan Kusnawan; Ghulam Asrofi Buntoro; Rizal Arifin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25701

Abstract

Abstrak Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo sebagai salah satu organisasi di bawah naungan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan panduan dan fatwa dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam kepada umatnya. Putusan tarjih yang dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah memiliki peranan penting dalam pengambilan keputusan terkait isu-isu keagamaan yang dihadapi oleh masyarakat. Pada halaman website PDM Ponorogo https://muhammadiyahponorogo.or.id/ belum ada himpunan putusan tarjih Muhammadiyah yang dapat dijadikan sumber rujukan warga muhammadiyah ponorogo untuk mencari dan membaca putusan tarjih muhammadiyah. Jumlah putusan tarjih PP Muhammadiyah terus bertambah semakin banyak seiring berjalannya waktu, hal tersebut menjadikan semakin sulit untuk mengelola dan mengakses putusan-putusan tersebut dengan efisien. Tujuan dari pengabdian ini adalah membangun dan sosialisasi sistem informasi putusan tarjih muhammadiyah di PDM Ponorogo berbasis website dan android dilaksanakan pada hari Kamis 09 Mei 2024, mayoritas masyarakat saat ini mempunyai smartphone android yang terkoneksi dengan internet sehingga putusan tarjih muhammadiyah akan lebih mudah, cepat diakses dan dibaca kapan saja dan dimana saja. Hasil dari pengabdian ini adalah sistem informasi putusan tarjih muhammadiyah berbasis website dan android, dari pengujian blackbox  dengan Skema pengujian, Aktifitas pengujian, Hasil yang diharapkan, Hasil pengujian dan keterangan pengujian yang telah dilakukan pada sistem web dan android menunjukkan semua menu-menu yang ada di dalam sistem berfungsi dengan Valid sesuai perancangan. Sistem yang telah dibangun harus selalu di-update dan di-maintenance untuk menjadikan sistem terus bermanfaat. Kata kunci: sistem informasi; putusan tarjih muhammadiyah; muhammadiyah ponorogo; website; android. Abstract The Muhammadiyah Regional Board (PDM) Ponorogo is one of the organizations under the auspices of the Muhammadiyah Central Board (PP), which has the responsibility to provide guidance and fatwas to its people on matters related to Islam. The tarjih decisions issued by the Tarjih and Tajdid Councils of the Muhammadiyah Central Board have an important role in decision-making related to religious issues faced by the community. Residents of Muhammadiyah Ponorogo cannot search for and read Muhammadiyah tarjih decisions on the PDM Ponorogo website page, https://muhammadiyahponorogo.or.id/, as there is no collection of such decisions. The number of PP Muhammadiyah tarjih decisions continues to increase over time, making it increasingly difficult to manage and access these decisions efficiently. The aim of this service is to develop and disseminate the Muhammadiyah tarjih decision information system at PDM Ponorogo, which is based on the website and Android. This system will be implemented on Thursday, May 9, 2024, at PDM Ponorogo. Since the majority of people currently own Android smartphones are connected to the internet, it will be easier and faster to access and read Muhammadiyah tarjih decisions anytime and anywhere. This service has resulted in a Muhammadiyah Tarjih decision information system that utilizes both the website and Android platforms. Blackbox testing, which includes a Test Scheme, Test Activities, Expected Results, Test Results, and Test Descriptions, on both the web and Android systems, confirms that all menus in the system operate as intended. We must always update and maintain the built system to ensure its continued usefulness. Keywords: information systems; tarjih muhammadiyah decision; muhammadiyah ponorogo; website; android.
Pembuatan website autospares untuk penjualan online suku cadang kendaraan pada PT SPM di Jakarta Tommy Wijaya Putra; Teny Handhayani; Wasino Wasino; Jeanny Pragantha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25275

Abstract

Abstrak Ecommerce didefinisikan sebagai kegiatan penjualan dan pembelian barang dan jasa secara elektronik melalui internet. Pandemi Covid-19 menjadi salah saatu faktor perkembangan ecommerce. Keterbatasan modal dan sumber daya menjadi kendala pelaku bisnis untuk beralih dari pasar konvensional ke ecommerce. Kegiatan Pengabdiaan Kepada Masyarakat (PKM) menjembatani akademisi untuk berberan membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Kegiatan PKM ini bekerja sama dengan mitra PT SPM pada bulan Agustus 2023 sampai Juni 2024. Mitra merupakan badan usaha pemasaran suku cadang kendaraan. Kegiatan PKM dilakukan dengan metode wawancara dan diskusi. Permasalahan utama mitra adalah belum memiliki website untuk transaksi penjualan secara online. Kegiatan utama PKM  ini yaitu pembuatan website ecommerce untuk mitra. Website AutoSpares dikembangkan dengan teknologi Progressive Web App. Website AutoSpares dikembangkan untuk tiga jenis pengguna yaitu pengunjung, pelanggan dan admin. Fitur utama pada halaman pelanggan dilengkapi dengan fasilitas belanja online dan sistem pembayaran. Halaman Admin memiliki fitur pengaturan data dan pembuatan laporan secara otomatis.  Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan kuesioner, website AutoSpares sudah memenuhi kebutuhan pengguna. Kata kunci: diskusi; ecommerce; progressive web app; wawancara; website. Abstract Ecommerce is defined as an activity of selling and purchasing goods and services electronically via the internet. The Covid-19 pandemic is one of the factors in the development of ecommerce. Limited funding and resources are obstacles for business to change from conventional markets to e-commerce. Community Service Activities acts as a way for academics to participate of problem solving in the society. This community services activity collaborates with PT SPM as a partner. The project has been done from August 2023 to June 2024. The partner sells vehicles spare parts. This community services activity uses interview and discussion methods. The main problem for partners is that they don't have a website for online sales. The main activity is developing e-commerce websites for partners. The AutoSpares website was developed with Progressive Web App technology. The AutoSpares website was developed for three types of users, namely visitors, customers and admins. The main features on the customer page are equipped with online shopping facilities and payment systems. The Admin page has features for managing data and creating reports automatically. Based on the evaluation results using questionnaires, the AutoSpares website has met user requirements. Keywords: discussion; ecommerce; interview; progressive web app; website.
Edukasi kosmetika yang tepat dan aman pada siswa-siswi MTs Sangkali di desa Cogreg Mida Hamidah; Arbi Zaenul Hakim; Zahratunnisa Ahmad; Nurul Maulida Fitri; Vilsa Purnama; Hilda Damayanti; Mila Cahya Fitria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25419

Abstract

AbstrakKosmetika merupakan kebutuhan bagi pria maupun wanita baik remaja maupun dewasa. Masa remaja merupakan masa peralihan dengan adanya gaya hidup dan kebutuhan yang mulai berubah. Pada masa remaja ini sangat membutuhkan edukasi mengenai kosmetika baik keamanan, manfaat, cara penggunaan hingga alternatif penggunaan bahan tradisional yang dapat digunakan sebagai kosmetika. MTs Sangkali terletak di Desa Cogreg Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya. Penyuluhan tentang edukasi kosmetika yang tepat dan aman bagi siswa-siswi MTs Sangkali di Desa Cogreg  telah dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi MTs Sangkali Desa Cogreg terhadap penggunaan kosmetika. Dalam kegiatan ini dilakukan pemaparan tentang kosmetika kemudian  dilakukan uji pemahaman dengan mengerjakan soal pretest dan post test. Data yang dihasilkan kemudian dilakukan analisis secara statistik menggunakan Program SPSS dengan Metode Uji T Berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa program penyuluhan yang dilakukan berhasil secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan siswa-siswi MTs Sangkali Desa Cogreg tentang kosmetika. Kata kunci: kosmetik; edukasi; cogreg. AbstractCosmetics are a necessity for both men and women, both teenagers and adults. Adolescence is a transitional period with changing lifestyles and needs. During this period, adolescents really need education about cosmetics, both safety, benefits, how to use and alternatives to the use of traditional ingredients that can be used as cosmetics. MTs Sangkali is located in Cogreg Village, Cikatomas District, Tasikmalaya Regency. Counseling on proper and safe cosmetics education for MTs Sangkali students in Cogreg Village has been carried out with the aim of increasing the knowledge of MTs Sangkali students in Cogreg Village on the use of cosmetics. In this activity, a presentation was made about cosmetics and then an understanding test was carried out by working on pretest and post test questions. The data generated was then statistically analyzed using the SPSS Program with the Paired T Test Method. The results showed that the extension program conducted was significantly successful in increasing the knowledge of MTs Sangkali Desa Cogreg students about cosmetics. Keywords: cosmetics; education; cogreg
Persiapan pembentukan koperasi sebagai sarana penguatan kelembagaan guna menunjang pengembangan bisnis UMKM di desa Branjang, kabupaten Ungaran Dwi Cahyaningdyah; Kris Brantas Abiprayu; Nurul Kamilia; Irnin Miladdyan Airiq
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25975

Abstract

AbstrakKoperasi berperan aktif sebagai lembaga pendukung pengembangan usaha UMKM di pedesaan. Perkembangan berbagai usaha kecil tersebut ternyata kurang diimbangi oleh perkembangan entitas bisnis yang bisa membantu dalam hal permodalan maupun kebutuhan financial yang lain, seperti koperasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibutuhkan sebuah upaya persiapan bagi masyarakat Desa Branjang untuk mulai membentuk sebuah koperasi desa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan dua metode pendekatan, FGD dan Pelatihan. FGD diadakan dengan perangkat desa untuk menentukan atau menilai kesiapan sumberdaya dalam rangka pembentukan koperasi. Sedangkan pelatihan diadakan untuk memberikan bekal pengetahuan bagi masyarakat untuk menyusun lembaga koperasi, termasuk pelatihan untuk penyusunan AD/ART koperasi dan  penyusunan struktur organisasi koperasi Desa Branjang. Dari hasil kegiatan masyarkat mendapatkan  tambahan pengetahuan mengenai langkah-langkah penyusunan sebuah koperasi dan bisa menggunakan pengetahuan tersebut untuk mewujudkan pendirian sebuah lembaga koperasi Kata kunci: FGD; pelatihan; koperasi; desa Branjang AbstractCooperatives play an active role as supporting institutions for the development of MSME businesses in rural areas. The development of various small businesses is apparently not balanced by the development of business entities that can help with capital or other financial needs, such as cooperatives. Based on these problems, a preparatory effort is needed for the Branjang Village community to start forming a village cooperative. This community service activity is carried out using two approaches: FGD and training. FGD is held with village officials to determine or assess the readiness of resources in the framework of forming a cooperative. Meanwhile, training is held to provide knowledge for the community to establish a cooperative institution, including training for the preparation of the cooperative's AD/ART and the preparation of the organizational structure of the Branjang Village cooperative. From the results of the activities, the community gains additional knowledge regarding the steps for establishing a cooperative and can use this knowledge to realize the establishment of a cooperative institution. Keywords: FGD; training; cooperative; Branjang village
Sosialisasi pembuatan briket arang berbasis limbah bonggol jagung sebagai peluang usaha di kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat Karyanik Karyanik; Ahmad Akromul Huda; Firzahl Arzhi Jiwantara; Suhairin Suhairin; Erni Romansyah; Abdul Faruq; Indra Purnawirawan; Abdul Hakim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.24150

Abstract

Abstrak Limbah sering dihasilkan dari proses produksi industri dan domestik, dan sering kali tidak memiliki nilai ekonomis. Di daerah dengan jagung sebagai komoditas utama, limbah jagung seperti kulit dan tongkol sering diabaikan. Di Kabupaten Lombok Barat, jagung merupakan komoditas penting dengan hasil panen mencapai 77.304 ton pada tahun 2023. Namun, limbah jagung belum dimanfaatkan secara optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan warga Desa Mesanggok mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket, sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah sosialisasi yang meliputi ceramah, diskusi, dan pemutaran video, diikuti dengan pretest dan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 43% menjadi 92%, dengan hasil uji statistik menggunakan uji paired sample T test yang signifikan. Sosialisasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga membuka wawasan peserta mengenai peluang usaha baru melalui produksi briket dari limbah jagung, mendukung program zero waste Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta berkontribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Kata kunci: bonggol jagung; briket; energi; limbah biomassa Abstract Waste is often generated from industrial and domestic production processes, and often has no economic value. In areas where maize is the main commodity, maize waste such as husks and cobs are often neglected. In West Lombok Regency, maize is an important commodity with a yield of 77,304 tonnes in 2023. However, corn waste has not been optimally utilised. This community service programme aims to teach residents of Mesanggok Village to process corncob waste into briquettes, as an environmentally friendly alternative fuel. The method used in this activity is socialisation which includes lectures, discussions, and video screenings, followed by pretests and posttests to evaluate the increase in participants' knowledge. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge from 43% to 92%, with statistical test results using a significant paired sample T test. This socialisation not only increased knowledge but also opened participants' insights into new business opportunities through the production of briquettes from corn waste, supporting the West Nusa Tenggara Provincial Government's zero waste programme, and contributing to efforts to improve the economic welfare of the local community. Keywords: biomass waste; briquettes; energy; maize cobs.
Pemberdayaan kader kesehatan di desa Pandansari Krajan dengan filosofi “Sego Tumpeng” untuk pengenalan kebutuhan dasar lansia di rumah Yafet Pradikatama Prihanto; Nanik Dwi Astutik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25244

Abstract

AbstrakDesa Pandansari memiliki lebih dari 80 lansia, dan semua tinggal bersama pasangan atau anak-anaknya. Data pada studi pendahuluan ditemukan data bahwa pendamping lansia atau caregiver informal hanya memenuhi kebutuhan dasar lansia saja seperti makan, minum, BAB/BAK dan kebersihan diri saja. Permasalahan ini yang menjadi salah satu pemicu ketidakstabilan emosi pada lansia yang mengakibatkan tekanan darah tinggi sehingga meningkatkan resiko terjadinya stroke, sedangkan apabila dilihat dari sisi caregiver informal, ketidakstabilan emosi lansia akan memicu kelelahan psikologis yang berpengaruh terhadap sikap kepada lansia. Berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan tersebut, pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat telah mengadakan edukasi tentang pencegahan permasalahan pada lansia ini dengan cara penjelasan mengenai pemenuhan semua kebutuhan lansia dengan target kader kesehatan Desa Pandansari, Tujuannya adalah supaya kader kesehatan mengerti, memehami dan mampu menjelaskan mengenai kebutuhan lansia menurut Maslow. Alasan memili kader kesehatan adalah karena dipandang lebih mudah dalam pendekatan dengan caregiver informal. Materi edukasi telah diberikan adalah teori mengenai kebutuhan dasar manusia menurut Maslow atau dianalogikan sebagai “sego tumpeng, supaya kader kesehatan lebih mudah memahami dan mengingatnya, dan dapat menjelaskan ke caregiver informal lansia. Edukasi telah diberikan kepada 10 orang kader kesehatan selama 3 kali, pada tanggal 12,13 dan 14 Juni 2024 dengan materi dasar kebutuhan manusia, kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow dan kiat-kiat pemenuhan kebutuhan lansia agar bahagia. Metode kegiatan ini berupa focus group discussion (FGD).  Pada pertemuan pertemuan pertama dilakukan pre test didapatkan hasil rata-rata 5,2 dan di akhir pertemuan akan dilakukan post test berupa 10 pertanyaan pilihan ganda didapatkan hasil rata-rata 8,6. Perubahan nilai rata-rata pre dan post ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi berhasil karena terjadi penambahan pengetahuan kader kesehatan. Kata Kunci : hierarki maslow; kader kesehatan; pengenalan AbstractPandansari Village has more than 80 elderly people, and all live with their partners or children. Data from the preliminary study found that elderly companions or informal caregivers only fulfill the elderly's basic needs such as eating, drinking, defecating and personal hygiene. This problem is one of the triggers for emotional instability in the elderly which results in high blood pressure thereby increasing the risk of stroke, whereas if seen from the perspective of informal caregivers, emotional instability in the elderly will trigger psychological fatigue which affects attitudes towards the elderly. Based on the phenomena that occur in the field, the implementers of community service activities have held education about preventing problems in the elderly by explaining the fulfillment of all the needs of the elderly with the target of health cadres in Pandansari Village. The aim is for health cadres to understand and be able to explain the needs of the elderly according to Maslow . The reason for choosing health cadres is because it is considered easier to approach informal caregivers. The educational material that has been provided is the theory of basic human needs according to Maslow or analogous to "sego tumpeng, so that health cadres can more easily understand and remember it, and can explain it to informal caregivers of the elderly. Education was given to 10 health cadres 3 times, on 12, 13 and 14 June 2024 with basic material on human needs, human needs according to Abraham Maslow and tips for fulfilling the needs of the elderly to be happy. The method of this activity is a focus group discussion (FGD).  At the first meeting, a pre-test was carried out, the average result was 5,22, and at the end of the meeting, a post-test was carried out in the form of 10 multiple choice questions, the average result was 8,6. This change in the average pre and post scores shows that the educational activity was successful because it occurred. increasing knowledge of health cadres. Keywords: maslow's hierarchy; health cadres; introduction
Pelatihan pembuatan ecoprint teknik pounding untuk melatih kreativitas siswa SDN Inpres Nontotera Kurniahtunnisa Kurniahtunnisa; Mellyatul Aini; Wilce Anna Cahya Kuendo; Maria Yasinta Manuel; Meidy Atina Kuron; Aisyiah Restutiningsih Putri Utami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26122

Abstract

Abstrak Di tengah pergeseran pendidikan yang semakin mengedepankan aspek kreativitas, ekspresi, dan inovasi, ecoprint muncul sebagai salah satu media pembelajaran yang menawarkan pembelajaran melalui kegiatan praktik yang praktis dan menyenangkan. Tujuan dari pelatihan pembuatan ecoprint adalah untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan keterampilan siswa melalui kegiatan yang mudah dipraktikan. Peserta pelatihan adalah 20 siswa kelas V dan 1 guru kelas di SDN Inpres Nontotera. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu persiapan kegiatan, sosialisasi dan demonstrasi, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik pembuatan ecoprint secara langsung. Pelatihan ini menggunakan teknik pounding pada tote bag sebagai media aplikasi ecoprint karena kemudahannya untuk diterapkan oleh siswa sekolah dasar. Pelaksanaan pelatihan ecoprint teknik pounding untuk siswa sekolah dasar berlangsung dengan sangat interaktif dan antusias. Pelaksanaan pelatihan pembuatan ecoprint dengan teknik pounding ini telah memberikan pengetahuan tentang pembuatan ecoprint serta melatih keterampilan dan kreativitas para siswa sekolah dasar yang berpartisipasi. Hasil pelatihan menunjukkan hasil yang signifikan dalam kreativitas siswa, dibuktikan dengan variasi desain ecoprint yang siswa buat. Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan kreativitas mereka sambil meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kata kunci: pelatihan; ecoprint; teknik pounding; kreativitas. Abstract In the midst of a shift in education that increasingly emphasizes aspects of creativity, expression and innovation, ecoprint emerges as one of the learning media that offers learning through practical and fun activities. The purpose of the ecoprinting training was to develop creativity and improve students' skills through easy-to-practice activities. The training participants were 20 fifth grade students and 1 class teacher at SDN Inpres Nontotera. The implementation of community service activities was carried out in several stages, namely activity preparation, socialization and demonstration, preparation of tools and materials, activity implementation, and activity evaluation. Training activities were carried out using lecture, question and answer, demonstration, and direct practice of making ecoprints. This training used the pounding technique on tote bags as a medium for ecoprint application because of its ease of application by elementary school students. The implementation of the ecoprint training on pounding technique for elementary school students was very interactive and enthusiastic. The implementation of the ecoprinting training with pounding technique has provided knowledge about ecoprinting and trained the skills and creativity of the participating elementary school students. The results of the training showed significant results in student creativity, as evidenced by the variety of ecoprint designs that students created. This training provides an opportunity for students to explore and express their creativity while raising awareness and concern for the surrounding environment. Keywords: training; ecoprint; pounding technique; creativity
Optimasi diversifikasi olahan pangan dalam manajemen industri di desa Branjang kabupaten Semarang Arief Yulianto; Rini Setyo Witiastuti; Vini Wiratno Putri; Erisa Aprilia Wicaksari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25445

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri bagi UMKM di Desa Branjang, Kabupaten Semarang di tengah persaingan Industri yang sangat ketat dan perubahan lingkungan yang pesat. Kegiatan ini diinisiasi dengan adanya permasalahan berkaitan dengan keterampilan yang masih terbatas yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pelatihan sehingga kualitas produk olahan pisang yang dihasilkan masih belum memenuhi standar. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat dengan beberapa tahapan yaitu tahapan koordinasi pelaksanaan kegiatan dengan mitra, tahapan penyusunan rencana kerja, tahapan sosialisasi dan pelatihan, tahapan pendampingan dan tahapan monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini diselenggarakan secara offline di Balai Desa Branjang, Kabupaten Semarang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peserta dapat menghasilkan inovasi baru dari bahan baku pisang dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mitra dalam mengolah pisang sehingga produk yang dipasarkan dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Kata kunci: daya saing industri; rencana kerja; kualitas produk. Abstract This community service aims to enhance the industrial competitiveness of MSMEs in Branjang Village, Semarang Regency, amidst very tight industrial competition and rapid environmental changes. This activity was initiated due to problems related to limited skills caused by a lack of knowledge and training, resulting in the quality of banana processed products that do not yet meet standards. The method used in this community service involves providing training to the community through several stages: coordination of activity implementation with partners, preparation of work plans, socialization and training, mentoring, and monitoring and evaluation stages. This activity is conducted offline at the Branjang Village Hall, Semarang Regency. The result of this community service is that participants can produce new innovations from banana raw materials and are expected to improve the partners' ability to process bananas so that the marketed products can be well received by consumers. Keywords: industrial competitiveness; work plan; product quality.

Page 4 of 13 | Total Record : 130