cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Bincang buku dan focus group discussion untuk membangun perspektif positif terhadap matematika Leni Apriliani; Nurul Hasanah; Nurul Is'ad Habibi; Rakhil Maulani; Samsul Abdul Gani; Santi Anggraeni; Setia Nur Hasanah; Sidqi Yajidil Ma'la; Sinta Nuraeni; Sri Mulyaningsih; Eva Mulyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31576

Abstract

AbstrakKurangnya pemahaman dan minat terhadap matematika menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, meskipun mayoritas peserta didik menyadari pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan Buku “Matematika Kelas 13: Finding Harmony in Chaos” yang menyajikan pengenalan konsep-konsep matematika melalui tulisan yang dikaitkan dengan fenomena pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan bincang buku dengan menggunakan metode service learning dilakukan dengan melibatkan peserta didik, mahasiswa jurusan Matematika, mahasiswa PPG calon guru dan guru dari berbagai mata pelajaran termasuk Matematika. Kegiatan ini juga difasilitasi dengan Focus Group Discussion (FGD) sebagai ruang berbagi pandangan dan pengalaman peserta mengenai matematika. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual yang disajikan melalui berbagai tulisan dapat membantu peserta dalam memahami konsep matematika lebih dalam dan lebih bermakna. Hal ini juga menegaskan bahwa penyampaian konsep matematika melalui tulisan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dipadukan dengan diskusi kolaboratif mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan bermakna. Kata kunci: bincang buku; focus group discussion; matematika; service learning. AbstractThe lack of understanding and interest in mathematics remains a challenge in the field of education, even though the majority of students acknowledge the importance of mathematics in everyday life. To address this issue, the book “Matematika Kelas 13: Finding Harmony in Chaos” was developed, offering the introduction of mathematical concepts through writings linked to real-life phenomena. A book discussion activity using the service learning method was conducted, involving students, mathematics majors, prospective teacher education (PPG) students, and teachers from various subjects, including mathematics. This activity was also facilitated through Focus Group Discussions (FGD) as a space for participants to share their views and experiences regarding mathematics. The results indicate that the contextual approach presented through various writings can help participants gain a deeper and more meaningful understanding of mathematical concepts. This also reinforces that delivering mathematical concepts through writings connected to everyday life, combined with collaborative discussions, can create a more applicable and meaningful learning experience. Keywords: book discussion; focus group discussion; mathematics; service learning.
Sinergi edukasi HIV/AIDS di Sekolah Menengah Kejuruan Dharma Bhakti Indonesia : peran dosen dan mahasiswa dalam membangun generasi peduli kesehatan Theophylia Melisa Manumara; Kartika Ghina Amelia; Nina Anggraeni; Nazwa Sapparingga Amalia Kartika; Nabila Apriliana Maulani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32573

Abstract

Abstrak HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, ditularkan melalui darah, ASI, air mani, dan cairan vagina. Jika tidak ditangani, HIV berkembang menjadi AIDS, kondisi di mana tubuh sangat rentan terhadap infeksi. Saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, namun terapi dapat menekan virus dan mencegahnya berkembang menjadi AIDS. Remaja, termasuk siswa SMK, merupakan kelompok rentan karena kondisi emosional yang belum stabil, minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, serta kecenderungan mencoba hal-hal baru. Kurangnya informasi yang benar serta maraknya mitos menjadikan mereka berisiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi mengenai penyakit HIV dan AIDS, sehingga diharapkan dapat menurunkan tingkat prevalensi HIV dan AIDS di masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di SMK Dharma Bakti Indonesia dengan 28 peserta dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Media yang digunakan berupa leaflet, serta metode ceramah, diskusi, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test menggunakan Kahoot. Materi meliputi pengertian, penyebab, gejala, cara penularan, pencegahan, dan pengobatan HIV/AIDS. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan. Kata kunci : HIV; AIDS; penyuluhan; kesehatan; remaja. Abstract HIV is a virus that attacks the immune system, transmitted through blood, breast milk, semen and vaginal fluids. If left untreated, HIV progresses to AIDS, a condition in which the body is highly susceptible to infection. There is currently no cure for HIV, but therapy can suppress the virus and prevent it from developing into AIDS. Adolescents, including vocational students, are a vulnerable group due to their unstable emotional state, lack of knowledge about reproductive health, and tendency to try new things. Lack of correct information and rampant myths put them at high risk of HIV/AIDS transmission. The purpose of this activity is to increase students' knowledge about HIV and AIDS, so that it is expected to reduce the prevalence rate of HIV and AIDS in the community. The activity was held at SMK Dharma Bakti Indonesia with 28 participants from the Software Engineering department. The media used were leaflets, as well as lecture, discussion, and evaluation methods through pre-test and post-test using Kahoot. The materials included the definition, causes, symptoms, modes of transmission, prevention, and treatment of HIV/AIDS. The evaluation results showed an increase in student understanding after participating in the activity. Keywords: HIV; AIDS; counseling; health; youth.
Revitalisasi perpustakaan dalam upaya meningkatkan minat literasi membaca pada kelas rendah di SDN Sunyaragi 1 Kota Cirebon Ikariya Sugesti; Sheila Febriyanti Puteri; Siti Irma Wati; Siska Andriyani; Shokhifah Shokhifah; Sindy Novita Fitriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.30608

Abstract

Abstrak Perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi membaca peserta didik. Namun, di SDN Sunyaragi 1 perpustakaan kurang dimanfaatkan secara optimal karena digunakan sebagai gudang selama renovasi gedung kelas. Kondisi ini menyebabkan rendahnya minat baca siswa terutama pada kelas rendah. Oleh karena itu, dilakukan program revitalisasi perpustakaan guna menciptakan lingkungan baca yang nyaman dan meningkatkan literasi membaca pada siswa kelas rendah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan observasi dan wawancara dengan pihak sekolah untuk mengidentifikasi permasalahan. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan dilakukan penataan ulang perpustakaan, pengelompokan buku berdasarkan kategori, serta pelaksanaan program literasi. Tahap evaluasi dilakukan dengan mengamati peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan serta wawancara dengan siswa dan guru terkait minat baca mereka setelah revitalisasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam minat literasi membaca siswa kelas rendah setelah dilaksanakannya revitalisasi perpustakaan. Kata kunci: revitalisasi perpustakaan; literasi; minat baca siswa. Abstract The school library plays a crucial role in enhancing students' reading literacy. However, at SDN Sunyaragi 1, the library has not been optimally utilized, as it was repurposed as a storage room during classroom renovations. This condition has led to a decline in students' reading interest, particularly among lower-grade students. To address this issue, a library revitalization program was implemented to create a more conducive reading environment and improve reading literacy among young learners. The program followed three main stages: preparation, implementation, and evaluation. During the preparation stage, observations and interviews were conducted with school representatives to identify key issues. The implementation stage involved reorganizing the library, categorizing books, and conducting literacy activities. Finally, the evaluation stage assessed the program's impact by monitoring the increase in library visitors and conducting interviews with students and teachers regarding their reading interest after the revitalization. The results indicate a significant improvement in students' reading literacy interest following the implementation of the revitalization program. Keywords: library revitalization; literacy; students' reading interest
Pengembangan WEBGIS dari pemetaan partisipatif di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Mrabawani Insan Rendra; Hadi Fitriansyah; Mohammad Zainul Ikhwan; Toni Budi Santoso; Ichwan Hadi Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32597

Abstract

Abstrak Ketersediaan data geospasial yang akurat di tingkat desa merupakan elemen krusial dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Namun, keterbatasan teknis serta rendahnya literasi digital aparatur desa seringkali menjadi penghambat utama. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemetaan desa melalui pendekatan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pengembangan WebGIS. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, diskusi kelompok, digitalisasi data menggunakan QGIS, serta pengembangan platform WebGIS interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan Desa Kedungsari mempunyai sisteminformasi berbasis WEB  dengan data penggunaan lahan, infrastruktur, batas wilayah, dan persebaran penduduk. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi teknologi dan partisipasi masyarakat mampu mendorong transformasi digital desa secara inklusif dan berkelanjutan serta mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat lokal. Kata kunci: pemetaan partisipatif; WebGIS; data spasial; pembangunan desa; QGIS Abstract Accurate geospatial data at the village level is essential for effective development planning and sustainable resource management. However, limited technical capacity and low digital literacy among village officials often hinder its implementation. This community engagement initiative aims to strengthen spatial data infrastructure through a participatory mapping approach based on Geographic Information Systems (GIS) and the development of an interactive WebGIS platform. The program was conducted in Kedungsari Village, Temayang Subdistrict, Bojonegoro Regency, involving local officials and community members. The methodology included field surveys, focus group discussions, spatial data digitization using QGIS, and the design of a web-based GIS system. The results demonstrated a significant improvement in local awareness regarding the importance of spatial information, along with the creation of detailed digital maps covering land use, infrastructure, administrative boundaries, and household distribution. The WebGIS platform enables broader access to spatial information, enhances public transparency, and supports data-driven decision-making processes at the village level. This program illustrates how the integration of technology and community participation can foster inclusive and sustainable digital transformation in rural areas. Keywords: participatory mapping; WebGIS; spatial data; village development; QGIS.
IPTEK peningkatan kualitas ampas tahu dan rumput laut sebagai pakan ikan bandeng Suparjo Razasli Carong; Nur Indah Sari Arbit; Asmawati Asmawati; Dian Lestari; Rusmidin Rusmidin; Purnama Sari; Farhanuddin Farhanuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31661

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pakan ikan bandeng melalui pemanfaatan limbah lokal seperti ampas tahu dan rumput laut Padina australis di Kelurahan Baurung, Kabupaten Majene. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan pakan, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang pembuatan pakan alternatif, pengaturan nutrisi, serta manfaat ekonomi dan ekologis dari pemanfaatan limbah lokal. Peserta juga terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan demonstrasi, menunjukkan kesiapan mereka untuk mengadopsi inovasi ini. Kegiatan ini berhasil memberikan solusi ekonomis dan ramah lingkungan bagi pembudidaya ikan bandeng, sekaligus mendukung praktik budidaya yang berkelanjutan. Kata kunci: ampas tahu; budidaya; ikan bandeng; padina australis; pakan. Abstract This community service activity aims to improve the quality of milkfish feed through the utilization of local waste such as tofu dregs and Padina australis seaweed in Baurung Village, Majene Regency. The methods used include socialization, feed production demonstrations, as well as pre-test and post-test to measure the increase in participants' understanding. The results show a significant improvement in community knowledge about alternative feed production, nutrient regulation, and the economic and ecological benefits of utilizing local waste. Participants were also actively involved in Q&A sessions and demonstrations, indicating their readiness to adopt this innovation. This activity successfully provides an economical and environmentally friendly solution for milkfish farmers, while supporting sustainable aquaculture practices. Keywords: aquaculture; feed, milkfish; padina australis; tofu dregs.
Optimalisasi nutrisi generasi emas: edukasi gizi dan pemanfaatan kacang gude untuk pencegahan stunting di Panti Asuhan Yatim Putri IPHI Karanganyar Rifkarosita Putri Ginaris; Jihan Nabilla; Dea Nurfadhillah; Na’imatul Retno Fauzah; Sinta Wisma Sari; Fitria Eka Resti W.; Andri Tri Cahyono; Puput Setiawati; Nova Seftiyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31897

Abstract

Abstrak Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang masih menjadi fokus nasional dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Karanganyar, angka stunting di wilayah ini masih tinggi, terutama di kalangan remaja, salah satunya kelompok yang rentan terhadap anemia remaja ini adalah remaja putri di Panti Asuhan Yatim IPHI, Karanganyar. Mitra sasaran adalah Panti Asuhan Yatim Putri IPHI Karanganyar dengan jumlah peserta sebanyak 10 remaja putri berusia 12-18 tahun. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan gizi berbasis kacang gude sebagai upaya pencegahan stunting dalam olahan pangan seperti cookies. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan edukasi gizi, demonstrasi pembuatan produk olahan kacang gude (cookies), serta pendampingan kewirausahaan dan evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan nilai rata-rata dari 78,00 (pre-test) menjadi 84,00 (post-test). Sebanyak 60% peserta menunjukkan peningkatan skor, dengan nilai maksimum mencapai 100. Hasil uji pairet t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,031). Peserta mampu menjelaskan proses pembuatan produk cookies kacang gude dan memahami konsep gizi seimbang. Kata kunci: edukasi gizi; panti asuhan; pemanfaatan kacang gude; remaja putri; stunting. AbstractStunting remains a major public health issue and a national priority in efforts to improve the quality of Indonesia’s human resources. According to data from the Karanganyar Health Office, the prevalence of stunting in this region remains high, especially among adolescents. One vulnerable group is adolescent girls living at the IPHI Orphanage in Karanganyar. The target partner in this program was the IPHI girls Orphanage, involving 10 adolescent girls aged 12-18 years. This program aimed to increase nutritional knowledge based on the use of pigeon pea (Cajanus cajan) as a stunting prevention effort through food products such as cookies. The methods included nutrition education and awareness, demonstration of pigeon pea-based cookie production, entrepreneurship mentoring, and knowledge evaluation through pre-test and post-test. The results showed an increase in average scores from 70.00 (pre-test) to 84.00 (post-test). A total of 60% of participants showed improvement, with a maximum score of 100. The paired t-test analysis indicated a significant difference (p=0,031). Participants were able to explain the process of pigeon pea cookie production and demonstrated an understanding of the balanced nutrition concept. Keywords: nutrition education; orphanage; utilization of pigeon pea; adolescent girls; stunting
Pelatihan PKH menerapkan digital e-warung terintegrasi akuntansi digital guna mencegah praud berkelanjutan Lesi Hertati; Harry Suharman; Haryono Umar; Hahyudin Zarkasyi; Winwin Yadiati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31380

Abstract

Abstrak Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu bentuk bantuan sosial yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu. Penyalurannya kini menggunakan sistem e-Warung digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Implementasinya, masih ditemukan permasalahan berupa fraud (kecurangan), seperti manipulasi data transaksi dan penyalahgunaan dana bantuan. Hal ini diperparah dengan rendahnya pemahaman pelaku e-Warung terhadap akuntansi digital dan pencatatan transaksi yang benar. Program ini merupakan bagian dari peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Musi Banyuasin yang berjumlah 250 keluarga miskin yang menerima bantuan sosial nontunai berbasis digital. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola e-Warung dalam mengelola sistem PKH digital secara akuntabel dan mencegah praktik fraud yang berulang. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik, meliputi edukasi sistem e-Warung digital, pelatihan dasar akuntansi digital, simulasi pencatatan transaksi, dan diskusi kasus-kasus fraud yang pernah terjadi. Hasil dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap penggunaan sistem e-Warung dan pencatatan keuangan digital. Peserta mampu menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta memahami pentingnya pengawasan terhadap transaksi bantuan sosial. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam mendukung pencegahan fraud berkelanjutan serta memperkuat tata kelola bantuan sosial berbasis digital. Kata Kunci: digital akuntansi; distribusi bantuan; e.warung; UMKM; fraud. Abstract The Family Hope Program (PKH) is a form of social assistance distributed by the government to underprivileged communities. Distribution currently uses a digital e-Warung system to increase efficiency and transparency. However, during its implementation, issues such as fraud, such as manipulation of transaction data and misuse of aid funds, remain. This is exacerbated by e-Warung operators' lack of understanding of digital accounting and proper transaction recording. This program is part of the Family Hope Program (PKH) program in Musi Banyuasin, which includes 250 poor families receiving digital-based non-cash social assistance. This training activity aims to increase the capacity of e-Warung managers to manage the digital PKH system accountably and prevent recurrence of fraudulent practices. The method used is practice-based training, including education on the digital e-Warung system, basic digital accounting training, transaction recording simulations, and discussions of past fraud cases. The training results demonstrated an increased understanding of the participants' use of the e-Warung system and digital financial record-keeping. Participants were able to apply the principles of transparency and accountability, and understood the importance of monitoring social assistance transactions. Therefore, this training effectively supports ongoing fraud prevention and strengthens digital-based social assistance governance. Keywords: digital accounting; aid distribution; e.warung; UMKM; fraud.
Edukasi kebersihan telinga dan pencegahan Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) pada anak usia dini di PAUD Assholihah Banyumulek Surya Meka Novita Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32613

Abstract

Abstrak Pemahaman tentang cara membersihkan telinga yang aman dan tepat sangat penting untuk mencegah iritasi, cedera, atau infeksi.Kebiasaan membersihkan telinga yang salah, seperti penggunaan cotton bud, justru dapat mendorong kotoran lebih dalam atau melukai saluran telinga, yang justru memperburuk kondisi serta meningkatkan risiko infeksi hingga terjadi OMSK. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bekerjasama dengan Yayasan Sosial Al-Mubarok Banyumulek dalam penyuluhan yang melibatkan 15 Orang Tua/Wali yang bertempat di PAUD Assholihah Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Orang Tua/Wali anak PAUD tentang kebersihan telinga serta pencegahan dari OMSK. Metode penyuluhan dengan ceramah, diskusi serta pemaparan langsung dengan pemeriksaan telinga anak. Kegiatan ini dilakukan pada Hari Sabtu, 17 Juni 2023 pada pukul 08.30-12.00 WITA bertempat di PAUD Assholihah, Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat yang dimulai dengan persiapan, pelaksanaan kegiatan  (pretest, penyuluhan, pemeriksaan telinga anak PAUD, post test), serta evaluasi kegiatan. Berdasarkan kegiatan ini, didapatkan peningkatan pengetahuan tentang kebersihan telinga dan pencegahan OMSK yang signifikan berdasarkan rerata peningkatan jawaban benar yaitu 125,42%. Hal ini menunjukkan bahwa mengindikasikan bahwa intervensi edukasi yang diberikan memiliki cakupan materi yang komprehensif dan efektif dalam menyampaikan informasi tentang kebersihan telinga dan pencegahan OMSK.  Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran Orang Tua/Wali dan anak-anak PAUD terutama tentang menjaga kebersihan telinga serta pencegahan terjadinyai infeksi telinga yang berkepanjangan (OMSK).  Kata kunci: kebersihan telinga; pencegahan OMSK; penyuluhan Abstract An knowledge of safe and proper ear cleaning is essential to prevent irritation, injury or infection. Incorrect ear cleaning habits, such as using cotton buds, can actually push dirt deeper or injure the ear canal, which can worsen the condition and increase the risk of infection until OMSK occurs. This community service activity collaborated with Al-Mubarok Banyumulek Social Foundation in counseling involving 15 parents/guardians at PAUD Assholihah Banyumulek, West Lombok Regency. The purpose of this program was to increase the knowledge of parents/guardians of PAUD children about ear hygiene and prevention of OMSK. The method of counseling with lectures, discussions and direct exposure with children's ear examinations. This program was conducted on Saturday, June 17, 2023 at 08.30-12.00 WITA at PAUD Assholihah, Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok which began with preparation, implementation of activities (pretest, counseling, ear examination of PAUD children, post test), and evaluation of activities. Based on this intervention, there was a significant increase in knowledge about ear hygiene and OMSK prevention based on the average increase in correct answers of 125.42%. This indicates that the educational intervention provided has comprehensive material coverage and is effective in conveying information about ear hygiene and prevention of OMSK.  This activity is expected to increase the awareness of parents/guardians and PAUD children, especially about caring for ear hygiene and preventing prolonged ear infections (OMSK). Keywords: ear hygiene; OMSK prevention; counseling
Sosialisasi etika profesi dan keselamatan kerja sebagai pilar fundamental dalam pendidikan teknik elektronika industri Iqbal May Aryanto; Amanda Putri Denizka; Ribby Fadya Iskandar; Rafif Rizqullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32326

Abstract

AbstrakKesenjangan pemahaman siswa terhadap etika profesi dan keselamatan kerja dalam bidang Teknik Elektronika Industri dapat menimbulkan risiko terhadap etos kerja dan keselamatan praktik. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi yang bertujuan menanamkan nilai-nilai etika dan prinsip keselamatan sejak dini. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 1 Natar dengan melibatkan siswa kelas XI Teknik Elektronika Industri. Metode yang digunakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Metode ini dipilih untuk menggambarkan dan mengukur efektivitas kegiatan sosialisasi secara objektif sehingga mendorong keterlibatan aktif siswa serta mengaitkan materi dengan dunia kerja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test, serta peningkatan partisipasi dalam diskusi dan simulasi. Siswa mampu mengenali risiko kerja, memahami prosedur keselamatan, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dan kesadaran etis. Kegiatan ini memperkuat kesiapan mental dan kompetensi nonteknis siswa sebagai calon tenaga kerja profesional. Kata kunci: etika profesi; keselamatan kerja; teknik elektronika industri; pengabdian masyarakat.             AbstractThe lack of student understanding regarding professional ethics and occupational safety in the field of Industrial Electronics Engineering poses risks to both work ethic and safety practices. To address this issue, a community service activity was conducted through a socialization program aimed at instilling ethical values and safety principles early on. The activity took place at SMKN 1 Natar and involved 11th-grade students of the Industrial Electronics Engineering program. Methods used included interactive lectures, educational video screenings, and case study simulations designed to foster active student participation and connect the material with real workplace situations. The results showed a notable improvement in students’ knowledge, as evidenced by pre-test and post-test comparisons, as well as increased participation in discussions and simulations. Students were able to identify workplace hazards, understand safety procedures, and demonstrate a higher level of responsibility and ethical awareness. This activity contributes to developing students’ mental preparedness and non-technical competencies as future professionals committed to safety and integrity. Keywords: professional ethics; occupational safet; industrial electronics engineering; community service.
Sosialisasi manajemen pemeliharaan ternak untuk mencegah penyakit dan peningkatan ketahanan pangan di Desa Rappang Barat Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar Suriansyah Suriansyah; Marsudi Marsudi; Andi Citra Septaningsih; Agustina Agustina; Muhammad Irfan; Hilman Qudratuddarsi; Nor Indriyanti; Nur Rahmah; Nurman Nurman; Kasmiati Kasmiati; Sudirman Sudirman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32079

Abstract

AbstrakDesa Rappang Barat, yang terletak di Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, merupakan wilayah dengan potensi peternakan yang cukup besar, terutama dalam pemeliharaan ternak sapi dan kambing. Berdasarkan hasil identifikasi bersama pihak desa, diketahui bahwa sebagian besar peternak masih memiliki pemahaman terbatas terkait manajemen kesehatan ternak, yang berisiko meningkatkan penyebaran penyakit, menurunkan produktivitas, serta berdampak negatif terhadap ketahanan pangan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan ini, pada 18 Januari 2025 telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi di Aula Kantor Desa Rappang Barat yang diikuti oleh peternak setempat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai jenis-jenis penyakit ternak dan upaya pencegahannya, dengan metode ceramah interaktif yang dilanjutkan sesi tanya jawab, sehingga peserta tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga dapat menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi secara langsung. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman peternak terhadap manajemen kesehatan ternak sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti sosialisasi. Selain itu, peserta memberikan respon positif terhadap kegiatan ini, dan menganggap materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif dalam praktik pemeliharaan ternak sehari-hari. Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan sosialisasi ini dinilai efektif dan berhasil mencapai tujuannya, serta direkomendasikan untuk direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik serupa. Kata kunci: kesehatan ternak; pangan; penyakit ternak; rappang barat; sosialisai Abstract Rappang Barat Village, located in Mapilli Subdistrict, Polewali Mandar Regency, is an area with significant potential in livestock farming, particularly in the rearing of cattle and goats. However, identification conducted jointly with village officials revealed that most livestock farmers still have limited understanding of animal health management. A limited understanding of livestock management can elevate the risk of disease outbreaks, ultimately diminishing productivity and undermining community food security. To address this issue, a socialization activity was conducted to provide information on common livestock diseases and preventive measures. The event was held on January 18, 2025, at the Village Hall of Rappang Barat and involved local farmers as participants. The method used included an interactive lecture followed by a discussion session, allowing participants not only to receive information passively but also to raise the problems they face directly. The primary goal of this activity was to enhance the farmers’ knowledge and understanding of livestock health management as part of efforts to improve productivity and support food security. Evaluation findings revealed a notable enhancement in participants' comprehension after participating in the session. Moreover, participants responded positively to the activity, considering the material to be relevant and applicable in their daily livestock practices. Based on these outcomes, the socialization program was deemed effective in achieving its objectives and is recommended to be replicated in other villages with similar characteristics. Keywords: animal health; food security; livestock diseases; rappang barat; socialization