cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PELATIHAN KODING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA Irma Darmayanti; Nandang Hermanto; Pungkas Subarkah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14860

Abstract

ABSTRAKSemakin maju suatu teknologi tentunya memberikan pengaruh yang besar pula pada berbagai bidang. Salah satu pengaruh negatif dari revolusi industri keempat ini adalah potensi pengurangan karyawan yang disebabkan oleh otomatisasi. Jadi, untuk memerangi pengaruh negatif dari pertumbuhan teknologi sangat penting untuk mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia dari sudut pandang IPTEK sejak dini. Computational thinking merupakan salah satu kemampuan yang paling penting di era revolusi industri keempat. SMP Telkom Purwokerto sebagai sekolah unggulan yang memadukan IPTEK dalam desain pembelajarannya. Namun, dari hasil observasi yang dilakukan disekolah, 140 siswa belum terlatih computational thinking ditimbulkan oleh kurangnya kesempatan dan sumber daya untuk mempelajari computational thinking, serta kurangnya penekanan kurikulum pada pengembangan kemampuan computational thinking. Oleh karena itu, pelatihan koding atau programming menjadi solusi untuk mengembangkan computational thinking siswa SMP Telkom Purwokerto. Pelatihan koding dilakukan dengan software MIT App Inventor. Hasilnya,  92% siswa menyebutkan MIT App Inventor memberikan pembelajaran koding yang menarik serta 88% siswa sepakat bahwa MIT App Inventor mudah dipahami dan siswapun dapat menerapkannya untuk membuat permainan-permainan sederhana di smartphone. Siswa pun menunjukan ketertarikannya terhadap pengkodingan, yang mana belajar koding secara tidak langsung menumbuhkan daya nalar siswa dan menumbuhkan kemampuan siswa dalam memecahkan permasalahan. Kata kunci: koding; computational thinking; pelatihan; MIT app inventor. ABSTRACTThe more advanced a technology is, of course, it also has a great influence on various fields. One of the negative effects of this fourth industrial revolution is the potential for employee attrition caused by automation. So, to combat the negative effects of technological growth, it is very important to prepare and develop human resources from the point of view of science and technology early on. Computational thinking is one of the most important skills in the fourth industrial revolution. SMP Telkom Purwokerto as a leading school that integrates science and technology in its learning design. However, from the observations made at school, 140 students have not been trained in computational thinking is caused by the lack of opportunities and resources to learn computational thinking, as well as the lack of curriculum emphasis on developing computational thinking skills. Therefore, coding or programming training is a solution to develop computational thinking of Telkom Purwokerto Junior High School students. Coding training is conducted with MIT App Inventor software. As a result, 92% of students mentioned that MIT App Inventor provides interesting coding learning and 88% of students agreed that MIT App Inventor is easy to understand and students can apply it to make simple games on smartphones. Students also show their interest in coding, which learning coding indirectly fosters students' reasoning power and fosters students' ability to solve problems. Keywords: coding; computational thinking; training; MIT app inventor.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK DERIVATIVE DARI SUSU SAPI UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA BOCEK, KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Sani Sani; AR Yelvia Sunarti; Reva Edra Nugraha; Aldy Cahya Putra; Jouvita Rosanti; Bimantara Hidayah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.12132

Abstract

ABSTRAKTujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang teknologi pengolahan susu sapi menjadi produk turunan yang berpotensi untuk dikembangkan serta pendampingan dalam pembuatan produk derivative susu sapi yaitu yoghurt, . Kegiatan ini dilakukan pada Ibu-ibu PKK dan Karang Taruna Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Metode pelatihan pembuatan yoghurt dilakukan dengan pemberian penyuluhan,sosialisasi dan demonstrasi pembuatan yoghurt. Pembuatan yoghurt dilakukan dengan sangat sederhana yaitu melalui proses pasteurisasi susu sapi dan fermentasi menggunakan starter yaitu Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menganalisis produk yoghurt yang dihasilkan dari segi visual dan rasa. Untuk mengetahui keberhasilan program, setelah kegiatan dilakukan evaluasi dengan tanya jawab bersama ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek. Selain itu, setelah kegiatan ini, ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek juga mencoba melakukan praktek secara langsung dengan membuat yoghurt berbagai varian rasa. Hal ini menunjukkan keberhasilan program, dimana ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek mampu membuat produk derivative susu sapi yaitu yoghurt. Kegiatan pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dengan waktu pelaksanaan program yang cukup singkat. Kesimpulannya, dengan adanya pelatihan ini, berdampak baik pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek dalam membuat yoghurt. Produk ini bisa dijual baik secara langsung maupun e-commerce yang dapat meningkatkan perekonomian Desa Bocek. Kata kunci: produk derivative; susu sapi; yoghurt; desa bocek ABSTRACTThe purpose of this community service program is to provide information and knowledge about the technology for processing cow's milk into derivative products that have the potential to be developed as well as training in produce yogurt, for PKK and Karang Taruna Bocek and also to provide information. This activity was carried out for PKK and Karang Taruna in Bocek Village, Karangploso District, Malang Regency. The Yogurt Making Training Method is carried out by providing counseling, outreach, and demonstrations on making yogurt. Making yogurt is very simple, through pasteurizing cow's milk and fermentation using a starter. Evaluation of activities is carried out by analyzing the yogurt products produced, seeing the results of fermented yogurt produced from a visual and taste point of view. To find out the success of the program, after the activity an evaluation was carried out with a question and answer session with PKK and Karang Taruna in Bocek. Apart from that, after this activity, PKK and Karang Taruna in Bocek also tried to practice directly by making yogurt with various flavors. This shows the success of the program, where PKK  and Karang Taruna in Bocek were able to make a cow's milk derivative product, yogurt. This training activity is to the needs of the community, with a relatively short program implementation time. In conclusion, this training had a good impact on increasing the knowledge and skills of PKK and Karang Taruna women in Bocek village in making yogurt. This product can be sold both directly and via e-commerce which can improve the economy of Bocek. Keywords: derivative products; cow's milk; yogurt; bocek village.
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN E-COMIC BAGI GURU SDN SUKO SIDOARJO Vanda Rezania; Zuyyina Fihayati; Muhlasin Amrullah; Hanem Masfufah; Rahmawati Hani Pratiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14464

Abstract

ABSTRAKPelatihan ini dilaksanakan untuk membantu memecahkan permasalahan di SD tersebut, yaitu belum maksimalnya kompetensi literasi digital, numerasi siswa dan guru, serta penyediaan media pembelajaran digital. Produk yang ditawarkan adalah media pembelajaran E-Comic yang berisi dialog antar peran yang mengangkat materi pelajaran dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari dan memberikan pendampingan pada guru untuk menyusun media pembelajaran tersebut. Tahapan PKM yang diterapkan, antara lain: 1) Tahap Persiapan: penyusunan tim; 2) Tahap Input: Observasi; 3) pelatihan penyusunan media E-Comic; 4) penugasan dan praktek; 5) pendampingan dan evaluasi. Hasil PKM antara lain: 1) terdapat enam jenjang kelas yang berkomitmen untuk memproduksi media pembelajaran E-Comic; 2) rata-rata skor posttest, 70 yang berarti skor mengalami peningkatan dari rata-rata skor pretest 50; dan 3) enam kelas telah menuntaskan tugas 1 (menyusun cover, daftar isi, dan tujuan pembelajaran). Kegiatan ini masih berlangsung, sehingga hasil yang dipaparkan masih sebatas menuntaskan tugas 1. Selanjutnya, kegiatan berikutnya adalah menuntaskan tugas 2 hingga akhir sehingga menghasilkan produk media E-Comic. Kata kunci: e-comic; media pembelajaran digital; sekolah dasar. ABSTRACTThis training was carried out to help solve problems at the elementary school, namely the lack of digital literacy competence, student and teacher numeracy, and the provision of digital learning media. The product offered is E-Comic learning media which contains dialogue between roles that raises subject matter and its relation to everyday life and provides assistance to teachers in compiling these learning media. The PKM stages implemented include: 1) Preparation Stage: team building; 2) Input Stage: Observation; 3) training on preparing E-Comic media; 4) assignment and practice; 5) mentoring and evaluation. The results of PKM include: 1) there are six grade levels that are committed to producing E- Comic learning media; 2) average posttest score, 70; and 3) six classes have completed task 1 (compile cover, table of contents, and learning objectives). This activity is still ongoing, so the results presented are still limited to completing task 1. Furthermore, the next activity is completing task 2 to the end so as to produce E-Comic media products. Keywords: digital learning media; E-Comic; elementary school
PENDAMPINGAN USAHA PENGELASAN BAGI PEMUDA RAYON V JEMAAT GMIT KOTA BARU KUPANG Jahirwan Ut Jasron; Erich U. K. Maliwemu; Gusnawati Gusnawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14983

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan pertumbuhan masyarakat dan bertambahnya keluarga baru, saat ini banyak dibangun perumahan baru untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat. Dengan banyaknya perumahan yang dibangun maka kebutuhan pagar, tralis dan pintu besi menjadi meningkat. Hal ini membuka peluang usaha tersendiri bagi para pengusaha UKM seperti pelaku usaha pengelasan. Usaha jasa pengelasan termasuk jenis bisnis yang sangat gampang untuk dijalankan. Bahkan bisa dijadikan sebagai usaha sampingan di rumah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, dengan area yang secukupnya. Sebagai contoh mengubah ruangan kosong di depan rumah atau garasi menjadi tempat usaha pengelasan. Hal ini sudah dilakukan beberapa pengusaha pengelasan yang berhasil. Dan kebanyakan dari mereka sukses dalam menjalankan bisnis pengelasan dengan penghasilan perbulan yang sangat besar dan cukup menggiurkan. Membuka usaha bengkel las khususnya untuk pembuatan pagar, teralis, kanopi dan konstruksi lainnya memang cukup potensial ketika masyarakat sekarang ini sudah semakin modern dalam membuat desain serta rancangan struktur dan aksesoris bangunannya. Dalam masa pandemi COVID-19 ini, banyak pemuda yang dulunya bekerja sebagai sopir, buruh, dan pekerjaan serabutan lainnya kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang layak. Keadaan ini juga dialami oleh beberapa pemuda Rayon V Jemaat GMIT Kota Baru. Keadaan ini mendorong kelompok pemuda tersebut untuk membuka usaha jasa pengelasan namun terbentur beberapa masalah antara lain kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknik pengelasan. kegiatan ini hadir untuk memberi solusi atas permasalahan tersebut sehingga kelompok pemuda rayon V Jemaat GMIT Kota Baru dapat membuka usaha baru yaitu usaha jasa pengelasan yang akan memberikan lapangan kerja yang baru serta penghasilan yang layak bagi kehidupan yang lebih sejahtera. Kata Kunci : las; jasa pengelasan; pelatihan. ABSTRACTAlong with the community's growth and the addition of new families, many new houses are currently being built to meet the community's housing needs. With so many houses built, the need for fences, trellises, and iron gates increases. This incident opens up different business opportunities for SME entrepreneurs, such as welding businesses. The welding service business is a type of business that is very easy to run. It can even be used as a side business at home by utilizing existing resources with sufficient area. For example, they turn an empty room in front of a house or garage into a welding business. Several successful welding entrepreneurs have done this method. Moreover, most successfully run a welding business with a substantial and quite lucrative monthly income. Opening a welding workshop business, especially for the manufacture of fences, trellises, canopies, and other constructions is indeed quite potential when today's society is increasingly modern in designing and designing structures and building accessories. During this COVID-19 pandemic, many young people who used to work as drivers, laborers, and other odd jobs have lost the opportunity to earn a decent income. This situation was also experienced by several youths of Rayon V of the GMIT Kota Baru Congregation. This situation prompted the youth group to open a welding service business, but they encountered several problems, including a need for knowledge and skills in welding techniques. This activity is here to solve these problems so that the youth group of rayon V of the GMIT Kota Baru Church can open a new business, namely a welding service business that will provide new jobs and decent income for a more prosperous life. Keywords: weld; welding service; training.
STRATEGI E-BRANDING DALAM RANGKA PENGUATAN PEMASARAN PADA KELOMPOK WANITA TANI TEGAL SEJAHTERA Aulia Fashanah Hadining; Kirana Rukmayuninda Ririh; Ulinnuha Latifa; Reni Rakhmadewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15136

Abstract

ABSTRAKKementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkopukm) melaporkan bahwa jumlah UMKM mengalami peningkatan sebesar 1,98% pada tahun 2018 hingga 2019. Di Karawang, Jawa Barat, terdaftar sebesar 2.966 UMKM, namun masih terdapat banyak usaha terutama usaha desa yang tidak terdaftar yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Tegal Sejahtera yang memproduksi keripik pisang. Saat ini, pemasaran yang dilakukan oleh KWT masih manual mulut ke mulut dengan desain kemasan yang kurang menarik. Namun, keripik pisang yang diproduksi selalu habis terjual dan memiliki keuntungan yang cukup baik. Oleh karena itu melalui strategi e-branding pada KWT Tegal Sejahtera berupa penguatan pengamahaman mengenai pemasaran secara online dan perancangan iklan, logo, dan kemasan keripik pisang hasil produksi KWT Tegal Sejahtera. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan melakukan observasi kebutuhan KWT Tegal Sejahtera, perancangan ulang desain kemasan dan logo, pelatihan pemasaran secara tatap muka, dan pendampingan penguatan internet marketing dengan memanfaatkan sosial media Facebook. Kegiatan ini memberikan rekomendasi berupa logo produk, kemasan yang baru, dan stiker kemasan yang dapat digunakan untuk penjualan produk berikutnya. Dari hasil kegiatan yang dilakukan 50% peserta setuju bahwa materi yang disampaikan pada saat pendampingan sesuai dengan tujuan dari pendampingan. Kata kunci: branding; internet marketing; desain kemasan.ABSTRACTThe Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises (Kemenkopukm) reported that the number of SMEs increased by 1.98% from 2018 to 2019. In Karawang, West Java, there are 2,966 registered SMEs, but there are still many unregistered businesses, especially rural enterprises such as the Tegal Sejahtera Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani or KWT), which produces banana chips. Currently, KWT's marketing is still done through word of mouth with unattractive packaging design. However, the banana chips they produce are always sold out and generate considerable profits. Therefore, through an e-branding strategy for KWT Tegal Sejahtera, they aim to strengthen their understanding of online marketing and design advertisements, logos, and packaging for their banana chips. The community engagement activities begin with observing the needs of KWT Tegal Sejahtera, redesigning the packaging and logo, conducting face-to-face marketing training, and providing support for internet marketing using social media platforms like Facebook. These activities provide recommendations such as a new product logo, new packaging, and packaging stickers that can be used for future product sales. Based on the results of these activities, 50% of the participants agreed that the information provided during the support sessions aligns with the objectives of the support program. Keywords: branding; internet marketing; packaging.
PENINGKATAN KESEHATAN REMAJA MENYONGSONG KELUARGA SEHAT DAN ZERO STUNTING DENGAN YUK CAFÉ DI DESA CIKAHURIPAN Yanyan Mulyani; Elis Susilawati; Denni Fransiska Helena; I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Herlina Husein
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14625

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat defisiensi nutrien kronis yang berlangsung selama sejak anak berada dalam kandungan hingga usia anak 24 bulan. Faktor risiko stunting antara lain pernikahan dini dan kurangnya gizi pada calon ibu. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan terhadap risiko bahaya pernikahan dini tersebut yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting serta memberikan informasi pentingnya konsumsi tablet Fe untuk pencegahan anemia pada 22 orang remaja putri di Desa Cikahuripan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah meliputi penyuluhan atau sosialisasi pencegahan pernikahan dini untuk mencegah stunting serta pentingnya konsumsi Fe dilanjutkan dengan demonstrasi mengkonsumsi bersama tablet Fe oleh remaja wanita dengan mempopulerkan konsep Yuk CaFe (Yuk Cegah Anemia dengan Tablet Fe). Kegiatan pengabdian masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan remaja terhadap risiko bahaya pernikahan dini tersebut yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting dan dapat mengajak remaja untuk teratur mengkonsumsi tablet Fe untuk mencegah anemia. Seluruh peserta kegiatan telah mengetahui pentingnya konsumsi tablet Fe dan ikut berpartisipasi aktif dalam mengkonsumsi tablet Fe untuk pencegahan anemia. Diperlukan kegiatan sejenis yang dapat menarik perhatian remaja dalam menyongsong generasi bebas stunting ke depannya. Kata kunci: stunting; pernikahan dini; keluarga; Yuk CaFe. ABSTRACTStunting is a form of growth failure (growth faltering) due to chronic nutrient deficiency which lasts from the time the child is in the womb until the child is 24 months old. Risk factors for stunting include early marriage and malnutrition in expectant mothers. The purpose of this community service activity is to increase knowledge of the risks of the early marriage which is one of the factors causing stunting and to provide information on the importance of consuming Fe tablets to prevent anemia in 22 young women in Cikahuripan Village. The method used in this activity was lectures including counseling or socialization on prevention of early marriage to prevent stunting and the importance of Fe consumption followed by demonstrations of consuming Fe tablets together by young women by popularizing the concept of Yuk CaFe (Let's Prevent Anemia with Fe Tablets). Community service activities have succeeded in increasing adolescents' knowledge of the dangers of early marriage which is one of the factors causing stunting and can encourage adolescents to regularly consume Fe tablets to prevent anemia. All activity participants knew the importance of consuming Fe tablets and actively participated in consuming Fe tablets to prevent anemia. Similar activities are needed that can attract the attention of adolescents in welcoming the future generation free from stunting. Keywords: stunting; early marriage; family; Yuk cafe
PELATIHAN BAHASA INGGRIS BAGI PELAKU USAHA DI SENTRA INDUSTRI KERAJINAN EMAS, PERAK DAN MUTIARA SEKARBELA Irwandi Irwandi; Ilham Ilham; Yulia Isnaini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14573

Abstract

ABSTRAKPulau Lombok, terkenal dengan potensi wisata dan kerajinan tangan lokal, membutuhkan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris bagi para pelaku usaha di Sekarbela, pusat industri kerajinan perhiasan. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka, memungkinkan komunikasi yang efektif dengan pelanggan dan mitra bisnis internasional. Melalui sosialisasi pelatihan yang melibatkan 20 peserta, mereka akan mempelajari dasar-dasar Bahasa Inggris, terminologi khusus industri, teknik negosiasi, strategi pemasaran, dan keterampilan komunikasi bisnis. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan nilai rata-rata pada semua aspek penilaian berbicara Bahasa Inggris. Umpan balik dari peserta menunjukkan kepuasan terhadap pelatihan, yang berkontribusi pada peningkatan daya saing usaha kerajinan di pasar internasional. Pelatihan ini diharapkan dapat memotivasi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris mereka dan membantu mereka dalam menjalankan usaha di pasar global. Kata kunci: pusat industri perhiasan; pariwisata; kemampuan berbahasa Inggris. ABSTRACTLombok Island, known for its tourism potential and local handicrafts, requires the improvement of English language skills for business owners in Sekarbela, a prominent jewelry industry center. The primary objective of this community service program is to enhance their English proficiency that enables effective communication with international customers and business partners. Through training and socialization involving 20 participants, they will learn fundamental English, industry-specific terminology, negotiation techniques, marketing strategies, and business communication skills. Evaluation results demonstrate an increase in average scores across all aspects of English speaking assessment. Participant feedback highlights satisfaction with the training, contributing to the increased competitiveness of the handicraft businesses in the international market. This training aims to motivate participants to continually develop their English abilities and support them in operating their businesses in the global market. Keywords: jewelry industry center; tourism; english proficiency
EDUKASI DAN PRAKTEK CUCI TANGAN PAKAI SABUN UNTUK KESEHATAN DAN PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK Fitri Apriliany; Recta Olivia Umboro; Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra; Hilda Hastuti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14708

Abstract

ABSTRAKBeberapa permasalahan kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu diare, malaria, TBC, dan kondisi lingkungan yang tercemar oleh tinja manusia seperti diare serta sanitasi yang rendah terutama pada anak-anak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Mataram pada Januari 2023 terdapat 471 kasus diare khususnya pada anak-anak dan balita. Mitra pengabdian ini adalah MI NW Karang Bata Mataram dan merupakan salah satu sekolah di Kota Mataram yang memiliki jumlah siswa/i yang banyak dan masih kurang mengetahui 6 langkah cuci tangan pakai sabun. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman dan manfaat mengenai pentingnya cuci tangan pakai sabun untuk kesehatan. Metode pengabdian adalah sosialisasi (pemberian materi edukasi, diskusi tanya jawab, pretest dan posttest). Evaluasi dilakukan dengan pretest, posttest,dan diskusi tanya jawab. Hasil kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta pada 25 Februari 2023 dan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa/i dengan rata-rata pretest (40,5) dan posttest (89,0). Kesimpulan pengabdian ini adalah rata-rata peningkatan pengetahuan siswa sebesar 48,5 dengan persentase peningkatan hardskill sebesar 48,5%. Dari kegiatan ini, siswa/i dapat mengimplementasikan perilaku hidup bersih dan sehat dan keterampilan mencuci tangan dengan langkah cuci tangan yang sesuai dengan standar 6 langkah cuci tangan. Kata kunci: cuci tangan; diare; edukasi ABSTRACTSeveral health problems in West Nusa Tenggara (NTB) Province, namely diarrhea, malaria, tuberculosis, and environmental conditions polluted by human feces such as diarrhea and poor sanitation, especially in children. Based on data from Mataram City Health Office in January 2023 there were 471 cases diarrhea, especially in children and toddlers. This partner is MI NW Karang Bata Mataram and is one of schools in Mataram City which has large number students who still don't know the 6 steps washing hands with soap. The purpose this activity is provide understanding and benefits regarding importance washing hands with soap for health. The method is socialization (providing educational materials, question and answer discussions, pretest and posttest). Evaluation is done by pretest, posttest, and question and answer discussion. Results were attended by 48 participants on February 25, 2023 and showed an increase in students' knowledge with average pretest (40.5) and posttest (89.0). This concludes that average increase in student knowledge is 48.5 with percentage increase in hard skills 48.5%. Therefore, new insight and better understanding were gained to live healthily behavior and implement their hand-washing skills with hand washing steps that are following the 6 standard hand-washing steps. Keywords: hand washing; diarrhea; education
PENURUNAN KADAR GULA DARAH MELALUI PELATIHAN SELF HEALING REIKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Nadi Aprilyadi; Zuraidah Zuraidah; Indah Dewi Ridawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14575

Abstract

ABSTRAKDiabetes Mellitus (DM) termasuk 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Megang Kota Lubuklinggau. Penyakit Diabetes Mellitus jika tidak dikendalikan gula darahnya akan mengakibatkan komplikasi bahkan kematian. Penderita DM di Puskesmas Megang Kota lubuklinggau telah berupaya mengendalikan gula darah dalam batas normal. Namun 96% penderita DM di Puskesmas Megang mengalami komplikasi. Terapi self healing reiki belum pernah dilakukan oleh penderita DM di Puskesmas Megang untuk mengendalikan gula darah dalam rentang normal. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menurunkan gula darah penderita DM menggunakan self healing reiki. Metode kegiatan berupa penyuluhan dan praktikum. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penderita Diabetes Mellitus sebanyak 30 orang. Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 20 November 2019. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengevaluasi kadar gula darah sebelum dan sesudah pelatihan self healing reiki menggunakan lembar check list. Hasil yang dicapai adalah terjadi penurunan gula darah sewaktu pada 70 % penderita DM dengan rata-rata penurunan gula darah sebesar 15mg/dL. Terapi Self Healing Reiki ini diharapkan dapat diterapkan oleh Penderita secara mandiri di rumah. Kata kunci: diabetes; gula darah; self healing reiki ABSTRACTDiabetes Mellitus is one of the 10 most common diseases at the Megang Health Center, Lubuklinggau City. Diabetes Mellitus if blood sugar is not controlledwith result in complications and even death. DM sufferers at the Megang Health Center, Lubuklinggau City, have tried to control their blood sugar within limits. However, 96% of DM sufferers at the Megang Health Center experienced complications. Reiki self-healing therapy has never been done by DM sufferers at the Megang Health Center to control blood sugar within the normal range. The purpose of this community service activity is to reduce blood sugar in DM sufferers using self-healing reiki. Methods of the activity in the form of counseling and practicum. Participants in this community service activity were 30 people with Diabetes Mellitus. This activity was carried out on November 20 2019. The community service activity evaluates blood sugar levels before and after reiki self healing training using a check list sheet. The results achieved were a temporary decrease in blood sugar in 70 % of DM patients with an average decrease in blood sugar of 15 mg/dL. It is hoped that Reiki Self Healing Therapy can be apllied by sufferers independently at home. Keywords: diabetes; glucose; self healing reiki
PENINGKATAN KUALITAS KOPI TELEMUNG KHAS BANYUWANGI DENGAN PENGGUNAAN PULPER DOUBLE LAYER DAN METODE PENGOLAHAN KOPI HONEY PROCESS Dwi Ahmad Priyadi; Galang Sandy Prayogo; Kurniawan Muhammad Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14266

Abstract

ABSTRAKDesa Telemung merupakan salah satu sentra penghasil kopi di Kabupaten Banyuwangi, dengan sebagian besar penduduknya memiliki lahan perkebunan kopi. Biji kopi segar di desa Telemung memiliki kualitas yang bagus, akan tetapi pengolahan yang masih sederhana menyebabkan harga jual biji kopi di daerah Telemung memiliki harga yang relatif rendah. Tujuan dari pengabdian ini ialah untuk mengenalkan dan memberikan pelatihan mengenai metode pengeringan biji kopi dengan metode honey process kepada petani kopi di Desa Telemung. Biji kopi hasil metode ini akan meningkatkan harga jual sebesar dua kali lipat. Pengabdian ini menggunakan metode berpa workshop dengan melibatkan 15 orang petani kopi tradisional di Desa Telemung, Banyuwangi. Evaluasi program dilakukan dengan melakukan perbandingan nilai pre-test dan post-test sebelum dan setelah pelatihan. Workshop dilakukan secara intensif dalam dua hari, yang berfokus pada penerapan prinsip pasca panen yang biak dan penggunaan alat produksi utama dengan teknologi terbaru (pulper double layer), tahapan-tahapan pengolahan honey process, dan evaluasi rasa biji kopi (cupping) yang dihasilkan. Hasil pre dan post-test menunjukkan bahwa petani sudah mengetahui metode honey process secara umum, ditunjukkan dengan skor rata-rata mencapai 75 poin. Sedangkan penggunaan alat pulper teknologi baru terbukti meningkatkan kapasitas produksi (109%). Antusias petani tinggi terhadap metode honey process, terbukti dari intensitas diskusi yang terjadi. Hal ini menunjukkan peluang adopsi teknologi yang tinggi terhadap metode ini. Kata kunci: honey process; kopi; desa telemung; pulper kopi; banyuwangi. ABSTRACTTelemung Village is one of the coffee-producing centers in Banyuwangi Regency, with the majority of its farmers owning coffee plantations. Fresh coffee beans in Telemung village are of good quality, however simple processing causes the selling price of coffee beans in the Telemung area to be relatively low. The purpose of this community development is to introduce and provide training on the honey drying method for coffee farmers in Telemung Village. The coffee beans produced by this method will double the selling price. This community development program uses a workshop method involved 15 traditional coffee farmers from Telemung vilage, Banyuwangi. For evalution purpose, before and after the training, farmers' understanding of the honey process method was tested using a pre-test and post-test. The workshop was conducted intensively in two days, which focused on post harvest handling and the use of the main production equipment with the latest technology (pulper double layer), the stages of processing the honey process, and evaluating the taste of the coffee beans (cupping) produced. The pre and post-test results show that farmers already know the honey process method in general, indicated by an average score of 75 points. Training has been shown to increase farmers' understanding by increasing by 11.5 points, while the use of new pulper technology has been shown to increase production capacity (109%). Farmers' high enthusiasm for the honey process method was evident from the intensity of the discussions that took place. This shows a high chance of technology adoption of this method. Keywords: honey proces; coffee; telemung village; coffee pulper; banyuwangi.