cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pengabdian workshop : strategi memperoleh beasiswa untuk study lanjut Rafika Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27367

Abstract

AbstrakWorkshop online ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan peserta dalam memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Mei 2024 melalui platform Zoom ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Workshop ini diselenggarakan dalam tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan monitoring. Pada tahap persiapan, tim penyelenggara bekerja sama dengan mitra dari kalangan guru, dosen, dan perwakilan universitas untuk menyusun materi yang relevan dan mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis kegiatan. Tahap pelaksanaan melibatkan sesi penyampaian materi, tanya jawab, dan sharing session yang interaktif dan memberikan motivasi serta strategi praktis kepada peserta. Evaluasi dilakukan melalui angket dan wawancara yang menunjukkan bahwa 85% peserta merasa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi proses aplikasi beasiswa. Meskipun demikian, beberapa kendala teknis seperti gangguan koneksi internet dan keterbatasan waktu dalam membahas materi secara mendalam menjadi tantangan yang perlu diperhatikan. Sebagai solusi, penyelenggara disarankan untuk menyediakan materi tambahan yang dapat diakses peserta secara mandiri dan mempertimbangkan penyelenggaraan workshop berkelanjutan. Workshop ini berhasil memberikan dampak positif yang signifikan, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas informasi dan kesiapan siswa untuk memperoleh beasiswa. Kata kunci : pengabdian; workshop; strategi; beasiswa; study AbstractThis online workshop aimed to enhance participant understanding and readiness to secure scholarships for further studies. Held on May 18, 2024, via Zoom, the workshop was attended by 30 participant from economically disadvantaged backgrounds. The workshop was conducted in three main stages: preparation, implementation, and evaluation and monitoring. During the preparation stage, the organizers collaborated with teachers, lecturers, and university representatives to develop relevant materials and ensure all technical needs were met. The implementation stage included interactive sessions for material presentation, Q&A, and sharing experiences, providing participants with practical strategies and motivation. Evaluation through surveys and interviews revealed that 85% of participants felt more prepared and confident in navigating the scholarship application process. However, technical issues such as internet connectivity problems and limited time for in-depth discussion posed challenges. To address these issues, it is recommended that additional materials be made available for independent access by participants and that ongoing workshops be considered. Overall, the workshop had a significant positive impact, particularly in increasing students' access to information and preparedness to obtain scholarships. Keywords: devotion; workshop; strategy; scholarship; study
Pembentukan peer konselor pada SMAN 1 Gambut dalam penanggulangan masalah kesehatan mental remaja Didik Dwi Sanyoto; Triawanti Triawanti; Sherly Limantara; Juhairina Juhairina; Franciscus Xaverius Hendriyono; Bambang Setiawan; Nur Qomariah; Muhammad Syauqi Faturrahman; Muhammad Alghifari Rosadi; Tyas Ningrum Rahmadayanti; Dimas Ikhsan Airalngga
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27144

Abstract

Abstrak Permasalahan stres di Indonesia masih cukup tinggi bahkan cenderung terus meningkat. Data Riskesdas 2018 menyebutkan prevalensi gangguan mental emosional/stres di Indonesia sebesar 9,8%. Prevalensi kasus stres/depresi di Kalimantan Selatan terus meningkat, kasus tahun 2022 menunjukkan angka 390 orang meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 280 orang. Berdasarkan hasil FGD ditemukan ada beberapa permasalahan terkait dengan kesehatan mental siswa di SMA Negeri 1 Gambut. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Gambut tentang gangguan mental dan membentuk kelompok konselor sebaya yang telah mendapatkan pelatihan. Metode kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan ceramah, diskusi, dan pelatihan berbasis simulasi. Peserta kegiatan yaitu siswa-siswi SMA Negeri 1 Gambut Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2024. Evaluasi hasil kegiatan dalam bentuk pre dan post-tes serta kuesioner kepuasan. Hasil Kegiatan diikuti oleh 28 orang siswa-siswi yang berasal dari kelas X, XI dan XII. Hasil pre-tes menunjukkan nilai pengetahuan tentang kesehatan mental rata-rata 47,5. Setelah diberikan pelatihan skor meningkat menjadi rata-rata 73,2. Terdapat 22 orang peserta yang pengetahuannya meningkat secara signifikan. Hasil tingkat kepuasan menunjukkan 82,14% yang merasa sangat puas dan 17,85% yang merasa puas dengan kegiatan ini. Sebanyak 71,48% menyatakan sangat setuju dan 28,52% setuju kalau pembentukan konselor sebaya dapat membantu remaja mengatasi masalah mereka. Kesimpulan kegiatan ini adalah pelatihan dan pembentukan konselor sebaya kesehatan mental remaja (SeTaRa) sangat dirasakan manfaatnya oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Gambut. Pengetahuan tentang kesehatan mental remaja meningkat setelah pemberian pelatihan. Kata kunci: kesehatan mental; konselor sebaya; stres Abstract The prevalence of stress in Indonesia remains considerable and appears to be on the rise. According to the 2018 Riskesdas data, the prevalence of mental and emotional disorders/stress in Indonesia is 9.8%. Stress and depressive disorders are on the rise in South Kalimantan. In 2022, 390 cases were reported, up from 280 the previous year. The focus group discussions revealed issues regarding student mental health at SMA Negeri 1 Gambut. The service aims to improve students' knowledge of mental disorders and train peer counselors. The activity was conducted using a methodology that combined lectures, discussions, and simulation-based training. The participants in the activity were students from SMA Negeri 1 Gambut, Gambut Subdistrict, Banjar Regency. The activity was conducted on August 15, 2024. The activity's effectiveness was assessed through pre- and post-tests and satisfaction surveys. A total of 28 students took part. The pre-test average knowledge score on mental health was 47.5. After training, the mean score increased to 73.2. Twenty-two participants demonstrated notable knowledge gains. The results of the satisfaction survey indicated that 82.14% of respondents expressed high levels of satisfaction with the activity, while 17.85% indicated satisfaction. A majority of respondents believed that peer counselors could help adolescents overcome problems. The training of SeTaRa counselors at SMA Negeri 1 Gambut was valuable. After the training on adolescent mental health, respondents had more knowledge about it. Keywords: mental health; peer counselor; stress
Optimalisasi pembelajaran bahasa inggris berbasis gamifikasi dalam implementasi kurikulum merdeka Luh Made Dwi Wedayanthi; I Nengah Sueca; I Putu Andika Subagya Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27385

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan di Indonesia, termasuk penyempurnaan kurikulum yang mempengaruhi pengajaran di semua level. Bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional, memiliki peran penting di era globalisasi dan teknologi. Pengajaran bahasa Inggris sejak usia dini dinilai efektif dalam meningkatkan akses informasi dan teknologi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran bahasa Inggris di SDN 1 Sulahan melalui pendekatan gamifikasi, yang diterapkan pada siswa kelas 1 dan kelas 4 sebagai perwakilan kelas rendah dan tinggi. Program ini terdiri dari pelatihan guru mengenai strategi pengajaran, penggunaan media gamifikasi online dan offline, serta pengembangan media ajar berbasis digital. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan motivasi siswa dan penguasaan kosakata bahasa Inggris melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Pendampingan di kelas 1 dan kelas 4 juga memperlihatkan bahwa siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Dengan demikian, program ini berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris dasar di SDN 1 Sulahan, Bali. Kata kunci: gamifikasi; bahasa inggris; kurikulum merdeka; pengajaran berbasis teknologi Abstract Technological advancements have brought significant changes to the educational landscape in Indonesia, including curriculum improvements that affect teaching at all levels. English, as an international language, plays a crucial role in the era of globalization and technology. Teaching English from an early age is considered effective in enhancing access to information and technology. This community service program aims to optimize English learning at SDN 1 Sulahan through a gamification approach, implemented for 1st and 4th-grade students as representatives of lower and upper grades. The program includes teacher training on teaching strategies, the use of online and offline gamification media, and the development of digital-based teaching materials. The results of this program showed an increase in students' motivation and mastery of English vocabulary through interactive and enjoyable learning methods. Assistance in 1st and 4th-grade classes also demonstrated that students became more interested and motivated to learn English. Therefore, this program successfully delivered a positive impact on improving the quality of basic English teaching at SDN 1 Sulahan, Bali. Keywords: gamification; english; merdeka curriculum; technology-based teaching
Peningkatan keilmuan cyber security sebagai langkah teknis persiapan lomba kompetensi siswa di SMKN 1 Wanayasa Khairunnisak Nur Isnaini; Muhammad Thoriq Jamil; Anisaa Qothrunnada Khoirunnita; Didit Suhartono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26966

Abstract

AbstrakSMK N 1 Wanayasa yang menjadi salah satu peserta Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Cyber Security di tingkat Kabupaten Banjarnegara dan menjadi perwakilan tim kabupaten untuk maju ke tingkat Provinsi pada Tahun 2023 memiliki kendala perihal ahli atau praktisi yang mengajarkan informasi seputar Cyber Security. SMK N 1 Wanayasa sendiri dalam mempersiapkan talenta lomba telah membuat sebuah club dalam memahami dan mendalami materi-materi yang dilombakan pada Lomba Kompetensi Siswa namun belum bisa maksimal dalam mendampingi para calon peserta lomba. Tujuan dilaksanakannya pelatihan adalah memberikan peningkatan ilmu keamanan informasi dan cyber security Metode yang digunakan adalah seminar dan demo praktik. Pelaksanaan pelatihan cyber security  dilaksanakan di Laboratorium komputer SMK Negeri 1 Wanayasa Hari Rabu, 31 Juli 2024 mulai pukul 11.00 WIB dapat berjalan dengan baik meskipun masih belum maksimal dikarenakan pengetahuan dasar siswa-siswi yang belum merata menyebabkan durasi pelaksanaan menjadi lama dan beberapa materi tidak tersampaikan. Selain itu, koneksi internet yang kurang stabil dan juga fasilitas yang kurang memadai sehingga beberapa materi praktik yang membutuhkan sumber daya yang tinggi urung dilakukan. Namun, pelatihan ini tetap antusias dilakukan oleh peserta, menurut salah satu testimoni yang diberikan menyatakan bahwa melalui pelatihan ini peserta memiliki ilmu baru yang sebelumnya tidak diketahui cara atau penggunaanya serta meningkatkan ketertarikan tentang cyber security. Kata kunci: peningkatan keilmuan; pelatihan; lomba kompetensi siswa; cyber security; keamanan informasi AbstractSMK N 1 Wanayasa, which is one of the participants in the student competency competition at the Banjarnegara district level and represents the district team to advance to the provincial level in 2023, faces challenges regarding experts or practitioners who can teach information related to Cyber Security. SMK N 1 Wanayasa has established a club to prepare talents for the competition by understanding and delving into the materials that will be contested in the Student Competency Competition, but it has not yet been able to fully support the prospective participants. The purpose of the training is to enhance knowledge in information security and cyber security. The methods used are seminars and practical demonstrations. The implementation of cyber security training can proceed well, although it is still not optimal due to the uneven basic knowledge of the students, which causes the duration of the training to be extended and some materials to remain unaddressed. In addition, the unstable internet connection and inadequate facilities meant that several practical materials requiring high resources could not be carried out. However, this training was still enthusiastically participated in by the attendees. According to one of the testimonials provided, it was stated that through this training, participants gained new knowledge that they previously did not know how to use, as well as an increased interest in cyber security. Keywords: increase in knowledge; training; student competency competition; cyber security; information security
Edukasi hukum tindak pidana kekerasan seksual pada anak di Desa Dakung Kabupaten Lombok Tengah Ana Rahmatyar; Saparudin Efendi; Lalu Ma’ruf Albarokah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28712

Abstract

Abstrak Anak merupakan investasi jangka panjang bagi suatu peradaban bangsa yang memiliki peran strategis, sehingga  keberadaanya  dan  eksistensinya  adalah  sebuah  kewajiban  untuk  diperhatikan.  Namun  hal  yang  masih  memprihatinkan  ialah  maraknya  permasalahan  kekerasan  tindak  pidana  terhadap  anak yang  sering  kali  menyita  perhatian  dan  menyulut  keprihatinan,  khususnya  pada  kasus  kekerasan seksual yang menimpa pada anak sebagai korban.  Era sekarang ini potensi kejahatan berupa kekerasan seksual dapat terjadi dimana saja, bahkan tempat yang dianggap sebagai lokasi yang aman untuk anak menghabiskan  waktu  ativitasnya.  Mulai  dari  tempat-tempat  umum,  rumah,  sekolah,  hingga  di  tempat ibadah.  Pengabdian  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  pengetahuan  pencegahan  dan  penanganan kekerasan  seksual  terhadap  anak.  Metode  yang  digunakan  dalam  kegiatan ini  berupa  edukasi  kepada masyarakat setempat. Pelaksanaan kegiatan ini agar masyarakat dapat lebih memahami dan menambah pengetahuan tentang   pencegahan   kekerasan   seksual   terhadap   anak.   Kegiatan ini menghasilkan pemahaman dari Masyarakat, serta memberikan perhatian lebih pada aspek perlindungan terhadap anak terlebih  terhadap ancaman kejahatan seksual yang terkadang masih dianggap tabu untuk diperbincangkan. Kata kunci: edukasi hukum; kekerasan seksual; anak Abstract Children are a long-term investment for a nation's civilization that has a strategic role, so their existence and existence is an obligation to be considered.  However, what is still concerning is the rampant problem of criminal violence against children which often attracts attention and ignites concern, especially in cases of sexual violence against children as victims.  In this era, the potential for crimes in the form of sexual violence can occur anywhere, even places that are considered safe locations for children to spend time doing activities.  Starting from public places, homes, schools, to places of worship.  This service aims to increase knowledge of prevention and handling of sexual violence against children.  The method used in this activity is education to the local community. The implementation of this activity is so that the community can better understand and increase knowledge about preventing sexual violence against children.   This activity results in understanding from the community, as well as giving more attention to aspects of protecting children, especially against the threat of sexual crimes which are sometimes still considered taboo to discuss.  Keywords: legal education;  sexual abuse; children
Sosialisasi bahaya merkuri terhadap lingkungan di Penambangan Emas Skala Kecil (PESK) Desa Pelangan, Kabupaten Lombok Barat I Gusti Made Kusnarta; Suwardji Suwardji; Padusung Padusung; Fahrudin Fahrudin; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27123

Abstract

AbstrakMerkuri merupakan salah satu senyawa logam berat berbahaya yang biasa digunakan dalam penambangan emas skala kecil. Bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan merkuri ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, akan tetapi juga pada Kesehatan masyarakat yang ada dilingkungan tersebut. Akan tetapi, sebagian besar masyarakat, terutama di wilayah penambangan emas skala kecil sekotong, belum mengetahui dan menyadarinya. Kegiatan pengabdian Sosialisasi Bahaya Merkuri Terhadap Lingkungan di Penambangan Emas Skala Kecil Sekotong, Lombok Barat dilaksanakan di Desa Pelangan, kecamatan Sekotong dengan kelompok sasaran Penambang emas Kayu Putih Bangkit. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 4 mei tahun 2024 dengan perwakilan masyarakat sejumlah 15 orang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan merkuri dalam penambangan emas skala kecil. Pengabdian dimulai dari kegiatan survey dan koordinasi awal dengan kelompok penambang Kayu Putih Bangkit, dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu sosialisasi dan mengukur tingkat pengetahuan dan kesadaran Masyarakat akan bahaya merkuri. Hasil kegiatan ini menunjukkan tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat dapat meningkat 84% menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya. Kata kunci: emas; lingkungan; merkuri; PESK AbstractMercury is one of the dangerous heavy metal compounds commonly used in small-scale gold mining. The dangers caused by the use of mercury not only affect the environment, but also the health of the people in the area. However, most people, especially in the Sekotong small-scale gold mining area, do not know and are not aware of it. The community service activity of Socialization of the Dangers of Mercury to the Environment in Small-Scale Gold Mining in Sekotong, West Lombok was carried out in Pelangan Village, Sekotong District with the target group of Kayu Putih Bangkit gold miners. The socialization activity was carried out on May 4, 2024 with 15 partisipans. The aim of this community services are increasing public knowledge and awareness of the dangers of using mercury in small-scale gold mining. The community service began with survey activities and initial coordination with the Kayu Putih Bangkit miner group, and then continued with core activities, namely socialization and measuring the level of public knowledge and awareness of the dangers of mercury. The results of this activity showed that the level of public knowledge and awareness could increase by 84% to be higher than before. Keywords: environment; gold; mercury; SSGM
Pelatihan dan pendampingan penelitian mahasiswa melalui implementasi cendekia riset camp di Desa Pesisir Ridho Azahar; Cika Faradila; Akehke Rezekine Meidea Naosis; Fitri Irawati; Nurliyah Indah; Diva Nabilah; Alfi Syahri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27214

Abstract

Abstrak Penelitian merupakan pilar penting pendidikan tinggi di Indonesia yang berperan mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dengan memecahkan suatu masalah. Namun, kurangnya pemahaman tentang metodologi penelitian dan kurangnya pendampingan menyebabkan kualitas penelitian yang dihasilkan oleh mahasiswa tidak optimal. Cendekia Riset Camp bertujuan membekali mahasiswa Universitas Negeri Medan melalui kegiatan penelitian dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman metodologi penelitian dan karya tulis ilmiah dengan melakukan penelitian di desa pesisir serta terciptanya artikel penelitian yang terpublikasi. Cendekia Riset Camp dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 29 Juli 2023 sampai 2 September 2023 di desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terbentuknya 18 tim terdiri dari 3-5 orang sebagai peneliti yang diberikan pelatihan dan pendampingan selama 35 hari di bidang pendidikan dan kesehatan, lingkungan, sosial budaya, ekonomi kreatif dan pariwisata. Kedua, terdapat 8 tim menyelesaikan artikel penelitian dan 2 artikel telah terpublikasi di jurnal dan proceeding. Kata kunci: penelitian mahasiswa; cendekia riset camp; desa pesisir. Abstract Research is a crucial pillar of higher education in Indonesia, playing a significant role in advancing knowledge and making tangible contributions to society by solving various problems. However, a lack of understanding of research methodology and insufficient guidance have resulted in suboptimal research quality produced by students. The "Cendekia Riset Camp" aims to equip students at Medan State University through research activities and mentorship to enhance their understanding of research methodology and academic writing by conducting research in coastal villages and producing published research articles. The Cendekia Riset Camp was conducted in a hybrid format from July 29, 2023, to September 2, 2023, in Bagan Serdang Village, Pantai Labu District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. The methods employed were training and mentorship. The research results indicated the following: First, 18 teams, each consisting of 3-5 members, were formed and provided with training and mentorship for 35 days in the fields of education and health, environment, socio-culture, creative economy, and tourism. Second, 8 teams completed research articles, with 2 articles having been published in journal and proceeding. Keywords: student research; scholar research camp; coastal village.
Pemeriksaan tekanan darah dan kadar glukosa darah pada masyarakat di Desa Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan Febrial Hikmah; Zahra Aulia Habibi; Nyimas Ainur Arifah; Salsabilatullad Zidzah; Lailatul Qomariyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27320

Abstract

AbstrakHipertensi dan diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia dengan prevelensi yang terus meningkat. Desa Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan merupakan kawasan padat penduduk dengan permasalahan kesehatan yang cukup banyak, terutama gangguan metabolisme. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tekanan darah dan kadar glukosa darah masyarakat di Desa Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan. Metode pada kegiatan ini yaitu pemeriksaan tekanan darah dan kadar glukosa darah yang diikuti oleh 45 warga (usia diatas 35 tahun). Hasil pemeriksaan menunjukkan  bahwa 47% peserta memiliki tekanan darah normal dan 53% memiliki tekanan darah cenderung tinggi. Pemeriksaan kadar glukosa darah didapatkan 67% memiliki kadar glukosa darah normal dan 33% memiliki tekanan darah cenderung tinggi. Hasil ini menunjukkan perlunya menjaga gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 di masyarakat. Kata kunci: hipertensi; diabetes mellitus tipe 2; pemeriksaan; Desa Sawah Lama. AbstractHypertension and type 2 diabetes mellitus are significant health issues in Indonesia, with increasing prevalence. Sawah Lama Village, Ciputat, South Tangerang is a densely populated area with quite a lot of health problems, especially metabolic disorders. This community service aims to determine the blood pressure and blood glucose levels of the community in Sawah Lama Village, Ciputat, South Tangerang. The methods in this activity is blood pressure and blood glucose level examinations followed by 45 participants (aged over 35 years). The examination results showed that 47% of participants had normal blood pressure and 53% had blood pressure that tended to be high. Blood glucose levels examinations found that 67% had normal blood glucose level and 33% had blood pressure that tended to be high. These results indicate the need to maintain a healthy lifestyles to prevent hypertension and type 2 diabetes mellitus. This activity is expected to provide a positive contribution to the prevention and control of hypertension and type 2 diabetes mellitus in the community. Keywords: blood pressure; blood glucose; examination; sawah lama village.
Edukasi tanaman pojok herbal serta pengembangan produk jahe dan sereh untuk peningkatan ekonomi Desa Pulungdowo Wiwied Ekasari; Suciati Suciati; Iswahjuni Iswahjuni; devanus lahardo; Firmansyah Ardian Ramadhani; Annisa Fatmawati; Anisa Tri Hutami; Edbert Rafael Tjandra; Khalifah Yuliana; Putri Ayu Purbiastuti; Novreza Avistha Nugroho; Galuh Candra Wijayanti; Aqila Aqhnia Gerriandi; Andini Putri Rahmadani; Jasmine Aulia Akbar; Nindya Tresiana Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28178

Abstract

AbstrakDesa Pulungdowo terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur memiliki sumber daya alam melimpah yakni jahe dan sereh. Namun, pemanfaatan sumber daya alam ini belum maksimal, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat, pengolahan, serta pemasaran produknya di pasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Indeks Ketahanan Ekonomi Desa menjadi desa mandiri atau maju dengan pemanfaatan produk jahe dan sereh, serta menjadi desa percontohan Pojok Herbal. Pada tahun ke-1, pengabdi telah memberikan pelatihan pembuatan stik daun kelor, sirup dan permen Jarecang (jahe, sereh dan secang). Untuk mengoptimalkan potensi Desa Pulungdowo, maka pada tahun ke-2 dilanjutkan dengan pembentukan Pojok Herbal yang ditanami berbagai jenis tanaman obat keluarga dilengkapi dengan display produk dan buku-buku terkait obat tradisional, serta diversifikasi produk berupa pelatihan pembuatan teh celup Jarecang dan pembuatan simplisia dengan pendampingan fasilitator. Untuk melengkapi keterampilan mitra dalam produksi produk-produk tersebut, mitra diajarkan mengenai cara perhitungan keuangan untuk produk yang dihasilkan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemberian materi mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk kesehatan dan kemasan serta label produk yang baik. Adapun materi pelatihan diberikan dengan metode ceramah dan Experimental Learning (belajar langsung implementasi). Mitra sasaran yang hadir pada saat pelaksanaan kegiatan adalah Kelompok Pemuda, anggota PKK, pelaku usaha dan perangkat desa dimana pada minggu pertama hadir sebanyak 35 orang dan minggu kedua hadir sebanyak 43 orang.  Evaluasi dilakukan dengan cara pemberian pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, diperoleh nilai rata-rata sebesar 52,86 dan 82.43, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra terhadap materi penyuluhan yang diberikan. Kata kunci: Desa Pulungdowo; pojok herbal; tanaman obat; jahe; sereh AbstractPulungdowo Village is located in Tumpang District, Malang Regency, East Java, has abundant natural resources, namely ginger and lemongrass. However, the utilization of these natural resources has not been maximized, which is caused by the lack of public knowledge about the benefits, processing, andmarketing of the products in the market. This activity aims to increase the Village Economic Resilience Index to become an independent or advanced village by utilizing ginger and lemongrass products, as well as becoming a model village for Herbal Corner. In the 1st year, the community service provided training in making moringa leaf sticks, syrup and JARECANG candy made from ginger, lemongrass and secang, and to optimize the potential of Pulungdowo Village, in the 2nd year it was continued with the establishment of a Herbal Corner planted with various types of medicinal plants equipped with product displays and books related to traditional medicine, as well as product diversification in the form of training in making JARECANG tea bags and making simplicia with facilitator assistance. To complement the skills of participants in the production of these products, participants are also taught how to calculate the selling price of the products produced. This activity is also equipped with the provision of material on the use of medicinal plants for health and good product packaging and labels. The training materials are provided using lecture and Experimental Learning methods. The target partners who attended the activity were Youth Association, PKK members, business owners and village officials, where in the first week 35 people attended and in the second week 43 people attended.The evaluation was conducted by giving pre-test and post-test, then analyzed quantitatively. Based on the results of the pre- test and post-test, the average value obtained was 52,86 and 82.43, which indicated an increase in participants knowledge of the extension materials provided. Keywords: Pulungdowo Village; herbal corner; medicinal plants; ginger; lemongrass
Literasi perencanaan keuangan bagi pelajar kelas X penerima beasiswa ADEM di Provinsi Nusa Tenggara Barat Siti Atikah; Wahidatul Mumtazah; Silva Mawaddah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27418

Abstract

AbstrakMenyusun rencana keuangan dapat diperkenalkan sejak dini. Pelajar merupakan sasaran prioritas penerima edukasi keuangan berdasarkan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia periode 2021-2025. Pelajar harus mulai belajar mengelola keuangannya, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya. Perkembangan teknologi informasi, menyediakan berbagai kemudahan dan juga godaan bagi pelajar dalam mengelola keuangannya. Untuk itulah, pelajar perlu diberikan edukasi khususnya mengenai perencanaan keuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi pelajar kelas X penerima beasiswa ADEM tentang pengelolaan keuangan pribadi mereka. Pengelolaan keuangan bagi pelajar kelas X ini dilaksanakan pada tahun 2023 dan 2024. Bertempat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan dan Asrama Haji Embarkasi Lombok, serta dihadiri oleh 76 orang pelajar penerima manfaat beasiswa ADEM Repatriasi. Peserta kegiatan diberikan pelatihan dengan metode ceramah diiringi tanya jawab dan berlatih dengan soal yang disediakan. Kegiatan belajar terlaksana dengan baik. Para pelajar mengikuti dengan gembira, saat menyelesaikan latihan soal yang tersedia di e-learning Otoritas Jasa Keuangan. Berdasarkan hasil tanya jawab, para pelajar sudah mampu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan pelajar serta rencana pengeluarannya. Para pelajar juga mampu menjelaskan jasa yang diberikan oleh bank yang dapat mereka gunakan sebagai alat pembayaran non tunai. Para pelajar diperkenalkan juga dengan risiko yang dapat mereka tanggung jika mereka memilih produk-produk keuangan yang ditawarkan. Setelah menyelesaikan proses pembelajaran, para pelajar dapat memahami pentingnya melakukan perencanaan dalam pengelolaan keuangan pribadi mereka. Kegiatan ini bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan menerapkan perencanaan keuangan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kata kunci: literasi keuangan; perencanaan keuangan; pelajar; arus kas AbstractFinancial planning can be introduced early in a person's life. When should financial planning start? According to the 2021-2025 Indonesian National Financial Literacy Strategy, students are the primary target for economic education. Students must learn how to manage their finances, from planning to implementation. The development of information technology offers both conveniences and temptations for students to manage their finances. Therefore, it is crucial to provide them with education on financial planning. This initiative aims to teach Grade X students who are beneficiaries of ADEM repatriation scholarship to manage their finances. The financial management program for those students was implemented in 2023 and 2024. The activities will be held at the “Balai Penjaminan Mutu Pendidikan”  and the Lombok Embarkation Hajj Dormitory, with 76 students who are beneficiaries of the ADEM Repatriation scholarship in attendance. Participants will receive training using a lecture format, which will include opportunities for questions and answers, as well as practical exercises with provided questions. The learning activities were conducted successfully, and the students were engaged and happy while completing practice questions on the Financial Services Authority’s e-learning platform. Based on the Q&A sessions, students were able to identify sources of income and create spending plans. They could also explain the services offered by banks that can be used as non-cash payment instruments. Students were introduced to the risks associated with selecting different financial products. By the end of the learning process, students understood the importance of planning in managing their finances. This activity has proven beneficial in enhancing their understanding and implementation of financial planning in their daily lives. Keywords: financial literacy; financial planning; student; cash flow.