cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
subhan@iainpalopo.ac.id
Phone
+6287865093669
Journal Mail Official
jurnaltunascendekia@iainpalopo.ac.id
Editorial Address
TUNAS CENDEKIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini IAIN Palopo Jalan Agatis Balandai Kota Palopo, Indonesia, Postal Code 91914
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
TUNAS CENDEKIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini is a double-blind peer-reviewed open access journal. This journal provides publication of articles covering the results of early childhood education research, including; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education. The aim is to provide a platform for researchers, academics and practitioners to share, discuss and enrich knowledge and innovation in the field of early childhood education, in order to support the development of more effective and innovative educational policies, practices and theories.
Articles 131 Documents
PENERAPAN VIDEO ANIMASI DALAM PENGEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI DI RA AL-HILAL 3 PUCANGAN KARTASURA Nuril Fadilah, Annisa; Tanfidiyah, Nur
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2025): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v8i1.5627

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas penerapan media video animasi untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini di RA Al-Hilal 3 Pucangan Kartasura. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan guru kelas sebagai subjek utama dengan kepala sekolah dan guru pendamping sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi video animasi dalam pengembangan bahasa anak dilakukan melalui tiga tahapan sistematis. Pertama, tahap perencanaan yang meliputi penyusunan modul pembelajaran, penentuan tema dan kegiatan, serta persiapan materi video dan alat bantu. Kedua, tahap pelaksanaan yang terdiri dari kegiatan pembukaan (pembiasaan dan apersepsi), penayangan video animasi sebagai kegiatan inti, dan penutup (recalling materi). Ketiga, tahap evaluasi untuk mengukur perkembangan kemampuan bahasa anak. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan media video animasi berhasil meningkatkan perkembangan bahasa anak-anak. Metode ini terbukti menarik perhatian anak-anak, memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan menyimak, dan membantu anak mengekspresikan diri dengan lebih baik melalui stimulus audio-visual yang interaktif dan menyenangkan.
PENGEMBANGAN APE KOSIKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BUDAYA LOKAL SURABAYA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Pratiwi, Nabila Ayu; Widayati, Sri; Komalasari, Dewi; Maulidiyah, Eka Cahya
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v7i2.5734

Abstract

Permasalahan yang muncul pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan mengenal budaya lokal Surabaya pada anak usia 5-6 tahun di lembaga TK Karunia Kebraon. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan, kelayakan, dan keefektifan alat permainan edukatif KOSIKAL yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal budaya lokal Surabaya pada anak usia 5-6 tahun. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan mengembangkan produk atau menyempurnakan produk menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental desain tipe one group pretest posttest. Hasil penelitian ini diketahui bahwa kelayakan melalui validasi ahli media mendapatkan presentase sebesar 90,62% dan ahli materi sebesar 100%. Keefektifan alat permainan edukatif KOSIKAL dilihat dari tingkat kemampuan anak mengenal budaya Lokal Surabaya yang meningkat, diketahui hasil uji Wilcoxon menggunakan SPSS 29 menunjukkan bahwa Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,002 sehingga p < 0,05 atau 0,002 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alat permainan edukatif KOSIKAL efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal budaya lokal Surabaya pada anak usia 5-6 tahun.
MOTUNAL: INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN GENDER BERBASIS MONOPOLI UNTUK ANAK USIA DINI Aniyanti Putri, Esther Dwi Fema; Widayati, Sri; Komalasari, Dewi; Cahya Maulidiyah, Eka
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v7i2.5857

Abstract

Meningkatnya kasus pelecehan seksual anak di Indonesia dari 8.730 kasus pada 2021 menjadi 9.644 kasus pada 2023 menunjukkan pentingnya pengenalan jenis kelamin sejak dini. Observasi di TK Karunia Karang Pilang, Surabaya, mengidentifikasi kurangnya media pembelajaran pendidikan seksual, yang berdampak pada rendahnya pemahaman anak tentang interaksi diri dengan orang lain dan privasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media MOTUNAL (Monopoli Kartu Pendidikan Seksual) untuk meningkatkan kemampuan anak usia 5–6 tahun dalam mengenal jenis kelamin. Menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian melibatkan 12 anak, dengan validasi ahli materi mencapai 92,85% dan validasi ahli media 97,50%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan (Asymp. Sig = 0,002) antara skor pretest dan posttest. Penelitian ini membuktikan bahwa media MOTUNAL (Monopoli Kartu Pendidikan Seksual) efektif dalam meningkatkan kemampuan anak usia 5–6 tahun mengenal jenis kelamin. Implikasi dalam penelitian ini adalah media MOTUNAL (Monopoli Kartu Pendidikan Seksual) dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini dan berpotensi digunakan dalam penelitian dengan konsep abstrak lainnya, seperti toleransi, tanggung jawab dan kesabaran, empati, dan sebagainya.
AKSELERASI PENGEMBANGAN KOSAKATA: ANALISIS EFEKTIVITAS MEDIA PUZZLE HURUF PADA PEMBELAJARAN BAHASA ANAK USIA DINI Eka Nurfadilah; Marwah, Siti; Ningsih, Yuni; Saripudin, Aip
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2025): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v8i1.5992

Abstract

Puzzle merupakan permainan edukasi yang menantang kreativitas dan ingatan siswa. Permainan ini membantu siswa memecahkan masalah sambil bersenang-senang karena dapat dilakukan berulang. Bermain puzzle tidak hanya menghibur tetapi juga membangun kreativitas, imajinasi, dan keterampilan penting bagi perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Tujuannya mengoptimalkan pembelajaran kosakata anak usia dini melalui puzzle huruf, dengan mengidentifikasi tantangan perkembangan bahasa dan mengeksplorasi efektivitas puzzle huruf sebagai alat pembelajaran interaktif yang menarik. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Anak-anak mampu mengucapkan huruf dan kata dengan baik dan lancar; 2) Beberapa anak berani berbicara di depan teman-temannya dan dapat mengulang cerita dari guru dengan baik; 3) Anak-anak mengikuti instruksi guru dengan baik. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran efektif dalam pendidikan anak usia dini, serta meningkatkan kerjasama antara guru, orang tua dan lingkungan dalam mendukung perkembangan bahasa anak. Media puzzle terbukti menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak-anak secara menyenangkan dan interaktif.
TRANSFORMASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN: STUDI KASUS PENDEKATAN CHILD-CENTERED DI RA RIYADUL ULUM Siti Marwah
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2025): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v8i1.6008

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fase krusial untuk perkembangan anak yang memengaruhi pembentukan karakter, keterampilan, dan pengetahuan dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen pembelajaran di RA Riyadul Ulum, dengan fokus pada efektivitas metode yang mendukung perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru yang terlibat dalam proses pembelajaran. Data dianalisis untuk mengidentifikasi praktik manajemen pembelajaran dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan manajemen pembelajaran di RA Riyadul Ulum berfokus pada pendekatan yang berpusat pada anak, memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar. Interaksi sosial yang difasilitasi guru tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Evaluasi berkala memberikan gambaran jelas mengenai kemajuan anak dan efektivitas metode pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran efektif di RA Riyadul Ulum berkontribusi signifikan terhadap kualitas pengalaman belajar anak. Penting bagi lembaga pendidikan untuk terus mengembangkan praktik manajemen pembelajaran yang responsif dan inovatif, serta memberikan pelatihan memadai bagi pendidik guna meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
MENDONGENG SEBAGAI INTERVENSI PENGEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI: TINJAUAN LITERATUR Rahma, Adelia; Anesty Mashudi, Esya
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v7i2.6076

Abstract

Aspek perkembangan bahasa merupakan elemen penting dalam perkembangan anak usia dini. Hal tersebut mengharuskan strategi yang tepat dalam membantu optimalisasi perkembangan anak usia dini, salat satunya adalah melalui metode mendongeng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat mendongeng terhadap perkembangan bahasa anak usia dini melalui pendekatan kualittatif dengan metode tinjauan literatur. Data diperoleh dari database Google Scholar dengan kata kunci “mendongeng,” “perkembangan bahasa,” dan “anak usia dini.” Aplikasi Publish or Perish digunakan untuk mendukung pengumpulan data. Hasil pencarian menunjukkan 200 artikel yang ditemukan dalam kurun waktu 2014–2024, sepuluh artikel dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu: relevansi dengan topik, penerbitan dalam 10 tahun terakhir, akses terbuka, teks lengkap, dan merupakan jurnal ilmiah. Metode analisis data dilakukan dengan meninjau hasil penelitian dari sepuluh artikel yang relevan. Hasil analisis menunjukkan berbagi macam manfaat mendongeng, yaitu mendongeng memiliki berbagai manfaat terhadap perkembangan bahasa anak usia dini, yaitu meningkatkan keterampilan menyimak anak usia dini, meningkatkan kemampuan membaca permulaan, membantu pemerolehan bahasa, meningkatkan pembendaharaan bahasa, meningkatkan kemampuan mengkomunikasikan sesuatu dan membantu anak berkomunikasi secara aktif dan efisien.
REPRESENTASI PARTISIPASI ANAK DALAM MODERASI BERAGAMA: ANALISIS KURIKULUM RAUDHATUL ATHFAL Arif Muchlisin, Muchammad; Haidlor, Muhammad; Afandi, Ahmad
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2025): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v8i2.5957

Abstract

Partisipasi anak usia dini sebagai warga negara aktif dalam isu-isu sosial, termasuk moderasi beragama, merupakan hak fundamental yang belum banyak tereksplorasi dalam konteks pendidikan Islam anak usia dini. Penelitian ini mengkaji representasi partisipasi anak untuk moderasi beragama dalam dokumen kurikulum Raudhatul Athfal (RA). Menggunakan metode analisis dokumen dengan pendekatan kerangka kerja (framework analysis), penelitian ini menganalisis dua dokumen kurikulum RA-Keputusan Menteri Agama No. 792/2018 dan No. 347/2022—melalui dua kerangka analisis: berpikir kritis untuk moderasi beragama dan partisipasi anak usia dini untuk moderasi beragama. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua dokumen kurikulum tidak memuat pembahasan mengenai anak sebagai warga negara aktif dalam moderasi beragama. Anak-anak tidak direpresentasikan sebagai agen yang kompeten atau agen perubahan untuk moderasi beragama, melainkan dipandang sebagai pembelajar pasif yang sedang "menjadi" moderat. Dengan demikian, kurikulum RA belum memberikan ruang bagi anak usia dini untuk berkontribusi secara aktif dalam wacana dan praktik moderasi beragama sebagai bagian dari partisipasi publik mereka sebagai warga negara yang setara. Temuan ini mengindikasikan perlunya reorientasi kurikulum RA untuk mengakui dan mengembangkan agensi anak dalam isu-isu sosial keagamaan sejak usia dini.
INTEGRASI BUDAYA DAN NILAI ISLAMI: MENGAJARKAN ANAK USIA DINI KETELADANAN ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ DENGAN MEDIA WAYANG Karimah Azzahra, Hilyatul; Wahidatus Sa'diyah, Wafiq; Istiyani, Dwi
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2025): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v8i2.6238

Abstract

Masa anak-anak merupakan periode krusial yang menjadi landasan penting dalam membentuk kepribadian. Pada fase ini, pendidikan karakter memegang peran sangat penting dalam membimbing anak-anak untuk memahami nilai moral dan etika yang akan dibawa hingga dewasa. Di era digital saat ini, anak-anak memerlukan role model positif yang dapat menginspirasi perilaku baik mereka. Salah satu tokoh yang patut diteladani adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat terdekat Rasulullah SAW yang terkenal dengan kejujuran, keberanian, kedermawanan, dan keteguhan imannya. Penelitian ini bertujuan mengajarkan anak-anak untuk meneladani sifat-sifat mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq melalui buku cerita dan media wayang. Kombinasi kedua media ini dipilih karena dapat menyajikan pembelajaran yang holistik dan menarik bagi anak usia dini. Penggunaan buku cerita membantu merangsang imajinasi, sementara wayang sebagai media visual berbasis kearifan lokal membuat pembelajaran lebih interaktif dan mudah dipahami. Penelitian dilaksanakan di TK Tarbiyatul Atfal 04 Kendal pada November 2023 menggunakan metode sejarah dan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan perubahan positif pada anak-anak yang menjadi lebih jujur, dermawan, pemberani, bertanggung jawab, serta memahami kisah inspiratif Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam kehidupan sehari-hari mereka.
OPTIMALISASI KECERDASAN MAJEMUK ANAK USIA DINI: IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SENTRA Nisrin Humaida Annur; Ainna Puspita Sari Dewi
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2025): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v8i2.6246

Abstract

Model pembelajaran berbasis sentra merupakan pendekatan efektif dalam mengoptimalkan perkembangan anak usia dini. RA Muslimat NU Karangdowo menerapkan model ini dengan enam jenis sentra: persiapan, imajinasi dan eksplorasi, rancang bangun, seni kreasi, olahraga, serta sentra pilihan (memasak, komputer, beternak, dan berkebun). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi model pembelajaran berbasis sentra dalam mengembangkan kecerdasan majemuk anak usia dini serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan implementasi terdiri dari tiga tahapan: perencanaan (penyusunan modul ajar dan persiapan media), pelaksanaan (kegiatan sentra 60 menit pasca-istirahat secara bergantian), dan evaluasi (recalling dan asesmen menggunakan checklist, catatan anekdot, serta dokumentasi karya anak). Faktor pendukung meliputi kurikulum terstruktur, kompetensi pendidik, sarana prasarana memadai, dan pendekatan berpusat pada anak. Faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, kompleksitas penilaian, dan tantangan manajemen kelas.
MENUJU PEMBELAJARAN ADAPTIF DI PAUD: TANTANGAN PENERAPAN DEEP LEARNING DALAM KONTEKS INDONESIA Elok Faiqoh Meila, Veiz; Nuraini Sarah, Riri; Hardiana, Andri
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2025): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v8i2.7258

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji tantangan penerapan teknologi Deep Learning dalam penyusunan rencana pembelajaran pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Deep Learning memiliki potensi menganalisis data perkembangan peserta didik dan menghasilkan rencana pembelajaran yang personal dan adaptif. Namun, implementasinya belum optimal karena dihadapkan pada kendala teknis, pedagogis, dan kebijakan. Metode penelitian menggunakan tinjauan literatur sistematis terhadap 12 jurnal nasional terakreditasi (2019-2024) dengan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan enam tantangan utama: rendahnya literasi digital pendidik PAUD, keterbatasan infrastruktur di lebih dari 60% lembaga PAUD, belum adanya sistem dokumentasi perkembangan anak yang terdigitalisasi (hanya <20% lembaga memiliki sistem digital terstruktur), ketidaksesuaian pendekatan teknologi dengan prinsip pembelajaran PAUD yang holistik dan berbasis bermain, minimnya regulasi pemerintah tentang implementasi AI dalam PAUD, serta kekosongan kebijakan perlindungan data anak. Penelitian merekomendasikan pelatihan guru berbasis kompetensi digital, penguatan infrastruktur, pengembangan sistem dokumentasi aman, dan penyusunan regulasi komprehensif. Diperlukan kolaborasi multipihak untuk membangun ekosistem pendidikan yang siap mengadopsi teknologi secara bijak dan sesuai karakteristik anak usia dini.

Page 9 of 14 | Total Record : 131