cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Spiritual care untuk keluarga pasien paliatif dan kesehatan pengasuh keluarga (caregiver keluarga) Maidaliza, Maidaliza; Amalia, Endra; Sesrianty, Vera; Arif, Muhammad; Kartika, Kalpana; Akbar, Agung; Aulia, Qorry Suendi; Rachmadani, Restu Aulia; Andriani, Gina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31996

Abstract

Abstrak Pasien paliatif menghadapi kondisi fisik dan psikologis yang kompleks, sehingga membutuhkan dukungan holistik, termasuk aspek spiritual. Dalam konteks perawatan di rumah, keluarga berperan penting sebagai caregiver utama. Namun, peran ini sering kali menimbulkan beban emosional, fisik, dan spiritual yang dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup mereka. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan keluarga dalam memberikan spiritual care kepada pasien, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan caregiver keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Pariangan dengan jumlah peserta sebanyak 66 orang audien, yang terdiri darai 12 orang keluarga yang merawat pasien paliatif dan 54 orang masyarakat umum. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, tanya jawab, dan skrining kesehatan.. Hasil pre dan post test menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 3,15%. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi tentang teknik pemberian dukungan spiritual, deteksi spiritual distress, serta pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik caregiver. Program ini menunjukkan bahwa edukasi spiritual care dapat meningkatkan kesiapan keluarga dalam merawat pasien secara lebih manusiawi dan berempati. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan keluarga dalam perawatan paliatif berbasis spiritual yang berkelanjutan, serta menjadi masukan bagi layanan kesehatan komunitas di tingkat daerah. Kata Kunci : caregiver keluarga; kesehatan fisik; spiritual care; paliatif Abstract Palliative patients face complex physical and psychological conditions, requiring holistic support, including spiritual aspects. In the context of home care, the family plays a crucial role as the primary caregiver. However, this role often leads to emotional, physical, and spiritual burdens that can affect their health and quality of life. This community service activity aimed to enhance the family's understanding and skills in providing spiritual care to patients, as well as to raise awareness of the importance of maintaining the family caregiver's health. The activity was conducted in Pariangan District, involving 66 participants, consisting of 12 family members caring for palliative patients and 54 members of the general public. The methods used in this community engagement included lectures, discussions, and health screenings. Pre- and post-test results showed a 3.15% increase in knowledge. In addition, participants received education on techniques for providing spiritual support, identifying spiritual distress, and the importance of maintaining the mental and physical health of caregivers. The program demonstrated that spiritual care education can improve family preparedness in providing more humane and empathetic care. It is hoped that this activity can serve as a model for empowering families in sustainable, spiritually-based palliative care, and contribute to the development of community-based health services at the local level.Keywords: family caregiver; physical health; spiritual care; palliative
Tata kelola manajemen SDM dan peningkatan literasi sistem informasi di era digital pada koperasi pasar Ciputat Mandiri Nuraeni, Nuraeni; Sulhendri, Sulhendri; Hakim, Luqman; Nurdin, M. Arief Firman; Kinasih, Dini Hadiati Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.31384

Abstract

Abstrak Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran membagikan pengetahuan tentang pengelolaan SDM di era digital pada koperasi Pasar Ciputat Mandiri. Minimnya animo dan kepedulian para anggota koperasi terhadap keberadaan koperasi diduga karena faktor kepengurusan yang tidak maksimal, keprofesionalan manajemen koperasi serta kurangnya pemahaman anggota koperasi akan fungsi dan peran koperasi. Sehingga perlu dilakukan upaya penguatan peran koperasi terkait dengan pengelolaan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM koperasi, serta penggunaan teknologi dan sistem informasi baik dalam manajemen koperasi maupun dalam menjalankan usahanya, perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan.  Metode kegiatan ini berupa penyampaian materi secara umum dan sharing session. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman secara teoritis tentang pengelolaan SDM terutama pada era digital seperti saat ini serta agar para peserta memiliki kemampuan dalam hal meningkatkan kinerja dan produktivitas dalam era saat ini. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2025 dengan dihadiri 10 orang pengurus koperasi. Berdasarkan hasil evaluasi selama pelaksanaan kegiatan dan sharing session bersama peserta, terlihat adanya perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta, seperti peserta memahami bahwa pentingnya dunia digital saat ini, sehingga pemanfaatan platform digital dan sosial media dipandang sangat perlu. Koperasi Pasar Ciputat Mandiri lebih aktif dalam membagikan dokumentasi kegiatan melalui instagram dan juga pengelolaan menggunakan sistem informasi berbasis cloud. Kata kunci: koperasi; SDM; sistem informasi; era digital AbstractThis activity was carried out as a form of community service aimed at sharing knowledge about human resource management in the digital era with the Ciputat Mandiri Market Cooperative. The lack of enthusiasm and awareness among cooperative members toward the cooperative's existence is suspected to be due to suboptimal management, a lack of professionalism in cooperative administration, and limited understanding among members regarding the function and role of cooperatives. Therefore, efforts are needed to strengthen the cooperative's role through institutional management, improving the capacity of cooperative human resources, and utilizing technology and information systems in both cooperative management and business operations. This requires proper guidance and assistance. The method used in this activity involved general material presentations and sharing sessions. The objective of this service activity is to enhance theoretical understanding of human resource management, especially in the current digital era, and to equip participants with the skills to improve performance and productivity in today's environment. The activity was held on February 28, 2025, and was attended by 10 cooperative administrators. Based on evaluations conducted during the implementation and sharing sessions with participants, there were noticeable improvements in participants’ knowledge and skills. For example, participants recognized the importance of the digital world today, thus emphasizing the need to utilize digital platforms and social media. Ciputat Mandiri Market Cooperative has become more active in sharing activity documentation through Instagram and managing its operations using a cloud-based information system. Keywords: cooperative; human resources; information system; digital era
Penguatan sistem irigasi pertanian dan pengelolaan sampah melalui penataan kelembagaan berbasis resiprositas di Desa Kedungrejo, Kabupaten Malang Rozuli, Ahmad Imron; Pranowo, Dodyk; Nurdiani, Rahmi; Syib'Li, Muhammad Akhid; Purba, Dano; Renwarin, Ryan; Kusuma, Adhinugraha Wirayudha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31773

Abstract

AbstrakSistem irigasi dan pengelolaan sampah di Desa Kedungrejo menghadapi sejumlah tantangan serius, seperti praktik sabotase aliran air, penyumbatan saluran irigasi akibat sampah, serta rendahnya kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan. Kegiatan pengabdian melalui program Penataan Kelembagaan Terpadu Berbasis Resiprositas (P-KTR) dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa, Paguyuban Pengelola Sampah, Kelompok Tani, Kuwowo, Waker, dan masyarakat sebagai aktor utama dalam sistem kelembagaan. Pemerintah desa berperan sebagai regulator dan fasilitator, sementara kelompok masyarakat bertanggung jawab atas implementasi teknis di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan irigasi dan sampah secara berkelanjutan. Keunggulan model ini terletak pada integrasi lintas sektor, partisipasi kolektif, dan insentif warga berbasis kontribusi. Tantangan yang tersisa mencakup rendahnya kedisiplinan iuran sampah serta perlunya penguatan mekanisme koordinasi antaraktor. Pengembangan kelembagaan ke depan perlu memprioritaskan peningkatan kapasitas teknis, digitalisasi sistem pemantauan, dan penguatan kolaborasi berkelanjutan dengan institusi akademik dan pemerintah daerah. Penerapan model ini secara konsisten diharapkan mampu mendorong pertanian yang lestari, lingkungan desa yang lebih bersih, dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Kata kunci: irigasi; pengelolaan sampah; kelembagaan; resiprositas. AbstractThe irrigation and waste management systems in Kedungrejo Village face several serious challenges, including the sabotage of water flow, blockage of irrigation channels due to waste, and low public awareness regarding environmental cleanliness. The community service activities through the Reciprocity-Based Integrated Institutional Arrangement (P-KTR) program were conducted to address these challenges. The initiative engages key stakeholders in the institutional system, including the Village Government, Waste Management Association, Farmer Groups, Kuwowo (village irrigation managers), Waker (water gate operators), and local community members as primary actors. The village government acts as a regulator and facilitator, while community groups are responsible for technical implementation in the field. The results of the program indicate an increase in community understanding and involvement in sustainable irrigation and waste management. The strength of this model lies in its cross-sectoral integration, collective participation, and citizen incentives based on contribution. Remaining challenges include low discipline in waste fee payments and the need to strengthen coordination mechanisms among actors. Future institutional development should prioritize technical capacity building, digital transformation of monitoring systems, and strengthening sustainable collaboration with academic institutions and local governments.Consistent implementation of this model is expected to promote sustainable agriculture, a cleaner village environment, and long- term community well-being. Keywords: irrigation; waste management; institutional arrangement; reciprocity.
Pelatihan disiplin positif bagi guru SMP untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan empatik : dari hukuman ke pemahaman Winarto, Eline Rozaliya; Aprianti, Fitri; Adha, Irka Fitri; Putry, Rizki Aprillia Nabila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32270

Abstract

Abstrak Penerapan pendekatan disiplin yang bersifat menghukum masih banyak ditemukan dalam praktik pengelolaan kelas, meskipun pendekatan tersebut sering kali menimbulkan dampak negatif terhadap hubungan guru dan siswa serta tidak efektif dalam jangka panjang. Oleh karena itu, disiplin positif menjadi alternatif yang relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendidik, aman, dan menghargai martabat peserta didik. Pelatihan disiplin positif merupakan upaya strategis dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, empatik, dan mendidik. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui pemaparan konsep, studi kasus, diskusi kelompok, serta evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan (pre-test dan post-test). Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman guru mengenai perbedaan antara hukuman dan disiplin positif, pentingnya menyusun kesepakatan kelas bersama siswa, serta penerapan konsekuensi logis yang mendidik. Guru juga mulai memahami pentingnya komunikasi yang empatik dan konsisten sebagai landasan hubungan yang sehat dengan siswa. Refleksi dari para peserta menunjukkan adanya perubahan paradigma dari pendekatan otoriter menuju pola pembinaan yang lebih dialogis dan partisipatif. Pelatihan ini menjadi titik awal yang penting dalam membangun budaya sekolah yang lebih manusiawi dan mendukung perkembangan karakter siswa secara holistik. Kata kunci: disiplin positif; pelatihan guru; lingkungan belajar inklusif; komunikasi empatik; pendidikan karakter Abstract Punitive disciplinary measures are still widely used in classroom management practices, despite the fact that they frequently harm teacher-student relationships and are unproductive in the long run. As a result, positive discipline becomes an important alternative for creating an instructive, safe, and dignified learning environment for pupils. Positive disciplinary training is a systematic endeavor to help create a secure, sympathetic, and informative learning environment. The training activities included idea presentations, case studies, group discussions, and evaluations both before and after the training. The findings reveal a significant improvement in instructors' comprehension of the distinction between punishment and positive discipline, the significance of reaching class agreements with students, and the use of educational logical consequences. Teachers are increasingly starting to see the need of compassionate and regular communication as the cornerstone for a strong connection with pupils. The participants' reflections show a paradigm shift from an authoritarian approach to a more dialogic and participative mentoring model. This training is a vital first step toward developing a more humane school culture and supporting children' overall character development. Keywords: positive discipline; teacher training; inclusive learning environment; empathetic communication; character education
Digitalisasi stoberi kasir penentuan harga pokok sebagai strategi keberlanjutan BUMDes Desa Ulak Paceh Jaya Hertati, Lesi; Purnamasari, Evi; Lazuarni, Syafira; Puspitawati, Lilis; Ilyas, Meyfida; Athalla, M. Radjab
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31058

Abstract

Abstrak Pelatihan penentuan harga pokok produksi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keberlanjutan badan usaha milik desa. Kegiatan ini difokuskan pada badan usaha milik desa Ulak Paceh Jaya yang memproduksi pakan ternak. Peserta kegiatan ini berjumlah 60 orang kepala desa dan perangkat desa Ulak Paceh Jaya. Program ini sangat penting dalam mendukung pengembangan perhitungan digitalisasi stoberi kasir online dalam penentuan harga pokok produksi yang berguna untuk menetapkan harga jual produk secara lebih terukur. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan usaha, termasuk pemanfaatan teknologi, pencatatan akuntansi, dan identifikasi komponen biaya yang memengaruhi harga pokok produksi .Pelatihan bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai manfaat digitalisasi stoberi kasir dalam perhitungan biaya produksi yang akurat, termasuk bahan baku, tenaga kerja, dan overhead. Metode yang digunakan meliputi ceramah, simulasi, PGD dan praktik langsung. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam menentukan harga jual yang kompetitif tanpa mengorbankan margin keuntungan. Implikasi pelatihan ini, BUMDes desa Ulak Paceh Jaya mampu meningkatkan efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Kata Kunci: stoberi kasir; harga pokok produksi; strategi keberlanjutan; tenaga kerja; akuntansi. Abstract Training on determining the cost of production is a strategic step to improve the sustainability of village-owned enterprises. This activity focuses on village-owned enterprises in Ulak Paceh Jaya which produce animal feed. Participants in this activity are 60 village heads and village officials in Ulak Paceh Jaya. This program is very important in supporting the development of digital calculations for online cashier strawberries in determining the cost of production which is useful for setting product selling prices in a more measurable way. Through this training, participants are invited to understand and adapt to changes in the business environment, including the use of technology, accounting records, and identification of cost components that affect the cost of production. The training aims to provide a practical understanding of the benefits of digitalizing cashier strawberries in calculating accurate production costs, including raw materials, labor, and overhead. The methods used include lectures, simulations, PGD and direct practice. The results of the training showed an increase in participants' understanding in determining competitive selling prices without sacrificing profit margins. The implications of this training are that BUMDes in Ulak Paceh Jaya village is able to increase efficiency, competitiveness, and business sustainability in the long term. Keywords: cashier strawberries; cost of production; sustainability strategy; labor; accounting.
Implementasi inovasi energi hijau untuk mendukung kemandirian energi dalam penerangan jalan di Desa Surokonto Wetan Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal Setyawan, Arif Fitra; Nugraha, Rozaq Isnaini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32309

Abstract

AbstrakPemanfaatan energi terbarukan menjadi langkah strategis dalam mendukung transisi energi yang berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan yang belum sepenuhnya terjangkau oleh infrastruktur listrik konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan inovasi teknologi Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) sebagai solusi penerangan berbasis energi hijau di Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat setempat adalah minimnya pencahayaan jalan lingkungan, yang berdampak pada aspek keselamatan, aktivitas malam hari, dan rasa aman warga. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, instalasi PJU-TS, serta edukasi teknis kepada masyarakat. Sistem yang digunakan terdiri dari lampu LED berdaya 1500W dengan 288 chip, panel surya monocrystalline 50Wp, baterai lithium 12V/24Ah, dan sensor otomatis (LDR). Panel surya yang digunakan mampu menghasilkan energi yang terbarukan dan memerlukan proses perawatan berkala, seperti pembersihan debu serta pengecekan koneksi panel dan baterai untuk menjaga efisiensi konversi energi. Kegiatan dilaksanakan pada 17 April 2025 dengan melibatkan warga serta Ketua RT setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem PJU-TS berfungsi dengan baik, memberikan pencahayaan selama ±11 jam per malam dengan radius penerangan mencapai ±15 meter. Respons masyarakat sangat positif terhadap penggunaan energi surya yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berbasis energi hijau dapat menjadi solusi alternatif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin energi bersih dan terjangkau. Replikasi program serupa direkomendasikan untuk wilayah lain yang memiliki permasalahan sejenis. Kata kunci: desa; energi hijau; energi terbarukan; PJU-TS; pengabdian masyarakat; teknologi tepat guna. Abstract The utilization of renewable energy represents a strategic step in supporting the transition toward sustainable energy systems, particularly in rural areas that are not yet fully reached by conventional electricity infrastructure. This community service activity aims to implement an innovative Solar-Powered Street Lighting (PJU-TS) system as a green energy-based lighting solution in Surokonto Wetan Village, Pageruyung District, Kendal Regency. The main issue faced by the local community is the lack of environmental street lighting, which affects safety, nighttime activities, and residents' sense of security. The implementation methods included needs identification, system design, PJU-TS installation, and technical education for the community. The installed system consists of 1500W LED lights with 288 chips, a 50Wp monocrystalline solar panel, a 12V/24Ah lithium battery, and an automatic light sensor (LDR). The solar panel used generates renewable energy and requires periodic maintenance, such as dust cleaning and checking panel-battery connections to maintain energy conversion efficiency. The activity was conducted on April 17, 2025, involving local residents and the neighborhood chief. The results indicate that the PJU-TS system operated effectively, providing lighting for approximately 11 hours per night with a coverage radius of around 15 meters. Community responses were highly positive, as solar energy is perceived to be more efficient and environmentally friendly. This program also enhanced public awareness of renewable energy technologies. The success of this initiative demonstrates that the application of appropriate green energy technologies can be an alternative solution to improve the quality of rural life while contributing to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 7: Affordable and Clean Energy. Similar programs are recommended for replication in other regions facing comparable challenges. Keywords: appropriate technology; community service; green energy; PJU-TS; renewable energy; rural area.
Peluk Rematri Mapan Sedia (Pendamping Remaja Putri Untuk Masa Depan Sehat Bahagia) RT. 01-03 Desa Keliling Benteng Ilir Putri, Vanessa Destiani Mulia; Setiawan, Muhammad Irwan; Fanani, Muhammad Akbar; Jainab, Siti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31609

Abstract

Abstrak Program edukatif dan partisipatif PELUK REMATRI MAPAN SEDIA di RT 01–03 Desa Keliling Benteng Ilir terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi remaja putri dalam pencegahan anemia melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Peningkatan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, dan motivasi, serta hard skill berupa pemahaman anemia dan manfaat TTD diperkirakan meningkat hingga 70–80%, dengan peningkatan jumlah remaja yang rutin mengonsumsi TTD dari 4 menjadi 12 orang. Keberhasilan ini didukung oleh keterlibatan kader sebaya sebagai agen perubahan dan pemantauan berkelanjutan dari kader. Ke depan, program ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa dan prevalensi anemia tinggi. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menilai dampak jangka panjang terhadap perubahan perilaku, serta pengembangan pengabdian berbasis digital dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor, termasuk peran sekolah, keluarga, dan tokoh masyarakat, juga perlu diperkuat untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program dalam jangka panjang. Kata kunci: pengabdian; TTD; remaja; gizi Abstract The educational and participatory program PELUK REMATRI MAPAN SEDIA in RT 01–03, Keliling Benteng Ilir Village, has proven effective in increasing knowledge and motivation among adolescent girls in preventing anemia through the consumption of iron supplementation tablets (TTD). Improvements in soft skills such as leadership, communication, and motivation, as well as hard skills related to anemia awareness and the benefits of TTD, are estimated to have increased by 70–80%, with the number of girls routinely taking TTD rising from 4 to 12 individuals. This success was supported by the involvement of peer educators as change agents and consistent monitoring by trained youth cadres. Going forward, the program is recommended to be replicated in other areas with similar characteristics and high anemia prevalence. Further research is needed to assess the long-term impact on behavior change, along with the development of community service initiatives using digital platforms and social media as tools for continuous health education. Cross-sector collaboration including schools, families, and community leaders should also be strengthened to ensure the program’s sustainability and long-term effectiveness. Keywords: devotion; signature; teenagers; nutrition
Empowerment of female fishermen in Tanggul Jaya Village, Serang Banten in making organic bar soap based on sea salt and ecoenzyme Nuryadin, Devi Faustine Elvina; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Rosad, Rosad; Mainaki, Abdul Muid; Ramadhan, Gilang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31845

Abstract

Tanggul Indah Village is a village located Banten Village, Kasemen District, which is not far from the main city of Serang. This village is a coastal area with the majority of its people working as fishermen. The initial issue arose due to the use of cleaning agents such as sodium lauryl sulfate (SLS) soap which can have a negative impact on the environment. In addition, another problem is the large amount of unprocessed organic waste in the village environment. So that a community service program was carried out which aims to empower groups of women fishermen in Tanggul Indah Village through training in making organic soap based on sea salt and ecoenzyme with specific objectives to be achieved including a) management of household waste that can be used as ecoenzyme as a basic ingredient in making organic soap; b) training in making organic bar soap. The implementation method is carried out through stages, namely a) management of organic waste into ecoenzyme products; b) utilization of sea salt as a complementary ingredient in making environmentally friendly organic soap; c) empowerment and training of women fishermen in making organic bar soap. This training has gone well and received a positive response from the service participants. The active participation of each fisherwoman in every stage of the activity reflects the high enthusiasm and concern for environmental issues.
Digitalisasi layanan administratif warga melalui repositori dokumen di lingkungan Santo Stefanus Cinere Santika, Reva Ragam; Diana, Anita; Putra, Ricky Widyananda; Khoiri, Achmad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31436

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat ini berfokus pada digitalisasi layanan administratif warga di lingkungan Santo stefanus cinere melalui pengembangan repositori dokumen. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sistem repositori digital ini sehingga dapat mengatasi kesulitan dalam pengelolaan dokumen administratif, meningkatkan efisiensi kerja dan kecepatan akses dokumen, mendukung kegiatan pelayanan yang lebih tertata dan tepat waktu, mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan dokumen fisik, mendorong transformasi digital dalam layanan lingkungan warga Santo Stefanus Cinere. Pengabdian ini menggunakan metode partisipatif yang berisikan rangkaian tahapan mulai sosialisasi, penerapan teknologi, pelatihan dan pendampingan serta kebrelanjutan program yang digunakan untuk memastikan keterlibatan aktif dan keberlanjutan program. Hasil yang dicapai berdasarkan hasil evaluasi indeks persentase pemahaman dan penerimaan peserta terhadap penggunaan repositori digital mencapai 83,4%, secara keseluruhan pengabdian ini membuktikan bahwa penerapan repositori digital secara efektif meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan dampak positif bagi warga.    Kata kunci: digitalisasi layanan administrasif; repositori dokumen; metode partisipatif; santo stefanus cinere Abstract This community service initiative focuses on the digitalization of administrative services for residents within the Santo Stefanus Cinere neighborhood through the development of a document repository. This activity aims to develop a digital respository system to address challenges in managing administrative documents, improve work efficiency nd documents access speed, support more organized and timely services, reduces loss risk or physical documents damage and promote digital transformation in the services provided to the Santo Stefanus Cinere Community. This community service utilizes a participatory method that includes a series of stages, starting from socialization, technology implementation, training, and mentoring, as well as program sustainability, which are employed to ensure active participation and program sustainability. The results achieved, based on the evaluation index of participants' understanding and acceptance of the digital repository's usage, reached 83.4%. Overall, this community service demonstrates that the implementation of a digital repository effectively improves the quality of public services and provides a positive impact for the residents. Keywords: digitalization of administrative services; document repository; participation method; santo stefanus cinere
Penguatan kapasitas digital gugus depan pramuka melalui pelatihan pengelolaan website berbasis wordpress di SMAN 1 Airgegas Sulthonika Mahfudz Al Mujahidin; Davinsyah Putra Antoro; Muhammad Fajar Shodiq; Muhammad Dwiky Yanuarezza; Teuku Ismail Syuhada; Nur Alifia Rustan; Muhammad Adib Kamali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32276

Abstract

Abstrak Transformasi digital telah menghadirkan tantangan baru bagi komunitas berbasis nilai seperti Gerakan Pramuka dalam mengelola komunikasi dan dokumentasi kelembagaan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas digital Gugus Depan Prasmagas SMAN 1 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya dalam pengelolaan website sebagai sarana dokumentasi kegiatan. Mitra sasaran adalah delapan anggota aktif Dewan Ambalan BERIGEP yang belum memiliki pengalaman teknis dalam pengelolaan website. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action research yang terdiri dari tahap persiapan (asesmen kebutuhan dan perancangan website berbasis WordPress), implementasi (pelatihan langsung pengelolaan konten website), dan evaluasi (kuesioner pra dan pascapelatihan). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang fungsi website sebagai media organisasi, dari sebelumnya 60% tidak pernah mendengar menjadi 100% memahami peran strategisnya. Kepercayaan diri peserta dalam mengelola konten juga meningkat drastis dari hanya 10% yang pernah memiliki pengalaman terbatas, menjadi 100% merasa percaya diri. Seluruh peserta menunjukkan perubahan sikap positif terhadap partisipasi aktif dalam dokumentasi kegiatan melalui website. Selain itu, hasil kegiatan ini berhasil disebarluaskan melalui publikasi di media daring lokal Bangka Belitung, Timelines.id, pada tanggal 7 Juni 2025. Diseminasi ini bertujuan untuk memperluas dampak pelatihan dan menginspirasi komunitas serupa dalam memanfaatkan media digital untuk penguatan organisasi secara berkelanjutan Kata kunci: digitalisasi; website; pramuka; pelatihan; literasi digital. Abstract Digital transformation has presented new challenges for value-based communities such as the Scout Movement in managing institutional communication and documentation. The objective of this community service activity is to enhance the digital capacity of the Prasmagas Scout Troop at SMAN 1 Airgegas, South Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province, particularly in managing a website as a means of documenting activities. The target partners are eight active members of the BERIGEP Scout Council who lack technical experience in website management. The implementation method employs a participatory action research approach, comprising preparation (needs assessment and WordPress-based website design), implementation (hands-on training in website content management), and evaluation (pre- and post-training questionnaires). Evaluation results showed a significant increase in participants' understanding of the website's role as an organizational medium, from 60% who had never heard of it to 100% understanding its strategic role. Participants' confidence in managing content also increased dramatically, from only 10% with limited experience to 100% feeling confident. All participants demonstrated a positive attitude shift toward active participation in activity documentation through the website. Additionally, the results of this activity were successfully disseminated through publication in the local online media of Bangka Belitung, Timelines.id, on June 7, 2025. This dissemination aimed to expand the impact of the training and inspire similar communities to utilize digital media for sustainable organizational strengthening. Keywords: digitalization; website; scouts; training; digital literacy.