cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
Implementasi strategi short video marketing pada aplikasi instragram dan tiktok dalam meningkatkan engagement dan brand awwareness pada usaha dagang Jati Subur Mobil Surabaya Frandy Hari Pratama; Mei Retno Adiwati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39592

Abstract

Abstrak Perkembangan media sosial mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan strategi pemasaran digital yang lebih interaktif dan menarik, salah satunya melalui short video marketing. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi Short Video marketing pada aplikasi Instagram dan TikTok dalam meningkatkan engagement dan brand awareness pada UD Jati Subur Mobil Surabaya. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi dan identifikasi masalah, perencanaan konten, implementasi konten, pendampingan pengelolaan media sosial, serta evaluasi hasil implementasi. Konten Short Video yang dibuat meliputi video review kendaraan, promosi harga, simulasi kredit, testimoni pelanggan, dan konten informatif lainnya yang dipublikasikan secara rutin melalui Instagram Reels dan TikTok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi Short Video marketing memberikan pengaruh positif terhadap performa media sosial showroom. Hal tersebut ditunjukkan melalui peningkatan jumlah viewers, likes, share, followers, serta pesan masuk dari calon konsumen setelah penerapan strategi Short Video marketing. Selain meningkatkan engagement, penggunaan konten video pendek juga membantu memperluas visibilitas dan memperkuat brand awareness UD Jati Subur Mobil Surabaya di media sosial. Dengan demikian, Short Video marketing dapat menjadi strategi promosi digital yang efektif dalam meningkatkan daya tarik akun media sosial dan mendukung aktivitas pemasaran pada usaha showroom mobil bekas. Kata kunci: short video marketing; media sosial; engagement; brand awareness; showroom mobil bekas Abstract The development of social media has encouraged businesses to adopt more interactive and engaging digital marketing strategies, one of which is short video marketing. This community service activity aims to determine the implementation of short video marketing strategies on Instagram and TikTok in increasing engagement and brand awareness at UD Jati Subur Mobil Surabaya. This activity used a qualitative approach with a descriptive method. The implementation of the activity was carried out through several stages, namely observation and problem identification, content planning, content implementation, social media management assistance, and evaluation of implementation results. The short video content produced included vehicle review videos, price promotions, credit simulations, customer testimonials, and other informative content that were routinely published through Instagram Reels and TikTok. The results of the activity showed that the implementation of short video marketing had a positive impact on the showroom’s social media performance. This was indicated by an increase in the number of viewers, likes, shares, followers, and incoming messages from potential consumers after the implementation of the short video marketing strategy. In addition to increasing engagement, the use of short video content also helped expand visibility and strengthen the brand awareness of UD Jati Subur Mobil Surabaya on social media. Therefore, short video marketing can be an effective digital promotion strategy in increasing the attractiveness of social media accounts and supporting marketing activities in used car showroom businesses. Keywords: short video marketing; social media; engagement; brand awareness; used car showroomseparated with commas.
Edukasi kesehatan holistik untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat siswa di SMA Negeri 2 Banyuasin 1 Diah Komala Sari; Septa Cahyani; Agustina Heryati; Terttia Avini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39712

Abstract

Abstrak Permasalahan kesehatan remaja di lingkungan sekolah saat ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup aspek mental, sosial, dan psikososial yang berdampak terhadap proses belajar siswa. Rendahnya aktivitas fisik, kurang tidur, stres akademik, serta penggunaan media sosial yang berlebihan menjadi beberapa permasalahan yang sering ditemukan pada siswa sekolah menengah atas. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan kesehatan holistik dalam mendukung pembentukan perilaku hidup sehat siswa di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep kesehatan holistik serta meningkatkan kemampuan guru dalam mengimplementasikan edukasi perilaku hidup sehat kepada siswa di SMA Negeri 2 Banyuasin 1. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 05 Mei 2026 dengan melibatkan 25 orang guru sebagai peserta. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sharing session. Materi yang diberikan meliputi kesehatan fisik, mental, sosial, dan psikososial remaja serta strategi sederhana yang dapat diterapkan guru dalam pembelajaran sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya pendekatan kesehatan holistik dalam mendukung proses belajar siswa. Selain itu, peserta juga memahami bahwa edukasi kesehatan dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran tanpa harus menambah jam pelajaran di sekolah. Kata Kunci: edukasi kesehatan holistik; kesehatan remaja; perilaku hidup sehat; guru SMA; pengabdian kepada masyarakat. Abstract Health problems among adolescents in the school environment are currently not only related to physical health, but also include mental, social, and psychosocial aspects that may affect students’ learning processes. Low levels of physical activity, lack of sleep, academic stress, and excessive social media use are common problems frequently found among high school students. These conditions highlight the importance of a holistic health approach in supporting the development of healthy behaviors among students at school. This community service activity aimed to improve teachers’ understanding of the concept of holistic health and enhance their ability to implement healthy lifestyle education for students at SMA Negeri 2 Banyuasin 1. The activity was conducted on May 05, 2026, involving 25 teachers as participants. The implementation method applied an educational and participatory approach through interactive lectures, discussions, and sharing sessions. The materials presented included physical, mental, social, and psychosocial health among adolescents, as well as simple strategies that teachers could apply in daily learning activities. The results showed that participants demonstrated high enthusiasm throughout the activity and gained new insights into the importance of a holistic health approach in supporting students’ learning processes. In addition, participants understood that health education could be integrated into classroom learning activities without adding extra instructional hours at school. Keywords: holistic health education; adolescent health; healthy lifestyle behavior; high school teachers; community service
Edukasi dan pelatihan pembuatan alat penjernih air sederhana pada siswa MTs Qalbun Salim di Banjarbaru Ghina Raihana; Heni Yeni; Sheila Nur Salsabilla; Muhammad Luthfi Alfizar; Eko Suhartono; Iskandar Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39451

Abstract

AbstrakKetersediaan air bersih masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, termasuk lingkungan sekolah, yang berpotensi berdampak pada kesehatan siswa. Kurangnya pemahaman siswa mengenai pencemaran air dan cara pengolahan air sederhana menjadi salah satu kendala dalam penerapan pembelajaran kontekstual, khususnya dalam Project Based Learning (PjBL). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qalbun Salim, Kecamatan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dalam pembuatan alat penjernih air sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2026 yang diikuti oleh Ressiswa kelas VII sebanyak 13 orang dengan metode demonstrasi. Tahapan kegiatan meliputi persiapan melalui diskusi dengan wali kelas, pelaksanaan edukasi dan pelatihan pembuatan alat filtrasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi dan praktik. Nilai rata-rata meningkat dari 64,62 pada pre-test menjadi 78,46 pada post-test. Selain itu, nilai terendah meningkat dari 30 menjadi 40, yang menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan awal rendah juga mengalami peningkatan pemahaman. Implikasi dari kegiatan ini mennjukkan bahwaPeningkatan median dan modus menunjukkan adanya pergeseran distribusi nilai ke arah yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik melalui pendekatan PjBL efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga keterampilan praktis dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kualitas air. Dengan demikian, edukasi dan pelatihan pembuatan alat penjernih air sederhana dapat menjadi alternatif pembelajaran kontekstual yang efektif dan aplikatif di lingkungan sekolah. Kata kunci: air bersih; edukasi; filtrasi sederhana; keterampilan siswa; project based Learning. AbstractThe availability of clean water remains a problem in various regions, including school environments, which has the potential to impact student health. Students' lack of understanding of water pollution and simple water treatment methods is one of the obstacles in the implementation of contextual learning, especially in Project Based Learning (PjBL). This community service activity aims to improve the knowledge and skills of students at Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qalbun Salim, Landasan Ulin Timur District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province in making a simple water purifier. The activity was carried out on April 20, 2026, attended by 13 seventh-grade Ressiswa students using a demonstration method. The stages of the activity include preparation through discussions with homeroom teachers, implementation of education and training in making filtration devices, and evaluation using pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an increase in student knowledge after participating in education and practice. The average score increased from 64.62 in the pre-test to 78.46 in the post-test. In addition, the lowest score increased from 30 to 40, which indicates that students with low initial abilities also experienced an increase in understanding. The implications of this activity indicate that the increase in the median and mode indicates a shift in the distribution of values for the better. This indicates that the practice-based learning method through the PjBL approach is effective in improving students' overall understanding. This activity not only improves cognitive aspects, but also practical skills and students' awareness of the importance of maintaining water quality. Thus, education and training in making simple water purifiers can be an effective and applicable contextual learning alternative in the school environment. Keywords: clean water; education; simple filtration; student skills; project-based learning
Sosialisasi aplikasi “SI-TEKAN” (Sistem Deteksi Dini Hipertensi) berbasis algoritma risiko komunitas pada masyarakat usia produktif Solikah Sriningsih; Nurul Qiyaam; Anna Pradiningsih; Yusril Rahmi Sukmawati; I Gusti Agung Gede Darma Putra Suryapranata; Adisti Prafica Putri; Luh Nyoman Arya Wisman Arini; Made Rian Ananta; Lalu Aditya Haris Pratama; Arsy Mira Pertiwi; Ainullah Turrahmah; Ilman Rahaswin Bolkiah; Siti Aulia Khairunnisa; Aji Panji Sangupati; Siti Habibah Putri Bungsu; Gusti Ayu Puti Sri Erwinayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39162

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering tidak bergejala (silent killer), namun dapat menyebabkan komplikasi penyakit kardiovaskular lainnya. Rendahnya kesadaran masyarakat usia produktif dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin serta belum tersedianya sistem skrining digital di tingkat desa menjadi tantangan dalam upaya deteksi dini hipertensi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi SI-TEKAN (Sistem Deteksi Dini Hipertensi) berbasis algoritma risiko komunitas guna membantu masyarakat mengenali risiko hipertensi secara mandiri dan meningkatkan literasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Approach (CBPA) yang dikombinasikan dengan Research and Development (R&D). Jumlah Sasaran pada pengabdian berjumlah 46 sasaran dengan usia produktif. Hasil skrining menunjukkan bahwa 65,2% responden berada pada kategori prehipertensi dan 17,4% mengalami hipertensi derajat 1. Faktor risiko dominan yang ditemukan meliputi konsumsi garam tinggi (100%), konsumsi kopi rutin (93,5%), paparan rokok atau kebiasaan merokok (39,1%), serta overweight dan obesitas (32,6%). kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi dan pentingnya deteksi dini. Kegiatan dan aplikasi SI-TEKAN menjadi inovasi kesehatan digital berbasis komunitas yang efektif dalam mendukung deteksi dini hipertensi. Kata kunci: algoritma risiko; aplikasi; hipertensi; sistem deteksi. AbstractHypertension is a non-communicable disease that often presents without symptoms (a silent killer), yet it can lead to various cardiovascular complications. Low awareness among individuals of productive age regarding routine blood pressure monitoring, along with the absence of a digital screening system at the village level, poses significant challenges to early hypertension detection efforts. This community service program aimed to develop and implement the SI-TEKAN application (Hypertension Early Detection System), a community risk algorithm-based digital tool designed to help individuals independently identify their risk of hypertension and improve health literacy. The method employed was a Community-Based Participatory Approach (CBPA) combined with Research and Development (R&D). A total of 46 participants of productive age were involved in the program. Screening results revealed that 65.2% of respondents were categorized as prehypertensive, while 17.4% had Grade 1 hypertension. The predominant risk factors identified included high salt consumption (100%), regular coffee consumption (93.5%), exposure to cigarette smoke or smoking habits (39.1%), and overweight or obesity (32.6%). The program also enhanced community understanding of hypertension and the importance of early detection. The SI-TEKAN program and application represent an effective community-based digital health innovation that supports the early detection of hypertension. Keywords: risk algorithm; application; hypertension; detection system.
Peningkatan pengetahuan peserta posyandu tentang pencegahan diabetes melitus melalui program PELITA berbasis contoh makanan, minuman, dan klarifikasi miskonsepsi Kholifatur Rosyidah; Nurlailia Resa Cahyani; Disny Prajnawita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39662

Abstract

Abstrak Diabetes melitus tercatat sebagai salah satu dari lima besar penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Kelir, Desa Pesucen, Banyuwangi, dengan total 126 kasus selama lima tahun terakhir. Edukasi kesehatan yang ada cenderung teoritis dan kurang aplikatif, serta masih ditemukan miskonsepsi terkait pola konsumsi di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta posyandu mengenai pencegahan diabetes melitus melalui penguatan pemahaman kontekstual sebagai upaya pengendalian faktor risikonya. Sasaran kegiatan adalah 61 ibu peserta posyandu ILP di Dusun Krajan, Bangunrejo, dan Padangbaru, Desa Pesucen. Metode pelaksanaan meliputi ceramah dan tanya jawab dengan pendekatan komunikatif berbasis partisipasi aktif, menggunakan media lembar balik dan leaflet berbasis contoh konkret makanan dan minuman, disertai penjelasan batas konsumsi gula, garam, dan lemak serta klarifikasi miskonsepsi. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2026 dengan evaluasi menggunakan desain one group pre-test dan post-test dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan paired samples t-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh dusun pada taraf kepercayaan 95% (p < 0,001), dengan rerata kenaikan skor di Dusun Krajan (16,82), Bangunrejo (21,67), dan Padangbaru (16,67). Capaian ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi kontekstual berbasis contoh nyata dan klarifikasi miskonsepsi efektif meningkatkan pemahaman peserta terkait pencegahan diabetes melitus. Kata kunci: diabetes melitus; miskonsepsi; pola konsumsi; posyandu; promosi kesehatan. Abstract Diabetes mellitus ranks among the top five most common diseases in the service area of the Kelir Community Health Center (Puskesmas) in Pesucen Village, Banyuwangi, with a total of 126 cases over the past five years. Existing health education tends to be theoretical and lacks practical application, and misconceptions regarding dietary habits still persist within the community. This activity aims to enhance the knowledge of Posyandu participants regarding diabetes prevention by strengthening contextual understanding as a means of managing risk factors. The target group consists of 61 mothers participating in the ILP Posyandu program in Krajan, Bangunrejo, and Padangbaru hamlets, Pesucen Village. Implementation methods included lectures and question-and-answer sessions using a communicative approach based on active participation, utilizing flip charts and leaflets featuring concrete examples of foods and beverages, accompanied by explanations of consumption limits for sugar, salt, and fat, as well as clarification of misconceptions. The activity was conducted in January 2026, with evaluation using a one-group pre-test and post-test design, employing the Shapiro-Wilk normality test and a paired samples t-test. The results showed a significant increase in knowledge across all hamlets at a 95% confidence level (p < 0.001), with average score increases in Krajan Hamlet (16.82), Bangunrejo (21.67), and Padangbaru (16.67). These findings demonstrate that a contextual educational approach based on real-life examples and the clarification of misconceptions effectively enhances participants’ understanding of diabetes prevention. Keywords: community health posts; diabetes mellitus; dietary patterns; health promotion; misconceptions.
Pendampingan UMKM martabak telor india melalui digital marketing guna optimalisasi penjualan di gofood berdampak Yeni Yeni; A. Haidar Mirza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39057

Abstract

Abstrak Transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada sektor kuliner. Masih banyak UMKM martabak telor India yang menghadapi kendala dalam memanfaatkan platform digital secara optimal, hal ini disebabkan rendahnya literasi pemasaran digital, tampilan produk yang kurang menarik, serta belum maksimalnya penggunaan fitur promosi pada GoFood. Program pengabdian kepada masyarakat ini di ikutin oleh 20 orang UMKM goofood di kota Palembang bertujuan untuk mendampingi UMKM martabak telor India dalam mengimplementasikan strategi digital marketing guna meningkatkan visibilitas usaha, memperluas jangkauan pasar, dan mengoptimalkan penjualan melalui platform GoFood.  Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, identifikasi permasalahan mitra, pelatihan digital marketing, optimalisasi menu dan foto produk, penyusunan copywriting promosi, pemanfaatan fitur voucher dan diskon, serta evaluasi hasil penjualan sebelum dan sesudah pendampingan. Evaluasi pretest dan posttest  menunjukan peningkatan omzet 45%, adopsi transaksi digital 85%, dan 35% pelanggan baru setelah optimalisasi akun merchant dan strategi promosi digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola Fitur Promosi Digital secara mandiri, memperbaiki kualitas katalog digital, serta memanfaatkan strategi promosi yang lebih efektif. Secara empiris, pendampingan ini berdampak pada peningkatan jumlah pesanan harian, perluasan jangkauan. Kata kunci: UMKM; digital marketing; gofood; optimalisasi penjualan; transformasi digital. Abstract Digital transformation has become a strategic necessity for micro, small, and medium enterprises (MSMEs), particularly in the culinary sector. Many Indian egg martabak MSMEs still face obstacles in optimally utilizing digital platforms, this is due to low digital marketing literacy, unattractive product displays, and less than optimal use of promotional features on GoFood. This community service program was attended by 20 GoFood MSMEs in Palembang city aimed to assist Indian egg martabak MSMEs in implementing digital marketing strategies to increase business visibility, expand market reach, and optimize sales through the GoFood platform. The implementation method of the activity included initial observation, identification of partner problems, digital marketing training, optimization of menus and product photos, preparation of promotional copywriting, utilization of voucher and discount features, and evaluation of sales results before and after mentoring. Pretest and posttest evaluations showed a 45% increase in turnover, 85% digital transaction adoption, and 35% new customers after optimizing merchant accounts and digital promotion strategies. The results of the activity demonstrated an increase in partners' ability to independently manage Digital Promotion Features, improve the quality of their digital catalogs, and utilize more effective promotional strategies. Empirically, this mentoring resulted in an increase in daily orders and expanded reach. Keywords: MSMEs; digital marketing; gofood; sales optimization; digital transformation.
Pendampingan guru ekonomi dalam integrasi literasi ekonomi dan digital di SMAN 1 Namang Gayatria Oktalina; Dwi Ayu Lestari; Novika Novika; Deara Shinta Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39839

Abstract

AbstrakTransformasi pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan literasi ekonomi dan literasi digital dalam proses pembelajaran. Namun, pelaksanaan pembelajaran di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi digital guru, rendahnya integrasi pembelajaran kontekstual, serta minimnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan literasi ekonomi dan digital melalui program pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada pembelajaran kontekstual berbasis teknologi. Program ini dilaksanakan di SMAN 1 Namang dengan melibatkan delapan guru bidang Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan penggunaan media digital, praktik mengajar, monitoring, dan evaluasi program. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dokumentasi, dan refleksi peserta. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap literasi ekonomi dan digital, peningkatan keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran digital, serta pengembangan perangkat pembelajaran inovatif berbasis teknologi. Hasil observasi menunjukkan bahwa 84% peserta mampu menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis digital secara mandiri setelah program pendampingan. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap motivasi guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif serta mendukung transformasi digital pendidikan di sekolah. Kata kunci: literasi ekonomi; literasi digital; pembelajaran kontekstual; teknologi pendidikan. Abstract      The transformation of 21st-century education requires teachers to possess the ability to integrate economic literacy and digital literacy into the learning process. However, the implementation of learning in schools still faces various challenges, such as limited teachers’ digital competencies, low integration of contextual learning, and minimal use of technology-based learning media. This community service program aims to enhance teachers’ competencies in integrating economic and digital literacy through training and mentoring programs focused on technology-based contextual learning. The program was conducted at SMAN 1 Namang involving eight teachers in the Social Sciences field as participants. The implementation methods included needs analysis, training in the use of digital media, teaching practice, monitoring, and program evaluation. Data were collected through observation, questionnaires, documentation, and participant reflections. The results of the program indicated an improvement in teachers’ understanding of economic and digital literacy, enhanced skills in using digital learning media, and the development of innovative technology-based learning tools. Observation results showed that 84% of participants were able to independently implement digital-based contextual learning after the mentoring program. The program also had a positive impact on teachers’ motivation to create innovative learning environments and support the digital transformation of education in schools. Keywords: economic literacy; digital literacy; contextual learning; educational technology.
Sosialisasi perlindungan hukum serta akses pendidikan anak-anak komunitas migran Indonesia di Malaysia Irma Mangar; Shinta Azzahra Sudrajat; Pingkan Widya Pangestika; Nico Ferdian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39610

Abstract

Abstrak Kegiatan sosialisasi mengenai perlindungan hukum serta akses pendidikan anak-anak komunitas migran Indonesia di Malaysia bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak-hak anak migran berdasarkan hukum nasional dan internasional. Anak-anak migran Indonesia di Malaysia merupakan kelompok rentan yang sering menghadapi berbagai permasalahan, seperti keterbatasan dokumen identitas, diskriminasi, serta sulitnya memperoleh akses pendidikan yang layak. Oleh karena itu, diperlukan upaya perlindungan hukum dan pemenuhan hak pendidikan secara optimal melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penyuluhan edukatif kepada peserta sosialisasi. Materi yang disampaikan mencakup perlindungan hukum anak berdasarkan Convention on the Rights of the Child (CRC), Undang-Undang Perlindungan Anak, serta akses pendidikan melalui Community Learning Center (CLC) dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Selain itu, kegiatan juga membahas hambatan yang dihadapi anak migran, seperti persoalan administrasi, keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, dan minimnya fasilitas pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya perlindungan hukum dan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak migran Indonesia di Malaysia. Peserta juga memahami berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui KBRI/KJRI serta lembaga pendidikan terkait. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong kerja sama berbagai pihak dalam mendukung perlindungan serta pemenuhan hak anak migran secara lebih optimal dan berkelanjutan.    Kata Kunci: perlindungan hukum; akses Pendidikan; anak migran; komunitas migran Indonesia; malaysia. Abstract  Socialization activities regarding legal protection and access to education for children of the Indonesian migrant community in Malaysia aim to increase public understanding of the rights of migrant children based on national and international laws. Indonesian migrant children in Malaysia are a vulnerable group that often faces various problems, such as limited identity documents, discrimination, and difficulty in obtaining access to proper education. Therefore, efforts to protect the law and fulfill the right to education optimally are needed through cooperation between the government, the community, and various related parties. The implementation of the activity was carried out through lectures, discussions, questions and answers, and educational counseling to socialization participants. The material presented included legal protection of children based on the Convention on the Rights of the Child (CRC), the Child Protection Law, as well as access to education through Community Learning Centers (CLC) and Indonesian Overseas Schools (SILN). In addition, the activity also discussed the obstacles faced by migrant children, such as administrative problems, economic limitations, geographical conditions, and lack of educational facilities. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the importance of legal protection and the fulfillment of educational rights for Indonesian migrant children in Malaysia. Participants also understood the various efforts that have been made by the government through the Indonesian Embassy/Consulate General and related educational institutions. This activity is expected to increase awareness and encourage cooperation from various parties in supporting the protection and fulfillment of the rights of migrant children in a more optimal and sustainable manner. Keywords: legal protection; access to education; migrant children; indonesian migrant community; malaysia.
Edukasi penanganan pascapanen dan diversifikasi produk bernilai tambah bagi UMKM lokal di Kota Mataram dan Lombok Barat Wiwin Apriyanditra; Arta Sasmita; Yuhendra AP; M. Azhar Mustafid; Mi’raj Fuadi; Sella Antesty; Fuad Sauqi Isnain; Nur Afni; Elya Antariksana Bachmida
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39791

Abstract

Abstrak Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam penanganan pascapanen bahan baku pertanian dan pengembangan produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku UMKM pangan mengenai penanganan pascapanen serta strategi diversifikasi produk berbasis bahan baku pertanian lokal di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2024 di ruang kreatif The Elixir Coffee, Universitas Muhammadiyah Mataram, melalui seminar dan diskusi interaktif yang melibatkan pelaku UMKM pangan sebagai peserta. Materi yang disampaikan meliputi karakteristik bahan baku pertanian, faktor-faktor penyebab penurunan mutu, prinsip penanganan pascapanen, teknologi pascapanen sederhana, serta pengembangan produk bernilai tambah. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi, pencatatan diskusi, dan umpan balik verbal peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme peserta serta bertambahnya wawasan mengenai pemilihan kemasan, teknik penyimpanan, dan peluang diversifikasi produk yang sesuai dengan kondisi usaha masing-masing. Kegiatan ini juga mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi UMKM, yaitu kerusakan bahan baku yang cepat, keterbatasan fasilitas penyimpanan, dan rendahnya variasi produk. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan alternatif solusi praktis untuk mengurangi kehilangan hasil pascapanen, meningkatkan efisiensi pemanfaatan bahan baku, dan memperkuat daya saing UMKM pangan lokal. Keywords: penanganan pascapanen; UMKM pangan; diversifikasi produk; nilai tambah; Nusa Tenggara Barat. Abstract Food micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in West Nusa Tenggara (NTB) play an important role in supporting the regional economy, but they continue to face challenges in postharvest handling of agricultural raw materials and in developing value-added products. This community service activity aimed to improve the knowledge and understanding of food MSME owners regarding postharvest handling and product diversification strategies based on locally available agricultural commodities in Mataram City and West Lombok Regency. The activity was conducted on August 18, 2024, at the creative space of The Elixir Coffee, located within Universitas Muhammadiyah Mataram, through a seminar and interactive discussion involving food MSME owners as participants. The materials covered the characteristics of agricultural raw materials, factors affecting quality deterioration, principles of postharvest handling, simple postharvest technologies, and value-added product development. Evaluation was carried out qualitatively through observation, discussion notes, and participants’ verbal feedback. The results indicated an improvement in participants’ understanding, particularly in relation to packaging selection, storage techniques, and opportunities for product diversification according to the conditions of their respective businesses. The activity also identified the main challenges faced by MSMEs, including rapid raw material deterioration, limited storage facilities, and low product diversification. Overall, the activity provided practical solutions to reduce postharvest losses, improve the efficiency of raw material utilization, and strengthen the competitiveness of local food MSMEs. Keywords: post-harvest handling; food SMEs; product diversification; value addition; West Nusa Tenggara.
Pelatihan digital content creation bagi guru SMA melalui pemanfaatan capcut bagi guru di SMA Negeri 2 Banyuasin 1 Agustina Heryati; Terttiaavini Terttiaavini; Iski Zaliman; Diah Komala Sari; A. Taqwa Mardinata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39747

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan digital content creation menggunakan aplikasi CapCut bagi guru di SMA Negeri 2 Banyuasin 1. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran digital yang kreatif dan interaktif. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam membuat video pembelajaran berbasis digital menggunakan aplikasi CapCut. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang yang terdiri dari 8 peserta laki-laki dan 17 peserta perempuan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada seluruh aspek penilaian. Nilai pemahaman materi meningkat dari 2,6 menjadi 4,0, keterampilan penggunaan CapCut meningkat dari 2,4 menjadi 3,5, pelaksanaan pelatihan meningkat dari 2,8 menjadi 3,4, manfaat kegiatan meningkat dari 3,5 menjadi 4,2, serta kepuasan peserta meningkat dari 3,0 menjadi 4,8. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu membuat video pembelajaran secara mandiri. Pelatihan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran berbasis digital di sekolah. Kata kunci: content creation; aplikasi capcut; media pembelajaran; video interaktif; digital. Abstract This community service activity was conducted in the form of digital content creation training using the CapCut application for teachers at SMA Negeri 2 Banyuasin. The activity was motivated by the limited ability of teachers to create creative and interactive digital learning media. The purpose of this community service activity was to improve teachers’ understanding and skills in creating digital-based learning videos using the CapCut application. The participants consisted of 25 teachers, including 8 male participants and 17 female participants. The implementation methods included material presentation, demonstrations, hands-on practice, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed an improvement in all assessment aspects. The material understanding score increased from 2.6 to 4.0, CapCut usage skills increased from 2.4 to 3.5, training implementation increased from 2.8 to 3.4, activity benefits increased from 3.5 to 4.2, and participant satisfaction increased from 3.0 to 4.8. Qualitatively, participants showed high enthusiasm and were able to independently create learning videos. This training is expected to support the improvement of digital-based learning quality in schools.. Keywords: content creation; capcut application; learning media; interactive video; digital learning.