cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pelatihan pembuatan media pembelajaran arsip multi-sistem berbasis MS Access untuk mendukung pembelajaran berdiferensiasi bagi guru MPLB di Jawa Tengah Oktarina, Nina; Hasanah, Uswatun; Permana, Dian Fithra; Wijaya, Angga Pandu; Sulistyawati, Sulistyawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32457

Abstract

Abstrak Implementasi Kurikulum Merdeka mempunyai peluang dan tantangan dalam pembelajaran di SMK dengan mengutamakan kebutuhan peserta didik salah satunya melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Capaian pembelajaran fase F menuntut siswa memiliki kompetensi dalam pengelolaan arsip digital. Namun, kenyataannya, kompetensi digital lulusan SMK masih rendah. Permasalahan utama yang dihadapi oleh guru-guru Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMK se-Jawa Tengah adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam membuat media pembelajaran arsip berbasis digital dan arsip berdiferensiasi. Guru masih belum optimal dalam serta merancang pembelajaran berdiferensiasi yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah tahap persiapan, yang meliputi penyusunan materi, penyiapan sarana dan prasarana, serta pemilihan peserta pelatihan, yaitu sebanyak 42 guru MPLB dari SMK di berbagai wilayah Jawa Tengah. Tahap kedua adalah pelaksanaan, yang dilakukan dalam dua bagian yaitu pemberian materi dan praktik pembuatan media pembelajaran berbasis MS Access. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan lanjutan terkait implementasi media dan pembelajaran arsip berdiferensiasi. Tahap terakhir adalah evaluasi, yang mencakup penilaian terhadap kemampuan peserta dalam membuat media, kualitas media yang dihasilkan, keaktifan peserta selama pelatihan, serta tingkat kehadiran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan media pembelajaran arsip berbasis digital yang sesuai dengan prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam peningkatan kompetensi profesional guru, sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di SMK melalui penggunaan media digital yang inovatif. Kata kunci: kompetensi guru; media pembelajaran; arsip; multi sistem;pembelajaran berdiferensiasi. Abstract The implementation of the Merdeka Curriculum presents both opportunities and challenges in vocational high schools (SMK), emphasizing student needs through differentiated learning approaches. Phase F learning outcomes require students to be competent in digital archive management. However, in reality, the digital competencies of SMK graduates remain low. A major issue faced by Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) teachers across Central Java is the lack of knowledge and skills in developing digital-based and differentiated archive learning media. Teachers have yet to fully implement differentiated learning, from planning to execution and evaluation. This community service activity was carried out in three main stages. The first was the preparation stage, which included material development, logistical arrangements, and the selection of 42 MPLB teachers from various SMKs across Central Java. The second stage was implementation, conducted in two parts, delivery of instructional materials and hands-on practice in creating archive learning media using Microsoft Access. This was followed by mentoring sessions to assist teachers in applying digital media and differentiated learning practices. The final stage was evaluation, which measured participants’ ability to create learning media, the quality of their output, engagement during the sessions, and attendance. The results showed improved teacher understanding and skills in developing digital archive learning media aligned with differentiated learning principles. This initiative significantly contributed to enhancing professional teacher competencies and supported the implementation of the Merdeka Curriculum in SMKs through the use of innovative digital media Keywords: teacher competence; learning media; archives; multi-system; differentiated learning.
Peningkatan GAP (Good Agriculture Practice) dan pengetahuan dalam budidaya cabai melalui program bertani untuk negeri batch 7 di Desa Sukamekar Kabupaten Cianjur Jawa Barat Noufal Noufal; Agus Sulistyono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32574

Abstract

AbstrakCabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dibudidayakan di Indonesia dan memiliki potensi yang besar di pasaran. Produktivitas dan nilai jual yang tinggi sangat berpengaruh terhadap teknik budidaya yang berhasil. Produktivitas cabai merah pada tahun 2019 mencapai 8,62 ton/ha sedangkan untuk potensinya dapat mencapai 12-20 ton/ha. Adapun faktor yang menyebabkan produksi tanaman cabai tidak maksimal diantaranya tingkat kesuburan tanah yang rendah dan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang disebabkan oleh kurangnya penerapan dan pengetahuan petani mengenai GAP dalam kegiatan budidaya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Bertani Untuk Negeri (BUN) ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan petani mengenai teknik budidaya yang baik dan benar, (2) meningkatkan penerapan SOP berdasarkan GAP dalam kegiatan budidaya tanaman cabai, (3) meningkatkan produktivitas petani di lahan miliknya. Kegiatan yang dilaksanakan untuk tercapainya tujuan tersebut ialah dengan melakukan kegiatan sekolah lapang bagi para petani dampingan materi yang diberikan diambil berdasarkan 5 permasalahn yang sering muncul dalam kegiatan budidaya petani, melakukan pendampingan secara langsung di lahan petani yang memungkin mahasiswa dan petai melakukan transfer ilmu secara langsung kepada petani dalam kegiatan budidaya dilahan, melakukan wawancara, kunjungan rutin setiap minggu dan penginputan data terkait kegiatan, permasalahan dan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan budidaya di lahan milik petani dampingan. Untuk mengukur tingkat keberhasilan program BUN, maka dilakukan pretest sebelum berjalannya program dan postest setelah terlaksananya program serta pengambilan data produktivitas sebelum dan sesudah program. Setelah dilakukan pengukuran tingkat peningkatan didapati hasil bahwa petani mengalami peningkatan dalam (1) pengetahuan dari 5 petani 1 petani mengalami peningkatan 10%, 3 petani 5% dan 1 petani 0%, (2) SOP budidaya 5 petani dampingan mengalami peningkatan sebesar 23%, 25%, 29%, 35%, 40%, (3) peningkatan produktivitas dari 5 petani 2 petani mengalami peningkatan dan 3 petani mengalami penurunan serta target produktivitas sebesar 7 ton/ha belum tercapai oleh 5 petani dampingan. Kata kunci: GAP; Budidaya cabai; peningkatan; Sekolah lapang petani. Abstract Red chili (Capsicum annum L.) is one of the horticultural crops cultivated in Indonesia and has great potential in the market. High productivity and selling value greatly influence successful cultivation techniques. Red chili productivity in 2019 reached 8.62 tons/ha while its potential can reach 12-20 tons/ha. The factors that cause chili plant production to be less than optimal include low soil fertility and plant pests (OPT) caused by the lack of application and knowledge of farmers regarding GAP in cultivation activities. The objectives of community service activities through the Bertani Untuk Negeri (BUN) program are (1) to increase farmers' knowledge regarding good and correct cultivation techniques (2) to increase the application of SOPs based on GAP in chili plant cultivation activities, (3) to increase farmer productivity on their land. The activities carried out to achieve these objectives are by conducting field school activities for assisted farmers, the material provided is taken based on 5 problems that often arise in farmer cultivation activities, conducting direct assistance on farmer's land which allows students and farmers to transfer knowledge directly to farmers in cultivation activities on the land, conducting interviews, regular visits every week and inputting data related to activities, problems and matters related to cultivation activities on land owned by assisted farmers. To measure the level of success of the BUN program, a pretest was carried out before the program was run and a posttest after the program was implemented as well as taking productivity data before and after the program. After measuring the level of improvement, the results showed that farmers experienced an increase in (1) knowledge, of the 5 farmers, 1 farmer experienced an increase of 10%, 3 farmers 5% and 1 farmer 0%, (2) cultivation SOPs for the 5 assisted farmers experienced an increase of 23%, 25%, 29%, 35%, 40%, (3) productivity increase for the 5 farmers, 2 farmers experienced an increase and 3 farmers experienced a decrease and the productivity target of 7 tons/ha had not been achieved by the 5 assisted farmers. Keywords: GAP; chili cultivation; improvement; farmer field school.
Pendalaman materi penelitian tindakan kelas bagi guru-guru SMP Sri Purwaningsih; Yusnaidar Yusnaidar; Neneng Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31438

Abstract

Abstrak                                                                                 Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SMP Negeri 1 Muaro Jambi, masih dibutuhkan penyegaran terutama pendalaman materi Penelitian Tindakan Kelas, hal ini mengingat bahwa materi Penelitian Tindakan kelas sangat dibutuhkan bagi guru dalam rangka berinovasi membenahi proses pembelajaran agar proses pembelajaran terlaksana dengan baik. Mengingat pentingnya materi tersebut bagi guru-guru di SMP Negeri 1 Muaro Jambi, maka harus dilakukan pelatihan agar guru-guru memiliki keterampilan dan handal dalam memahami pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan baik. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para guru agar guru-guru mampu melaksakan Penelitian Tindakan Kelas, guru-guru dapat melakukan penelitian dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah workshop, tanya jawab dan pelatihan. Adapun tahap pengabdian adalah observasi menidentifikasi masalah dan kebutuhan, pelaksaan kegiatan berupa workshop, tanya jawab dan pelatihan tentang penelitian tindakan kelas, dari hasil pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa guru-guru di SMP Negeri 1 Muaro Jambi sangat membutuhkan pendalaman materi penelitian Tindakan kelas, hal ini terlihat dari hasil workshop, diskusi dan pelatihan, mereka sangat perperan aktif selama kegiatan tersebut.  Kata kunci: penelitian tindakan kelas; SMPN 1 Muaro Jambi. AbstractCommunity service has been carried out at SMP Negeri 1 Muaro Jambi with the title "Deepening of Classroom Action Research Material for Teachers at State Junior High School 1 Muaro Jambi". Based on observations that have been carried out at State Junior High School 1 Muaro Jambi, there is still a need for refreshment, especially deepening of Classroom Action Research material, this is considering that Classroom Action Research material is very much needed for teachers in order to innovate to improve the learning process so that the learning process is carried out properly. Given the importance of this material for teachers at State Junior High School 1 Muaro Jambi, training must be carried out so that teachers have the skills and are reliable in understanding the implementation of Classroom Action Research properly. This activity is generally intended to provide insight and knowledge to teachers so that teachers are able to implement Classroom Action Research, teachers can conduct research in order to improve the learning process at school Keywords: classroom action research; State Junior High School 1 Muaro Jambi
Penyuluhan aman dalam berbisnis pada usaha kue dan snack di Keluruahan Talang Jambe Palembang Ahmad Sanmorino; Rendra Gustriansyah; Shinta Puspasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31489

Abstract

AbstrakMaraknya penipuan digital melalui WhatsApp dan media sosial menjadi ancaman serius bagi pelaku usaha kue dan snack rumahan di Kelurahan Talang Jambe, Palembang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi digital pelaku usaha dalam mengidentifikasi dan mencegah modus penipuan daring. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi dan diskusi interaktif, dengan pendekatan berbasis teori Digital Literacy dan Technology Acceptance Model (TAM). Kegiatan ini dilaksanakan pada Mei 2025 dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap berbagai jenis penipuan, dari rata-rata 65% sebelum kegiatan menjadi 90,8% setelahnya. Diskusi juga mengungkap pengalaman peserta yang sebelumnya nyaris menjadi korban penipuan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif langsung efektif meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan digital pelaku usaha. Diharapkan kegiatan ini dapat direplikasi untuk memperkuat keamanan digital UMKM secara lebih luas. Kata kunci: keamanan digital; usaha kue dan snack; penipuan online; pengabdian kepada masyarakat. AbstractThe rise of digital fraud through WhatsApp and social media poses a serious threat to home-based cake and snack businesses in Talang Jambe, Palembang. This Community Service (PkM) initiative aimed to enhance digital literacy among business owners by equipping them with practical knowledge to identify and prevent common online scams. The program employed presentations and interactive discussions, guided by the frameworks of Digital Literacy and the Technology Acceptance Model (TAM). Conducted in May 2025, the activity engaged local micro-entrepreneurs who actively use digital platforms for marketing. Evaluation results showed a significant increase in participants’ understanding of various types of fraud—from an average of 65% before the program to 90.8% afterward. Discussions revealed that several participants had previously been close to falling victim to such scams. These findings highlight the effectiveness of direct educational approaches in strengthening cybersecurity awareness. The program is expected to serve as a model for similar efforts aimed at improving the digital resilience of MSMEs. Keywords: digital security; cake and snack business; online fraud; community service.
Pemberdayaan mahasiswa pgsd dalam literasi akademik melalui pelatihan teknik parafrase dan mengutip Vina Tamarin; Tiara Yuliarsih; Sabarudin Sabarudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32082

Abstract

Abstrak Kemampuan literasi akademik mahasiswa PGSD masih tergolong rendah, terutama dalam memahami teknik parafrase dan pengutipan yang benar, yang berdampak pada maraknya plagiarisme dalam penulisan ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa PGSD dalam meningkatkan literasi akademik melalui pelatihan teknik parafrase dan mengutip. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pelatihan partisipatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi kegiatan berupa foto dan catatan lapangan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model analisis Miles dan Huberman. Pengabdian dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap teknik parafrase dan kutipan, serta mendorong perubahan sikap positif terhadap etika akademik dan kesadaran akan bahaya plagiarisme. Kesimpulannya, pelatihan teknik parafrase dan pengutipan secara terstruktur dapat menjadi strategi relevan dalam membentuk mahasiswa yang kompeten dan berintegritas dalam penulisan ilmiah. Kata kunci: kutipan; literasi akademik; parafrase; pelatihan mahasiswa; PGSD AbstractThe academic literacy skills of PGSD (Primary School Teacher Education) students remain relatively low, particularly in understanding proper paraphrasing and citation techniques, which contributes to the prevalence of plagiarism in academic writing. This study aims to empower PGSD students to improve their academic literacy through training in paraphrasing and citation techniques. A qualitative descriptive method was employed, using a participatory training approach. Data collection techniques included participatory observation and documentation, such as photos and field notes. Data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing based on the Miles and Huberman analysis model. The research was conducted at a private university in Yogyakarta City. The results show that the training effectively enhanced students' understanding of paraphrasing and citation techniques and encouraged positive changes in attitudes toward academic ethics and awareness of the dangers of plagiarism. In conclusion, structured training in paraphrasing and citation can serve as a relevant strategy in shaping competent and ethically responsible students in academic writing. Keywords: citation; academic literacy; paraphrasing; student training; PGSD
Workshop digital marketing berbasis AI tools semangat UMKM naik kelas bersama GadePreneur 2025 Yeni Yeni; A. Haidar Mirza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31308

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat ini bertujuan guna peningkatan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), telah membuka peluang baru dalam dunia bisnis dan pemasaran. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang perlu didorong agar naik kelas melalui transformasi digital. Menyadari hal tersebut, program GadePreneur 2025 hadir sebagai inisiatif untuk membekali UMKM dengan keterampilan digital marketing berbasis AI Tools, agar mereka dapat bersaing di era digital yang semakin kompetitif. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital dan kemampuan pelaku UMKM dalam menggunakan teknologi pemasaran modern. Tujuan pelatihan meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM dalam digital marketing dan mendorong UMKM untuk naik kelas melalui transformasi digital yang berkelanjutan. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan tatap muka dan daring secara interaktif, dengan metode ceramah, demonstrasi, studi kasus, dan praktik langsung. Pelatihan mencakup teori dasar digital marketing, pengenalan dan penggunaan AI tools, serta praktik menyusun konten dan strategi promosi digital. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta survei kepuasan dan wawancara mendalam terhadap peserta. Pelatihan ini menunjukkan hasil yang positif, di mana 85% peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait digital marketing dan AI tools. Skor post-test meningkat rata-rata 30% dibandingkan pre-test. Tantangan yang muncul antara lain adalah keterbatasan waktu, perangkat, dan adaptasi teknologi, namun semangat peserta untuk berkembang sangat tinggi. Kata kunci: UMKM; digital marketing; AI tools; pemberdayaan; gadepreneur Abstract This community service program aims to improve digital technology, particularly artificial intelligence (AI), which has opened up new opportunities in the world of business and marketing. MSMEs are the backbone of the national economy and need to be encouraged to upgrade through digital transformation. Recognizing this, the GadePreneur 2025 program is an initiative to equip MSMEs with AI-tool-based digital marketing skills so they can compete in the increasingly competitive digital era. The main problem faced is low digital literacy and the ability of MSMEs to use modern marketing technology. The training aims to improve the understanding and capabilities of MSMEs in digital marketing and encourage MSMEs to upgrade through sustainable digital transformation. Activities are carried out through interactive face-to-face and online training, using lectures, demonstrations, case studies, and hands-on practice. The training covers basic digital marketing theory, an introduction to and use of AI tools, and practical application of content development and digital promotion strategies. Evaluation is carried out through pre- and post-tests, as well as satisfaction surveys and in-depth interviews with participants. The training showed positive results, with 85% of participants experiencing an increased understanding of digital marketing and AI tools. Post-test scores increased by an average of 30% compared to pre-tests. Challenges included limited time, equipment, and technological adaptation, but participants' enthusiasm for development was high. Keywords: MSMEs; digital marketing; AI tools; Empowerment; gadepreneur.
Pengembangan aplikasi persuratan berbasis Excel VBA untuk mengoptimalisasi layanan administrasi di Desa Batulaya Ade Mulawarman; Farid Wajidi; Rahmiyatal Munaja; Andi Nur Fiqhi Utami; Candaria Candaria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32541

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat di Desa Batulaya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi desa melalui pengembangan aplikasi berbasis Excel VBA. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pembuatan dan pengelolaan surat menyurat, yang sebelumnya dilakukan secara manual. Proses manual ini sering kali memakan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan administratif. Melalui pelatihan dan pendampingan implementasi, aparat desa diajarkan cara mengoperasikan aplikasi, memodifikasi template surat, dan mengotomatisasi tugas administratif lainnya. Evaluasi terhadap hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam efisiensi kerja aparat desa, dengan pengurangan waktu pembuatan surat dari rata-rata 15 menit menjadi hanya 5 menit. Selain itu, aplikasi ini berhasil mengurangi kesalahan administratif yang sering terjadi pada proses manual, meningkatkan akurasi data, dan memperbaiki sistem pengarsipan. Dengan antarmuka sederhana, aplikasi ini mudah digunakan bahkan bagi pengguna dengan pengetahuan teknologi terbatas. Inovasi ini memberikan solusi teknologi yang tepat guna dan berpotensi untuk direplikasi di desa-desa lain dengan tantangan serupa. Program ini juga memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung administrasi yang lebih modern dan efisien. Kata kunci: aplikasi excel VBA; administrasi desa; efisiensi administrasi; pelatihan teknologi informasi; pengarsipan surat  Abstract The community service program in Batulaya Village aims to improve administrative efficiency through the development of an Excel VBA-based application. This application is designed to simplify the creation and management of letters, which were previously done manually. Manual processes often took a long time and were prone to administrative errors. Through training and implementation assistance, village officials were taught how to operate the application, modify letter templates, and automate other administrative tasks. The evaluation of the implementation results showed a significant improvement in the work efficiency of village officials, reducing the time required to create a letter from an average of 15 minutes to just 5 minutes. Additionally, the application successfully reduced administrative errors, enhanced data accuracy, and improved the document archiving system. With its simple interface, the application is easy to use even for users with limited technological knowledge. This innovation provides an appropriate technological solution and has the potential to be replicated in other villages facing similar challenges. The program also delivers long-term impacts by enhancing the human resource capacity of the village in utilizing information technology to support more modern and efficient administration. Keywords: excel VBA application; village administration; administrative efficiency; information technology training; letter archiving
Pelatihan penggunaan kolaborasi google sheet untuk pencatatan administrasi pada Qalby Laundry Rizky Tahara Shita; Lauw Li Hin; Anita Diana; Reva Ragam Santika; Fatmasari Fatmasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31423

Abstract

AbstrakQalby Laundry adalah salah satu UMKM yang bergerak dalam bidang ini dan sudah berdiri sejak tahun 2018 dalam melayani pelanggannya. Dalam kegiatan operasionalnya, pencatatan administrasi menjadi hal yang masih dilakukan secara konvensional oleh Qalby Laundry. Hal ini menjadi kendala karena memungkinkan terjadi kesalahan pencatatan atau perhitungan transaksi di Qalby Laundry. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah mekanisme sederhana yang dapat membantu proses pencatatan administrasi oleh karyawan laundry tersebut. Solusi yang diberikan adalah pelatihan penggunaan kolaborasi Google Sheet untuk pencatatan administrasi di Qalby Laundry. Dalam kegiatan ini terdapat tahapan-tahapan, antara lain pengamatan langsung, wawancara, dan studi literatur. Metode yang digunakan yaitu penjelasan teori dan praktek langsung kepada karyawan laundry. Tujuan pelatihan ini agar pencatatan administrasi transaksi dapat dilakukan lebih cepat, mengurangi kesalahan pencatatan dan perhitungan, serta dapat dilakukannya kolaborasi antara karyawan dalam menjalani proses bisnis laundry ini. Hasil dari pelatihan ini adalah dapat dilakukannya pencatatan administrasi yang baik dari transaksi yang terjadi, serta pemilik laundry dapat lebih mudah dan lebih cepat dalam mendapatkan informasi laporan rekapitulasi sederhana yang juga tidak banyak mengeluarkan biaya dalam pemanfaatan konsep kolaborasi dengan Google Sheet ini. Kata kunci: pelatihan; laundry; spreadsheet; google sheet AbstractQalby Laundry is a micro, small, and medium enterprise (MSME) operating in the laundry service sector, established in 2018 to serve its customers. In its daily operations, administrative record-keeping at Qalby Laundry is still conducted manually. This poses challenges, as it increases the likelihood of recording or calculation errors in transaction data. Therefore, a simple mechanism is needed to support the administrative recording process carried out by the laundry staff. The proposed solution is a training program on the use of  Google Sheets collaboration for administrative record-keeping at Qalby Laundry. The activities in this program include several stages such as direct observation, interviews, and literature review. The method used combines theoretical explanation with hands-on practice provided to the laundry staff. The goal of this training is to enable faster transaction record-keeping, reduce errors in data entry and calculations, and facilitate collaboration among employees involved in the laundry business process. As a result of this training, Qalby Laundry can implement proper and accurate administrative records of transactions. Additionally, the laundry owner can access summarized reports more easily and quickly, with minimal costs involved through the use of Google Sheets' collaborative features. Keywords: training; laundry; spreadsheet; google sheet
Optimalisasi pengetahuan dan perilaku siswa (anak berkebutuhan khusus) dalam pemenuhan kebutuhan perawatan diri (self care) di SLB Asih Soreang Eli Lusiani; Endah Yuliani Rahmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.32419

Abstract

Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan segala keunikannya , dalam perawatan kebersihan diri cenderung tidak bisa melakukan secara mandiri , sehingga hal tersebut akan berdampak terhadap aspek kesehatannya , di mana anak mengalami masalah infeksi kulit . maka dari itu penting untuk di lakukan upaya preventif untuk meminimalisasi dampak yang tidak di inginkan .Kegiatan Pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan kemandirian self-care Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SLB Asih Soreang melalui intervensi pendidikan kesehatan dan aplikasi tindakan selfcare.Hasil kemandirian anak : 67% ABK bergantung penuh pada ibu , dengan dampak kesehatan (infeksi kulit 72%) dan psikososial (penurunan harga diri r=-0.78). Metode pelaksanaan selama 1 bulan melibatkan 30 siswa (tunagrahita dan autis), orang tua, dan guru melalui tiga fase: (1) penyusunan vidio mengenai self care, (2) pelatihan siswa berbasis task analysis dan pendampingan 1:1, serta (3) workshop orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa rata-rata 41.75% dengan media teknologi (terutama augmented reality), penurunan ketergantungan 39% pada aktivitas inti (tertinggi pada menyikat gigi: -48%), dan penguasaan teknik pendampingan oleh 92% orang tua. Kolaborasi multidisiplin mengurangi 72% perilaku maladaptif serta beban ekonomi keluarga 28%. Di Harapkan kegiatan ini dapat di lakukan secara rutin oleh sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan harga diri anak .
Pelatihan relaksasi benson dan pendampingan pembuatan teh sereh pada kelompok lansia di wilayah kerja Puskesmas Tino Al Ihksan Agus; Rezky Aulia Yusuf; Muhammad Rhesa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31183

Abstract

Abstrak Masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh kelompok lansia meliputi gangguan tidur dan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Lansia di wilayah kerja Puskesmas Tino banyak mengeluhkan gangguan tidur dan menderita hipertensi. Namun, dalam penangannya masih belum optimal karena masih berfokus pada edukasi untuk mengatasi gangguan tidur dan penggunaan obat-obatan farmakologis untuk masalah hipertensi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan lansia melalui pelatihan relaksasi Benson untuk meningkatkan kualitas tidur dan pendampingan pembuatan teh sereh sebagai alternatif pengobatan hipertensi sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 Agustus  diikuti oleh 30 peserta posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Tino. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah diberi edukasi, terdapat peningkatan keterampilan dalam melakukan relaksasi Benson setelah pelatihan dan terdapat produk teh kemasan yang dihasilkan oleh peserta dalam kegiatan pendampingan.  Harapannya kegiatan ini dapat berkelanjutan, tidak hanya di Puskesmas Tino tapi juga di wilayah kerja puskesmas lainnya. Kata kunci: cymbopogon citratus; edukasi; pelatihan; teh sereh; relaksasi benson Abstract Health problems often faced by the elderly group include sleep disorders and high blood pressure (hypertension) which can have an impact on their quality of life. Elderly people in the work area of the Tino Health Center complained of sleep disturbances and suffered from hypertension. However, in its handling it is still not optimal because it still focuses on education to overcome sleep disorders and the use of pharmacological medicines for hypertension problems. Therefore, this community service activity aimed to empower the elderly through Benson's relaxation training to improve sleep quality and assistance in making lemongrass tea as an alternative to hypertension treatment while increasing its economic value. The method of implementing this activity is lectures and mentoring. This activity was carried out on August 20 attended by 30 elderly posyandu participants in the work area of the Tino Health Center. The results of this activity showed that there was an increase in the knowledge of participants after being educated, there was an increase in skills in relaxing Benson after training and there were packaged tea products produced by participants in mentoring activities.  It is hoped that this activity can be sustainable, not only in the Tino Health Center but also in other health centers. Keywords: cymbopogon citratus; education; training; lemongrass tea; benson relaxation