cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2024): September" : 130 Documents clear
Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui pelatihan pembuatan sabun cair ecoenzyme di desa Sigar Penjalin Lombok Utara Earlyna Sinthia Dewi; Muliatiningsih Muliatiningsih; Desy Ambar Sari; Suhairin Suhairin; Nur Annisa Istiqamah; Ziana Datul Rizka; Fitri Ramdani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26647

Abstract

Abstrak Pengabdian Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair  Ecoenzyme di Desa Sigar Penjalin Lombok Utara. Pengabdian ini dilakukan di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara pelatihan dan pendampingan, dengan melakukan pre-test sebelum dimulainya pelatihan dan post-test setelah kegiatan pelatihan berakhir. Pelatihan dan pendampingan anggota mitra dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan dengan praktek secara langsung membuat sabun cair dari ecoenzym sampai dengan pengemasannya. Hasil pelatihan pembuatan sabun  cair ecoenzyme menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman dan  ketrampilan anggota mitra mengenai pembuatan sabun cair ecoenzyme yaitu sebesar 20% sebelum dilaksanakan kegiatan dan setelah dilaksanakannya kegiatan meningkat menjadi  100%. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cair ecoenzyme ini berjalan dengan lancar,  dan dapat meningkatkan ketrampilan ibu2 anggota PEKKA dalam membuat turunan  ecoenzyme menjadi sabun cair ramah lingkungan. Peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan ini karena produk sabun cair ecoenzyme ini langsung dapat digunakan untuk mencuci piring dan pakaian sehingga dapat menghemat pengeluaran sehari-hari untuk membeli sabun yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan anggota mitra. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 2 bulan sejak awal persiapan kegiatan hingga pembuatan produk sabun cair ecoenzym Kata kunci: ecoenzyme; limbah; perempuan kepala keluarga; pelatihan; sabun cair Abstract Empowerment of Women Headed Households (PEKKA) through Ecoenzyme Liquid Soap Making Training in Sigar Penjalin Village, North Lombok. This service was carried out in Sigar Penjalin Village, Tanjung Subdistrict, North Lombok Regency. The implementation of the service activities was carried out by training and mentoring, by conducting a pre-test before the start of the training and a post-test after the training activities ended. Training and mentoring of partner members was carried out by the activity implementation team by directly practicing making liquid soap from ecoenzymes to packaging. The results of the training in making ecoenzyme liquid soap showed an increase in the understanding and skills of partner members regarding the making of ecoenzyme liquid soap, which was 20% before the activity was carried out and after the activity increased to 100%. The training activity on making ecoenzyme liquid soap ran smoothly, and could improve the skills of PEKKA members in making ecoenzyme derivatives into environmentally friendly liquid soap. Participants seemed enthusiastic about participating in this training because this ecoenzyme liquid soap product can be used directly to wash dishes and clothes so that it can save daily expenses for buying soap which can ultimately improve the welfare of partner members. This service activity lasted for 2 months from the beginning of the preparation of activities to the manufacture of ecoenzyme liquid soap products Keywords: ecoenzyme; waste; female headed household; training; liquid soap
Pemberdayaan lansia penderita hipertensi dalam pengaturan diet rendah garam menggunakan DASH (Dietary Approach To Stop Hypertension) di puskesmas Tajinan kabupaten Malang Sakti, Ifa Pannya; Luhung, Monika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25193

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana meningkatnya darah sistolik berada diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Asupan garam yang tinggi dapat dikaitkan dengan risiko hipertensi dan membatasi asupan garam telah diusulkan untuk menjadi metode pencegahan hipertensi. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang diet rendah garam menggunakan DASH (Dietary  Approach  to Stop Hypertension) dan meningkatkan kemampuan lansia dalam pemilihan bahan pengganti garam di kelompok Prolanis Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan kegiatan PkM pada waktu materi adalah dalam bentuk ceramah dan Focus Group Discussion, dilanjutkan dengan demonstrasi tentang pemilihan bahan pengganti garam. Kegiatan PkM telah dilaksanakan pada tanggal 20 – 22 Mei 2024 bertempat di aula Puskesmas Tajinan dengan jumlah peserta adalah 25 lansia penderita hipertensi. Pengukuran tingkat pengetahuan lansia melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test oleh lansia, sedangkan pengukuran kemampuan lansia melalui penilaian observasi kegiatan redemonstrasi lansia dalam memilih bahan pengganti garam yang telah disiapkan oleh tim pengabdi. Hasil nilai rata-rata pre-test 56,95 dan pos-test 83,64, hasil penilaian redemostrasi 100% lansia mampu melakukan pemilihan bahan pengganti garam. Peningkatan nilai rata-rata pre-test ke post-test menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi para peserta. Oleh sebab itu pemberian edukasi kesehatan kepada para lansia penderita Hipertensi dan keluarganya perlu untuk dilaksanakan secara berkala, agar tekanan darah para lansia penderita Hipertensi dapat terkontrol dengan baik. Kata kunci: DASH; diet rendah garam; hipertensi; lansia. Abstract Hypertension is a condition where the increase in systolic blood pressure is above the normal limit, namely more than 140 mmHg and diastolic blood pressure is more than 90 mmHg. High salt intake may be associated with the risk of hypertension and limiting salt intake has been proposed to be a method of preventing hypertension. The aim of this community service activity is to increase the elderly's knowledge about a low salt diet using DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) and increase the ability of the elderly in selecting salt substitutes in the Prolanis group at the Tajinan Health Center, Malang Regency. The method for implementing community service activities during the material is in the form of lectures and Focus Group Discussions, followed by a demonstration on selecting salt substitute materials. Community service activities were carried out on 20 – 22 May 2024 at the Tajinan Community Health Center hall with the number of participants being 25 elderly people with hypertension. Measuring the level of knowledge of the elderly through filling out pre-test and post-test questionnaires by the elderly, while measuring the ability of the elderly through assessing the observation of elderly demonstration activities in selecting salt substitutes that have been prepared by the service team. The average pre-test score was 56.95 and post-test 83.64, the results of the redemostration assessment were 100% of the elderly were able to choose salt substitutes. The increase in the average score from pre-test to post-test shows that this activity provides benefits for the participants. Therefore, providing health education to elderly people suffering from hypertension and their families needs to be carried out regularly, so that the blood pressure of elderly people suffering from hypertension can be well controlled. Keywords: DASH; elderly; hypertension; low salt diet.
Pelatihan aplikasi Chatgpt sebagai alat pendukung pembelajaran Mahsup, Mahsup; Abdillah, Abdillah; Zaenudin, Zaenudin; Swahip, Swahip; Ibrahim, Ibrahim; Syafril, Syafril; Fitriani, Eka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26150

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan Aplikasi Chatgpt Sebagai Alat Pendukung dalam Pembelajaran. Metode pelaksanaan dengan tahapan yaitu sosialisasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Kegitan dilakukan selama satu hari dengan jumlah peserta 12 orang. Hasil pengabdian menunjukkan ada peningkatan yang signifikan pada skor post-test dibandingkan dengan pre-test, yang menandakan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan ChatGPT untuk keperluan pembelajaran. Peningkatan ini terlihat dari kemampuan peserta yang lebih baik dalam menggunakan ChatGPT untuk menyusun soal, memberikan penjelasan tambahan, serta memfasilitasi diskusi interaktif dengan mahasiswa. Kata kunci:  aplikasi Chatgpt; pendukung pembelajaran; pelatihan Abstract The purpose of this service activity is to determine the effectiveness of using the Chatgpt Application as a Supporting Tool in Learning. The implementation method is in stages, namely socialization, implementation of activities and evaluation of activities. The activity was carried out for one day with a total of 12 participants. The results of the service showed that there was a significant increase in post-test scores compared to the pre-test, which indicates that this training succeeded in improving the ability of participants to use ChatGPT for learning purposes. This improvement can be seen from the participants' better ability to use ChatGPT to compose questions, provide additional explanations, and facilitate interactive discussions with students. Keywords: chatgpt application; learning supporter; training
Deteksi dini dan edukasi kesejahteraan psikologis remaja generasi Z era digitalisasi Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Aulia Amini; Nurchaerani Nurchaerani; Nova Irmayanti Fratiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25857

Abstract

Remaja saat ini menghadapi lingkungan digital yang semakin kompleks dan bergantung pada media sosial sebagai sarana komunikasi, interaksi sosial, dan eksplorasi identitas. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan deteksi dini kesejahteraan psikologis dan edukasi kesejahteraan psikologis remaja generasi Z era digitalisai. Metode pelaksaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 16 remaja, kegiatan ddalam ini adalah deteksi dini dan edukasi atau penyuluhan terkait kesejahteraan psikologis remaja Gen Z. Hasil deteksi dini didapatkan kesejahteraan psikologis remaja didapatkan mayoritas kategori tinggi berjumlah 12 remaja (75%). Ada perbedaan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan remaja generasi Z pada era digitalisasi, hasil pretest menunjukkan belumada remaja yang menjawab 4 pertanyaan dengan benar, hasil postest menunjukkan 16 remaja menjawab 4 pertanyaan dengan benar setelah diberikan penyuluhan. Kata kunci: pengabdian; deteksi dini; kesejahteraan psikologis; remaja Abstract Teenagers today face an increasingly complex digital environment and depend on social media as a means of communication, social interaction and identity exploration. The aim of this service is to carry out early detection of psychological well-being and education on the psychological well-being of generation Z teenagers in the digital era. The method of implementing this service adopts action research steps which consist of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The service participants are 16 teenagers. The activities in this are early detection and education or counseling related to welfare. psychology of Gen Z teenagers. The results of early detection showed that the majority of teenagers' psychological well-being was in the high category, numbering 12 teenagers (75%). There were differences before and after being given counseling to Generation Z teenagers in the era of digitalization. The pretest results showed that there were no teenagers who answered 4 questions correctly, the posttest results showed that 16 teenagers answered 4 questions correctly after being given the counseling. Keywords: devotion; early detection; psychological well-being; adolescents
Pelatihan pengukuran antropometri dan pembuatan MPASI puding chaya kepada kader posyandu Atmadja, Taufiq Firdaus Al-Ghifari; Wardani, Yusrima Syamsina; Betaditya, Dika; Saputra, Kosasih Adi; A’yunin, Nur Arifah Qurota
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26052

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang dan berdampak signifikan pada pertumbuhan serta kesehatan anak. Meskipun angka stunting secara nasional mengalami penurunan, prevalensi di beberapa daerah seperti Kota Tasikmalaya masih cukup tinggi. Kelurahan Kahuripan mencatat angka stunting sebesar 9,41% pada Agustus 2022. Permasalahan ini dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi yang baik, minimnya edukasi tentang pemberian ASI Eksklusif dan makanan pendamping ASI, serta keterbatasan keterampilan kader posyandu dalam deteksi stunting. Di Kelurahan Kahuripan, keterampilan kader posyandu saat ini masih terbatas pada penimbangan dan pencatatan data, tanpa adanya evaluasi mendalam mengenai pertumbuhan anak. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan pemberdayaan kader posyandu dan edukasi kepada ibu tentang pentingnya pemberian makanan bergizi dan teknik pemantauan status gizi yang tepat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan ibu mengenai gizi, khususnya melalui penggunaan pangan lokal sebagai makanan pendamping ASI berupa puding chaya, serta penggunaan teknologi sederhana untuk deteksi stunting. Kegiatan edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi, serta metode simulasi pembuatan PMT puding chaya.  Hasil kegiatan ini, kegiatan terlaksana pada tanggal 6 Juli 2024. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 20 orang. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas makanan yang diberikan kepada balita, serta dapat mengurangi prevalensi stunting. Kata kunci: kader posyandu; balita; stunting; MPASI. Abstract Stunting is a chronic nutritional issue caused by long-term malnutrition, significantly impacting children's growth and health. Although the national stunting rate has decreased, prevalence in some areas, such as Tasikmalaya City, remains relatively high. In August 2022, the Kahuripan subdistrict recorded a stunting rate of 9.41%. This problem is influenced by the community's lack of understanding of the importance of good nutrition, limited education on exclusive breastfeeding and complementary foods, and the limitations of posyandu cadres' skills in detecting stunting. In the Kahuripan subdistrict, posyandu cadres' skills are currently limited to weighing and recording data, without in-depth evaluations of children's growth. To address this issue, there is a need to empower posyandu cadres and educate mothers on the importance of providing nutritious food and proper techniques for monitoring nutritional status. This community service program aims to enhance the knowledge of posyandu cadres and mothers regarding nutrition, particularly through the use of local foods as complementary foods such as chaya pudding, and the use of simple technology for stunting detection. Educational activities are conducted through lectures and demonstrations, as well as simulations of chaya pudding preparation. The program took place on July 6, 2024, with 20 participants who engaged enthusiastically. This activity is expected to improve the quality and quantity of food provided to toddlers and reduce the prevalence of stunting. Keywords: posyandu cadres; toddler; stunting; complementary feeding
Pentingnya edukasi mengenai pengelolaan obat sisa untuk mencegah dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat Widia Primi Annisya; Cantiya Maryam; Syifa Destriaputri Fadillah; Jasmin Giovani; Neng Siti Rahmah; Gita Nurwanti; Mochamad Dicky Prayoga
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25886

Abstract

Abstrak Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang obat (DAGUSIBU) adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat dengan benar. Permasalahan mengenai obat, masih sering dijumpai di masyarakat mencakup penyalahgunaan obat, efek samping yang bisa bervariasi dari ringan hingga mengakibatkan kematian, serta peredaran obat palsu, narkoba, dan bahan berbahaya lainnya. Penyuluhan ini dilakukan di Madrasah Sabilul Khoer, Kampung Katomas, Desa Cogreg, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, bertujuan agar masyarakat lebih memahami pentingnya penerapan DAGUSIBU di rumah. Penyuluhan ini melibatkan 30 partisipan, data dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 26.0. Rata-rata skor pada tes awal adalah 14,80, sedangkan pada tes akhir meningkat menjadi 21,60. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua nilai tersebut (p = 0,008). yang mengindikasikan bahwa penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu pengajian Kampung Katomas, mengenai konsep DAGUSIBU. Kata kunci: DAGUSIBU; pengelolaan obat; swamedikasi; peningkatan pengetahuan Abstract DAGUSIBU is an initiative to improve public health through health services by pharmaceutical personnel. Drug-related health problems that are still frequently encountered in society include drug abuse, side effects that can vary from mild to causing blindness or death, as well as the circulation of counterfeit drugs, narcotics and other dangerous substances. This counseling was carried out at Sabilul Khoer Madrasah, Katomas Village, Cogreg Village, Cikatomas District, Tasikmalaya Regency, with the aim of making the community better understand the importance of implementing DAGUSIBU at home. The questionnaire was used as an instrument in this research, with data analysis using IBM SPSS version 26.0 and the significance value was set at p ≤ 0.05. The research involved 30 respondents with an average pre-test score of 14.80 and post-test 21.60. The significance test of the paired sample t-Test showed a significance value of 0.008, which indicated that the counseling was successful in increasing the community's understanding, especially the recitation mothers of Katomas Village, regarding the concept of DAGUSIBU Keywords: DAGUSIBU; drug management; self-medication; increasing knowledge
Pendampingan pengembangan produk dan pemasaran potensi pariwisata desa Kuanheun Amaral, Maria Augustin Lopes; Watu, Engelbertus G. Ch.; Sinlae, Alfry Aristo Jansen; Fallo, Apryanus; Man, Stanis
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25389

Abstract

Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian masyrakat adalah melakukan pelatihan dan bimbingan teknis kepada desa Kuanheun sebagai salah satu desa yang memiliki potensi desa wisata yang berada di Kabupaten Kupang. Memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan dari daerahnya untuk dijadikan harta karun pengembangan pariwisata agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Saat wisata ditingkatkan akan mendorong UMKM makanan dan lainnya pun bergerak. Desa Kuanheun dikunjungi sedikit wisatawan dan tidak dijadikan sebagai ladang uang bagi Desa tersebut Ketika ada wisatawan yang berkunjung. Metode dalam kegiatan pengabdian ini adalah persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pendampingan, pelatihan dan bimbingan teknis perlu diterapkan agar mampu mengembangkan wisata alam di Desa Kuanheun. Dengan dokumen STP pelaku UMKM, pengurus BUMDes dan ibu-ibu PKK tahu tentang target pasar yang jelas dan promosi yang tepat bisa diterapkan. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan lancar. Peserta berharap kedepan bisa memberikan pelatihan lanjutan. Kata kunci: desa wisata; segmenting; targeting; positioning; social media marketing Abstract The aim of the community service activities is to provide training and technical guidance to Kuanheun village as one of the villages with tourism village potential in Kupang Regency. It has a lot of tourism potential that can be developed in the region to become a treasure trove of tourism development in order to increase people's income. When tourism is increased, it will encourage food and other MSMEs to move. Kuanheun Village is visited by few tourists and is not used as a source of money for the village when tourists visit. The methods in this service activity are preparation, implementation and evaluation. Assistance, training and technical guidance need to be implemented to be able to develop natural tourism in Kuanheun Village. With the STP document, MSME actors, BUMDes administrators and PKK women know about a clear target market and appropriate promotions can be implemented. Service activities run well and smoothly. Participants hope that in the future they can provide further training Keywords: tourist village; segmenting; targeting; positioning; social media marketing
Pemberdayaan kader dalam upaya menurunkan Caregiver Burden melalui tindakan massage dengan metode M Technique di RW 01 kelurahan Sukoharjo wilayah kerja puskesmas Bareng kota Malang Setyobudi, Yustina Emi; Debora, Oda; Indriyani, Oktavia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25198

Abstract

Abstrak Lansia mengalami perubahan dalam berbagai aspek kehidupannya. Perubahan yang dialami oleh lansia menyebabkan lansia mengalami penurunan fungsi dan rentan mengalami perubahan status kesehatan, menderita penyakit yang bersifat akut dan kronis. Perawatan lansia dengan penyakit kronis merupakan perawatan jangka panjang dan berkelanjutan. Keluarga adalah sumber daya terbesar untuk perawatan individu dengan penyakit kronis, sebab keluarga adalah pemberi perawatan yang paling tahan lama, dan menawarkan perawatan yang konstan dan berkelanjutan sepanjang waktu. Beban akibat kegiatan perawatan, perlu ditatalaksana guna meminimalkan dampak negatif pada caregiver informal. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di RW 01 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, pada bulan Mei 2024. Sasaran kegiatan PkM ini adalah kader posyandu lansia, sebanyak 19 orang. Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan kader dalam pengelolaan caregiver burden melalui tindakan massage dengan Metode M Technique; meningkatkan kemampuan/keterampilan kader dalam pengelolaan caregiver burden melalui teknik hand massage. Kegiatan dalam PkM ini yaitu memberikan edukasi dengan topik: pengelolaan caregiver burden yang dirasakan caregiver lansia menggunakan metode M Technique; serta pelatihan tentang pengelolaan caregiver burden melalui tindakan massage dengan Metode M Technique. Metode pemberdayaan yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah dengan Problem Based Learning (PBL). Hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan caregiver burden dari nilai rata-rata 53,0 menjadi 70,0, dan kemampuan melakukan pemijatan dengan nilai rata-rata 70,8. Kegiatan terlaksana dengan baik, dengan jumlah kehadiran kader lansia >70%. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khsususnya para kader terkait dengan pengelolaan caregiver burden. Kata kunci: beban pengasuhan; kader lansia; pijat tangan Abstract Elderly people go through various changes in their lives, leading to decreased function and increased susceptibility to acute and chronic diseases. Long-term care for the elderly with chronic diseases is typically provided by the family, as they serve as the most enduring caregivers, offering constant and continuous care over time. Managing the burden of care is essential to minimize the negative impact on informal caregivers. This Community Service initiative took place in RW 01, Sukoharjo Village, Klojen District, on May. 2024, targeting 19 elderly Posyandu cadres. The goal was to enhance cadres' knowledge in managing caregiver burden through massage using the M Technique Method and improve their skills in this area. The activities included providing education on managing caregiver burden using the M Technique method and training on massage techniques. Problem-Based Learning (PBL) was the chosen empowerment method for this initiative. Evaluation results indicated an increase in knowledge about caregiver burden management from an average score of 53.0 to 70.0 and the ability to perform massage with an average score of 70.8. The event had a good turnout, with over 70% of elderly cadres attending. The results of this initiative are expected to educate the community, particularly the cadres, about caregiver burden management. Keywords: caregiver burden; elderly cadres; hand massage
Penguatan pemasaran melalui desain kemasan untuk meningkatkan penjualan abon bonggol pisang Angga Pandu Wijaya; Dorojatun Prihandono; R.R. Endang Sutrasmawati; Fredianaika Istanti; Bogy Febriatmoko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26116

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian yang berupa pelatihan desain kemasan abon bonggol pisang bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam merancang kemasan yang efektif. Desain kemasan yang dipergunakan saat ini masih membutuhkan peningkatan untuk menarik konsumen serta lebih informatif. Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang difokuskan pada peningkatan kualitas produk abon bonggol pisang melalui pengemasan yang lebih menarik dan mempunyai informasi yang lengkap. Metode pengabdian yang dipergunakan adalah dengan penyampaian materi serta praktik untuk mengemas produk abon dengan desain kemasan yang menarik. Sebanyak 40 masyarakat di Desa Branjang, Kabupaten Semarang terlibat dalam kegiatan ini. Kemasan yang baik tidak hanya melindungi produk tetapi juga berfungsi sebagai alat promosi dan komunikasi, yang dapat menarik perhatian konsumen serta meningkatkan nilai jual produk. Peserta dibimbing untuk memahami desain kemasan dalam pemasaran, serta teknik-teknik praktis untuk menghasilkan kemasan yang sesuai dengan standar keamanan dan regulasi yang berlaku. Hasil dari pelatihan ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat Desa Branjang untuk mengembangkan produk lokal, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui produk abon bonggol pisang yang lebih kompetitif. Kata kunci: desain kemasan; abon bonggol pisang; pemasaran; UMKM. Abstract The packaging design training activity for banana stem floss aims to enhance the competitiveness of MSME products by equipping the community with knowledge and skills in designing effective packaging. The current packaging design still requires improvement to attract consumers and provide more informative content. The training, held in Branjang Village, Ungaran District, focuses on improving the quality of banana stem floss products through more appealing and informative packaging. The community service method employed involves delivering material and conducting hands-on practice to package the product with attractive designs. A total of 40 community members from Branjang Village, Semarang Regency, participated in this activity. Good packaging not only protects the product but also serves as a promotional and communication tool that can attract consumer attention and increase the product's market value. Participants were guided to understand packaging design in marketing and practical techniques to produce packaging that meets safety standards and applicable regulations. The outcome of this training is expected to create new opportunities for the people of Branjang Village to develop local products, expand market reach, and improve economic welfare through more competitive banana stem floss products. Keywords: packaging design; banana stem floss; marketing; MSMEs.
Sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan aplikasi SIHARAPAN untuk deteksi, pemantauan, dan rekapan data stunting anak di desa Panggung Baru Achmad, Ferdiyansyah; Tina, Ridha Rahma; Lestari, Alal; Fathurrahmani, Fathurrahmani; Sabella, Billy; Ridha, M. Najamudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25371

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian Masyarakat ini fokus pada penerapan inovasi digital untuk meningkatkan pengumpulan dan pemantauan data kesehatan anak di Posyandu, terutama dalam menangani stunting di Desa Panggung Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Indonesia. Melalui pelatihan dan penggunaan aplikasi SIHARAPAN, kader Posyandu mampu mengumpulkan dan mencatat data kesehatan anak secara digital dengan lebih efisien dan akurat. Evaluasi program menunjukkan peningkatan efisiensi dan akurasi pencatatan data, serta kontribusi positif dalam pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan anak di desa tersebut. Metode yang digunakan mencakup pengumpulan data, identifikasi kebutuhan, persiapan materi pelatihan, sosialisasi, pelatihan praktis, uji coba aplikasi, evaluasi, perbaikan, dan diseminasi hasil. Pengisian kuesioner pengguna aplikasi Kader Posyandu memberikan umpan balik yang positif yaitu dengan jawaban respon Setuju 64% dan Sangat Setuju 36% dari 4 orang Kader Posyandu terhadap penggunaan aplikasi SIHARAPAN, menegaskan keberhasilan program dalam meningkatkan kinerja mereka. Program ini memberikan wawasan penting tentang pentingnya teknologi dalam pelayanan kesehatan pada desa di tingkat kabupaten dan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program serupa di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.Kata kunci: kader posyandu; sosialiasi; pelatihan; aplikasi; sistem informasi. Abstract This Community Service Program focuses on the implementation of digital innovation to enhance the collection and monitoring of child health data at Integrated Health Posts (Posyandu), particularly in addressing stunting in Panggung Baru Village, Tanah Laut Regency, South Kalimantan, Indonesia. Through training and the utilization of the SIHARAPAN application, Posyandu cadres are able to collect and record child health data digitally more efficiently and accurately. Program evaluation indicates improved efficiency and accuracy in data recording, as well as a positive contribution to stunting prevention and child health improvement in the village. The methods employed include data collection, needs identification, training material preparation, socialization, practical training, application testing, evaluation, improvement, and dissemination of results. The application user feedback questionnaire filled out by Posyandu cadres provides positive feedback, with 64% agreeing and 36% strongly agreeing from 4 Posyandu cadres regarding the use of the SIHARAPAN application, affirming the success of the program in enhancing their performance. This program provides valuable insights into the importance of technology in rural healthcare services at the district level and can serve as a basis for the development of similar programs in other areas facing similar challenges.Keywords: posyandu volunteers; socialization; training; application; information system.

Page 6 of 13 | Total Record : 130