cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pelatihan penyusunan soal interaktif berbasis quiswhizzer pada SMA Negeri 2 Mawasangka Tengah Halidin Halidin; Salim Salim; Saparuddin Saparuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27335

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi pada era globalisasi saat ini sangat pesat. Olehnya itu, guru dituntut untuk meguasai teknologi di setiap pembelajaranya sehingga dapat mempermudah proses belajar mengajar dan evaluasi hasil belajar siswa. Sejalan dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), pengintegrasian TIK dalam pembelajaran dapat mengubah paradigma peran guru selain sebagai seorang pengajar juga sebagai fasilitator, pelatih,  pengarah dan teman belajar yang dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada siswa dalam belajar, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Mencermati fenomena tersebut maka diperlukan suatu pelatihan bagi guru khusunya guru di SMA Negeri 2 Mawasangka Tengah yang minim pengetahuan akan penggunaan teknologi. Jumlah guru yang terlibat dalam pelatihan ini sebanyak 10 orang. Di dalam pelatihan ini guru akan dilatih dalam membuat soal dengan meggunakan aplikasi Quiswhizzer. Tujuan utama pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan guru sekaligus memberikan pelayanan yang maksimal bagi siswa dalam evaluasi pembelajaran di SMA Negeri 2 Mawasangka Tengah, dan di harapkan hasil belajar siswa semakin meningkat. Metode kegiatan ini adalah deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah kegiatan terdiri dari analisis awal, persiapan, pelaksanaan evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan pelatihan ini berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi berbasis Quiswhizzer khususnya penyusunan soal-soal interaktif yang digunakan dalam kegiatan evaluasi pembelajaran pada akhir pertemuan tatap muka sebesar 0,91 pada Kategori tinggi, serta meningkatkan hasil belajar siswa khususnya matematika sebesar 85 dari skor sebelumnya. penerapan aplikasi Quiswhizer adalah 65. Kata kunci: soal interaktif; quiswhizzer. AbstractTechnological developments in the current era of globalization are very rapid. Therefore, teachers are required to master technology in each lesson so that it can facilitate the teaching and learning process and evaluate student learning outcomes. In line with the development of Information and Communication Technology (ICT), integrating ICT in learning can change the paradigm of the teacher's role, apart from being a teacher, also as a facilitator, trainer, director and study friend who can provide motivation and support to students in learning, so that students are expected to become more active in the learning process. Paying attention to this phenomenon, training is needed for teachers, especially teachers at SMA Negeri 2 Mawasangka Tengah who have minimal knowledge of the use of technology. The number of teachers involved in this training was 10 people. In this training teachers will be trained in creating questions using the Quiswhizzer application. The main objective of this training is to increase teachers' knowledge and skills while providing maximum service for students in evaluating learning at SMA Negeri 2 Mawasangka Tengah, and it is hoped that student learning outcomes will increase. The method of this activity is descriptive qualitative with activity steps consisting of preliminary analysis, preparation, implementation of evaluation, and program sustainability. The results of this training activity are in the form of increased knowledge and skills in utilizing Quiswhizzer-based technology, especially the preparation of interactive questions used in learning evaluation activities at the end of the face-to-face meeting, amounting to 0.91 in the High category, as well as increasing student learning outcomes, especially in mathematics, by 85 from the previous score. application of the Quiswhizer application is 65. Keywords: interactive questions; quiswhizzer.
Pelatihan produksi lulur organik sebagai dinisiasi wirausaha untuk pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kebumen Siti Nur Hajanah; Agus Saur Utomo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27444

Abstract

Abstrak Untuk meningkatkan efisiensi di Kabupaten Kebumen, pemberdayaan warganya, khususnya ibu rumah tangga dengan banyak waktu senggang, menjadi hal penting. Mereka memerlukan pengetahuan dan ketrampilan yang langsung bermanfaat bagi diri mereka sendiri maupun untuk menopang perekonomiannya. Salah satu bentuk ketrampilan yang bermanfaat tersebut adalah pembuatan lulur organik untuk perawatan kecantikan kulit. Pelatihan produksi lulur organik berbahan dasar alami berupa kunyit putih dan beras IR-64 ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat di Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis tentang cara memanfaatkan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan yang mudah didapatkan di sekitar untuk membuat produk lulur organik berkualitas. Dalam pelatihan ini, metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan pelatihan produksi lulur organik. Mitra sasarannya yaitu ibu-ibu rumah tangga yang memiliki cukup waktu luang, sebanyak 5 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan lulur organik yang berkualitas. Target program lanjutan yang akan dilaksanakan seperti, penyediaan modal dan peralatan produksi dengan menggandeng lembaga keuangan lokal untuk membantu peserta mendapatkan akses modal usaha dan pendampingan produksi berkelanjutan yang menyediakan pendampingan produksi secara berkala untuk membantu peserta yang mengalami kendala. Kata kunci: beras IR-64; kunyit putih; kabupaten kebumen; lulur organik AbstractTo improve efficiency in Kabupaten Kebumen, empowering its citizens, especially housewives with a lot of free time, is important. They need knowledge and skills that are directly useful for themselves and to support their economy. One such useful skill is the production of organic scrubs for skin care. The training on the production of organic scrubs made from natural ingredients such as white turmeric and IR-64 rice was organized with the aim of empowering the community in Kebumen Regency. This activity aims to provide practical knowledge on how to utilize natural and environmentally friendly ingredients that are easily available around to make quality organic scrub products. In this training, the methods used include counseling and training in organic scrub production. The target partners are housewives who have enough free time, as many as 5 participants participated in this activity. The results of this activity showed that participants were able to produce quality organic scrubs. Further program targets to be implemented include the provision of capital and production equipment by cooperating with local financial institutions to help participants gain access to business capital and sustainable production assistance that provides regular production assistance to help participants who experience problems. Keywords: IR-64 rice; white turmeric; kebumen regency; organic scrub
Pelatihan produk ecoprint bagi siswa untuk penguatan P5 kurikulum merdeka SDN 2 Danger Lombok Timur Linda Sekar Utami; M. Firman Ramadhan; Johri Sabaryati; Islahudin Islahudin; Arief Rahman; Fira Andriani; Jaenab Jaenab; Nurhidayati Nurhidayati; Samsiah Samsiah; Putri Winda Sudia Febrianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26953

Abstract

Abstrak Pelatihan Ecoprint di SDN 2 Danger, Lombok Timur, diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penguatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada siswa tentang konsep keberlanjutan lingkungan melalui teknik ecoprint, yaitu teknik pewarnaan kain yang ramah lingkungan menggunakan bahan-bahan alami. Kegiatan ini melibatkan kelas 6 yang terdiri dari 45 siswa gabungan kelas A dan B dalam proses kreatif pembuatan motif pada kain dengan memanfaatkan daun, bunga, dan tumbuhan lainnya, sehingga siswa dapat memahami pentingnya menjaga kelestarian alam serta menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. Hasil dari pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran lingkungan siswa dan memperkuat nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, kemandirian, dan tanggung jawab sosial. Pelatihan ecoprint tidak hanya memberikan keterampilan baru bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Kata kunci: ecoprint; P5; kurikulum merdeka AbstractThe Ecoprint Workshop at SDN 2 Danger, East Lombok, was held as part of efforts to strengthen the Pancasila Student Profile Enhancement Project (P5) within the Merdeka Curriculum. The workshop aimed to provide practical understanding to students about the concept of environmental sustainability through the ecoprint technique, an eco-friendly fabric dyeing method using natural materials. The activity involved 45 sixth-grade students from classes A and B in a creative process of creating patterns on fabric using leaves, flowers, and other plants. This allowed students to understand the importance of preserving nature and foster a love for the environment. The outcomes of this workshop not only increased students' environmental awareness but also reinforced Pancasila values such as mutual cooperation, independence, and social responsibility. The ecoprint workshop not only equipped students with new skills but also served as a medium to integrate character values into the learning process. Keywords: ecoprint; P5; independent curriculum
Pelatihan manajemen event pada pegiat esport di Kota Jayapura Daniel Womsiwor; Miftah Fariz Prima Putra; Ermelinda Yersin Putri Larung; Rodhi Rusdianto Hidayat; Evi Sinaga; Juliant Salsabillah Nugroho; Yulia Citra Ramadhani; Fredika Novela Usior; Gerdha Kristina Ivony Numberi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28981

Abstract

AbstrakPelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen event di kalangan penggiat esports di Kota Jayapura, Papua. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan yang intensif dan partisipatif, melibatkan peserta dalam pembelajaran tentang manajemen event melalui teori dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pre-test dan post-test, serta analisis statistik deskriptif. Hasil analisis terkait tingkat pemahaman menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan tidak memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman peserta. Sungguhpun demikian, melalui kegiatan ini sudah berhasil diselenggarakan sebuah event esport di Jayapura. Peserta juga merespon positif kegiatan pengabdian ini dan mempersepsikan kegiatan tersebut sangat baik. Saran yang diberikan adalah diperlukan edukasi dan pendampingan yang lebih intensif agar pengembangan kapasitas pegiat esport di Jayapura meningkat sehingga pembangunan ekosistem esport lebih baik di masa mendatang. Kata kunci: esports; manajemen event; ekosistem esport. AbstractThis training aims to improve event management skills among esports activists in Jayapura City, Papua. The methods used in this activity include intensive and participatory training, involving participants in learning about event management through theory and hands-on practice. Evaluation was conducted using a quantitative approach with pre-test and post-test, as well as descriptive statistical analysis. The results of the study related to the level of understanding showed that the training carried out did not have a significant impact on increasing participants' knowledge. Nevertheless, through this activity, an esports event in Jayapura has been successfully organized. Participants also responded positively to this service activity and perceived the activity as very good. The suggestion given is that more intensive education and mentoring are needed so that the capacity building of export activists in Jayapura increases so that the development of the esports ecosystem is better in the future. Keywords: esports; event management; esports ecosystem.
Pengembangan sentra pakan silase kulit singkong kaya nutrisi di Desa Sumber Tengah, Bondowoso Listya Purnamasari; Himmatul Khasanah; Melinda Erdya Krismaputri; Nur Widodo; Putrika Suryandari; Eistifani Fajrin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27469

Abstract

Abstrak Bondowoso merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang khas dengan industri pengolahan tape. Salah satu sentra tape singkong dengan beberapa produsen berskala besar terletak di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Limbah padat yang dihasilkan dari produksi tape singkong berupa kulit singkong masih belum termanfaatkan dengan baik bahkan cenderung mencemari lingkungan, padahal limbah kulit singkong memiliki kandungan nutrien yang tinggi sebagai sumber karbohidrat sehingga berpotensi sebagai bahan pakan ternak khususnya ternak ruminansia. Namun, kulit singkong memiliki zat antinutrisi yaitu asam sianida (HCN) yang dapat membahayakan ternak apabila terkonsumsi. Adapun solusi yang ditawarkan dari permasalahan tersebut adalah: a) pengolahan kulit singkong dengan teknologi fermentasi, b) peningkatan nilai guna dan nutrien limbah kulit singkong, c) Peningkatan nilai ekonomi limbah kulit singkong, dan d) Peningkatan usaha masyarakat dengan mengembangkan usaha sampingan. Tujuan dari program ini yaitu dapat meningkatkan nilai guna limbah padat kulit singkong menjadi bahan baku pakan ternak dan meningkatkan pendapatan para pelaku UKM tape. Kelompok sasaran program adalah UKM tape yang ada di Sentral Tape Desa Sumber Tengah yang berjumlah 32 orang. Para peserta antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam program ini baik tahap sosialisasi maupun pelatihan. Sesi diskusi utamanya terkait masalah peternakan terutama pakan alternatif yang murah, mudah, dan bergizi juga berlangsung dengan lancar. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan saran yang dapat diberikan untuk program selanjutnya adalah pengadaan mesin pencetak wafer untuk pakan ternak. Kata kunci: kulit singkong; limbah tape; silase; ternak. Abstract Bondowoso is popular in fermented cassava processing industry. One of the fermented cassava centers is located in Sumber Tengah Village, Binakal District, Bondowoso Regency, which has several fermented cassava producers on a relatively large scale. Solid waste produced from the production of fermented cassava are of cassava peels that is not well utilized and even tends to pollute the environment. Cassava peel waste has a high nutrient content as a source of carbohydrates so it has the potential to be used as an ingredient in animal feed, especially ruminant livestock. However, cassava peel has an antinutrient substance, cyanide acid (HCN) which can harm livestock if consumed without processing. The solutions offered from these problems are: a) cassava peel processing with fermentation technology, b) increasing the use value and nutrients of cassava peel waste, c) increasing the economic value of cassava peel waste, d) Increasing community businesses by developing side businesses. The aim of this program was expected to increase the use value of cassava peel solid waste in Sumber Tengah Village, into raw materials for animal feed and increase the income of fermented cassava producers. The number of participants were 32 people from the fermented cassava centers in Sumber Tengah Village. The participants were enthusiastic in participating the entire series of activities in this program, both the socialization and training program. The main discussion session related to livestock issues, should be cheap, easy, and nutritious alternative feed, also went well. Based on the activities that have been carried out, the suggestion that can be given for the next program is the procurement of wafer machines for animal feed. Keywords: cassava peels; fermented cassava; animal feed; silage.
Peningkatan keterampilan petani dalam produksi pupuk organik dan pestisida nabati di Desa Jenggawah Kabupaten Jember Ankardiansyah Pandu Pradana; Ahmad Ilham Tanzil; Intan Kartika Setyawati; Rachmi Masnilah; Deviana Fitria Astuti; Thia Mahardikha Ra Putri; Ollyvia Eswinda Santi; Efrian Kuncoro; Bela Indri Ayunita; Shavanna Ardhelia Arijaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26742

Abstract

Abstrak Desa Jenggawah di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dikenal sebagai salah satu pusat produksi padi dan palawija. Namun, petani di daerah ini menghadapi tantangan berupa kesulitan mendapatkan pupuk dan serangan hama serangga yang sering mengganggu produksi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada petani di Kelompok Tani Mulyo, Desa Jenggawah, agar dapat memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri. Kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan praktik pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati dari bahan alami. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan dan motivasi peserta. Berdasarkan uji T, ditemukan perbedaan signifikan dalam keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan petani dalam memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati, yang diharapkan dapat membantu mereka menghadapi tantangan produksi dan meningkatkan hasil pertanian di masa mendatang. Kata kunci: fermentasi; limbah; motivasi; penyuluhan; praktik AbstractJenggawah Village in Jember Regency, East Java Province, is known as one of the key centers for rice and secondary crop production. However, farmers in this region face challenges such as difficulty in accessing fertilizers and frequent insect pest infestations that disrupt agricultural production. This community service program aims to provide training to the Mulyo Farmers Group in Jenggawah Village, enabling them to independently produce organic fertilizers and botanical pesticides. The program is implemented through education, training, and hands-on field practice, where participants are taught to produce solid and liquid organic fertilizers using materials such as livestock manure, fruit waste, and neem and papaya leaves for the production of botanical pesticides. The results of the training showed a significant improvement in the participants' skills and motivation. Based on the T-test, a significant difference was found in the participants' skills before and after the training. This program successfully enhanced the farmers' ability to produce organic fertilizers and botanical pesticides, which is expected to help them address production challenges and improve agricultural yields in the future. Keywords: fermentation; waste; motivation; extension; practice
Teknologi pupuk organik cair nitrobacter dari alam upaya peningkatan produktifitas tanah lahan vulkanik Desa Slateng Lereng Gunung Raung Basuki Basuki; Oria Alit Farisi; Vega Kartika Sari; Marga Mandala; Ratih Apri Utami; Suci Ristiyana; Hisyam Ashar Destiawan; Urmita Dwi Safitri; Devani Avrillia Susanto; Bimo Arvi Aji Isnanto; Dyah Ayu Kessumowati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27146

Abstract

AbstrakMasyarakat Desa Slateng Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember lereng Gunung Raung berada di landform vulkanik mayoritas bermata pencaharian dalam bidang pertanian. Komoditas pertanian yang dikembangkan yaitu tanaman pangan, tanaman hortikultura, dan perkebunan. Kendala yang dihadapi yang mengancam dalam proses pertanian masyarakat rendahnya kadar nitrogen dalam tanah (< 1%) sehingga mengakibatkan daun tanaman menguning dan dapat menurunkan hasil produktivitas tanaman 50% dari potensi yang seharusnya. Permasalahan tersebut penting untuk diselesaikan sehingga produktifitas sesuai yang diharapkan. Tujuan kegiatan penerapan teknologi pupuk organik cair nitrobacter dari alam sebagai upaya peningkatan produktifitas tanah lahan vulkanik lereng gunung raung. Metode penyelesaian masalah melalui sosialisasi, pelatihan dan praktek langsung pemanfaatan bahan alam melalui peran aktif peserta dalam pembuatan nitrobakter. Kegiatan program pengabdian dihadiri 25 peserta oleh kelompok tani harapan pengurus kelompok tani, sekretaris desa, dan petugas penyuluh dari dinas pertanian dan hortikultura kabupaten Jember. Hasil kegiatan meningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta 50 % yang sebelumnya pemahaman terkait dengan Nitrobakter hanya 40% menjadi 80%. Kata kunci: degradasi lahan, nitrogen; kesuburan tanah; pupuk hayati cair Abstract The people of Slateng Village, Ledokombo District, Jember Regency, on the slopes of Mount Raung, located on volcanic landforms, the majority make their living in agriculture. The agricultural commodities developed are food crops, horticultural crops, and plantations. The obstacles faced that threaten the community's agricultural process are low levels of nitrogen in the soil (< 1%) which cause plant leaves to turn yellow and can reduce plant productivity results by 50% of their potential. It is important to solve these problems so that productivity is as expected. The aim of the activity is to apply nitrobacter liquid organic fertilizer technology from nature as an effort to increase soil productivity on the volcanic slopes of Mount Raung. Problem-solving methods through socialization, training, and direct practice in the use of natural materials through the active role of participants in making nitrobacteria. The service program activities were attended by 25 participants from the farmer group Hope, farmer group administrators, village secretaries, and extension officers from the Jember district agriculture and horticulture service. The results of the activity increased participants' knowledge and skills by 50%, from previously only 40% understanding regarding Nitrobacteria to 80%. Keywords: land degradation; nitrogen; soil fertility; liquid biofertilizer
Peningkatan pengetahuan taPeningkatan pengetahuan tentang kesehatan melalui penyuluhan kesehatan di panti asuhan Nurul Haq Samarindaentang kesehatan melalui penyuluhan kesehatan di panti asuhan Nurul Haq Samarinda Rimba Jagat Cahya Purnama; Norma Lisa; Aisyah Amalia; Aldo Pratama; Anisa Rahmadani; Aryantinur Azizah; Paula Mariana Kustiawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26763

Abstract

Abstrak Anak-anak panti asuhan memiliki pengetahuan yang masih minim tentang kesehatan mengenai kebersihan mencuci tangan dan bahaya narkoba. Berdasarkan analisis situasi yang dilakukan tim pengabdi dengan mitra, masalah mengenai kesehatan terkait kebersihan mencuci tangan dan bahaya narkoba menjadi isu yang sangat penting untuk dibicarakan di lingkungan mereka. Selama ini belum ada kegiatan pemberian informasi tentang kesehatan mengenai kebersihan mencuci tangan dan bahaya narkoba. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak panti asuhan tentang kesehatan mengenai kebersihan mencuci tangan dan bahaya narkoba melalui penyuluhan kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu dengan penyuluhan yang dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya persiapan, pelaksanaan penyuluhan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Sasaran dalam kegiatan penyuluhan ini sebanyak 20 orang anak-anak panti asuhan. Evaluasi kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui dampak kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan terjadinya peningkatan pengetahuan anak-anak di panti asuhan tersebut terhadap kesadaran kebersihan mencuci tangan dan bahaya narkoba. Pendampingan program kesehatan mengenai kebersihan mencuci tangan dan bahaya narkoba perlu dilakukan secara berkala pada anak-anak panti asuhan sehingga dapat meningkatkan pemahaman anak-anak tentang kesehatan untuk menjaga kebersihan agar selalu mencuci tangan dengan baik dan benar serta menghindari penyalahgunaan narkoba. Kata kunci: anak-anak; narkoba; pencegahan; penyuluhan; cuci tangan Abstract The orphanage children have a few knowledge about health regarding hygiene hand washing and the dangers of drugs. Based on the situation analysis conducted by the service team with partners, health issues related to hand washing hygiene and the dangers of drugs are very important issues to be discussed in their environment. So far there have been no activities to provide information about health regarding hand washing hygiene and the dangers of drugs. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of orphanage children about health regarding hand washing hygiene and the dangers of drugs through health counseling. The method of implementing community service activities is by counseling which is carried out in several stages, including preparation, implementation of counseling, monitoring and evaluation of activities. The targets in this counseling activity were 20 orphanage children. Evaluation of health counseling activities is carried out by giving pre-test and post-test to determine the impact of health counseling activities carried out. The results showed that there was an increase in audience knowledge about health counseling regarding hand washing hygiene and the dangers of drugs. Health program assistance regarding hand washing hygiene and the dangers of drugs needs to be carried out regularly for orphanage children so that it can increase children's understanding of health to maintain cleanliness to always wash hands properly and correctly and avoid drug abuse. Keywords: children; drugs; prevention; counseling; washing hand
Pemberdayaan masyarakat Desa Kaligentong berbasis olahan produk singkong kingkong Muhtadi Muhtadi; Suranto Suranto; Pramudya Kurnia; Chandra Wisnu Utomo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28132

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di desa kaligentong dengan melibatkan mitra sasaran yaitu mitra-1 Kelompok Tani Marsudi Utomo, Mitra-2 Kebun Bibit Desa (KBD) Suharno dan Mitra-3 Ibu-Ibu PKK di Desa Kaligentong. Permasalahan yang dihadapi Mitra-1 keterbatasan perluasan lahan, sulitnya pengairan pembibitan, pengembangan pemasaran bibit. Untuk mitra-2 hasil pertanian masih dijual bahan baku mentah, petani singkong belum menjadi pilihan usaha, ketrampilan pasca panen masih rendah. Mitra-3 dengan masalah ketrampilan pengolahan bahan singkong masih rendah, kemampuan pengemasan produk yang dihasilkan masih lemah, rendahnya kentrampilan dalam pemanfaatan diversifikasi produk oalahan. Tujuan pengabdian ini membantu dalam pemanfaatan dan pengelolaan potensi unggulan lokal bagi pengembangan desa sntra produksi olahan singkong menuju swasembada pangan dan ekonomi. Adapun metode yang digunakan adalah Community Development, sebagai pendekatan pemberdayaan berorientasi pada pengembangan masyarakat sebagai subyek pembangunan, dan keterlibatan secara langsung dalam berbagai kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan. Tahapan pemberdayaan: sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan pemberdayaan dan keberlanjutan. Adapun sasaran mitra memiliki potensi yang dapat dikembangakan, dimana KDB Suharno memiliki peluang untuk meningkat dalam pengadaan bibit dan penjualan bibit berbagai singkong dan bibit tanaman lainnya, demikian pula mitra-2 memiliki potensi pemanfaatan lahan yang luas untuk tanaman singkong dan olahan aneka singkong dan budidaya tanaman lainnya. Mitra-3 Ibu ibu PKK memiliki potensi dalam peningkatan ekonomi, ketahanan pangan dan wirausaha mandiri pengadaan aneka olahan berbasis singkong yang menjadi desa wisata, desa produk olahan singkong. Hasil kegiatan telah dicapai permasalahan mitra dapat diselesaikan, melalui tahapan yang dilaksanakan, mulai bibit meningkat jumlahnya, ekonomi kelompok petani meningkat dan olahan diversifikasi produk dapat dikembangkan. Kata kunci: pemberdayaan, masyarakat; singkong kingkong; budidaya; olahan. AbstractCommunity service activities were carried out in Kaligentong village involving target partners, namely partner-1 Marsudi Utomo Farmers Group, Partner-2 Suharno Village Nursery (KBD) and Partner-3 PKK Women in Kaligentong Village. The problems faced by Mitra-1 are limited land expansion, difficulty in irrigation of nurseries, development of seed marketing. For partner-2 agricultural products are still sold as raw materials, cassava farmers have not yet become a business option, post-harvest skills are still low. Mitra-3 has problems with skills in processing cassava ingredients which are still low, the ability to package the products produced is still weak, and skills in utilizing diversified processed products are still low. The aim of this service is to assist in the utilization and management of local superior potential for the development of villages in the center of processed cassava production towards food and economic self-sufficiency. The method used is Community Development, as an empowerment approach oriented towards community development as the subject of development, and direct involvement in various service activities that will be carried out. Empowerment stages: socialization, training, technology implementation, empowerment assistance and sustainability. The target partners have potential that can be developed, where KDB Suharno has the opportunity to increase in the procurement of seeds and sales of various cassava seeds and other plant seeds, likewise partner-2 has the potential to utilize large areas of land for cassava plants and various processed cassava and plant cultivation other. Mitra-3 PKK mothers have the potential to improve the economy, food security and independent entrepreneurship in procuring various cassava-based products which can become tourist villages and villages for processed cassava products. The results of the activities have been achieved, partner problems can be resolved, through the stages implemented, starting from the number of seeds increasing, the economy of farmer groups increasing and processed product diversification can be developed. Keywords: community empowerment; kingkong cassava; cultivation; processed
Pelatihan literasi digital untuk meningkatkan kesadaran terhadap keamanan transaksi online Siti Alvi Sholikhatin; Nu&#039;maa Nabila Fatwa; Raihan Zein Muzakki
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26911

Abstract

Abstrak Kejahatan siber di Indonesia mengalami tren peningkatan sejalan dengan semakin mudahnya akses terhadap informasi dan media digital. Dalam bidang bisnis dan keuangan yang memiliki irisan dalam transaksi dan perdagangan digital, pun tak luput dari serangan siber yang semakin beragam dan canggih. Fenomena ini perlu mendapatkan perhatian serius dan penanganan yang berkelanjutan, dimulai dari hulu hingga ke hilir. Dimulai dari masyarakat kelas bawah hingga atas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan pada area hulu yaitu mengadakan pelatihan dan workshop pada kelompok PKK Desa Purwanegara, Kabupaten Banyumas. Kelompok yang terdiri dari mayoritas ibu-ibu berusia paruh baya ini, menjadi kelompok yang cukup rentan sehingga perlu solusi yang tepat dan cepat. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan ini yaitu metode seminar dan praktik. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah anggota PKK memahami makna pentingnya menjaga keamanan digital dalam bertransaksi online. Hasil dari pelatihan ini yaitu target pelatihan, ibu-ibu PKK Desa Purwanegara, Kabupaten Banyumas, menerapkan aman bertransaksi online dengan menjaga data pribadi seketat mungkin serta menerapkan strategi keamanan yang komprehensif. Kata kunci: literasi digital; pelatihan; pengabdian kepada masyarakat; keamanan transaksi online Abstract Cyber crime in Indonesia is experiencing an increasing trend in line with the easier access to information and digital media. The business and financial sectors, which are involved in digital transactions and trade, are also exposed to increasingly diverse and sophisticated cyber-attacks. This phenomenon needs serious attention and sustainable handling, starting from upstream to downstream. Starting from the lower class to the upper class. One of the efforts that can be done in the upstream area is to conduct training and workshops for the PKK group in Purwanegara Village, Banyumas Regency. This group, which consists of the majority of middle-aged mothers, is a group that is quite vulnerable so it needs the right and fast solution. The methods used in this community service activity in the form of socialisation and training are seminar and practical methods. The main objective of this training is that PKK members understand the importance of maintaining digital security in online transactions. The result of this training is that the training target, PKK women in Purwanegara Village, Banyumas Regency, apply safe online transactions by keeping personal data as tight as possible and implementing a comprehensive security strategy. Keywords: digital literacy; training, community service; online transaction security